Presentasi Bahasa Indonesia
KELOMPOK 4
KELAS XI IPA 1
SMA NEGERI 4
PEKALONGAN
MAJAS PERULANGAN
Disusun oleh :
*Furotul Aendes
*Hendro Purwanto
*Rinanda Reza Ichwanudin
*Silvi Arina Rizki
*Ummu Nabiilah
*Winda Luthfia
Sekilas pengetahuan !
• Majas adalah bahasa kiasan atau gaya bahasa
yang penggunaanya bertujuan membentuk
kesan imajinatif bagi yang mendengar
sehingga menimbulkan efek-efek tertentu.
• Pengertian majas perulangan/penegasan
adalah kata-kata kias yang menyatakan
penegasan untuk meningkatkan kesan dan
pengaruh kepada pendengar dan pembaca.
1. Majas Repetisi adalah majas yang mengulang-ulang kata dalam
kalimat untuk menegaskan maksud.
Contoh :
a. Sekali merdeka, tetap merdeka!
b. Benar, sungguh benar ia pencurinya!
Contoh Majas Perulangan
2. Majas Enumerasio adalah majas di mana setiap keadaan atau
suasana dilukiskan secara terpisah-pisah agar keadaan lebih
terang, bergerak, dan hidup.
Contoh :
a. Awan tebal bergerak. Angin bertiup kencang. Lambat laun hujan
turun. Petir seperti membelah lembah itu.
b. Udara sangat panas. Terik matahari menyengat tubuh. Keringat
tubuhku mulai mengucur. Letih rasanya kerja hari ini.
3. Majas Anafora
Anafora ialah majas yang berupa pengulangan kata atau frase
pada awal kalimat atau penggalan kalimat yang disusun secara
berurutan.
Contoh :
a. Dengan giat belajar, kalian dapat mengambil jurusan yang
diinginkan. Dengan giat belajar, nilai-nilai kalian akan
memusakan. Dengan giat belajar, kalian dapat mencapai cita-cita
yang diinginkan.
b. Berdosakah dia menyenangi dan mencintaimu?
Berdosakah dia selalu memimpikan dan merindukanmu?
Berdosakah dia ingin selalu berdampingan denganmu?
Berdosakah dia ingin sehidup semati denganmu?
3. Majas Anafora
Anafora ialah majas yang berupa pengulangan kata atau frase
pada awal kalimat atau penggalan kalimat yang disusun secara
berurutan.
Contoh :
a. Dengan giat belajar, kalian dapat mengambil jurusan yang
diinginkan. Dengan giat belajar, nilai-nilai kalian akan
memusakan. Dengan giat belajar, kalian dapat mencapai cita-cita
yang diinginkan.
b. Berdosakah dia menyenangi dan mencintaimu?
Berdosakah dia selalu memimpikan dan merindukanmu?
Berdosakah dia ingin selalu berdampingan denganmu?
Berdosakah dia ingin sehidup semati denganmu?
4. Majas Mesodiplosis
Mesodilopsis adalah sejenis gaya bahasa repitisi yang berwujud
perulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau beberapa
kalimat berurutan.
Contoh:
a. Anak merindukan orang tua.
Orang tua merindukan anak.
Aku merindukan pacarku.
Dia merindukan ketentraman batin.
Kamu merindukan keberhasilan studimu.
Kumbang merindukan kembang.
Pungguk merindukan bulan.
Ombak merindukan pantai.
Pendeknya semua merindukan sesuatu di dalam hidup ini.
5. Majas Kiasmus
Kiasmus adalah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan
sekaligus pula merupakan inversi hubungan antara dua kata
dalam satu kalimat.
Contoh:
a. Yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan
yang miskin justru merasa dirinya kaya.
b. Tidak usah heran bila orang cantik merasa jelek,
sedangkan orang jelek merasa cantik.
c. Aduh, orang desa belagak orang kota, dan
orang kota belagak orang desa.
d. Sudah biasa dalam kehidupan ini banyak
orang Pintar yang mengaku bodoh, dan orang bodoh banyak
yang merada dirinya pintar.
e. Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah
6. Aliterasi
aliterasi adalah kata-kata yang memanfaatkan kata yang
permulaannya sama dengan bunyinya.
Contohnya : Dara damba daku, datang dari danau.
7. Majas Tautotes
Tautotes adalah gaya bahasa perulangan atau repetisi atas sebuah
kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.
Contoh:
a. Kakanda mencintai adinda, adinda mencintai kakanda, kakanda
dan adinda saling mencintai, adinda dan kakanda menjadi satu.
8. Majas Simploke
Simploke adalah sejenis gaya bahasa repitisi yang berupa
perulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-
turut.
