Empowering People Pemberdayaan Sumber Daya Manusia h arry dfauzi @ gmail .co m
h arry dfauzi @ gmail .co m Pengertian Empowering P emberdayaan merupakan konsep yang mengacu kepada cara praktis dan produktif untuk memperoleh hasil terbaik dari suatu tujuan dengan mengembangkan lebih dari sekedar pendelegasian agar kekuasaan ditempatkan secara tepat sehingga dapat digunakan secara efektif  ( Stewart, Aileen Mitchel. 1998 )
h arry dfauzi @ gmail .co m Pemberdayaan bukan sekedar pelimpahan tugas semata kepada staf, melainkan juga pelimpahan proses pengambilan keputusan dan tanggung jawab secara penuh.  P emberdayaan budaya  kelembagaan sekolah  berarti membantu membuat agar  sekolah  memiliki budaya organisasi yang lebih kuat atau lebih berdaya dengan cara menghilangkan sebanyak mungkin hambatan-hambatan dalam mengimplementasikan visi organisasi ke arah keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang.
h arry dfauzi @ gmail .co m Esensi Pemberdayaan Dekat dengan Pelanggan (Pengguna Jasa Pendidikan) Memanfaatkan staf sebagai sumber daya yang berharga Memperhatikan kapasitas setiap individu dalam organisasi Mengembangkan manajemen yang fleksibel
h arry dfauzi @ gmail .co m Pemberdayaan Sekolah dalam Konteks  Manajemen Mutu Terpadu  Ciptakan Budaya Pemberdayaan di Lingkungan Sekolah Ciptakan Iklim Pemberdayaan Libatkan dan Berdayakan Seluruh Komponen Sekolah secara Proporsional sesuai dengan Kompetensi yang dimilikinya
Budaya Pemberdayaan h arry dfauzi @ gmail .co m Budaya Kekuasaan (Power Culture) Budaya Peran (Role Culture) Budaya Tugas (Task Culture) Budaya Individu (Person Culture) BUDAYA PEMBERDAYAAN KONTEKS  ORGANISASI
h arry dfauzi @ gmail .co m MENCIPTAKAN IKLIM PEMBERDAYAAN Tumbuhkan Sikap Saling Mempercayai  antara Manajer dan Staf serta Staf dan Staf. Lebih baik salah dalam melaksanakan suatu pekerjaan daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Ciptakan keterbukaan  dalam segala aspek, terutama dalam mengemukakan gagasan dan konsep-konsep orisinal.
h arry dfauzi @ gmail .co m Menunjukkan kualitas pekerjaan secara konsisten Selalu berfokus pada pelanggan. Pendekatan strategi yang menyeluruh untuk perbaikan. Perbaikan secara terus-menerus sebagai cara hidup. Saling respek dengan berbagai pihak. Mau bekerja dalam bentuk tim kerja. Prasyarat untuk dapat dipercayai orang lain
h arry dfauzi @ gmail .co m Mempercayai kemampuan staf dan guru-guru untuk mencapai keberhasilan. Bersifat sabar dan memberikan waktu kepada guru-guru dan staf untuk belajar. Memberikan bimbingan dan pengarahan yang jelas dan sistematis. Mengajarkan keterampilan baru kepada staf dan guru-guru dalam langkah-langkah yang sederhana dan mudah dipahami. Mengajukan pertanyaan yang menantang kepada guru-guru dan staf sekolah untuk berpikir dengan cara baru. Membagi informasi dengan seluruh komponen sekolah untuk menjalin hubungan yang lebih lancar. Memberikan umpan balik yang tepat waktu dan dapat dipahami serta membantu mereka selama proses belajar. Menawarkan berbagai alternatif untuk melaksanakan tugas. Menunjukkan sense of humor dan perhatian terhadap staf dan guru-guru. Berfokus pada hasil dan menghargai perbaikan pribadi.  Manajer yang Mampu Memberdayakan:
