Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 2019
s.id/bimtekpengawassmk
Pendampingan Implementasi
TEACHING FACTORY
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 2019
KONSEP TEFA
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Konsep TeFa SMK
PP No. 41/2015 tentang Pengembangan Sumber Daya Industri:
Fabrik dalam sekolah (teaching factory) adalah sarana
produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan
standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan
produk sesuai dengan kondisi nyata di Dunia Usaha/Dunia
Industri (DUDI) dan tidak berorientasi mencari keuntungan”.
Permendikbud No. 34/2018 tentang SNP SMK/MAK:
Pembelajaran Industri (teaching factory) adalah model
pembelajaran yang bernuansa industri melalui sinergi
SMK/MAK dengan dunia usaha/industri untuk menghasilkan
lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Konsep TeFa SMK
Model pembelajaran berbasis produksi (barang/jasa)
yang dibutuhkan oleh masyarakat, sepenuhnya
dikerjakan oleh peserta didik, dilaksanakan dalam
ruang praktik/bengkel/lahan yang telah dikondisikan
mendekati situasi dan suasana tempat kerja yang
sesungguhnya, menyangkut: waktu, prosedur, dan
cara/aturan sesuai standar DUDI.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Konsep TeFa SMK
1. Tujuan utama: menghasilkan lulusan yang menguasai
kompetensi tertentu sesuai standar DU/DI;
2. Menggunakan produk sebagai media pembelajaran
untuk mengantarkan kompetensi kepada peserta didik;
3. Penekanan pada aktivitas peserta didik untuk
membangun pemahaman dan kemampuan:
• standar/kualitas,
• melakukan inovasi (kreativitas),
• menyelesaikan masalah,
dengan pendampingan optimal dari instruktur/
pendidik yang kompeten dan berpengalaman DU/DI;
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
3. Proses pembelajaran dirancang dan dilaksanakan
berdasarkan:
• prosedur,
• standar, dan
• urutan kerja sebagaimana yang diterapkan di
DU/DI;
4. Diselenggarakan melalui sinergi kemitraan antara
SMK dan DU/DI.
Konsep TeFa SMK
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Prinsip-prinsip TeFa
1. Dilaksanakan berdasarkan kemitraan strategis dengan DUDI.
2. Pembelajaran praktik berbasis produksi (barang/jasa)
berkualitas standar DUDI dan dibutuhkan masyarakat pada
umumnya.
3. Produk sesuai dengan kompetensi yang dipelajari peserta
didik, ditetapkan bersama mitra DUDI atau melalui kajian
mandiri, atau mengonversi produk Unit Usaha/Produksi yang
telah dimiliki.
4. Perangkat pembelajaran dirancang khusus untuk memastikan
penguasaan kompetensi dasar (KD-KD) yang digunakan
peserta didik sebagai acuan pada semua aktivitas/kegiatan
proses produksi. Dapat menggunakan perangkat atau
instrumen yang lazim digunakan atau tersedia di mitra DUDI.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Prinsip-prinsip TeFa
5. Peserta didik terlibat sepenuhnya dalam proses produksi
sehingga kompetensi, kesiapan, dan karakter kerja
terbangun melalui kegiatan yang dilakukan selama
pembuatan barang dan atau penyelesaian layanan jasa;
6. Pembelajaran praktik dilakukan di tempat yang telah
dikondisikan sesuai keadaan atau mendekati standar DUDI,
termasuk alur kegiatan produksi, aturan dan norma-norma
kerja, SOP serta ketentuan lain yang berlaku di DUDI.
7. Adanya sistem dan atau tatanan pengelolaan pemanfaatan
produk sesuai peraturan yang berlaku.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
a. Sense of Quality (Sadar mutu)
Kemampuan dan kesadaran untuk bekerja sesuai dengan
standar obyektif kualitas tertentu.
b. Sense of Efficiency (Sadar mutu, waktu, dan biaya)
Kemampuan dan kesadaran untuk bekerja secara efisien
dengan produktivitas tinggi.
c. Sense of Creativity and Innovation
Kemampuan dan kesadaran untuk mengembangkan
ide/cara baru dalam penyelesaian suatu masalah dan
menemukan peluang serta menerapkannya dalam
pekerjaan.
