MASYARAKAT MADANI 
DAN 
KESEJAHTERAAN UMAT
PENGERTIAN MASYARAKAT MADANI 
Madani berasal dari unsur kata mim, dal, dan nun, 
yang kemudian menjadi “tamaddana” yang bermakna to 
become civilized, menjadi sopan, dan beradab. 
Pengertian masyarakat madani adalah masyarakat 
yang yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai 
kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu 
pengetahuan dan teknologi. 
Kata madani dalam filsafat Yunani dan filsafat Islam 
dikenal dengan istilah Polis dan Madinah, yakni 
masyarakat yang maju dan berperadaban. Seperti dalam 
Q.S. Saba’ ;15
MASYARAKAT MADANI DALAM SEJARAH 
Ada dua masyarakat madani dalam sejarah, yaitu : 
1. Mayarakat Saba’, yaitu masyarakat pada masa nabi Sulaiman. Di 
dalam Al-Qur’an disebutkan dalam Surat Saba’ yang dikisahkan 
masyarakat Saba’ mendiami negeri yang baik, subur dan indah. 
Allah memerintahkan kepada masyarakat saba’ untuk bersyukur 
kepada Allah yang telah menyediakan kebutuhan hidup mereka. 
2. Masyarakat Madinah, setelah perjanjian Madinah antara 
Rasulullah SAW beserta umat Islam dengan penduduk Madinah 
yang beragama Yahudi,Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. 
Perjanjian madinah berisi kesepakatan tiga unsur, yakni saling 
tolong menolong, menciptakan kedamaian, mejadikan Al-Qur’an 
sebagi konstitusi, mempercayai Rasulullah sebagai pemimpin dan 
memberi kebebasan beragama maupun mejalankan ibadah sesuai 
dengan ajaran yang dianutnya.
KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI 
• Ukhuwah (Persaudaraan). 
• Musawamah (Persamaan) 
• Tasamuh (Toleransi) 
• Amar Ma’ruf Nahi Mungkar 
• Musyawarah 
• Keadilan dan Menegakkan Keadilan 
• Keseimbangan
PERANAN UMAT ISLAM DALAM 
MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI 
Aktivitas untuk menyusun masyarakat madani : 
1. Iqomatul masjid : aktifitas umat Islam dipusatkan di masjid 
2. Ukhuwah islamiyah : menyusun tata persaudaraan menurut ajaran 
Islam 
3. Menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjujung 
tinggi nilai-nilai kebenaran dalam syariah Islam sebagai bentuk nyata 
dari masyarakat madani. 
Umat Islam adalah umat yang diberikan kelebihan oleh Allah dari 
umat yang lain. Islam memberikan arahan yang signifikan agar 
kehidupan manusia selamat dari segala bencana dan azabnya, oleh 
karena itu tanggung jawab umat Islam sangat berat dalam menciptakan 
kehidupan manusia yang damai dan tenteram.
SISTEM EKONOMI ISLAM DAN 
KESEJAHTERAAN UMAT 
Yang dimaksud dengan sistem ekonomi Islam adalah sistem 
ekonomi yang terjadi setelah prinsip ekonomi yang menjadi pedoman 
kerjanya, yang dipengaruhi atau dibatasi oleh ajaran-ajaran Islam. 
Sistem ekonomi Islam tersebut bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadits 
yang dikembangkan oleh pemikiran manusia yang memenuhi syarat 
dan ahli dalam bidangnya. 
Jika Al Qur’an dan Al Hadist dipelajari dengan seksama, tampak 
jelas bahwa Islam mengakui motif laba (profit) dalam kegiatan 
ekonomi. Namun motif itu terikat atau dibatasi oleh syarat-syarat moral, 
sosial dan temperance (pembatasan diri). Islam juga mengajarkan 
manusia untuk mengamalkan sedekah. Q.S. Al-Nisa’ : 114
• ZAKAT 
Menurut fiqih, zakat berati sejumlah harta tertentu yang 
diwajibkan Allah SWT untuk diserahkan kepada yang 
berhak. Seperti dalam Q.S. At – Taubah ; 103
ORANG-ORANG YANG BERHAK MENERIMA 
ZAKAT 
• Fakir, ialah orang yang tidak mempunyai dan tidak pula berusaha. 