h arry dfauzi @ gmail .co m Staf yang dapat diberdayakan: Memiliki Kelincahan Mental ------   mampu berpikir ke segala arah Memiliki fleksibilitas konseptual Memiliki orisinalitas dalam karya Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas Selalu memiliki latar belakang yang merangsang dalam berkarya Berpikir mandiri Memiliki kemampuan bekerja keras dan pantang menyerah Memiliki kecakapan dalam banyak hal Mampu berkomunikasi dengan baik Lebih tertarik kepada konsep daripada segi-segi kecil Memiliki keingintahuan intelektual Tidak segera menolak ide atau gagasan baru Kaya humor dan imajinasi
h arry dfauzi @ gmail .co m Karakteristik Program yang Dikembangkan dalam Pemberdayaan harus  S M A R T S PECIFIC : Program yang dirumuskan harus jelas dan benar-benar tampak M EASURABLE:  Program yang dirumuskan harus dapat diukur dari berbagai aspek A CHIEVABLE:  Program yang dirumuskan harus dapat dicapai sesuai dengan prosedur yang nyata R ELEVANT:  Program yang dirumuskan benar-benar ada hubungannya dengan visi, misi, dan strategi pengembangan sekolah T IMED:  Program yang dirumuskan harus dapat diukur waktunya sehingga dapat dilaksanakan dan dievaluasi
h arry dfauzi @ gmail .co m Hindari CHAOS C ONFUSION  (KEBINGUNGAN):  akibat tidak lancarnya komunikasi yang berlangsung dalam organisasi   H ASLESS  (PERSELISIHAN)  friksi antarpribadi dan atau antartim serta antarkelompok kerja dalam sekolah akibat ketidakpercayaan, rasa cemburu, serta sikapsikap tidak profesional   A NGER  (KEMARAHAN)  yang diakibatkan oleh berbagai hal, terutama jika manajer atau staf pembantunya menolak suatu program yang diajukan padahal program itu dianggap telah memenuhi persyaratan serta penolakannya tid a k masuk akal   O BSTRUCTION  (HAMBATAN)  yang dibuat oleh kelompok tertentu, baik tim lain, pihak manajemen, atau bahkan lembaga dalam struktur hierarkis di atas staf. Hambatan ini dapat sengaja dibuat karena alasan-alasan tertentu.   S TATIC  (KAMANDEKAN) yang  dapat muncul karena sikap apatis dan skeptis atas kondisi yang berlangsung ,  karena ketakutan akan kegagalan sehingga lebih baik berjalan apa adanya dan tidak melakukan perubahan apa pun daripada harus gagal dan menanggung resiko yang tidak sedikit
h arry dfauzi @ gmail .co m Peran Manajer dalam Pelibatan dan Pemberdayaan Menunjukkan sikap yang mendukung Menjadi model peran Menjadi pelatih Menjadi Fasilitator Mempraktikkan  Management by Walking Around  (MBWA) Mengambil tindakan dengan segera atas rekomendasi Menghargai prestasi staf dan komponen sekolah lainnya
h arry dfauzi @ gmail .co m Strategi manajemen untuk mendorong pemberdayaan Fokus pada pelanggan Memiliki obsesi terhadap kualitas Memiliki pemahaman mengenai struktur pekerjaan Mengembangkan kebebasan yang terkendali Memiliki kesatuan tujuan Mencari kesalahan dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja Kerja sama tim Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan
h arry dfauzi @ gmail .co m DO STUDY ACT PLAN Kultur Sekolah Perencanaan Strategis Manajemen Perubahan Kepemimpinan Kualitas SIKLUS  PDSA
