MANAJEMEN PERKREDITAN




                      OLLEH :

                   PHILIPUS PATTI

                  NHIZMAYAVIRA

                  RESKY AMELIA

                  FAAD HUSEIN




SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN (STIM) NITRO MAKASSAR

                       2011
BAB I

                              PENDAHULUAN

                               A. Latar Belakang


    Dalam kegiatan sehari-hari, kita sudah mengenal kata kredit, mulai dari
kredit barang pecah belah yang dijajakan oleh tukang kredit dari rumah kerumah
atau kredit bentuk uang yang diberikan oleh tukang-tukang ijon. Dalam skala
lebih luas lagi kita juga mengenal kredit yang diberikan oleh perusahaan leasing
dan perbankan. Kemudian kita juga mengenal setiap terjadi transakasi kredit
selalu berkaitan dengan angsuran atau cicilan dengan disertai jangka waktu dan
jumlah cicilan yang harus dibayar.

    Peranan bank sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas dari kredit,
bahkan kegiatan bank sebagai lembaga keuangan. Pemberian kredit merupakan
kegiatan utama. setelah kita mengetahui pengertian dari kredit, maka pada
makalah ini kami akan membahas jenis- jenis kredit dan prosedur pemberian
kredit .




B. Rumusan Masalah
      1. Pengertian Kredit
      2. Unsur Kredit
      3. Tujuan Kredit
      4. Fungsi Kredit
      5. Jenis-jenis kredit
C. Tujuan
      1. Untuk mengetahui pengertian kredit
      2. Untuk mengetahui tujuan pembiayaan suatu kredit
      3. Untuk mengetahui unsur-unsur pembiayaan kredit
      4. Untuk mengetahui fungsi pembiayaan kredit
BAB II

                                PEMBAHASAN



 I.       Pengertian Kredit

      Menurut UU no 10/1988 pasal 1ayat 11, menyajikan pengertian kredit
      adalah: “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
      berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank
      dengan pihak lain, yang mewajibkan peminjam untuk melunasi hutangnya
      setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”. Dan Menurut
      undang-undang no. tahun 1998 : Kredit adalah penyedian uang atau tagihan
      yang dapat di persamakan dengan itu berdasarkan persetujuan dan
      kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang
      mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangya setelah jangka waktu
      tertentu dengan pemberian bunga


II.      Unsur Kredit
      a) Kepercayaan
      Yaitu suatu keyakinan pemberian kredit (Bank) bahwa kredit yang diberikan
      baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar diterima kembali
      dimasa tertentu di masa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh Bank,
      karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan
      penyelidikan yang mendalam tentang nasabah. Penelitian dan penyelidikan
      dilakukan untuk mengetahui kemampuannya dalam membayar kredit yang
      disalurkan.
      b) Kesepakatan
      Di samping unsur kepercayaan di dalam kredit juga mengandung unsur
      kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit.
      Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masing – masing
      pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing- masing. Kesepakatan
      penyaluran kredit dituangkan dalam akad kredit yang ditangani oleh kedua
      belah pihak Bank dan nasabah
      c) Jangka Waktu
      Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu, jangka
      waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Hampir
      dapat dipastikan bahwa tidak ada kredit yang tidak memiliki jangka waktu.
d) Resiko
       Faktor resiko kerugian dapat diakibatkan dua hal yaitu resiko kerugian yang
       diakibatkan nasabah sengaja tidak mau membayar kreditnya padahal mampu
       dan resiko kerugian yang diakibatkan karena nasabah tidak sengaja yaitu
       akibat terjadinya musibah seperti bencana alam. Penyebab tidak tertagih
       sebenarnya dikarenakan adanya suatu tenggang waktu pengembalian (jangka
       waktu). Semakin panjang jangka waktu suatu kredit semakin besar
       resikonya tidak tertagih, demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjadi
       tanggungan Bank, baik resiko yang disengaja maupun resiko yang tidak
       disengaja.
       e) Balas Jasa
       Akibat dari pemberian fasilitas kredit Bank tentu mengharapkan suatu
       keuntungan dalam jumlah tertentu. Keuntungan atas pemberian suatu kredit
       atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga bagi Bank prinsip
       konvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga, biaya provisi dan komisi serta
       biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan utama Bank. Sedangkan
       bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan
       bagi hasil.
   III.     Jenis-Jenis Kredit



