MOTIVASI
Pengertian Motivasi

Keadaan dalam pribadi seseorang
yang mendorong keinginan individu
untuk melakukan kegiatan-kegiatan
  tertentu guna mencapai tujuan
Kemampuan manajer untuk
  memotivasi, mempengaruhi,
mengarahkan dan berkomunikasi
dengan para bawahannya akan
 menentukan efektifitas manajer
Faktor Penentu Kinerja (Griffin)
• Motivasi (Motivation)
• Kemampuan (Ability)
• Lingkungan Pekerjaan (Work
  Environment)
Motivasi sebagai Pendorong Individu


Kebutuhan atau   Pencarian Jalan Keluar bagi   Pilihan Perilaku untuk memenuhi
Kesenjangan      memenuhi dan memuaskan        dan memuaskan kebutuhan
Kebutuhan        kebutuhan


                 Penentuan kebutuhan di        Evaluasi atas
                 masa yang akan datang dan     Pemuasan Kebutuhan
                 pencarian bagi cara
                 pemenuhannya
Beberapa Pendekatan Mengenai
           Motivasi
• pendekatan tradisional atau dikenal
  sebagai traditional model of motivation
  theory,
• pendekatan relasi manusia atau human
  relation model
• pendekatan sumber daya manusia atau
  human resources model.
Pendekatan Tradisional                          Pendekatan Relasi Manusia                        Pendekatan SDM
                                                                 ASUMSI
1. Pekerjaan pada dasarnya merupakan sesuatu    1. Pada dasarnya manusia ingin dianggap          1. Pekerjaan pada dasarnya bukan merupakan
      yang tidak disukai oleh setiap orang            penting dan berguna                              sesuatu yang tidak disukai. Para pekerja
      karena merupakan sebuah beban.            2. Manusia ingin merasa dimiliki dan diakui            ingin memberikan kontribusi terhadap
2. Apa yang seseorang lakukan tidak lebih             eksistensinya secara individual dalam            suatu tujuan yang memberikan manfaat.
      penting dari apa yang dapat diperoleh           lingkungan sosial                          2. Hampir semua orang pada dasarnya dapat
      oleh seseorang karena melakukan hal       3. Perasaan sebagaimana yang disebutkan dalam          melakukan sesuatu yang kreatif, inovatif,
      tersebut                                        asumsi 1 dan 2 adalah lebih penting              dan penuh tantangan daripada sekedar
3. Hanya sedikit orang yang mau dan mampu             daripada kompensasi berupa uang.                 menjalankan tugas yang diperintahkan
      mengerjakan pekerjaan yang kreatif,                                                              pada mereka.
      inovatif, dan penuh tantangan

                                                 KEBIJAKAN YANG DAPAT DILAKUKAN
1. Manajer harus memberi perintah dan           1. Manajer bertugas untuk menciptakan suasana    1. Manajer perlu memastikan bahwa seluruh
     mengawasi     bawahan    dalam setiap           dimana para pekerja menganggap dirinya           sumber daya manusia didayagunakan dan
     pekerjaan                                       penting dan bermanfaat bagi perusahaan.          dimanfaatkan secara optimal.
2. Manajer harus menerjemahkan pekerjaan        2. Manajer perlu untuk selalu mengakomodasi      2. Manajer perlu mewujudkan suasana
     kedalam bentuk perintah yang sederhana,         usulan dari bawahan dan memastikan               pekerjaan yang dapat mendorong seluruh
     spesifik, dan jelas agar mudah untuk            bahwa para pekerja selalu mendapatkan            sumber daya manusia bekerja
     dikerjakan oleh bawahan                         informasi terkini mengenai pekerjaan             berdasarkan kemampuannya masing-
3. Manajer harus membuat jadual pekerjaan       3. Manajer perlu memberikan kesempatan                masing.
     secara     rutin    dan    rinci   dan          kepada para pekerja untuk melakukan         3. Manajer perlu mendukung adanya partisipasi
     mengkordinasikannya setiap saat.                inisiatif dan kemandirian dalam setiap           dari para pekerja dalam hal bekerja,
                                                     pekerjaan                                        berinisiatif, dan melakukan pekerjaan
                                                                                                      secara mandiri.


