MINYAK BUMI 
Oleh : Nadiyah Rahmasari – XI IPA7
Pendahuluan 
 Minyak bumi merupakan sumber alam yang sangat 
potensial karena dari minyak bumi dapat dihasilkan 
berbagai bahan bakar. Selain itu senyawa yang berupa gas 
dan minyak bumi dapat dipakai untuk produk industri. 
 Penyusun utama minyak bumi adalah hidrokarbon, 
terutama alkana, sikloalkana, dan senyawa aromatik. 
 Proporsi dari ketiga tipe hidrokarbon sangat tergantung 
pada sumber minyak bumi.
Pendahuluan 
 Pada umumnya alkana merupakan hidrokarbon 
yang terbanyak tetapi kadang – kadang 
mengandung sikloalkana sebagai komponen 
yang terbesar, sedangkan aromatik selalu 
merupakan komponen yang paling sedikit. 
 Untuk memisahkan fraksi-fraksi dalam minyak 
bumi dapat dilakukan dengan cara distilasi 
bertingkat. Setelah melalui distilasi bertingkat 
minyak bumi akan terpisah menjadi gas,bensin, 
kerosin, solar dan lain-lain
Teori Pembentukan Minyak dan Gas Bumi 
 Teori Biogenetik (Teori Organik) 
Menurut Teori Biogenitik (Organik), disebutkan 
bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari 
beraneka ragam binatang dan tumbuh-tumbuhan 
yang mati dan tertimbun di bawah endapan 
Lumpur. Endapan Lumpur ini kemudian 
dihanyutkan oleh arus sungai menuju laut, 
akhirnya mengendap di dasar lautan dan tertutup 
lumpur dalam jangka waktu yang lama, ribuan 
dan bahkan jutaan tahun. Akibat pengaruh waktu, 
temperatur tinggi, dan tekanan lapisan batuan di 
atasnya, maka binatang serta tumbuh-tumbuhan 
yang mati tersebut berubah menjadi bintik-bintik 
dan gelembung minyak atau gas.
Teori Pembentukan Minyak dan Gas Bumi 
 Teori Anorganik 
Menurut Teori Anorganik, disebutkan bahwa minyak 
bumi dan gas alam terbentuk akibat aktivitas bakteri. 
Unsur-unsur oksigen, belerang, dan nitrogen dari zat-zat 
organik yang terkubur akibat adanya aktivitas bakteri 
berubah menjadi zat seperti minyak yang berisi 
hidrokarbon. 
 Teori Duplex 
Teori Duplex merupakan perpaduan dari Teori 
Biogenetik dan Teori Anorganik. Teori Duplex yang 
banyak diterima oleh kalangan luas, menjelaskan 
bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis 
organisme laut baik hewani maupun nabati. 
Diperkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi 
hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati.
Teori Pembentukan Minyak dan Gas Bumi 
 Lanjutan…… 
Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan 
tekanan, maka endapan Lumpur berubah 
menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang 
berasal dari lumpur yang mengandung bintik-bintik 
minyak dikenal sebagai batuan induk 
(Source Rock). Selanjutnya minyak dan gas ini 
akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan 
lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di 
tempat tertentu yang disebut dengan perangkap 
(Trap).
Pengolahan Minyak Bumi 
Minyak bumi biasanya berada 3-4 Km di bawah permukaan. 
Untuk mengambil minyak bumi tersebut, harus membuat 
sumur bor yang telah di sesuaikan kedalamannya. Minyak 
mentah yang dihasilkan ditampung dalam kapal tanker atau 
dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau kilang minyak 
(crude oil). Berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang 
sedap, yang selain mengandung kotoran, juga mengandung 
mineral-mineral yang larut dalam air. Minyak mentah yang 
tadi diperoleh belum bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar 
maupun keperluan lainnya, karena harus diolah terlebih 
dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis 
hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga C-50. Pada 
prinsipnya pengolahan minyak bumi dilakukan dengan dua 
langkah:
Pengolahan Minyak Bumi 
a) Pengolahan tahap pertama 
Pengolahan tahap pertama dilakukan dengan 
distilasi bertingkat, yaitu proses distilasi berulang – 
ulang sehingga didapatkan berbagai macam hasil 
berdasarkan perbedaan titik didihnya. Hasil pada 
distilasi bertingkat meliputi: 
1. Fraksi pertama menghasilkan gas yang pada 
akhirnya dicairkan kembali dan dikenal dengan nama 
elipiji atau LPG. 
2. Fraksi kedua disebut nafta (gas bumi). Nafta tidak 
dapat langsung digunakan tetapi diolah lebih lanjut 
pada tahap kedua menjadi bensin (premium) atau 
bahan petrokimia yang lain.
Pengolahan Minyak Bumi 
3. Fraksi ketiga atau fraksi tengah, 
selanjutnya dibuat menjadi kerosin 
(minyak tanah) dan avtur (bahan bakar 
pesawat jet) 
4. Fraksi keempat disebut solar yang 
digunakan sebagai bahan bakar mesin 
diesel 
5. Fraksi kelima disebut juga residu yang 
berisi hidrokarbon rantai panjang dan 
dapat diolah lebih lanjut pada tahap 
kedua.
