Resume Paduan
TEACHING FACTORY
Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Bimtek Teaching Factory
SMK di Jawa barat
Subang, 1-3 Agustus
Tahun 2023
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
Drs. H. Endang Zenal, M.Ag
Kepala SMKN 3 Tasikmalaya
Running From
Good
mind
set
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
Drs. H. Endang Zenal, M.Ag
Kepala SMKN 3 Tasikmalaya
1 Merepresentasikan Semua
Semua Merenpresentasikan 1
= KITA
Ada Jam atau
tidak ada Jam
Guru Wajib
ada di sekolah
1. Kewajiban
2. Apalagi Dengan
Program TEFA
DASAR HUKUM
PP No. 41/2015 tentang Pengembangan Sumber Daya
Industri
Pasal 6 ayat (1)
Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Industri berbasis
kompetensi harus dilengkapi dengan LSP, “pabrik dalam
sekolah”, dan TUK.
Penjelasan Pasal 6 ayat (1)
Yang dimaksud dengan “pabrik dalam sekolah (teaching factory)”
adalah sarana produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur
dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan
produk sesuai dengan kondisi nyata industri dan tidak
berorientasi mencari keuntungan. Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
Pengertian Tefa
Teaching Factory (Tefa) adalah model pembelajaran yang
memadukan pencapaian kompetensi kurikulum sekolah dan proses
produksi sesuai prosedur dan standar dunia kerja, untuk
menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter melalui
penyelesaian produk sebagai media belajar dalam bentuk barang
dan/atau layanan jasa.
Tujuan Tefa
Membekali siswa SMK dengan kompetensi soft skill dan hard skill
melalui pembelajaran yang dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi
berdasarkan standar proses dan kualitas produk di dunia kerja
sesuai bidang/program/konsentrasi keahlian.
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
1. Akuntabel
Tefa menggunakan keuangan dan asset negara,
pengelolaannya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku
dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Efisien
Tefa menghasilkan produk (barang/jasa) yang sesuai dan tepat
untuk mengembangkan kompetensi dan karakter siswa,
harus dapat menghemat pengeluaran bahan praktik dalam
memanfaatkan bahan produksi.
3. Estetis
Pelaksanaan Tefa dapat mengembangkan kompetensi dan
karakter dunia kerja dengan proses pembelajaran yang
menyenangkan bagi siswa.
Prinsip Tefa
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
1. Meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai standar proses
produksi di dunia kerja;
2. Meningkatkan kompetensi lulusan SMK sesuai dengan tuntutan
dunia kerja;
3. Meningkatkan kemandirian sekolah dalam penyelenggaraan
pendidikan vokasi sesuai standar dunia kerja;
4. Memperkuat kemitraan antara SMK dan dunia kerja;
5. Menyediakan alternatif tempat PKL siswa SMK; dan
6. Menyediakan alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat
terhadap barang dan/atau layanan jasa.
Manfaat Tefa
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
1. Lingkungan, suasana, dan aturan di tempat praktik dikondisikan
sesuai standar dunia kerja;
2. Pembelajaran dan penilaian menggunakan instrumen untuk
melakukan kegiatan/aktivitas produksi sesuai standar dunia kerja;
3. Hasil pembelajaran berupa kompetensi yang diwujudkan dalam
bentuk produk sesuai standar dunia kerja;
4. Alur/proses kerja sesuai dengan standar dunia kerja;
5. Sekolah memiliki dunia kerja mitra yang sesuai dan terlibat aktif
dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran;
6. Asesmen kompetensi siswa sesuai dengan prosedur dan tata
cara penilaian di dunia kerja serta prinsip asesmen Kurikulum
Merdeka.
