Rahmawati Th. Diamanti
FISIKA 2009
Laporan praktikum
Osilasi Harmonik
Disusun oleh :
Nama : Rahmawati Theofani Diamanti
Nim : 09312405
Jurusan : Fisika
Kelas : 1b
Kelompok : Empat
Tgl melakukan percobaan : 16 november 2009
FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
2009
Rahmawati Th. Diamanti
FISIKA 2009
TUJUAN PERCOBAAN
A. Menentukan konstanta pegas
B. Menentukan konstanta pegas equivalent
ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Pegas 4 buah
2. Statip 1 buah
3. Stopwatch 1 buah
4. Mistar 1 buah
5. Dudukan pegas 1 buah
6. Beban secukupnya
TEORI SINGKAT
Menurut hukum Hooke, pertambahan panjang berbanding lurus dengan gaya yang diberikan
pada benda. Secara sistematis, hukum Hooke ini dapat dituliskan sebagai
F = k.x . . . . . . . . . . . . . . . . ( 1 )
Dengan F = gaya yang dikerjakan (N)
k = konstanta gaya (m)
x = pertambahan panjang (N/m)
Secara umum semua sistem osilasi yang terdiri dari dua buah pegas dan satu benda, periodenya
dapat dinyatakan dengan :
T = 2 . . . . . . . . . . . . . ( 2 )
Dengan k = konstanta pegas (m)
m = massa beban (gr)
T = periode osilasi
Untuk sistem pegas tersusun secara seri, harga konstanta pegas equivalennya dapat dinyatakan
dengan :
ks = . . . . . . . . . . . . . ( 3 )
untuk sistem pegas yang tersusun secara paralel, harga konstanta pegas equivalennya dinyatakan
dengan :
kp = k1 + k2 . . . . . . . . . . . . . ( 4 )
LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
A. Untuk penentuan konstanta pegas
1. Gantungkan pegas pada statip dan gantungkan beban m dan ukurlah panjang pegas (L)
2. Kemudian tambahkan beban m1 dan ukur kembali panjang pegas (L1)
3. Tambahkan beban lagi m2, m3, dan m4 dan lakukan seperti langkah 2
4. Lakukan seperti langkah 2 dan 3 untuk masing-masing pegas yang lainnya
B. Untuk penentuan konstanta pegas equivalent dengan osilasi
1. Atur dua buah pegas secara seri
2. Gantungkan sebuah beban
3. Simpangkan sedikit dan lepaskan sehingga sistem bergetar. Catat berapa waktu yang
diperlukan untuk 10 getaran
4. Ulangi langkah 3 sebanyak 5 kali
5. Selanjutnya atur dua buah pegas tadi dengan susunan paralel
6. Simpangkan sedikit kemudian lepaskan sehingga sistem bergetar. Catat waktu yang
diperlukan untuk 10 getaran.
7. Ulangi langkah 6 sebanyak 5 kali.
Rahmawati Th. Diamanti
FISIKA 2009
HASIL PENGAMATAN
Percobaan A :
1. Pegas 1 2. Pegas 2
m = 10 gr l = 4,5 cm m = 10 gr l = 4 cm
m1 = 20 gr l1 = 5 cm m1 = 20 gr l1 = 5 cm
m2 = 30 gr l2 = 6 cm m2 = 30 gr l2 = 5,5 cm
m3 = 40 gr l3 = 6,5 cm m3 = 40 gr l3 = 6,5 cm
m4 = 50 gr l4 = 7,5 cm m4 = 50 gr l4 = 7 cm
percobaan B :
1. Susunan secara seri 2. Susunan secara Paralel
m = 10 gr m = 10 gr
T1 = 5,3 s T1 = 2,4 s
T2 = 5,0 s T2 = 2,3 s
T3 = 5,4 s T3 = 2,4 s
T4 = 5,6 s T4 = 2,4 s
T5 = 5,2 s T5 = 2,3 s
PENGOLAHAN DATA
1. Menentukan konstanta pegas dengan menggunakan rumus 1
F = k.x
k = F/x, F = m.g dan x = lI – l0
 Pegas 1
F1 = m1.g x1 = lI - lo k1 = F/x
= 20.10 = 5 – 4,5 =
= 200 N = 0,5 m = 400 N/m
F2 = m2.g x2 = l2 – l1 k2 = F/x
= 30.10 = 6 – 5 =
= 300 N = 1 m = 300 N/m
F3 = m3.g x3 = l3 – l2 k3 = F/x
= 40.10 = 6,5 – 6 =
= 400 N = 0,5 m = 800 N/m
F4 = m4.g x4 = l4 – l3 k4 = F/x
= 50.10 = 7,5 – 6,5 =
= 500 N = 1 m = 500 N/m
1 = = = = = 500 N/m
 Pegas 2
F1 = m1.g x1 = lI – l0 k1 = F/x
= 20.10 = 5 – 4 =
= 200 N = 1 m = 200 N/m
F2 = m2.g x2 = l2 – l1 k2 = F/x
= 30.10 = 5,5 – 5 =
= 300 N = 0,5 m = 600 N/m
Rahmawati Th. Diamanti
FISIKA 2009
F3 = m3.g x3 = l3 – l2 k3 = F/x
= 40.10 = 6,5 – 5,5 =
