Materi II
Manusia & Kebudayaan
     Indonesia

   • MANUSIA DAN RAS DI INDONESIA
Manusia di
Berbagai
Dunia



Atas (dari kiri ke
kanan):
•Indian Sioux
•Negroid (Afrika Utara)
•Papua
•Anglo-Saxon
•Tibet

•Bawah:
•Hamit (Mesir/Afrika
Utara)
•Indian Peru
Atas: Aborigin

Bawah : Ras Campuran
Afro Amerika &
Kaukasoid di Amerika
Serikat




                       Manusia di Berbagai Dunia
Suku Bangsa
di Indonesia
Atas: Orang Kubu –
Anak Dalam (Jambi)

Bawah: dayak
(Kalimantan)
Persebaran Ras
MANUSIA

 Manusia sebagai makhluk biologi termasuk dalam
  kelas mammalia.
 Mammalia terbagi dalam 3 subkelas yaitu
  Prototheria, metotheria, eutheria.
 Manusia masuk dalam kelas Eutheria , jenis
  mammalia yang mempunyai plasenta.
 Manusia dalam subkelas Eutheria masuk dalam
  orde primat
 Manusia dalam orde primat termasuk dalam
  anthropoidae dan termasuk dalam genus
  Hominoidae, yang berkembang dari jenis homo
  erectus ke homo sapiens.
 Homo sapiens ini terpecah dalam beberapa golongan
  yang mempunyai ciri fisik yang sama dan menurun,
  yang disebut kelompok ras.
RAS

• Ras mengacu pada konsep biologis dengan ciri-ciri
  fisik yang menurun seperti warna kulit, warna
  rambut, indeks muka, bentuk rambut atau bentuk
  badan.
• Ras tidak berjalan sejajar dengan kebudayaan.
• Ras tidak menentukan bahasa, adat istiadat ataupun
  agama.
• Permasalahan ras timbul bukan dari pendefinisian
  ras, melainkan terutama dari adanya pertentangan
  kepentingan seperti sosial ekonomi dan sosial
  politik.
• Permasalahan ini seringkali dipicu oleh
 etnosentrisme.
 –  Etnosentrisme yaitu Satu sifat manusia sebagai hasil
    kebudayaan yang menganggap bahwa cara hidup kelompoknya
    adalah cara hidup yang paling baik, sedang cara hidup
    kelompok lain tidak baik.
 Prasangka ras dapat berkembang sebagai satu ideologi yang
    disebut rasisme.
 - Rasisme mengandung ajaran bahwa perbedaan kebudayaan
    dibawa oleh kelahiran dan karenanya tidak dapat diubah lagi.
Ras
 Dalam perkembangan
  rasisme, masa modern:
  hak-hak manusia dijamin
  oleh Declaration of
  Human Rights.
 UNESCO berusaha
  memberikan penjelasan
  tentang ras dengan maksud
  untuk memerangi
  diskriminasi dan prasangka
  ras, sehubungan dengan
  diingkarinya prinsip
  demokrasi dan keagungan
  manusia
                               Alat pengukur bentuk kepala & volume otak
                                           akhir abad ke-19
* Pada bulan Juni 1951, para antropolog fisik dan
  genetika menyusun The nature of race and race
  differences.
 UNESCO kemudian menerbitkan brosur tentang ras
  dan hubungannya dengan kebudayaan, psikologi,
  mitos, dengan sejarah ras dan masyarakat.
   Sumber: The Race Concept. UNESCO, Paris. 1952
Migrasi Ras
Out of Africa

 Teori Out of Africa
   manusia berasal dari satu nenek moyang yang hidup di Afrika
    kira-kira 200 ribu tahun yang lalu dan mulai menyebar ke luar
    dari Afrika antara 180-190 ribu tahun yang lalu.
• Hipotesa itu berdasarkan anggapan bahwa di Afrika
  terdapat penemuan fosil dari Australopithecus,
  Paranthropus dan Plasianthropus dan kebudayaannya
  sangat sederhana.
• Kelemahannya manusia ini umurnya sangat dekat untuk
  dianggap sebagai nenek moyang homo sapiens,
  walaupun terjadi perkembangan evolusi ke bentuk
  manusia homo sapiens.
Multiregional/Interegional evolusion (Regional
                     Continuity)
•   Teori ini berpendapat Ras manusia
    (Caucasoid, Mongoloid, Negroid,
    dan Austro-Melanesoid) berasal
    dari hasil evolusi Homo Erectus.
    • Ras Caucasoid hasil evolusi
      homo erectus yang hidup di
      Eropa melalui manusia
      Neanderthal
    • Ras Negroid hasil evolusi homo
      erectus yang hidup di Afrika
      melalui bentuk perantara
      (antara lain: Laetoli 18 & Jebel
      Irhoud).
    • Ras Mongoloid hasil evolusi di
      China dari Sinanthropus
      Pekinensis melalui Manusia
      Maba, Yinkou dan Kow Swamp
                         