Nilai-nilai Dasar TeFa
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
d. Sense of Professional at Work (disiplin, integritas,
loyalitas)
Membangun peserta didik menjadi pekerja yang tangguh,
berkarakter, dan berbudaya dengan tingkat kesiapan kerja
sesuai sifat, tuntutan, dan kebutuhan dunia kerja (DUDI).
e. Sense of Business (Jiwa Kewirausahaan)
Meningkatkan wawasan usaha dan kewirausahaan serta
mendorong peserta didik dan unsur sekolah untuk
menciptakan usaha mandiri maupun berkelompok sesuai
dengan keunggulan dan kearifan lokal.
Nilai-nilai Dasar TeFa
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Tujuan TeFa SMK
MENYIAPKAN LULUSAN SMK MENJADI MANUSIA PRODUKTIF
1. Menciptakan sinergi dan integrasi perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran muatan Nasional, Kewilayahan,
dan Kejuruan untuk menunjang penguasaan kompetensi
lulusan;
2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengantaran soft skills
dan hard skills kepada peserta didik;
3. Meningkatkan kolaborasi dengan DUDI melalui penyelarasan
kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi,
internalisasi standar dan budaya kerja DUDI;
4. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
melalui interaksi dengan DUDI;
5. Mendorong lahirnya perubahan paradigma pembelajaran dan
budaya kerja di SMK.
VISUALISASI PROSES PEMBELAJARAN
DALAM TEACHING FACTORY
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
In-Put
(peserta
didik)
Out-Put
(Lulusan
Kompeten)
Pengantaran
Kompetensi
Melalui Produk
Penguatan
Kompetensi
Perilaku
DUDI
Kerja
Tim
Pemeca
han
Masalah
Pendam
pingan
Standar
(DUDI,
Profesi)
Evaluasi
(QC)
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Komponen Utama TeFa
a. Produk
Ditetapkan berdasarkan hasil analisis kurikulum.
b. Perangkat Pembelajaran/Instructional Sheet
Merupakan kelengkapan dari Silabus dan RPP.
c. Jadwal Pembelajaran/Jadwal Produksi
Disusun berdasarkan prosedur proses produksi,
merupakan kelengkapan dari Prota, Promes, dan
kalender akademik.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Analisis
Kurikul
um
Analisis
Produk
(Sesuai
KD)
Jadwal
Pembe
lajaran
Instruc
tional
Sheets
Dokumen
Perangkat
Pembelaj
aran
Kegiatan
Pembelaja
ran TEFA/
Proses
produksi
1 2
3a
4 5
3b
Tahapan Penyusunan dan
Keterkaitan Komponen
Teaching Factory
PEMASARAN
HASIL
PEMEBALAJARAN
PENGEMBANGAN TEFA
BERKELANJUTAN DAN
AKUNTABEL
Alur Proses Rencana Pembelajaran Berbasis Produksi
Proses Teaching Factory (Pembelajaran berbasis Produksi)
Pra Syarat
● CBC Non Fisik Seri
● CBT ● ● P1 Pn
Syarat: ● Rakit Hasil
● Magang ● Jadual Blok Paralel ● Cat Produk
Industri ● SOP ● P1 ● Packaging Tefa
Guru, ● K3 P2 ● dsb
Ka Paket ● dsb P3
Keahlian Fisik Pn
● Ruang Paktik
● Peralatan
● Bahan
● Layout
● dsb
●
●
●
Analisis
Pekejaan
Analisis
Finishing
Penanganan
Akhir
Pelaksanaan
Produksi
Pekerjaan 4
Pekerjaan 5
Dok Pembelajaan
Berbasis Poduksi
Persiapan
(Pengkondisian)
Pekerjaan 3
Pekerjaan
Pekerjaan Pekerjaan
Produk (Barang/Jasa)
Core
Pekerjaan 2
Pekerjaan 1
Kewirausahaan
Kebutuhan
Industri
Analisis Analisis
Lembar Kerja/Proses
Lembar Penilaian
KD 3 ...... &
KD 4 ......
KD 3 ...... &
KD 4 ......
RPP RPP
Alur Proses Rencana Pembelajaran Teaching Factory
KTSP
Jobsheet (Lembar Pembelajaran)
Lembar Informasi
KD 3 ...... &
KD 4 ......
KD 3 ...... &
KD 4 ......
