





Kurikulum adalah perangkat pendidikan yang
merupakan jawaban terhadap kebutuhan dan
tantangan masyarakat.
Pengertian kurikulum menurut Kerr,J. F (1968) :
kurikulum adalah semua pembelajaran yang
dirancang dan dilaksanakan secara individu
ataupun kelompok, baik disekolah maupun diluar
sekolah.
Pengertian kurikulum menurut Neagley dan
Evans (1967) :kurikulum adalah semua
pengalaman yang dirancang dan dikemukakan
oleh pihak sekolah.
Tujuan kurikulum pada dasarnya merupakan
tujuan setiap program pendidikan yang
diberikan kepada anak didik, Karena
kurikulum merupakan alat antuk mencapai
tujuan, maka kurikulum harus dijabarkan dari
tujuan umum pendidikan. Dalam sistem
pendidikan di Indonesia tujuan pendidikan
bersumber kepada falsafah Bangsa Indonesia.
Fungsi Kurikulum Bagi Anak Didik

kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun
merupakan suatu kesiapan anak. Anak didik
diharapkan mendapat sejumlah pengalaman
baru yang dapat dikembangkan seirama
dengan perkembangan anak, agar dapat
memenuhi bekal hidupnya kelak.
Fungsi Kurikulum Bagi Pendidik Guru

Guru merupakan pendidik professional, yang
mana secara implicit ia telah merelakan
dirinya untuk memikul sebagian tanggung
jawab pendidikan yang ada di pundak
orangtua. Para orangtua yang menyerahkan
anaknya ke sekolah, berarti ia telah
melimpahkan sebagian tanggung jawab
pendidikan anaknya kepada guru atau
pendidik.
Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah atau Pembina Sekolah

Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai
tanggung jawab terhadap kurikulum. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah
dan para Pembina sekolah lainnya adalah:








Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi supervise yakni memperbaiki
situasi belajar
Sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi supervise dalam menciptakan
situasi belajar anak kea rah yang lebih baik.
Sebagai pedoman dalam memberikan kepada guru atau pendidi k agar dapat
memperbaiki situasi belajar
Sebagai seorang administrator maka kurikulum dapat dijadikan pedoman
untuk mengembangkan kurikulum pada masa datang.
Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajarmengajar.
Fungsi Kurikulum Bagi Orang Tua

Kurikulum bagi orangtua, mempunyai fungsi
agar orangtua Dapat berpastisipasi
membantu usaha sekolah dalam memajukan
putra-putrinya. Bantuan yang dimaksud
dapat berupa konsultasi langsung dengan
sekolah/guru mengenai masalah yang
menyangkut anak-anak mereka.
Fungsi Kurikulum
diatasnya




bagi

sekolah

tingkat

Pemelihara keseimbangan proses pendidikan.
Penyiapan tenaga baru
Fungsi Kurikulum bagi masyarakat dan
pemakai lulusan






Kurikulum bagi program pendidikan dimana sekolah sebagai institusi
social melaksanakan oprerasinya, paling tidak dapat ditentukan 3 jenis
kurikulum :
Peranan Konservatif
Menekankan bahwa kurikulum itu dapat dijadikan sebagai sarana untuk
mentramisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap
masih relevan dengan masa kini bagi generasi muda.
Peranan Kritis dan evaluative
Perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya senantiasa
terjadi setiap saat. Peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus
mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan
perkembangan.

Peranan Aktif
Peranan ini dilatar belakangi oleh adanya kenyataan bahwa nilai-nilai
dan budaya yang hidup dalam masyarakat senantiasa mengalami
perubahan. Sehingga pewarisan dan nilai-nilai budaya masa lalu.kepada
siswa perlu disesuaikan dengan masa sekarang.

Kurikulum

  • 3.
       Kurikulum adalah perangkatpendidikan yang merupakan jawaban terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat. Pengertian kurikulum menurut Kerr,J. F (1968) : kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun kelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah. Pengertian kurikulum menurut Neagley dan Evans (1967) :kurikulum adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak sekolah.
  • 4.
    Tujuan kurikulum padadasarnya merupakan tujuan setiap program pendidikan yang diberikan kepada anak didik, Karena kurikulum merupakan alat antuk mencapai tujuan, maka kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia tujuan pendidikan bersumber kepada falsafah Bangsa Indonesia.
  • 5.
    Fungsi Kurikulum BagiAnak Didik kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan suatu kesiapan anak. Anak didik diharapkan mendapat sejumlah pengalaman baru yang dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar dapat memenuhi bekal hidupnya kelak.
  • 6.
    Fungsi Kurikulum BagiPendidik Guru Guru merupakan pendidik professional, yang mana secara implicit ia telah merelakan dirinya untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada di pundak orangtua. Para orangtua yang menyerahkan anaknya ke sekolah, berarti ia telah melimpahkan sebagian tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru atau pendidik.
  • 7.
    Fungsi Kurikulum BagiKepala Sekolah atau Pembina Sekolah Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai tanggung jawab terhadap kurikulum. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan para Pembina sekolah lainnya adalah:      Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi supervise yakni memperbaiki situasi belajar Sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi supervise dalam menciptakan situasi belajar anak kea rah yang lebih baik. Sebagai pedoman dalam memberikan kepada guru atau pendidi k agar dapat memperbaiki situasi belajar Sebagai seorang administrator maka kurikulum dapat dijadikan pedoman untuk mengembangkan kurikulum pada masa datang. Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajarmengajar.
  • 8.
    Fungsi Kurikulum BagiOrang Tua Kurikulum bagi orangtua, mempunyai fungsi agar orangtua Dapat berpastisipasi membantu usaha sekolah dalam memajukan putra-putrinya. Bantuan yang dimaksud dapat berupa konsultasi langsung dengan sekolah/guru mengenai masalah yang menyangkut anak-anak mereka.
  • 9.
    Fungsi Kurikulum diatasnya    bagi sekolah tingkat Pemelihara keseimbanganproses pendidikan. Penyiapan tenaga baru Fungsi Kurikulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan
  • 10.
       Kurikulum bagi programpendidikan dimana sekolah sebagai institusi social melaksanakan oprerasinya, paling tidak dapat ditentukan 3 jenis kurikulum : Peranan Konservatif Menekankan bahwa kurikulum itu dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentramisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini bagi generasi muda. Peranan Kritis dan evaluative Perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya senantiasa terjadi setiap saat. Peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan. Peranan Aktif Peranan ini dilatar belakangi oleh adanya kenyataan bahwa nilai-nilai dan budaya yang hidup dalam masyarakat senantiasa mengalami perubahan. Sehingga pewarisan dan nilai-nilai budaya masa lalu.kepada siswa perlu disesuaikan dengan masa sekarang.