                                                                 HARAPAN
1. Para pekerja akan melakukan pekerjaan jika   1. Adanya transparansi informasi yang memadai    1. Peningkatan keterlibatan pekerja dalam
      upahnya memadai dan manajer bertindak           antara atasan dan bawahan serta                  berbagai hal yang terkait dengan
      adil                                            keterlibatan para pekerja dalam berbagai         pekerjaan akan menyebabkan terjadinya
2. Jika pekerjaan yang harus dilakukan jelas          keputusan akan memuaskan kebutuhan               peningkatan kinerja dan efisiensi.
      dan para pekerja diawasi secara ketat,          para pekerja untuk diperhatikan dan        2. Kepuasan kerja akan terwujud melalui
      maka para pekerja akan mampu bekerja            dianggap penting serta berguna.                  berbagai hasil positif yang dapat
      sesuai dengan standar                     2. Pemuasan terhadap kebutuhan para pekerja            ditunjukkan oleh para pekerja dalam
                                                      untuk dianggap penting dan berguna akan          setiap kesempatan.
                                                      meningkatkan moral dan semangat para
                                                      pekerja dan pada akhirnya para pekerja
                                                      akan bersedia untuk bekerja sama
5 Perspektif Kontemporer mengenai
                Motivasi
• perspektif kebutuhan (Need perspectives)
• perspektif keseimbangan dan keadilan (equity
  perspectives)
• perspektif pengharapan (expectancy
  perspectives)
• perspektif penguatan (reinforcement
  perspectives)
• perspektif penyusunan tujuan (Goal Setting
  Theory)
Perspektif kebutuhan (Need
  perspectives) mengenai Motivasi
• teori hirarki kebutuhan (Hierarchy of Needs) dari
  Abraham Maslow
• teori ERG dari Clayton Alderfer
• teori tiga kebutuhan dari Atkinson dan
  McClelland
• teori dua faktor (Two-Factor Theory) dari
  Frederich Herzberg
Hirarki Kebutuhan (Maslow)

                             Kebutuhan


                                      Pekerjaan yang
 Contoh secara         Prestasi          Menantang
    Umum                                                 Contoh dalam
                             Aktualisasi Diri             Organisasi
                 Status
                            Penghargaan Jabatan tertentu

           Persahabatan        Sosial         Teman Sekerja
                             Keamanan
          Kestabilan                               Rencana pasca Pensiun
                                  Fisik
       Makanan                                         Upah Minimum
Teori ERG dari Alderfer

                                  GROWTH
     Aktualisasi Diri              Needs

    Penghargaan
                                RELATEDNESS
       Sosial                      Needs
     Keamanan
                                 EXISTENCE
        Fisik
                                    Needs


Tingkatan Kebutuhan dari   Teori ERG dari Alderfer
        Maslow
Teori 3 kebutuhan Atkinson dan
          McClelland


                  Kebutuhan Manusia



Kebutuhan untuk    Kebutuhan untuk    Kebutuhan akan
  Berprestasi        Berafiliasi        Kekuasaan
   (N-Ach)             (N-Aff)           (N-Pow)
Teori Dua Faktor dari Herzberg
•   Motivating Factors
     –   kesempatan untuk berprestasi(achievement)
     –   pengakuan dalam lingkungan pekerjaan (recognition)
     –   kesempatan untuk bertanggungjawab (responsibility)
     –   kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan diri (advancement
         and growth)
•   Hygiene Factors
     – kebutuhan akan kebijakan dan administrasi perusahaan yang jelas dan adil
       (company policy and administration)
     – supervisi yang memadai (supervision)
     – keserasian hubungan dengan supervisi (relationship with supervision)
     – kondisi pekerjaan yang kondusif (working condition)
     – gaji atau upah yang layak(salary)
     – hubungan yang baik antar pekerja (relationship with peers)
     – adanya penghargaan terhadap kehidupan pribadi (personal life)
     – hubungan yang serasi dengan bawahan (relationship with subordinates)
     – kejelasan status pekerjaan (job status)
     – masa depan dari pekerjaan yang dijalani(job safety)
Perspektif Keseimbangan dan Keadilan

   mengenai Motivasi (Equity Theory)
• Motivasi Individu ditentukan oleh kesesuaian antara Job
  Input dan Job Rewards