RPP RPP
Job Sheets
• Lembar Informasi)
• Lembar Kerja/Proses
• Lembar Penilaian)
ALUR PROSES RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS PRODUKSI
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Sintaksis (Langkah-langkah)
Model Pembelajaran Teaching Factory
1. Merancang produk;
2. Membuat contoh produk (proto type);
3. Memvalidasi proto type;
4. Mengorganisasikan pekerjaan/pembelajaran;
5. Menjadwalkan pekerjaan/pembelajaran (Misal:
sistem blok);
6. Melaksanakan produksi/pembelajaran;
7. Mengevaluasi hasil produksi;
8. Memasarkan hasil produksi.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Daya Dukung TeFa
1. Tempat praktik/bengkel di seting sesuai kondisi real di
manufacture atau tempat bekerja yang sesungguhnya;
2. Jaringan kerja antarbagian sebagai suatu sistem (aliran
kerja);
3. Setiap bagian/tahapan kerja memiliki instruksi kerja
(lembar kerja) dan kendali mutu;
4. Tersedia bahan dan spare part sesuai produk barang/jasa;
5. Pengembangan pembelajaran berdasarkan KD dan analisis
uraian pekerjaan;
6. Ada guru yang bertindak sebagai Senior Project/
Supervisor;
7. Tersedia DUDI mitra kerja strategis.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Ciri-ciri TeFa SMK
1. Lingkungan sekolah bernuansa seperti di lingkungan
DUDI, atau tempat kerja/usaha yang sesungguhnya.
2. Tempat belajar praktik; workshop/bengkel/lahan/
sanggar ditata dan dilengkapi dengan sarana
penunjang lainnya sesuai standar di dunia kerja atau
DUDI.
3. Pembelajaran praktik menggunakan perangkat/
instrumen/format untuk melakukan kegiatan/aktivitas
produksi barang dan atau layanan jasa.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Ciri-ciri TeFa SMK
4. Hasil pembelajaran praktik peserta didik berupa
produk barang atau jasa riil, utuh, dan bermakna sesuai
dengan standar DUDI dan kebutuhan masyarakat pada
umumnya.
5. Tata kelola pemanfaatan produk secara legal sesuai
peraturan perundangan yang berlaku.
6. Mempunyai outlet/business center pemasaran produk.
7. Mempunyai mitra atau partner kerja DU/DI.
8. Mempunyai pelanggan/pengguna tetap.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK

Konsep dasar Teaching factory _ program keunggulan

  • 1.
    Direktorat Pembinaan SekolahMenengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 s.id/bimtekpengawassmk
  • 2.
    Pendampingan Implementasi TEACHING FACTORY DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 KONSEP TEFA
  • 3.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Konsep TeFa SMK PP No. 41/2015 tentang Pengembangan Sumber Daya Industri: Fabrik dalam sekolah (teaching factory) adalah sarana produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk sesuai dengan kondisi nyata di Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) dan tidak berorientasi mencari keuntungan”. Permendikbud No. 34/2018 tentang SNP SMK/MAK: Pembelajaran Industri (teaching factory) adalah model pembelajaran yang bernuansa industri melalui sinergi SMK/MAK dengan dunia usaha/industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar.
  • 4.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Konsep TeFa SMK Model pembelajaran berbasis produksi (barang/jasa) yang dibutuhkan oleh masyarakat, sepenuhnya dikerjakan oleh peserta didik, dilaksanakan dalam ruang praktik/bengkel/lahan yang telah dikondisikan mendekati situasi dan suasana tempat kerja yang sesungguhnya, menyangkut: waktu, prosedur, dan cara/aturan sesuai standar DUDI.