• Miskin, ialah orang yang tidak cukup penghidupannya dengan 
pendapatannya sehingga ia selalu dalam keadaan kekurangan. 
• Amil, ialah orang yang pekerjaannya mengurus dan mengumpulkan 
zakat untuk dibagikan kepada orang yang berhak menerimanya. 
• Muallaf, ialah orang yang baru masuk Islam yang masih lemah 
imannya, diberi zakat agar menambah kekuatan hatinya dan tetap 
mempelajari agama Islam. 
• Riqab, ialah hamba sahaya atau budak belian yang diberi kebebasan 
berusaha untuk menebus dirinya agar menjadi orang merdeka. 
• Gharim, ialah orang yang berhutang yang tidak ada kesanggupan 
membayarnya. 
• Fi sabilillah, ialah orang yang berjuang di jalan Allah demi menegakkan 
Islam. 
• Ibnussabil, ialah orang yang kehabisan biaya atau perbekalan dalam 
perjalanan yang bermaksud baik (bukan untuk maksiat).
• INFAQ 
Infaq adalah harta yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu dan 
tidak ada hisab. 
• SHODAQOH 
Shodaqoh / sedekah adalah sesuatu yang bisa berupa 
harta, makanan, atau tenaga. Shodaqoh secara umum dapat 
dikatakan sebagai bantuan.
• WAQAF 
Waqaf yaitu menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, 
mungkin diambil manfaatnya guna diberikan jalan kebaikan. 
Q.S. Al-Hajj : 77.
Pahala waqaf terus - menerus selama barang itu masih 
digunakan. Seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut ini :
Satu-Satunya Cara Memperbaiki Kemerosotan 
Umat 
Lebih dari 1350 tahun yang lalu, ketika dunia ini telah 
dipenuhi oleh kekufuran, kegelapan, kebodohan, dan 
kejahilian, dari balik pegunungan Bathha’ Mekah Al- 
Mukarramah memencarkan nur hidayah yang menembus 
daerah timur, barat, utara, dan selatan sampai menyinari 
seleruh penjuru dunia. Hanya dalam masa singkat, selama 23 
tahun, baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam 
dapat membawa manusia ke puncak kemajuan yang tiada 
badingannya dalam sejarah umat manusia. Cahaya hidayah, 
kehebatan, serta kemenangan berada di tangan Kaum 
MusliminHal ini merupakan kenyataan yang tidak dapat 
dipungkiri. Namun demikian, semua itu hanyalah cerita lama 
yang jika diceritakan teru-menerus, tidak akan menghibur hati, 
dan tidak bermanfaat. Hal itu karena keadaan kehidupan kita 
sekarang ini, justru mencoreng prestasi para pendahulu kita.
Allah SWT Maha Raja langit dan bumi, telah berjanji akan menjadikan 
orang-orang yang beriman sebagai khalifah dan pemimpin-pemimpin di 
muka bumi. 