 Tipe Ras Asia Barat &
 Asia Selatan
Ras Manusia di Indonesia

• Sekitar 10.000 tahun yang lalu manusia di Indonesia
 berkembang menjadi dua ras pokok, yaitu:
 •   Ras Austro-melanesoid
 •   Ras Mongoloid
• Di bagian barat Indonesia, berkembang populasi
  campuran Austro-melanesoid-Mongoloid dengan
  unsur Mongoloid yang menonjol.
• Di bagian timur Indonesia yang menonjol adalah
  unsur Austro-melanesoid
Ciri-Ciri Austro-Melanesoid

• Berbadan lebih tinggi
• Tengkorak relatif kecil dengan dahi agak miring;
 bagian pelipis tidak membulat dengan tengkorak
 berbentuk lonjong dan sedang (dolikokranial atau
 mesokranial), bagian belakang kepala memiliki
 tonjolan, dinding samping tengkorak agak tegak
 lurus, muka tidak lebar dengan rahang menonjol ke
 depan, hidung sedang dan akar hidung agak dalam.
 alat-alat pengunyah relatif kuat; rahang bawah tebal
 dan busur kening nyata.
Ciri-ciri Mongoloid

• Variasi badan tidak setinggi Austro-melanesoid, dan
  rata-rata lebih kecil
• Bentuk tengkorak bundar atau sedang dengan isi
  tengkorak rata-rata lebih besar.
• Dahi lebih membulat dan rongga mata tinggi dan
  persegi, muka lebar dan datar (brachiocephaly)
  dengan hidung sedang/lebar; akar hidung dangkal.
• Bagian mulut menonjol sedikit, bersama dengan gigi
  muka.
• Reduksi alat pengunyah relatif berlanjut; tempat
  pelekatan otot-otot lain mulai kurang nyata.
• Rahang atas berbentuk persegi (scuare jaws), tulang
  pipi (cheek bone) menonjol dan lebar, hidung lebar,
  akar hidung dangkal dan sebagian besar gigi seri
  berbentuk sekop (shovel sharped incisor).
Kiri – kanan: Batak,
                       Termasuk Proto Melayu
Dayak, Toraja
Kiri-kanan: Melayu,   Termasuk Deutro-Melayu
Minang, Jawa, Sunda
Kiri – Kanan: Bali, Bugis,
                             Termasuk Deutro Melayu
Minahasa
Kiri-kanan: Nusa           Campuran Melayu
Tenggara Timur , Flores,   Austronesia dan Austro-
Maluku                     Melanesoid
Papua atau Austro-
melanesoid

