1 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
awal pengulangan
badan pengulangan
akhir pengulangan
<terminasi>
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Dasar Pemikiran
Salah satu kelebihan komputer dibandingkan dengan manusia adalah
kemampuannya untuk melaksanakan suatu perintah berulangkali tanpa mengenal
lelah dan bosan. Di dalam algoritma, pengulangan atau kalang (repetition atau
loop) dapat dilakukan sejumlah kali, atau sampai kondisi berhenti pengulangan
tercapai.
Penerapan struktur pengulangan dalam Delphi 7 adalah dengan statement
majemuk, yaitu suatu urutan statement yang terletak di antara BEGIN dan END.
Statement yang membentuk statement majemuk dipisahkan dengan titik koma ( ; ).
Disamping itu, struktur pengulangan biasanya disertai bagian :
1. Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan
pertama kali.
2. Terminasi, yaitu aksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai
dilaksanakan.
Inisialisasi dan terminasi tidak selalu harus ada, namun pada berbagai
kasus inisialisasi umumnya diperlukan. Struktur pengulangan secara umum :
<inisialisasi>
Di dalam algoritma terdapat beberapa macam konstruksi pengulangan
yang berbeda. Beberapa konstruksi pengulangan dapat dipakai untuk masalah
yang sama, namun ada konstruksi pengulangan yang hanya cocok dipakai untuk
masalah tertentu. Pemilihan konstruksi pengulangan untuk masalah tertentu dapat
2 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
mempengaruhi kebenaran algoritma. Pemilihan konstruksi pengulangan yang
tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.
Bagaimana menuliskan sebuah kalimat yang sama sebanyak 100 kali?.
Agar kita tidak perlu menuliskan aksi yang sama berkali-kali, kita dapat
menggunakan notasi pengulangan. Dalam Delphi dikenal dengan 4 macam cara
untuk melakukan proses pengulangan yaitu :
1. WHILE...DO...
2. REPEAT...UNTIL...
3. FOR...TO...DO...
4. FOR...DOWNTO...DO...
1.2 Konstruksi Pengulangan
1.2.1 Pernyataan WHILE...DO..
Gambar 1.2.1.1 Bentuk umum pernyataan WHILE
Aksi akan dilaksanakan berulangkali selama kondisi bernilai true. Jika
kondisi bernilai false, badan pengulangan tidak akan dimasuki, yang berarti
pengulangan selesai. Kondisi di akhir pengulangan (setelah endwhile) disebut
loop invariant, yaitu variabel yang nilainya sudah tidak berubah lagi.
Yang harus diperhatikan adalah pengulangan harus berhenti. Pengulangan
yang tidak pernah berhenti menandakan bahwa logika algoritma tersebut salah.
Pengulangan berhenti apabila kondisi bernilai false. Agar suatu saat bernilai false,
maka di dalam badan pengulangan harus ada instruksi yang mengubah nilai
kondisi.
While kondisi do
Aksi
endwhile
3 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Gambar 1.2.1.2 Contoh pernyataan WHILE
Pada kasus-kasus di mana jumlah pengulangan diketahui di awal program,
WHILE dapat digunakan sebaik penggunaan FOR. Namun untuk proses yang
jumlah pengulangannya tidak dapat ditentukan di awal, hanya struktur WHILE
yang dapat digunakan, sebab kondisi pengulangan diperiksa diawal
pengulangan.Jadi, meskipun kita tidak mengetahui kapan persisnya WHILE ini
berhenti, tetapi dijamin bahwa jika kondisi bernilai salah, maka pengulangan pasti
berhenti.
1.2.2 Pernyataan REPEAT...UNTIL...
Gambar 1.2.2.1 Bentuk umum pernyataan REPEAT...UNTIL...
:
Program Cetak1sampai10
{ Mencetak 1,2 ..., 10 }
Deklarasi
k : Integer;
Algoritma :
i 1 {inisialisasi}
while i ≤ 10 do
write (i)
i i + 1
endwhile
{i > 10}
repeat
Aksi
until kondisi
4 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Gambar 1.2.2.2 Contoh pernyataan REPEAT...UNTIL...
1.2.3 Pernyataan FOR...TO...DO...
Gambar 1.2.3.1 Bentuk umum pernyataan FOR...TO...DO...
Keterangan :
a. Pencacah haruslah dari tipe data yang memiliki predecessor dan
successor, yaitu integer atau karakter. Tipe real tidak dapat
digunakan sebagai pencacah.
b. Aksi dapat berupa satu atau lebih instruksi yang diulang.
c. Nilai_awal harus lebih kecil atau sama dengan nilai_akhir. Jika
nilai_awal lebih besar dari nilai_akhir, maka badan pengulangan
tidak dimasuki.
d. Pada awalnya, pencacah diinisialisasi dengan nilai_awal. Nilai
pencacah secara otomatis bertambah satu setiap kali badan
pengulangan dimasuki, sampai akhirnya nilai pencacah sama
dengan nilia_akhir.
e. Jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai_akhir-nilai_awal+1.