فِي لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم الصَّالِحَاتِِ وَعَمِلُوا مِنكُمِْ آمَنُوا الَّذِينَِ اللَُِّّ وَعَدَِ 
{ الَْْرْضِِ… { ٥٥ 
Artinya: 
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antaramu dan 
beramal shalih, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka khalifah 
di muka bumi.” (Q.S An-Nuur: 55) 
وَلَِ وَلِيّاِ يَجِدُونَِ لَِ ثمَُِّ الَْْدْبَارَِ لَوَلَّوُا كَفَرُوا الَّذِينَِ قَاتَلَكُِمُِ وَلَوِْ 
{ نَصِيراِ { ٢٢ 
Artinya: 
“Dan jika orang-orang kafir memerangi kalian, pasti mereka akan lari 
berpaling. Kemudian mereka tidak akan mendapatkan seorang 
pembela da penolong pun .” (Q.S Al-fath: 22)
Apabila tercipta hubungan yang kuat dengan Allah SWT dan 
Rasul-Nya (yang merupakan maksud dari iman), maka semua janji 
diatas akan terwujud. Sebaliknya, (semoga Allah SWT melindungi), 
apabila hubungan dengan Allah SWT dan Rasul-Nya berkurang 
atau melemah, maka yang akan menimpa kita adalah kerugian dan 
kehinaan. Hal itu disebutkan dengan jelas dalam ayat berikut: 
وَالْعَصْرِِ { ١}خُسْ رِ لَفِي الِْْنسَانَِ إِنَِّ { ٢}وَعَمِلُوا آمَنُوا الَّذِينَِ إِلَِّ 
{ بِالصَّبْرِِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِِّ وَتَوَاصَوْا الصَّالِحَِاتِِ { ٣ 
Artinya: 
“Demi masa! Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam 
kerugian besar. Kecuali orang-orang beriman dan beramal shalih 
dan nasihat-menasihati agar menjalankan kebenaran dan nasihat-menasihati 
agar bersabar .” (Q.S Al-‘Ashr: 1-3)
Langkah-Langkah Perbaikan Umat 
Untuk menyempurnakan maksud itu, hendaknya kita selalu menjaga tertib-tertib amalan 
sebagai berikut secara istiqamah. 
• Mengucapkan kalimat اللُِّّ اللُِّّ إِلَِّ إِلَـهَِ لَِ dengan lafadz yang betul, memahami makna dan maksudnya, 
berusaha menanamkannya ke dalam hati, dan berusaha membangun seluruh kehidupan kita 
sesuai dengan kalimat tersebut.
• Berdisiplin dalam shalat dengan menjaga adab dan syarat rukunnya, dan 
menunaikannya dengan khusyu’ dan khudhu’ (penuh ketundukan kepada 
Allah Subhaanahu wata’ala)
• Senantiasa membaca Al-Qur’an dan berusaha mewjudkan cinta terhadap Al-Qur’an 
pada diri kita. Hal itu didapat dengan 2 cara, yaitu: 
• Pertama , menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur’an disertai adab dan 
ihtiram (memuliakan) serta merenungkan makna-maknanya. Jika kita bukan orang 
alim dan tidak memahami maknanya, tetapah membacanya walaupun tidak 
memahami maknanya. Kita perlu menyakini bahwa kebahagiaan dan kesuksesan 
tersimpan disini, dan membaca lafalnya saja pun sudah merupakan keberuntungan 
yang besar, serta mendatangkan kebaikan dan keberkahan. 
• Kedua, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak kita dan anak-anak orang-orang 
kampong ditempat kita, baik laki-laki maupn perempuan. Berpikirlah untuk 
menghidupkan pendidikan agama serta mengutamakannya melebihi usaha-usaha 
lainnya.
• Menyisihkan waktu untuk mengingat Allah Subhaanahu wta’ala, yaitu 
dengan berdzikir dan tafakkur (memikirkan dan merenugkan keagungan 
Allah Subhaanahu wata’ala)
• Menanamkan dalam hati bahwa setiap muslim adalah saudara. Oleh sebab 
itu, hendaknya kita saling menyayangi, berbagi rasa, menghormati, dan 
memuliakan sesama muslim karena keislamannya. Hindarilah hal-hal yang 
dapat menimbulkan penderitaan dan kesusahaan terhadap saudara muslim 
lainnya.
“Kemulian 1 orang manusia itu ada dalam 
ketakwaan, 1 orang yang merasa mulia dengan 
harta ia adalah orang yang rusak imannya 
begitu juga ada orang yang merasa hina karena 
kemiskinan ia pun orang yang rusak imannya 
siapa yang bertakwa dia mulia dan siapa yang 
tidak bertakwa ia hina”
Capres = Calon Presiden belum tentu jadi presiden 
Cagub = Calon Gubernur belum tentu jadi gubernur 
Cabup = Calon Bupati belum tentu jadi bupati 
Camat = Calon Mati pasti mati 
Jadi, di dunia ini tidak ada yang pasti selain itu… 
Lailaha’ illallah… 
By Ismail
Orang yang sukses itu bukanlah orang yang 
sukses di dunia tapi orang yang sukses itu adalah 
orang yang di akhir kalamnya mampu 
mengucapkan Lailaha’ illallah…
JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN

Makalah Masyarakat Madani

  • 1.