= 400 N = 1 m = 400 N/m
F4 = m4.g x4 = l4 – l3 k4 = F/x
= 50.10 = 7 – 6.5 =
= 500 N = 0,5 m = 1000 N/m
2 = = = = = 550 N/m
2. Menentukan konstanta pegas equivalent susunan seri melalui rumus 2 dan 3
T = 2 k = , ks =
k1 = = = = 14,04
k2 = = = = 15,77
k3 = = = = 13,52
k4 = = = = 12,57
k5 = = = = 14,58
ks = = = = 262
menentukan konstanta pegas equivalent susunan seri melalui rumus 2 menghasilkan nilai
konstanta yang lebih kecil daripada melalui rumus 3.
3. Menentukan konstanta pegas equivalent susunan paralel melalui rumus 2 dan 4
T = 2 k = , kp = k1 + k2
k1 = = = = 68,46
k2 = = = = 74,55
k3 = = = = 68,46
k4 = = = = 68,46
k5 = = = = 74,55
kp = k1 + k2
= 500 + 550
= 1050
menentukan konstanta pegas equivalent susunan seri melalui rumus 2 menghasilkan nilai
konstanta yang lebih kecil daripada melalui rumus 3.
KESIMPULAN
Melalui percobaan, dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta pegas equivalent pada susunan
seri lebih kecil dibandingkan dengan nilai konstanta pegas equivalent pada susunan paralel. Karena
pada susunan seri, periode osilasinya lebih lama dibandingkan dengan periode osilasi pada susunan
paralel.

Laporan osilasi harmonik

  • 1.
    Rahmawati Th. Diamanti FISIKA2009 Laporan praktikum Osilasi Harmonik Disusun oleh : Nama : Rahmawati Theofani Diamanti Nim : 09312405 Jurusan : Fisika Kelas : 1b Kelompok : Empat Tgl melakukan percobaan : 16 november 2009 FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MANADO 2009
  • 2.
    Rahmawati Th. Diamanti FISIKA2009 TUJUAN PERCOBAAN A. Menentukan konstanta pegas B. Menentukan konstanta pegas equivalent ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Pegas 4 buah 2. Statip 1 buah 3. Stopwatch 1 buah 4. Mistar 1 buah 5. Dudukan pegas 1 buah 6. Beban secukupnya TEORI SINGKAT Menurut hukum Hooke, pertambahan panjang berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda. Secara sistematis, hukum Hooke ini dapat dituliskan sebagai F = k.x . . . . . . . . . . . . . . . . ( 1 ) Dengan F = gaya yang dikerjakan (N) k = konstanta gaya (m) x = pertambahan panjang (N/m) Secara umum semua sistem osilasi yang terdiri dari dua buah pegas dan satu benda, periodenya dapat dinyatakan dengan : T = 2 . . . . . . . . . . . . . ( 2 ) Dengan k = konstanta pegas (m) m = massa beban (gr) T = periode osilasi Untuk sistem pegas tersusun secara seri, harga konstanta pegas equivalennya dapat dinyatakan dengan : ks = . . . . . . . . . . . . . ( 3 ) untuk sistem pegas yang tersusun secara paralel, harga konstanta pegas equivalennya dinyatakan dengan : kp = k1 + k2 . . . . . . . . . . . . . ( 4 ) LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN A. Untuk penentuan konstanta pegas 1. Gantungkan pegas pada statip dan gantungkan beban m dan ukurlah panjang pegas (L) 2. Kemudian tambahkan beban m1 dan ukur kembali panjang pegas (L1) 3. Tambahkan beban lagi m2, m3, dan m4 dan lakukan seperti langkah 2 4. Lakukan seperti langkah 2 dan 3 untuk masing-masing pegas yang lainnya B. Untuk penentuan konstanta pegas equivalent dengan osilasi 1. Atur dua buah pegas secara seri 2. Gantungkan sebuah beban 3. Simpangkan sedikit dan lepaskan sehingga sistem bergetar. Catat berapa waktu yang diperlukan untuk 10 getaran 4. Ulangi langkah 3 sebanyak 5 kali 5. Selanjutnya atur dua buah pegas tadi dengan susunan paralel 6. Simpangkan sedikit kemudian lepaskan sehingga sistem bergetar. Catat waktu yang diperlukan untuk 10 getaran. 7. Ulangi langkah 6 sebanyak 5 kali.
