PENGUJIAN SIKLUS PENGELUARAN




                     Disusun oleh:

                     Kelompok 3


  Theresia Trisna Susanti         : 100462201115
  Sri Agus Meliana                : 100462201091
  Novita Sari                     : 100462201119
  Larasati Sunarto                : 100462201107




 Dosen Pengajar: Hj. Asmaul Husna, SE.Ak., MM




                     Kelas 5.03
             Tahun Ajaran 2012/2013
       Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
  Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang
KATA PENGANTAR

      Penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah mata kuliah
“AUDITING II” yang berjudul “PENGUJIAN SIKLUS PENGELUARAN” di Fakultas
Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.

       Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik dan oleh karenanya penulis dengan rendah hati dan
dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.

       Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca.




                                                           Tanjungpinang, November 2012




                                                                    Penulis
BAB I
                                  PENDAHULUAN


      Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pemerolehan barang atau jasa. Barang yang
diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat berharga yang akan digunakan untuk
menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun atau sediaan dan surat
berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka
waktu 1 tahun atau kurang. Jasa yang diperoleh perusahaan juga dapat dibagi menjadi 2: yang
hanya menghasilkan manfaat 1 tahun atau kurang (jasa personel, bunga, asuransi, iklan) dan
jasa yang menghasilkan manfaat lebih dari 1 tahun (aktiva tidak berwujud).

     Umumnya transaksi besar yang membentuk siklus pengeluaran dalam perusahaan terdiri
dari: 1). Transaksi pembelian, 2). Transaksi pengeluaran kas. Meskipun transaksi penggajian
dan pengupahan dan transaksi pembelian surat berharga merupakan transaksi pemerolehan
barang dan jasa, namun untuk kepentingan pembahasan metodologi auditing ini, kedua
transaksi tersebut dibahas terpisah dari pembahasan audit terhadap siklus pengeluaran.
BAB II
                                 PEMBAHASAN


1.   PROFIL PERUSAHAAN
           PD. ADI ANUGRAH “FOOD INDUSTRY” merupakan perusahaan manufaktur
     yang dirintis pada tahun 1991 sampai dengan sekarang, yang dimiliki oleh Pak Ponira
     dengan mempunyai modal awal sebesar Rp 35.000.000. Perusahaan ini terletak di jalan
     Anggrek Merah. Setelah 6Th berjalan usaha ini mulai berkembang dengan pesatnya di
     dunia perdagangan home industry di berbagai daerah-daerah yang berada di Indonesia,
     yaitu Pekanbaru, Batam, Balai, Karimun, dan banyak lagi daerah-daerah lainnya. Selain
     menguasai pasar Riau, KEPRI dan sekitarnya, usaha ini sebenarnya ingin menjejaki
     daerah Sumatra maupun Jawa, namun karena keterbatasan distribusi, usaha ini terhalang
     untuk memasarkan produknya ke daerah tersebut. Usaha ini juga telah memasuki pasar
     internasional pada tahun 1997-1998.

           Pangsa pasar usaha ini sangat pesat sehingga banyak melakukan pemasaran di
     pasar tradisional maupun swalayan. Perusahaan ini mempunyai karyawan sebanyak 6
     orang untuk bagian pengolahan, dan 2 orang untuk bagian kantor/manajemen. Untuk
     harga yang dikenakan per-ons nya yaitu sebesar Rp 35.000, produk-produk yang
     dihasilkan yaitu:

      Kerupuk sotong
      Sotong gula lembut
      Sotong non gula lembut
      Soton gula spesial
      Sotong non gula spesial
      Sotong giling sambal saus
      Dendeng kepala sotong masak
      Dendeng ikan lome
      Ikan bilis masak
Prosedur sistem pembelian tunai             pada PD. ADI ANUGRAH “Food
Industry”:

1.   BAGIAN GUDANG
     Bagian gudang mengecek ketersediaan stok barang produksi bersama dengan kartu stok.
     Jika tidak ada ketersediaan barang dari gudang maka pihak gudang membuat laporan
     barang yang dipesan sebanyak 2 rangkap, dimana lembar 1 (satu) untuk gudang dan
     lembar 2 (dua) untuk bagian pembelian.