    MASYARAKAT MADANI DAN KESEJAHTERAAN UMAT
  • 2.
    PENGERTIAN MASYARAKAT MADANI Madani berasal dari unsur kata mim, dal, dan nun, yang kemudian menjadi “tamaddana” yang bermakna to become civilized, menjadi sopan, dan beradab. Pengertian masyarakat madani adalah masyarakat yang yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata madani dalam filsafat Yunani dan filsafat Islam dikenal dengan istilah Polis dan Madinah, yakni masyarakat yang maju dan berperadaban. Seperti dalam Q.S. Saba’ ;15
  • 3.
    MASYARAKAT MADANI DALAMSEJARAH Ada dua masyarakat madani dalam sejarah, yaitu : 1. Mayarakat Saba’, yaitu masyarakat pada masa nabi Sulaiman. Di dalam Al-Qur’an disebutkan dalam Surat Saba’ yang dikisahkan masyarakat Saba’ mendiami negeri yang baik, subur dan indah. Allah memerintahkan kepada masyarakat saba’ untuk bersyukur kepada Allah yang telah menyediakan kebutuhan hidup mereka. 2. Masyarakat Madinah, setelah perjanjian Madinah antara Rasulullah SAW beserta umat Islam dengan penduduk Madinah yang beragama Yahudi,Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. Perjanjian madinah berisi kesepakatan tiga unsur, yakni saling tolong menolong, menciptakan kedamaian, mejadikan Al-Qur’an sebagi konstitusi, mempercayai Rasulullah sebagai pemimpin dan memberi kebebasan beragama maupun mejalankan ibadah sesuai dengan ajaran yang dianutnya.
  • 4.
    KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI • Ukhuwah (Persaudaraan). • Musawamah (Persamaan) • Tasamuh (Toleransi) • Amar Ma’ruf Nahi Mungkar • Musyawarah • Keadilan dan Menegakkan Keadilan • Keseimbangan
  • 5.
    PERANAN UMAT ISLAMDALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI Aktivitas untuk menyusun masyarakat madani : 1. Iqomatul masjid : aktifitas umat Islam dipusatkan di masjid 2. Ukhuwah islamiyah : menyusun tata persaudaraan menurut ajaran Islam 3. Menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjujung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam syariah Islam sebagai bentuk nyata dari masyarakat madani. Umat Islam adalah umat yang diberikan kelebihan oleh Allah dari umat yang lain. Islam memberikan arahan yang signifikan agar kehidupan manusia selamat dari segala bencana dan azabnya, oleh karena itu tanggung jawab umat Islam sangat berat dalam menciptakan kehidupan manusia yang damai dan tenteram.
  • 6.
    SISTEM EKONOMI ISLAMDAN KESEJAHTERAAN UMAT Yang dimaksud dengan sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang terjadi setelah prinsip ekonomi yang menjadi pedoman kerjanya, yang dipengaruhi atau dibatasi oleh ajaran-ajaran Islam. Sistem ekonomi Islam tersebut bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadits yang dikembangkan oleh pemikiran manusia yang memenuhi syarat dan ahli dalam bidangnya. Jika Al Qur’an dan Al Hadist dipelajari dengan seksama, tampak jelas bahwa Islam mengakui motif laba (profit) dalam kegiatan ekonomi. Namun motif itu terikat atau dibatasi oleh syarat-syarat moral, sosial dan temperance (pembatasan diri). Islam juga mengajarkan manusia untuk mengamalkan sedekah. Q.S. Al-Nisa’ : 114
  • 8.
    • ZAKAT Menurutfiqih, zakat berati sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT untuk diserahkan kepada yang berhak. Seperti dalam Q.S. At – Taubah ; 103
  • 9.
