Kelompok 3
 Lamun (seagrass) adalah
tumbuhan berbunga
(angiospermae) yang
berbiji satu (monokotil)
dan mempunyai akar
rimpang, daun, bunga
dan buah. Jadi sangat
berbeda dengan rumput
laut (algae).
Lamun adalah salah satu tumbuhan laut yang termasuk tumbuhan
sejati karena sudah dapat dibedakan antara batang, daun, dan
akarnya. Secara umum gambaran lamun yaitu seperti padang
rumput di daratan, lamun sangat berguna dalam hal pembersihan
lautan karena lamun berfotosintersis.
 Terdapat di perairan pantai yang landai, di
dataran lumpur/pasir
 Pada batas terendah daerah pasang surut dekat
hutan bakau atau di dataran terumbu karang
 Mampu hidup sampai kedalaman 30 meter, di
perairan tenang dan terlindung
 Sangat tergantung pada cahaya matahari yang
masuk ke perairan
 Mampu melakukan proses metabolisme secara
optimal jika keseluruhan tubuhnya terbenam air
termasuk daur generatif
 Mampu hidup di media air asin
 Mempunyai sistem perakaran yang berkembang
baik.
Suhu
Beberapa peneliti melaporkan adanya pengaruh nyata perubahan
suhu terhadap kehidupan lamun, antara lain dapat
mempengaruhi metabolisme, penyerapan unsur hara dan
kelangsungan hidup lamun (Brouns dan Hiejs 1986; Marsh et al.
1986; Bulthuis 1987). Marsh et al. (1986) melaporkan bahwa
pada kisaran suhu 25 - 30°C fotosintesis bersih akan meningkat
dengan meningkatnya suhu. Demikian juga respirasi lamun
meningkat dengan meningkatnya suhu, namun dengan kisaran
yang lebih luas yaitu 5- 35°C.
Salinitas
Toleransi lamun terhadap salinitas bervariasi antar jenis dan
umur. Lamun yang tua dapat menoleransi fluktuasi salinitas
yang besar (Zieman 1986).
Kekeruhan
Kekeruhan secara tidak langsung dapat mempengaruhi kehidupan
lamun karena dapat menghalangi penetrasi cahaya yang dibutuhkan
oleh lamun untuk berfotosintesis masuk ke dalam air.
Kedalaman
Kedalaman perairan dapat membatasi distribusi lamun secara
vertikal. Lamun tumbuh di zona intertidal bawah dan subtidal atas
hingga mencapai kedalaman 30 m.
Nutrien
Dinamika nutrien memegang peranan kunci pada ekosistem padang
lamun dan ekosistem lainnya. Ketersediaan nutrien menjadi fektor
pembatas pertumbuhan, kelimpahan dan morfologi lamun pada
perairan yang jernih (Hutomo 1997).
Substrat
Lamun dapat ditemukan pada berbagai karakteristik substrat. Di
Indonesia padang lamun dikelompokkan ke dalam enam kategori
berdasarkan karakteristik tipe substratnya, yaitu lamun yang hidup
di substrat lumpur, lumpur pasiran, pasir, pasir lumpuran, puing
karang dan batu karang (Kiswara 1997).
 A. Peranan lamun di lingkungan perairan
laut dangkal :
1. Sebagai Produsen Primer
2. Sebagai Habitat Biota
3. Sebagai Penangkap Sedimen
4. Sebagai Pendaur Zat Hara
B. Fungsi Ekosistem lamun perairan dangkal:
 Menstabilkan dan menahan sedimen–sedimen yang
dibawa melalui I tekanan – tekanan dari arus dan
gelombang.
 Daun-daun memperlambat dan mengurangi arus dan
gelombang serta mengembangkan sedimentasi.
 Memberikan perlindungan terhadap hewan–hewan
muda dan dewasa yang berkunjung ke padang lamun.
 Daun–daun sangat membantu organisme-organisme
epifit.
 Mempunyai produktifitas dan pertumbuhan yang
tinggi.
 Menfiksasi karbon yang sebagian besar masuk ke
dalam sistem daur rantai makanan.
 Pemanfaatan Lamun
A. Secara tradisional lamun telah
dimanfaatkan untuk :
 Digunakan untuk kompos dan
pupuk
 Cerutu dan mainan anak-anak
 Dianyam menjadi keranjang
 Tumpukan untuk pematang
 Mengisi kasur
 Ada yang dimakan
 Dibuat jaring ikan
Pada zaman modern ini,
lamun telah dimanfaatkan
untuk:
1. Penyaring limbah
2. Stabilizator pantai
3. Bahan untuk pabrik
kertas
4. Makanan
5. Obat-obatan
6. Sumber bahan kimia.
Padang lamun

Padang lamun

  • 1.
