Melaksanakan Proses Pembuatan
Lubang Tembak
Pengertian Pemboran
Pemboran adalah salah satu kegiatan penting
dalam sebuah industri pertambangan. Kegiatan
pemboran biasanya dilakukan sebelum diadakannya
penambangan. Adapun kegiatan pengeboran antara
lain :
Pemboran Geotek adalah untuk menentukan
karakteristik tanah dan batuan, dalam beberapa hal
digunakan untuk memperoleh informasi tentang
kondisi alami dan posisi mauka air tanah.Pemboran
Kontruksi adalah untuk menetukan batas antara
batuan dasar (base meaf) dan batuan diatas yang
umumnya sudah mengalami deformasi pelapukan.
Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Pemboran
Kinerja suatu mesin bor dipengaruhi oleh faktor-
faktor sifat batuan yang dibor, rock drillability,
geometri pemboran, umur dan kondisi mesin bor,
dan ketrampilan operator.
Sifat Batuan
Sifat batuan yang berpengaruh pada penetrasi
dan sebagai konsekuensi pada pemilihan metode
pemboran yaitu : kekerasan, kekuatan,
elastisitas, plastisitas, abrasivitas, tekstur,
struktur, dan karakteristik pembongkaran.
Drilabilitas Batuan
(Drillability of Rock)
Drilabilitas batuan adalah kecepatan penetrasi rata-
rata mata bor terhadap batuan. Nilai drilabilitas ini
diperoleh dari hasil pengujian terhadap toughness
berbagai tipe batuan oleh Sievers dan Furby.
Hasil pengujian mereka memperlihatkan
kesamaan nilai penetration speed dan net
penetration rate untuk tipe batuan yang sejenis.
Umur & Kondisi Mesin Bor
Alat yang sudah lama digunakan biasanya dalam
kegiatan pemboran, kemampuan mesin bor akan
menurun sehingga sangat berpengaruh pada
kecepatan pemboran. Umur mata bor dan batang
bor ditentukan oleh meter kedalaman yang
dicapai dalam melakukan pemboran.
Geometri Pemboran
1. Diameter Lubang ledak
Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan diameter
lubang ledak adalah :
a. Volume batuan yang dibongkar
b. Tinggi jenjang dan konfigurasi isian
c. Tingkat Fragmentasi yang diinginkan
d. Mesin bor yang tersedia
e. Kapasitas alat muat yang akan menangani material hasil
peledakan.
Geometri Pemboran
2. Arah Lubang ledak
Pada kegiatan pemboran ada dua macam arah lubang
ledak yaitu arah tegak dan arah miring. Pada tinggi jenjang
yang sama, kedalaman lubang ledak miring > dari pemboran
tegak selain itu pemboran miring penempatan posisi awal
lebih sulit karena harus menyesuaikan dengan kemiringan
lubang ledak yang direncanakan.
3. Kedalaman Lubang ledak
Penentuan kedalaman lubang ledak disesuaikan dengan
tinggi jenjang, dimana kedalaman lubang ledak>tinggi
jenjang. Kelebihan kedalaman lubang
bor (subdrilling) dimaksudkan untuk memperoleh jenjang
yang rata.
Pemilihan Alat Bor
Adapun kondisi batuan yang akan digali atau dimanfaatkan
bermaca-macam karakteristik, tekstur, struktur dan
kekerasannya, maka dalam usaha-usaha tersebut perlu
diterapkan suatu metode yang tepat. Misalnya terhadap
batuan yang keras (andesit), maka proses pemanfaatannya
dapat dilakukan dengan metode peledakan. Tetapi sebelum
pelaksanaan keputusan pekerjaan peledakan, perlu
dipertimbangkan terlebih dahulu adanya fakto-faktor
pemilihan bahan peledak dan factor-faktor teknis yang
mempengaruhi hasil dari suatu proses tersebut, sehingga
ketetapan pekerjaan dapat tercapai.
Sistem Pemboran Secara
Mekanik
(Mechanical Drilling)
Mechanical Drilling merupakan operasi pemboran yang peralatan
pemborannya digerakkan secara mekanis sehingga operator pemboran
dapat mengendalikan semua parameter pemboran lebih mudah.
Peralatan pemboran ini disangga diatas rigs dan menggunakan roda
atau ban rantai. Komponen utama pada mechanical drilling adalah,
a. Mesin (sumber energi mekanik)
b. Batang Bor (mentransmisi energi mekanik)
c. Mata Bor (menggunakan energi mekanik untuk menembus batuan)
d. Flushing (membersihkan lubang bor dari cuttings)
Mechanical drilling terbagi menjadi tiga macam berdasarkan cara
penetrasi terhadap batuan, yaitu: rotary drilling, percussive drilling,
dan rotary-percussive drilling.
Metode Pemboran Rotary Drilling
Rotary Drilling adalah metode pemboran yang
menggunakan aksi putaran
untukmelakukan enetrasi terhadap batuan.
