1. Al fina Dwi R.
(02)
2. Arum Nur Rochmi (07)
3. Fitri Hastuti
(15)
4. Itsnaini Wahyu U. (22)
5. Jodi Ashrib S.Y. (23)
A. Memahami Al-Qur’an,
Hadist, dan ijtihad sebagai
sumber hukum islam
B. Contoh sumber hukum islam
C. Penerapan perilaku mulia
A. Memahami Al-Qur’an,Hadis,dan
ijtihad sebagai sumber hukum
islam
Sumber hukumislammerupakansuatu rujukan,landasanatau
dasar yang utamadalam pengambilanhukumislam.
Sebagaisumber yang baik dan sempurna,hendaklahmemilikisifat
dinamis,benar, dan mutlak.
Dinamismaksudnya bisa digunakankapansaja,dimana saja,
kepada siapa saja. Benarartinya Al-Qur’an mengandungkebenaran
yang dibuktikandengan fakta.Mutlak
maksudnya Al-Qur’an tidak diragukanlagi
kebenarannya.
B. Contoh sumber hukum islam
C. Penerapan perilaku mulia
A. Memahami Al-Qur’an,
Hadist, dan ijtihad sebagai
sumber hukum islam
I. Al-Qur’anul Karim
1. Pengertian Al-Qur’an
Menurutbahasaal-Qur’anberasaldari kata qara’a –yaqra’u–qira’atan–
qur’anan,yangberartisesuatuyangdibacaatau bacaan.
MenurutIstilah,Al-QuranadalahfirmanAllahyangditurunkankepada
Rasulullahmelaluimalaikat Jibrildalambahasaarab. Ditulisdalam
mushaf.
2. Kedudukan Al-Qur’an
AlQuranditurunkankepada NabiMuhammadSaw. Al-Quranmerupakan
sumberhukumutamabaik dalammengaturhubunganantara manusia
denganAllahswt.,hubunganmanusiadenganmanusia,hubunganmanusia
denganalam semesta,sehinggasemua persoalanharusberpedomankepada
Al-Qur’an.Al-Qur’anadalahsumberdari segala sumberhukumdi
kehidupanduniamaupunakhirat.
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul
(Sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian
yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya “.
(QS An-Nisa’:59)
Sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an :
3. Kandungan hukum dalam al-Qur’an
Ada bagianbagianhukumyangterdapatdalamal-Qur’anyaitu,
i. Akidah atau keimanan
Akidahatau keimananadalahkeyakinanyangkuatdidalamhati.Akidah
berkaitandenganrukunimanyaituimankepada Allahswt,malaikat,kitab
suci,pararasul,hari kiamat,danqadhadanqadarAllahswt.
ii. Syari’ah atau ibadah
Hukumsyari’ahmengaturtentangtatacara ibadah yangbaik.
Syari’ah dapat di bedakan menjadi dua hukum :
a) Hukum ibadah
Hukumyangmengatur pelaksanaanibadahyangsesuaidenganajaranislam.
Hukumibadahmengandungperintahuntuksholat,haji,zakat, puasa,dan
lainsebagainya.
b) Hukum Mu’amalah
HukumyangmengaturInteraksi antaramanusiadengan
sesamanya,sepertihukumtentangtatacara jualbeli,pernikahan.
Ada 2 macam ibadah yaitu :
*Ibadah mahdah adalahhubungan antara seorang muslim dengan
AllahSWT yang bersifat ritual (peribadatan).
contoh : sholat, zakat, puasa, haji.
*Ibadah gairu mahdah adalahibadah yang berhubungan sesama
makhlukhidup dengan ketentuanAllahswt dijalankandengan ikhlas.
contoh : sadaqah, qurban, aqiqah.
iii. Akhlaq atau Budi Pekerti
Al-Qur’an menuntun bagaimanaseharusnya manusiaberakhlaq atau
berperilaku, baikpada manusiadengan manusia,manusiadengan
AllahSwt, ataupunmanusiadengan alam semesta.
II. Hadist atau sunnah
1. Pengertian
Menurutbahasahadistberartiperkataanatauucapan.
Menurutistilahhadistadalahsegalaperkataan,perbuatan,dan ketetapan
(Taqrir)yangdilakukanNabiMuhammadsaw.
Hadistadalahucapanatau perkataan Rasulullahsaw,sedangkansunnah
adalahperbuatanyangdilakukanRasulullahsawyangmenjadisumber
hukumislam.
 Hadist terdiri dari beberapa bagian yaitu:
a. Sanad, yaitusekelompokorang atauseseorangyangmenyampaikan
hadistdari Rasulullahsawsampaikepadakita sekarangini.
b. Matan, Matandiambildari bahasaArab (matn).Matan adalahmateri
hadistyangdisampaikanRasulullahsaw.
c. Rawiadalahorang yangmeriwayatkanatau memberitakan Hadits.Seperti
Imam bukhari.
2. Kedudukan Hadist atau sunnah
Hadist dijadikansumber hukum kedua setelah Al-Qur’an atauberada
satu tingkat di bawah al-Qur’an.Jikaperkara hukum tidakterdapat
pada al-Qur’anmaka bisamemakai hadist. Hal inisebagaimanafirman
AllahSwt :
Artinya :
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya
bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah amat keras hukumannya.” (QS Al Hasyr : 7)
3. Fungsi Hadis terhadap Al-Qur’an
Fungsihadis terhadap Al-Qur’an dapat dikelompokkan
sebagaiberikut :
• Menjelaskanayat-ayat Al-Qur’an yang masih bersifat umum
• Memperkuatpernyataan yang ada dalam Al-Qur’an
• Menerangkanmaksuddan tujuanayat
• Menetapkansesuatu yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an
Macam-macam hadits
 Berdasarkan segiperawinya
a. Hadits Mutawattir = hadits yang di riwayatkanoleh banyak perawi.
Seperti, HR. Bukhari. Muslim. dan Tirmidzi
b. Hadits Masyur = hadits yang di riwayatkanoleh dua orang ataulebih.
Seperti, HR. Bukhari. Muslim
c. Hadits Ahad = hadist yang di riwayatkanoleh satu orang atau dua
orang perawi. Seperti, HR. Baihaqi
 Berdasarkan segi kualitas perawinya
a. Hadits Sahih = perawinya adil dan kuat hafalannya
b. Hadits Hasan = perawinya adil tetapi kurang kuat hafalannya
c. Hadits Da’if = hadits ini dapat di jadikan motivasi beribadah
d. Hadits Maudu’ = hadits yang tidak dapat dijadikan landasan hukum,
karena hadits yang tidak bersumber dari Rasulullah Saw.
III. Ijtihad sebagai upaya memahami
Al-Qur’an dan hadist
1. Pengertian
Menurut bahasa,berasal dari bahasaarab ijtahada-yajahidu-
ijtihadanyang berarti mengerahkan segalakemampuan, sungguh
sungguh ataubekerja secara optimal.
Menurut istilah,ijtihad adalahmencurahkansegenap tenagadan
pikiran secara sungguh sungguh dalam menetapkan suatuhukum.
2. Syarat-syarat berijtihad
 Memiliki pengetahuan yang luasdan mendalam
 Memiliki pemahaman tentang bahasaArab, ilmu tafsir, fikihdan
tarikh(sejarah)
 Memahami caramerumuskan hukum (istinbat)
 Memiliki keluhuranakhlaqmulia
3. Kedudukan ijtihad
Ijtihad memiliki kedudukan sebagai sumber hukum islam setelah Al-
Qur’an dan hadist. Ijtihad dilakukanjikasuatupersoalan tidak
ditemukan hukumnya di dalam Al-Qur’an dan Hadist. Seseorang yang
berijtihad sesuaidengan kemampuannya dan ilmunya. Halini di
tegaskandalam hadits yang artinya :
“Dari Amr bin as, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda “Apabila
seorang hakim telah berijtihad dalam memutuskan suatu persoalan
ternyata ijtihadnya benar, maka ia mendapatkan 2 pahala, dan apabila
dia berijtihad, kemudian ijtihadnya salah, maka ia mendapat satu
pahala” ( HR. Bukhari dan Muslim)
4. Bentuk bentuk ijtihad
a. Ijma’
Ijma’ adalahkesepakatanpara ulamaahliijtihaddalam suatuperkara
atauhukum.
contoh : di masa sahabatmembuat kesepakatanuntuk menghimpun
wahyu ilahiyang berbentuk lembaran terpisah menjadi mushaf Al-
Qur’an
b. Qiyas
Qiyas adalahmempersamakan/menganalogikan masalahbaru yang
tidak terdapat dalam Al-Qur’anatauhadist dengan yang sudah
terdapat hukumnyadalam Al-Qur’an dan hadist karena kesamaan
sifatataukarakter.
contoh : mengharamkanhukum minuman kerasselainkhamr seperti
vodka, brendy, wisky, narkoba karenamemiliki sifat yang sama
dengan khamr yaitu memabukkan
c. Maslahah mursalah
Maslahahmursalahartinya penetapan hukum yang menitikberatkan
pada kemanfaatansuatuperbuatan.
contoh : seseorang wajib mengganti kerugian pemilik barang karena
kerusakandi luar kesepakatanyang telah ditetapkan.
Pembagian Hukum Islam
 Hukum Taklif
Hukum Taklifiadalahilmu tuntunanAllah SWT. untuk meninggalkan
ataumelakukansuatu perbuatan.
Macam-macamhukum taklif :
a. Wajib : Apabila dikerjakanmendapat pahaladan jikaditinggalkan
berakibat dosa. Misal: perintah shalat,puasa, zakat, hajidsb.
b. Sunnah : Apabila dikerjakanakanmendapat pahaladan jika
ditinggalkan takmendapat dosa. Misal: shalattarawih, puasasenin
kamisdsb.
c. Haram : Apabila di kerjakanakanmendapat dosa dan apabila
ditinggalkanmendapat pahala. Misal: minum minuman khamr,
berjudi, berzina, mencuri dsb.
d. Makhruh (Karahah) : Apabiladikerjakantidaklahmendapatkan
dosa dan apabiladitinggalkanmendapatpahala.Misal:
mengkonsumsimakananyang berbau taksedapcontoh petaidan
jengkol.
e. Mubah : Apabiladikerjakanataupunditinggalkantakmendapat
dosa. Misal: makanroti,minumsusu, tidurdi kasur dsb.
 Hukum Wad’i
Hukum wad’i adalahperintah Allah Swt. Yang merupakan sebab,
syarat, ataupenghalang bagi adanya sesuatu.
Macam macam hukum wad’i :
a. Sebab : sholat menjadi sebab adanyakewajiban terlebih dahulu,
tergelincirnya mataharimenjadi sebab wajibnya sholat zhuhur
b. Syarat : menutup auratmerupakan salahsatu syaratsah sholat
c. Mani’ (Penghalang) : najis yang ada di badan pakaianseseorang
yang sedang sholat menjadi penghalang bagi sahnyasholat
d. Azimah dan Ruhsah
• Azimah adalah peraturan Allahyang aslidan tersurat di Al Qur’an
dan Hadits
misal : kewajibansholat 5 waktudan puasa ramadhan
• Ruhsahadalahketentuanyang disyariatkanoleh Allahsebagai
keringanandalam keadaantertentu.
misal : menjamakmengqashar sholat
A. Memahami Al-Qur’an,
Hadist, dan ijtihad sebagai
sumber hukum islam
B. Contoh sumber hukum islam
C. Penerapan perilaku mulia
1. Gemar membaca dan mempelajari al-Qur’an dan
hadist baik sedang santai maupun sedang sibuk.
2. Berusaha untuk merealisasikan ajaran-ajaran al-
Qur’an dan Hadist.
3. Selalu mengonfirmasi segala persoalan yang dihadapi
dengan al-Qur’an dan hadist dengan mempelajari
sendiri atau bertanya kepada ahlinya.
4. Mencintai orang-orang yang senantiasa berusaha
mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran al-
Qur’an dan Sunnah.
5. Membiasakan diri berfikir secara rasional dengan
tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan
Hadist.
6. Kritis terhadap persoalan yang dihadapi untuk
berupaya agar tidak keluar dari ajaran al-Qur’an
dan sunnah.
7. Aktif bertanya dan berdiskusi dengan orang yang
dianggap memiliki keahlian agama dan
berakhlak mulia.
8. Berhati-hati dalam bertindak.
9. Berusaha mengerjakan segala kewajiban dan
meninggalkan larangan.
10. Membiasakan diri untuk mengerjakan ibadah
sunnah untuk menyempurnakan ibadah yang
belum sempurna.
Memahami alquran, al hadist, dan istihad sebagai sumber hukum islam
Memahami alquran, al hadist, dan istihad sebagai sumber hukum islam

Memahami alquran, al hadist, dan istihad sebagai sumber hukum islam

  • 2.
    1. Al finaDwi R. (02) 2. Arum Nur Rochmi (07) 3. Fitri Hastuti (15) 4. Itsnaini Wahyu U. (22) 5. Jodi Ashrib S.Y. (23)
  • 3.
    A. Memahami Al-Qur’an, Hadist,dan ijtihad sebagai sumber hukum islam B. Contoh sumber hukum islam C. Penerapan perilaku mulia
  • 4.
    A. Memahami Al-Qur’an,Hadis,dan ijtihadsebagai sumber hukum islam Sumber hukumislammerupakansuatu rujukan,landasanatau dasar yang utamadalam pengambilanhukumislam. Sebagaisumber yang baik dan sempurna,hendaklahmemilikisifat dinamis,benar, dan mutlak. Dinamismaksudnya bisa digunakankapansaja,dimana saja, kepada siapa saja. Benarartinya Al-Qur’an mengandungkebenaran yang dibuktikandengan fakta.Mutlak maksudnya Al-Qur’an tidak diragukanlagi kebenarannya.
  • 5.
    B. Contoh sumberhukum islam C. Penerapan perilaku mulia A. Memahami Al-Qur’an, Hadist, dan ijtihad sebagai sumber hukum islam
  • 6.
    I. Al-Qur’anul Karim 1.Pengertian Al-Qur’an Menurutbahasaal-Qur’anberasaldari kata qara’a –yaqra’u–qira’atan– qur’anan,yangberartisesuatuyangdibacaatau bacaan. MenurutIstilah,Al-QuranadalahfirmanAllahyangditurunkankepada Rasulullahmelaluimalaikat Jibrildalambahasaarab. Ditulisdalam mushaf. 2. Kedudukan Al-Qur’an AlQuranditurunkankepada NabiMuhammadSaw. Al-Quranmerupakan sumberhukumutamabaik dalammengaturhubunganantara manusia denganAllahswt.,hubunganmanusiadenganmanusia,hubunganmanusia denganalam semesta,sehinggasemua persoalanharusberpedomankepada Al-Qur’an.Al-Qur’anadalahsumberdari segala sumberhukumdi kehidupanduniamaupunakhirat.
  • 7.
    Artinya: “Hai orang-orang yangberiman taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya “. (QS An-Nisa’:59) Sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an :
  • 8.
    3. Kandungan hukumdalam al-Qur’an Ada bagianbagianhukumyangterdapatdalamal-Qur’anyaitu, i. Akidah atau keimanan Akidahatau keimananadalahkeyakinanyangkuatdidalamhati.Akidah berkaitandenganrukunimanyaituimankepada Allahswt,malaikat,kitab suci,pararasul,hari kiamat,danqadhadanqadarAllahswt. ii. Syari’ah atau ibadah Hukumsyari’ahmengaturtentangtatacara ibadah yangbaik. Syari’ah dapat di bedakan menjadi dua hukum : a) Hukum ibadah Hukumyangmengatur pelaksanaanibadahyangsesuaidenganajaranislam. Hukumibadahmengandungperintahuntuksholat,haji,zakat, puasa,dan lainsebagainya. b) Hukum Mu’amalah HukumyangmengaturInteraksi antaramanusiadengan sesamanya,sepertihukumtentangtatacara jualbeli,pernikahan.
  • 9.
    Ada 2 macamibadah yaitu : *Ibadah mahdah adalahhubungan antara seorang muslim dengan AllahSWT yang bersifat ritual (peribadatan). contoh : sholat, zakat, puasa, haji. *Ibadah gairu mahdah adalahibadah yang berhubungan sesama makhlukhidup dengan ketentuanAllahswt dijalankandengan ikhlas. contoh : sadaqah, qurban, aqiqah. iii. Akhlaq atau Budi Pekerti Al-Qur’an menuntun bagaimanaseharusnya manusiaberakhlaq atau berperilaku, baikpada manusiadengan manusia,manusiadengan AllahSwt, ataupunmanusiadengan alam semesta.
  • 10.
    II. Hadist atausunnah 1. Pengertian Menurutbahasahadistberartiperkataanatauucapan. Menurutistilahhadistadalahsegalaperkataan,perbuatan,dan ketetapan (Taqrir)yangdilakukanNabiMuhammadsaw. Hadistadalahucapanatau perkataan Rasulullahsaw,sedangkansunnah adalahperbuatanyangdilakukanRasulullahsawyangmenjadisumber hukumislam.  Hadist terdiri dari beberapa bagian yaitu: a. Sanad, yaitusekelompokorang atauseseorangyangmenyampaikan hadistdari Rasulullahsawsampaikepadakita sekarangini. b. Matan, Matandiambildari bahasaArab (matn).Matan adalahmateri hadistyangdisampaikanRasulullahsaw. c. Rawiadalahorang yangmeriwayatkanatau memberitakan Hadits.Seperti Imam bukhari.
  • 11.
    2. Kedudukan Hadistatau sunnah Hadist dijadikansumber hukum kedua setelah Al-Qur’an atauberada satu tingkat di bawah al-Qur’an.Jikaperkara hukum tidakterdapat pada al-Qur’anmaka bisamemakai hadist. Hal inisebagaimanafirman AllahSwt : Artinya : “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS Al Hasyr : 7)
  • 12.
    3. Fungsi Hadisterhadap Al-Qur’an Fungsihadis terhadap Al-Qur’an dapat dikelompokkan sebagaiberikut : • Menjelaskanayat-ayat Al-Qur’an yang masih bersifat umum • Memperkuatpernyataan yang ada dalam Al-Qur’an • Menerangkanmaksuddan tujuanayat • Menetapkansesuatu yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an
  • 13.
    Macam-macam hadits  Berdasarkansegiperawinya a. Hadits Mutawattir = hadits yang di riwayatkanoleh banyak perawi. Seperti, HR. Bukhari. Muslim. dan Tirmidzi b. Hadits Masyur = hadits yang di riwayatkanoleh dua orang ataulebih. Seperti, HR. Bukhari. Muslim c. Hadits Ahad = hadist yang di riwayatkanoleh satu orang atau dua orang perawi. Seperti, HR. Baihaqi  Berdasarkan segi kualitas perawinya a. Hadits Sahih = perawinya adil dan kuat hafalannya b. Hadits Hasan = perawinya adil tetapi kurang kuat hafalannya c. Hadits Da’if = hadits ini dapat di jadikan motivasi beribadah d. Hadits Maudu’ = hadits yang tidak dapat dijadikan landasan hukum, karena hadits yang tidak bersumber dari Rasulullah Saw.
  • 14.
    III. Ijtihad sebagaiupaya memahami Al-Qur’an dan hadist 1. Pengertian Menurut bahasa,berasal dari bahasaarab ijtahada-yajahidu- ijtihadanyang berarti mengerahkan segalakemampuan, sungguh sungguh ataubekerja secara optimal. Menurut istilah,ijtihad adalahmencurahkansegenap tenagadan pikiran secara sungguh sungguh dalam menetapkan suatuhukum. 2. Syarat-syarat berijtihad  Memiliki pengetahuan yang luasdan mendalam  Memiliki pemahaman tentang bahasaArab, ilmu tafsir, fikihdan tarikh(sejarah)  Memahami caramerumuskan hukum (istinbat)  Memiliki keluhuranakhlaqmulia
  • 15.
    3. Kedudukan ijtihad Ijtihadmemiliki kedudukan sebagai sumber hukum islam setelah Al- Qur’an dan hadist. Ijtihad dilakukanjikasuatupersoalan tidak ditemukan hukumnya di dalam Al-Qur’an dan Hadist. Seseorang yang berijtihad sesuaidengan kemampuannya dan ilmunya. Halini di tegaskandalam hadits yang artinya : “Dari Amr bin as, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda “Apabila seorang hakim telah berijtihad dalam memutuskan suatu persoalan ternyata ijtihadnya benar, maka ia mendapatkan 2 pahala, dan apabila dia berijtihad, kemudian ijtihadnya salah, maka ia mendapat satu pahala” ( HR. Bukhari dan Muslim)
  • 16.
    4. Bentuk bentukijtihad a. Ijma’ Ijma’ adalahkesepakatanpara ulamaahliijtihaddalam suatuperkara atauhukum. contoh : di masa sahabatmembuat kesepakatanuntuk menghimpun wahyu ilahiyang berbentuk lembaran terpisah menjadi mushaf Al- Qur’an b. Qiyas Qiyas adalahmempersamakan/menganalogikan masalahbaru yang tidak terdapat dalam Al-Qur’anatauhadist dengan yang sudah terdapat hukumnyadalam Al-Qur’an dan hadist karena kesamaan sifatataukarakter. contoh : mengharamkanhukum minuman kerasselainkhamr seperti vodka, brendy, wisky, narkoba karenamemiliki sifat yang sama dengan khamr yaitu memabukkan
  • 17.
    c. Maslahah mursalah Maslahahmursalahartinyapenetapan hukum yang menitikberatkan pada kemanfaatansuatuperbuatan. contoh : seseorang wajib mengganti kerugian pemilik barang karena kerusakandi luar kesepakatanyang telah ditetapkan.
  • 18.
    Pembagian Hukum Islam Hukum Taklif Hukum Taklifiadalahilmu tuntunanAllah SWT. untuk meninggalkan ataumelakukansuatu perbuatan. Macam-macamhukum taklif : a. Wajib : Apabila dikerjakanmendapat pahaladan jikaditinggalkan berakibat dosa. Misal: perintah shalat,puasa, zakat, hajidsb. b. Sunnah : Apabila dikerjakanakanmendapat pahaladan jika ditinggalkan takmendapat dosa. Misal: shalattarawih, puasasenin kamisdsb. c. Haram : Apabila di kerjakanakanmendapat dosa dan apabila ditinggalkanmendapat pahala. Misal: minum minuman khamr, berjudi, berzina, mencuri dsb.
  • 19.
    d. Makhruh (Karahah): Apabiladikerjakantidaklahmendapatkan dosa dan apabiladitinggalkanmendapatpahala.Misal: mengkonsumsimakananyang berbau taksedapcontoh petaidan jengkol. e. Mubah : Apabiladikerjakanataupunditinggalkantakmendapat dosa. Misal: makanroti,minumsusu, tidurdi kasur dsb.  Hukum Wad’i Hukum wad’i adalahperintah Allah Swt. Yang merupakan sebab, syarat, ataupenghalang bagi adanya sesuatu. Macam macam hukum wad’i : a. Sebab : sholat menjadi sebab adanyakewajiban terlebih dahulu, tergelincirnya mataharimenjadi sebab wajibnya sholat zhuhur b. Syarat : menutup auratmerupakan salahsatu syaratsah sholat
  • 20.
    c. Mani’ (Penghalang): najis yang ada di badan pakaianseseorang yang sedang sholat menjadi penghalang bagi sahnyasholat d. Azimah dan Ruhsah • Azimah adalah peraturan Allahyang aslidan tersurat di Al Qur’an dan Hadits misal : kewajibansholat 5 waktudan puasa ramadhan • Ruhsahadalahketentuanyang disyariatkanoleh Allahsebagai keringanandalam keadaantertentu. misal : menjamakmengqashar sholat
  • 21.
    A. Memahami Al-Qur’an, Hadist,dan ijtihad sebagai sumber hukum islam B. Contoh sumber hukum islam C. Penerapan perilaku mulia
  • 22.
    1. Gemar membacadan mempelajari al-Qur’an dan hadist baik sedang santai maupun sedang sibuk. 2. Berusaha untuk merealisasikan ajaran-ajaran al- Qur’an dan Hadist. 3. Selalu mengonfirmasi segala persoalan yang dihadapi dengan al-Qur’an dan hadist dengan mempelajari sendiri atau bertanya kepada ahlinya. 4. Mencintai orang-orang yang senantiasa berusaha mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran al- Qur’an dan Sunnah. 5. Membiasakan diri berfikir secara rasional dengan tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Hadist.
  • 23.
    6. Kritis terhadappersoalan yang dihadapi untuk berupaya agar tidak keluar dari ajaran al-Qur’an dan sunnah. 7. Aktif bertanya dan berdiskusi dengan orang yang dianggap memiliki keahlian agama dan berakhlak mulia. 8. Berhati-hati dalam bertindak. 9. Berusaha mengerjakan segala kewajiban dan meninggalkan larangan. 10. Membiasakan diri untuk mengerjakan ibadah sunnah untuk menyempurnakan ibadah yang belum sempurna.