2.   BAGIAN PEMBELIAN
     Bagian pembelian menerima laporan barang yang dipesan lembar 2 (dua) dari bagian
     gudang dan langsung membuat Surat Order Pembelian (SOP) 2 rangkap, dimana lembar 1
     (satu) untuk supplier dan lembar 2 (dua) untuk bagian pembelian. Pihak pembelian
     menerima nota tagihan pembelian barang lembar 1 (satu) dari supplier kemudian
     dilakukan pembayaran berdasarkan yang tertera pada nota tagihan. Pihak pembelian
     menerima tanda pelunasan lembar 1 (satu) dari supplier bersama barang.


3.   SUPPLIER
     Bagian supplier menerima SOP lembar 1 (satu) dari bagian pembelian dan langsung
     mencatat barang yang dipesan dari pembeli berdasarkan SOP. Kemudian supplier
     membuat laporan barang yang dipesan 2 rangkap, lembar 1 (satu) untuk arsip dan lembar
     2 (dua) untuk membuat nota tagihan. Nota tagihan dibuat 2 rangkap, lembar 1 (satu)
     diserahkan kepada bagian pembelian dan lembar 2 (dua) diarsipkan. Supplier menerima
     pembayaran dari pembeli. Supplier juga membuat tanda pelunasan barang yang sudah
     dibeli kemudian diarsipkan oleh suplier. Nota tagihan lembar 1 (satu) yang diterima dari
     bagian pembelian, dibuat tanda pelunasan 2 rangkap, lembar 1 (satu) diserahkan ke
     bagian pembelian dan lembar 2 (dua) untuk supplier.


4.   BAGIAN PRODUKSI
     Setelah barang pesanan diterima di gudang maka bagian produksi melakukan proses
     produksi dan kemudian menghasilkan barang yang siap dipasarkan (penerimaan barang
     pesanan terjadi di gudang).
3. Salah Saji Potensial, Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan, dan
   Prosedur Audit untuk Pengujian Pengendalian yang Dapat Digunakan
   oleh Auditor Terhadap Transaksi Pembelian        Pada    PD. ADI
   ANUGRAH “FOOD INDUSTRY”


   Tahap         Salah Saji         Aktivitas         Pengujuan     KK       K   HK   PA   PP
  Transaksi      Potensial      Pengendalian yang    Pengendalian
                                   Diperlukan         yang dapat
                                                       Dilakukan
Permintaan    Barang yang       Otorisasi umum     Minta keterangan √
pembelian     diminta untuk     dan khusus untuk tentang prosedur
barang        tujuan atau       setiap barang yang otorisasi
              kuantitas yang    dibeli             permintaan
              tidak                                barang
              semestinya
Pembuatan     Pembelian         Setiap order          Periksa tanda                   √
surat order   dapat terjadi     pembelian harus       pelunasan
pembelian     dengan tujuan     didasarkan pada       otorisasi yang
              yang tidak        surat permintaan      tercantum dalam
              semestinya        pembelian yang        pembelian tunai
                                telah diotorisasi
                                yang berfungsi
                                pembelian dengan
                                menggunakan
                                formulir
                                pembelian tunai
Penerimaan    Barang yang       Setiap penerima       Lakukan            √
barang        diterima          barang harus          pemeriksaan
              kemungkinan       terdapat surat        terhadap laporan
              tidak dipesan     order pembelian       penerimaan
              sebelumnya        yang telah            barang dengan
                                diotorisasi           surat order
                                                      pembelian yang
                                                      bersangkutan

              Perusahaan        Fungsi                Lakukan            √
              kemungkinan       penerimaan            pengamatan
              menerima          barang                prosedur oleh
              barang yang       menghitung,           fungsi
              rusak, dan        menginspeksi,dan      penerimaan
              membandingkan     menbandingkan         barang
              barang yang       barang yang
              diterima dengan   diterima dengan
              surat order       surat order
              pembelian         pembelian.



