Aqsathya Mega Yuniko 
MBTI D 
112400122
Konflik 
Pengertian 
Transisi dalam 
pemikiran konflik 
Konflik fungsional 
dan disfungsional 
Tipe-tipe Konflik 
Menciptakan 
Konflik Fungsional 
Proses Konflik 
Negosiasi
Konflik adalah sebuah proses yang dimulai ketika satu 
pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah 
mempengaruhi secara neegatif, atau akan 
mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang menjadi 
kepedulian atau kepentingan pihak bersama. 
Main Content
Pandangan 
Tradisional 
Pandangan 
Interaksionais 
Pandangan 
Hubungan 
Manusia 
Main Content
Pandangan ini meyakini bahwa semua konflik 
berbahaya dan harus dihindari 
Konflik dipandang secara negatif dan digunakan 
sebagai sinonim istilah-istilah seperti kekerasan, 
kerusakan, dan irasionalitas 
Dianut banyak orang menyangkut perilaku 
kelompok pada tahun 1930-an dan 1940-an 
Back
Pandangan hubungan manusia (Human 
Relationship) ini berpendapat bahwa konflik adalah 
kejadian alamiah dalam semua kelompok atau 
organisasi yang wajar saja terjadidan tidak 
terhindarkan oleh kelompok manapun 
Para pengusungnya berpendapat bahwa konflik tidak 
bisa dihapuskan dan bahkan ada saat-saat dimana 
konflik baik dan menguntungkan bagi kinerja 
kelompok 
Mendominasi pada akhir tahun 1940-an hingga 
1970-an 
Back
Pandangan ini mendorong munculnya konflik dengan 
dasar pemikiran bahwa kelompok yang harmonis 
damai, tenang, dan koorporasi biasanya menjadi 
statis, apatis serta tidak tanggap terhadap perlunya 
perubahan dan inovasi karena itu pandangan ini 
adalah memunculkan konflik minimum cukup untuk 
menjaga kelompok agar tetap bekerja. 
Back
Fungsional 
Konflik yang mendukung tujuan kelompok dan 
meningkatkan kinerjanya. 
Disfungsional 
Konflik yang menghambat kinerja kelompok dan 
memperlambat kinerjanya. 
Main Content
Konflik Tugas (task conflict) 
Konflik atas muatan dan tujuan pekerjaan 
Konflik Hubungan (relationship conflict) 
Konflik berdasarkan hubungan antarpersonal 
Konflik Proses (processs conflict) 
Konflik tentang bagaimana pekerjaan dilaksanakan 
Main Content
Potensi Pertentangan 
dan ketidakselarasan 
Kognisi dan 
Personalisasi 
Maksud 
Perilaku 
Akibat 
Main Content
Munculnya kondisi-kondisi yang menciptakan peluang 
bagi munculnya konflik 
Kondisi-kondisi ini tidak harus langsung mengarah pada 
konflik. 
Sebab Konflik dikelompokkan dalam tiga katagori umum 
adalah 
Komunikasi 
Struktur 
Variabel-variabel pribadi 
Back
Konflik yang dipersepsi 
Kesadaran oleh satu atau lebih pihak akan adanya 
kondisi-kondisi yang menciptakan peluang 
munculnya konflik 
Konflik yang dirasakan 
Keterlibatan emosional dalam sebuah konflik 
yang menciptakan kecemasan, ketegangan frustasi, 
atau cara bermusuhan 
Back
Maksud adalah keputusan untuk bertindak dengan cara 
tertentu. 
Lima maksud penanganan konflik yang berhasil 
diidentifikasi : 
Bersaing (tegas dan tidak kooperatif) 
Bekerja sama (tegas dan kooperatif) 
Menghindar (tidak tegas dan tidak kooperatif) 
Akomodatif (tidak tegas dan kooperatif) 
Kompromis (tengah-tengah antara tugas dan 
kooperatif 
Back
Konflik Terbuka: 
Perilaku satu pihak 
Reaksi pihak lain 
Manajemen Konflik (Conflict Management) 
Pemanfaatan teknik-teknik resolusi dan dorongan 
(stimulasi) untuk mencapai tingkat konflik yang 
diinginkan 
Back
Akibat Fungsional 
konflik bersifat konstruktif ketika hal tersebut 
memperbaiki kualitas keputusan, merangsang 
kreatifitas dan inovasi , mendorong minat dan 
keingintahuan antar anggota. Konflik menantang 
status Quo dan karena itu mendorong diiciptakan 
dan dikemukakannya ide-ide baru.