Contoh:
a. Kau katakan aku wanita pelacur. Aku katakan biarlah.
Kau katakan aku wanita mesum. Aku katakan biarlah.
Kau katakan aku sampah masyarakat. Aku katakan biarlah.
Kau katakan aku penuh dosa. Aku katakan biarlah.
b. Ada selusin gelas ditumpuk ke atas, Tak pecah.
Ada selusin piring ditumpuk ke atas,Tak pecah.
Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas, Tak pecah.
9. Majas Pararelisme adalah majas yang menggunakan kata-kata
secara berulang-ulang. Jika yang diulang kata di awal kalimat
dinamakan anafora sedangkan jika di akhir kalimat dinamakan
epifora.
Contoh anafora :
a. Kucari kau di belahan dunia lain
Kucari kau karena aku cemas
Kucari kau karena aku sayang
Kucari engkau karena kau segalanya bagiku
Contoh epifora
a. Baru ku mengerti indahmu, karena kucinta dirimu
Ku marah dengan kelakuan nakalmu, karena kucinta dirimu
Kini kucemaskan dirimu, karena ku cinta dirimu.
11. Majas Episfora
Epistrofa adalah semacam gaya bahasa repitisi yang berupa
perulangan kata atau frase pada akhir atau kalimat berurutan.
Contoh:
a. Bahasa resmi adalah bahasa Indonesia
Bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia
Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia
Bahasa kebanggaan adalah bahasa Indonesia.
b. Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau sedang tidur.
Aku mencercah daging ketika kau tidur.
c. Bumi yang kau diami, laut yang kau layari adalah puisi,
Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi
d. Kalau kau mau, aku akan datang
Jika kau kehendaki, aku akan datang
Bila kau minta, aku akan datang
10. Majas Anadiplosis
Anadiplosis adalah sejenis gaya bahasa repitisi dimana
kata atau frase terakhir dari klausa atau kalimat menjadi
kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat
berikutnya.
Contoh:
Dalam mata ada kaca.
Dalam kaca ada adinda.
Dalam adinda ada asa.
Dalam asa ada cinta.
11. Majas Tropen adalah majas yang
menggunakan kata-kata kias secara tepat atau
sejajar dengan sesuatu yang dimaksud.
Contoh :
a. Pekerjaannya hanya mengukur jalan saja.
b. Presiden SBY akan terbang menuju
Inggris.:
SEKIAN
TERIMAKASIH KAWAN :D

Majas perulangan

  • 1.
    Presentasi Bahasa Indonesia KELOMPOK4 KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 4 PEKALONGAN
  • 2.
    MAJAS PERULANGAN Disusun oleh: *Furotul Aendes *Hendro Purwanto *Rinanda Reza Ichwanudin *Silvi Arina Rizki *Ummu Nabiilah *Winda Luthfia
  • 3.
    Sekilas pengetahuan ! •Majas adalah bahasa kiasan atau gaya bahasa yang penggunaanya bertujuan membentuk kesan imajinatif bagi yang mendengar sehingga menimbulkan efek-efek tertentu. • Pengertian majas perulangan/penegasan adalah kata-kata kias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruh kepada pendengar dan pembaca.
  • 4.
    1. Majas Repetisiadalah majas yang mengulang-ulang kata dalam kalimat untuk menegaskan maksud. Contoh : a. Sekali merdeka, tetap merdeka! b. Benar, sungguh benar ia pencurinya! Contoh Majas Perulangan
  • 5.
    2. Majas Enumerasioadalah majas di mana setiap keadaan atau suasana dilukiskan secara terpisah-pisah agar keadaan lebih terang, bergerak, dan hidup. Contoh : a. Awan tebal bergerak. Angin bertiup kencang. Lambat laun hujan turun. Petir seperti membelah lembah itu. b. Udara sangat panas. Terik matahari menyengat tubuh. Keringat tubuhku mulai mengucur. Letih rasanya kerja hari ini.
  • 6.