  • 2.
     Lamun (seagrass)adalah tumbuhan berbunga (angiospermae) yang berbiji satu (monokotil) dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah. Jadi sangat berbeda dengan rumput laut (algae). Lamun adalah salah satu tumbuhan laut yang termasuk tumbuhan sejati karena sudah dapat dibedakan antara batang, daun, dan akarnya. Secara umum gambaran lamun yaitu seperti padang rumput di daratan, lamun sangat berguna dalam hal pembersihan lautan karena lamun berfotosintersis.
  • 3.
     Terdapat diperairan pantai yang landai, di dataran lumpur/pasir  Pada batas terendah daerah pasang surut dekat hutan bakau atau di dataran terumbu karang  Mampu hidup sampai kedalaman 30 meter, di perairan tenang dan terlindung  Sangat tergantung pada cahaya matahari yang masuk ke perairan  Mampu melakukan proses metabolisme secara optimal jika keseluruhan tubuhnya terbenam air termasuk daur generatif  Mampu hidup di media air asin  Mempunyai sistem perakaran yang berkembang baik.
  • 4.
    Suhu Beberapa peneliti melaporkanadanya pengaruh nyata perubahan suhu terhadap kehidupan lamun, antara lain dapat mempengaruhi metabolisme, penyerapan unsur hara dan kelangsungan hidup lamun (Brouns dan Hiejs 1986; Marsh et al. 1986; Bulthuis 1987). Marsh et al. (1986) melaporkan bahwa pada kisaran suhu 25 - 30°C fotosintesis bersih akan meningkat dengan meningkatnya suhu. Demikian juga respirasi lamun meningkat dengan meningkatnya suhu, namun dengan kisaran yang lebih luas yaitu 5- 35°C. Salinitas Toleransi lamun terhadap salinitas bervariasi antar jenis dan umur. Lamun yang tua dapat menoleransi fluktuasi salinitas yang besar (Zieman 1986).
  • 5.
    Kekeruhan Kekeruhan secara tidaklangsung dapat mempengaruhi kehidupan lamun karena dapat menghalangi penetrasi cahaya yang dibutuhkan oleh lamun untuk berfotosintesis masuk ke dalam air. Kedalaman Kedalaman perairan dapat membatasi distribusi lamun secara vertikal. Lamun tumbuh di zona intertidal bawah dan subtidal atas hingga mencapai kedalaman 30 m. Nutrien Dinamika nutrien memegang peranan kunci pada ekosistem padang lamun dan ekosistem lainnya. Ketersediaan nutrien menjadi fektor pembatas pertumbuhan, kelimpahan dan morfologi lamun pada perairan yang jernih (Hutomo 1997). Substrat Lamun dapat ditemukan pada berbagai karakteristik substrat. Di Indonesia padang lamun dikelompokkan ke dalam enam kategori berdasarkan karakteristik tipe substratnya, yaitu lamun yang hidup di substrat lumpur, lumpur pasiran, pasir, pasir lumpuran, puing karang dan batu karang (Kiswara 1997).
  • 6.
     A. Perananlamun di lingkungan perairan laut dangkal : 1. Sebagai Produsen Primer 2. Sebagai Habitat Biota 3. Sebagai Penangkap Sedimen 4. Sebagai Pendaur Zat Hara
  • 7.
    B. Fungsi Ekosistemlamun perairan dangkal:  Menstabilkan dan menahan sedimen–sedimen yang dibawa melalui I tekanan – tekanan dari arus dan gelombang.  Daun-daun memperlambat dan mengurangi arus dan gelombang serta mengembangkan sedimentasi.  Memberikan perlindungan terhadap hewan–hewan muda dan dewasa yang berkunjung ke padang lamun.  Daun–daun sangat membantu organisme-organisme epifit.  Mempunyai produktifitas dan pertumbuhan yang tinggi.  Menfiksasi karbon yang sebagian besar masuk ke dalam sistem daur rantai makanan.
  • 8.
     Pemanfaatan Lamun A.Secara tradisional lamun telah dimanfaatkan untuk :  Digunakan untuk kompos dan pupuk  Cerutu dan mainan anak-anak  Dianyam menjadi keranjang  Tumpukan untuk pematang  Mengisi kasur  Ada yang dimakan  Dibuat jaring ikan Pada zaman modern ini, lamun telah dimanfaatkan untuk: 1. Penyaring limbah 2. Stabilizator pantai 3. Bahan untuk pabrik kertas 4. Makanan 5. Obat-obatan 6. Sumber bahan kimia.