PENGAMATANGEJALANALAM
1. GEJALA ALAM BIOTIK DAN
ABIOTIK
2. MIKROSKOP
3.MEMBUAT OBJEK PENGAMATAN
4. KOLEKSI DAN PENGAWETAN
MAHLUK HIDUP
5. KESELAMATAN KERJA
Cahaya matahari ,hawa sejuk ,tiupan
angin,aliran air,dan pertumbuhan
tumbuhan merupakan contoh gejala
alam.Gejala alam dapat di bagi
menjadi 2,yaitu gejala alam kebendaan
dan gejala alam kejadian menyangkut
komponen biotik dan abiotic .
Biotik ( mahkluk hidup ) dan abiotic
( mahkluk tak hidup ) .
Semua mahkluk hidup melakukan aktivitas ,
seperti tumbuh , bergerak , berkembang biak
, menanggapi rangsang , dan mengeluarkan
zat sisa . Aktivitas tersebut merupakan gejala
alam kejadian komponen biotik . Sebagai
contoh : Kupu kupu itu sedang terbang
kesana kemari , mencari madu . Dan
mengisap sari sari bunga tersebut .
Sebagai contoh : Lebah belang terbang
disekitar bunga mawar merah yang
batangnya berduri untuk mengambil madu .
Komponen Biotik : Lebah belang dan
bunga mawar merah . kira kira yang
manakah yang gejala alam kejadian dan
gejala alam kebendaan komponen biotik ?
Gejala alam kebendaan komponen biotik :
Pola belang pada lebah , warna merah
dan duri pada mawar . sedangkan gejala
alam kejadian komponen biotik : Terbang
dan mengambil madu .
Abiotik artinya benda tak hidup .
Udara , air , cahaya matahari ,
tanah , batu , dan api merupakan
komponen abiotic .
Sama seperti biotik , gejala
alam kebendaan abiotic
merupakan keadaan atau ciri ciri
benda tak hidup .
Sebagai contoh : sifat udara : menempati
ruang , dapat bergerak bebas , volumenya
tidak tetap , dan tidak berwarna ; Air dapat
bergerak bebas sesuai dengan keadaan ruang
dan volumenya tetap ; Tanah ada yang
berwarna merah , hitam ,dan kuning ; Tanah
dapat merupakan tanah liat , tanah lempung ,
tanah gembur ; cahaya dapat menembus
udara dan air ; batu ada yang kecil dan ada
yang besar , ada yang berwarna hitam ada
pula yang berwarna cokelat ; Api bercahaya ,
warnanya merah atau ungu ; Api mempunyai
sifat panas sehingga dapat membakar .
Peristiwa yang terjadi pada benda tak
hidup yaitu gejala alam kejadian
komponen abiotic .
Sebagai contoh : udara
berpindah dari tempat yang
bertekanan tinggi ke tempat yang
bertekanan rendah ; Air mengalir dari
tempat yang tinggi ke tempat yang
rendah ; Salju turun pada musim
dingin .
Mikroskop adalah alat bantu yang digunakan
untuk melihat dan mengamati benda-benda
yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu
dilihat dengan mata telanjang. Kata Mikroskop
berasal dari bahasa latin, yaitu “mikro” yang
berarti kecil dan kata “scopein” yang berarti
melihat.
Benda kecil dilihat dengan cara
memperbesar ukuran bayangan benda
tersebut hinga berkali-kali
lipat.Bayangan benda dapat
dibesarkan 40 kali, 100 kali, 400 kali,
bahkan 1000 kali, dan perbesaran yang
mampu dijangkau semakin meningkat
seiring dengan perkembangan
teknologi .
Ilmu yang mempelajari objek-objek
berukuran sangat kecil dengan
menggunakan mikroskop disebut
Mikroskopi. Mikroskop ditemukan
oleh Anthony Van Leewenhoek,
penemuan ini sangat membantu
peneliti dan ilmuan untuk
mengamati objek mikroskopis.
Mikroskop memiliki fungsi sebagai
berikut :
1. Fungsi utamanya adalah untuk
melihat dan mengamati objek
dengan ukuran sangat kecil yang
tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang
2. Fungsi lainnya dari mikroskop
tetap akan berakar pada fugsi
utamanya, bedanya beberapa jenis
mikroskop dibuat untuk fungsi
yang lebih detail, contohnya ada
jenis mikroskop yang dibuat hanya
untuk mengamati satu jenis objek
mikroskopis saja.