Ciri-ciri Tefa
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
KATEGORI TEFA
Tefa berbasis
pemenuhan kompetensi
siswa
Tefa berbasis kebutuhan
masyarakat
Tefa berbasis kemitraan
dengan dunia kerja
1
2
3
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
LANGKAH PENGEMBANGAN
TEACHING FACTORY
(Tidak Harus Berurutan)
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
A. Sosialisasi Tefa
Melibatkan semua unsur sekolah dan pihak
eksternal (masyarakat dan dunia kerja mitra)
Menyamakan persepsi
Membangun komitmen
Pabrik dimaknai sebagai tempat produksi
barang/jasa (bengkel, kitchen, hotel, lahan,
sanggar, dst)
1
2
4
3
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
B. Pengorganisasian Tefa
1. Pembentukan Tim Tefa
a. dapat terintegrasi dengan struktur organisasi sekolah,
atau
b. membentuk Tim Tefa secara khusus, bertanggung
jawab langsung kepada kepala sekolah.
c. melibatkan:
1) Waka Kurikulum;
2) Waka Humas;
3) Waka Sarpas;
4) Unsur Program Keahlian; dan
5) Perwakilan dunia kerja. Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Tugas Tim Tefa
1. Menyusun perencanaan dan mengimplementasikan Tefa;
2. Memperkuat kolaborasi antar guru mata pelajaran,
bidang keahlian, program keahlian,
kompetensi/konsentrasi keahlian;
3. Memperkuat kemitraan dengan dunia kerja dan lembaga
pendidikan lain;
4. Mengembangkan promosi dan/atau pemasaran produk;
5. Mengendalikan implementasi Tefa sesuai standar dunia
kerja;
6. Mengevaluasi pelaksanaan Tefa; dan
7. Melaksanakan perbaikan dan pengembangan Tefa.
Sumber pemateri :
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat
H. Nanang
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
Selain aktivitas pembelajaran, ada aktivitas yang layaknya
sebuah badan usaha/industri:
a. menerima pesanan,
b. proses produksi,
c. transaksi keuangan,
d. distribusi,
e. pengaturan institusi pemerintah yang beroperasi
layaknya perusahaan, adalah BLUD (Permendagri
Nomor 79 Tahun 2018).
2. Pengelolaan Tefa
C. Penguatan Kemitraan
Memperhatikan:
1. Bidang usaha/kerja/profesi mitra kerja sesuai
bidang/program/ kompetensi/konsentrasi keahlian;
2. Klasifikasi Usaha (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah);
3. Mitra kerja yang dapat berkontribusi sebesar-besarnya
dalam pengembangan Tefa; dan
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
4. Lingkup kemitraan antara SMK dan mitra kerja antara lain:
a. Perencanaan
1) Sinkronisasi kurikulum;
2) Penyusunan dokumen Tefa.
b. Pelaksanaan
1) Guru tamu/instruktur kejuruan;
2) Proses produksi;
3) Riset terapan mendukung pengembangan Tefa;
4) Update teknologi dan pelatihan bagi guru/instruktur;
5) Sertifikasi kompetensi bagi guru dan siswa;
6) Pemasaran produk;
7) Pemanfaatan sumber daya;
8) Keterserapan lulusan.
c. Evaluasi dan Pengembangan
1) Kebermanfaatan program dan implementasi Tefa bagi para pihak;
2) Pengembangan dan inovasi produk;
3) Efektivitas program Tefa.
Mengutamakan dan mengoptimalkan potensi mitra kerja lokal (UMKM)
dengan kandunganM
a
Tn
s
Ky
u
r
DS
y
Na
h
,K
yo
n
as
u
nl
t
a
gnK
su
r
i
ik
gu
l
u
nm
ifS
iM
kK
a,2
0
n2
3
.
TEFA DAN BLUD SMK
Pembelajaran
Dasar Kejuruan
Tefa + PjBL + Model lainnya
Siswa Kompeten
Produk Berkualitas
PEMBIAYAAN
PEMBELAJARAN
DIULANG-ULANG
Catatan: Bagi SMK Swasta pengelolaan keuangan mengikuti ketentuan yang berlaku
dan/atau aturan Yayasan/Lembaga Penyelenggara.
Transaksi
(BLUD SMK
Negeri)
Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
TerimaKasih

Resume PPT_Panduan Tefa_1.pdf

  • 1.