Program Cetak1sampai10
{ Mencetak 1,2 ..., 10 }
Deklarasi
i : Integer;
Algoritma :
i 1 {inisialisasi}
repeat
write (i)
i i + 1
until {i > 10}
for pencacah nilai_awal to nilai_akhir do
Aksi
endfor
5 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Gambar 1.2.3.2 Contoh pernyataan FOR...TO...DO
Konstruksi FOR digunakan untuk menghasilkan pengulangan sejumlah
kali yang telah dispesifikasikan. Jumlah pengulangan diketahui atau dapat
ditentukan sebelum eksekusi. Untuk mencacah berapa kali pengulangan dilakukan,
kita memerlukan sebuah peubah (variabel) dan pencacah (counter). Peubah ini
nilainya selalu bertambah satu setiap kali pengulangan dilakukan. Jika cacah
pengulangan sudah mencapai jumlah yang dispesifikasikan, maka pengulangan
berhenti.
1.2.4 Pernyataan FOR...DOWNTO...DO...
Adakalanya melakukan pengulangan dengan cacah yang menurun
yaitu dari nilai cacah yang besar ke nilai cacah yang kecil.
K
e
t
Gambar 1.2.4.1 Bentuk umum pernyataan FOR...DOWNTO...DO...
Kerangan :
a. Pencacah haruslah dari tipe data yang memiliki predecessor dan
successor, yaitu integer atau karakter. Tipe real tidak dapat
digunakan sebagai pencacah.
b. Aksi dapat berupa satu atau lebih instruksi yang diulang.
Program Cetak1sampai10
{ Mencetak 1,2 ..., 10 }
Deklarasi
i : Integer;
Algoritma :
for i 1 to 10 do {ulangi sebanyak 10 kali}
write (i)
endfor
for pencacah nilai_awal downto nilai_akhir do
aksi
endfor
6 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
c. Nilai_akhir harus lebih besar atau sama dengan nilai_awal. Jika
nilai_akhir lebih kecil dari nilai_awal maka badan pengulangan
tidak dimasuki.
d. Pada awalnya, pencacah diinisialisasi dengan nilai_akhir. Nilai
pencacah secara otomatis berkurang satu setiap kali badan
pengulangan dimasuki, sampai akhirnya nilai pencacah sama
dengan nilai_awal.
e. Jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai_awal-nilai_akhir+1.
Gambar 1.2.4.2 Contoh pernyataan FOR...DOWNTO...DO
Program PeluncuranRoket
{ Hitung mundur peluncuran roket }
Deklarasi
i : Integer;
Algoritma :
for i 100 downto 0 do }
write (i)
endfor
write (‘Go!’) { roket meluncur pada saat hitungan 0 }
7 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
BAB II
DESKRIPSI KERJA
2.1. Langkah-Langkah Rencana Pemrograman
1. Analisis Masalah
a. Pengumpulan data/ informasi
b. Menentukan cara penyelesaian
c. Seleksi data
d. Output data ( Keluaran yang diinginkan )
2. Membuat Kerangka Konsep
3. Pelaksanaan Program
a. Penginputan syntak
b. Pemeriksaan kesalahan ( debugging )
c. Pelaksanaan ( Run )
4. Menggunakan hasil
5. Dokumentasi Program ( Membuat laporan )
Studi Kasus
Adapun kasus yang harus diselesaikan oleh praktikan dalam pembuatan
data Delphi 7 kali ini adalah kasus untuk menghitung rata-rata, variansi dan
standar deviasi dengan struktur pengulangan menggunakan aplikasi Delphi 7.
Praktikan harus mencari cara agar input yang dimasukkan tepat atau benar di form
designer. Ketika praktikan telah memasukkan semua input secara tepat maka
praktikan selanjutnya memasukkan outputnya dengan benar pula. Setelah
semuanya selesai praktikan harus menguji apakah hal yang diteliti tersebut benar
atau salah dengan mengklik Run atau (F9). Jika benar maka perhitungan yang
dihasilkan akan benar pula.
8 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
2.2 Langkah kerja pengoperasian pengulangan pada Delphi 7
1. Arahkan pointer anda ke arah pojok kanan display PC (dalam pengoperasian
ini praktikkan menggunakan Windows 8), kemudian klik Search lalu ketik
“Delphi” di kotak pencarian tersebut. Lihat gambar 2.2.1 berikut :
Gambar 2.2.1 Membuka Aplikasi Delphi 7
2. Maka akan muncul tampilan seperti gambar 2.2.2 berikut :
Gambar 2.2.2 Tampilan Aplikasi Delphi 7
9 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
3. Langkah awal untuk memulai Console Delphi yaitu klik file pilih new lalu klik
other.Dalam other ada bermacam-macam items, lalu pilih Console Aplication
klik OK. Maka akan muncul gambar 2.2.3 berkut :
Gambar 2.2.3 Memulai lembar kerja baru
4. Maka muncullah tampilan Console Aplication seperti berikut :
Gambar 2.2.4 Menu Editor Console Application
10 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
5. Praktikan menuliskan nama program, uses dan variabel seperti berikut :
Gambar 2.2.5 Proses Input nama program,uses,dan variabel
6. Praktikan diminta memasukkan syntak untuk di proses. syntak yang digunakan
mulai dari input, output, pencabangan dan pengulangan. Berikut adalah
tampilannya :
11 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Gambar 2.2.6 Syntax yang akan dieksekusi
7. Setelah meng-input-kan syntax langkah selanjutnya adalah penginputan data
dengan mengklik F9 pada keyboard atau klik Run pada Toolbar.