Intinya Fungsi mikroskop tetap
untuk mengamati objek dengan
ukuran sangat kecil (mikroskopis)
yang tidak mampu dilihat dengan
mata telanjang.
Agar dapat menggunakan mikroskop kita
harus mengetahui bagian-bagiannya
terlebih dahulu, untuk itu silahkan
sahabat menyimak penjelasan kami
tentang bagian-bagian mikroskop ini.
Bagian Mikroskop terbagi menjadi
bagian Optik dan bagian Mekanik (Non-
Optik)
MIKROSKOP
1. Lensa Okuler, yaitu lensa yang
terdapat di bagian ujung atas
tabung pada gambar, pengamat
melihat objek melalui lensa ini.
Lensa okuler berfungsi untuk
memperbesar kembali bayangan
dari lensa objektif. Lensa okuler
biasanya memiliki perbesaran 6,
10, atau 12 kali.
2. Lensa Objektif, yaitu lensa yang dekat
dengan objek. Biasanya terdapat 3 lensa
objektif pada mikroskop, yaitu dengan
perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Saat
menggunakan lensa objektif pengamat
harus mengoleskan minyak emersi ke bagian
objek, minyak emersi ini berfungsi sebagai
pelumas dan untuk memperjelas bayangan
benda, karena saat perbesaran 100 kali,
letak lensa dengan objek yang diamati
sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
3. Kondensor, yaitu bagian yang dapat
diputar naik turun yang berfungsi
untuk mengumpulkan cahaya yang
dipantulkan oleh cermin dan
memusatkannya ke objek.
4. Diafragma, yaitu bagian yang
berfungsi untuk mengatur banyak
sedikitnya cahaya yang masuk dan
mengenai preparat.
5. Cermin, yaitu bagian yang
berfungsi untuk menerima dan
mengarahkan cahaya yang
diterima. Cermin mengarahkan
cahaya dengan cara
memantulkan cahaya tersebut.
1. Revolver, yaitu bagian yang
berfungsi untuk mengatur
perbesaran lensa objektif yang
diinginkan.
2. Tabung Mikroskop, yaitu bagian
yang berfungsi untuk
menghubungkan lensa objekti dan
lensa okuler mikroskop.
3.Lengan Mikroskop, yaitu bagian
yang berfungsi untuk tempat
pengamat memegang mikroskop.
4. Meja Benda, yaitu bagian yang
berfungsi untuk tempat menempatkan
objek yang akan diamati, pada meja
benda terdapat penjepit objek, yang
menjaga objek tetap ditempat yang
diinginkan.
5. Makrometer (pemutar kasar), yaitu
bagian yang berfungsi untuk menaikkan
atau menurunkan tabung secara cepat
untuk pengaturan mendapatkan kejelasan
dari gambaran objek yang diinginkan.
6. Mikrometer (pemutar halus), yaitu
bagian yang berfungsi untuk menaikkan
atau menurunkan tabung secara lambat
untuk pengaturan mendapatkan kejelasan
dari gambaran objek yang diinginkan.
7. Kaki Mikroskop, yaitu bagian
yang berfungsi sebagai penyagga
yang menjaga mikroskop tetap
pada tempat yang diinginkan, dan
juga untuk tempat memegang
mikroskop saat mikroskop hendak
dipindahkan.
Secara Umum berdasarkan sumber
energi yang dimanfaatkan terdapat
dua jenis mikroskop, yaitu :
Sesuai dengan namanya, Mikroskop cahaya
adalah jenis mikroskop yang
memanfaatkan cahaya sebagai sumber
energi agar dapat memperbesar bayangan
objek. Mikroskop cahaya menggunakan
lensa untuk memusatkan cahaya pada
objek yang akan diamati. Biasanya sekolah-
sekolah di Indonesia menggunakan
Mikroskop cahaya untuk alat belajar.
Sumber cahaya yang dimanfaatkan bisa
berasal dari cahaya matahari, bisa juga
berasal dari cahaya lampu. Biasanya
mikroskop cahaya memiliki tiga lensa
objektif dengan masing-masing
pembesaran lemah (4 atau 10 kali),
sedang (40 kali), kuat (100kali), dan
lensa okuler pembesaran 10 kali. Jadi
kebanyak mikroskop cahaya memiliki
pembesaran maksimum 1000 kali dari
ukuran sebenarnya.
