Komunikasi Data
MULTIPLEXING
Nama Anggota Kelompok 6 :
-Alya Nisania
-Dinda Elmaghfira
-Rizky Nurcahyati
-Sugiarti Nurul Hidayah
-Tiara Sandra Octarieca
Pengertian Multiplexing
 Multiplexing adalah suatu Teknik yang digunakan untuk
mengirimkan Informasi (banyak) Hanya melalui satu
saluran. Atau
 Proses penggabungan data dari jalur input dan
mentransmisikan data secara bersamaan di dalam satu
jalur berkecepatan tinggi (jalur transmisi).
 Tujuan utamanya adalah untuk menghemat pemakaian
jumlah fisik suatu perantara informasi. misalnya: kabel,
pemancar & penerima (transceiver).
Contoh gambar fungsi Multiplexing
Terdapat n input ke sebuah multiplexer.
Multiplexer tersebut dihubungkan dengan data link tunggal ke sebuah demultiplexer.
Link tersebut dapat membawa n kanal data terpisah.
Tujuan Multiplexing
1. Mengurangi media penghantar
2. Meningkat kan kemampuan komunkasi dengan
cara memaksimalkan data yang di antar di atas
satu media penghantar
3. Meminimalisir biaya transmisi data dengan cara
mengurangi penggunaan satu media penghantar
antara komputer host dan terminal.
Jenis Teknik Multiplexing
1. Frequency Division Multiflexing (FDM)
2. Time Division Multiplexing (TDM)
3. Wavelengt Division Multiflexing (WDM)
1. Frequency Division Multiflexing (FDM)
Adalah pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai
bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi yang
berbeda).Pada teknik FDM, tidak perlu ada MODEM
Contoh aplikasi FDM ini yang populer pada saat ini adalah
Jaringan Komunikasi Seluler, seperti GSM ( Global System
Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km.
Gambar Sistem FDM
2. Time Division Multiplexing (TDM)
 Adalah dengan cara menggunakan satu saluran secara
bergantian, tiap pelanggan di beri jatah waktu(time slot)
tertentu sedemikian rupa sehingga semua informasi dapat
dikirim melalui satu saluran secara bersama sama.
 Pergantian Time slot adalah sebesar 125 microsecond.
 TDM biasanya digunakan untuk komunikasi point to point.
 Pada TDM, penambahan peralatan pengiriman data lebih
mudah dilakukan. TDM lebih efisien daripada FDM.
Jenis Metode TDM
 TDM yang umum dikenal adalah PCM. Terdapat 4 metode untuk coding
amplitudo yaitu :
 PAM (Pulse Amplitudo Modulation)
 PPM (Pulse Position Modulation)
 PCM (Pulse Code Modulation)
 PDM (Pulse Duration Modulation)
 Yang paling umum digunakan adalah PCM.
 Perkembangan terakhir dari teknik multiplexing ialah Statistical Time
Division Multiplexing (STDM) yang mempunyai keuntungan dalam efesiensi
penggunaan saluran secara lebih baik.
Macam-Macam teknik TDM, ada 2 yaitu :
1.Synchronous TDM
Sysnchronous Time Division Multiplexing (STDM)
Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan
teknik Synchronous TDM.
Time slot-nya di alokasikan ke sumber-sumber tertentu dimana time slot untuk
tiap sumber ditransmisikan.
Macam-Macam Teknik TDM
2.Asynchronous TDM
Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM)
Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya
slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data (atau tidak aktif-nya pengguna)
pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling
hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja.
3. Wavelengt Division Multiplexing
(WDM)
 Adalah menggunakan kabel optik, yaitu satu kabel
optik dipakai untuk menyalurkan lebih dari satu
sumber sinar dimana setiap satu sinar lamda yang di
pancarkan mewakili satu sumber informasi
 Aplikasi multiplexing yang umum di gunakan dalam
komunikasi long-haul.
 Media utama pada jaringan long-haul berupa jalur
gelombang mikro (udara), koaksial, atau serat optik
berkapasitas tinggi. Jalur-jalur ini dapat memuat
transmisi data dalam jumlah besar.
