TEORI SPIRAL KEHENINGAN
OLEH ELISABETH NOELLE NEUMANN
Professor emeritus penelitian komunikasi dari Institute fur Publiziztik Germany
Spiral keheningan ialah teori media yang memberikan
perhatian pada pandangan mayoritas dan menekan
pandangan minoritas.
Secara sosiologis, teori Spiral keheningan ialah ketakutan suatu
individu akan isolasi yang hanya berlaku pada masyarakat
kurang terdidik dan miskin, irasional, dan tidak memiliki
dedikasi untuk mengemukakan pendapatnya secara bebas.
HISTORY OF
THE SPIRAL OF SILENCE THEORY
“ Bahwa banyak dari populasi menyesuaikan prilakunya pada arah media teori ini
telah dinyatakan sebagai dasar yang penting dalam memelajari kondisi manusia “ -
Neumann 1993
4 UNSUR POKOK SPIRAL
KEHENINGAN :
1. Media Massa
2. Komunikasi Antar-pribadi dan jalinan interaksi
sosial
3. Pernyataan individu tentang suatu hal
4. Persepsi orang lain/kecenderungan pendapat
tentang suatu persoalan yang dilontarkan.
ASUMSI TEORI DASAR :
1. Masyarakat mayoritas mengancam individu yang
menyimpang dengan adanya isolasi, dengan
demikian kelompok minoritas akan diliputi rasa
takut terhadap isolasi orang yang berkuasa.
2. Rasa takut akan isolasi membuat individu untuk
setiap saat mencoba menilai iklim opini.
3. Perilaku publik dipengaruhi oleh penilaian akan
opini publik.
SPIRAL OF SILENCE TEORY MEANING
Opini yang berkembang dalam
kelompok mayoritas dengan
kecenderungan seseorang untuk diam
karna ia berasal dari kelompok
minoritas bisa disebabkan pengaruh
isu-isu dari media massa.
OPINI PUBLIK
“isu kotroversial”
KAITANNYA DENGAN OPINI PUBLIK???
 Media mampu menjangkau ke banyak orang dengan wilayah
geografis yang lebih luas.
 Posisi media menjadi ruang publik.
 Media dapat memberi dan menjelaskan secara rinci makna
suatu peristiwa yang menjadi opini publik.
 Media menjadi jaringan interaktif yang menghubungkan
komunikator dengan khalayak beserta feedback.
Peran media memberikan kontribusi
terhadap munculnya spiral keheningan
karena media memiliki kemampuan untuk
menentukan dan menyebarluaskan
pendangan yang dinilai lebih dapat diterima
publik secara umum. Dengan demikian,
mereka yang memiliki pandangan yang
bertentangan dengan pandangan khalayak
umum, lebih sulit untuk mendapatkan
tempat di media.
• UBIKUITAS
Mengacu pada fakta sebagai kepercayaan. Kepercayaan
bahwa media terdapat dimana-mana itu sebabnya media
menjadi instrumen yang sangat penting, diandalkan dan
selalu tersedia ketika orang membutuhkan informasi.
• KUMULATIF
Pengaruh timbal balik dalam membangun kerangka acuan
yang pada prosesnya media selalu mengulang-ulang apa
yang diberitakan.
• KONSONAN
Konsonan dihasilkan berdasarkan kecenderungan media
untuk menegaskan atau melakukan konfirmasi terhadap
pemikiran maupun pendapat dan menjadikan pemikiran
ataupun pendapat itu seolah-olah berasal dari masyarakat.
TIGA SIFAT MEDIA MASSAMedia berfungsi menyebarluaskan
“ Media tidak memberikan interpretasi yang luas
dan seimbang terhadap peristiwa sehingga
masyarakat memiliki pandangan terhadap realita
secara terbatas dan sempit. “
PERAN MINORITAS ( HARD CORE )
“tetap berada pada ujung akhir dari proses
spiral keheningan tanpa memedulikan
ancaman akan isolasi”
Hard Core merupakan orang-orang yang selalu menentang
ataupun menyimpang cara pemikiran yang berbeda tanpa
memedulikan apapun konseskuensinya, Bahkan kaum ini
langsung mengonfrontasi siapapun yang menghalangi.