Mikroskop cahaya ada yang hanya
memiliki satu lensa okuler (monokuler)
adapula yang memiliki dua lensa okuler
(binokuler). Mikroskop yang memiliki
satu lensa okuler umumnya hanya
mampu melihat panjang dan lebar
objek, sedangkan yang memiliki dua
lensa okuler bisa melihat objek secara 3
dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi
objek. Mikroskop Binokuler juga dikenal
dengan nama Mikroskop Stereo.
Mikroskop Elektron adalah jenis
mikroskop yang memanfaatkan
elektron sebagai sumber energi untuk
memperbesar bayangan objek.
Mikroskop Elektron menggunakan
magnet sebagai pengganti lensa, yang
berguna untuk memusatkan sumber
energi ke objek yang akan diamati.
Mikroskop Elektron mampu
memperbesar objek hingga satu
juta kali ukuran objek sebenarnya,
dan seperti yang telah saya
jelaskan sebelumnya, kemampuan
memperbesar objek ini akan terus
berkembang seiring kemajuan
teknologi.
Ada dua jenis mikroskop elektron, yaitu
Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) yang
cara kerja dengan menembuskan elektron
terhadap objek, dan gambaran objek
terlihat pada layar.
Kemudian ada Mikroskop Elektron
Scanning yang dapat menampilkan
gambaran 3 dimensi dari objek dengan
memberikan gambaran permukaan,
jaringan, dan struktur objek yang diamati.
MEMBUAT OBJEK
PENGAMATAN
Selanjutnya akan dipelajari cara
pembuatan objek
pengamatanuntuk mikroskop, yang
biasa disebut preparat, serta
persiapan dalammelakukan
pembedahan sederhana.
Bahan-bahan yang menjadi objek
pengamatan mikroskop
biasanyaberukuran sangat kecil dan tipis.
Oleh karena itu, bahan yang
menjadiobjek pengamatan harus diiris
(disayat) setipis mungkin. Irisan
dapatmelintang atau membujur
tergantung pada jenis bahan dan tujuan
daripengamatan tersebut.
Sebelum diiris, bahan terlebih dulu
dipotong kecil. Untuk mengiris,pegang
bahan di antara ibu jari dan telunjuk
tangan kiri, lalu selipkanantara gabus
tutup botol, wortel atau empulur
singkong. Pegang pisau diantara ibu jari
dan telunjuk tangan kanan, lalu letakkan
di atas telunjuktangan kiri atau gabus
tutup botol yang berisi bahan. Buatlah
beberapairisan setiap kali menyediakan
preparat.
Ambillah irisan itu denganalat, lalu
masukkan ke dalam kaca objek
yang sebelumnya telah
ditetessedikit cairan. Lalu,
perlahan-lahan tutup dengan kaca
penutup, jangansampai ada
gelembung yang terperangkap.
Untuk menutup objek yang akan
diamati, mula-mula kaca
penutupdiletakkan miring hingga 45º
dengan kaca objek. Dengan
perlahan-lahan, simpan kaca
penutup hingga menempel
seluruhnya padakaca objek.
Tujuan dilakukannya pembedahan
adalah untuk mengamatistruktur
hewan, terutama hewan
vertebrata. Untuk
melakukanpembedahan,
diperlukan seperangkat alat bedah
(dissecting kit) danmeja bedah
(preparasi).
Minimal peralatan yang harus tersedia
ketikaakan melakukan suatu
pembedahan adalah gunting, pisau,
pinset, jarum bertangkai panjang, dan
jarum pentul. Agar sisa hewan
yangtelah dibedah tidak membusuk
dan dapat digunakan kembali
untukpengamatan berikutnya,
simpanlah hewan di dalam wadah
tertutupyang telah diisi formalin 4% -
5%.
Untuk membuat sediaan segar
dapat dilakukan dengan
membuatirisan melintang atau
membujur. Hal ini tergantung
kepada tujuanpengamatan yang
akan dilakukan.
Berikut ini adalah cara mewarnai
sediaan basah :
1)Letakkan sedian basah dari irisan di
atas meja rata.
2) Perlahan-lahan teteskan safranin
atau metilen biru pada ujungkiri gelas
penutup, sedang pada ujung kanan
tempelkan kertassaring yang akan
menyedot air murni di bawah gelas
penutupuntuk digantikan dengan zat
pewarna. Tunggu selama
beberapamenit
3) Melalui cara yang sama,
gantikan zat pewarna dengan
airmurni.