Pengolahan Minyak Bumi 
b) Pengolahan tahap kedua 
Pada pengolahan tahap kedua, dilakukan berbagai 
proses lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap 
pertama. Proses – proses tersebut meliputi: 
1. Perengkahan (cracking), dilakukan perubahan struktur 
kimia senyawa hidrokarbon. 
2. Proses ekstraksi, pembersihan produk dengan 
menggunakan pelarut sehingga didapatkan hasil lebih 
banyak dengan mutu lebih baik. 
3. Proses kritalisasi, proses pemisahan produk – produk 
dengan mutu lebih baik. 
4. Pembersihan dari kontaminasi (treating), merupakan 
proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.
Fraksi Hidrokarbon yang Didapatkan dari Distilasi 
Bertingkat 
Fraksi Jumlah Atom C Titik Didih Kegunaan 
Gas C1 – C5 -164 °C – 30 °C bahan bakar gas 
Eter petroleum C5 – C7 30 °C – 90 °C pelarut, binatu kimia 
Bensin C5- C12 30 °C – 200 °C bahan bakar motor 
Minyak tanah C12 – C16 175 °C – 275 °C minyak lampu, bahan 
bakar kompor 
Minyak gas, bakar, 
dan diesel 
C15 – C18 250 °C – 400 °C bahan bakar mesin 
diesel 
Minyak-minyak 
pelumas, gemuk, 
jeli petroleum 
C16 ke atas 350 °C ke atas pelumas 
Parafin (lilin) C20 ke atas meleleh 52 °C – 
57 °C 
lilin gereja, 
pengendapan air bagi 
kain, korek api,dan 
pengawetan 
Ter residu aspal buatan 
Kokas petroleum residu bahan bakar, elektrode
Hasil Pengolahan Minyak Bumi 
 Solar 
Diesel, di Indonesia lebih dikenal dengan nama solar, 
adalah suatu produk akhir yang digunakan sebagai bahan 
bakar dalam mesin diesel yang diciptakan oleh Rudolf 
Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering. 
 Bensin 
Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon 
yang memiliki rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi 
tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang 
diinginkan. 
 Aspal 
Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat 
(adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap 
air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen 
merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal.
Hasil Pengolahan Minyak Bumi 
 Minyak tanah ( kerosin ) 
Bahan bakar hidrokarbon yang diperoleh sebagai hasil 
penyulingan minyak bumi dengan titik didih yang lebih 
tinggi daripada bensin; minyak tanah; minyak patra. 
 Lilin 
Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu 
yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Bahan bakar 
yang digunakan adalah paraffin. 
 Pelumas 
Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang 
diberikan diantara dua benda bergerak untuk 
mengurangi gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai 
lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan 
yang berhubungan
Hasil Pengolahan Minyak Bumi 
 Minyak bakar 
Minyak bakar adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak 
tetapi belum membentuk residu akhir dari proses 
penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini 
adalah hitam chrom. Selain itu minyak bakar lebih pekat 
dibandingkan dengan minyak diesel. 
 Bahan bakar penerbangan 
Bahan bakar penerbangan salah satunya avtur yang digunakan 
sebagai bahan bakar persawat terbang. 
 LPG 
Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA dengan brand ELPIJI, 
merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (Kilang BBM) dan 
Kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) 
dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas 
pentana (C5H12) yang dicairkan

Minyak Bumi

  • 1.
    MINYAK BUMI Oleh: Nadiyah Rahmasari – XI IPA7
  • 2.
    Pendahuluan  Minyakbumi merupakan sumber alam yang sangat potensial karena dari minyak bumi dapat dihasilkan berbagai bahan bakar. Selain itu senyawa yang berupa gas dan minyak bumi dapat dipakai untuk produk industri.  Penyusun utama minyak bumi adalah hidrokarbon, terutama alkana, sikloalkana, dan senyawa aromatik.  Proporsi dari ketiga tipe hidrokarbon sangat tergantung pada sumber minyak bumi.
  • 3.
    Pendahuluan  Padaumumnya alkana merupakan hidrokarbon yang terbanyak tetapi kadang – kadang mengandung sikloalkana sebagai komponen yang terbesar, sedangkan aromatik selalu merupakan komponen yang paling sedikit.  Untuk memisahkan fraksi-fraksi dalam minyak bumi dapat dilakukan dengan cara distilasi bertingkat. Setelah melalui distilasi bertingkat minyak bumi akan terpisah menjadi gas,bensin, kerosin, solar dan lain-lain
  • 4.
    Teori Pembentukan Minyakdan Gas Bumi  Teori Biogenetik (Teori Organik) Menurut Teori Biogenitik (Organik), disebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari beraneka ragam binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mati dan tertimbun di bawah endapan Lumpur. Endapan Lumpur ini kemudian dihanyutkan oleh arus sungai menuju laut, akhirnya mengendap di dasar lautan dan tertutup lumpur dalam jangka waktu yang lama, ribuan dan bahkan jutaan tahun. Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi, dan tekanan lapisan batuan di atasnya, maka binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati tersebut berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
  • 5.