Gambar WDM
4. Statistical Time Division
Multiplexing (STDM)
 STDM merupakan TDM yang bekerja seperti FDM.
 STDM menghapus/mengurangi blok-blok kosong dalam blok-blok pesan
campuran.
 Efisiensi penggunaan saluran secara lebih baik dibandingkan FDM dan
TDM.
 Memberikan kanal hanya pada termina lyang membutuhkannya dan
memanfaatkan sifat lalu lintas yang mengikuti karakteristik statistic.
 Untuk input, fungsi multiplexer ini untuk men-scan buffer-buffer
input, mengumpulkan data sampai penu, dan kemudian mengirim
frame tersebut. Dan untuk output, multiplexer menerima suatu frame
dan mendistribusikan slot-slot data buffer output tertentu.
*CDM (Code Division Multiplexing)
 Teknik multiplexing dimana setiap channel atau piranti
yang berkomunikasi menggunakan kode data yang berbeda
sehingga bisa bersamaan (seperti pada FDM) pada satu
saat, dan sekaligus bisa menggunakan slot waktu berbeda
(seperti pada TDM).
 Teknik CDM memungkinkan bandwidth saluran komunikasi
suara bisa digunakan bersama oleh banyak telepon selular.
 Tiap kanal dibedakan berdasarkan kode-kode pada wilayah
waktu dan frekuensi yang sama.
PRINSIP KERJA CDM
1. Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yang
disebut chip spreading code.
2. Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut.
3. Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut.
4. Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan
ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut.
5. Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan
kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan selanjutnya :
• jika jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’,
• jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit ‘0’.
Lalu, bagaimana perbandingan diantara FDM,
TDM, WDM?

 Ketiga-tiganya adalah -DM (Division Multiplexing), yaitu teknik
menggabungkan beberapa 'sumber' (sumber data, sinyal, dlsb)
menjadi satu bentuk agar bisa dilewatkan dalam satu media,
dan akhirnya di sisi penerima akan dilakukan DeMux
(Demultiplexing) yaitu pemecahan menjadi beberapa
data/sinyal kembali.
 Bagaimana caranya supaya beberapa 'sumber' tersebut bisa
digabungkan tapi tidak bercampur aduk sehingga bisa
dipisahkan?
 Nah, caranya adalah menggunakan 'tanda pengenal' seperti F-,
W-, dan T- tersebut.
Perbedaanya yaitu …

FDM = Frequency Division Multiplexing
Menggunakan Frekuensi untuk membedakan beberapa sumber.
Contoh mudahnya adalah Kanal TV dan Radio. Walaupun TV dan Radio sama-sama menggunakan satu
antena, namun saat kita tuning ke frekuensi tertentu maka yang muncul adalah kanal/channel
tertentu, tidak tercampur aduk.
WDM = Wavelength Division Multiplexing
Menggunakan Panjang Gelombang untuk membedakan sumber.
Contoh penggunaannya adalah di Fiber Optics, dimana beberapa sumber dibedakan berdasarkan
cahaya, misalnya merah, biru, hijau, dst.
Sebenarnya antara FDM dan WDM seharusnya sama (karena sama-sama mengenai frekuensi), namun
umumnya FDM ditetapkan untuk Frekuensi Radio, sementara WDM untuk Frekuensi Cahaya di Fiber
Optics.
TDM = Time Division Multiplexing
Menggunakan jatah Waktu untuk membedakan sumber.
Contohnya adalah di Handy Talkie (Walkie Talkie) atau CB Radio, dimana yang berbicara harus
bergantian waktunya. Jadi, bisa saja ditentukan untuk tiap menit ganjil maka jatah si A untuk
bicara, dan tiap menit genap adalah jatah si B, begitu seterusnya, selang-seling bergantian.
Any
Question?
…
Rizky Alya TiaraDinda Sugiarti
The Question
Text Here
SEKIAN & TERIMA KASIH 
WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI
WABARAKATUH
XI-CI | Kelompok 6 | KOMDAT | SMKN 1 Jakarta
Daftar Pustaka
 http://dewipunyacerita.blogspot.com/2009/12/multipleksing-
multiplexing.html
 http://id.wikipedia.org/wiki/Multipleksing
 http://megenep.blogspot.com/2011/12/multiplexing.html

Multiplexing

  • 1.