Gambar 2.2.7 Toolbar Run
8. Komputer akan menampilakan output dari data yang telah di-input-kan oleh
praktikan.
Gambar 2.2.8 Tampilan Hasil Running
12 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
9. Lalu masukkan data yang diperlukan sesuai kebutuhan, setelah data dimasukkan
maka akan mendapatkan hasil seperti gambar berikut :
Gambar 2.2.9 Tampilan Output Perulangan Keterangan LULUS
Gambar 2.2.10 Tampilan Output Perulangan Keterangan TIDAK LULUS
13 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
BAB III
PEMBAHASAN
Dari program yang telah dibuat dalam aplikasi Delphi 7 tersebut, dapat
disusun diagram alir seperti berikut :
MULAI
Input i, n, data,jumlah
i = i
i ≥ 5
write('Masukkan
data ke- ',i,' =')
Jumlah =
jumlah+data
SELESAI
14 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Dari hasil pemaparan cara kerja diatas, berikut adalah bahasa program
yang digunakan dalam Delphi 7 untuk membentuk aplikasi program struktur
pengulangan pada permasalahan diatas :
program Modul2Perulangan;
{$APPTYPE CONSOLE}
uses
SysUtils;
var i,n,data,jumlah : integer;
rata_rata,variansi,standar_deviasi : real;
begin
jumlah:=0;
variansi:=0;
begin
Writeln('================AssalamualaikumWr.Wb================');
Writeln('=================Algoritma Pemrograman================')
Writeln('================Universitas Islam Indonesia===============');
Writeln('=================Struktur Perulangan===================');
Writeln('Program menghitung rata_rata,variansi,standar_deviasi');
begin
write ('masukkan jumlah banyak data =') ;
readln (n) ;
end;
1
2
3
4
5
15 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
for i:= 1 to n do
begin
write('Masukkan data ke- ',i,' =');
readln(data);
jumlah:=jumlah+data;
end;
begin
rata_rata:= jumlah/n;
variansi:= variansi + (sqr(jumlah)-rata_rata)/(n-1);
standar_deviasi := sqrt(variansi);
writeln('rata_rata = ', rata_rata:5:5);
if rata_rata>75 then
writeln(' SELAMAT : D LULUS')
else
if rata_rata<=75 then
writeln(' MAAF :( TIDAK LULUS');
writeln('variansi = ', variansi:4:4);
writeln('standar_deviasi = ', standar_deviasi:4:4);
writeln('Terimakasih');
writeln('===============WassalamualaikumWr.Wb===============')
6
7
16 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
end;
end;
readln;
{ TODO -oUser -cConsole Main : Insert code here }
end.
Keterangan :
1. Program diikuti dengan nama program yang akan dibuat. Pada list
program tertulis “Modul2Perulangan”. Untuk mengakhiri baris ini
diakhiri dengan tanda titik koma (;), tanda titik koma akan terus
digunakan setiap menyelesaikan perintah pada setiap barisnya.
2. Pada uses digunakan SysUtils yang merupakan uses dasar yang akan
digunakan pada pembuatan program ini.
3. Var digunakan untuk mendeklarasikan variabel objek atau semua
simbol yang akan terus digunakan pada program yang ingin dibuat.
Praktikkan menginputkan variabel sesuai dengan rumus yang akan
dihitung sebagai berikut :
Rumus
Rata-Rata Variansi Standar Deviasi
Rata-rata =
Keterangan : ∑y= jumlah data yang dimasukkan
∑x = jumlah data yang di masukkan
n = banyak data yang dimasukkan
∑x
n
17 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Dari keterangan diatas didapatkan bahwa variabel yang digunakan
pada program ini adalah “n” (banyak data), “i” (nilai data), “jumlah” dan
“data” sebagai variabel bantu. i, n, data dan jumlah dengan tipe data integer.
Untuk variabel rata_rata,variansi, dan standar_deviasi dengan tipe data real.
4. Pemberian nilai pada sebuah variabel tanpa menginputkan nilai tersebut
disebut dengan assignment, disimbolkan dengan titik dua sama dengan
( := ).
5. Pada bagian ini praktikan menuliskan statement yang ingin ditampilkan.
Kata writeln dalam bahasa pemrograman berarti “menampilkan”. Dalam
bagian ini, praktikkan akan diminta untuk memasukkan berapa banyak
data yang diinginkan.
6. Dalam badan pengulangan ini, jenis pengulangan yang digunakan adalah
penulangan FOR...TO...DO... yaitu pengulangan yang dipakai untuk
mengulang pengeksekusian terhadap satu atau sejumlah pernyataan.
Jumlah pengulangan diketahui atau dapat ditentukan sebelum eksekusi.
Dalam pengulangan ini praktikan akan diminta memasukkan data yang
diinginkan.
