Teori kode berbicara yang dikemukakan oleh Gerry Philipsen memandang budaya sebagai konstruksi sosial yang melibatkan perbedaan kode berbicara antar kelompok. Teori ini mencakup proposisi tentang hakekat, penafsiran, dan kekuatan kode berbicara dalam komunikasi. Kritik terhadap teori ini menunjukkan kelemahan dalam penerapannya di masyarakat yang heterogen dan kegagalan dalam memahami pola komunikasi yang lebih dalam.