  • 5.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Konsep TeFa SMK 1. Tujuan utama: menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi tertentu sesuai standar DU/DI; 2. Menggunakan produk sebagai media pembelajaran untuk mengantarkan kompetensi kepada peserta didik; 3. Penekanan pada aktivitas peserta didik untuk membangun pemahaman dan kemampuan: • standar/kualitas, • melakukan inovasi (kreativitas), • menyelesaikan masalah, dengan pendampingan optimal dari instruktur/ pendidik yang kompeten dan berpengalaman DU/DI;
  • 6.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK 3. Proses pembelajaran dirancang dan dilaksanakan berdasarkan: • prosedur, • standar, dan • urutan kerja sebagaimana yang diterapkan di DU/DI; 4. Diselenggarakan melalui sinergi kemitraan antara SMK dan DU/DI. Konsep TeFa SMK
  • 7.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Prinsip-prinsip TeFa 1. Dilaksanakan berdasarkan kemitraan strategis dengan DUDI. 2. Pembelajaran praktik berbasis produksi (barang/jasa) berkualitas standar DUDI dan dibutuhkan masyarakat pada umumnya. 3. Produk sesuai dengan kompetensi yang dipelajari peserta didik, ditetapkan bersama mitra DUDI atau melalui kajian mandiri, atau mengonversi produk Unit Usaha/Produksi yang telah dimiliki. 4. Perangkat pembelajaran dirancang khusus untuk memastikan penguasaan kompetensi dasar (KD-KD) yang digunakan peserta didik sebagai acuan pada semua aktivitas/kegiatan proses produksi. Dapat menggunakan perangkat atau instrumen yang lazim digunakan atau tersedia di mitra DUDI.
  • 8.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Prinsip-prinsip TeFa 5. Peserta didik terlibat sepenuhnya dalam proses produksi sehingga kompetensi, kesiapan, dan karakter kerja terbangun melalui kegiatan yang dilakukan selama pembuatan barang dan atau penyelesaian layanan jasa; 6. Pembelajaran praktik dilakukan di tempat yang telah dikondisikan sesuai keadaan atau mendekati standar DUDI, termasuk alur kegiatan produksi, aturan dan norma-norma kerja, SOP serta ketentuan lain yang berlaku di DUDI. 7. Adanya sistem dan atau tatanan pengelolaan pemanfaatan produk sesuai peraturan yang berlaku.
  • 9.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK a. Sense of Quality (Sadar mutu) Kemampuan dan kesadaran untuk bekerja sesuai dengan standar obyektif kualitas tertentu. b. Sense of Efficiency (Sadar mutu, waktu, dan biaya) Kemampuan dan kesadaran untuk bekerja secara efisien dengan produktivitas tinggi. c. Sense of Creativity and Innovation Kemampuan dan kesadaran untuk mengembangkan ide/cara baru dalam penyelesaian suatu masalah dan menemukan peluang serta menerapkannya dalam pekerjaan. Nilai-nilai Dasar TeFa
  • 10.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK d. Sense of Professional at Work (disiplin, integritas, loyalitas) Membangun peserta didik menjadi pekerja yang tangguh, berkarakter, dan berbudaya dengan tingkat kesiapan kerja sesuai sifat, tuntutan, dan kebutuhan dunia kerja (DUDI). e. Sense of Business (Jiwa Kewirausahaan) Meningkatkan wawasan usaha dan kewirausahaan serta mendorong peserta didik dan unsur sekolah untuk menciptakan usaha mandiri maupun berkelompok sesuai dengan keunggulan dan kearifan lokal. Nilai-nilai Dasar TeFa
  • 11.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Tujuan TeFa SMK MENYIAPKAN LULUSAN SMK MENJADI MANUSIA PRODUKTIF 1. Menciptakan sinergi dan integrasi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran muatan Nasional, Kewilayahan, dan Kejuruan untuk menunjang penguasaan kompetensi lulusan; 2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengantaran soft skills dan hard skills kepada peserta didik; 3. Meningkatkan kolaborasi dengan DUDI melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi, internalisasi standar dan budaya kerja DUDI; 4. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan DUDI; 5. Mendorong lahirnya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di SMK.
  • 12.
    VISUALISASI PROSES PEMBELAJARAN DALAMTEACHING FACTORY Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK In-Put (peserta didik) Out-Put (Lulusan Kompeten) Pengantaran Kompetensi Melalui Produk Penguatan Kompetensi Perilaku DUDI Kerja Tim Pemeca han Masalah Pendam pingan Standar (DUDI, Profesi) Evaluasi (QC)
  • 13.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Komponen Utama TeFa a. Produk Ditetapkan berdasarkan hasil analisis kurikulum. b. Perangkat Pembelajaran/Instructional Sheet Merupakan kelengkapan dari Silabus dan RPP. c. Jadwal Pembelajaran/Jadwal Produksi Disusun berdasarkan prosedur proses produksi, merupakan kelengkapan dari Prota, Promes, dan kalender akademik.
