INTERFEROMETER MICHELSON
Windi suryaningrum
Maya ardiati
Diana ega rani
Siti zumrokatus sholikah
Ninis nurhidayah
M. Saad baruqi
Kelompok 2
Dasar teori
Interferensi cahaya merupakan interaksi dua atau lebih gelombang
cahaya yang menghasilkan output berupa garis melingkar gelap
terang yang disebut frinji.
Syarat terjadinya interferensi:
1. Kedua sumber cahaya harus koheren yaitu keduanya
harus memiliki beda fase yang selalu tetap, karena itu
keduanya harus memiliki frekueensi yang sama, keduanya
ini boleh nol tetapi tidak harus nol.
2. Kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitudo yang
hampir sama jika tidak interferensi yang dihasilkan
kurang kontras.
Interferometer adalah alat yang di gunakan untuk
mengukur panjang gelombang atau perubahan panjang
gelombang dengan ketelitian yang sangat tinggi berdasarkan
penentuan garis-garis interferensi.
Interferometer bekerja dengan cara membagi amplitudo
gelombang cahaya menjadi dua dengan intensitas yang sama
dan prinsipnya adalah beda lintasan optik
Metode percobaan
Sebuah berkas cahaya dari laser di pancarkan.
kemudian difokuskan oleh cermin cembung menuju pemecah
berkas, sehingga berkas cahaya sebagian di transmisikan menuju
movable mirror (M1) dan sebagian lagi di refleksikan menuju fixed
mirror (M2)
kemudian, kedua berkas cahaya tersebut merefleksikan cahaya
menuju beam spliter,
sebagian cahaya dari M1 di refleksikan oleh beam spliter menuju
layer pengamatan dan sebagian yang lain cahaya dari M2 di
transmisikan oleh beam spliter menuju layer pengamatan dan
menghasilkan frinji.
Pola frinji interferensi berupa piringan gelap dan di kelilingi cincin
gelap terang.
Hasil pengamatan
Pola-pola cincin gelap-terang (frinji)
y = 10x - 10
R² = 1
0
50
100
150
200
250
0 5 10 15 20 25
JumlahFrinji
Pergeseran Mikrometer (μm)
Grafik Hubungan Antara Jumlah Fringe dengan
Pergeseran Mikrometer
Grafik Hubungan
Antara Jumlah Fringe
dengan Pergeseran
Mikrometer
Linear (Grafik
Hubungan Antara
Jumlah Fringe dengan
Pergeseran
Mikrometer )
y = 10x-10
Maka panjang gelombang :
λ = 200 nm
Berdasarkan teori, λ He-Ne = 632,8 nm
Dari hasil pengamatan hasil yang diperoleh 1/3 dari
literatur.
Pola denyut interferensi dipengaruhi oleh jarak
cermin terhadap layar, semakin jauh jarak cermin ke
layar maka semakin sedikit pol denyut interferensi
yang bisa diamati.
pada praktikum ini tidak diperoleh pola denyut
interferensi yang linier,
hal ini bisa disebabkan oleh pola pergeseran dari
mikro meter yang tidak konstan dan pengamatan dari
praktikan yang kurang maksimal sehingga
menyebabkan kelemahan pada hasil yang didapat.
Kesimpulan
• Frinji terbentuk karena terjadinya interferensi
antara dua cahaya se-frekuensi yang memiliki
beda lintasan optik.
• Berdasarkan eksperimen interferometer
Michelson ini, diperoleh panjang gelombang
sumber cahaya laser He-Ne adalah 200 nm
Terima kasih..

interferometer michelson

  • 1.
    INTERFEROMETER MICHELSON Windi suryaningrum Mayaardiati Diana ega rani Siti zumrokatus sholikah Ninis nurhidayah M. Saad baruqi Kelompok 2
  • 2.
    Dasar teori Interferensi cahayamerupakan interaksi dua atau lebih gelombang cahaya yang menghasilkan output berupa garis melingkar gelap terang yang disebut frinji.
  • 3.
    Syarat terjadinya interferensi: 1.Kedua sumber cahaya harus koheren yaitu keduanya harus memiliki beda fase yang selalu tetap, karena itu keduanya harus memiliki frekueensi yang sama, keduanya ini boleh nol tetapi tidak harus nol. 2. Kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitudo yang hampir sama jika tidak interferensi yang dihasilkan kurang kontras.
  • 4.
    Interferometer adalah alatyang di gunakan untuk mengukur panjang gelombang atau perubahan panjang gelombang dengan ketelitian yang sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis interferensi. Interferometer bekerja dengan cara membagi amplitudo gelombang cahaya menjadi dua dengan intensitas yang sama dan prinsipnya adalah beda lintasan optik
  • 5.
    Metode percobaan Sebuah berkascahaya dari laser di pancarkan. kemudian difokuskan oleh cermin cembung menuju pemecah berkas, sehingga berkas cahaya sebagian di transmisikan menuju movable mirror (M1) dan sebagian lagi di refleksikan menuju fixed mirror (M2) kemudian, kedua berkas cahaya tersebut merefleksikan cahaya menuju beam spliter, sebagian cahaya dari M1 di refleksikan oleh beam spliter menuju layer pengamatan dan sebagian yang lain cahaya dari M2 di transmisikan oleh beam spliter menuju layer pengamatan dan menghasilkan frinji. Pola frinji interferensi berupa piringan gelap dan di kelilingi cincin gelap terang.
  • 7.
    Hasil pengamatan Pola-pola cincingelap-terang (frinji)
  • 8.
    y = 10x- 10 R² = 1 0 50 100 150 200 250 0 5 10 15 20 25 JumlahFrinji Pergeseran Mikrometer (μm) Grafik Hubungan Antara Jumlah Fringe dengan Pergeseran Mikrometer Grafik Hubungan Antara Jumlah Fringe dengan Pergeseran Mikrometer Linear (Grafik Hubungan Antara Jumlah Fringe dengan Pergeseran Mikrometer )
  • 9.
    y = 10x-10 Makapanjang gelombang : λ = 200 nm Berdasarkan teori, λ He-Ne = 632,8 nm
  • 10.
    Dari hasil pengamatanhasil yang diperoleh 1/3 dari literatur. Pola denyut interferensi dipengaruhi oleh jarak cermin terhadap layar, semakin jauh jarak cermin ke layar maka semakin sedikit pol denyut interferensi yang bisa diamati. pada praktikum ini tidak diperoleh pola denyut interferensi yang linier, hal ini bisa disebabkan oleh pola pergeseran dari mikro meter yang tidak konstan dan pengamatan dari praktikan yang kurang maksimal sehingga menyebabkan kelemahan pada hasil yang didapat.
  • 11.
    Kesimpulan • Frinji terbentukkarena terjadinya interferensi antara dua cahaya se-frekuensi yang memiliki beda lintasan optik. • Berdasarkan eksperimen interferometer Michelson ini, diperoleh panjang gelombang sumber cahaya laser He-Ne adalah 200 nm
  • 12.