Akibat Disfungsional 
Konsekuensi destruktif dari konflik terhadap 
kinerja sebuah kelompok atau organisasi salah 
satunya adalah pertengkaran tidak terkendali yang 
menimbulkan rasa tidak senang, ikatan yang 
merenggang, dan akhirnya menuntun kehancuran 
kelompok. Diantara kosekuensi yang tidak 
diharapkan tersebut terdapat menurunnya 
kekompakan kerja kelompok dan yang terparah dapat 
mengancam kelangsungan hidup kelompok 
Back
Meningkatkan toleransi 
Organisasi-organisasi yang tidak mendukung dan 
mendorong perbedaan kiranya akan terancam 
kelangsungan hidupnya. 
Menciptakan konflik fungsional salah satu caranya 
adalah dengan memberi penghargaan kepada orang-orang 
yang berbeda pendapat dan menghukum orang 
yang senang menghindari konflik 
Main Content
Proses Pengertian 
Negosiasi 
Issue Strategi
Negosiasi atau perundingan adalah sebuah proses 
dimana 2 pihak atau lebih melakukan pertukaran 
barang atau jasa dan berupaya untuk menyepakati 
nilai tukarnya 
Main Menu
Persiapan dan perencanaan 
Penentuan aturan dasar 
Klarifikasi dan justifikasi 
Tawar Menawar dan Penyelesaian Masalah 
Penutupan dan Implementasi 
Main Menu
Tawar menawar distributif 
Negosiasi yang berusaha membagi sumber daya yang 
jumlahnya tetap, situasi menang kalah 
Tawar menawar integratif 
Negosiasiasi yang mencari satu atau lebih penyelesaian 
yang dapat menciptakan solusi win-win atau saling 
menguntungkan 
Kue tetap 
Keyakinan bahwa hanya ada sejumlah barang atau jasa 
untuk dibagi diantara para pihak 
Main Menu
Peran suasana hati dan sifat kepribadian dalam 
negosiasi 
Perbedaan Gender dalam Negosiasi 
Perbedaan kultur dalam negosiasi 
Negosiasi pihak ketiga 
Mediator 
Arbitrator 
Konsiliator 
Konsultan 
Main Menu

Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi

  • 1.
    Aqsathya Mega Yuniko MBTI D 112400122
  • 2.
    Konflik Pengertian Transisidalam pemikiran konflik Konflik fungsional dan disfungsional Tipe-tipe Konflik Menciptakan Konflik Fungsional Proses Konflik Negosiasi
  • 3.
    Konflik adalah sebuahproses yang dimulai ketika satu pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara neegatif, atau akan mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang menjadi kepedulian atau kepentingan pihak bersama. Main Content
  • 4.
    Pandangan Tradisional Pandangan Interaksionais Pandangan Hubungan Manusia Main Content
  • 5.
    Pandangan ini meyakinibahwa semua konflik berbahaya dan harus dihindari Konflik dipandang secara negatif dan digunakan sebagai sinonim istilah-istilah seperti kekerasan, kerusakan, dan irasionalitas Dianut banyak orang menyangkut perilaku kelompok pada tahun 1930-an dan 1940-an Back
  • 6.
    Pandangan hubungan manusia(Human Relationship) ini berpendapat bahwa konflik adalah kejadian alamiah dalam semua kelompok atau organisasi yang wajar saja terjadidan tidak terhindarkan oleh kelompok manapun Para pengusungnya berpendapat bahwa konflik tidak bisa dihapuskan dan bahkan ada saat-saat dimana konflik baik dan menguntungkan bagi kinerja kelompok Mendominasi pada akhir tahun 1940-an hingga 1970-an Back
  • 7.
    Pandangan ini mendorongmunculnya konflik dengan dasar pemikiran bahwa kelompok yang harmonis damai, tenang, dan koorporasi biasanya menjadi statis, apatis serta tidak tanggap terhadap perlunya perubahan dan inovasi karena itu pandangan ini adalah memunculkan konflik minimum cukup untuk menjaga kelompok agar tetap bekerja. Back
  • 8.
