L/O/G/O
L/O/G/O
MOMEN INERSIA
Momen Inersia
Benda bermassa m berotasi dalam lingkaran dengan jari – jari r dengan
pengaruh suatu gaya tangensial Ft dan suatu gaya jari – jari Fr
Gaya tangensial menghasilkan percepatan
tangensial at dan
Besar torsi terhadap pusat lingkaran yang diakibatkan
oleh Ft adalah
Oleh karena percepatan tangensial berhubungan
dengan percepatan sudut melalui at = rα , torsi
dapat dinyatakan sebagai
 Akhirnya, disini kita mendapatkan hubungan langsung
antara percepatan sudut dan torsi τ. Kuantitas mr2
menyatakan momen inersia partikel dan disebut momen
inersia.
Gambar. Benda A dan B yang
sedang berotasi
Besar momen inersia bergantung pada
massanya dan juga jaraknya dari sumbu
rotasi. Semakin jauh dari sumbu rotasi maka
momen inersianya akan semakin besar.
 Pada benda B benda di atas manakah
yang memiliki momen inersia yang lebih
besar? Kedua benda bermassa sama,
tetapi r2 > r1 sehingga momen inersia
benda B lebih besar daripada benda A.
Dengan demikian, kita bisa melihat bahwa momen
inersia menunjukkan sebaran massanya. Semakin
besar jaraknya yang berarti semakin tersebar, maka
momen inersianya semakin besar.
 Untuk sistem dengan dua benda seperti pada
gambar maka momen inersia sistem adalah
Bila suatu sistem
terdiri atas banyak
partikel maka
momen inersia
totalnya merupakan
jumlah momen
inersia masing-
masing partikel.
Pada sistem dua benda di atas momen inersia
totalnya adalah:
 Pada gambar benda A berjarak r1 dari sumbu dan B
berjarak r2 dari sumbu rotasi.
 Kedua benda massanya sama, momen inersia benda B lebih
besar daripada momen inersia benda kedua
 Momen inersia total adalah jumlah antara momen inersia A
dan B.
Momen Inersia untuk Berbagai
Benda pada Berbagai Sumbu Rotasi
Kulit silinder terhadap
sumbu yang lewat pusat
silinder.
Kulit silinder yang panjangnya
L terhadap diameter yang
lewat pusat.
Momen Inersia untuk Berbagai
Benda pada Berbagai Sumbu Rotasi
Silinder pejal terhadap
sumbu.
Silinder pejal berjari jari R,
panjangnya L terhadap
diameter yang melalui pusat.
Batang tipis terhadap
garis tegak lurus melalui
salah satu ujungnya.
Kulit bola tipis berjari-jari
R terhadap diameter-
nya.
Batang tipis terhadap
garis tegak lurus yang
melalui pusat.
Bola pejal berjari-jari R
terhadap diameternya.
Balok padat terhadap
sumbu yang melalui
pusat tegak lurus pada
permukaan.
L/O/G/O
Thank You!

Momen inersia

  • 1.
  • 2.
    Momen Inersia Benda bermassam berotasi dalam lingkaran dengan jari – jari r dengan pengaruh suatu gaya tangensial Ft dan suatu gaya jari – jari Fr Gaya tangensial menghasilkan percepatan tangensial at dan Besar torsi terhadap pusat lingkaran yang diakibatkan oleh Ft adalah
  • 3.
    Oleh karena percepatantangensial berhubungan dengan percepatan sudut melalui at = rα , torsi dapat dinyatakan sebagai
  • 4.
     Akhirnya, disinikita mendapatkan hubungan langsung antara percepatan sudut dan torsi τ. Kuantitas mr2 menyatakan momen inersia partikel dan disebut momen inersia.
  • 5.
    Gambar. Benda Adan B yang sedang berotasi Besar momen inersia bergantung pada massanya dan juga jaraknya dari sumbu rotasi. Semakin jauh dari sumbu rotasi maka momen inersianya akan semakin besar.  Pada benda B benda di atas manakah yang memiliki momen inersia yang lebih besar? Kedua benda bermassa sama, tetapi r2 > r1 sehingga momen inersia benda B lebih besar daripada benda A.
  • 6.
    Dengan demikian, kitabisa melihat bahwa momen inersia menunjukkan sebaran massanya. Semakin besar jaraknya yang berarti semakin tersebar, maka momen inersianya semakin besar.  Untuk sistem dengan dua benda seperti pada gambar maka momen inersia sistem adalah
  • 7.
    Bila suatu sistem terdiriatas banyak partikel maka momen inersia totalnya merupakan jumlah momen inersia masing- masing partikel.
  • 8.
    Pada sistem duabenda di atas momen inersia totalnya adalah:  Pada gambar benda A berjarak r1 dari sumbu dan B berjarak r2 dari sumbu rotasi.  Kedua benda massanya sama, momen inersia benda B lebih besar daripada momen inersia benda kedua  Momen inersia total adalah jumlah antara momen inersia A dan B.
  • 9.
    Momen Inersia untukBerbagai Benda pada Berbagai Sumbu Rotasi
  • 10.
    Kulit silinder terhadap sumbuyang lewat pusat silinder. Kulit silinder yang panjangnya L terhadap diameter yang lewat pusat. Momen Inersia untuk Berbagai Benda pada Berbagai Sumbu Rotasi
  • 11.
    Silinder pejal terhadap sumbu. Silinderpejal berjari jari R, panjangnya L terhadap diameter yang melalui pusat.
  • 12.
    Batang tipis terhadap garistegak lurus melalui salah satu ujungnya. Kulit bola tipis berjari-jari R terhadap diameter- nya.
  • 13.
    Batang tipis terhadap garistegak lurus yang melalui pusat. Bola pejal berjari-jari R terhadap diameternya. Balok padat terhadap sumbu yang melalui pusat tegak lurus pada permukaan.
  • 14.