7. Merupakan bagian syntak utama yang juga memuat percabangan.
Praktikan menggunakan percabangan if. else artinya “kalau tidak” bila
kondisi terpenuhi (rata-rata > 75), aksi 1 akan dikerjakan (menyatakan
LULUS) tetapi kalau tidak dimana kondisi tidak terpenuhi (rata-rata <
75) maka aksi 2 yang akan dikerjakan (menyatakan TIDAK LULUS).
Pernyataan sebelum else tidak diakhiri tanda (;). Pada bagian akhir ini
komputer akan menampilkan nilai rata-rata,variansi,standar deviasi dari
data yang telah dimasukkan. Jangan lupa menambahkan end; pada
bagian akhir program.
18 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Dalam mengerjakan program ini, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menuliskan
variabel (Var) i, n, data, dan jumlah dengan tipe data integer dan rata-
rata,variansi dan standar deviasi dengan tipe data real. Sebelum tipe data
integer dan real ditulis, terlebih dahulu di beri tanda baca titik dua ( : ).
Kemudian setelah menuliskan tipe data tersebut akhiri dengan tanda titik
koma ( ; ).
Dibagian begin pertama, diawali dengan menuliskan writeln (‘yang
akan dituliskan’) dan diakhiri tanda ( ; ). Statement writeln tersebut akan
ditampilkan sebagai kalimat pembuka program ini. Adapun praktikan
menuliskan writeln sebanyak lima kali. Statement writeln dibuat bebas
sesuai dengan keinginan praktikan sendiri.
Lalu praktikan kembali menuliskan begin kedua dan memasukkan
perintah 'masukkan nilai n (banyaknya data) =' dan sistem akan
membacanya sebagai n atau dalam Delphi ditulis “readln (n) ; ”. Setelah
itu pada baris selanjutnya tuliskan end dan beri tanda (;).Selanjutnya
masukkan perintah dengan konstruksi pengulangan for...to..do... Praktikan
memasukkan pernyataan for i = 1 to n do maksudnya sistem akan
membaca dari 1 hingga mengulang sebanyak n kali. Lalu ketikan begin
dan pada baris selanjutnya ketikan “write('Masukkan data ke- ',i,' =');” dan
“readln (data);”.
Tuliskan “jumlah:=jumlah+data;” maksudnya akan melakukan
penjumlahan dengan bantuan variabel yaitu “data”, lalu jumlah itu bernilai
jumlah awal yaitu nol yang ditambah “data” setiap pengulangan dilakukan
sampai akhirnya mencapai angka terbesar. Dan selesailah yang ditandai
dengan ‘’end;”.
19 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
Praktikan menuliskan begin yang kelima, pada baris selanjutnya
praktikan menuliskan rumus rata-rata, variansi dan standar deviasi yang
ditulis sesuai bahasa pemrograman.Untuk menyelesaikan kasus ini,
praktikan menggunakan pencabangan if karena kriteria yang akan
dimasukkan lebih dari satu. Kemudian praktikan menuliskan perintah “if >
75 then” dan bila kondisi terpenuhi maka akan ditampilkan statement
“Selamat :D Lulus” dan kalau kondisi tidak terpenuhi dimana praktikan
menuliskan “if <= 75 then” maka akan ditampilkan statement “Maaf 
Tidak Lulus”.
Selanjutnya praktikan menuliskan writeln(‘yang akan
dituliskan’,variabel: banyak spasi: banyak koma) untuk rata-rata, variansi
dan standar variansi yang diberi tanda titik koma ( ;) pada akhirnya. Dan
selanjutnya praktikan wajib menuliskan end yang merupakan batas akhir
dari program. Setelah semua selesai, klik tombol F9 atau Run. Jika
muncul lembar kerja hitam pada layar dimana praktikan diminta untuk
memasukkan banyak data (n) maka artinya perhitungan yang praktikan
lakukan benar. Namun jika setelah menekan tombol F9 dan ternyata
terdapat blok merah pada baris tertentu, itu artinya ada kesalahan dalam
meng-input data. Setelah mengisikan data yang ingin dicari, maka akan
muncul hasil yang diinginkan.
20 Modul 2 Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari pengoperasian dengan menggunakan program Delphi 7 yang telah
dilakukan oleh praktikan, maka praktikan dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1) Membuat program perhitungan dengan menggunakan Delphi 7, praktikan
dapat menyelesaikan rumus dengan lebih cepat dan efisien.
2) Penggunaan ronggak kosong membuat algoritma menjadi lebih mudah
dibaca dan dipahami.
3) Dengan menggunakan struktur pengulangan, maka praktikan tidak perlu
menuliskan aksi yang sama berkali-kali, berpuluh bahkan beratuskali.
4) Praktikan dapat mengetahui bahwa pengulangan dapat dimasukkan
kedalam pencabangan untuk membuat program tertentu dengan cara
yang benar.
5) Pernyataan FOR digunakan saat praktikan ingin melakukan operasi
pengulangan dimana jumlah pengulangan yang diinginkan diketahui.
Jika pengulangan jumlahnya tidak diketahui maka pernyataan FOR tidak
bisa digunakan. Misalnya, praktikan ingin menuliskan kata ulang
sebanyak n kali maka syntaks program yang kita pakai adalah
FOR...TO...DO...