Pada metode ini ada dua jenis mata
bor, yaitu tricone bit dengan hasil penetrasinya
berupa gerusan dan drag bit dengan hasil
penetrasinya berupa potongan (cutting).
Metode Pemboran Percussive Drilling
Percussive Drill adalah metode pemboran yang
menggunakan aksi tumbukan untuk melakukan
penetrasi terhadap batuan. Komponen
utama Percussive drilling adalah piston. Energi
tumbukan piston diteruskan ke batang bor dan
mata bor dalam bentuk gelombang kejut yang
bergerak sepanjang batang bor
untuk meremukkan permukaan batuan.
Metode Pemboran Rotary – Percussive
Drilling
Rotary-Percussive Drilling adalah metode pemboran yang
menggunakan aksi tumbukan yang dikombinasikan dengan
aksi putaran, sehingga terjadi proses peremukan dan
penggerusan batuan. Metode ini terbagi menjadi dua :
a. Top Hammer
Pada metode ini, aksi putaran dan tumbukan dihasilkan
diluar lubang bor yang kemudian ditransmisikan melalui
batang bor yang menuju mata bor.
b. Down The Hole Hammer
Pada metode ini, aksi tumbukan dihasilkan didalam
lubang bor yang dialirkan langsung ke mata bor, sedangkan
aksi putarannya dihasilkan diluar mata bor yang kemudian
ditransmisikan melalui batang bor menuju mata bor.
Etimasi Produksi Mesin Bor
Waktu Edar (Cycle Time)
Waktu edar yang dibutuhkan untuk membuat satu
lubang.
Ct = Bt + St + At + Pt + Dt
Keterangan :
Ct = Waktu edar (menit)
Bt = Waktu pemboran (menit)
St = Waktu menyambung batang bor (menit)
At = Waktu melepas batang bor (menit)
Dt = Waktu untuk mengatasi hambatan (menit)
Pt = Waktu pindah ke lubang yang lain, dan
mempersiapkan alat bor hingga siap untuk
melakukan pemboran (menit)
Etimasi Produksi Mesin Bor
Kecepatan Pemboran Rata-rata
(Drilling Speeds)
Kecepatan pemboran terdiri dari beberapa definisi:
1) Drilling Rate
Drilling Rate merupakan perbandingan
kedalaman lubang bor yang dicapai terhadap
waktu yang diperlukan untuk membuat 1 atau
lebih lubang bor, tanpa memperhitungkan waktu
untuk mengatasi hambatan (delay time).
2) Gross Driling Rate
Gross Drilling Rate merupakan perbandingan
kedalaman lubang bor yang dicapai terhadap
waktu yang tersedia.

Proses pemboran lubang tembak

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Pemboran Pemboran adalahsalah satu kegiatan penting dalam sebuah industri pertambangan. Kegiatan pemboran biasanya dilakukan sebelum diadakannya penambangan. Adapun kegiatan pengeboran antara lain : Pemboran Geotek adalah untuk menentukan karakteristik tanah dan batuan, dalam beberapa hal digunakan untuk memperoleh informasi tentang kondisi alami dan posisi mauka air tanah.Pemboran Kontruksi adalah untuk menetukan batas antara batuan dasar (base meaf) dan batuan diatas yang umumnya sudah mengalami deformasi pelapukan.
  • 3.
    Faktor Yang MempengaruhiKinerja Pemboran Kinerja suatu mesin bor dipengaruhi oleh faktor- faktor sifat batuan yang dibor, rock drillability, geometri pemboran, umur dan kondisi mesin bor, dan ketrampilan operator.
  • 4.
    Sifat Batuan Sifat batuanyang berpengaruh pada penetrasi dan sebagai konsekuensi pada pemilihan metode pemboran yaitu : kekerasan, kekuatan, elastisitas, plastisitas, abrasivitas, tekstur, struktur, dan karakteristik pembongkaran.
  • 5.
    Drilabilitas Batuan (Drillability ofRock) Drilabilitas batuan adalah kecepatan penetrasi rata- rata mata bor terhadap batuan. Nilai drilabilitas ini diperoleh dari hasil pengujian terhadap toughness berbagai tipe batuan oleh Sievers dan Furby. Hasil pengujian mereka memperlihatkan kesamaan nilai penetration speed dan net penetration rate untuk tipe batuan yang sejenis.
  • 6.
    Umur & KondisiMesin Bor Alat yang sudah lama digunakan biasanya dalam kegiatan pemboran, kemampuan mesin bor akan menurun sehingga sangat berpengaruh pada kecepatan pemboran. Umur mata bor dan batang bor ditentukan oleh meter kedalaman yang dicapai dalam melakukan pemboran.
  • 7.
    Geometri Pemboran 1. DiameterLubang ledak Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan diameter lubang ledak adalah : a. Volume batuan yang dibongkar b. Tinggi jenjang dan konfigurasi isian c. Tingkat Fragmentasi yang diinginkan d. Mesin bor yang tersedia e. Kapasitas alat muat yang akan menangani material hasil peledakan.
  • 8.
