DAFTAR ISI
Ketenagakerjaan
1. Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja.
2. Menurut UU No.13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa
tenaga
3. kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna
menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan
sendiri maupun untuk masyarakat.
HOME
Pengartian Ketenagakerjaan
•Tenaga kerja (sumber daya manusia) merupakan
modal yang sangat dominan dalam
menyukseskan program pembangunan. Masalah
ketenagakerjaan semakin kompleks seiring
bertambahnya jumlah penduduk, yang
memerlukan perhatian serius dari berbagai
pihak.
HOME
Kesempatan Kerja
• Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan
ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari kerja. Namun
bisa diartikan juga sebagai permintaan atas tenaga kerja.
Tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting dalam
roda perekonomian suatu negara, karena:
1. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi.
2. Sumber Daya Alam.
3. Kewiraswastaan.
HOME
Angkatan Kerja
• Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik
sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena
suatu sebab, seperti patani yang sedang menunggu panen/hujan,
pegawai yang sedang cuti, sakit, dan sebagainya. Disamping itu
mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedag mencari
pekerjaan/mengharapkan dapat pekerjaan atau bekerja secara tidak
optimal disebut pengangguran.
• Bukan angkatan kerja adalah mereka yang sedang bersekolah,
mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah, lanjut usia, cacat
jasmani dan sebagainya, dan tidak melakukan suatu kegiatan yang
dapat dimasukkan kedalam kategori bekerja, sementara tidak bekerja,
atau mencari pekerjaan.
HOME
DAFTAR ISI
Pengertian Pengangguran
• Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak
bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua
hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha
mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya
disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja
tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu
menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah
dalam perekononomian karena dengan adanya pengangguran,
produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga
dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-
masalah sosial lainnya.
HOME
Berbagai jenis pengangguran
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
a.Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja
yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
b.Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak
bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja
setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam
selama seminggu.
c.Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh
sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena
memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
NEXT
Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 9 macam:
a.Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran karena pekerja menunggu pekerjaan
yang lebih baik.
b.Pengangguran Struktural (Structural unemployment)
Pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan
tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
c.Pengangguran Teknologi (Technology unemployment)
Pengangguran yang disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini
dapat menyebabkan pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang
diterapkan.
d.Pengangguran Siknikal
Pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan
perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya,
karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh
masyarakat menurun.
d.Pengangguran Musiman
Pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim.
Umumnya pada bidang pertanian , perikanan. Contoh lainnya, para petani.
e.Setengah Menganggur
Pengangguran dimana pekerja yang hanya bekerja dibawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari)
f. Pengangguran Keahlian/Pengangguran Tidak Kentara
HOME
Penyebab Pengangguran
• Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak
sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya.
Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan
adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang
sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah
sosial lainnya.Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan membandingkan
jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam
persen.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi
pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran
dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan
efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.Tingkat
pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik,
keamanan dan sosial sehingga mengganggu proses pembangunan.
HOME
Cara mengatasi pengangguran
• 1.Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral
Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong
dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan
mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah
pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural.
2. Pengelolaan Permintaan Masyarakat
Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang
mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam
jumlah yang melimpah.
3. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja
Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yang cepat
mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.
Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang
membuka lowongan kerja, atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan
yang dimiliki. Masalah tersebut adalah persoalan informasi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diadakan system informasi yang memudahkan
orang mencari pekerjaan yang cocok. System seperti itu antara lain dapat berupa
pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bias juga berupa pengenalan
profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan, kampus, dan balai latihan kerja.
NEXT
• 4. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Dalam
situasi normal, pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara.
Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri
(karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain.
Menurut Keynes, pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur
daripada harus bekerja dengan upah rendah. Di sejumlah Negara, pemerintah menyediakan
tunjangan/santunan bagi para penganggur. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka
menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Untuk mengatasi pengangguran
jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja.
Pengangguran tidak disengaja, sebaliknya, terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada
upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Dalam jangka panjang
masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi.
5. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli.
Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian
tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besar
penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.
6. Wiraswasta
Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu,
pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan
apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta
yang berhasil. HOME
DAFTAR ISI
Upaya Pemerintah Menigkatkan Ketenagakerjaan
Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah antara lain sebagai berikut:
Membuka kesempatan kerja Menurut prof. soemitro djoyohadikoesoemo, usaha
perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan
pengembangan industry terutama industry padat karya dan 288 galeri
pengetahuan social
penyelengaraan proyek pekerjaan umum. Pengembangan industry dapat
dilakukan dengan meningkatkan penanaman modal asing dan penanaman modal
dalam negeri. Penyelengaraan proyek pekerjaan umum dapat dilakukan dengan
pembuatan jalan, jembatan, saluran air, bendungan, dan lain-lain. Perluasan
tenaga kerja juga dapat dilakukan oleh pemerintah dengan cara
mengirimkan tenaga-tenaga kerja Indonesia ke luar negeri baik melalui
departemen tenaga kerja maupun melewati perusahan jasa tenaga kerja
Indonesia (PJTKI).
NEXT
 Mengurangi Tingkat Pengangguran Pengangguran merupakan salah satu permasalahan
ketenagakerjaan. Menurutjohn maynard Keynes pengangguran tidak dapat dihapuskan, namun hanya
dapat dikurangi. Pengurangan angka pengangguran hanya dapat terjadi dengan meningkatkan atau
memperluas kesempatan kerja dan menurunkan jumlah angkatan kerja.
Meningkatkan kualitas angkatan kerja dan tenaga kerja Kualitas kerja dapat ditingkatkan melalui usaha-
usaha berikut.
Latihan untuk pengembangan keahlian dan keteampilan kerja
(profesionalisme) tenaga kerja dengan mendirikan balai-balai latihan kerja.
Pemagangan melalui latihan kerja di tempat kerja.
Perbaikan gizi dan kesehatan.
Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dan menyesuaikan keahlian
masyarakat dengan kebutuhan dunia usaha melalui pendidikan formal, kursus-
kursus kejuruan, dan lain-lain.
Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, pemerintah
telah melakukan berbagai upaya sebagai berikut.
Menetapkan upah minimum regional.
Mengikutkan setiap pekerja dalam asuransi jaminan social tenaga kerja.
 Menganjurkan kepada setiap perusahaan untuk meningkatkan kesehatan dan
keselamatan kerja.
 Mewajubkan kepada setiap perusahaan untuk memenuhi hak-hak tenaga
kerja selain gaji, seperti hak cuti, hak istirahat, dan lain-lain.HOME
Upaya suasta menigkatkan ketenaga kerjaan.
• Langkah yang dapat diambil oleh pihak swasta untuk ikut serta dalam
upaya meningkatkan mutu tenaga kerja adalah bekerja sama
dengansekolah atau kampus adalah menyediakan kesempatan bagi
para siswa dan mahasiswa untuk kerja praktik atau magang di
perusahaan yang bersangkutan. Program magang ini akan memberi
pemahaman secara lebih baik kepada calon tenaga kerja mengenai
dunia kerja yang sesungguhnya.
• Dengan demikian, para calon tenaga kerja tersebut dapat
mempersiapkan dirinya dengan berbagai kemampuan dan
keterampilan yang memang dibutuhkan oleh dunia usaha.
HOME
Upaya individu menigkatkan ketenaga kerjaan.
• Beberapa langkah yang harus diambil oleh setiap individu dalam
meningkatkan mutu dirinya adalah sebagai berikut.
• Membekali diri dengan berbagai hal yang dikehendaki oleh perusahaan.
• Dalam mencari kerja, seseorang harus membekali diri dengan berbagai
keterampilan dan pengetahuan yang disyaratkan oleh perusahaan secara
umum, seperti keterampilan komputer, bahasa inggris, dan keahlian khusus
sesuai peerjaan yang ditawarkan.
• Menanamkan jiwa wirausaha.