KOLEKSI DAN
PENGAWETAN MAHLUK
HIDUP
MENGAPA PERLU PENGAWETAN
HEWAN DAN TUMBUHAN ?
A. Keperluan
belajar/pendidikan/koleksi (penelitian
botani, zoologi, sistematik, morfologi,
penyebaran, dan disiplin ilmu yang
lain).
B. Distribusi spesimen tertentu
C. Kemelimpahan tidak setiap waktu
D. Sebagai dokumen bukti-bukti
kekayaan keanekaragaman
(biodiversitas).
MACAM-MACAM PENGAWETAN
HEWAN DAN TUMBUHAN, ANTARA
LAIN :
1. HERBARIUM
Istilah herbarium lebih dikenal untuk
pengawetan tumbuhan. Herbarium
adalah material tumbuhan yang telah
diawetkan (disebut juga spesimen
herbarium). Herbarium juga bisa
berarti tempat dimana material-
material tumbuhan yang telah
diawetkan disimpan.
Menurut cara pengawetannya bisa
dibedakan menjadi :
a. Herbarium kering, cara
pengawetannya dengan dikeringkan.
b. Herbarium basah, cara pengawetan
dengan disimpan dalam larutan
pengawet seperti alkohol 70%,
formalin 4 %, atau FAA (larutan yang
terdiri dari formalin, alkohol, asam
asetat glasial, dengan formula
tertentu)
2. TAKSIDERMI
Taksidermi merupakan istilah pengawetan
untuk hewan pada umumnya, vertebrata
pada khususnya, dan biasanya dilakukan
terhdap hewan yang berukuran relatif
besar dan hewan yang dapat dikuliti
termasuk beberapa jenis reptil, burung,
dan mammalia. Organ dalam dikeluarkan
dan kemudian dibentuk kembali seperti
bentuk asli ketika hewan tersebut hidup
(dikuliti, hanya bagian kulit yang tersisa).
3. BIOPLASTIK
Bioplastik merupakan pengawetan
spesimen hewan atau tumbuhan dalam
blok resin untuk digunakan sebagai
media/alat, baik itu untuk kepentingan
pendidikan atau komersial tertentu
ataupun tujuan tertentu. Teknik
pengawetan hewan/tumbuhan dengan
Bioplastik ini memiliki beberapa
keunggulan antara lain : Kuat dan tahan
lama, murah, menarik dan praktis dalam
penyimpanan.
4. PEWARNAAN TULANG
Prinsip dari teknik pewarnaan ini
adalah mewarnai bagian tulang
vertebrata sehingga bisa dengan
jelas membedakan tulang-tulang
vertebrata secara khsusus, dan ini
bisa digunakan untuk keperluan
identifikasi ataupun determinasi
vertebrarta secara umum.
Di setiap tempat, kecelakaan mungkin saja
terjadi, tak terkecuali dilaboratorium
tempat pengamatan biasa dilakukan.
Untuk menghindarikecelakaan ini,
diperlukan tata tertib yang tentunya harus
dipahami olehsemua pengamat. Tata tertib
laboratorium biasa disampaikan
dalambentuk tulisan berupa himbauan
atau gambar/simbol, seperti simbolyang
terdapat pada kemasan bahan-bahan kimia
berikut:
Untuk menanggulangi kecelakaan
yang sudah terjadi,
setiaplaboratorium sebaiknya
dilengkapi dengan pelengkapan
P3K, sepertisalep luka bakar, obat
merah, pencuci mata, perban, dan
obat-obat lainnya. Selain itu, perlu
juga disediakan peralatan
pemadamkebakaran.
Untuk menjaga keamanan dan
keselamatan pengamatan
yangdilakukan di lapangan,
sebaiknya pengamat
mempersiapkan diri
denganmelakukan hal-hal berikut:
1)Kondisi tubuh dan pakaian dalam
keadaan rapi (misalnya, rambutdiikat
apabila panjang dan gunakan jas
lab).
2) Memakai sepatu dan pakaian
tertutup selama
melakukanpengamatan.
3) Bacalah petunjuk praktikum
dengan baik sebelum
melakukanpraktikum.
4)Jika percobaan melibatkan arus
listrik, berhati-hatilah
dalammemilih sumber listrik
(AC/DC), ikuti petunjuk dalam
prosedurpercobaan.