Penyimpanan Fungsi gudang       Setiap kali terjadi   Periksa “ tanda    √
barang      dapat               penyerahan            terima barang “
            memungkiri          barang dari fungsi
            telah               penerimaan ke
            menyimpan           fungsi gudang
            barang yang         harus
            dibeli              didokuentasikan
dalam “ tanda
                                    terima barang ”
 Pengeluaran   Cek yang             Penandatangan        Lakukan            √   √
 kas           dikeluarkan          cek harus            pengamatan
               pembelian yang       mereview bukti       terhadap
               tidak diotorisasi.   kas keluar dan       prosedur.
                                    kelengkapan
                                    dokumen
                                    pendukungnya.



               Bukti kas keluar     Bubuhkan cap         Periksa cap        √
               dibayar lebih        “lunas” terhadap     “lunas” yang
               dari satu kali.      bukti kas keluar     tercantum dalam
                                    yang tidak dibayar   bukti kas keluar
                                    berserta dokumen     yang telah
                                    pendukungnya.        dibayar berserta
                                                         dokumen
                                                         pendukungnya.




Catatan: KK : keberadaan atau keterjadian,
         K : kelengkapan,
         HK : hak dan kewajiban,
         PA : penilaian atau alokasi,
         PP : penyajian dan pengungkapan.




                    .
4.   HASIL ANALISIS PENGUJIAN PENGENDALIAN
           Kegiatan pembelian dalam perusahaan manufaktur (pabrik) memegang peranan
     penting, karena dari sinilah kita dapat mengetahui pengeleluaran kas suatu perusahaan
     manufaktur. Sehingga orang-orang yang ditempatkan dalam bagian pembelian
     memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan dan kesuksesan perusahaan.
     Oleh karena itu, kegiatan pembelian dapat berjalan dengan baik apabila prosedur
     pencatatan pengeluaran kas terselenggara dengan baik.


           Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada pengujian pengendalian pengeluaran
     atas transaksi pembelian yang dilakukan oleh PD. ADI ANUGRAH “FOOD
     INDUSTRY” yang mengeluarkan kas untuk membeli bahan baku, bukti kas keluar
     harus dilampiri dengan dokumen yang lengkap dan sah. Oleh karena itu, bukti kas
     keluar hanya dapat dibuat berdasrkan kondisi:
     1.   Bahwa barang yang diterima tersebut telah dipesan oleh bagian pembelian
          (dibuktikan dengan SOP dari bagian pembelian).
     2.   Bahwa barang yang dipesan tersebut memang dibutuhkan oleh perusahaan
          (dibuktikan dengan surat pembelian barang dari bagian gudang atau fungsi
          pemakai).


           PD. ADI ANUGRAH memiliki kematangan dalam hal pemasaran karena mereka
     menjual langsung barang yang dihasilkan mereka sendiri di pabriknya dan mereka telah
     memiliki pelanggan tersendiri. Pada saat kami berkunjung disana, kami diperbolehkan
     melihat langsung barang-barang yang mereka produksi. Menurut kami, sistem
     pembelian mereka sudah cukup baik, namun banyak hal yang masih dilakukan manual.
     Mungkin dikarenakan karyawan mereka yang hanya beberapa orang. Perusahaan PD.
     ADi ANUGRAH menyimpan persediaan sotong dan ikan mereka di gudang pendingin.


           Dengan evaluasi dan penjelasan di atas, maka kami berpendapat bahwa:

     1.   Memastikan bahwa seluruh barang dipesan sesuai keperluan.
     2.   Menerima seluruh barang yang dipesan dan menverifikasi bahwa barang tersebut
          valid dan benar.
     3.   Menjaga barang tersebut sampai dibutuhkan.
     4.   Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran secara cepat dan tepat.
     5.   Memastikan bahwa seluruh pengeluaran kas berhubungan dengan pengaluran yang
          sudah diotorisasi.
     6.   Menyiapkan seluruh dokumen dan laporan manajerial yang diperlukan yang
          berhubungan dengan barang yang diperoleh.
5.   REKOMENDASI
          Pengadaan pembelian bahan baku dalam hal ini sotong dan ikan harus dilakukan
     dengan cermat dan matang diimbangi dengan prosedur/ sosialisasi yang sesuai aturan
     yang telah ditetapkan, meliputi penentuan kebutuhan pembelian barang, manfaat
     pembelian, cara penyimpanan serta cara penggunaan.
          Kegiatan pembelian dalam suatu perusahaan manufaktur yang bertujuan untuk
     menjalankan proses produksi mereka, harus sangat siap dalam bidang apapun. Dalam
     hal penyimpanan persediaan bahan baku yang dilakukan di gudang di mesin
     pendinginnya mesti diatur lebih baik lagi agar barang yang disimpan tidak cepat
     membusuk. Berhubung sotong dan ikan cepat membusuk maka harus cepat diproduksi
     dan penyimpanannya harus pada suhu yang standar agar kuman-kuman juga tidak dapat
     masuk.
BAB III
                                      PENUTUP

       Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul
makalah ini.
       Penulis banyak berharap para pembaca sudi memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di
kesempatan – kesempatan berikutnya.
       Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada
umumnya.

Makalah auditing

  • 1.
    PENGUJIAN SIKLUS PENGELUARAN Disusun oleh: Kelompok 3 Theresia Trisna Susanti : 100462201115 Sri Agus Meliana : 100462201091 Novita Sari : 100462201119 Larasati Sunarto : 100462201107 Dosen Pengajar: Hj. Asmaul Husna, SE.Ak., MM Kelas 5.03 Tahun Ajaran 2012/2013 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang
  • 2.
    KATA PENGANTAR Penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah mata kuliah “AUDITING II” yang berjudul “PENGUJIAN SIKLUS PENGELUARAN” di Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang. Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan oleh karenanya penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Tanjungpinang, November 2012 Penulis
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pemerolehan barang atau jasa. Barang yang diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat berharga yang akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun atau sediaan dan surat berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu 1 tahun atau kurang. Jasa yang diperoleh perusahaan juga dapat dibagi menjadi 2: yang hanya menghasilkan manfaat 1 tahun atau kurang (jasa personel, bunga, asuransi, iklan) dan jasa yang menghasilkan manfaat lebih dari 1 tahun (aktiva tidak berwujud). Umumnya transaksi besar yang membentuk siklus pengeluaran dalam perusahaan terdiri dari: 1). Transaksi pembelian, 2). Transaksi pengeluaran kas. Meskipun transaksi penggajian dan pengupahan dan transaksi pembelian surat berharga merupakan transaksi pemerolehan barang dan jasa, namun untuk kepentingan pembahasan metodologi auditing ini, kedua transaksi tersebut dibahas terpisah dari pembahasan audit terhadap siklus pengeluaran.
  • 4.
    BAB II PEMBAHASAN 1. PROFIL PERUSAHAAN PD. ADI ANUGRAH “FOOD INDUSTRY” merupakan perusahaan manufaktur yang dirintis pada tahun 1991 sampai dengan sekarang, yang dimiliki oleh Pak Ponira dengan mempunyai modal awal sebesar Rp 35.000.000. Perusahaan ini terletak di jalan Anggrek Merah. Setelah 6Th berjalan usaha ini mulai berkembang dengan pesatnya di dunia perdagangan home industry di berbagai daerah-daerah yang berada di Indonesia, yaitu Pekanbaru, Batam, Balai, Karimun, dan banyak lagi daerah-daerah lainnya. Selain menguasai pasar Riau, KEPRI dan sekitarnya, usaha ini sebenarnya ingin menjejaki daerah Sumatra maupun Jawa, namun karena keterbatasan distribusi, usaha ini terhalang untuk memasarkan produknya ke daerah tersebut. Usaha ini juga telah memasuki pasar internasional pada tahun 1997-1998. Pangsa pasar usaha ini sangat pesat sehingga banyak melakukan pemasaran di pasar tradisional maupun swalayan. Perusahaan ini mempunyai karyawan sebanyak 6 orang untuk bagian pengolahan, dan 2 orang untuk bagian kantor/manajemen. Untuk harga yang dikenakan per-ons nya yaitu sebesar Rp 35.000, produk-produk yang dihasilkan yaitu:  Kerupuk sotong  Sotong gula lembut  Sotong non gula lembut  Soton gula spesial  Sotong non gula spesial  Sotong giling sambal saus  Dendeng kepala sotong masak  Dendeng ikan lome  Ikan bilis masak
  • 5.