Teori spiral keheningan lebih berfokus pada suatu pandangan seseorang yang
telah didefinisikan oleh media. Pada umumnya, kebanyakan orang akan
memilih diam ketika mereka merasa berada di lingkungan minoritas dan
merasa pendapat mereka telah dibatasi. Karena mereka merasa enggan untuk
menyampaikan pendapat dan takut dikucilkan. Sedangkan orang yang
memiliki sudut pandang mayoritas akan lebih banyak bersuara dan berkoar.
Disisi lain, Avant grade merupakan orang yang merasa bahwa posisi mereka
akan semakin kuat.
KESIMPULAN
TERIMA KASIH

Teori spiral keheningan

  • 1.
    TEORI SPIRAL KEHENINGAN OLEHELISABETH NOELLE NEUMANN
  • 2.
    Professor emeritus penelitiankomunikasi dari Institute fur Publiziztik Germany Spiral keheningan ialah teori media yang memberikan perhatian pada pandangan mayoritas dan menekan pandangan minoritas. Secara sosiologis, teori Spiral keheningan ialah ketakutan suatu individu akan isolasi yang hanya berlaku pada masyarakat kurang terdidik dan miskin, irasional, dan tidak memiliki dedikasi untuk mengemukakan pendapatnya secara bebas.
  • 3.
    HISTORY OF THE SPIRALOF SILENCE THEORY “ Bahwa banyak dari populasi menyesuaikan prilakunya pada arah media teori ini telah dinyatakan sebagai dasar yang penting dalam memelajari kondisi manusia “ - Neumann 1993
  • 4.
    4 UNSUR POKOKSPIRAL KEHENINGAN : 1. Media Massa 2. Komunikasi Antar-pribadi dan jalinan interaksi sosial 3. Pernyataan individu tentang suatu hal 4. Persepsi orang lain/kecenderungan pendapat tentang suatu persoalan yang dilontarkan. ASUMSI TEORI DASAR : 1. Masyarakat mayoritas mengancam individu yang menyimpang dengan adanya isolasi, dengan demikian kelompok minoritas akan diliputi rasa takut terhadap isolasi orang yang berkuasa. 2. Rasa takut akan isolasi membuat individu untuk setiap saat mencoba menilai iklim opini. 3. Perilaku publik dipengaruhi oleh penilaian akan opini publik.
  • 5.
    SPIRAL OF SILENCETEORY MEANING Opini yang berkembang dalam kelompok mayoritas dengan kecenderungan seseorang untuk diam karna ia berasal dari kelompok minoritas bisa disebabkan pengaruh isu-isu dari media massa. OPINI PUBLIK “isu kotroversial”
  • 6.
    KAITANNYA DENGAN OPINIPUBLIK???  Media mampu menjangkau ke banyak orang dengan wilayah geografis yang lebih luas.  Posisi media menjadi ruang publik.  Media dapat memberi dan menjelaskan secara rinci makna suatu peristiwa yang menjadi opini publik.  Media menjadi jaringan interaktif yang menghubungkan komunikator dengan khalayak beserta feedback. Peran media memberikan kontribusi terhadap munculnya spiral keheningan karena media memiliki kemampuan untuk menentukan dan menyebarluaskan pendangan yang dinilai lebih dapat diterima publik secara umum. Dengan demikian, mereka yang memiliki pandangan yang bertentangan dengan pandangan khalayak umum, lebih sulit untuk mendapatkan tempat di media.
  • 7.