6) Pada beberapa kasus struktur pengulangan tidak bisa digunakan
seenaknya. Pemilihan struktur pengulangan yang tepat untuk kasus
tertentu dapat mempengaruhi kebenaran algoritmanya.

Laporan Praktikum Algoritma Pemrograman Modul II

  • 1.
    1 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. awal pengulangan badan pengulangan akhir pengulangan <terminasi> BAB I PENDAHULUAN 1.1 Dasar Pemikiran Salah satu kelebihan komputer dibandingkan dengan manusia adalah kemampuannya untuk melaksanakan suatu perintah berulangkali tanpa mengenal lelah dan bosan. Di dalam algoritma, pengulangan atau kalang (repetition atau loop) dapat dilakukan sejumlah kali, atau sampai kondisi berhenti pengulangan tercapai. Penerapan struktur pengulangan dalam Delphi 7 adalah dengan statement majemuk, yaitu suatu urutan statement yang terletak di antara BEGIN dan END. Statement yang membentuk statement majemuk dipisahkan dengan titik koma ( ; ). Disamping itu, struktur pengulangan biasanya disertai bagian : 1. Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali. 2. Terminasi, yaitu aksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan. Inisialisasi dan terminasi tidak selalu harus ada, namun pada berbagai kasus inisialisasi umumnya diperlukan. Struktur pengulangan secara umum : <inisialisasi> Di dalam algoritma terdapat beberapa macam konstruksi pengulangan yang berbeda. Beberapa konstruksi pengulangan dapat dipakai untuk masalah yang sama, namun ada konstruksi pengulangan yang hanya cocok dipakai untuk masalah tertentu. Pemilihan konstruksi pengulangan untuk masalah tertentu dapat
  • 2.
    2 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. mempengaruhi kebenaran algoritma. Pemilihan konstruksi pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram. Bagaimana menuliskan sebuah kalimat yang sama sebanyak 100 kali?. Agar kita tidak perlu menuliskan aksi yang sama berkali-kali, kita dapat menggunakan notasi pengulangan. Dalam Delphi dikenal dengan 4 macam cara untuk melakukan proses pengulangan yaitu : 1. WHILE...DO... 2. REPEAT...UNTIL... 3. FOR...TO...DO... 4. FOR...DOWNTO...DO... 1.2 Konstruksi Pengulangan 1.2.1 Pernyataan WHILE...DO.. Gambar 1.2.1.1 Bentuk umum pernyataan WHILE Aksi akan dilaksanakan berulangkali selama kondisi bernilai true. Jika kondisi bernilai false, badan pengulangan tidak akan dimasuki, yang berarti pengulangan selesai. Kondisi di akhir pengulangan (setelah endwhile) disebut loop invariant, yaitu variabel yang nilainya sudah tidak berubah lagi. Yang harus diperhatikan adalah pengulangan harus berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menandakan bahwa logika algoritma tersebut salah. Pengulangan berhenti apabila kondisi bernilai false. Agar suatu saat bernilai false, maka di dalam badan pengulangan harus ada instruksi yang mengubah nilai kondisi. While kondisi do Aksi endwhile
  • 3.
    3 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Gambar 1.2.1.2 Contoh pernyataan WHILE Pada kasus-kasus di mana jumlah pengulangan diketahui di awal program, WHILE dapat digunakan sebaik penggunaan FOR. Namun untuk proses yang jumlah pengulangannya tidak dapat ditentukan di awal, hanya struktur WHILE yang dapat digunakan, sebab kondisi pengulangan diperiksa diawal pengulangan.Jadi, meskipun kita tidak mengetahui kapan persisnya WHILE ini berhenti, tetapi dijamin bahwa jika kondisi bernilai salah, maka pengulangan pasti berhenti. 1.2.2 Pernyataan REPEAT...UNTIL... Gambar 1.2.2.1 Bentuk umum pernyataan REPEAT...UNTIL... : Program Cetak1sampai10 { Mencetak 1,2 ..., 10 } Deklarasi k : Integer; Algoritma : i 1 {inisialisasi} while i ≤ 10 do write (i) i i + 1 endwhile {i > 10} repeat Aksi until kondisi
  • 4.
    4 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Gambar 1.2.2.2 Contoh pernyataan REPEAT...UNTIL... 1.2.3 Pernyataan FOR...TO...DO... Gambar 1.2.3.1 Bentuk umum pernyataan FOR...TO...DO... Keterangan : a. Pencacah haruslah dari tipe data yang memiliki predecessor dan successor, yaitu integer atau karakter. Tipe real tidak dapat digunakan sebagai pencacah. b. Aksi dapat berupa satu atau lebih instruksi yang diulang. c. Nilai_awal harus lebih kecil atau sama dengan nilai_akhir. Jika nilai_awal lebih besar dari nilai_akhir, maka badan pengulangan tidak dimasuki. d. Pada awalnya, pencacah diinisialisasi dengan nilai_awal. Nilai pencacah secara otomatis bertambah satu setiap kali badan pengulangan dimasuki, sampai akhirnya nilai pencacah sama dengan nilia_akhir. e. Jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai_akhir-nilai_awal+1. Program Cetak1sampai10 { Mencetak 1,2 ..., 10 } Deklarasi i : Integer; Algoritma : i 1 {inisialisasi} repeat write (i) i i + 1 until {i > 10} for pencacah nilai_awal to nilai_akhir do Aksi endfor
  • 5.