• Bekerja bukan hanya berarti bergabung dengan suatu instansi atau
perusahaan. Bila belum atau tidak bekerja pada instansi atau perusahaan,
seseorang bisa bekerja secara mandiri dengan berwirausaha, seperti
berternak ayam, budidaya anggrek,atau berdagang.
HOME
DAFTAR ISI
Pengertian Sistem Upah
• Sistem upah merupakan kebijakan dan strategi yang menentukan kompensasi yang diterima pekerja.
Kompensasi ini merupakan bayaran atau upah yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas hasil
kerja mereka. Bagi pekerja, masalah sistem upah merupakan masalah yang penting karena menyangkut
keberlangsungan dan kesejahteraan hidup mereka. Oleh karenannya tidak heran bila dari buruh hingga
direktur, tidak ada topik yang lebih menarik dan sensitif daripada masalah gaji. Isu – isu dikriminasi dan
kesenjangan sosial bisa muncul karena adanya perbedaan gaji, buruh seringkali unjuk rasa menuntut
kenaikan upah/gaji atau menuntut bonus belum keluar. Bahkan sering terjadi karyawan-karyawan
dengan potensi baik pindah ke perusahaan lain karena merasa kurang dihargai secara finansial.
• Bagi perusahaan permasalahan upah merupakan sesuatu yang penting dikarenakan upah bisa mencapai
80% dari biaya operasional perusahaan. Upah yang terlalu tinggi akan menghasilkan harga produk
menjadi terlalu mahal untuk bersaing secara efektif di pasar, namun bila gaji yang dikenakan rendah
maka akan membuat pekerja keluar, semangat kerja rendah, dan produktifitas kerja menurun sehingga
tingkat produksi menjadi tidak efisien.
HOME
Secara mendasar, pemberian upah memiliki
tiga tujuan sebagai berikut:
• Menarik pekerja-pekerja berbakat agar masuk ke dalam
perusahaan tersebut
• Mempertahankan karyawan terbaik agar tidak pindah ke
perusahaan lain
• Memotivasi karyawan tersebut dalam bekerja
HOME
sebuah sistem pengupahan dapat dikatakan
baik jika sistem pengupahan itu:
•Mampu memuaskan kebutuhan dasar pekerja,
•Sebanding dengan perusahaan lain dibidang
yang sama,
•Memiliki sifat adil dalam perusahaan,
•Menyadari fakta bahwa kebutuhan setiap orang
adalah berbeda.
HOME
Ada tiga hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam
memberikan seberapa banyak upah yang harus diberikan
kepada karyawan :
• Tingkat Kebersaingan, perusahaan dalam memberikan gaji kepada
karyawannya harus melihat bagaimana perusahaan serupa atau sejenis di
pasar memberikan gaji kepada karyawannya.
• Struktur Upah, perusahaan harus menentukan tingkat upah bagi semua
posisi di dalam perusahaan. Struktur ini dibangun berdasarkan evaluasi
pekerjaan untuk menentukkan seberapa penting peerjaan tersebut di
dalam oerusahaan.
• Performa Karyawan, dasar pemberian upah berdasarkan hasil kerja
pegawai adalah masalah pertambahan nilai, jika pegawai dapat
meningkatkan kinerjanya sehinggaperusahaan dapat mencapai target yang
ditetapkan maka karyawan tersebut layak diberikan upah yang lebih baik
HOME
Sistem Upah
Di Indonesia dikenal beberapa sistem pemberian upah, yaitu :
• 1. Upah menurut waktu
Sistem upah dimana besarnya upah didasarkan pada lama bekerja seseorang. Satuan waktu dihitung per jam, per hari,
per minggu atau per bulan. Misalnya pekerja bangunan dibayar per hari / minggu.
• 2. Upah menurut satuan hasil
Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada jumlah barang yang dihasilkan oleh seseorang. Satuan hasil
dihitung per potong barang, per satuan panjang, atau per satuan berat. Misal upah pemetik daun teh dihitung per kilo.
• 3. Upah borongan
Menurut sistem ini pembayaran upah berdasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi dan penerima pekerjaan.