5) Gunakan zat dengan jumlah
yang sesuai dengan
petunjukpraktikum.
6) Jangan mencicipi zat kimia dalam
bentuk apapun sebelum kamuyakin
akan keamanannya.
7) Segera bersihkan zat-zat yang
tumpah selama percobaan
(laporkankepada petugas
laboratorium).
8) Segera bersihkan anggota tubuh
yang terkena bahan kimia,
danbiasakan mencuci tangan setelah
melakukan percobaan.
9)Jangan menghirup bau zat-zat kimia
secara langsung. Uji bauzat-zat kimia
harus dilakukan secara hati-hati
dengan mengibas-ngibaskan tangan
dari zat ke arah hidung dalam jarak
sekitar 20cm.
10) Jangan menyentuh bahan kimia
secara langsung. Gunakan
sendokkhusus untuk mengambilnya
11) Membawa obat-obatan sesuai
dengan tempat yang menjadi
lokasipengamatan. Misalnya, jika
tempatnya berdekatan dengan
sumbersulfur, sebaiknya pengamat
membawa obat anti racun.
SEKIAN TERIMA
KASIH
Pengamatan gejala alam

Pengamatan gejala alam

  • 3.
    PENGAMATANGEJALANALAM 1. GEJALA ALAMBIOTIK DAN ABIOTIK 2. MIKROSKOP 3.MEMBUAT OBJEK PENGAMATAN 4. KOLEKSI DAN PENGAWETAN MAHLUK HIDUP 5. KESELAMATAN KERJA
  • 5.
    Cahaya matahari ,hawasejuk ,tiupan angin,aliran air,dan pertumbuhan tumbuhan merupakan contoh gejala alam.Gejala alam dapat di bagi menjadi 2,yaitu gejala alam kebendaan dan gejala alam kejadian menyangkut komponen biotik dan abiotic . Biotik ( mahkluk hidup ) dan abiotic ( mahkluk tak hidup ) .
  • 8.
    Semua mahkluk hidupmelakukan aktivitas , seperti tumbuh , bergerak , berkembang biak , menanggapi rangsang , dan mengeluarkan zat sisa . Aktivitas tersebut merupakan gejala alam kejadian komponen biotik . Sebagai contoh : Kupu kupu itu sedang terbang kesana kemari , mencari madu . Dan mengisap sari sari bunga tersebut . Sebagai contoh : Lebah belang terbang disekitar bunga mawar merah yang batangnya berduri untuk mengambil madu .
  • 9.
    Komponen Biotik :Lebah belang dan bunga mawar merah . kira kira yang manakah yang gejala alam kejadian dan gejala alam kebendaan komponen biotik ? Gejala alam kebendaan komponen biotik : Pola belang pada lebah , warna merah dan duri pada mawar . sedangkan gejala alam kejadian komponen biotik : Terbang dan mengambil madu .
  • 11.
    Abiotik artinya bendatak hidup . Udara , air , cahaya matahari , tanah , batu , dan api merupakan komponen abiotic . Sama seperti biotik , gejala alam kebendaan abiotic merupakan keadaan atau ciri ciri benda tak hidup .
  • 12.
    Sebagai contoh :sifat udara : menempati ruang , dapat bergerak bebas , volumenya tidak tetap , dan tidak berwarna ; Air dapat bergerak bebas sesuai dengan keadaan ruang dan volumenya tetap ; Tanah ada yang berwarna merah , hitam ,dan kuning ; Tanah dapat merupakan tanah liat , tanah lempung , tanah gembur ; cahaya dapat menembus udara dan air ; batu ada yang kecil dan ada yang besar , ada yang berwarna hitam ada pula yang berwarna cokelat ; Api bercahaya , warnanya merah atau ungu ; Api mempunyai sifat panas sehingga dapat membakar .
  • 13.
    Peristiwa yang terjadipada benda tak hidup yaitu gejala alam kejadian komponen abiotic . Sebagai contoh : udara berpindah dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah ; Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah ; Salju turun pada musim dingin .
  • 16.
    Mikroskop adalah alatbantu yang digunakan untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Kata Mikroskop berasal dari bahasa latin, yaitu “mikro” yang berarti kecil dan kata “scopein” yang berarti melihat.
  • 17.
    Benda kecil dilihatdengan cara memperbesar ukuran bayangan benda tersebut hinga berkali-kali lipat.Bayangan benda dapat dibesarkan 40 kali, 100 kali, 400 kali, bahkan 1000 kali, dan perbesaran yang mampu dijangkau semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi .
  • 18.
    Ilmu yang mempelajariobjek-objek berukuran sangat kecil dengan menggunakan mikroskop disebut Mikroskopi. Mikroskop ditemukan oleh Anthony Van Leewenhoek, penemuan ini sangat membantu peneliti dan ilmuan untuk mengamati objek mikroskopis.
  • 19.
    Mikroskop memiliki fungsisebagai berikut : 1. Fungsi utamanya adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang
  • 20.
    2. Fungsi lainnyadari mikroskop tetap akan berakar pada fugsi utamanya, bedanya beberapa jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail, contohnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu jenis objek mikroskopis saja.
  • 21.
    Intinya Fungsi mikroskoptetap untuk mengamati objek dengan ukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang.
  • 22.
    Agar dapat menggunakanmikroskop kita harus mengetahui bagian-bagiannya terlebih dahulu, untuk itu silahkan sahabat menyimak penjelasan kami tentang bagian-bagian mikroskop ini. Bagian Mikroskop terbagi menjadi bagian Optik dan bagian Mekanik (Non- Optik)
  • 23.
  • 25.
    1. Lensa Okuler,yaitu lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung pada gambar, pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler biasanya memiliki perbesaran 6, 10, atau 12 kali.
  • 26.
    2. Lensa Objektif,yaitu lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat 3 lensa objektif pada mikroskop, yaitu dengan perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Saat menggunakan lensa objektif pengamat harus mengoleskan minyak emersi ke bagian objek, minyak emersi ini berfungsi sebagai pelumas dan untuk memperjelas bayangan benda, karena saat perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
  • 27.
    3. Kondensor, yaitubagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek. 4. Diafragma, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat.
  • 28.
    5. Cermin, yaitubagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya yang diterima. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara memantulkan cahaya tersebut.
  • 30.
    1. Revolver, yaitubagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan. 2. Tabung Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk menghubungkan lensa objekti dan lensa okuler mikroskop.
  • 31.
    3.Lengan Mikroskop, yaitubagian yang berfungsi untuk tempat pengamat memegang mikroskop. 4. Meja Benda, yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat menempatkan objek yang akan diamati, pada meja benda terdapat penjepit objek, yang menjaga objek tetap ditempat yang diinginkan.
  • 32.
    5. Makrometer (pemutarkasar), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan. 6. Mikrometer (pemutar halus), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • 33.
    7. Kaki Mikroskop,yaitu bagian yang berfungsi sebagai penyagga yang menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, dan juga untuk tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak dipindahkan.
  • 34.
    Secara Umum berdasarkansumber energi yang dimanfaatkan terdapat dua jenis mikroskop, yaitu :
  • 36.
    Sesuai dengan namanya,Mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang memanfaatkan cahaya sebagai sumber energi agar dapat memperbesar bayangan objek. Mikroskop cahaya menggunakan lensa untuk memusatkan cahaya pada objek yang akan diamati. Biasanya sekolah- sekolah di Indonesia menggunakan Mikroskop cahaya untuk alat belajar.
  • 37.
    Sumber cahaya yangdimanfaatkan bisa berasal dari cahaya matahari, bisa juga berasal dari cahaya lampu. Biasanya mikroskop cahaya memiliki tiga lensa objektif dengan masing-masing pembesaran lemah (4 atau 10 kali), sedang (40 kali), kuat (100kali), dan lensa okuler pembesaran 10 kali. Jadi kebanyak mikroskop cahaya memiliki pembesaran maksimum 1000 kali dari ukuran sebenarnya.
  • 38.
    Mikroskop cahaya adayang hanya memiliki satu lensa okuler (monokuler) adapula yang memiliki dua lensa okuler (binokuler). Mikroskop yang memiliki satu lensa okuler umumnya hanya mampu melihat panjang dan lebar objek, sedangkan yang memiliki dua lensa okuler bisa melihat objek secara 3 dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi objek. Mikroskop Binokuler juga dikenal dengan nama Mikroskop Stereo.
  • 40.
    Mikroskop Elektron adalahjenis mikroskop yang memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk memperbesar bayangan objek. Mikroskop Elektron menggunakan magnet sebagai pengganti lensa, yang berguna untuk memusatkan sumber energi ke objek yang akan diamati.
  • 41.