   Job Inputs :                 Job Rewards:

   •Usaha                       •Upah
   •Kemampuan                   •Kepastian dan
   •Keahlian                    Keamanan Kerja
   •Loyalitas                   •Benefit
   •Waktu                       •Peluang Karir
   •Kompetensi                  •Status
                                •Peluang Promosi
Perspektif Pengharapan
         mengenai Motivasi
• 4 asumsi dasar (Nadler & Lawler)
  – Perilaku sangat ditentukan oleh kombinasi dari
    berbagai faktor individu dan berbagai faktor
    lingkungan
  – Perilaku individu dalam organisasi senantiasa
    ditentukan oleh kesadaran dari keputusan setiap
    individu.
  – Individu memiliki keragaman kebutuhan,
    pengharapan dan tujuan.
  – Masing-masing individu cenderung akan berperilaku
    berdasarkan pilihan alternatif perilaku yang terkait
    dengan harapan mereka
3 komponen utama
   dalam Perspektif Pengharapan
• pengharapan terhadap hasil yang akan
  diperoleh (outcome-performance expectancy)
• dorongan terhadap motivasi (valence)
• pengharapan akan usaha yang perlu dilakukan
  (effort-performance expectancy)
Penghargaan Intrinsik dan
       Ekstrinsik

                  Harapan Atas
                  Penghargaan


       Intrinsik              Ekstrinsik
  Contoh : Puas atas        Contoh: Bonus,
pekerjaan, kepercayaan    Promosi, Pujian, dll
        diri, dll
Perspektif Penguatan mengenai
              Motivasi
• Kerangka Pikir BF Skinner


                      Perlakuan   Respon
  Stimulan   Respon   yang        Selanjutnya
                      diterima
Modifikasi Perilaku
• penguatan positif (positive reinforcement)
• pembelajaran melalui penghindaran
  terhadap sesuatu (avoidance learning)
• pengecualian atau peniadaan (extinction)
• hukuman (punishment)
Perspektif Penyusunan Tujuan
       mengenai Motivasi
• Menyangkut tingkat keterlibatan anggota
  dalam penyusunan dan penentuan tujuan
  organisasi
• Anggota yang bertipe-X cenderung kurang
  dilibatkan dalam penyusunan tujuan,
  sedangkan yang bertipe-Y cenderung untuk
  lebih dilibatkan dalam penyusunan tujuan.
  (Kerangka McGregor)