Misalnya upah untuk memperbaiki mobil yang rusak, membangun rumah dll.
• 4. Sistem bonus
Sistem bonus adalah pembayaran tambahan diluar upah atau gaji yang ditujukan untuk merangsang (memberi insentif)
agar pekerja dapat menjalankan tugasnya lebih baik dan penuh tanggungjawab, dengan harapan keuntungan lebih
tinggi. Makin tinggi keuntungan yang diperoleh makin besar bonus yang diberikan pada pekerja.
• 5. Sistem mitra usaha
Dalam sistem ini pembayaran upah sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan, tetapi saham tersebut tidak
diberikan kepada perorangan melainkan pada organisasi pekerja di perusahaan tersebut. Dengan demikian hubungan
kerja antara perusahaan dengan pekerja dapat ditingkatkan menjadi hubungan antara perusahaan dan mitra kerja.
HOME
Upah Minimum Propinsi(UMP)
&
Kebutuhan Hidup Minimum(KHM)
• Kebijakan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Kebutuhan Hidup Minimum
(KHM)
Di Indonesia pemerintah menetapkan upah minimum yang harus dibayarkan oleh
perusahaan. Upah minimum tiap-tiap daerah berbeda-beda, karena memiliki
keragaman sumberdaya, adat istiadat dan kebudayaan serta struktur ekonomi
dan kinerjanya
HOME
Tabel Kenaikan UMR / UMP Setiap Tahun Nya
HOME

Ketenaga_Kerjaan

  • 3.
  • 4.
    Ketenagakerjaan 1. Tenaga kerjamerupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. 2. Menurut UU No.13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga 3. kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. HOME
  • 5.
    Pengartian Ketenagakerjaan •Tenaga kerja(sumber daya manusia) merupakan modal yang sangat dominan dalam menyukseskan program pembangunan. Masalah ketenagakerjaan semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah penduduk, yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. HOME
  • 6.
    Kesempatan Kerja • Kesempatankerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari kerja. Namun bisa diartikan juga sebagai permintaan atas tenaga kerja. Tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting dalam roda perekonomian suatu negara, karena: 1. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi. 2. Sumber Daya Alam. 3. Kewiraswastaan. HOME
  • 7.
    Angkatan Kerja • Angkatankerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab, seperti patani yang sedang menunggu panen/hujan, pegawai yang sedang cuti, sakit, dan sebagainya. Disamping itu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedag mencari pekerjaan/mengharapkan dapat pekerjaan atau bekerja secara tidak optimal disebut pengangguran. • Bukan angkatan kerja adalah mereka yang sedang bersekolah, mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah, lanjut usia, cacat jasmani dan sebagainya, dan tidak melakukan suatu kegiatan yang dapat dimasukkan kedalam kategori bekerja, sementara tidak bekerja, atau mencari pekerjaan. HOME
  • 8.
  • 9.
    Pengertian Pengangguran • Pengangguranatau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekononomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah- masalah sosial lainnya. HOME
  • 10.
    Berbagai jenis pengangguran Berdasarkanjam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam: a.Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu. b.Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu. c.Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal. NEXT
  • 11.
    Berdasarkan penyebab terjadinya Berdasarkanpenyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 9 macam: a.Pengangguran friksional (frictional unemployment) Pengangguran friksional adalah pengangguran karena pekerja menunggu pekerjaan yang lebih baik. b.Pengangguran Struktural (Structural unemployment) Pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. c.Pengangguran Teknologi (Technology unemployment) Pengangguran yang disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang diterapkan. d.Pengangguran Siknikal Pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh masyarakat menurun. d.Pengangguran Musiman Pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim. Umumnya pada bidang pertanian , perikanan. Contoh lainnya, para petani. e.Setengah Menganggur Pengangguran dimana pekerja yang hanya bekerja dibawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari) f. Pengangguran Keahlian/Pengangguran Tidak Kentara HOME
  • 12.
    Penyebab Pengangguran • Pengangguranumumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu proses pembangunan. HOME
  • 13.
