Teori dampak terbatas, yang diperkenalkan oleh Paul Lazarsfeld dan Carl Hovland, menunjukkan bahwa media memiliki pengaruh yang terbatas pada individu karena adanya faktor psikologis dan sosial seperti perbedaan individu dan suku masyarakat. Joseph Klapper menambahkan bahwa efek terbatas juga dipengaruhi oleh proses seleksi dan norma kelompok, serta keberadaan opinion leader. Contoh yang relevan adalah kampanye pemilihan presiden di mana media mendukung kandidat tertentu dengan pemberitaan yang berbeda, namun respons masyarakat menunjukkan keragaman opini.