      Beragamnya jenis kegiatan usaha mengakibatkan beragam pula kebutuhan
akan kebutuhan jenis kreditnya. Secara umum jenis-jenis kredit yang disalurkan
oleh bank dan dilihat dari berbagai segi adalah sebagai berikut:

  a. Dilihat dari segi kegunaan

     Ditinjau dari segi kegunaan terdapat dua jenis kredit, yaitu:

     1) Kredit investasi

         Yaitu kredit yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau
     membangun proyek/ pabrik baru dimana masa pemakaianya untuk suatu periode
     yang relative lebih lama dan bisanya kegunaan kredit ini adalah untuk kegiatan
     utama suatu perusahaan.
2) Kredit modal kerja

      Adalah kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi
  dalam operasionalnya.

b. Dilihat dari segi tujuan kredit

  Jenis kredit Dilihat dari segi tujuan kredit adalah sebagai berikut :

  1) Kredit produktif , Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau
  produksi atau investasi.

  2) Kredit konsumtif, Merupakan kredit yang digunakan untuk dikonsumsi atau
  dipakai secara pribadi.

  3) Kredit perdagangan , Merupakan kredit yang digunakan untuk kegiatan
  perdagangan      dan    biasanya   untuk   membeli    barang   dagangan   yang
  pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dgangan tersebut.

c. Dilihat dari segi jangka waktu

  Jenis kredit dilihat dari segi jangka waktu adalah sebagai berikut:

  1) Kredit jangka pendek

      Kredit ini merupakan kredit yang memiliki jangaka waktu kurang dari satu
  tahun atau paling lama satu tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan
  modal kerja.

  2) Kredit jangka menengah

      Jangka waktu kreditnya berkisar antara satu tahun sampai dengan tiga
  tahun, kredit jenis ini dapat diberikan untuk modal kerja.

  3) Kredit jangka panjang
Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang yaitu diatas
  tiga tahun atau lima tahun.

d. Dilihat dari segi jaminan

  Jenis kredit yang dilihat dari segi jaminan adalah sebagai berikut :

  1) Kredit dengan jaminan

      Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu.

  2) Kredit tanpa jaminan

      Yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu.

e. Dilihat dari segi sektor usaha

  Jenis kredit yang dilihat dari sector usaha adalah sebagai berikut:

  1) Kredit pertanian

  2) Kredit peternakan

  3) Kredit industri

  4) Kredit pertambangan

  5) Kredit pendidikan

  6) Kredit profesi

  7) Kredit perumahan

IV.Tujuan Kredit
   tujuan pokok pemberian kredit oleh suatu bank, harus diarahkan untuk
   kepentingan bank tersebut, yaitu:
   1. Turut menyukseskan program pemerintah di bidang ekonomi dan
   pembangunan.
2. Mencari keuntungan yang layak bagi bank, agar kelangsungan hidup bank
       tetap terjamin, mengingat pemberian kredit merupakan kegiatan bank dan
       penghasilan pokok bank.
       3. Meningkatkan aktivitas ekonomi atau kegiatan perusahaan agar dapat
       menjalankan pasarnya guna menjamin terpenuhinya kebutuhan Tujuan dasar
       kredit didasarkan untuk pencapaian tujuan terrtentu yang tidak boleh
       merugikan tujuan lainnya, bahkan harus saling menunjang atau dapat dicapai
       secara bersama-sama. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang dan
       melalui suatu analisa dan penelitian yang cermat untuk mencegah terjadinya
       kerugian pada bank
V.   Fungsi kredit
     Pada dasarnya fungsi pokok dari kredit adalah untuk pemenuhan jasa pelayanan
     terhadap kebutuhan masyarakat (to service the society) dalam rangkah
     mendorong dan melancarkan perdagangan,produksi dan jasa-jasa bahkan
     konsumsi,yang kesemuanya itu di tujukan untuk meningkatkan taraf hidup
     masyarakat.Adapun Fungsi kredit yang di gunakan untuk berbagai kegunan :
        1. Kredit dapat memajukan arus alat tukar barang dan jasa
           Seandainya pada suatu saat belum tersedia uang sebagai alat pembayaran
           dengan adanya kredit ,lalu lintas barang dan jasa dapat berlangsung
        2. Kredit dapat mengaktifkan alat pembayaran
           Krdit terjadi karena adanya pihak yang mempunyai pendapatan yang lebih
           besar dari kebutuhannya.Dana lebih itu dapat terkumpul dan mungkin
           sekali menjadi dana yang diam(idle).Bila dana idle itu di pindahkan ke
           golongan yang berpendapatan yang lebih kecil dari kebutuhanya ,maka
           dana itu akan menjadi dana yang efektif.Dengan demikian terjadilah
           pemindahandaya beli dari golongan yang satu ke golongan yang lain.
        3. Kredit dapat di jadikan alat sebagai pengendali harga
           Bila perlu di adakanya penambahan jumlah uang yang beredar di
           masyarakat ,maka salah satu caranya ialah dengan mempermudah dan
           mempermurah pemberian kredit oleh dunia perbankan kepada
           masyarakat.Sedangkan dalam kondisi sebaliknya jika di pandang perlu
           untuk memperkecil atau mengurangi peredaran uang di masyarakat,maka
kredit perbankan dilakukan pembatasan dengan di tentukannya pagu dan
   baki(ceiling flafond) untuk kredit tertentu.
4. Kredit dapat menciptakan alat pembayaran baru
   Di sini kita bicarakan salah satu macam kredit yang biasa di berikan oleh b
   bank umum (commercial bank) yaitu kredit rekening Koran
5. Kredit dapat mengaktifkan dan meningkatkan faedah-faedah atau
   kegunaan potensi-potensi ekonomi yang ada
BAB III

                                       PENUTUP

A. Kesimpulan

   1. Pembiayaan atau kredit adalah Dalam arti sempit, pembiayaan dipakai untuk
       mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti
       bank syariah maupun bank umum kepada nasabah. Pembiayaan secara luas
       berarti financing atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk
       mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun
       dikerjakan oleh orang lain.

   2. Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan
      kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam.
      Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya
      pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk
      menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-
      barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun
      ekspor.

   3. Fungsi Pembiayaan diantaranya:

         a. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem
             bagi hasil yang tidak memberatkan debitur.

         b. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional
            karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank
            konvensional.
         c. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh
            rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang
            dilakukan.

   4. Prinsip Pembiayaan

      a. Character

      b. Capacity

      c. Capital
d. Collateral

      e. Condition

      f. Syariah

B. Saran

      Tak lepas sekiranya sebagai insan manusia yang juga mempunyai kekurangan,
untk itu saran yang membangun kami harapkan agar dapat memberikan pemasukan
sebagai referensi baru dalam pengembangan suatu usaha kredit yang akan di
laksanakan bahkan dalam mengatasi suatu masalah kredit.