    5 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Gambar 1.2.3.2 Contoh pernyataan FOR...TO...DO Konstruksi FOR digunakan untuk menghasilkan pengulangan sejumlah kali yang telah dispesifikasikan. Jumlah pengulangan diketahui atau dapat ditentukan sebelum eksekusi. Untuk mencacah berapa kali pengulangan dilakukan, kita memerlukan sebuah peubah (variabel) dan pencacah (counter). Peubah ini nilainya selalu bertambah satu setiap kali pengulangan dilakukan. Jika cacah pengulangan sudah mencapai jumlah yang dispesifikasikan, maka pengulangan berhenti. 1.2.4 Pernyataan FOR...DOWNTO...DO... Adakalanya melakukan pengulangan dengan cacah yang menurun yaitu dari nilai cacah yang besar ke nilai cacah yang kecil. K e t Gambar 1.2.4.1 Bentuk umum pernyataan FOR...DOWNTO...DO... Kerangan : a. Pencacah haruslah dari tipe data yang memiliki predecessor dan successor, yaitu integer atau karakter. Tipe real tidak dapat digunakan sebagai pencacah. b. Aksi dapat berupa satu atau lebih instruksi yang diulang. Program Cetak1sampai10 { Mencetak 1,2 ..., 10 } Deklarasi i : Integer; Algoritma : for i 1 to 10 do {ulangi sebanyak 10 kali} write (i) endfor for pencacah nilai_awal downto nilai_akhir do aksi endfor
  • 6.
    6 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. c. Nilai_akhir harus lebih besar atau sama dengan nilai_awal. Jika nilai_akhir lebih kecil dari nilai_awal maka badan pengulangan tidak dimasuki. d. Pada awalnya, pencacah diinisialisasi dengan nilai_akhir. Nilai pencacah secara otomatis berkurang satu setiap kali badan pengulangan dimasuki, sampai akhirnya nilai pencacah sama dengan nilai_awal. e. Jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai_awal-nilai_akhir+1. Gambar 1.2.4.2 Contoh pernyataan FOR...DOWNTO...DO Program PeluncuranRoket { Hitung mundur peluncuran roket } Deklarasi i : Integer; Algoritma : for i 100 downto 0 do } write (i) endfor write (‘Go!’) { roket meluncur pada saat hitungan 0 }
  • 7.
    7 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. BAB II DESKRIPSI KERJA 2.1. Langkah-Langkah Rencana Pemrograman 1. Analisis Masalah a. Pengumpulan data/ informasi b. Menentukan cara penyelesaian c. Seleksi data d. Output data ( Keluaran yang diinginkan ) 2. Membuat Kerangka Konsep 3. Pelaksanaan Program a. Penginputan syntak b. Pemeriksaan kesalahan ( debugging ) c. Pelaksanaan ( Run ) 4. Menggunakan hasil 5. Dokumentasi Program ( Membuat laporan ) Studi Kasus Adapun kasus yang harus diselesaikan oleh praktikan dalam pembuatan data Delphi 7 kali ini adalah kasus untuk menghitung rata-rata, variansi dan standar deviasi dengan struktur pengulangan menggunakan aplikasi Delphi 7. Praktikan harus mencari cara agar input yang dimasukkan tepat atau benar di form designer. Ketika praktikan telah memasukkan semua input secara tepat maka praktikan selanjutnya memasukkan outputnya dengan benar pula. Setelah semuanya selesai praktikan harus menguji apakah hal yang diteliti tersebut benar atau salah dengan mengklik Run atau (F9). Jika benar maka perhitungan yang dihasilkan akan benar pula.
  • 8.
    8 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. 2.2 Langkah kerja pengoperasian pengulangan pada Delphi 7 1. Arahkan pointer anda ke arah pojok kanan display PC (dalam pengoperasian ini praktikkan menggunakan Windows 8), kemudian klik Search lalu ketik “Delphi” di kotak pencarian tersebut. Lihat gambar 2.2.1 berikut : Gambar 2.2.1 Membuka Aplikasi Delphi 7 2. Maka akan muncul tampilan seperti gambar 2.2.2 berikut : Gambar 2.2.2 Tampilan Aplikasi Delphi 7
  • 9.
    9 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. 3. Langkah awal untuk memulai Console Delphi yaitu klik file pilih new lalu klik other.Dalam other ada bermacam-macam items, lalu pilih Console Aplication klik OK. Maka akan muncul gambar 2.2.3 berkut : Gambar 2.2.3 Memulai lembar kerja baru 4. Maka muncullah tampilan Console Aplication seperti berikut : Gambar 2.2.4 Menu Editor Console Application
  • 10.
    10 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. 5. Praktikan menuliskan nama program, uses dan variabel seperti berikut : Gambar 2.2.5 Proses Input nama program,uses,dan variabel 6. Praktikan diminta memasukkan syntak untuk di proses. syntak yang digunakan mulai dari input, output, pencabangan dan pengulangan. Berikut adalah tampilannya :
  • 11.