  • 3.
    Rahmawati Th. Diamanti FISIKA2009 HASIL PENGAMATAN Percobaan A : 1. Pegas 1 2. Pegas 2 m = 10 gr l = 4,5 cm m = 10 gr l = 4 cm m1 = 20 gr l1 = 5 cm m1 = 20 gr l1 = 5 cm m2 = 30 gr l2 = 6 cm m2 = 30 gr l2 = 5,5 cm m3 = 40 gr l3 = 6,5 cm m3 = 40 gr l3 = 6,5 cm m4 = 50 gr l4 = 7,5 cm m4 = 50 gr l4 = 7 cm percobaan B : 1. Susunan secara seri 2. Susunan secara Paralel m = 10 gr m = 10 gr T1 = 5,3 s T1 = 2,4 s T2 = 5,0 s T2 = 2,3 s T3 = 5,4 s T3 = 2,4 s T4 = 5,6 s T4 = 2,4 s T5 = 5,2 s T5 = 2,3 s PENGOLAHAN DATA 1. Menentukan konstanta pegas dengan menggunakan rumus 1 F = k.x k = F/x, F = m.g dan x = lI – l0  Pegas 1 F1 = m1.g x1 = lI - lo k1 = F/x = 20.10 = 5 – 4,5 = = 200 N = 0,5 m = 400 N/m F2 = m2.g x2 = l2 – l1 k2 = F/x = 30.10 = 6 – 5 = = 300 N = 1 m = 300 N/m F3 = m3.g x3 = l3 – l2 k3 = F/x = 40.10 = 6,5 – 6 = = 400 N = 0,5 m = 800 N/m F4 = m4.g x4 = l4 – l3 k4 = F/x = 50.10 = 7,5 – 6,5 = = 500 N = 1 m = 500 N/m 1 = = = = = 500 N/m  Pegas 2 F1 = m1.g x1 = lI – l0 k1 = F/x = 20.10 = 5 – 4 = = 200 N = 1 m = 200 N/m F2 = m2.g x2 = l2 – l1 k2 = F/x = 30.10 = 5,5 – 5 = = 300 N = 0,5 m = 600 N/m
  • 4.
    Rahmawati Th. Diamanti FISIKA2009 F3 = m3.g x3 = l3 – l2 k3 = F/x = 40.10 = 6,5 – 5,5 = = 400 N = 1 m = 400 N/m F4 = m4.g x4 = l4 – l3 k4 = F/x = 50.10 = 7 – 6.5 = = 500 N = 0,5 m = 1000 N/m 2 = = = = = 550 N/m 2. Menentukan konstanta pegas equivalent susunan seri melalui rumus 2 dan 3 T = 2 k = , ks = k1 = = = = 14,04 k2 = = = = 15,77 k3 = = = = 13,52 k4 = = = = 12,57 k5 = = = = 14,58 ks = = = = 262 menentukan konstanta pegas equivalent susunan seri melalui rumus 2 menghasilkan nilai konstanta yang lebih kecil daripada melalui rumus 3. 3. Menentukan konstanta pegas equivalent susunan paralel melalui rumus 2 dan 4 T = 2 k = , kp = k1 + k2 k1 = = = = 68,46 k2 = = = = 74,55 k3 = = = = 68,46 k4 = = = = 68,46 k5 = = = = 74,55 kp = k1 + k2 = 500 + 550 = 1050 menentukan konstanta pegas equivalent susunan seri melalui rumus 2 menghasilkan nilai konstanta yang lebih kecil daripada melalui rumus 3. KESIMPULAN Melalui percobaan, dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta pegas equivalent pada susunan seri lebih kecil dibandingkan dengan nilai konstanta pegas equivalent pada susunan paralel. Karena pada susunan seri, periode osilasinya lebih lama dibandingkan dengan periode osilasi pada susunan paralel.