  • 14.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Analisis Kurikul um Analisis Produk (Sesuai KD) Jadwal Pembe lajaran Instruc tional Sheets Dokumen Perangkat Pembelaj aran Kegiatan Pembelaja ran TEFA/ Proses produksi 1 2 3a 4 5 3b Tahapan Penyusunan dan Keterkaitan Komponen Teaching Factory
  • 15.
    PEMASARAN HASIL PEMEBALAJARAN PENGEMBANGAN TEFA BERKELANJUTAN DAN AKUNTABEL AlurProses Rencana Pembelajaran Berbasis Produksi Proses Teaching Factory (Pembelajaran berbasis Produksi) Pra Syarat ● CBC Non Fisik Seri ● CBT ● ● P1 Pn Syarat: ● Rakit Hasil ● Magang ● Jadual Blok Paralel ● Cat Produk Industri ● SOP ● P1 ● Packaging Tefa Guru, ● K3 P2 ● dsb Ka Paket ● dsb P3 Keahlian Fisik Pn ● Ruang Paktik ● Peralatan ● Bahan ● Layout ● dsb ● ● ● Analisis Pekejaan Analisis Finishing Penanganan Akhir Pelaksanaan Produksi Pekerjaan 4 Pekerjaan 5 Dok Pembelajaan Berbasis Poduksi Persiapan (Pengkondisian) Pekerjaan 3 Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Produk (Barang/Jasa) Core Pekerjaan 2 Pekerjaan 1 Kewirausahaan Kebutuhan Industri Analisis Analisis Lembar Kerja/Proses Lembar Penilaian KD 3 ...... & KD 4 ...... KD 3 ...... & KD 4 ...... RPP RPP Alur Proses Rencana Pembelajaran Teaching Factory KTSP Jobsheet (Lembar Pembelajaran) Lembar Informasi KD 3 ...... & KD 4 ...... KD 3 ...... & KD 4 ...... RPP RPP Job Sheets • Lembar Informasi) • Lembar Kerja/Proses • Lembar Penilaian) ALUR PROSES RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS PRODUKSI
  • 16.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Sintaksis (Langkah-langkah) Model Pembelajaran Teaching Factory 1. Merancang produk; 2. Membuat contoh produk (proto type); 3. Memvalidasi proto type; 4. Mengorganisasikan pekerjaan/pembelajaran; 5. Menjadwalkan pekerjaan/pembelajaran (Misal: sistem blok); 6. Melaksanakan produksi/pembelajaran; 7. Mengevaluasi hasil produksi; 8. Memasarkan hasil produksi.
  • 17.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Daya Dukung TeFa 1. Tempat praktik/bengkel di seting sesuai kondisi real di manufacture atau tempat bekerja yang sesungguhnya; 2. Jaringan kerja antarbagian sebagai suatu sistem (aliran kerja); 3. Setiap bagian/tahapan kerja memiliki instruksi kerja (lembar kerja) dan kendali mutu; 4. Tersedia bahan dan spare part sesuai produk barang/jasa; 5. Pengembangan pembelajaran berdasarkan KD dan analisis uraian pekerjaan; 6. Ada guru yang bertindak sebagai Senior Project/ Supervisor; 7. Tersedia DUDI mitra kerja strategis.
  • 18.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Ciri-ciri TeFa SMK 1. Lingkungan sekolah bernuansa seperti di lingkungan DUDI, atau tempat kerja/usaha yang sesungguhnya. 2. Tempat belajar praktik; workshop/bengkel/lahan/ sanggar ditata dan dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya sesuai standar di dunia kerja atau DUDI. 3. Pembelajaran praktik menggunakan perangkat/ instrumen/format untuk melakukan kegiatan/aktivitas produksi barang dan atau layanan jasa.
  • 19.
    Subdit Kurikulum, DirektoratPSMK Ciri-ciri TeFa SMK 4. Hasil pembelajaran praktik peserta didik berupa produk barang atau jasa riil, utuh, dan bermakna sesuai dengan standar DUDI dan kebutuhan masyarakat pada umumnya. 5. Tata kelola pemanfaatan produk secara legal sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 6. Mempunyai outlet/business center pemasaran produk. 7. Mempunyai mitra atau partner kerja DU/DI. 8. Mempunyai pelanggan/pengguna tetap.
  • 20.