Materi 2,new

  • 1.
    Materi II Manusia &Kebudayaan Indonesia • MANUSIA DAN RAS DI INDONESIA
  • 2.
    Manusia di Berbagai Dunia Atas (darikiri ke kanan): •Indian Sioux •Negroid (Afrika Utara) •Papua •Anglo-Saxon •Tibet •Bawah: •Hamit (Mesir/Afrika Utara) •Indian Peru
  • 3.
    Atas: Aborigin Bawah :Ras Campuran Afro Amerika & Kaukasoid di Amerika Serikat Manusia di Berbagai Dunia
  • 4.
    Suku Bangsa di Indonesia Atas:Orang Kubu – Anak Dalam (Jambi) Bawah: dayak (Kalimantan)
  • 5.
  • 6.
    MANUSIA  Manusia sebagaimakhluk biologi termasuk dalam kelas mammalia.  Mammalia terbagi dalam 3 subkelas yaitu Prototheria, metotheria, eutheria.  Manusia masuk dalam kelas Eutheria , jenis mammalia yang mempunyai plasenta.  Manusia dalam subkelas Eutheria masuk dalam orde primat
  • 7.
     Manusia dalamorde primat termasuk dalam anthropoidae dan termasuk dalam genus Hominoidae, yang berkembang dari jenis homo erectus ke homo sapiens.  Homo sapiens ini terpecah dalam beberapa golongan yang mempunyai ciri fisik yang sama dan menurun, yang disebut kelompok ras.
  • 8.
    RAS • Ras mengacupada konsep biologis dengan ciri-ciri fisik yang menurun seperti warna kulit, warna rambut, indeks muka, bentuk rambut atau bentuk badan. • Ras tidak berjalan sejajar dengan kebudayaan. • Ras tidak menentukan bahasa, adat istiadat ataupun agama. • Permasalahan ras timbul bukan dari pendefinisian ras, melainkan terutama dari adanya pertentangan kepentingan seperti sosial ekonomi dan sosial politik.
  • 9.
    • Permasalahan iniseringkali dipicu oleh etnosentrisme. – Etnosentrisme yaitu Satu sifat manusia sebagai hasil kebudayaan yang menganggap bahwa cara hidup kelompoknya adalah cara hidup yang paling baik, sedang cara hidup kelompok lain tidak baik. Prasangka ras dapat berkembang sebagai satu ideologi yang disebut rasisme. - Rasisme mengandung ajaran bahwa perbedaan kebudayaan dibawa oleh kelahiran dan karenanya tidak dapat diubah lagi.
  • 10.
    Ras  Dalam perkembangan rasisme, masa modern: hak-hak manusia dijamin oleh Declaration of Human Rights.  UNESCO berusaha memberikan penjelasan tentang ras dengan maksud untuk memerangi diskriminasi dan prasangka ras, sehubungan dengan diingkarinya prinsip demokrasi dan keagungan manusia Alat pengukur bentuk kepala & volume otak akhir abad ke-19
  • 11.
    * Pada bulanJuni 1951, para antropolog fisik dan genetika menyusun The nature of race and race differences.  UNESCO kemudian menerbitkan brosur tentang ras dan hubungannya dengan kebudayaan, psikologi, mitos, dengan sejarah ras dan masyarakat. Sumber: The Race Concept. UNESCO, Paris. 1952
  • 12.
  • 13.
    Out of Africa Teori Out of Africa  manusia berasal dari satu nenek moyang yang hidup di Afrika kira-kira 200 ribu tahun yang lalu dan mulai menyebar ke luar dari Afrika antara 180-190 ribu tahun yang lalu. • Hipotesa itu berdasarkan anggapan bahwa di Afrika terdapat penemuan fosil dari Australopithecus, Paranthropus dan Plasianthropus dan kebudayaannya sangat sederhana. • Kelemahannya manusia ini umurnya sangat dekat untuk dianggap sebagai nenek moyang homo sapiens, walaupun terjadi perkembangan evolusi ke bentuk manusia homo sapiens.
  • 14.
    Multiregional/Interegional evolusion (Regional Continuity) • Teori ini berpendapat Ras manusia (Caucasoid, Mongoloid, Negroid, dan Austro-Melanesoid) berasal dari hasil evolusi Homo Erectus. • Ras Caucasoid hasil evolusi homo erectus yang hidup di Eropa melalui manusia Neanderthal • Ras Negroid hasil evolusi homo erectus yang hidup di Afrika melalui bentuk perantara (antara lain: Laetoli 18 & Jebel Irhoud). • Ras Mongoloid hasil evolusi di China dari Sinanthropus Pekinensis melalui Manusia Maba, Yinkou dan Kow Swamp 
  • 15.
     Tipe RasAsia Barat & Asia Selatan
  • 16.
    Ras Manusia diIndonesia • Sekitar 10.000 tahun yang lalu manusia di Indonesia berkembang menjadi dua ras pokok, yaitu: • Ras Austro-melanesoid • Ras Mongoloid • Di bagian barat Indonesia, berkembang populasi campuran Austro-melanesoid-Mongoloid dengan unsur Mongoloid yang menonjol. • Di bagian timur Indonesia yang menonjol adalah unsur Austro-melanesoid
  • 17.
    Ciri-Ciri Austro-Melanesoid • Berbadanlebih tinggi • Tengkorak relatif kecil dengan dahi agak miring; bagian pelipis tidak membulat dengan tengkorak berbentuk lonjong dan sedang (dolikokranial atau mesokranial), bagian belakang kepala memiliki tonjolan, dinding samping tengkorak agak tegak lurus, muka tidak lebar dengan rahang menonjol ke depan, hidung sedang dan akar hidung agak dalam. alat-alat pengunyah relatif kuat; rahang bawah tebal dan busur kening nyata.
  • 18.
    Ciri-ciri Mongoloid • Variasibadan tidak setinggi Austro-melanesoid, dan rata-rata lebih kecil • Bentuk tengkorak bundar atau sedang dengan isi tengkorak rata-rata lebih besar. • Dahi lebih membulat dan rongga mata tinggi dan persegi, muka lebar dan datar (brachiocephaly) dengan hidung sedang/lebar; akar hidung dangkal. • Bagian mulut menonjol sedikit, bersama dengan gigi muka.
  • 19.
    • Reduksi alatpengunyah relatif berlanjut; tempat pelekatan otot-otot lain mulai kurang nyata. • Rahang atas berbentuk persegi (scuare jaws), tulang pipi (cheek bone) menonjol dan lebar, hidung lebar, akar hidung dangkal dan sebagian besar gigi seri berbentuk sekop (shovel sharped incisor).
  • 20.
    Kiri – kanan:Batak, Termasuk Proto Melayu Dayak, Toraja
  • 21.
    Kiri-kanan: Melayu, Termasuk Deutro-Melayu Minang, Jawa, Sunda
  • 22.
    Kiri – Kanan:Bali, Bugis, Termasuk Deutro Melayu Minahasa
  • 23.
    Kiri-kanan: Nusa Campuran Melayu Tenggara Timur , Flores, Austronesia dan Austro- Maluku Melanesoid
  • 24.