    Mikroskop Elektron mampu memperbesarobjek hingga satu juta kali ukuran objek sebenarnya, dan seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, kemampuan memperbesar objek ini akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
  • 42.
    Ada dua jenismikroskop elektron, yaitu Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) yang cara kerja dengan menembuskan elektron terhadap objek, dan gambaran objek terlihat pada layar. Kemudian ada Mikroskop Elektron Scanning yang dapat menampilkan gambaran 3 dimensi dari objek dengan memberikan gambaran permukaan, jaringan, dan struktur objek yang diamati.
  • 43.
  • 44.
    Selanjutnya akan dipelajaricara pembuatan objek pengamatanuntuk mikroskop, yang biasa disebut preparat, serta persiapan dalammelakukan pembedahan sederhana.
  • 45.
    Bahan-bahan yang menjadiobjek pengamatan mikroskop biasanyaberukuran sangat kecil dan tipis. Oleh karena itu, bahan yang menjadiobjek pengamatan harus diiris (disayat) setipis mungkin. Irisan dapatmelintang atau membujur tergantung pada jenis bahan dan tujuan daripengamatan tersebut.
  • 47.
    Sebelum diiris, bahanterlebih dulu dipotong kecil. Untuk mengiris,pegang bahan di antara ibu jari dan telunjuk tangan kiri, lalu selipkanantara gabus tutup botol, wortel atau empulur singkong. Pegang pisau diantara ibu jari dan telunjuk tangan kanan, lalu letakkan di atas telunjuktangan kiri atau gabus tutup botol yang berisi bahan. Buatlah beberapairisan setiap kali menyediakan preparat.
  • 48.
    Ambillah irisan itudenganalat, lalu masukkan ke dalam kaca objek yang sebelumnya telah ditetessedikit cairan. Lalu, perlahan-lahan tutup dengan kaca penutup, jangansampai ada gelembung yang terperangkap.
  • 49.
    Untuk menutup objekyang akan diamati, mula-mula kaca penutupdiletakkan miring hingga 45º dengan kaca objek. Dengan perlahan-lahan, simpan kaca penutup hingga menempel seluruhnya padakaca objek.
  • 50.
    Tujuan dilakukannya pembedahan adalahuntuk mengamatistruktur hewan, terutama hewan vertebrata. Untuk melakukanpembedahan, diperlukan seperangkat alat bedah (dissecting kit) danmeja bedah (preparasi).
  • 51.
    Minimal peralatan yangharus tersedia ketikaakan melakukan suatu pembedahan adalah gunting, pisau, pinset, jarum bertangkai panjang, dan jarum pentul. Agar sisa hewan yangtelah dibedah tidak membusuk dan dapat digunakan kembali untukpengamatan berikutnya, simpanlah hewan di dalam wadah tertutupyang telah diisi formalin 4% - 5%.
  • 52.
    Untuk membuat sediaansegar dapat dilakukan dengan membuatirisan melintang atau membujur. Hal ini tergantung kepada tujuanpengamatan yang akan dilakukan.
  • 53.
    Berikut ini adalahcara mewarnai sediaan basah :
  • 54.
    1)Letakkan sedian basahdari irisan di atas meja rata. 2) Perlahan-lahan teteskan safranin atau metilen biru pada ujungkiri gelas penutup, sedang pada ujung kanan tempelkan kertassaring yang akan menyedot air murni di bawah gelas penutupuntuk digantikan dengan zat pewarna. Tunggu selama beberapamenit
  • 55.
    3) Melalui carayang sama, gantikan zat pewarna dengan airmurni.
  • 56.
  • 57.
  • 58.
    A. Keperluan belajar/pendidikan/koleksi (penelitian botani,zoologi, sistematik, morfologi, penyebaran, dan disiplin ilmu yang lain). B. Distribusi spesimen tertentu C. Kemelimpahan tidak setiap waktu D. Sebagai dokumen bukti-bukti kekayaan keanekaragaman (biodiversitas).
  • 59.
    MACAM-MACAM PENGAWETAN HEWAN DANTUMBUHAN, ANTARA LAIN :
  • 60.
    1. HERBARIUM Istilah herbariumlebih dikenal untuk pengawetan tumbuhan. Herbarium adalah material tumbuhan yang telah diawetkan (disebut juga spesimen herbarium). Herbarium juga bisa berarti tempat dimana material- material tumbuhan yang telah diawetkan disimpan.