    • UBIKUITAS Mengacu padafakta sebagai kepercayaan. Kepercayaan bahwa media terdapat dimana-mana itu sebabnya media menjadi instrumen yang sangat penting, diandalkan dan selalu tersedia ketika orang membutuhkan informasi. • KUMULATIF Pengaruh timbal balik dalam membangun kerangka acuan yang pada prosesnya media selalu mengulang-ulang apa yang diberitakan. • KONSONAN Konsonan dihasilkan berdasarkan kecenderungan media untuk menegaskan atau melakukan konfirmasi terhadap pemikiran maupun pendapat dan menjadikan pemikiran ataupun pendapat itu seolah-olah berasal dari masyarakat. TIGA SIFAT MEDIA MASSAMedia berfungsi menyebarluaskan
  • 8.
    “ Media tidakmemberikan interpretasi yang luas dan seimbang terhadap peristiwa sehingga masyarakat memiliki pandangan terhadap realita secara terbatas dan sempit. “
  • 9.
    PERAN MINORITAS (HARD CORE ) “tetap berada pada ujung akhir dari proses spiral keheningan tanpa memedulikan ancaman akan isolasi” Hard Core merupakan orang-orang yang selalu menentang ataupun menyimpang cara pemikiran yang berbeda tanpa memedulikan apapun konseskuensinya, Bahkan kaum ini langsung mengonfrontasi siapapun yang menghalangi.
  • 10.
    Teori spiral keheninganlebih berfokus pada suatu pandangan seseorang yang telah didefinisikan oleh media. Pada umumnya, kebanyakan orang akan memilih diam ketika mereka merasa berada di lingkungan minoritas dan merasa pendapat mereka telah dibatasi. Karena mereka merasa enggan untuk menyampaikan pendapat dan takut dikucilkan. Sedangkan orang yang memiliki sudut pandang mayoritas akan lebih banyak bersuara dan berkoar. Disisi lain, Avant grade merupakan orang yang merasa bahwa posisi mereka akan semakin kuat. KESIMPULAN
  • 11.

Editor's Notes

  • #4 Teori ini didapatkan dan terinspirasi ketika ia berada di lingkungan Nazi pada masa itu, yang mana banyak orang yang merasa terisolasi opini-opininya ketika ia mereka ingin mengemukakan pendapat mereka. Sehingga tidak salah jika banyak orang yang mengalami Spiral Keheningan ini mencari dukungan melalui media massa.
  • #5 Ketiga asumsi tersebut berbicara mengenai bagaimana keheningan tersebut terbentuk di kelompok minoritas ketika mereka sedang berada di antara kelompok mayoritas.
  • #6 Kajian Noelle-Neumann ini diibaratkan peran opini dalam interaksi sosial. Opini publik sebagai sebuah isu kotroversial akan berkembang pesat apabila dikemukakan lewat media massa. Berarti opini publik juga dibentuk,disusun, dikurangi oleh peran media massa.
  • #7 Mereka yang berada di pihak minoritas cenderung kurang tegas dalam mengemukakan pandangannya. Seseorang yang berada pada posisi minoritas sering merasa perlu menyembunyikan “sesuatu”-nya/pendapatnya ketika berada dalam kelompok mayoritas. Sebaliknya, mereka yang berada di pihak mayoritas akan merasa percaya diri dengan pengaruh dari pandangan mereka dan terdorong untuk menyampaikannya kepada orang lain. Maka dari itu, hal ini berangkat dari asumsi akan adanya ketakutan dari individu-individu akan isolasi dari masyarakat. Ketakutan itu muncul jika individu-individu mempunyai opini yang berbeda bahkan berseberangan dengan opini mayoritas masyarakat. Individu yang opininya berbeda dengan mayoritas masyarakat akan cenderung bungkam (silence) karena takut akan isolasi yang mungkin diterimanya
  • #8 Media berusaha mendapat simpati dari publik terhadap pandangan atau pendapat yang disampaikan.
  • #10 Noelle-Neumann melihat bahwa seperti kebanyakan hal dalam hidup, terdapat perkecualian pada setiap peraturan atau teori. Para hard core mewakili sekelompok individu yang tahu bahwa ada harga yang harus dibayar bagi keasertifan mereka. Para penyimpang ini berusaha untuk menentang cara berfikir yang dominan dan siap untuk secara langsung mengonfrontasi siapa pun yang menghalangi mereka