    Prosedur sistem pembeliantunai pada PD. ADI ANUGRAH “Food Industry”: 1. BAGIAN GUDANG Bagian gudang mengecek ketersediaan stok barang produksi bersama dengan kartu stok. Jika tidak ada ketersediaan barang dari gudang maka pihak gudang membuat laporan barang yang dipesan sebanyak 2 rangkap, dimana lembar 1 (satu) untuk gudang dan lembar 2 (dua) untuk bagian pembelian. 2. BAGIAN PEMBELIAN Bagian pembelian menerima laporan barang yang dipesan lembar 2 (dua) dari bagian gudang dan langsung membuat Surat Order Pembelian (SOP) 2 rangkap, dimana lembar 1 (satu) untuk supplier dan lembar 2 (dua) untuk bagian pembelian. Pihak pembelian menerima nota tagihan pembelian barang lembar 1 (satu) dari supplier kemudian dilakukan pembayaran berdasarkan yang tertera pada nota tagihan. Pihak pembelian menerima tanda pelunasan lembar 1 (satu) dari supplier bersama barang. 3. SUPPLIER Bagian supplier menerima SOP lembar 1 (satu) dari bagian pembelian dan langsung mencatat barang yang dipesan dari pembeli berdasarkan SOP. Kemudian supplier membuat laporan barang yang dipesan 2 rangkap, lembar 1 (satu) untuk arsip dan lembar 2 (dua) untuk membuat nota tagihan. Nota tagihan dibuat 2 rangkap, lembar 1 (satu) diserahkan kepada bagian pembelian dan lembar 2 (dua) diarsipkan. Supplier menerima pembayaran dari pembeli. Supplier juga membuat tanda pelunasan barang yang sudah dibeli kemudian diarsipkan oleh suplier. Nota tagihan lembar 1 (satu) yang diterima dari bagian pembelian, dibuat tanda pelunasan 2 rangkap, lembar 1 (satu) diserahkan ke bagian pembelian dan lembar 2 (dua) untuk supplier. 4. BAGIAN PRODUKSI Setelah barang pesanan diterima di gudang maka bagian produksi melakukan proses produksi dan kemudian menghasilkan barang yang siap dipasarkan (penerimaan barang pesanan terjadi di gudang).
  • 6.
    3. Salah SajiPotensial, Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan, dan Prosedur Audit untuk Pengujian Pengendalian yang Dapat Digunakan oleh Auditor Terhadap Transaksi Pembelian Pada PD. ADI ANUGRAH “FOOD INDUSTRY” Tahap Salah Saji Aktivitas Pengujuan KK K HK PA PP Transaksi Potensial Pengendalian yang Pengendalian Diperlukan yang dapat Dilakukan Permintaan Barang yang Otorisasi umum Minta keterangan √ pembelian diminta untuk dan khusus untuk tentang prosedur barang tujuan atau setiap barang yang otorisasi kuantitas yang dibeli permintaan tidak barang semestinya Pembuatan Pembelian Setiap order Periksa tanda √ surat order dapat terjadi pembelian harus pelunasan pembelian dengan tujuan didasarkan pada otorisasi yang yang tidak surat permintaan tercantum dalam semestinya pembelian yang pembelian tunai telah diotorisasi yang berfungsi pembelian dengan menggunakan formulir pembelian tunai Penerimaan Barang yang Setiap penerima Lakukan √ barang diterima barang harus pemeriksaan kemungkinan terdapat surat terhadap laporan tidak dipesan order pembelian penerimaan sebelumnya yang telah barang dengan diotorisasi surat order pembelian yang bersangkutan Perusahaan Fungsi Lakukan √ kemungkinan penerimaan pengamatan menerima barang prosedur oleh barang yang menghitung, fungsi rusak, dan menginspeksi,dan penerimaan membandingkan menbandingkan barang barang yang barang yang diterima dengan diterima dengan surat order surat order pembelian pembelian. Penyimpanan Fungsi gudang Setiap kali terjadi Periksa “ tanda √ barang dapat penyerahan terima barang “ memungkiri barang dari fungsi telah penerimaan ke menyimpan fungsi gudang barang yang harus dibeli didokuentasikan
  • 7.