    3. Majas Anafora Anaforaialah majas yang berupa pengulangan kata atau frase pada awal kalimat atau penggalan kalimat yang disusun secara berurutan. Contoh : a. Dengan giat belajar, kalian dapat mengambil jurusan yang diinginkan. Dengan giat belajar, nilai-nilai kalian akan memusakan. Dengan giat belajar, kalian dapat mencapai cita-cita yang diinginkan. b. Berdosakah dia menyenangi dan mencintaimu? Berdosakah dia selalu memimpikan dan merindukanmu? Berdosakah dia ingin selalu berdampingan denganmu? Berdosakah dia ingin sehidup semati denganmu? 3. Majas Anafora Anafora ialah majas yang berupa pengulangan kata atau frase pada awal kalimat atau penggalan kalimat yang disusun secara berurutan. Contoh : a. Dengan giat belajar, kalian dapat mengambil jurusan yang diinginkan. Dengan giat belajar, nilai-nilai kalian akan memusakan. Dengan giat belajar, kalian dapat mencapai cita-cita yang diinginkan. b. Berdosakah dia menyenangi dan mencintaimu? Berdosakah dia selalu memimpikan dan merindukanmu? Berdosakah dia ingin selalu berdampingan denganmu? Berdosakah dia ingin sehidup semati denganmu?
  • 7.
    4. Majas Mesodiplosis Mesodilopsisadalah sejenis gaya bahasa repitisi yang berwujud perulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau beberapa kalimat berurutan. Contoh: a. Anak merindukan orang tua. Orang tua merindukan anak. Aku merindukan pacarku. Dia merindukan ketentraman batin. Kamu merindukan keberhasilan studimu. Kumbang merindukan kembang. Pungguk merindukan bulan. Ombak merindukan pantai. Pendeknya semua merindukan sesuatu di dalam hidup ini.
  • 8.
    5. Majas Kiasmus Kiasmusadalah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus pula merupakan inversi hubungan antara dua kata dalam satu kalimat. Contoh: a. Yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin justru merasa dirinya kaya. b. Tidak usah heran bila orang cantik merasa jelek, sedangkan orang jelek merasa cantik. c. Aduh, orang desa belagak orang kota, dan orang kota belagak orang desa. d. Sudah biasa dalam kehidupan ini banyak orang Pintar yang mengaku bodoh, dan orang bodoh banyak yang merada dirinya pintar. e. Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah
  • 9.
    6. Aliterasi aliterasi adalahkata-kata yang memanfaatkan kata yang permulaannya sama dengan bunyinya. Contohnya : Dara damba daku, datang dari danau. 7. Majas Tautotes Tautotes adalah gaya bahasa perulangan atau repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi. Contoh: a. Kakanda mencintai adinda, adinda mencintai kakanda, kakanda dan adinda saling mencintai, adinda dan kakanda menjadi satu.
  • 10.
    8. Majas Simploke Simplokeadalah sejenis gaya bahasa repitisi yang berupa perulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut- turut. Contoh: a. Kau katakan aku wanita pelacur. Aku katakan biarlah. Kau katakan aku wanita mesum. Aku katakan biarlah. Kau katakan aku sampah masyarakat. Aku katakan biarlah. Kau katakan aku penuh dosa. Aku katakan biarlah. b. Ada selusin gelas ditumpuk ke atas, Tak pecah. Ada selusin piring ditumpuk ke atas,Tak pecah. Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas, Tak pecah.
  • 11.
    9. Majas Pararelismeadalah majas yang menggunakan kata-kata secara berulang-ulang. Jika yang diulang kata di awal kalimat dinamakan anafora sedangkan jika di akhir kalimat dinamakan epifora. Contoh anafora : a. Kucari kau di belahan dunia lain Kucari kau karena aku cemas Kucari kau karena aku sayang Kucari engkau karena kau segalanya bagiku Contoh epifora a. Baru ku mengerti indahmu, karena kucinta dirimu Ku marah dengan kelakuan nakalmu, karena kucinta dirimu Kini kucemaskan dirimu, karena ku cinta dirimu.
  • 12.
    11. Majas Episfora Epistrofaadalah semacam gaya bahasa repitisi yang berupa perulangan kata atau frase pada akhir atau kalimat berurutan. Contoh: a. Bahasa resmi adalah bahasa Indonesia Bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia Bahasa kebanggaan adalah bahasa Indonesia. b. Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau sedang tidur. Aku mencercah daging ketika kau tidur. c. Bumi yang kau diami, laut yang kau layari adalah puisi, Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi d. Kalau kau mau, aku akan datang Jika kau kehendaki, aku akan datang Bila kau minta, aku akan datang
  • 13.
    10. Majas Anadiplosis Anadiplosisadalah sejenis gaya bahasa repitisi dimana kata atau frase terakhir dari klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya. Contoh: Dalam mata ada kaca. Dalam kaca ada adinda. Dalam adinda ada asa. Dalam asa ada cinta.
  • 14.
    11. Majas Tropenadalah majas yang menggunakan kata-kata kias secara tepat atau sejajar dengan sesuatu yang dimaksud. Contoh : a. Pekerjaannya hanya mengukur jalan saja. b. Presiden SBY akan terbang menuju Inggris.:
  • 15.