  • 61.
    Menurut cara pengawetannyabisa dibedakan menjadi :
  • 62.
    a. Herbarium kering,cara pengawetannya dengan dikeringkan. b. Herbarium basah, cara pengawetan dengan disimpan dalam larutan pengawet seperti alkohol 70%, formalin 4 %, atau FAA (larutan yang terdiri dari formalin, alkohol, asam asetat glasial, dengan formula tertentu)
  • 63.
    2. TAKSIDERMI Taksidermi merupakanistilah pengawetan untuk hewan pada umumnya, vertebrata pada khususnya, dan biasanya dilakukan terhdap hewan yang berukuran relatif besar dan hewan yang dapat dikuliti termasuk beberapa jenis reptil, burung, dan mammalia. Organ dalam dikeluarkan dan kemudian dibentuk kembali seperti bentuk asli ketika hewan tersebut hidup (dikuliti, hanya bagian kulit yang tersisa).
  • 64.
    3. BIOPLASTIK Bioplastik merupakanpengawetan spesimen hewan atau tumbuhan dalam blok resin untuk digunakan sebagai media/alat, baik itu untuk kepentingan pendidikan atau komersial tertentu ataupun tujuan tertentu. Teknik pengawetan hewan/tumbuhan dengan Bioplastik ini memiliki beberapa keunggulan antara lain : Kuat dan tahan lama, murah, menarik dan praktis dalam penyimpanan.
  • 65.
    4. PEWARNAAN TULANG Prinsipdari teknik pewarnaan ini adalah mewarnai bagian tulang vertebrata sehingga bisa dengan jelas membedakan tulang-tulang vertebrata secara khsusus, dan ini bisa digunakan untuk keperluan identifikasi ataupun determinasi vertebrarta secara umum.
  • 66.
    Di setiap tempat,kecelakaan mungkin saja terjadi, tak terkecuali dilaboratorium tempat pengamatan biasa dilakukan. Untuk menghindarikecelakaan ini, diperlukan tata tertib yang tentunya harus dipahami olehsemua pengamat. Tata tertib laboratorium biasa disampaikan dalambentuk tulisan berupa himbauan atau gambar/simbol, seperti simbolyang terdapat pada kemasan bahan-bahan kimia berikut:
  • 71.
    Untuk menanggulangi kecelakaan yangsudah terjadi, setiaplaboratorium sebaiknya dilengkapi dengan pelengkapan P3K, sepertisalep luka bakar, obat merah, pencuci mata, perban, dan obat-obat lainnya. Selain itu, perlu juga disediakan peralatan pemadamkebakaran.
  • 72.
    Untuk menjaga keamanandan keselamatan pengamatan yangdilakukan di lapangan, sebaiknya pengamat mempersiapkan diri denganmelakukan hal-hal berikut:
  • 73.
    1)Kondisi tubuh danpakaian dalam keadaan rapi (misalnya, rambutdiikat apabila panjang dan gunakan jas lab). 2) Memakai sepatu dan pakaian tertutup selama melakukanpengamatan. 3) Bacalah petunjuk praktikum dengan baik sebelum melakukanpraktikum.
  • 74.
    4)Jika percobaan melibatkanarus listrik, berhati-hatilah dalammemilih sumber listrik (AC/DC), ikuti petunjuk dalam prosedurpercobaan. 5) Gunakan zat dengan jumlah yang sesuai dengan petunjukpraktikum.
  • 75.
    6) Jangan mencicipizat kimia dalam bentuk apapun sebelum kamuyakin akan keamanannya. 7) Segera bersihkan zat-zat yang tumpah selama percobaan (laporkankepada petugas laboratorium). 8) Segera bersihkan anggota tubuh yang terkena bahan kimia, danbiasakan mencuci tangan setelah melakukan percobaan.
  • 76.
    9)Jangan menghirup bauzat-zat kimia secara langsung. Uji bauzat-zat kimia harus dilakukan secara hati-hati dengan mengibas-ngibaskan tangan dari zat ke arah hidung dalam jarak sekitar 20cm. 10) Jangan menyentuh bahan kimia secara langsung. Gunakan sendokkhusus untuk mengambilnya
  • 77.
    11) Membawa obat-obatansesuai dengan tempat yang menjadi lokasipengamatan. Misalnya, jika tempatnya berdekatan dengan sumbersulfur, sebaiknya pengamat membawa obat anti racun.
  • 78.