    dalam “ tanda terima barang ” Pengeluaran Cek yang Penandatangan Lakukan √ √ kas dikeluarkan cek harus pengamatan pembelian yang mereview bukti terhadap tidak diotorisasi. kas keluar dan prosedur. kelengkapan dokumen pendukungnya. Bukti kas keluar Bubuhkan cap Periksa cap √ dibayar lebih “lunas” terhadap “lunas” yang dari satu kali. bukti kas keluar tercantum dalam yang tidak dibayar bukti kas keluar berserta dokumen yang telah pendukungnya. dibayar berserta dokumen pendukungnya. Catatan: KK : keberadaan atau keterjadian, K : kelengkapan, HK : hak dan kewajiban, PA : penilaian atau alokasi, PP : penyajian dan pengungkapan. .
  • 8.
    4. HASIL ANALISIS PENGUJIAN PENGENDALIAN Kegiatan pembelian dalam perusahaan manufaktur (pabrik) memegang peranan penting, karena dari sinilah kita dapat mengetahui pengeleluaran kas suatu perusahaan manufaktur. Sehingga orang-orang yang ditempatkan dalam bagian pembelian memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan dan kesuksesan perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan pembelian dapat berjalan dengan baik apabila prosedur pencatatan pengeluaran kas terselenggara dengan baik. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada pengujian pengendalian pengeluaran atas transaksi pembelian yang dilakukan oleh PD. ADI ANUGRAH “FOOD INDUSTRY” yang mengeluarkan kas untuk membeli bahan baku, bukti kas keluar harus dilampiri dengan dokumen yang lengkap dan sah. Oleh karena itu, bukti kas keluar hanya dapat dibuat berdasrkan kondisi: 1. Bahwa barang yang diterima tersebut telah dipesan oleh bagian pembelian (dibuktikan dengan SOP dari bagian pembelian). 2. Bahwa barang yang dipesan tersebut memang dibutuhkan oleh perusahaan (dibuktikan dengan surat pembelian barang dari bagian gudang atau fungsi pemakai). PD. ADI ANUGRAH memiliki kematangan dalam hal pemasaran karena mereka menjual langsung barang yang dihasilkan mereka sendiri di pabriknya dan mereka telah memiliki pelanggan tersendiri. Pada saat kami berkunjung disana, kami diperbolehkan melihat langsung barang-barang yang mereka produksi. Menurut kami, sistem pembelian mereka sudah cukup baik, namun banyak hal yang masih dilakukan manual. Mungkin dikarenakan karyawan mereka yang hanya beberapa orang. Perusahaan PD. ADi ANUGRAH menyimpan persediaan sotong dan ikan mereka di gudang pendingin. Dengan evaluasi dan penjelasan di atas, maka kami berpendapat bahwa: 1. Memastikan bahwa seluruh barang dipesan sesuai keperluan. 2. Menerima seluruh barang yang dipesan dan menverifikasi bahwa barang tersebut valid dan benar. 3. Menjaga barang tersebut sampai dibutuhkan. 4. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran secara cepat dan tepat. 5. Memastikan bahwa seluruh pengeluaran kas berhubungan dengan pengaluran yang sudah diotorisasi. 6. Menyiapkan seluruh dokumen dan laporan manajerial yang diperlukan yang berhubungan dengan barang yang diperoleh.
  • 9.
    5. REKOMENDASI Pengadaan pembelian bahan baku dalam hal ini sotong dan ikan harus dilakukan dengan cermat dan matang diimbangi dengan prosedur/ sosialisasi yang sesuai aturan yang telah ditetapkan, meliputi penentuan kebutuhan pembelian barang, manfaat pembelian, cara penyimpanan serta cara penggunaan. Kegiatan pembelian dalam suatu perusahaan manufaktur yang bertujuan untuk menjalankan proses produksi mereka, harus sangat siap dalam bidang apapun. Dalam hal penyimpanan persediaan bahan baku yang dilakukan di gudang di mesin pendinginnya mesti diatur lebih baik lagi agar barang yang disimpan tidak cepat membusuk. Berhubung sotong dan ikan cepat membusuk maka harus cepat diproduksi dan penyimpanannya harus pada suhu yang standar agar kuman-kuman juga tidak dapat masuk.
  • 10.
    BAB III PENUTUP Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.