Motivasi

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Motivasi Keadaan dalampribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan
  • 3.
    Kemampuan manajer untuk memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan para bawahannya akan menentukan efektifitas manajer
  • 4.
    Faktor Penentu Kinerja(Griffin) • Motivasi (Motivation) • Kemampuan (Ability) • Lingkungan Pekerjaan (Work Environment)
  • 5.
    Motivasi sebagai PendorongIndividu Kebutuhan atau Pencarian Jalan Keluar bagi Pilihan Perilaku untuk memenuhi Kesenjangan memenuhi dan memuaskan dan memuaskan kebutuhan Kebutuhan kebutuhan Penentuan kebutuhan di Evaluasi atas masa yang akan datang dan Pemuasan Kebutuhan pencarian bagi cara pemenuhannya
  • 6.
    Beberapa Pendekatan Mengenai Motivasi • pendekatan tradisional atau dikenal sebagai traditional model of motivation theory, • pendekatan relasi manusia atau human relation model • pendekatan sumber daya manusia atau human resources model.
  • 7.
    Pendekatan Tradisional Pendekatan Relasi Manusia Pendekatan SDM ASUMSI 1. Pekerjaan pada dasarnya merupakan sesuatu 1. Pada dasarnya manusia ingin dianggap 1. Pekerjaan pada dasarnya bukan merupakan yang tidak disukai oleh setiap orang penting dan berguna sesuatu yang tidak disukai. Para pekerja karena merupakan sebuah beban. 2. Manusia ingin merasa dimiliki dan diakui ingin memberikan kontribusi terhadap 2. Apa yang seseorang lakukan tidak lebih eksistensinya secara individual dalam suatu tujuan yang memberikan manfaat. penting dari apa yang dapat diperoleh lingkungan sosial 2. Hampir semua orang pada dasarnya dapat oleh seseorang karena melakukan hal 3. Perasaan sebagaimana yang disebutkan dalam melakukan sesuatu yang kreatif, inovatif, tersebut asumsi 1 dan 2 adalah lebih penting dan penuh tantangan daripada sekedar 3. Hanya sedikit orang yang mau dan mampu daripada kompensasi berupa uang. menjalankan tugas yang diperintahkan mengerjakan pekerjaan yang kreatif, pada mereka. inovatif, dan penuh tantangan KEBIJAKAN YANG DAPAT DILAKUKAN 1. Manajer harus memberi perintah dan 1. Manajer bertugas untuk menciptakan suasana 1. Manajer perlu memastikan bahwa seluruh mengawasi bawahan dalam setiap dimana para pekerja menganggap dirinya sumber daya manusia didayagunakan dan pekerjaan penting dan bermanfaat bagi perusahaan. dimanfaatkan secara optimal. 2. Manajer harus menerjemahkan pekerjaan 2. Manajer perlu untuk selalu mengakomodasi 2. Manajer perlu mewujudkan suasana kedalam bentuk perintah yang sederhana, usulan dari bawahan dan memastikan pekerjaan yang dapat mendorong seluruh spesifik, dan jelas agar mudah untuk bahwa para pekerja selalu mendapatkan sumber daya manusia bekerja dikerjakan oleh bawahan informasi terkini mengenai pekerjaan berdasarkan kemampuannya masing- 3. Manajer harus membuat jadual pekerjaan 3. Manajer perlu memberikan kesempatan masing. secara rutin dan rinci dan kepada para pekerja untuk melakukan 3. Manajer perlu mendukung adanya partisipasi mengkordinasikannya setiap saat. inisiatif dan kemandirian dalam setiap dari para pekerja dalam hal bekerja, pekerjaan berinisiatif, dan melakukan pekerjaan secara mandiri. HARAPAN 1. Para pekerja akan melakukan pekerjaan jika 1. Adanya transparansi informasi yang memadai 1. Peningkatan keterlibatan pekerja dalam upahnya memadai dan manajer bertindak antara atasan dan bawahan serta berbagai hal yang terkait dengan adil keterlibatan para pekerja dalam berbagai pekerjaan akan menyebabkan terjadinya 2. Jika pekerjaan yang harus dilakukan jelas keputusan akan memuaskan kebutuhan peningkatan kinerja dan efisiensi. dan para pekerja diawasi secara ketat, para pekerja untuk diperhatikan dan 2. Kepuasan kerja akan terwujud melalui maka para pekerja akan mampu bekerja dianggap penting serta berguna. berbagai hasil positif yang dapat sesuai dengan standar 2. Pemuasan terhadap kebutuhan para pekerja ditunjukkan oleh para pekerja dalam untuk dianggap penting dan berguna akan setiap kesempatan. meningkatkan moral dan semangat para pekerja dan pada akhirnya para pekerja akan bersedia untuk bekerja sama
  • 8.
    5 Perspektif Kontemporermengenai Motivasi • perspektif kebutuhan (Need perspectives) • perspektif keseimbangan dan keadilan (equity perspectives) • perspektif pengharapan (expectancy perspectives) • perspektif penguatan (reinforcement perspectives) • perspektif penyusunan tujuan (Goal Setting Theory)
  • 9.
    Perspektif kebutuhan (Need perspectives) mengenai Motivasi • teori hirarki kebutuhan (Hierarchy of Needs) dari Abraham Maslow • teori ERG dari Clayton Alderfer • teori tiga kebutuhan dari Atkinson dan McClelland • teori dua faktor (Two-Factor Theory) dari Frederich Herzberg
  • 10.
    Hirarki Kebutuhan (Maslow) Kebutuhan Pekerjaan yang Contoh secara Prestasi Menantang Umum Contoh dalam Aktualisasi Diri Organisasi Status Penghargaan Jabatan tertentu Persahabatan Sosial Teman Sekerja Keamanan Kestabilan Rencana pasca Pensiun Fisik Makanan Upah Minimum
  • 11.
    Teori ERG dariAlderfer GROWTH Aktualisasi Diri Needs Penghargaan RELATEDNESS Sosial Needs Keamanan EXISTENCE Fisik Needs Tingkatan Kebutuhan dari Teori ERG dari Alderfer Maslow
  • 12.
    Teori 3 kebutuhanAtkinson dan McClelland Kebutuhan Manusia Kebutuhan untuk Kebutuhan untuk Kebutuhan akan Berprestasi Berafiliasi Kekuasaan (N-Ach) (N-Aff) (N-Pow)
  • 13.
    Teori Dua Faktordari Herzberg • Motivating Factors – kesempatan untuk berprestasi(achievement) – pengakuan dalam lingkungan pekerjaan (recognition) – kesempatan untuk bertanggungjawab (responsibility) – kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan diri (advancement and growth) • Hygiene Factors – kebutuhan akan kebijakan dan administrasi perusahaan yang jelas dan adil (company policy and administration) – supervisi yang memadai (supervision) – keserasian hubungan dengan supervisi (relationship with supervision) – kondisi pekerjaan yang kondusif (working condition) – gaji atau upah yang layak(salary) – hubungan yang baik antar pekerja (relationship with peers) – adanya penghargaan terhadap kehidupan pribadi (personal life) – hubungan yang serasi dengan bawahan (relationship with subordinates) – kejelasan status pekerjaan (job status) – masa depan dari pekerjaan yang dijalani(job safety)
  • 14.
    Perspektif Keseimbangan danKeadilan mengenai Motivasi (Equity Theory) • Motivasi Individu ditentukan oleh kesesuaian antara Job Input dan Job Rewards Job Inputs : Job Rewards: •Usaha •Upah •Kemampuan •Kepastian dan •Keahlian Keamanan Kerja •Loyalitas •Benefit •Waktu •Peluang Karir •Kompetensi •Status •Peluang Promosi
  • 15.
    Perspektif Pengharapan mengenai Motivasi • 4 asumsi dasar (Nadler & Lawler) – Perilaku sangat ditentukan oleh kombinasi dari berbagai faktor individu dan berbagai faktor lingkungan – Perilaku individu dalam organisasi senantiasa ditentukan oleh kesadaran dari keputusan setiap individu. – Individu memiliki keragaman kebutuhan, pengharapan dan tujuan. – Masing-masing individu cenderung akan berperilaku berdasarkan pilihan alternatif perilaku yang terkait dengan harapan mereka
  • 16.
    3 komponen utama dalam Perspektif Pengharapan • pengharapan terhadap hasil yang akan diperoleh (outcome-performance expectancy) • dorongan terhadap motivasi (valence) • pengharapan akan usaha yang perlu dilakukan (effort-performance expectancy)
  • 17.
    Penghargaan Intrinsik dan Ekstrinsik Harapan Atas Penghargaan Intrinsik Ekstrinsik Contoh : Puas atas Contoh: Bonus, pekerjaan, kepercayaan Promosi, Pujian, dll diri, dll
  • 18.
    Perspektif Penguatan mengenai Motivasi • Kerangka Pikir BF Skinner Perlakuan Respon Stimulan Respon yang Selanjutnya diterima
  • 19.
    Modifikasi Perilaku • penguatanpositif (positive reinforcement) • pembelajaran melalui penghindaran terhadap sesuatu (avoidance learning) • pengecualian atau peniadaan (extinction) • hukuman (punishment)
  • 20.
    Perspektif Penyusunan Tujuan mengenai Motivasi • Menyangkut tingkat keterlibatan anggota dalam penyusunan dan penentuan tujuan organisasi • Anggota yang bertipe-X cenderung kurang dilibatkan dalam penyusunan tujuan, sedangkan yang bertipe-Y cenderung untuk lebih dilibatkan dalam penyusunan tujuan. (Kerangka McGregor)