Manajemen Kualitas dalam Siklus PDSA MANAJEMEN KUALITAS Perencanaan Penyebarluasan Kebijakan Manajemen Kualitas Menetapkan Visi, Misi, dan Prinsip-prinsip Kualitas Mengembangkan Rencana Kualitas 3 – 5 tahun Mengembangkan Sasaran dan Tujuan Kualitas Tahunan Pertemuan antara Tim Perbaikan Kualitas dan Manajemen Identifikasi Hubungan Sebab Akibat Mengembangkan Rencana Awal Implementasi Pertemuan antara Tim Perbaikan Kualitas dan Manajemen Mengembangkan Rencana Awal Implementasi Tinjau Ulang Standarisasi Kemajuan Tinjau Ulang Sasaran dan Tujuan Kualitas Tahunan
h arry dfauzi @ gmail .co m PERBAIKAN KUALITAS BERKELANJUTAN KEPEMIMPINAN KUALITAS Perbaikan Proses Perbaikan Proses Perbaikan SDM Perbaikan SDM PERBAIKAN KUALITAS TERUS-MENERUS Perbaikan Proses Perbaikan SDM
h arry dfauzi @ gmail .co m Kerja sama Tim Ada kesepakatan terhadap misi tim Semua anggota menaati peraturan tim yang berlaku Ada pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil Selalu beradaptasi terhadap perubahan
h arry dfauzi @ gmail .co m 10  PERINTAH  TIM Saling ketergantungan Perluasan Tugas Kesejajaran Bahasa yang Umum Kepercayaan dan Respek Memperhatikan Bakat Anggota Tim Keterampilan Memecahkan Masalah Keterampilan Menangani Konflik Penilaian Tindakan Penghargaan
h arry dfauzi @ gmail .co m NILAI-NILAI AQIDAH DAN MORALITAS   VISI DAN MISI SEKOLAH  SCHOOL BASED MANAGEMENT  KESADARAN DIRI   SASARAN MUTU RUMAH KITA PEMBELAJARAN EFEKTIF   BUDAYA  MUTU   BELAJAR SEPANJANG HAYAT   TRANSPARANSI   DECISION MAKING   PERUBAHAN DINAMIS   BUDAYA  PEMBERDAYAAN KERJA SAMA TIM YANG KOMPAK
h arry dfauzi @ gmail .co m Dimensi Pemberdayaan VISI SEKOLAH MISI SEKOLAH SASARAN  MUTU STRATEGI : Melakukan Perubahan terhadap Dimensi-dimensi: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INFRASTRUKTUR SARANA DAN  PRASARANA
h arry dfauzi @ gmail .co m Dimensi Manajemen Manajemen Kurikulum Manajemen Kesiswaan Manajemen Ketenagaan Manajemen Keuangan Manajemen Perpustakaan Visi dan Misi Sekolah Konseling Manajemen Sarana dan Prasarana Sasaran Mutu
h arry dfauzi @ gmail .co m Dimensi Sumber Daya Manusia Kesadaran Diri Secara Universal Implementasi Nilai-nilai Ilahiah Belajar sepanjang Hayat Konsistensi Kualitas Kinerja Budaya Mutu Kualitas Interaksi Sosial Tanggung jawab moral tinggi Inovatif dan Kreatif
h arry dfauzi @ gmail .co m Karakteristik Guru Kreatif Memiliki Kelincahan Mental ------   mampu berpikir ke segala arah Memiliki fleksibilitas konseptual Memiliki orisinalitas dalam karya Labih menyukai kompleksitas daripada simplisitas Selalu memiliki latar belakang yang merangsang dalam berkarya Berpikir mandiri Memiliki kemampuan bekerja keras dan pantang menyerah Memiliki kecakapan dalam banyak hal Mampu berkomunikasi dengan baik Lebih tertarik kepada konsep daripada segi-segi kecil Memiliki keingintahuan intelektual Tidak segera menolak ide atau gagasan baru Kaya humor dan imajinasi
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi h arry dfauzi @ gmail .co m Lembaga Pendidikan KEPALA SEKOLAH KURIKULUM KESISWAAN KETENAGAAN PERPUSTAKAAN SARANA PRASARANA KONSELING GURU-GURU WALI KELAS PROSES PEMBELAJARAN SISWA

Pemberdayaan

  • 1.