    Resume Paduan TEACHING FACTORY SekolahMenengah Kejuruan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Bimtek Teaching Factory SMK di Jawa barat Subang, 1-3 Agustus Tahun 2023 Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang Drs. H. Endang Zenal, M.Ag Kepala SMKN 3 Tasikmalaya
  • 2.
    Running From Good mind set Sumber pemateri: Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang Drs. H. Endang Zenal, M.Ag Kepala SMKN 3 Tasikmalaya 1 Merepresentasikan Semua Semua Merenpresentasikan 1 = KITA Ada Jam atau tidak ada Jam Guru Wajib ada di sekolah 1. Kewajiban 2. Apalagi Dengan Program TEFA
  • 3.
    DASAR HUKUM PP No.41/2015 tentang Pengembangan Sumber Daya Industri Pasal 6 ayat (1) Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Industri berbasis kompetensi harus dilengkapi dengan LSP, “pabrik dalam sekolah”, dan TUK. Penjelasan Pasal 6 ayat (1) Yang dimaksud dengan “pabrik dalam sekolah (teaching factory)” adalah sarana produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk sesuai dengan kondisi nyata industri dan tidak berorientasi mencari keuntungan. Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 4.
    Pengertian Tefa Teaching Factory(Tefa) adalah model pembelajaran yang memadukan pencapaian kompetensi kurikulum sekolah dan proses produksi sesuai prosedur dan standar dunia kerja, untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter melalui penyelesaian produk sebagai media belajar dalam bentuk barang dan/atau layanan jasa. Tujuan Tefa Membekali siswa SMK dengan kompetensi soft skill dan hard skill melalui pembelajaran yang dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi berdasarkan standar proses dan kualitas produk di dunia kerja sesuai bidang/program/konsentrasi keahlian. Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 5.
    1. Akuntabel Tefa menggunakankeuangan dan asset negara, pengelolaannya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan. 2. Efisien Tefa menghasilkan produk (barang/jasa) yang sesuai dan tepat untuk mengembangkan kompetensi dan karakter siswa, harus dapat menghemat pengeluaran bahan praktik dalam memanfaatkan bahan produksi. 3. Estetis Pelaksanaan Tefa dapat mengembangkan kompetensi dan karakter dunia kerja dengan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Prinsip Tefa Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 6.
    1. Meningkatkan kualitaspembelajaran sesuai standar proses produksi di dunia kerja; 2. Meningkatkan kompetensi lulusan SMK sesuai dengan tuntutan dunia kerja; 3. Meningkatkan kemandirian sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi sesuai standar dunia kerja; 4. Memperkuat kemitraan antara SMK dan dunia kerja; 5. Menyediakan alternatif tempat PKL siswa SMK; dan 6. Menyediakan alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap barang dan/atau layanan jasa. Manfaat Tefa Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 7.
    1. Lingkungan, suasana,dan aturan di tempat praktik dikondisikan sesuai standar dunia kerja; 2. Pembelajaran dan penilaian menggunakan instrumen untuk melakukan kegiatan/aktivitas produksi sesuai standar dunia kerja; 3. Hasil pembelajaran berupa kompetensi yang diwujudkan dalam bentuk produk sesuai standar dunia kerja; 4. Alur/proses kerja sesuai dengan standar dunia kerja; 5. Sekolah memiliki dunia kerja mitra yang sesuai dan terlibat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; 6. Asesmen kompetensi siswa sesuai dengan prosedur dan tata cara penilaian di dunia kerja serta prinsip asesmen Kurikulum Merdeka. Ciri-ciri Tefa Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 8.
    KATEGORI TEFA Tefa berbasis pemenuhankompetensi siswa Tefa berbasis kebutuhan masyarakat Tefa berbasis kemitraan dengan dunia kerja 1 2 3 Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 9.
    LANGKAH PENGEMBANGAN TEACHING FACTORY (TidakHarus Berurutan) Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 10.