    ORANG-ORANG YANG BERHAKMENERIMA ZAKAT • Fakir, ialah orang yang tidak mempunyai dan tidak pula berusaha. • Miskin, ialah orang yang tidak cukup penghidupannya dengan pendapatannya sehingga ia selalu dalam keadaan kekurangan. • Amil, ialah orang yang pekerjaannya mengurus dan mengumpulkan zakat untuk dibagikan kepada orang yang berhak menerimanya. • Muallaf, ialah orang yang baru masuk Islam yang masih lemah imannya, diberi zakat agar menambah kekuatan hatinya dan tetap mempelajari agama Islam. • Riqab, ialah hamba sahaya atau budak belian yang diberi kebebasan berusaha untuk menebus dirinya agar menjadi orang merdeka. • Gharim, ialah orang yang berhutang yang tidak ada kesanggupan membayarnya. • Fi sabilillah, ialah orang yang berjuang di jalan Allah demi menegakkan Islam. • Ibnussabil, ialah orang yang kehabisan biaya atau perbekalan dalam perjalanan yang bermaksud baik (bukan untuk maksiat).
  • 10.
    • INFAQ Infaqadalah harta yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu dan tidak ada hisab. • SHODAQOH Shodaqoh / sedekah adalah sesuatu yang bisa berupa harta, makanan, atau tenaga. Shodaqoh secara umum dapat dikatakan sebagai bantuan.
  • 11.
    • WAQAF Waqafyaitu menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, mungkin diambil manfaatnya guna diberikan jalan kebaikan. Q.S. Al-Hajj : 77.
  • 12.
    Pahala waqaf terus- menerus selama barang itu masih digunakan. Seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut ini :
  • 13.
    Satu-Satunya Cara MemperbaikiKemerosotan Umat Lebih dari 1350 tahun yang lalu, ketika dunia ini telah dipenuhi oleh kekufuran, kegelapan, kebodohan, dan kejahilian, dari balik pegunungan Bathha’ Mekah Al- Mukarramah memencarkan nur hidayah yang menembus daerah timur, barat, utara, dan selatan sampai menyinari seleruh penjuru dunia. Hanya dalam masa singkat, selama 23 tahun, baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dapat membawa manusia ke puncak kemajuan yang tiada badingannya dalam sejarah umat manusia. Cahaya hidayah, kehebatan, serta kemenangan berada di tangan Kaum MusliminHal ini merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Namun demikian, semua itu hanyalah cerita lama yang jika diceritakan teru-menerus, tidak akan menghibur hati, dan tidak bermanfaat. Hal itu karena keadaan kehidupan kita sekarang ini, justru mencoreng prestasi para pendahulu kita.
  • 14.
    Allah SWT MahaRaja langit dan bumi, telah berjanji akan menjadikan orang-orang yang beriman sebagai khalifah dan pemimpin-pemimpin di muka bumi. فِي لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم الصَّالِحَاتِِ وَعَمِلُوا مِنكُمِْ آمَنُوا الَّذِينَِ اللَُِّّ وَعَدَِ { الَْْرْضِِ… { ٥٥ Artinya: “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antaramu dan beramal shalih, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka khalifah di muka bumi.” (Q.S An-Nuur: 55) وَلَِ وَلِيّاِ يَجِدُونَِ لَِ ثمَُِّ الَْْدْبَارَِ لَوَلَّوُا كَفَرُوا الَّذِينَِ قَاتَلَكُِمُِ وَلَوِْ { نَصِيراِ { ٢٢ Artinya: “Dan jika orang-orang kafir memerangi kalian, pasti mereka akan lari berpaling. Kemudian mereka tidak akan mendapatkan seorang pembela da penolong pun .” (Q.S Al-fath: 22)
  • 15.