    Empowering People PemberdayaanSumber Daya Manusia h arry dfauzi @ gmail .co m
  • 2.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Pengertian Empowering P emberdayaan merupakan konsep yang mengacu kepada cara praktis dan produktif untuk memperoleh hasil terbaik dari suatu tujuan dengan mengembangkan lebih dari sekedar pendelegasian agar kekuasaan ditempatkan secara tepat sehingga dapat digunakan secara efektif ( Stewart, Aileen Mitchel. 1998 )
  • 3.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Pemberdayaan bukan sekedar pelimpahan tugas semata kepada staf, melainkan juga pelimpahan proses pengambilan keputusan dan tanggung jawab secara penuh. P emberdayaan budaya kelembagaan sekolah berarti membantu membuat agar sekolah memiliki budaya organisasi yang lebih kuat atau lebih berdaya dengan cara menghilangkan sebanyak mungkin hambatan-hambatan dalam mengimplementasikan visi organisasi ke arah keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang.
  • 4.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Esensi Pemberdayaan Dekat dengan Pelanggan (Pengguna Jasa Pendidikan) Memanfaatkan staf sebagai sumber daya yang berharga Memperhatikan kapasitas setiap individu dalam organisasi Mengembangkan manajemen yang fleksibel
  • 5.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Pemberdayaan Sekolah dalam Konteks Manajemen Mutu Terpadu Ciptakan Budaya Pemberdayaan di Lingkungan Sekolah Ciptakan Iklim Pemberdayaan Libatkan dan Berdayakan Seluruh Komponen Sekolah secara Proporsional sesuai dengan Kompetensi yang dimilikinya
  • 6.
    Budaya Pemberdayaan harry dfauzi @ gmail .co m Budaya Kekuasaan (Power Culture) Budaya Peran (Role Culture) Budaya Tugas (Task Culture) Budaya Individu (Person Culture) BUDAYA PEMBERDAYAAN KONTEKS ORGANISASI
  • 7.
    h arry dfauzi@ gmail .co m MENCIPTAKAN IKLIM PEMBERDAYAAN Tumbuhkan Sikap Saling Mempercayai antara Manajer dan Staf serta Staf dan Staf. Lebih baik salah dalam melaksanakan suatu pekerjaan daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Ciptakan keterbukaan dalam segala aspek, terutama dalam mengemukakan gagasan dan konsep-konsep orisinal.
  • 8.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Menunjukkan kualitas pekerjaan secara konsisten Selalu berfokus pada pelanggan. Pendekatan strategi yang menyeluruh untuk perbaikan. Perbaikan secara terus-menerus sebagai cara hidup. Saling respek dengan berbagai pihak. Mau bekerja dalam bentuk tim kerja. Prasyarat untuk dapat dipercayai orang lain
  • 9.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Mempercayai kemampuan staf dan guru-guru untuk mencapai keberhasilan. Bersifat sabar dan memberikan waktu kepada guru-guru dan staf untuk belajar. Memberikan bimbingan dan pengarahan yang jelas dan sistematis. Mengajarkan keterampilan baru kepada staf dan guru-guru dalam langkah-langkah yang sederhana dan mudah dipahami. Mengajukan pertanyaan yang menantang kepada guru-guru dan staf sekolah untuk berpikir dengan cara baru. Membagi informasi dengan seluruh komponen sekolah untuk menjalin hubungan yang lebih lancar. Memberikan umpan balik yang tepat waktu dan dapat dipahami serta membantu mereka selama proses belajar. Menawarkan berbagai alternatif untuk melaksanakan tugas. Menunjukkan sense of humor dan perhatian terhadap staf dan guru-guru. Berfokus pada hasil dan menghargai perbaikan pribadi. Manajer yang Mampu Memberdayakan:
  • 10.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Staf yang dapat diberdayakan: Memiliki Kelincahan Mental ------  mampu berpikir ke segala arah Memiliki fleksibilitas konseptual Memiliki orisinalitas dalam karya Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas Selalu memiliki latar belakang yang merangsang dalam berkarya Berpikir mandiri Memiliki kemampuan bekerja keras dan pantang menyerah Memiliki kecakapan dalam banyak hal Mampu berkomunikasi dengan baik Lebih tertarik kepada konsep daripada segi-segi kecil Memiliki keingintahuan intelektual Tidak segera menolak ide atau gagasan baru Kaya humor dan imajinasi
  • 11.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Karakteristik Program yang Dikembangkan dalam Pemberdayaan harus S M A R T S PECIFIC : Program yang dirumuskan harus jelas dan benar-benar tampak M EASURABLE: Program yang dirumuskan harus dapat diukur dari berbagai aspek A CHIEVABLE: Program yang dirumuskan harus dapat dicapai sesuai dengan prosedur yang nyata R ELEVANT: Program yang dirumuskan benar-benar ada hubungannya dengan visi, misi, dan strategi pengembangan sekolah T IMED: Program yang dirumuskan harus dapat diukur waktunya sehingga dapat dilaksanakan dan dievaluasi
  • 12.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Hindari CHAOS C ONFUSION (KEBINGUNGAN): akibat tidak lancarnya komunikasi yang berlangsung dalam organisasi H ASLESS (PERSELISIHAN) friksi antarpribadi dan atau antartim serta antarkelompok kerja dalam sekolah akibat ketidakpercayaan, rasa cemburu, serta sikapsikap tidak profesional A NGER (KEMARAHAN) yang diakibatkan oleh berbagai hal, terutama jika manajer atau staf pembantunya menolak suatu program yang diajukan padahal program itu dianggap telah memenuhi persyaratan serta penolakannya tid a k masuk akal O BSTRUCTION (HAMBATAN) yang dibuat oleh kelompok tertentu, baik tim lain, pihak manajemen, atau bahkan lembaga dalam struktur hierarkis di atas staf. Hambatan ini dapat sengaja dibuat karena alasan-alasan tertentu. S TATIC (KAMANDEKAN) yang dapat muncul karena sikap apatis dan skeptis atas kondisi yang berlangsung , karena ketakutan akan kegagalan sehingga lebih baik berjalan apa adanya dan tidak melakukan perubahan apa pun daripada harus gagal dan menanggung resiko yang tidak sedikit
  • 13.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Peran Manajer dalam Pelibatan dan Pemberdayaan Menunjukkan sikap yang mendukung Menjadi model peran Menjadi pelatih Menjadi Fasilitator Mempraktikkan Management by Walking Around (MBWA) Mengambil tindakan dengan segera atas rekomendasi Menghargai prestasi staf dan komponen sekolah lainnya
  • 14.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Strategi manajemen untuk mendorong pemberdayaan Fokus pada pelanggan Memiliki obsesi terhadap kualitas Memiliki pemahaman mengenai struktur pekerjaan Mengembangkan kebebasan yang terkendali Memiliki kesatuan tujuan Mencari kesalahan dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja Kerja sama tim Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan
  • 15.
    h arry dfauzi@ gmail .co m DO STUDY ACT PLAN Kultur Sekolah Perencanaan Strategis Manajemen Perubahan Kepemimpinan Kualitas SIKLUS PDSA
  • 16.