    Cara mengatasi pengangguran •1.Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. 2. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. 3. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja, atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan, kampus, dan balai latihan kerja. NEXT
  • 14.
    • 4. PertumbuhanEkonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Dalam situasi normal, pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Menurut Keynes, pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Di sejumlah Negara, pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. Pengangguran tidak disengaja, sebaliknya, terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. 5. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. 6. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu, pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. HOME
  • 15.
  • 16.
    Upaya Pemerintah MenigkatkanKetenagakerjaan Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah antara lain sebagai berikut: Membuka kesempatan kerja Menurut prof. soemitro djoyohadikoesoemo, usaha perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengembangan industry terutama industry padat karya dan 288 galeri pengetahuan social penyelengaraan proyek pekerjaan umum. Pengembangan industry dapat dilakukan dengan meningkatkan penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Penyelengaraan proyek pekerjaan umum dapat dilakukan dengan pembuatan jalan, jembatan, saluran air, bendungan, dan lain-lain. Perluasan tenaga kerja juga dapat dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengirimkan tenaga-tenaga kerja Indonesia ke luar negeri baik melalui departemen tenaga kerja maupun melewati perusahan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI). NEXT
  • 17.
     Mengurangi TingkatPengangguran Pengangguran merupakan salah satu permasalahan ketenagakerjaan. Menurutjohn maynard Keynes pengangguran tidak dapat dihapuskan, namun hanya dapat dikurangi. Pengurangan angka pengangguran hanya dapat terjadi dengan meningkatkan atau memperluas kesempatan kerja dan menurunkan jumlah angkatan kerja. Meningkatkan kualitas angkatan kerja dan tenaga kerja Kualitas kerja dapat ditingkatkan melalui usaha- usaha berikut. Latihan untuk pengembangan keahlian dan keteampilan kerja (profesionalisme) tenaga kerja dengan mendirikan balai-balai latihan kerja. Pemagangan melalui latihan kerja di tempat kerja. Perbaikan gizi dan kesehatan. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dan menyesuaikan keahlian masyarakat dengan kebutuhan dunia usaha melalui pendidikan formal, kursus- kursus kejuruan, dan lain-lain. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, pemerintah telah melakukan berbagai upaya sebagai berikut. Menetapkan upah minimum regional. Mengikutkan setiap pekerja dalam asuransi jaminan social tenaga kerja.  Menganjurkan kepada setiap perusahaan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja.  Mewajubkan kepada setiap perusahaan untuk memenuhi hak-hak tenaga kerja selain gaji, seperti hak cuti, hak istirahat, dan lain-lain.HOME
  • 18.
    Upaya suasta menigkatkanketenaga kerjaan. • Langkah yang dapat diambil oleh pihak swasta untuk ikut serta dalam upaya meningkatkan mutu tenaga kerja adalah bekerja sama dengansekolah atau kampus adalah menyediakan kesempatan bagi para siswa dan mahasiswa untuk kerja praktik atau magang di perusahaan yang bersangkutan. Program magang ini akan memberi pemahaman secara lebih baik kepada calon tenaga kerja mengenai dunia kerja yang sesungguhnya. • Dengan demikian, para calon tenaga kerja tersebut dapat mempersiapkan dirinya dengan berbagai kemampuan dan keterampilan yang memang dibutuhkan oleh dunia usaha. HOME
  • 19.
    Upaya individu menigkatkanketenaga kerjaan. • Beberapa langkah yang harus diambil oleh setiap individu dalam meningkatkan mutu dirinya adalah sebagai berikut. • Membekali diri dengan berbagai hal yang dikehendaki oleh perusahaan. • Dalam mencari kerja, seseorang harus membekali diri dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang disyaratkan oleh perusahaan secara umum, seperti keterampilan komputer, bahasa inggris, dan keahlian khusus sesuai peerjaan yang ditawarkan. • Menanamkan jiwa wirausaha. • Bekerja bukan hanya berarti bergabung dengan suatu instansi atau perusahaan. Bila belum atau tidak bekerja pada instansi atau perusahaan, seseorang bisa bekerja secara mandiri dengan berwirausaha, seperti berternak ayam, budidaya anggrek,atau berdagang. HOME
  • 20.