Manajemen perkreditan

  • 1.
    MANAJEMEN PERKREDITAN OLLEH : PHILIPUS PATTI NHIZMAYAVIRA RESKY AMELIA FAAD HUSEIN SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN (STIM) NITRO MAKASSAR 2011
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kegiatan sehari-hari, kita sudah mengenal kata kredit, mulai dari kredit barang pecah belah yang dijajakan oleh tukang kredit dari rumah kerumah atau kredit bentuk uang yang diberikan oleh tukang-tukang ijon. Dalam skala lebih luas lagi kita juga mengenal kredit yang diberikan oleh perusahaan leasing dan perbankan. Kemudian kita juga mengenal setiap terjadi transakasi kredit selalu berkaitan dengan angsuran atau cicilan dengan disertai jangka waktu dan jumlah cicilan yang harus dibayar. Peranan bank sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas dari kredit, bahkan kegiatan bank sebagai lembaga keuangan. Pemberian kredit merupakan kegiatan utama. setelah kita mengetahui pengertian dari kredit, maka pada makalah ini kami akan membahas jenis- jenis kredit dan prosedur pemberian kredit . B. Rumusan Masalah 1. Pengertian Kredit 2. Unsur Kredit 3. Tujuan Kredit 4. Fungsi Kredit 5. Jenis-jenis kredit C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian kredit 2. Untuk mengetahui tujuan pembiayaan suatu kredit 3. Untuk mengetahui unsur-unsur pembiayaan kredit 4. Untuk mengetahui fungsi pembiayaan kredit
  • 3.
    BAB II PEMBAHASAN I. Pengertian Kredit Menurut UU no 10/1988 pasal 1ayat 11, menyajikan pengertian kredit adalah: “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain, yang mewajibkan peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”. Dan Menurut undang-undang no. tahun 1998 : Kredit adalah penyedian uang atau tagihan yang dapat di persamakan dengan itu berdasarkan persetujuan dan kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga II. Unsur Kredit a) Kepercayaan Yaitu suatu keyakinan pemberian kredit (Bank) bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu di masa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh Bank, karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang nasabah. Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemampuannya dalam membayar kredit yang disalurkan. b) Kesepakatan Di samping unsur kepercayaan di dalam kredit juga mengandung unsur kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masing – masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing- masing. Kesepakatan penyaluran kredit dituangkan dalam akad kredit yang ditangani oleh kedua belah pihak Bank dan nasabah c) Jangka Waktu Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada kredit yang tidak memiliki jangka waktu.
  • 4.
    d) Resiko Faktor resiko kerugian dapat diakibatkan dua hal yaitu resiko kerugian yang diakibatkan nasabah sengaja tidak mau membayar kreditnya padahal mampu dan resiko kerugian yang diakibatkan karena nasabah tidak sengaja yaitu akibat terjadinya musibah seperti bencana alam. Penyebab tidak tertagih sebenarnya dikarenakan adanya suatu tenggang waktu pengembalian (jangka waktu). Semakin panjang jangka waktu suatu kredit semakin besar resikonya tidak tertagih, demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan Bank, baik resiko yang disengaja maupun resiko yang tidak disengaja. e) Balas Jasa Akibat dari pemberian fasilitas kredit Bank tentu mengharapkan suatu keuntungan dalam jumlah tertentu. Keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga bagi Bank prinsip konvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga, biaya provisi dan komisi serta biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan utama Bank. Sedangkan bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil. III. Jenis-Jenis Kredit Beragamnya jenis kegiatan usaha mengakibatkan beragam pula kebutuhan akan kebutuhan jenis kreditnya. Secara umum jenis-jenis kredit yang disalurkan oleh bank dan dilihat dari berbagai segi adalah sebagai berikut: a. Dilihat dari segi kegunaan Ditinjau dari segi kegunaan terdapat dua jenis kredit, yaitu: 1) Kredit investasi Yaitu kredit yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/ pabrik baru dimana masa pemakaianya untuk suatu periode yang relative lebih lama dan bisanya kegunaan kredit ini adalah untuk kegiatan utama suatu perusahaan.
  • 5.
    2) Kredit modalkerja Adalah kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya. b. Dilihat dari segi tujuan kredit Jenis kredit Dilihat dari segi tujuan kredit adalah sebagai berikut : 1) Kredit produktif , Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi. 2) Kredit konsumtif, Merupakan kredit yang digunakan untuk dikonsumsi atau dipakai secara pribadi. 3) Kredit perdagangan , Merupakan kredit yang digunakan untuk kegiatan perdagangan dan biasanya untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dgangan tersebut. c. Dilihat dari segi jangka waktu Jenis kredit dilihat dari segi jangka waktu adalah sebagai berikut: 1) Kredit jangka pendek Kredit ini merupakan kredit yang memiliki jangaka waktu kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja. 2) Kredit jangka menengah Jangka waktu kreditnya berkisar antara satu tahun sampai dengan tiga tahun, kredit jenis ini dapat diberikan untuk modal kerja. 3) Kredit jangka panjang