    Komunikasi Data MULTIPLEXING Nama AnggotaKelompok 6 : -Alya Nisania -Dinda Elmaghfira -Rizky Nurcahyati -Sugiarti Nurul Hidayah -Tiara Sandra Octarieca
  • 2.
    Pengertian Multiplexing  Multiplexingadalah suatu Teknik yang digunakan untuk mengirimkan Informasi (banyak) Hanya melalui satu saluran. Atau  Proses penggabungan data dari jalur input dan mentransmisikan data secara bersamaan di dalam satu jalur berkecepatan tinggi (jalur transmisi).  Tujuan utamanya adalah untuk menghemat pemakaian jumlah fisik suatu perantara informasi. misalnya: kabel, pemancar & penerima (transceiver).
  • 3.
    Contoh gambar fungsiMultiplexing Terdapat n input ke sebuah multiplexer. Multiplexer tersebut dihubungkan dengan data link tunggal ke sebuah demultiplexer. Link tersebut dapat membawa n kanal data terpisah.
  • 4.
    Tujuan Multiplexing 1. Mengurangimedia penghantar 2. Meningkat kan kemampuan komunkasi dengan cara memaksimalkan data yang di antar di atas satu media penghantar 3. Meminimalisir biaya transmisi data dengan cara mengurangi penggunaan satu media penghantar antara komputer host dan terminal.
  • 5.
    Jenis Teknik Multiplexing 1.Frequency Division Multiflexing (FDM) 2. Time Division Multiplexing (TDM) 3. Wavelengt Division Multiflexing (WDM)
  • 6.
    1. Frequency DivisionMultiflexing (FDM) Adalah pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi yang berbeda).Pada teknik FDM, tidak perlu ada MODEM Contoh aplikasi FDM ini yang populer pada saat ini adalah Jaringan Komunikasi Seluler, seperti GSM ( Global System Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km.
  • 7.
  • 8.
    2. Time DivisionMultiplexing (TDM)  Adalah dengan cara menggunakan satu saluran secara bergantian, tiap pelanggan di beri jatah waktu(time slot) tertentu sedemikian rupa sehingga semua informasi dapat dikirim melalui satu saluran secara bersama sama.  Pergantian Time slot adalah sebesar 125 microsecond.  TDM biasanya digunakan untuk komunikasi point to point.  Pada TDM, penambahan peralatan pengiriman data lebih mudah dilakukan. TDM lebih efisien daripada FDM.
  • 9.
    Jenis Metode TDM TDM yang umum dikenal adalah PCM. Terdapat 4 metode untuk coding amplitudo yaitu :  PAM (Pulse Amplitudo Modulation)  PPM (Pulse Position Modulation)  PCM (Pulse Code Modulation)  PDM (Pulse Duration Modulation)  Yang paling umum digunakan adalah PCM.  Perkembangan terakhir dari teknik multiplexing ialah Statistical Time Division Multiplexing (STDM) yang mempunyai keuntungan dalam efesiensi penggunaan saluran secara lebih baik.
  • 10.
    Macam-Macam teknik TDM,ada 2 yaitu : 1.Synchronous TDM Sysnchronous Time Division Multiplexing (STDM) Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM. Time slot-nya di alokasikan ke sumber-sumber tertentu dimana time slot untuk tiap sumber ditransmisikan.
  • 11.
    Macam-Macam Teknik TDM 2.AsynchronousTDM Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM) Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data (atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja.
  • 12.
    3. Wavelengt DivisionMultiplexing (WDM)  Adalah menggunakan kabel optik, yaitu satu kabel optik dipakai untuk menyalurkan lebih dari satu sumber sinar dimana setiap satu sinar lamda yang di pancarkan mewakili satu sumber informasi  Aplikasi multiplexing yang umum di gunakan dalam komunikasi long-haul.  Media utama pada jaringan long-haul berupa jalur gelombang mikro (udara), koaksial, atau serat optik berkapasitas tinggi. Jalur-jalur ini dapat memuat transmisi data dalam jumlah besar.