    11 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Gambar 2.2.6 Syntax yang akan dieksekusi 7. Setelah meng-input-kan syntax langkah selanjutnya adalah penginputan data dengan mengklik F9 pada keyboard atau klik Run pada Toolbar. Gambar 2.2.7 Toolbar Run 8. Komputer akan menampilakan output dari data yang telah di-input-kan oleh praktikan. Gambar 2.2.8 Tampilan Hasil Running
  • 12.
    12 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. 9. Lalu masukkan data yang diperlukan sesuai kebutuhan, setelah data dimasukkan maka akan mendapatkan hasil seperti gambar berikut : Gambar 2.2.9 Tampilan Output Perulangan Keterangan LULUS Gambar 2.2.10 Tampilan Output Perulangan Keterangan TIDAK LULUS
  • 13.
    13 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. BAB III PEMBAHASAN Dari program yang telah dibuat dalam aplikasi Delphi 7 tersebut, dapat disusun diagram alir seperti berikut : MULAI Input i, n, data,jumlah i = i i ≥ 5 write('Masukkan data ke- ',i,' =') Jumlah = jumlah+data SELESAI
  • 14.
    14 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Dari hasil pemaparan cara kerja diatas, berikut adalah bahasa program yang digunakan dalam Delphi 7 untuk membentuk aplikasi program struktur pengulangan pada permasalahan diatas : program Modul2Perulangan; {$APPTYPE CONSOLE} uses SysUtils; var i,n,data,jumlah : integer; rata_rata,variansi,standar_deviasi : real; begin jumlah:=0; variansi:=0; begin Writeln('================AssalamualaikumWr.Wb================'); Writeln('=================Algoritma Pemrograman================') Writeln('================Universitas Islam Indonesia==============='); Writeln('=================Struktur Perulangan==================='); Writeln('Program menghitung rata_rata,variansi,standar_deviasi'); begin write ('masukkan jumlah banyak data =') ; readln (n) ; end; 1 2 3 4 5
  • 15.
    15 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. for i:= 1 to n do begin write('Masukkan data ke- ',i,' ='); readln(data); jumlah:=jumlah+data; end; begin rata_rata:= jumlah/n; variansi:= variansi + (sqr(jumlah)-rata_rata)/(n-1); standar_deviasi := sqrt(variansi); writeln('rata_rata = ', rata_rata:5:5); if rata_rata>75 then writeln(' SELAMAT : D LULUS') else if rata_rata<=75 then writeln(' MAAF :( TIDAK LULUS'); writeln('variansi = ', variansi:4:4); writeln('standar_deviasi = ', standar_deviasi:4:4); writeln('Terimakasih'); writeln('===============WassalamualaikumWr.Wb===============') 6 7
  • 16.
    16 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. end; end; readln; { TODO -oUser -cConsole Main : Insert code here } end. Keterangan : 1. Program diikuti dengan nama program yang akan dibuat. Pada list program tertulis “Modul2Perulangan”. Untuk mengakhiri baris ini diakhiri dengan tanda titik koma (;), tanda titik koma akan terus digunakan setiap menyelesaikan perintah pada setiap barisnya. 2. Pada uses digunakan SysUtils yang merupakan uses dasar yang akan digunakan pada pembuatan program ini. 3. Var digunakan untuk mendeklarasikan variabel objek atau semua simbol yang akan terus digunakan pada program yang ingin dibuat. Praktikkan menginputkan variabel sesuai dengan rumus yang akan dihitung sebagai berikut : Rumus Rata-Rata Variansi Standar Deviasi Rata-rata = Keterangan : ∑y= jumlah data yang dimasukkan ∑x = jumlah data yang di masukkan n = banyak data yang dimasukkan ∑x n
  • 17.
    17 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Dari keterangan diatas didapatkan bahwa variabel yang digunakan pada program ini adalah “n” (banyak data), “i” (nilai data), “jumlah” dan “data” sebagai variabel bantu. i, n, data dan jumlah dengan tipe data integer. Untuk variabel rata_rata,variansi, dan standar_deviasi dengan tipe data real. 4. Pemberian nilai pada sebuah variabel tanpa menginputkan nilai tersebut disebut dengan assignment, disimbolkan dengan titik dua sama dengan ( := ). 5. Pada bagian ini praktikan menuliskan statement yang ingin ditampilkan. Kata writeln dalam bahasa pemrograman berarti “menampilkan”. Dalam bagian ini, praktikkan akan diminta untuk memasukkan berapa banyak data yang diinginkan. 6. Dalam badan pengulangan ini, jenis pengulangan yang digunakan adalah penulangan FOR...TO...DO... yaitu pengulangan yang dipakai untuk mengulang pengeksekusian terhadap satu atau sejumlah pernyataan. Jumlah pengulangan diketahui atau dapat ditentukan sebelum eksekusi. Dalam pengulangan ini praktikan akan diminta memasukkan data yang diinginkan. 7. Merupakan bagian syntak utama yang juga memuat percabangan. Praktikan menggunakan percabangan if. else artinya “kalau tidak” bila kondisi terpenuhi (rata-rata > 75), aksi 1 akan dikerjakan (menyatakan LULUS) tetapi kalau tidak dimana kondisi tidak terpenuhi (rata-rata < 75) maka aksi 2 yang akan dikerjakan (menyatakan TIDAK LULUS). Pernyataan sebelum else tidak diakhiri tanda (;). Pada bagian akhir ini komputer akan menampilkan nilai rata-rata,variansi,standar deviasi dari data yang telah dimasukkan. Jangan lupa menambahkan end; pada bagian akhir program.