    A. Sosialisasi Tefa Melibatkansemua unsur sekolah dan pihak eksternal (masyarakat dan dunia kerja mitra) Menyamakan persepsi Membangun komitmen Pabrik dimaknai sebagai tempat produksi barang/jasa (bengkel, kitchen, hotel, lahan, sanggar, dst) 1 2 4 3 Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 11.
    B. Pengorganisasian Tefa 1.Pembentukan Tim Tefa a. dapat terintegrasi dengan struktur organisasi sekolah, atau b. membentuk Tim Tefa secara khusus, bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah. c. melibatkan: 1) Waka Kurikulum; 2) Waka Humas; 3) Waka Sarpas; 4) Unsur Program Keahlian; dan 5) Perwakilan dunia kerja. Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 12.
    Mansyur Syah, KonsultanKurikulum SMK, 2023
  • 13.
    Tugas Tim Tefa 1.Menyusun perencanaan dan mengimplementasikan Tefa; 2. Memperkuat kolaborasi antar guru mata pelajaran, bidang keahlian, program keahlian, kompetensi/konsentrasi keahlian; 3. Memperkuat kemitraan dengan dunia kerja dan lembaga pendidikan lain; 4. Mengembangkan promosi dan/atau pemasaran produk; 5. Mengendalikan implementasi Tefa sesuai standar dunia kerja; 6. Mengevaluasi pelaksanaan Tefa; dan 7. Melaksanakan perbaikan dan pengembangan Tefa. Sumber pemateri : Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023 Ka.Bid. PSMK Provinsi Jaswa Barat H. Nanang
  • 14.
    Mansyur Syah, KonsultanKurikulum SMK, 2023 Selain aktivitas pembelajaran, ada aktivitas yang layaknya sebuah badan usaha/industri: a. menerima pesanan, b. proses produksi, c. transaksi keuangan, d. distribusi, e. pengaturan institusi pemerintah yang beroperasi layaknya perusahaan, adalah BLUD (Permendagri Nomor 79 Tahun 2018). 2. Pengelolaan Tefa
  • 15.
    C. Penguatan Kemitraan Memperhatikan: 1.Bidang usaha/kerja/profesi mitra kerja sesuai bidang/program/ kompetensi/konsentrasi keahlian; 2. Klasifikasi Usaha (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah); 3. Mitra kerja yang dapat berkontribusi sebesar-besarnya dalam pengembangan Tefa; dan Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
  • 16.
    4. Lingkup kemitraanantara SMK dan mitra kerja antara lain: a. Perencanaan 1) Sinkronisasi kurikulum; 2) Penyusunan dokumen Tefa. b. Pelaksanaan 1) Guru tamu/instruktur kejuruan; 2) Proses produksi; 3) Riset terapan mendukung pengembangan Tefa; 4) Update teknologi dan pelatihan bagi guru/instruktur; 5) Sertifikasi kompetensi bagi guru dan siswa; 6) Pemasaran produk; 7) Pemanfaatan sumber daya; 8) Keterserapan lulusan. c. Evaluasi dan Pengembangan 1) Kebermanfaatan program dan implementasi Tefa bagi para pihak; 2) Pengembangan dan inovasi produk; 3) Efektivitas program Tefa. Mengutamakan dan mengoptimalkan potensi mitra kerja lokal (UMKM) dengan kandunganM a Tn s Ky u r DS y Na h ,K yo n as u nl t a gnK su r i ik gu l u nm ifS iM kK a,2 0 n2 3 .
  • 17.
    TEFA DAN BLUDSMK Pembelajaran Dasar Kejuruan Tefa + PjBL + Model lainnya Siswa Kompeten Produk Berkualitas PEMBIAYAAN PEMBELAJARAN DIULANG-ULANG Catatan: Bagi SMK Swasta pengelolaan keuangan mengikuti ketentuan yang berlaku dan/atau aturan Yayasan/Lembaga Penyelenggara. Transaksi (BLUD SMK Negeri) Mansyur Syah, Konsultan Kurikulum SMK, 2023
  • 18.