  • 13.
  • 14.
    4. Statistical TimeDivision Multiplexing (STDM)  STDM merupakan TDM yang bekerja seperti FDM.  STDM menghapus/mengurangi blok-blok kosong dalam blok-blok pesan campuran.  Efisiensi penggunaan saluran secara lebih baik dibandingkan FDM dan TDM.  Memberikan kanal hanya pada termina lyang membutuhkannya dan memanfaatkan sifat lalu lintas yang mengikuti karakteristik statistic.  Untuk input, fungsi multiplexer ini untuk men-scan buffer-buffer input, mengumpulkan data sampai penu, dan kemudian mengirim frame tersebut. Dan untuk output, multiplexer menerima suatu frame dan mendistribusikan slot-slot data buffer output tertentu.
  • 15.
    *CDM (Code DivisionMultiplexing)  Teknik multiplexing dimana setiap channel atau piranti yang berkomunikasi menggunakan kode data yang berbeda sehingga bisa bersamaan (seperti pada FDM) pada satu saat, dan sekaligus bisa menggunakan slot waktu berbeda (seperti pada TDM).  Teknik CDM memungkinkan bandwidth saluran komunikasi suara bisa digunakan bersama oleh banyak telepon selular.  Tiap kanal dibedakan berdasarkan kode-kode pada wilayah waktu dan frekuensi yang sama.
  • 16.
    PRINSIP KERJA CDM 1.Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yang disebut chip spreading code. 2. Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut. 3. Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut. 4. Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut. 5. Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan selanjutnya : • jika jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’, • jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit ‘0’.
  • 17.
    Lalu, bagaimana perbandingandiantara FDM, TDM, WDM? 
  • 18.
     Ketiga-tiganya adalah-DM (Division Multiplexing), yaitu teknik menggabungkan beberapa 'sumber' (sumber data, sinyal, dlsb) menjadi satu bentuk agar bisa dilewatkan dalam satu media, dan akhirnya di sisi penerima akan dilakukan DeMux (Demultiplexing) yaitu pemecahan menjadi beberapa data/sinyal kembali.  Bagaimana caranya supaya beberapa 'sumber' tersebut bisa digabungkan tapi tidak bercampur aduk sehingga bisa dipisahkan?  Nah, caranya adalah menggunakan 'tanda pengenal' seperti F-, W-, dan T- tersebut. Perbedaanya yaitu …
  • 19.
     FDM = FrequencyDivision Multiplexing Menggunakan Frekuensi untuk membedakan beberapa sumber. Contoh mudahnya adalah Kanal TV dan Radio. Walaupun TV dan Radio sama-sama menggunakan satu antena, namun saat kita tuning ke frekuensi tertentu maka yang muncul adalah kanal/channel tertentu, tidak tercampur aduk. WDM = Wavelength Division Multiplexing Menggunakan Panjang Gelombang untuk membedakan sumber. Contoh penggunaannya adalah di Fiber Optics, dimana beberapa sumber dibedakan berdasarkan cahaya, misalnya merah, biru, hijau, dst. Sebenarnya antara FDM dan WDM seharusnya sama (karena sama-sama mengenai frekuensi), namun umumnya FDM ditetapkan untuk Frekuensi Radio, sementara WDM untuk Frekuensi Cahaya di Fiber Optics. TDM = Time Division Multiplexing Menggunakan jatah Waktu untuk membedakan sumber. Contohnya adalah di Handy Talkie (Walkie Talkie) atau CB Radio, dimana yang berbicara harus bergantian waktunya. Jadi, bisa saja ditentukan untuk tiap menit ganjil maka jatah si A untuk bicara, dan tiap menit genap adalah jatah si B, begitu seterusnya, selang-seling bergantian.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    SEKIAN & TERIMAKASIH  WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH XI-CI | Kelompok 6 | KOMDAT | SMKN 1 Jakarta
  • 23.
    Daftar Pustaka  http://dewipunyacerita.blogspot.com/2009/12/multipleksing- multiplexing.html http://id.wikipedia.org/wiki/Multipleksing  http://megenep.blogspot.com/2011/12/multiplexing.html