    Geometri Pemboran 2. ArahLubang ledak Pada kegiatan pemboran ada dua macam arah lubang ledak yaitu arah tegak dan arah miring. Pada tinggi jenjang yang sama, kedalaman lubang ledak miring > dari pemboran tegak selain itu pemboran miring penempatan posisi awal lebih sulit karena harus menyesuaikan dengan kemiringan lubang ledak yang direncanakan. 3. Kedalaman Lubang ledak Penentuan kedalaman lubang ledak disesuaikan dengan tinggi jenjang, dimana kedalaman lubang ledak>tinggi jenjang. Kelebihan kedalaman lubang bor (subdrilling) dimaksudkan untuk memperoleh jenjang yang rata.
  • 9.
    Pemilihan Alat Bor Adapunkondisi batuan yang akan digali atau dimanfaatkan bermaca-macam karakteristik, tekstur, struktur dan kekerasannya, maka dalam usaha-usaha tersebut perlu diterapkan suatu metode yang tepat. Misalnya terhadap batuan yang keras (andesit), maka proses pemanfaatannya dapat dilakukan dengan metode peledakan. Tetapi sebelum pelaksanaan keputusan pekerjaan peledakan, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu adanya fakto-faktor pemilihan bahan peledak dan factor-faktor teknis yang mempengaruhi hasil dari suatu proses tersebut, sehingga ketetapan pekerjaan dapat tercapai.
  • 10.
    Sistem Pemboran Secara Mekanik (MechanicalDrilling) Mechanical Drilling merupakan operasi pemboran yang peralatan pemborannya digerakkan secara mekanis sehingga operator pemboran dapat mengendalikan semua parameter pemboran lebih mudah. Peralatan pemboran ini disangga diatas rigs dan menggunakan roda atau ban rantai. Komponen utama pada mechanical drilling adalah, a. Mesin (sumber energi mekanik) b. Batang Bor (mentransmisi energi mekanik) c. Mata Bor (menggunakan energi mekanik untuk menembus batuan) d. Flushing (membersihkan lubang bor dari cuttings) Mechanical drilling terbagi menjadi tiga macam berdasarkan cara penetrasi terhadap batuan, yaitu: rotary drilling, percussive drilling, dan rotary-percussive drilling.
  • 11.
    Metode Pemboran RotaryDrilling Rotary Drilling adalah metode pemboran yang menggunakan aksi putaran untukmelakukan enetrasi terhadap batuan. Pada metode ini ada dua jenis mata bor, yaitu tricone bit dengan hasil penetrasinya berupa gerusan dan drag bit dengan hasil penetrasinya berupa potongan (cutting).
  • 12.
    Metode Pemboran PercussiveDrilling Percussive Drill adalah metode pemboran yang menggunakan aksi tumbukan untuk melakukan penetrasi terhadap batuan. Komponen utama Percussive drilling adalah piston. Energi tumbukan piston diteruskan ke batang bor dan mata bor dalam bentuk gelombang kejut yang bergerak sepanjang batang bor untuk meremukkan permukaan batuan.
  • 13.
    Metode Pemboran Rotary– Percussive Drilling Rotary-Percussive Drilling adalah metode pemboran yang menggunakan aksi tumbukan yang dikombinasikan dengan aksi putaran, sehingga terjadi proses peremukan dan penggerusan batuan. Metode ini terbagi menjadi dua : a. Top Hammer Pada metode ini, aksi putaran dan tumbukan dihasilkan diluar lubang bor yang kemudian ditransmisikan melalui batang bor yang menuju mata bor. b. Down The Hole Hammer Pada metode ini, aksi tumbukan dihasilkan didalam lubang bor yang dialirkan langsung ke mata bor, sedangkan aksi putarannya dihasilkan diluar mata bor yang kemudian ditransmisikan melalui batang bor menuju mata bor.
  • 14.
    Etimasi Produksi MesinBor Waktu Edar (Cycle Time) Waktu edar yang dibutuhkan untuk membuat satu lubang. Ct = Bt + St + At + Pt + Dt Keterangan : Ct = Waktu edar (menit) Bt = Waktu pemboran (menit) St = Waktu menyambung batang bor (menit) At = Waktu melepas batang bor (menit) Dt = Waktu untuk mengatasi hambatan (menit) Pt = Waktu pindah ke lubang yang lain, dan mempersiapkan alat bor hingga siap untuk melakukan pemboran (menit)
  • 15.
    Etimasi Produksi MesinBor Kecepatan Pemboran Rata-rata (Drilling Speeds) Kecepatan pemboran terdiri dari beberapa definisi: 1) Drilling Rate Drilling Rate merupakan perbandingan kedalaman lubang bor yang dicapai terhadap waktu yang diperlukan untuk membuat 1 atau lebih lubang bor, tanpa memperhitungkan waktu untuk mengatasi hambatan (delay time). 2) Gross Driling Rate Gross Drilling Rate merupakan perbandingan kedalaman lubang bor yang dicapai terhadap waktu yang tersedia.