    Fungsional Konflik yangmendukung tujuan kelompok dan meningkatkan kinerjanya. Disfungsional Konflik yang menghambat kinerja kelompok dan memperlambat kinerjanya. Main Content
  • 9.
    Konflik Tugas (taskconflict) Konflik atas muatan dan tujuan pekerjaan Konflik Hubungan (relationship conflict) Konflik berdasarkan hubungan antarpersonal Konflik Proses (processs conflict) Konflik tentang bagaimana pekerjaan dilaksanakan Main Content
  • 10.
    Potensi Pertentangan danketidakselarasan Kognisi dan Personalisasi Maksud Perilaku Akibat Main Content
  • 11.
    Munculnya kondisi-kondisi yangmenciptakan peluang bagi munculnya konflik Kondisi-kondisi ini tidak harus langsung mengarah pada konflik. Sebab Konflik dikelompokkan dalam tiga katagori umum adalah Komunikasi Struktur Variabel-variabel pribadi Back
  • 12.
    Konflik yang dipersepsi Kesadaran oleh satu atau lebih pihak akan adanya kondisi-kondisi yang menciptakan peluang munculnya konflik Konflik yang dirasakan Keterlibatan emosional dalam sebuah konflik yang menciptakan kecemasan, ketegangan frustasi, atau cara bermusuhan Back
  • 13.
    Maksud adalah keputusanuntuk bertindak dengan cara tertentu. Lima maksud penanganan konflik yang berhasil diidentifikasi : Bersaing (tegas dan tidak kooperatif) Bekerja sama (tegas dan kooperatif) Menghindar (tidak tegas dan tidak kooperatif) Akomodatif (tidak tegas dan kooperatif) Kompromis (tengah-tengah antara tugas dan kooperatif Back
  • 14.
    Konflik Terbuka: Perilakusatu pihak Reaksi pihak lain Manajemen Konflik (Conflict Management) Pemanfaatan teknik-teknik resolusi dan dorongan (stimulasi) untuk mencapai tingkat konflik yang diinginkan Back
  • 15.
    Akibat Fungsional konflikbersifat konstruktif ketika hal tersebut memperbaiki kualitas keputusan, merangsang kreatifitas dan inovasi , mendorong minat dan keingintahuan antar anggota. Konflik menantang status Quo dan karena itu mendorong diiciptakan dan dikemukakannya ide-ide baru.
  • 16.
    Akibat Disfungsional Konsekuensidestruktif dari konflik terhadap kinerja sebuah kelompok atau organisasi salah satunya adalah pertengkaran tidak terkendali yang menimbulkan rasa tidak senang, ikatan yang merenggang, dan akhirnya menuntun kehancuran kelompok. Diantara kosekuensi yang tidak diharapkan tersebut terdapat menurunnya kekompakan kerja kelompok dan yang terparah dapat mengancam kelangsungan hidup kelompok Back
  • 17.
    Meningkatkan toleransi Organisasi-organisasiyang tidak mendukung dan mendorong perbedaan kiranya akan terancam kelangsungan hidupnya. Menciptakan konflik fungsional salah satu caranya adalah dengan memberi penghargaan kepada orang-orang yang berbeda pendapat dan menghukum orang yang senang menghindari konflik Main Content
  • 18.
  • 19.
    Negosiasi atau perundinganadalah sebuah proses dimana 2 pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa dan berupaya untuk menyepakati nilai tukarnya Main Menu
  • 20.
    Persiapan dan perencanaan Penentuan aturan dasar Klarifikasi dan justifikasi Tawar Menawar dan Penyelesaian Masalah Penutupan dan Implementasi Main Menu
  • 21.
    Tawar menawar distributif Negosiasi yang berusaha membagi sumber daya yang jumlahnya tetap, situasi menang kalah Tawar menawar integratif Negosiasiasi yang mencari satu atau lebih penyelesaian yang dapat menciptakan solusi win-win atau saling menguntungkan Kue tetap Keyakinan bahwa hanya ada sejumlah barang atau jasa untuk dibagi diantara para pihak Main Menu
  • 22.
    Peran suasana hatidan sifat kepribadian dalam negosiasi Perbedaan Gender dalam Negosiasi Perbedaan kultur dalam negosiasi Negosiasi pihak ketiga Mediator Arbitrator Konsiliator Konsultan Main Menu