    Teori Pembentukan Minyakdan Gas Bumi  Teori Anorganik Menurut Teori Anorganik, disebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk akibat aktivitas bakteri. Unsur-unsur oksigen, belerang, dan nitrogen dari zat-zat organik yang terkubur akibat adanya aktivitas bakteri berubah menjadi zat seperti minyak yang berisi hidrokarbon.  Teori Duplex Teori Duplex merupakan perpaduan dari Teori Biogenetik dan Teori Anorganik. Teori Duplex yang banyak diterima oleh kalangan luas, menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis organisme laut baik hewani maupun nabati. Diperkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati.
  • 6.
    Teori Pembentukan Minyakdan Gas Bumi  Lanjutan…… Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock). Selanjutnya minyak dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).
  • 7.
    Pengolahan Minyak Bumi Minyak bumi biasanya berada 3-4 Km di bawah permukaan. Untuk mengambil minyak bumi tersebut, harus membuat sumur bor yang telah di sesuaikan kedalamannya. Minyak mentah yang dihasilkan ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau kilang minyak (crude oil). Berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap, yang selain mengandung kotoran, juga mengandung mineral-mineral yang larut dalam air. Minyak mentah yang tadi diperoleh belum bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun keperluan lainnya, karena harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga C-50. Pada prinsipnya pengolahan minyak bumi dilakukan dengan dua langkah:
  • 8.
    Pengolahan Minyak Bumi a) Pengolahan tahap pertama Pengolahan tahap pertama dilakukan dengan distilasi bertingkat, yaitu proses distilasi berulang – ulang sehingga didapatkan berbagai macam hasil berdasarkan perbedaan titik didihnya. Hasil pada distilasi bertingkat meliputi: 1. Fraksi pertama menghasilkan gas yang pada akhirnya dicairkan kembali dan dikenal dengan nama elipiji atau LPG. 2. Fraksi kedua disebut nafta (gas bumi). Nafta tidak dapat langsung digunakan tetapi diolah lebih lanjut pada tahap kedua menjadi bensin (premium) atau bahan petrokimia yang lain.
  • 9.
    Pengolahan Minyak Bumi 3. Fraksi ketiga atau fraksi tengah, selanjutnya dibuat menjadi kerosin (minyak tanah) dan avtur (bahan bakar pesawat jet) 4. Fraksi keempat disebut solar yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel 5. Fraksi kelima disebut juga residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat diolah lebih lanjut pada tahap kedua.
  • 10.
    Pengolahan Minyak Bumi b) Pengolahan tahap kedua Pada pengolahan tahap kedua, dilakukan berbagai proses lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap pertama. Proses – proses tersebut meliputi: 1. Perengkahan (cracking), dilakukan perubahan struktur kimia senyawa hidrokarbon. 2. Proses ekstraksi, pembersihan produk dengan menggunakan pelarut sehingga didapatkan hasil lebih banyak dengan mutu lebih baik. 3. Proses kritalisasi, proses pemisahan produk – produk dengan mutu lebih baik. 4. Pembersihan dari kontaminasi (treating), merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.
  • 11.
    Fraksi Hidrokarbon yangDidapatkan dari Distilasi Bertingkat Fraksi Jumlah Atom C Titik Didih Kegunaan Gas C1 – C5 -164 °C – 30 °C bahan bakar gas Eter petroleum C5 – C7 30 °C – 90 °C pelarut, binatu kimia Bensin C5- C12 30 °C – 200 °C bahan bakar motor Minyak tanah C12 – C16 175 °C – 275 °C minyak lampu, bahan bakar kompor Minyak gas, bakar, dan diesel C15 – C18 250 °C – 400 °C bahan bakar mesin diesel Minyak-minyak pelumas, gemuk, jeli petroleum C16 ke atas 350 °C ke atas pelumas Parafin (lilin) C20 ke atas meleleh 52 °C – 57 °C lilin gereja, pengendapan air bagi kain, korek api,dan pengawetan Ter residu aspal buatan Kokas petroleum residu bahan bakar, elektrode
  • 12.
    Hasil Pengolahan MinyakBumi  Solar Diesel, di Indonesia lebih dikenal dengan nama solar, adalah suatu produk akhir yang digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin diesel yang diciptakan oleh Rudolf Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.  Bensin Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.  Aspal Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal.
  • 13.
    Hasil Pengolahan MinyakBumi  Minyak tanah ( kerosin ) Bahan bakar hidrokarbon yang diperoleh sebagai hasil penyulingan minyak bumi dengan titik didih yang lebih tinggi daripada bensin; minyak tanah; minyak patra.  Lilin Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Bahan bakar yang digunakan adalah paraffin.  Pelumas Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan
  • 14.
    Hasil Pengolahan MinyakBumi  Minyak bakar Minyak bakar adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam chrom. Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan minyak diesel.  Bahan bakar penerbangan Bahan bakar penerbangan salah satunya avtur yang digunakan sebagai bahan bakar persawat terbang.  LPG Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA dengan brand ELPIJI, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (Kilang BBM) dan Kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan