PERKENALAN
AMINUDIN, S.Pd.
Guru SMKN 1 Adiwerna
Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik
Landasan Hukum
1. Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
2. Undang-Undang nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
3. Peraturan Presiden nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI).
4. Peraturan Pemerintah nomor 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan
Sumberdaya Industri.
5. Instruksi Presiden nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.
PP No. 41/2025 tentang Pengembangan
Sumber Daya Industri
Pasal 6 ayat (1)
Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Industri berbasis kompetensi
harus dilengkapi dengan LSP, “pabrik dalam sekolah”, dan TUK.
Penjelasan Pasal 6 ayat (1)
Yang dimaksud dengan “pabrik dalam sekolah (teaching factory)”
adalah sarana produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan
standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk
sesuai dengan kondidi nyata industry dan tidak berorientasi mencari
keuntungan
Tefa adalah model pembelajaran yang memadukan
pencapaian kompetensi kurikulum sekolah dan proses
produksi sesuai prosedur dan standar dunia kerja, untuk
menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter
melalui penyelesaian produk sebagai media belajar dalam
bentuk barang dan/atau layanan jasa.
Apa itu Tefa?
Apa Tujuan Tefa
Membekali siswa SMK dengan kompetensi soft
skill dan hard skill melalui pembelajaran yang
dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi
berdasarkan standar proses dan kualitas produk
di dunia kerja sesuai bidang/ program/
konsentrasi keahlian
Prinsip Tefa
1. Pembelajaran Berkualitas
Pelaksanaan pembelajaran Tefa yang bekerjasama dengan dunia kerja dimaksudkan
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (pemenuhan sarana praktik produksi,
transfer teknologi, dan metode pembelajaran) sesuai dengan standar proses pada
prinsip pembelajaran dan asesmen yang berlaku untuk mencapai standar
pembelajaran.
2. Edukatif
Penyelenggaraan Tefa tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi peserta didik
melainkan mengutamakan pemberian kesempatan belajar berbasis industri yang
melibatkan seluruh peserta didik untuk menumbuhkan etos dan budaya kerja sesuai
dengan karakter/sifat pekerjaan.
3. Akuntabel
Pelaksanaan pembelajaran Tefa merupakan proses membangun kompetensi
profesional, pelaksanaan dan pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai
dengan peraturan berlaku dengan sumber daya yang digunakan secara transparan dan
berintegritas.
4. Efisien
Tefa menghasilkan produk (barang/jasa) yang sesuai dan tepat untuk mengembangkan
kompetensi dan karakter siswa, harus menghemat pengeluaran bahan praktik dengan
memanfaatkan bahan produksi.
5. Profesional
Pelaksanaan pembelajaran Tefa dapat mengembangkan kompetensi dan
menginternalisasi karakter dunia kerja (kepatuhan terhadap peraturan, standar mutu,
etika, estetika, penataan tempat kerja, pengaturan kerja, dan berorientasi pada
kebutuhan pelanggan) pada peserta didik melalui proses pembelajaran yang
menyenangkan.
Ciri-Ciri SMK Teaching Factory
1. Lingkungan, suasana, dan aturan sekolah khususnya di tempat praktik
dikondisikan sesuai dengan standar dunia kerja;
2. Pembelajaran dan penilaian menggunakan perangkat/instrumen/format
untuk melakukan kegiatan/aktivitas produksi sesuai dengan standar dunia
kerja;
3. Hasil pembelajaran peserta didik berupa kompetensi yang diwujudkan dalam
produk (barang atau jasa riil/utuh), sesuai dunia kerja;
4. Alur/proses kerja (analisa produk, proses, evaluasi, pengembangan,
penyimpanan, dan pemanfaatan barang/jasa) sesuai dengan dunia kerja;
5. Sekolah memiliki mitra dari dunia kerja sesuai dengan
kompetensi/konsentrasi keahlian yang aktif terlibat dalam proses
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; dan
6. Asesmen kompetensi peserta didik sesuai dengan prosedur dan tata cara
penilaian di dunia kerja dan prinsip asesmen Kurikulum Merdeka.
Pengembangan Teaching Factory
dalam membangun Keunggulan
Financial Benefit
Competency Based Trining :
a. Workshop regular sekolah
b. Workshop Kelas Industri
c. Warkshop Kemitraan di Industri
Siswa Kompeten
Expert Teacher
Expert Industri
Teaching Factory/
Business Centre
Sertifikasi
Kelas 10 dan 11 Kelas 12
Outpot/Out Come
Input Proses
LSP P1/P2/P3
Siswa
Model Pengembangan Tefa
1. Mengerjakan order dari Industri ( Kerjasama dengan Industri
Besar)
2. Kerjasama dengan Industri Kecil dan Menengah
3. Kerjasama dengan Politeknik dalam mewujudkan hasil riset
terapan
4. Tefa Kolaboratif dengan Poltek dan Industri
5. Tefa Mandiri
Order dari Industri
SMK Industri
TEFA
Keterangan :
1. Order datang dari Industri, untuk mendukung
suplay cain industry dalam memproduksi barang
tertentu.
2. Harus didukung dengan perjanjian Kerjasama
dengan Industri
3. Kemungkinan berhasil lebih tinggi, krn disain dan
komponen yg dikerjakan merupakan bagian dr
produk yang akan dibuat/dirakit
4. Upayakan melibatkan bahan dan peralatan
pendukung dari industry
5. Pengaturan siswa kompeten/lulus uji kompetensi
dalam menentukan quota order yang dikerjakan
Kerjasama SMK dengan Industri
Besar/Menengah
Kerjasama SMK dengan UMKM
UMKM
UMKM
SMK
Keterangan:
1. UMKM bisa lebih dari satu, dan memiliki ijin
pendirian CV/PT. kolaborasi dalam
menangkap peluang bisnis
2. Produk yang dikerjasamakan bisa berbeda,
sesuai kebutuhan pasar/ minat Masyarakat
3. Pengerjaan bisa mengoptimalkan mesin
dan peralatan SMK, didukung dengan
perjanjian Kerjasama.
4. Material mengacu pada standar industry/
baku terhadap pembebanan, dan kekuatan
secara statis maupun dinamis.
5. Optimalisasi keterlibatan siswa yg kompeten
dalam Tefa.
6. Diperlukan pendamping dari PT atau
industry besar
TEFA
Kerjasama dengan Industri
SMK Poltek/PT
RisetTerapan
TEFA
Keterangan :
1. Diutamakan dalam menindaklanjuti hasil
riset terapan Poltek/PT yg terlah teruji
secara ilmiah.
2. Analisis pasar dan analisis produksi perlu
pencermatan agar dapat diproduksi masal
secara efisien.
3. Melibatkan Dosen atau mahasiswa yg
membuat riset terapan, SMK mendukung
dalam memproduksi masalnya.
4. Membutuhkan kejelian dalam analisis
pasar dan analisis produksi/ mengurangi
risiko gagal produksi
Tefa Mandiri SMK
.
SMK
Expert
Industri
Expert
PT/Poltek
Keterangan:
1. Tafa mandiri ini dapat diupayakan pada KK
yg tidak terlalu terkait dengan standarisasi
industry , misalnya untuk produk-produk
busana, boga, kulier kerajinan dan seni
2. Sebagai kelanjutan dari kegiatan
pembelajaran PjBL yg dilkukan di SMK
3. Disarankan melibatkan Industri dan
PT/Poltek untuk membantu dalam
pendampingan produksi dan riset sederhana
untuk memastikan produk dapat dikerjakan
dan memenuhi kebutuhan pasar.
4. Perlu kejelian mulai dari penetapan produk,
analisis produksin dan pasar
TEFA SMK
TEFA KOLABORASI (ORDER DARI INDUSTRI)
.
ORDER ASSASMEN
ANALISIS BIAYA & PROSES
PRODUKSI BERSAMA
SMK POLTEK
PERAKITAN/QC
Keterangan :
1. Peluang untuk berhasil
akan berjalannya Tefa
lebih tinggi
2. Kurang mengapresisiasi
kratifitas siswa dalam
mengembangkan
produk inovatif mereka.
3. Sangat Tepat bagi Tefa
pemula yg belum
banyak hasil riset
terapanatau inovasi
para siswanya
SMK
SMK
TEFA KOLABORASI (Hilirisasi Riset Terapan/PjBL)
.
Hasil Riset
Terapan
Pemilihan/
kelayakan
ANALISIS BIAYA & PROSES
PRODUKSI BERSAMA
SMK POLTEK
PERAKITAN/QC
Keterangan :
1. Hasil riset terapan dikurasi
kelayakan Bersama industry
utk diproduksi masal
2. Tefa akan Mendorong
Mahasiswa/siswa untuk
melakukan riset terapan
dalam menangkap peluang
bisnis.
3. Membutuhkan keahlian
khusus dalam kurasi, proses
produksi dan pemasaran
produk (Higt Risk)
SMK
SMK
Pembelajaran berbasis dunia kerja yang
berpusat pada murid
Pendidik reflektif, gemar belajar, berbagi,
dan berkolaborasi
Iklim sekolah yang aman, inklusif,
menerapkan budaya kerja, dan
merayakan kebinekaan
Kepemimpinan berjiwa wirausaha untuk
perbaikan layanan berkelanjutan
Terdapat empat ciri utama dari SMK berkualitas yang
kita cita-citakan, yang selaras dengan Rapor
Pendidikan.
1
2
3
4
Langkah Pengembangan Tefa
Sosialisasi Tefa
Pengorganisasian
Tim Tefa Penguatan
Kemitraan
Pelaksanaan
Pembelajaran
Tefa
Evaluasi dan
Tindak Lanjut
B. Pengorganisasian Tefa
Pembentukan Tim Tefa
a. Dapat terintegrasi dengan struktur sekolah, atau
b. Membentuk Tim Tefa secara khusus,
bertanggungjawab langsung kepada kepala sekolah
c. Melibatkan :
1) Waka Kurikulum
2) Waka Humas
3) Waka Sarpras
4) Unsur Program Keahlian dan
5) Perwakilan Dunia Kerja
Matriks Manajemen Pengelolaan Tefa
No. Proses Tefa
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Dunia Kerja
Waka
Kurikulum
Waka
Humas
Waka
Sarpras
Unsur
Program
Keahlian
1 Identifikasi Produk V V - V V
2 Analisis Cakupan
Kompetensi
V - - V V
3 Perencanaan Produksi V - - V V
4 Analisis Kecukupan
Sumber Daya
V - V V V
5 Pengerjaan Produk - - V V V
6 Penyerahan Hasil
Produk
- V - V -
7 Layanan Purna Jual - V - V -
Catatan :
*) Tanda V memiliki arti terlibat aktif dan bertanggung jawab
Tugas Tim Tefa
2. Pengelolaan Tefa
C. Penguatan Kemitraan
4. Lingkup kemitraan antara SMK dan mitra kerja antara lain
a. Perencanaan
1) Sinkronisasi
2) Penyususnan dokumen Tefa
b. Pelaksanaan
3) Guru tamu/ instruksi kejuruan;
4) Proses produksi;
5) Riset terapan mendukung pengembangan Tefa;
6) Update teknologi dan pelatihan bagi guru/instruktur;
7) Sertifikasi kompetensi bagi guru dan siswa;
8) Pemaaran produk;
9) Pemanfaatan sumber daya;
10)Keterserapan lulusan.
c. Evaluasi dan Pengembangan
11)Kebermanfaatan program dan implementasi Tefa bagi para pihak;
12)Pengembangan program Tefa;
13)Efektifitas program Tefa.
Mengutamakan dan mengoptimalkan potensi mitra kerja local (UMKM)
dengan kandungan TKDN yang signifikan
Langkah Pembelajaran Tefa
Langkah Pembelajaran Tefa
ANALISIS PASAR DAN
PENGEMBANGAN PRODUK
Identifikasi Produk
Pelanggan Internal
Pelanggan Eksternal
Kemitraan dengan
Industri / DUDI
Kesesuaian Kompetensi
Analisis Sumber Daya
Identifikasi Produk
Perancangan
IDENTIFIKASI PRODUK
(Form. TEFA-01)
Satuan Pendidikan : SMK XYZ
Program Keahlian :
Konsentrasi Keahlian : Teknik Pemesinan
Uraian Produk :
Nama Produk Deskripsi Produk Jenis
(Barang/Jasa)
Pesanan/stok Pelanggan Jumlah
Produksi
Baut Kuningan Dikerjakan dengan
mesin CNC, bahan
kuningan
Barang Pesanan PT ABCDE 200/
minggu
Sesuai
pesanan
Contoh format!
Boleh
dikembangkan/
dengan format
sendiri.
Contoh format!
Boleh
dikembangkan/
dengan format
sendiri.
Materi Perancangan Pembelajaran
Pesanan
(Eksternal,
Internal/Stok)
Perangkat Ajar
1. Identifikasi
Produk
4. Analisis Sumber
Daya
2. Analisis
Cakupan
Kompetensi
Asesmen Sumatif
Produk
Modul Ajar
SOP
Job Sheet
3. Perancangan
Produk
5.
Pengerjaan
Produk
6.
Penyerahan
Produk
7.
Layanan
Purna
Jual
Instrumen
Asesmen
Asesmen Formatif
Porto folio
Skill
Passport
Work Book Work Book
Pembelajaran/
Produksi
BAGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI MELALUI PEMBELAJARAN TEFA DI SMK
(SATU SIKLUS SERTIFIKASI: BERBASIS SKEMA)
SOP
Form. TEFA-01
Form. TEFA-02
Form. TEFA-03
Form. TEFA-04
Form.
TEFA-05
Form.
TEFA-06
Form.
TEFA-07
Analisis
Pesanan
Tujuan
Pembelajaran
Work Book
Modul Ajar
Job Sheet
CP: Skema
Sertifikasi
Sinkronisasi
LANGKAH
TEFA
PEMBELAJARAN/PRODUKSI
Beberapa
Skill
Passport
=
Sertifikat
Porto folio
Live Assessment
Work Book
Pengembangan
Reset Pasar
*) Produk Berupa
Barang dan Jasa
Rencana Pembelajaran Berbasis Standar Kompetensi
Dimana dibutuhkan Rencana
Pembelajaran berbasis Standar
Kompetensi
Di seluruh dunia, terutama dalam industri dan
sektor pendidikan, Pemerintah, lembaga
pendidikan, perusahaan, dan organisasi
profesi
4.
Siapa Pengguna Rencana Pembelajaran
berbasis Standar Kompetensi
Lembaga Pendidikan, Pemerintah,
Perusahaan, Individ.
5.
Bagaimana menerapkan Rencana
Pembelajaran berbasis Standar
Kompetensi
Gunakan sebagai acuan perencanaan
pembelajaran, Acuan pengembangan tujuan
pembelajaran, Instrumen asesmen, acuan
pengembangan materi pembelajaran
6.
Apa itu Rencana Pembelajaran
berbasis Standar Kompetensi
Adalah pendekatan dalam merancang
pembelajaran yang menggunakan standar
kompetensi sebagai panduan
1.
Mengapa perlu Rencana Pembelajaran
berbasis Standar Kompetensi
Memastikan Kualitas Pendidikan dan Latihan
Sebagai instrumen Asesmen dan evaluasi,
Memastikan Ketepatan sasaran, Memberi
arah pengembangan karir
2.
Kapan dibutuhkan Rencana
Pembelajaran berbasis Standar
Kompetensi
Berbagai konteks, termasuk Pendidikan
formal (sekolah, universitas) dan pelatihan di
tempat kerja, mengarahkan pengembangan
kurikulum, program pelatihan, dan sertifikasi.
3.
PENERAPAN SKILL PASPORT PADA PENGEMBANGAN INTEGRASI MODEL TEACHING
FACTORY (TEFA) DENGAN RENCANA PEMBELAJARAN
Identifikasi
Tujuan
Pembelajaran
Analisa
Pembelajaran
Identifikasi
Kompetensi
Peserta Didik
Menyusun
Tujuan
Pembelajaran
Mengembangkan
Instrumen
Asesmen
Mengembangkan
Strategi
Pembelajaran
Mengembangka
n dan Memilih
Materi
Pembelajaran
Mengembangka
n dan
Melaksanakan
Evaluasi
Formatif
Mengembangka
n dan
Melaksanakan
Evaluasi
Formatif
Revisi
Pembelajaran
Identifikasi
Produk
Model
Teaching
Factory
Skill
Pasport
Skema
Sertifikasi
Sinkronisasi
Analisa
Sumber Daya
1
2
3
4
5 6 7
9
10
A
B
C
8
RUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
ASESMEN
Identifikasi Tujuan Pembelajaran
1
1.1. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka diidentifikasi
sesuai dengan pedoman kurikulum merdeka
1.2. Hasil analisis kebutuhan pembelajaran diidentifikasi sesuai hasil
pengembangan Skema Sertifikasi Sinkronisasi.
1.3. Standar okupasi atau standar kompetensi kerja diidentifikasi sesuai
kebutuhan pembelajaran.
1.4. Deskripsi peran serta/tugas pokok dan fungsi di tempat kerja
diidentifikasi berdasarkan Skema Sertifikasi Sinkronisasi.
1.5. Tujuan Pembelajaran untuk keperluan sertifikasi maka ditambahkan
terkait kondisi (Condition) dan pengulangan untuk mencapai
mahir/sesuai standar (Degree).
Melakukan Analisis Pembelajaran
1. Struktur kompetensi dianalisa berdasarkan kompetensi
untuk pencapaian tujuan ditempat kerja
2. Struktur kompetensi pembelajaran diidentifikasi untuk
mencapai tujuan pembelajaran
2
Skema/Industri Tujuan Pembelajaran Lingkup Materi Alokasi Waktu (JP)
Junior Technical
Support
Peserta didik mampu
merancang topologi jaringan
Materi:
Asesmen:
Strategi:
Perkiraan waktu yang
diperlukan untuk
pembentukan
kompetensi
Isikan Tujuan Pembelajaran 2
Isikan Tujuan Pembelajaran ..
dst
Konsentrasi Keahlian:
Fase :
Kelas/Semester:
Analisis Cakupan Kompetensi
Form. TEFA-02
Catatan : Lampirkan ATP satu fase
Mengidentifikasi Kompetensi Awal Peserta Didik (Prasyarat)
3
•Perilaku awal peserta: Kemampuan Dasar; Keterampilan Praktis;
Pengetahuan Awal; Sikap dan Minat; Kebiasaan Belajar; Gaya
Belajar; Kompetensi Sosial.
•Kompetensi Sebelumnya untuk Masuk ke Kompetensi Lanjutan
Menulis Tujuan Pembelajaran
4
Tujuan Pembelajaran sesuai contoh format
WS.02.02
Kompetensi Konten Kondisi Kualitas/Kuantitas
Tujuan Pembelajaran
(TP)
Mampu
Merancang
(kompetensi
sesuai
standar)
…Topologi
(Konten yang
dipelajari sesuai
kompetensi)
…. Pada
Laboratorium
Komputer ……
(sesuai produk
pencapaian
kompetensi) sesuai
dengan SOP Kerja
Tercapai sesuai 5
Dimensi
Kompetensi/
Sebanyak ….
(frekuensi
pengulangan ….
Kali) sesuai
standar industri
dalam pencapaian
kompetensi
Kalimat TP 1:
Contoh (Peserta didik
mampu merancang
topologi jaringan pada
laboratorium
komputer sesuai
dengan SOP Kerja
tercapai 5 dimensi
kompetensi/10 kali
pengulangan)
Kalimat TP 2:
Kalimat TP … dst
Konsentrasi Keahlian:
Fase :
Kelas/Semester:
Rumusan Tujuan Pembelajaran (Form WS.02.02)
Mengembangkan Strategi Pembelajaran
5
• Strategi urutan kegiatan pembelajaran diidentifikasi sesuai
konteks (pendahuluan, inti, penutup)
• Strategi garis besar isi pembelajaran diidentifikasi sesuai konteks
(menyenangkan, menantang, memotivasi, memberikan
kesempatan ke siswa mendapatkan pembelajaran berkualitas
dan bermakna).
• Media dan alat pembelajaran diidentifikasi sesuai konteks.
• Alokasi waktu belajar diidentifikasi sesuai konteks.
Mengembangkan Perangkat Pembelajaran
• Bentuk kegiatan instruksional (Ceramah, Diskusi,
Studi Kasus, Simulasi, Praktik, Proyek,
Pengamatan, Demonstrasi)
• Pengembangan bahan instruksional (Bahan-bahan
instruksional yang sudah ada atau Pengembangan
bahan instruksional yang belum tersedia)
• Lembar kerja peserta didik
6
Materi Penyusunan Perangkat Ajar berbasis
Kompetensi
Perangkat Pembelajaran Berbasis Standar Kompetensi
Dimana dibutuhkan Perangkat Ajar
berbasis Kompetensi
4.
Siapa Pengguna Perangkat Ajar
berbasis Kompetensi
5.
Bagaimana menerapkan Perangkat Ajar
berbasis Kompetensi
6.
Apa itu Perangkat Ajar berbasis
Kompetensi
1.
Mengapa perlu Perangkat Ajar berbasis
Kompetensi
2.
Kapan dibutuhkan Perangkat Ajar
berbasis Kompetensi
3.
Adalah bahan pembelajaran yang dirancang
untuk membantu peserta didik memahami dan
mencapai standar kompetensi yang ditetapkan
dalam kurikulum
• Memastikan Kesetaraan.
• Fokus pada Tujuan.
• Mendukungkemandirian belajar
• Proses pembelajaran sepanjang kurikulum,
terutama dalam konteks pendidikan formal di
sekolah, perguruan tinggi, atau pelatihan.
• Pengajaran klasikal atau dalam pembelajaran jarak
jauh.
Di berbagai lingkungan pembelajaran, termasuk
kelas, perpustakaan, laboratorium, atau bahkan di
rumah jika digunakan untuk pendidikan jarak jauh
• Guru, instruktur, atau pengajar yang kompeten
dalam mata pelajaran atau bidang yang sesuai.
• Instructional designer, pengembang kurikulum,
dan ahli teknologi pendidikan
1) Identifikasi tujuan pembelajaran; 2) Judul modul;
3) Pendahuluan/Latarbelakang; 4) Materi dan
aktivitas pembelajaran; 4) Dimensi kompetensi;
5) Kembangkan Latihan dan bukti berkualitas;
6) Kembangkan Asesmen
•Form. TEFA-01 Identifikas Produk (Analisa Pasar Internal dan Eksternal)
Identifikasi Produk
•Form. TEFA-02 Analisa Cakupan Kompetensi (Pendidik, Instruktur
dunia kerja, Tenaga Pendukung, Peserta Didik)
Analisis Cakupan Kompetensi
•Form. TEFA-03 Perancangan Produk (Gambar, Daftar Bahan, Alat/Mesin,
RAB, rencana pembelajaran/ produksi)
Perancangan Produk
•Form. TEFA-04 Analisis Kecukupan Sumber Daya
(SDM, Mesin/Alat, modal, …)
Analisis Kecukupan Sumber Daya
Pembelajaran
•Form. TEFA-05.01 Modul Ajar
•Form. TEFA-05.02 SOP Produksi
•Form. TEFA-05.03 Lembar Kerja (Job Sheet)
Asesmen
•Form. TEFA-05.04 Buku Kerja
•Form. TEFA-05.05 QC
Pengerjaan Produk Tefa
•Form. TEFA-06 SOP Penyerahan Produk
Penyerahan Hasil Produk
•Form. TEFA-07 SOP Layanan Purna Jual
Layanan Purna Jual
PERANGKAT AJAR DALAM PELAKSANAAN TEFA
Contoh Menyusun Modul Ajar
berbasis Kompetensi sesuai dengan PPA
Tujuan Pembelajaran: diambil dari rumusan Tujuan Pembelajaran
Langkah-langkah Pembelajaran
disesuaikan dengan model/metode/strategi pembelajaran
Asesmen:
diisikan perencanaan asemen, meliputi: instrumen asesmen, dan waktu pelaksanaan
Media/Materi:
Materi yang akan disajikan berdasarkan tujuan pembelajaran
2
3
4
5
Judul Modul : Diisikan sesuai Tujuan Pembelajaran
1
Link:
Contoh Menyusun Modul Materi
berbasis Kompetensi
Pendahuluan
- Tujuan Pembelajaran,
- Deskripsi Tujuan Pembelajaran
Materi 1. Tujuan Pembelajaran 1
.... Diisikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yangs sesuai dengan tujuan pembelajaran 1
Materi 2…
dst
Daftar Pustaka
2
3
Judul Modul : Diisikan sesuai Tujuan Pembelajaran 1
1
2
3
4
5
5
6
6
Diisikan Tanda Tangani dan
Nama Pembuat, misal yang
membuat Guru
Diisikan Tanda Tangani dan
Nama Verifikator, misal yang
memverifikasi Kepala Lab
Contoh
7
7
8
8
9 10
Contoh Menyusun SOP Kerja berbasis
Kompetensi
Contoh Menyusun Worksheet berbasis
Kompetensi
1
2
3
4
5
5
6
6 7
7 8
8
9 10
5
6 8
7
Contoh
Diberikan
catatan
oleh Guru/
Pengajar/
Instruktur
Contoh Menyusun Asesmen Mandiri untuk
Asesmen Formatif berbasis Kompetensi
1
2
3
4
5
6 7
4
5
4
5
Sumber: https://glcworld.co.id/penjelasan-business-model-canvas/
Analisis Bisnis Model Canvas
Model bisnis dipetakan dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) yang
dilakukan pada sembilan elemen yaitu: value propositions, customer segments,
customer relationships, channels, key activities, key resources, key partners, cost
structure, dan revenue streams.
Customer segments merupakan kunci penting bagi Tefa SMK XYZ
dalam mencapai tujuan bisnis, tanpa customer akan sulit bertahan dan
bersaing. Customer segments merupakan pengelompokan customer
yang serupa dalam beberapa hal seperti preferensi, lembaga, dan
kebiasaan pembelian. Customer segments Tefa SMK dikelompokan
dalam: (pilih yang sesuai 1) pelanggan individu, 2) pelanggan sekolah
(SMK pasangan, sekolah sekitar, sekolah sendiri (SMK XYZ), 3)
organisasi masa???).
Sebutkan bagaimana mempertahankan dan membangun pelanggan!
Panduan Membuat Rencana Bisnis Model Canvas
Customer relationships menggambarkan hubungan antara Tefa SMK
XYZ dengan konsumennya. Customer relationships merupakan strategi
organisasi menjaga hubungan dengan pelanggan. Kegiatan yang
dilakukan meliputi: (pilih yang sesuai: 1) Garansi, 2) variasi model
penjualan online dan outlet 3 (tiga) SMK pasangan, 3) diskon).
Jelaskan masing-masing kegiatan!
Jelaskan rencana pengembangan!
Channels merupakan elemen yang penting bagi Tefa SMK XYZ
dalam menjangkau pangsa pasar serta calon pembeli yang lebih
luas. Channels merupakan sarana mengkomunikasikan value
propositions kepada segmen pelanggan. Channels Tefa SMK
adalah: (pilih yang sesuai 1) pemasaran oleh peserta didik (mulut ke
mulut), 2) pemasaran SMK pasangan, 3) pemasaran online, 4)
pemasaran offline (outlet SMK XYZ), dan 5) katalog produk).
Jelaskan masing-masing channels yang dibangun ….
Jelaskan kondisi sekarang dan rencana pengembangan!
Value proposition merupakan keunggulan Tefa SMK XYZ yang
ditawarkan kepada segmen pasar (pelanggan) yang merupakan
elemen penting untuk membangun hubungan dan kesetiaan dengan
pelanggan. Keunggulan produk yang dapat ditawarkan meliputi:
(pilih yang sesuai: 1) harga terjangkau (murah), 2) kualitas terjamin
(sesuai kualifikasi pelanggan), 3) kemudahan pemesanan (dapat
melalui of-line dan online), 4) layanan sesuai keinginan pelanggan).
Jelaskan bagaimana SMK dapat memberikan/membangun
keunggulan tersebut!.
Key activities merupakan aktivitas kegiatan menciptakan produk
untuk membangun value proposition. Key activities Tefa SMK XYZ
meliputi: (sebutkan yang sesuai 1) research produk, 2)
penjualan/pemasaran, 3) koordinasi produksi, 4) rancangan produksi,
5) proses produksi, 6) distribusi, 7) layanan purna jual).
Jelaskan setiap kegiatan dilaksanakan.
Jelaskan masing-masing kegiatan!
Key resources adalah sumber daya organisasi yang digunakan
untuk mencapai value proposition melalui berbagai aktivitas/kegiatan.
Empat jenis key resources yaitu intellectual, physical, financial dan
human resources. Key resources Tefa SMK XYZ meliputi: (sebutkan
yang sesuai 1) intelektual: kompetensi pendidik, kompetensi mitra
kerja, 2) Fisik: Kantor/Toko, alat produksi, 3) keuangan: bantuan
pemerintah, 4) SDM: pendidikan dan tenaga kependidikan,
karyawan, SMK Pasangan).
Dapat juga disebut aset penting yang dibutuhkan atau diperlukan
agar Tefa SMK XYZ berjalan dengan baik.
Jelaskan kondisi sekarang dan rencana pengembangan!
Key partners menjelaskan kemitraan sehingga Tefa SMK XYZ dapat
berjalan dengan baik. Key partners merupakan bagian dari pihak atau
mitra yang dapat bekerjasama dalam mendukung pengembangan Tefa
SMK XYZ. Key partners Tefa SMK XYZ meliputi (pilih yang sesuai: 1)
supplier, 2) jasa pengiriman, 3) SMK pasangan, 4) pendidik PKK, dan
5) pendidik kejuruan).
Boleh sebutkan data-data partner dan jasa pengiriman, penjelasan
SMK pasangan, penjelasan keterlibatan pendidik PKK dan Projek!
Revenue streams merupakan sumber-sumber yang berkontribusi
terhadap pemasukan Tefa SMK XYZ baik secara tidak langsung maupun
langsung. Revenue streams diperoleh dari penjualan produk: (sebutkan
yang sesuai 1) outlet SMK XYZ (pengimbas), 2) outlet 3 (tiga) SMK
pasangan, 3) pembelajaran projek kreatif kewirausahaan (PKK) dan 4)
pembelajaran projek pada mata pelajaran yang sesuai).
Jelaskan kondisi masing-masing kegiatan/outlet!
Cost structure merupakan komponen biaya operasional yang
digunakan Tefa SMK XYZ dalam mewujudkan nilai yang diberikan
kepada pelanggan. Cost structure yang efektif dan efisien akan
mendukung tercapainya laba yang dihasilkan Tefa SMK XYZ dengan
maksimal. Cost structure Tefa SMK meliputi: (sebutkan yang sesuai
1) pembayaran gaji karyawan, 2) pembelian bahan, 3) perawatan alat
dan mesin, 4) pembayaran Listrik, pembayaran komunikasi (telpon,
internet, …).
Jelaskan rancangan/prediksi pengeluran dan dari mana sumber
pembiayaan!
Analisis Kebutuhan Sumber Daya
Berdasarkan Rancangan Produk
Gambar Kerja/Storyboard/Naskah Kerja
Prototipe/Contoh Produk
•Pendidik
•Instruktur/Tenaga Ahli Industri
•Peserta Didik
SDM
•Mesin
•Alat
•Bahan
•Ruang dan Penataan (Lay Out)
Sarana dan
Prasarana
• Pemerintah
• Pemerintah Daerah
• Penyelenggara Pendidikan
• Mitra Kerja
• Penjualan Produk Tefa
Biaya
•Transfer Teknologi
•Tenaga Ahli
•Kerjasama Produksi
•Investasi
•Kerjasama Pemasaran
•Penyaluran Lulusan/Rekrutmen
Mitra Kerja
Sumber Daya
Penyelenggaraan
Tefa
Sumber Daya Manusia
Jenis, Jumlah, dan Kualifikasi
Pengalaman Industri (produksi dan pemasaran)
Persyaratan Khusus (kompetensi, motivasi,
loyalitas, dan disiplin)
Pola Pengembangan
1
2
3
4
Sarana dan Prasarana
Mesin, Alat, dan Bahan (jenis, jumlah, dan spesifikasi)
Ruang/Tempat Produksi (serta tata letak peralatan)
Maintenance Repair and Calibration (MRC)
Penerapan K3LH
SIM Bengkel (aplikasi sederhana atau software sistem
informasi profesional)
1
2
3
4
5
Sumber Pembiayaan
Pemerintah
Pemerintah Daerah
Penyelenggara Pendidikan
Mitra Kerja
Penjualan Hasil Produksi
1
2
3
4
5
Hubungan Kemitrakerjaan
Pengembangan Jejaring Pemasaran
Transfer Teknologi
Kerjasama Produksi
Investasi
Rekrutmen/Penyaluran Lulusan
1
2
3
4
5
Status Kualifikasi Jumlah Kondisi Tersedia RTL Keterangan
a. Pendidik ∙Pendidikan Formal ...
∙Pengalaman Industri ...
b.Instruktur/Expert
Industri
∙Pendidikan Formal ...
∙Pengalaman Produksi ...
c.Peserta Didik ∙Kelas/Semester …
∙Kompetensi Prasyarat …
IDENTIFIKASI KESIAPAN SUMBER DAYA PENYELENGGARAAN TEACHING FACTORY
SMK : ________________________________________________________
Konsentrasi Keahlian : ________________________________________________________
Produksi (Barang/Jasa) : ___________________________ (Berdasarkan Rancangan Produk)
Kuantitas : Volume Produk
Jangka Waktu : __ Bulan/Minggu (Tanggal ____________ s.d. ________________)
1. Kebutuhan SDM
Jenis Spesifikasi Jumlah Kondisi Tersedia RTL Keterangan
a. Alat Utama/Mesin
b. Alat Tangan/Alat
Pendukung
c. Bahan
d. Ruang/Tempat
Kerja
2. Kebutuhan Sarana dan Prasarana Produksi
Sumber Pembiayaan Legalitas Jumlah
Kebutuhan
(Jumlah)
RTL Keterangan
a. Pemerintah Pusat
b. Pemerintah
Daerah
c. Penyelenggara
Pendidikan
d. Mitra Kerja
e. Penjualan Produk
Tefa
3. Kebutuhan Pembiayaan
Peran Mitra Kriteria/Uraian Jumlah Kondisi Tersedia RTL Keterangan
a. Bantuan Tenaga Ahli
b. Transfer Teknologi
c. Produksi Bersama
(Project Work)
d. Investasi
e. Kerjasama Pemasaran
f. Rekrutmen/Penyaluran
Lulusan
4. Kebutuhan Mitra Kerja
MATERI WORKSHOP TEACHING FACTORY (TEFA) SMK.pptx

MATERI WORKSHOP TEACHING FACTORY (TEFA) SMK.pptx

  • 2.
    PERKENALAN AMINUDIN, S.Pd. Guru SMKN1 Adiwerna Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik
  • 3.
    Landasan Hukum 1. Undang-Undangnomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Undang-Undang nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 3. Peraturan Presiden nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI). 4. Peraturan Pemerintah nomor 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumberdaya Industri. 5. Instruksi Presiden nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.
  • 4.
    PP No. 41/2025tentang Pengembangan Sumber Daya Industri Pasal 6 ayat (1) Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Industri berbasis kompetensi harus dilengkapi dengan LSP, “pabrik dalam sekolah”, dan TUK. Penjelasan Pasal 6 ayat (1) Yang dimaksud dengan “pabrik dalam sekolah (teaching factory)” adalah sarana produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk sesuai dengan kondidi nyata industry dan tidak berorientasi mencari keuntungan
  • 5.
    Tefa adalah modelpembelajaran yang memadukan pencapaian kompetensi kurikulum sekolah dan proses produksi sesuai prosedur dan standar dunia kerja, untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter melalui penyelesaian produk sebagai media belajar dalam bentuk barang dan/atau layanan jasa. Apa itu Tefa?
  • 6.
    Apa Tujuan Tefa Membekalisiswa SMK dengan kompetensi soft skill dan hard skill melalui pembelajaran yang dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi berdasarkan standar proses dan kualitas produk di dunia kerja sesuai bidang/ program/ konsentrasi keahlian
  • 7.
    Prinsip Tefa 1. PembelajaranBerkualitas Pelaksanaan pembelajaran Tefa yang bekerjasama dengan dunia kerja dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (pemenuhan sarana praktik produksi, transfer teknologi, dan metode pembelajaran) sesuai dengan standar proses pada prinsip pembelajaran dan asesmen yang berlaku untuk mencapai standar pembelajaran. 2. Edukatif Penyelenggaraan Tefa tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi peserta didik melainkan mengutamakan pemberian kesempatan belajar berbasis industri yang melibatkan seluruh peserta didik untuk menumbuhkan etos dan budaya kerja sesuai dengan karakter/sifat pekerjaan.
  • 8.
    3. Akuntabel Pelaksanaan pembelajaranTefa merupakan proses membangun kompetensi profesional, pelaksanaan dan pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan berlaku dengan sumber daya yang digunakan secara transparan dan berintegritas. 4. Efisien Tefa menghasilkan produk (barang/jasa) yang sesuai dan tepat untuk mengembangkan kompetensi dan karakter siswa, harus menghemat pengeluaran bahan praktik dengan memanfaatkan bahan produksi. 5. Profesional Pelaksanaan pembelajaran Tefa dapat mengembangkan kompetensi dan menginternalisasi karakter dunia kerja (kepatuhan terhadap peraturan, standar mutu, etika, estetika, penataan tempat kerja, pengaturan kerja, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan) pada peserta didik melalui proses pembelajaran yang menyenangkan.
  • 9.
    Ciri-Ciri SMK TeachingFactory 1. Lingkungan, suasana, dan aturan sekolah khususnya di tempat praktik dikondisikan sesuai dengan standar dunia kerja; 2. Pembelajaran dan penilaian menggunakan perangkat/instrumen/format untuk melakukan kegiatan/aktivitas produksi sesuai dengan standar dunia kerja; 3. Hasil pembelajaran peserta didik berupa kompetensi yang diwujudkan dalam produk (barang atau jasa riil/utuh), sesuai dunia kerja; 4. Alur/proses kerja (analisa produk, proses, evaluasi, pengembangan, penyimpanan, dan pemanfaatan barang/jasa) sesuai dengan dunia kerja; 5. Sekolah memiliki mitra dari dunia kerja sesuai dengan kompetensi/konsentrasi keahlian yang aktif terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; dan 6. Asesmen kompetensi peserta didik sesuai dengan prosedur dan tata cara penilaian di dunia kerja dan prinsip asesmen Kurikulum Merdeka.
  • 10.
    Pengembangan Teaching Factory dalammembangun Keunggulan Financial Benefit Competency Based Trining : a. Workshop regular sekolah b. Workshop Kelas Industri c. Warkshop Kemitraan di Industri Siswa Kompeten Expert Teacher Expert Industri Teaching Factory/ Business Centre Sertifikasi Kelas 10 dan 11 Kelas 12 Outpot/Out Come Input Proses LSP P1/P2/P3 Siswa
  • 11.
    Model Pengembangan Tefa 1.Mengerjakan order dari Industri ( Kerjasama dengan Industri Besar) 2. Kerjasama dengan Industri Kecil dan Menengah 3. Kerjasama dengan Politeknik dalam mewujudkan hasil riset terapan 4. Tefa Kolaboratif dengan Poltek dan Industri 5. Tefa Mandiri
  • 12.
    Order dari Industri SMKIndustri TEFA Keterangan : 1. Order datang dari Industri, untuk mendukung suplay cain industry dalam memproduksi barang tertentu. 2. Harus didukung dengan perjanjian Kerjasama dengan Industri 3. Kemungkinan berhasil lebih tinggi, krn disain dan komponen yg dikerjakan merupakan bagian dr produk yang akan dibuat/dirakit 4. Upayakan melibatkan bahan dan peralatan pendukung dari industry 5. Pengaturan siswa kompeten/lulus uji kompetensi dalam menentukan quota order yang dikerjakan Kerjasama SMK dengan Industri Besar/Menengah
  • 13.
    Kerjasama SMK denganUMKM UMKM UMKM SMK Keterangan: 1. UMKM bisa lebih dari satu, dan memiliki ijin pendirian CV/PT. kolaborasi dalam menangkap peluang bisnis 2. Produk yang dikerjasamakan bisa berbeda, sesuai kebutuhan pasar/ minat Masyarakat 3. Pengerjaan bisa mengoptimalkan mesin dan peralatan SMK, didukung dengan perjanjian Kerjasama. 4. Material mengacu pada standar industry/ baku terhadap pembebanan, dan kekuatan secara statis maupun dinamis. 5. Optimalisasi keterlibatan siswa yg kompeten dalam Tefa. 6. Diperlukan pendamping dari PT atau industry besar TEFA
  • 14.
    Kerjasama dengan Industri SMKPoltek/PT RisetTerapan TEFA Keterangan : 1. Diutamakan dalam menindaklanjuti hasil riset terapan Poltek/PT yg terlah teruji secara ilmiah. 2. Analisis pasar dan analisis produksi perlu pencermatan agar dapat diproduksi masal secara efisien. 3. Melibatkan Dosen atau mahasiswa yg membuat riset terapan, SMK mendukung dalam memproduksi masalnya. 4. Membutuhkan kejelian dalam analisis pasar dan analisis produksi/ mengurangi risiko gagal produksi
  • 15.
    Tefa Mandiri SMK . SMK Expert Industri Expert PT/Poltek Keterangan: 1.Tafa mandiri ini dapat diupayakan pada KK yg tidak terlalu terkait dengan standarisasi industry , misalnya untuk produk-produk busana, boga, kulier kerajinan dan seni 2. Sebagai kelanjutan dari kegiatan pembelajaran PjBL yg dilkukan di SMK 3. Disarankan melibatkan Industri dan PT/Poltek untuk membantu dalam pendampingan produksi dan riset sederhana untuk memastikan produk dapat dikerjakan dan memenuhi kebutuhan pasar. 4. Perlu kejelian mulai dari penetapan produk, analisis produksin dan pasar TEFA SMK
  • 16.
    TEFA KOLABORASI (ORDERDARI INDUSTRI) . ORDER ASSASMEN ANALISIS BIAYA & PROSES PRODUKSI BERSAMA SMK POLTEK PERAKITAN/QC Keterangan : 1. Peluang untuk berhasil akan berjalannya Tefa lebih tinggi 2. Kurang mengapresisiasi kratifitas siswa dalam mengembangkan produk inovatif mereka. 3. Sangat Tepat bagi Tefa pemula yg belum banyak hasil riset terapanatau inovasi para siswanya SMK SMK
  • 17.
    TEFA KOLABORASI (HilirisasiRiset Terapan/PjBL) . Hasil Riset Terapan Pemilihan/ kelayakan ANALISIS BIAYA & PROSES PRODUKSI BERSAMA SMK POLTEK PERAKITAN/QC Keterangan : 1. Hasil riset terapan dikurasi kelayakan Bersama industry utk diproduksi masal 2. Tefa akan Mendorong Mahasiswa/siswa untuk melakukan riset terapan dalam menangkap peluang bisnis. 3. Membutuhkan keahlian khusus dalam kurasi, proses produksi dan pemasaran produk (Higt Risk) SMK SMK
  • 18.
    Pembelajaran berbasis duniakerja yang berpusat pada murid Pendidik reflektif, gemar belajar, berbagi, dan berkolaborasi Iklim sekolah yang aman, inklusif, menerapkan budaya kerja, dan merayakan kebinekaan Kepemimpinan berjiwa wirausaha untuk perbaikan layanan berkelanjutan Terdapat empat ciri utama dari SMK berkualitas yang kita cita-citakan, yang selaras dengan Rapor Pendidikan. 1 2 3 4
  • 20.
    Langkah Pengembangan Tefa SosialisasiTefa Pengorganisasian Tim Tefa Penguatan Kemitraan Pelaksanaan Pembelajaran Tefa Evaluasi dan Tindak Lanjut
  • 22.
    B. Pengorganisasian Tefa PembentukanTim Tefa a. Dapat terintegrasi dengan struktur sekolah, atau b. Membentuk Tim Tefa secara khusus, bertanggungjawab langsung kepada kepala sekolah c. Melibatkan : 1) Waka Kurikulum 2) Waka Humas 3) Waka Sarpras 4) Unsur Program Keahlian dan 5) Perwakilan Dunia Kerja
  • 23.
    Matriks Manajemen PengelolaanTefa No. Proses Tefa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dunia Kerja Waka Kurikulum Waka Humas Waka Sarpras Unsur Program Keahlian 1 Identifikasi Produk V V - V V 2 Analisis Cakupan Kompetensi V - - V V 3 Perencanaan Produksi V - - V V 4 Analisis Kecukupan Sumber Daya V - V V V 5 Pengerjaan Produk - - V V V 6 Penyerahan Hasil Produk - V - V - 7 Layanan Purna Jual - V - V - Catatan : *) Tanda V memiliki arti terlibat aktif dan bertanggung jawab
  • 24.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    4. Lingkup kemitraanantara SMK dan mitra kerja antara lain a. Perencanaan 1) Sinkronisasi 2) Penyususnan dokumen Tefa b. Pelaksanaan 3) Guru tamu/ instruksi kejuruan; 4) Proses produksi; 5) Riset terapan mendukung pengembangan Tefa; 6) Update teknologi dan pelatihan bagi guru/instruktur; 7) Sertifikasi kompetensi bagi guru dan siswa; 8) Pemaaran produk; 9) Pemanfaatan sumber daya; 10)Keterserapan lulusan. c. Evaluasi dan Pengembangan 11)Kebermanfaatan program dan implementasi Tefa bagi para pihak; 12)Pengembangan program Tefa; 13)Efektifitas program Tefa. Mengutamakan dan mengoptimalkan potensi mitra kerja local (UMKM) dengan kandungan TKDN yang signifikan
  • 29.
  • 30.
  • 31.
    ANALISIS PASAR DAN PENGEMBANGANPRODUK Identifikasi Produk Pelanggan Internal Pelanggan Eksternal Kemitraan dengan Industri / DUDI Kesesuaian Kompetensi Analisis Sumber Daya Identifikasi Produk Perancangan
  • 32.
    IDENTIFIKASI PRODUK (Form. TEFA-01) SatuanPendidikan : SMK XYZ Program Keahlian : Konsentrasi Keahlian : Teknik Pemesinan Uraian Produk : Nama Produk Deskripsi Produk Jenis (Barang/Jasa) Pesanan/stok Pelanggan Jumlah Produksi Baut Kuningan Dikerjakan dengan mesin CNC, bahan kuningan Barang Pesanan PT ABCDE 200/ minggu Sesuai pesanan Contoh format! Boleh dikembangkan/ dengan format sendiri.
  • 33.
  • 34.
  • 35.
    Pesanan (Eksternal, Internal/Stok) Perangkat Ajar 1. Identifikasi Produk 4.Analisis Sumber Daya 2. Analisis Cakupan Kompetensi Asesmen Sumatif Produk Modul Ajar SOP Job Sheet 3. Perancangan Produk 5. Pengerjaan Produk 6. Penyerahan Produk 7. Layanan Purna Jual Instrumen Asesmen Asesmen Formatif Porto folio Skill Passport Work Book Work Book Pembelajaran/ Produksi BAGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI MELALUI PEMBELAJARAN TEFA DI SMK (SATU SIKLUS SERTIFIKASI: BERBASIS SKEMA) SOP Form. TEFA-01 Form. TEFA-02 Form. TEFA-03 Form. TEFA-04 Form. TEFA-05 Form. TEFA-06 Form. TEFA-07 Analisis Pesanan Tujuan Pembelajaran Work Book Modul Ajar Job Sheet CP: Skema Sertifikasi Sinkronisasi LANGKAH TEFA PEMBELAJARAN/PRODUKSI Beberapa Skill Passport = Sertifikat Porto folio Live Assessment Work Book Pengembangan Reset Pasar *) Produk Berupa Barang dan Jasa
  • 36.
    Rencana Pembelajaran BerbasisStandar Kompetensi Dimana dibutuhkan Rencana Pembelajaran berbasis Standar Kompetensi Di seluruh dunia, terutama dalam industri dan sektor pendidikan, Pemerintah, lembaga pendidikan, perusahaan, dan organisasi profesi 4. Siapa Pengguna Rencana Pembelajaran berbasis Standar Kompetensi Lembaga Pendidikan, Pemerintah, Perusahaan, Individ. 5. Bagaimana menerapkan Rencana Pembelajaran berbasis Standar Kompetensi Gunakan sebagai acuan perencanaan pembelajaran, Acuan pengembangan tujuan pembelajaran, Instrumen asesmen, acuan pengembangan materi pembelajaran 6. Apa itu Rencana Pembelajaran berbasis Standar Kompetensi Adalah pendekatan dalam merancang pembelajaran yang menggunakan standar kompetensi sebagai panduan 1. Mengapa perlu Rencana Pembelajaran berbasis Standar Kompetensi Memastikan Kualitas Pendidikan dan Latihan Sebagai instrumen Asesmen dan evaluasi, Memastikan Ketepatan sasaran, Memberi arah pengembangan karir 2. Kapan dibutuhkan Rencana Pembelajaran berbasis Standar Kompetensi Berbagai konteks, termasuk Pendidikan formal (sekolah, universitas) dan pelatihan di tempat kerja, mengarahkan pengembangan kurikulum, program pelatihan, dan sertifikasi. 3.
  • 37.
    PENERAPAN SKILL PASPORTPADA PENGEMBANGAN INTEGRASI MODEL TEACHING FACTORY (TEFA) DENGAN RENCANA PEMBELAJARAN Identifikasi Tujuan Pembelajaran Analisa Pembelajaran Identifikasi Kompetensi Peserta Didik Menyusun Tujuan Pembelajaran Mengembangkan Instrumen Asesmen Mengembangkan Strategi Pembelajaran Mengembangka n dan Memilih Materi Pembelajaran Mengembangka n dan Melaksanakan Evaluasi Formatif Mengembangka n dan Melaksanakan Evaluasi Formatif Revisi Pembelajaran Identifikasi Produk Model Teaching Factory Skill Pasport Skema Sertifikasi Sinkronisasi Analisa Sumber Daya 1 2 3 4 5 6 7 9 10 A B C 8 RUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ASESMEN
  • 38.
    Identifikasi Tujuan Pembelajaran 1 1.1.Prinsip Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka diidentifikasi sesuai dengan pedoman kurikulum merdeka 1.2. Hasil analisis kebutuhan pembelajaran diidentifikasi sesuai hasil pengembangan Skema Sertifikasi Sinkronisasi. 1.3. Standar okupasi atau standar kompetensi kerja diidentifikasi sesuai kebutuhan pembelajaran. 1.4. Deskripsi peran serta/tugas pokok dan fungsi di tempat kerja diidentifikasi berdasarkan Skema Sertifikasi Sinkronisasi. 1.5. Tujuan Pembelajaran untuk keperluan sertifikasi maka ditambahkan terkait kondisi (Condition) dan pengulangan untuk mencapai mahir/sesuai standar (Degree).
  • 39.
    Melakukan Analisis Pembelajaran 1.Struktur kompetensi dianalisa berdasarkan kompetensi untuk pencapaian tujuan ditempat kerja 2. Struktur kompetensi pembelajaran diidentifikasi untuk mencapai tujuan pembelajaran 2
  • 40.
    Skema/Industri Tujuan PembelajaranLingkup Materi Alokasi Waktu (JP) Junior Technical Support Peserta didik mampu merancang topologi jaringan Materi: Asesmen: Strategi: Perkiraan waktu yang diperlukan untuk pembentukan kompetensi Isikan Tujuan Pembelajaran 2 Isikan Tujuan Pembelajaran .. dst Konsentrasi Keahlian: Fase : Kelas/Semester: Analisis Cakupan Kompetensi Form. TEFA-02 Catatan : Lampirkan ATP satu fase
  • 41.
    Mengidentifikasi Kompetensi AwalPeserta Didik (Prasyarat) 3 •Perilaku awal peserta: Kemampuan Dasar; Keterampilan Praktis; Pengetahuan Awal; Sikap dan Minat; Kebiasaan Belajar; Gaya Belajar; Kompetensi Sosial. •Kompetensi Sebelumnya untuk Masuk ke Kompetensi Lanjutan
  • 42.
    Menulis Tujuan Pembelajaran 4 TujuanPembelajaran sesuai contoh format WS.02.02
  • 43.
    Kompetensi Konten KondisiKualitas/Kuantitas Tujuan Pembelajaran (TP) Mampu Merancang (kompetensi sesuai standar) …Topologi (Konten yang dipelajari sesuai kompetensi) …. Pada Laboratorium Komputer …… (sesuai produk pencapaian kompetensi) sesuai dengan SOP Kerja Tercapai sesuai 5 Dimensi Kompetensi/ Sebanyak …. (frekuensi pengulangan …. Kali) sesuai standar industri dalam pencapaian kompetensi Kalimat TP 1: Contoh (Peserta didik mampu merancang topologi jaringan pada laboratorium komputer sesuai dengan SOP Kerja tercapai 5 dimensi kompetensi/10 kali pengulangan) Kalimat TP 2: Kalimat TP … dst Konsentrasi Keahlian: Fase : Kelas/Semester: Rumusan Tujuan Pembelajaran (Form WS.02.02)
  • 44.
    Mengembangkan Strategi Pembelajaran 5 •Strategi urutan kegiatan pembelajaran diidentifikasi sesuai konteks (pendahuluan, inti, penutup) • Strategi garis besar isi pembelajaran diidentifikasi sesuai konteks (menyenangkan, menantang, memotivasi, memberikan kesempatan ke siswa mendapatkan pembelajaran berkualitas dan bermakna). • Media dan alat pembelajaran diidentifikasi sesuai konteks. • Alokasi waktu belajar diidentifikasi sesuai konteks.
  • 45.
    Mengembangkan Perangkat Pembelajaran •Bentuk kegiatan instruksional (Ceramah, Diskusi, Studi Kasus, Simulasi, Praktik, Proyek, Pengamatan, Demonstrasi) • Pengembangan bahan instruksional (Bahan-bahan instruksional yang sudah ada atau Pengembangan bahan instruksional yang belum tersedia) • Lembar kerja peserta didik 6
  • 46.
    Materi Penyusunan PerangkatAjar berbasis Kompetensi
  • 47.
    Perangkat Pembelajaran BerbasisStandar Kompetensi Dimana dibutuhkan Perangkat Ajar berbasis Kompetensi 4. Siapa Pengguna Perangkat Ajar berbasis Kompetensi 5. Bagaimana menerapkan Perangkat Ajar berbasis Kompetensi 6. Apa itu Perangkat Ajar berbasis Kompetensi 1. Mengapa perlu Perangkat Ajar berbasis Kompetensi 2. Kapan dibutuhkan Perangkat Ajar berbasis Kompetensi 3. Adalah bahan pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami dan mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum • Memastikan Kesetaraan. • Fokus pada Tujuan. • Mendukungkemandirian belajar • Proses pembelajaran sepanjang kurikulum, terutama dalam konteks pendidikan formal di sekolah, perguruan tinggi, atau pelatihan. • Pengajaran klasikal atau dalam pembelajaran jarak jauh. Di berbagai lingkungan pembelajaran, termasuk kelas, perpustakaan, laboratorium, atau bahkan di rumah jika digunakan untuk pendidikan jarak jauh • Guru, instruktur, atau pengajar yang kompeten dalam mata pelajaran atau bidang yang sesuai. • Instructional designer, pengembang kurikulum, dan ahli teknologi pendidikan 1) Identifikasi tujuan pembelajaran; 2) Judul modul; 3) Pendahuluan/Latarbelakang; 4) Materi dan aktivitas pembelajaran; 4) Dimensi kompetensi; 5) Kembangkan Latihan dan bukti berkualitas; 6) Kembangkan Asesmen
  • 48.
    •Form. TEFA-01 IdentifikasProduk (Analisa Pasar Internal dan Eksternal) Identifikasi Produk •Form. TEFA-02 Analisa Cakupan Kompetensi (Pendidik, Instruktur dunia kerja, Tenaga Pendukung, Peserta Didik) Analisis Cakupan Kompetensi •Form. TEFA-03 Perancangan Produk (Gambar, Daftar Bahan, Alat/Mesin, RAB, rencana pembelajaran/ produksi) Perancangan Produk •Form. TEFA-04 Analisis Kecukupan Sumber Daya (SDM, Mesin/Alat, modal, …) Analisis Kecukupan Sumber Daya Pembelajaran •Form. TEFA-05.01 Modul Ajar •Form. TEFA-05.02 SOP Produksi •Form. TEFA-05.03 Lembar Kerja (Job Sheet) Asesmen •Form. TEFA-05.04 Buku Kerja •Form. TEFA-05.05 QC Pengerjaan Produk Tefa •Form. TEFA-06 SOP Penyerahan Produk Penyerahan Hasil Produk •Form. TEFA-07 SOP Layanan Purna Jual Layanan Purna Jual PERANGKAT AJAR DALAM PELAKSANAAN TEFA
  • 49.
    Contoh Menyusun ModulAjar berbasis Kompetensi sesuai dengan PPA Tujuan Pembelajaran: diambil dari rumusan Tujuan Pembelajaran Langkah-langkah Pembelajaran disesuaikan dengan model/metode/strategi pembelajaran Asesmen: diisikan perencanaan asemen, meliputi: instrumen asesmen, dan waktu pelaksanaan Media/Materi: Materi yang akan disajikan berdasarkan tujuan pembelajaran 2 3 4 5 Judul Modul : Diisikan sesuai Tujuan Pembelajaran 1 Link:
  • 50.
    Contoh Menyusun ModulMateri berbasis Kompetensi Pendahuluan - Tujuan Pembelajaran, - Deskripsi Tujuan Pembelajaran Materi 1. Tujuan Pembelajaran 1 .... Diisikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yangs sesuai dengan tujuan pembelajaran 1 Materi 2… dst Daftar Pustaka 2 3 Judul Modul : Diisikan sesuai Tujuan Pembelajaran 1
  • 51.
    1 2 3 4 5 5 6 6 Diisikan Tanda Tanganidan Nama Pembuat, misal yang membuat Guru Diisikan Tanda Tangani dan Nama Verifikator, misal yang memverifikasi Kepala Lab Contoh 7 7 8 8 9 10 Contoh Menyusun SOP Kerja berbasis Kompetensi
  • 52.
    Contoh Menyusun Worksheetberbasis Kompetensi 1 2 3 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 10 5 6 8 7 Contoh Diberikan catatan oleh Guru/ Pengajar/ Instruktur
  • 53.
    Contoh Menyusun AsesmenMandiri untuk Asesmen Formatif berbasis Kompetensi 1 2 3 4 5 6 7 4 5 4 5
  • 54.
  • 55.
    Model bisnis dipetakandengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) yang dilakukan pada sembilan elemen yaitu: value propositions, customer segments, customer relationships, channels, key activities, key resources, key partners, cost structure, dan revenue streams. Customer segments merupakan kunci penting bagi Tefa SMK XYZ dalam mencapai tujuan bisnis, tanpa customer akan sulit bertahan dan bersaing. Customer segments merupakan pengelompokan customer yang serupa dalam beberapa hal seperti preferensi, lembaga, dan kebiasaan pembelian. Customer segments Tefa SMK dikelompokan dalam: (pilih yang sesuai 1) pelanggan individu, 2) pelanggan sekolah (SMK pasangan, sekolah sekitar, sekolah sendiri (SMK XYZ), 3) organisasi masa???). Sebutkan bagaimana mempertahankan dan membangun pelanggan! Panduan Membuat Rencana Bisnis Model Canvas
  • 56.
    Customer relationships menggambarkanhubungan antara Tefa SMK XYZ dengan konsumennya. Customer relationships merupakan strategi organisasi menjaga hubungan dengan pelanggan. Kegiatan yang dilakukan meliputi: (pilih yang sesuai: 1) Garansi, 2) variasi model penjualan online dan outlet 3 (tiga) SMK pasangan, 3) diskon). Jelaskan masing-masing kegiatan! Jelaskan rencana pengembangan!
  • 57.
    Channels merupakan elemenyang penting bagi Tefa SMK XYZ dalam menjangkau pangsa pasar serta calon pembeli yang lebih luas. Channels merupakan sarana mengkomunikasikan value propositions kepada segmen pelanggan. Channels Tefa SMK adalah: (pilih yang sesuai 1) pemasaran oleh peserta didik (mulut ke mulut), 2) pemasaran SMK pasangan, 3) pemasaran online, 4) pemasaran offline (outlet SMK XYZ), dan 5) katalog produk). Jelaskan masing-masing channels yang dibangun …. Jelaskan kondisi sekarang dan rencana pengembangan!
  • 58.
    Value proposition merupakankeunggulan Tefa SMK XYZ yang ditawarkan kepada segmen pasar (pelanggan) yang merupakan elemen penting untuk membangun hubungan dan kesetiaan dengan pelanggan. Keunggulan produk yang dapat ditawarkan meliputi: (pilih yang sesuai: 1) harga terjangkau (murah), 2) kualitas terjamin (sesuai kualifikasi pelanggan), 3) kemudahan pemesanan (dapat melalui of-line dan online), 4) layanan sesuai keinginan pelanggan). Jelaskan bagaimana SMK dapat memberikan/membangun keunggulan tersebut!.
  • 59.
    Key activities merupakanaktivitas kegiatan menciptakan produk untuk membangun value proposition. Key activities Tefa SMK XYZ meliputi: (sebutkan yang sesuai 1) research produk, 2) penjualan/pemasaran, 3) koordinasi produksi, 4) rancangan produksi, 5) proses produksi, 6) distribusi, 7) layanan purna jual). Jelaskan setiap kegiatan dilaksanakan. Jelaskan masing-masing kegiatan!
  • 60.
    Key resources adalahsumber daya organisasi yang digunakan untuk mencapai value proposition melalui berbagai aktivitas/kegiatan. Empat jenis key resources yaitu intellectual, physical, financial dan human resources. Key resources Tefa SMK XYZ meliputi: (sebutkan yang sesuai 1) intelektual: kompetensi pendidik, kompetensi mitra kerja, 2) Fisik: Kantor/Toko, alat produksi, 3) keuangan: bantuan pemerintah, 4) SDM: pendidikan dan tenaga kependidikan, karyawan, SMK Pasangan). Dapat juga disebut aset penting yang dibutuhkan atau diperlukan agar Tefa SMK XYZ berjalan dengan baik. Jelaskan kondisi sekarang dan rencana pengembangan!
  • 61.
    Key partners menjelaskankemitraan sehingga Tefa SMK XYZ dapat berjalan dengan baik. Key partners merupakan bagian dari pihak atau mitra yang dapat bekerjasama dalam mendukung pengembangan Tefa SMK XYZ. Key partners Tefa SMK XYZ meliputi (pilih yang sesuai: 1) supplier, 2) jasa pengiriman, 3) SMK pasangan, 4) pendidik PKK, dan 5) pendidik kejuruan). Boleh sebutkan data-data partner dan jasa pengiriman, penjelasan SMK pasangan, penjelasan keterlibatan pendidik PKK dan Projek!
  • 62.
    Revenue streams merupakansumber-sumber yang berkontribusi terhadap pemasukan Tefa SMK XYZ baik secara tidak langsung maupun langsung. Revenue streams diperoleh dari penjualan produk: (sebutkan yang sesuai 1) outlet SMK XYZ (pengimbas), 2) outlet 3 (tiga) SMK pasangan, 3) pembelajaran projek kreatif kewirausahaan (PKK) dan 4) pembelajaran projek pada mata pelajaran yang sesuai). Jelaskan kondisi masing-masing kegiatan/outlet!
  • 63.
    Cost structure merupakankomponen biaya operasional yang digunakan Tefa SMK XYZ dalam mewujudkan nilai yang diberikan kepada pelanggan. Cost structure yang efektif dan efisien akan mendukung tercapainya laba yang dihasilkan Tefa SMK XYZ dengan maksimal. Cost structure Tefa SMK meliputi: (sebutkan yang sesuai 1) pembayaran gaji karyawan, 2) pembelian bahan, 3) perawatan alat dan mesin, 4) pembayaran Listrik, pembayaran komunikasi (telpon, internet, …). Jelaskan rancangan/prediksi pengeluran dan dari mana sumber pembiayaan!
  • 64.
    Analisis Kebutuhan SumberDaya Berdasarkan Rancangan Produk Gambar Kerja/Storyboard/Naskah Kerja Prototipe/Contoh Produk
  • 65.
    •Pendidik •Instruktur/Tenaga Ahli Industri •PesertaDidik SDM •Mesin •Alat •Bahan •Ruang dan Penataan (Lay Out) Sarana dan Prasarana • Pemerintah • Pemerintah Daerah • Penyelenggara Pendidikan • Mitra Kerja • Penjualan Produk Tefa Biaya •Transfer Teknologi •Tenaga Ahli •Kerjasama Produksi •Investasi •Kerjasama Pemasaran •Penyaluran Lulusan/Rekrutmen Mitra Kerja Sumber Daya Penyelenggaraan Tefa
  • 66.
    Sumber Daya Manusia Jenis,Jumlah, dan Kualifikasi Pengalaman Industri (produksi dan pemasaran) Persyaratan Khusus (kompetensi, motivasi, loyalitas, dan disiplin) Pola Pengembangan 1 2 3 4
  • 67.
    Sarana dan Prasarana Mesin,Alat, dan Bahan (jenis, jumlah, dan spesifikasi) Ruang/Tempat Produksi (serta tata letak peralatan) Maintenance Repair and Calibration (MRC) Penerapan K3LH SIM Bengkel (aplikasi sederhana atau software sistem informasi profesional) 1 2 3 4 5
  • 68.
    Sumber Pembiayaan Pemerintah Pemerintah Daerah PenyelenggaraPendidikan Mitra Kerja Penjualan Hasil Produksi 1 2 3 4 5
  • 69.
    Hubungan Kemitrakerjaan Pengembangan JejaringPemasaran Transfer Teknologi Kerjasama Produksi Investasi Rekrutmen/Penyaluran Lulusan 1 2 3 4 5
  • 70.
    Status Kualifikasi JumlahKondisi Tersedia RTL Keterangan a. Pendidik ∙Pendidikan Formal ... ∙Pengalaman Industri ... b.Instruktur/Expert Industri ∙Pendidikan Formal ... ∙Pengalaman Produksi ... c.Peserta Didik ∙Kelas/Semester … ∙Kompetensi Prasyarat … IDENTIFIKASI KESIAPAN SUMBER DAYA PENYELENGGARAAN TEACHING FACTORY SMK : ________________________________________________________ Konsentrasi Keahlian : ________________________________________________________ Produksi (Barang/Jasa) : ___________________________ (Berdasarkan Rancangan Produk) Kuantitas : Volume Produk Jangka Waktu : __ Bulan/Minggu (Tanggal ____________ s.d. ________________) 1. Kebutuhan SDM
  • 71.
    Jenis Spesifikasi JumlahKondisi Tersedia RTL Keterangan a. Alat Utama/Mesin b. Alat Tangan/Alat Pendukung c. Bahan d. Ruang/Tempat Kerja 2. Kebutuhan Sarana dan Prasarana Produksi Sumber Pembiayaan Legalitas Jumlah Kebutuhan (Jumlah) RTL Keterangan a. Pemerintah Pusat b. Pemerintah Daerah c. Penyelenggara Pendidikan d. Mitra Kerja e. Penjualan Produk Tefa 3. Kebutuhan Pembiayaan
  • 72.
    Peran Mitra Kriteria/UraianJumlah Kondisi Tersedia RTL Keterangan a. Bantuan Tenaga Ahli b. Transfer Teknologi c. Produksi Bersama (Project Work) d. Investasi e. Kerjasama Pemasaran f. Rekrutmen/Penyaluran Lulusan 4. Kebutuhan Mitra Kerja

Editor's Notes

  • #18 Narasumber membacakan narasi di slide