  • 6.
    Merupakan kredit yangmasa pengembaliannya paling panjang yaitu diatas tiga tahun atau lima tahun. d. Dilihat dari segi jaminan Jenis kredit yang dilihat dari segi jaminan adalah sebagai berikut : 1) Kredit dengan jaminan Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu. 2) Kredit tanpa jaminan Yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. e. Dilihat dari segi sektor usaha Jenis kredit yang dilihat dari sector usaha adalah sebagai berikut: 1) Kredit pertanian 2) Kredit peternakan 3) Kredit industri 4) Kredit pertambangan 5) Kredit pendidikan 6) Kredit profesi 7) Kredit perumahan IV.Tujuan Kredit tujuan pokok pemberian kredit oleh suatu bank, harus diarahkan untuk kepentingan bank tersebut, yaitu: 1. Turut menyukseskan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan.
  • 7.
    2. Mencari keuntunganyang layak bagi bank, agar kelangsungan hidup bank tetap terjamin, mengingat pemberian kredit merupakan kegiatan bank dan penghasilan pokok bank. 3. Meningkatkan aktivitas ekonomi atau kegiatan perusahaan agar dapat menjalankan pasarnya guna menjamin terpenuhinya kebutuhan Tujuan dasar kredit didasarkan untuk pencapaian tujuan terrtentu yang tidak boleh merugikan tujuan lainnya, bahkan harus saling menunjang atau dapat dicapai secara bersama-sama. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang dan melalui suatu analisa dan penelitian yang cermat untuk mencegah terjadinya kerugian pada bank V. Fungsi kredit Pada dasarnya fungsi pokok dari kredit adalah untuk pemenuhan jasa pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat (to service the society) dalam rangkah mendorong dan melancarkan perdagangan,produksi dan jasa-jasa bahkan konsumsi,yang kesemuanya itu di tujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.Adapun Fungsi kredit yang di gunakan untuk berbagai kegunan : 1. Kredit dapat memajukan arus alat tukar barang dan jasa Seandainya pada suatu saat belum tersedia uang sebagai alat pembayaran dengan adanya kredit ,lalu lintas barang dan jasa dapat berlangsung 2. Kredit dapat mengaktifkan alat pembayaran Krdit terjadi karena adanya pihak yang mempunyai pendapatan yang lebih besar dari kebutuhannya.Dana lebih itu dapat terkumpul dan mungkin sekali menjadi dana yang diam(idle).Bila dana idle itu di pindahkan ke golongan yang berpendapatan yang lebih kecil dari kebutuhanya ,maka dana itu akan menjadi dana yang efektif.Dengan demikian terjadilah pemindahandaya beli dari golongan yang satu ke golongan yang lain. 3. Kredit dapat di jadikan alat sebagai pengendali harga Bila perlu di adakanya penambahan jumlah uang yang beredar di masyarakat ,maka salah satu caranya ialah dengan mempermudah dan mempermurah pemberian kredit oleh dunia perbankan kepada masyarakat.Sedangkan dalam kondisi sebaliknya jika di pandang perlu untuk memperkecil atau mengurangi peredaran uang di masyarakat,maka
  • 8.
    kredit perbankan dilakukanpembatasan dengan di tentukannya pagu dan baki(ceiling flafond) untuk kredit tertentu. 4. Kredit dapat menciptakan alat pembayaran baru Di sini kita bicarakan salah satu macam kredit yang biasa di berikan oleh b bank umum (commercial bank) yaitu kredit rekening Koran 5. Kredit dapat mengaktifkan dan meningkatkan faedah-faedah atau kegunaan potensi-potensi ekonomi yang ada
  • 9.
    BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pembiayaan atau kredit adalah Dalam arti sempit, pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti bank syariah maupun bank umum kepada nasabah. Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dikerjakan oleh orang lain. 2. Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang- barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. 3. Fungsi Pembiayaan diantaranya: a. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem bagi hasil yang tidak memberatkan debitur. b. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional. c. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan. 4. Prinsip Pembiayaan a. Character b. Capacity c. Capital
  • 10.
    d. Collateral e. Condition f. Syariah B. Saran Tak lepas sekiranya sebagai insan manusia yang juga mempunyai kekurangan, untk itu saran yang membangun kami harapkan agar dapat memberikan pemasukan sebagai referensi baru dalam pengembangan suatu usaha kredit yang akan di laksanakan bahkan dalam mengatasi suatu masalah kredit.