    Manajemen Kualitas dalamSiklus PDSA MANAJEMEN KUALITAS Perencanaan Penyebarluasan Kebijakan Manajemen Kualitas Menetapkan Visi, Misi, dan Prinsip-prinsip Kualitas Mengembangkan Rencana Kualitas 3 – 5 tahun Mengembangkan Sasaran dan Tujuan Kualitas Tahunan Pertemuan antara Tim Perbaikan Kualitas dan Manajemen Identifikasi Hubungan Sebab Akibat Mengembangkan Rencana Awal Implementasi Pertemuan antara Tim Perbaikan Kualitas dan Manajemen Mengembangkan Rencana Awal Implementasi Tinjau Ulang Standarisasi Kemajuan Tinjau Ulang Sasaran dan Tujuan Kualitas Tahunan
  • 17.
    h arry dfauzi@ gmail .co m PERBAIKAN KUALITAS BERKELANJUTAN KEPEMIMPINAN KUALITAS Perbaikan Proses Perbaikan Proses Perbaikan SDM Perbaikan SDM PERBAIKAN KUALITAS TERUS-MENERUS Perbaikan Proses Perbaikan SDM
  • 18.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Kerja sama Tim Ada kesepakatan terhadap misi tim Semua anggota menaati peraturan tim yang berlaku Ada pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil Selalu beradaptasi terhadap perubahan
  • 19.
    h arry dfauzi@ gmail .co m 10 PERINTAH TIM Saling ketergantungan Perluasan Tugas Kesejajaran Bahasa yang Umum Kepercayaan dan Respek Memperhatikan Bakat Anggota Tim Keterampilan Memecahkan Masalah Keterampilan Menangani Konflik Penilaian Tindakan Penghargaan
  • 20.
    h arry dfauzi@ gmail .co m NILAI-NILAI AQIDAH DAN MORALITAS VISI DAN MISI SEKOLAH SCHOOL BASED MANAGEMENT KESADARAN DIRI SASARAN MUTU RUMAH KITA PEMBELAJARAN EFEKTIF BUDAYA MUTU BELAJAR SEPANJANG HAYAT TRANSPARANSI DECISION MAKING PERUBAHAN DINAMIS BUDAYA PEMBERDAYAAN KERJA SAMA TIM YANG KOMPAK
  • 21.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Dimensi Pemberdayaan VISI SEKOLAH MISI SEKOLAH SASARAN MUTU STRATEGI : Melakukan Perubahan terhadap Dimensi-dimensi: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INFRASTRUKTUR SARANA DAN PRASARANA
  • 22.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Dimensi Manajemen Manajemen Kurikulum Manajemen Kesiswaan Manajemen Ketenagaan Manajemen Keuangan Manajemen Perpustakaan Visi dan Misi Sekolah Konseling Manajemen Sarana dan Prasarana Sasaran Mutu
  • 23.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Dimensi Sumber Daya Manusia Kesadaran Diri Secara Universal Implementasi Nilai-nilai Ilahiah Belajar sepanjang Hayat Konsistensi Kualitas Kinerja Budaya Mutu Kualitas Interaksi Sosial Tanggung jawab moral tinggi Inovatif dan Kreatif
  • 24.
    h arry dfauzi@ gmail .co m Karakteristik Guru Kreatif Memiliki Kelincahan Mental ------  mampu berpikir ke segala arah Memiliki fleksibilitas konseptual Memiliki orisinalitas dalam karya Labih menyukai kompleksitas daripada simplisitas Selalu memiliki latar belakang yang merangsang dalam berkarya Berpikir mandiri Memiliki kemampuan bekerja keras dan pantang menyerah Memiliki kecakapan dalam banyak hal Mampu berkomunikasi dengan baik Lebih tertarik kepada konsep daripada segi-segi kecil Memiliki keingintahuan intelektual Tidak segera menolak ide atau gagasan baru Kaya humor dan imajinasi
  • 25.
    Pemanfaatan Teknologi Informasidan Komunikasi h arry dfauzi @ gmail .co m Lembaga Pendidikan KEPALA SEKOLAH KURIKULUM KESISWAAN KETENAGAAN PERPUSTAKAAN SARANA PRASARANA KONSELING GURU-GURU WALI KELAS PROSES PEMBELAJARAN SISWA