  • 18.
    18 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Dalam mengerjakan program ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menuliskan variabel (Var) i, n, data, dan jumlah dengan tipe data integer dan rata- rata,variansi dan standar deviasi dengan tipe data real. Sebelum tipe data integer dan real ditulis, terlebih dahulu di beri tanda baca titik dua ( : ). Kemudian setelah menuliskan tipe data tersebut akhiri dengan tanda titik koma ( ; ). Dibagian begin pertama, diawali dengan menuliskan writeln (‘yang akan dituliskan’) dan diakhiri tanda ( ; ). Statement writeln tersebut akan ditampilkan sebagai kalimat pembuka program ini. Adapun praktikan menuliskan writeln sebanyak lima kali. Statement writeln dibuat bebas sesuai dengan keinginan praktikan sendiri. Lalu praktikan kembali menuliskan begin kedua dan memasukkan perintah 'masukkan nilai n (banyaknya data) =' dan sistem akan membacanya sebagai n atau dalam Delphi ditulis “readln (n) ; ”. Setelah itu pada baris selanjutnya tuliskan end dan beri tanda (;).Selanjutnya masukkan perintah dengan konstruksi pengulangan for...to..do... Praktikan memasukkan pernyataan for i = 1 to n do maksudnya sistem akan membaca dari 1 hingga mengulang sebanyak n kali. Lalu ketikan begin dan pada baris selanjutnya ketikan “write('Masukkan data ke- ',i,' =');” dan “readln (data);”. Tuliskan “jumlah:=jumlah+data;” maksudnya akan melakukan penjumlahan dengan bantuan variabel yaitu “data”, lalu jumlah itu bernilai jumlah awal yaitu nol yang ditambah “data” setiap pengulangan dilakukan sampai akhirnya mencapai angka terbesar. Dan selesailah yang ditandai dengan ‘’end;”.
  • 19.
    19 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. Praktikan menuliskan begin yang kelima, pada baris selanjutnya praktikan menuliskan rumus rata-rata, variansi dan standar deviasi yang ditulis sesuai bahasa pemrograman.Untuk menyelesaikan kasus ini, praktikan menggunakan pencabangan if karena kriteria yang akan dimasukkan lebih dari satu. Kemudian praktikan menuliskan perintah “if > 75 then” dan bila kondisi terpenuhi maka akan ditampilkan statement “Selamat :D Lulus” dan kalau kondisi tidak terpenuhi dimana praktikan menuliskan “if <= 75 then” maka akan ditampilkan statement “Maaf  Tidak Lulus”. Selanjutnya praktikan menuliskan writeln(‘yang akan dituliskan’,variabel: banyak spasi: banyak koma) untuk rata-rata, variansi dan standar variansi yang diberi tanda titik koma ( ;) pada akhirnya. Dan selanjutnya praktikan wajib menuliskan end yang merupakan batas akhir dari program. Setelah semua selesai, klik tombol F9 atau Run. Jika muncul lembar kerja hitam pada layar dimana praktikan diminta untuk memasukkan banyak data (n) maka artinya perhitungan yang praktikan lakukan benar. Namun jika setelah menekan tombol F9 dan ternyata terdapat blok merah pada baris tertentu, itu artinya ada kesalahan dalam meng-input data. Setelah mengisikan data yang ingin dicari, maka akan muncul hasil yang diinginkan.
  • 20.
    20 Modul 2Menghitung Rata-Rata, Variansi dan Standar Deviasi. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dari pengoperasian dengan menggunakan program Delphi 7 yang telah dilakukan oleh praktikan, maka praktikan dapat menyimpulkan sebagai berikut : 1) Membuat program perhitungan dengan menggunakan Delphi 7, praktikan dapat menyelesaikan rumus dengan lebih cepat dan efisien. 2) Penggunaan ronggak kosong membuat algoritma menjadi lebih mudah dibaca dan dipahami. 3) Dengan menggunakan struktur pengulangan, maka praktikan tidak perlu menuliskan aksi yang sama berkali-kali, berpuluh bahkan beratuskali. 4) Praktikan dapat mengetahui bahwa pengulangan dapat dimasukkan kedalam pencabangan untuk membuat program tertentu dengan cara yang benar. 5) Pernyataan FOR digunakan saat praktikan ingin melakukan operasi pengulangan dimana jumlah pengulangan yang diinginkan diketahui. Jika pengulangan jumlahnya tidak diketahui maka pernyataan FOR tidak bisa digunakan. Misalnya, praktikan ingin menuliskan kata ulang sebanyak n kali maka syntaks program yang kita pakai adalah FOR...TO...DO... 6) Pada beberapa kasus struktur pengulangan tidak bisa digunakan seenaknya. Pemilihan struktur pengulangan yang tepat untuk kasus tertentu dapat mempengaruhi kebenaran algoritmanya.