    Apabila tercipta hubunganyang kuat dengan Allah SWT dan Rasul-Nya (yang merupakan maksud dari iman), maka semua janji diatas akan terwujud. Sebaliknya, (semoga Allah SWT melindungi), apabila hubungan dengan Allah SWT dan Rasul-Nya berkurang atau melemah, maka yang akan menimpa kita adalah kerugian dan kehinaan. Hal itu disebutkan dengan jelas dalam ayat berikut: وَالْعَصْرِِ { ١}خُسْ رِ لَفِي الِْْنسَانَِ إِنَِّ { ٢}وَعَمِلُوا آمَنُوا الَّذِينَِ إِلَِّ { بِالصَّبْرِِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِِّ وَتَوَاصَوْا الصَّالِحَِاتِِ { ٣ Artinya: “Demi masa! Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian besar. Kecuali orang-orang beriman dan beramal shalih dan nasihat-menasihati agar menjalankan kebenaran dan nasihat-menasihati agar bersabar .” (Q.S Al-‘Ashr: 1-3)
  • 16.
    Langkah-Langkah Perbaikan Umat Untuk menyempurnakan maksud itu, hendaknya kita selalu menjaga tertib-tertib amalan sebagai berikut secara istiqamah. • Mengucapkan kalimat اللُِّّ اللُِّّ إِلَِّ إِلَـهَِ لَِ dengan lafadz yang betul, memahami makna dan maksudnya, berusaha menanamkannya ke dalam hati, dan berusaha membangun seluruh kehidupan kita sesuai dengan kalimat tersebut.
  • 17.
    • Berdisiplin dalamshalat dengan menjaga adab dan syarat rukunnya, dan menunaikannya dengan khusyu’ dan khudhu’ (penuh ketundukan kepada Allah Subhaanahu wata’ala)
  • 18.
    • Senantiasa membacaAl-Qur’an dan berusaha mewjudkan cinta terhadap Al-Qur’an pada diri kita. Hal itu didapat dengan 2 cara, yaitu: • Pertama , menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur’an disertai adab dan ihtiram (memuliakan) serta merenungkan makna-maknanya. Jika kita bukan orang alim dan tidak memahami maknanya, tetapah membacanya walaupun tidak memahami maknanya. Kita perlu menyakini bahwa kebahagiaan dan kesuksesan tersimpan disini, dan membaca lafalnya saja pun sudah merupakan keberuntungan yang besar, serta mendatangkan kebaikan dan keberkahan. • Kedua, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak kita dan anak-anak orang-orang kampong ditempat kita, baik laki-laki maupn perempuan. Berpikirlah untuk menghidupkan pendidikan agama serta mengutamakannya melebihi usaha-usaha lainnya.
  • 19.
    • Menyisihkan waktuuntuk mengingat Allah Subhaanahu wta’ala, yaitu dengan berdzikir dan tafakkur (memikirkan dan merenugkan keagungan Allah Subhaanahu wata’ala)
  • 20.
    • Menanamkan dalamhati bahwa setiap muslim adalah saudara. Oleh sebab itu, hendaknya kita saling menyayangi, berbagi rasa, menghormati, dan memuliakan sesama muslim karena keislamannya. Hindarilah hal-hal yang dapat menimbulkan penderitaan dan kesusahaan terhadap saudara muslim lainnya.
  • 21.
    “Kemulian 1 orangmanusia itu ada dalam ketakwaan, 1 orang yang merasa mulia dengan harta ia adalah orang yang rusak imannya begitu juga ada orang yang merasa hina karena kemiskinan ia pun orang yang rusak imannya siapa yang bertakwa dia mulia dan siapa yang tidak bertakwa ia hina”
  • 22.
    Capres = CalonPresiden belum tentu jadi presiden Cagub = Calon Gubernur belum tentu jadi gubernur Cabup = Calon Bupati belum tentu jadi bupati Camat = Calon Mati pasti mati Jadi, di dunia ini tidak ada yang pasti selain itu… Lailaha’ illallah… By Ismail
  • 23.
    Orang yang suksesitu bukanlah orang yang sukses di dunia tapi orang yang sukses itu adalah orang yang di akhir kalamnya mampu mengucapkan Lailaha’ illallah…
  • 24.