  • 21.
    Pengertian Sistem Upah •Sistem upah merupakan kebijakan dan strategi yang menentukan kompensasi yang diterima pekerja. Kompensasi ini merupakan bayaran atau upah yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas hasil kerja mereka. Bagi pekerja, masalah sistem upah merupakan masalah yang penting karena menyangkut keberlangsungan dan kesejahteraan hidup mereka. Oleh karenannya tidak heran bila dari buruh hingga direktur, tidak ada topik yang lebih menarik dan sensitif daripada masalah gaji. Isu – isu dikriminasi dan kesenjangan sosial bisa muncul karena adanya perbedaan gaji, buruh seringkali unjuk rasa menuntut kenaikan upah/gaji atau menuntut bonus belum keluar. Bahkan sering terjadi karyawan-karyawan dengan potensi baik pindah ke perusahaan lain karena merasa kurang dihargai secara finansial. • Bagi perusahaan permasalahan upah merupakan sesuatu yang penting dikarenakan upah bisa mencapai 80% dari biaya operasional perusahaan. Upah yang terlalu tinggi akan menghasilkan harga produk menjadi terlalu mahal untuk bersaing secara efektif di pasar, namun bila gaji yang dikenakan rendah maka akan membuat pekerja keluar, semangat kerja rendah, dan produktifitas kerja menurun sehingga tingkat produksi menjadi tidak efisien. HOME
  • 22.
    Secara mendasar, pemberianupah memiliki tiga tujuan sebagai berikut: • Menarik pekerja-pekerja berbakat agar masuk ke dalam perusahaan tersebut • Mempertahankan karyawan terbaik agar tidak pindah ke perusahaan lain • Memotivasi karyawan tersebut dalam bekerja HOME
  • 23.
    sebuah sistem pengupahandapat dikatakan baik jika sistem pengupahan itu: •Mampu memuaskan kebutuhan dasar pekerja, •Sebanding dengan perusahaan lain dibidang yang sama, •Memiliki sifat adil dalam perusahaan, •Menyadari fakta bahwa kebutuhan setiap orang adalah berbeda. HOME
  • 24.
    Ada tiga halyang dapat dijadikan pertimbangan dalam memberikan seberapa banyak upah yang harus diberikan kepada karyawan : • Tingkat Kebersaingan, perusahaan dalam memberikan gaji kepada karyawannya harus melihat bagaimana perusahaan serupa atau sejenis di pasar memberikan gaji kepada karyawannya. • Struktur Upah, perusahaan harus menentukan tingkat upah bagi semua posisi di dalam perusahaan. Struktur ini dibangun berdasarkan evaluasi pekerjaan untuk menentukkan seberapa penting peerjaan tersebut di dalam oerusahaan. • Performa Karyawan, dasar pemberian upah berdasarkan hasil kerja pegawai adalah masalah pertambahan nilai, jika pegawai dapat meningkatkan kinerjanya sehinggaperusahaan dapat mencapai target yang ditetapkan maka karyawan tersebut layak diberikan upah yang lebih baik HOME
  • 25.
    Sistem Upah Di Indonesiadikenal beberapa sistem pemberian upah, yaitu : • 1. Upah menurut waktu Sistem upah dimana besarnya upah didasarkan pada lama bekerja seseorang. Satuan waktu dihitung per jam, per hari, per minggu atau per bulan. Misalnya pekerja bangunan dibayar per hari / minggu. • 2. Upah menurut satuan hasil Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada jumlah barang yang dihasilkan oleh seseorang. Satuan hasil dihitung per potong barang, per satuan panjang, atau per satuan berat. Misal upah pemetik daun teh dihitung per kilo. • 3. Upah borongan Menurut sistem ini pembayaran upah berdasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi dan penerima pekerjaan. Misalnya upah untuk memperbaiki mobil yang rusak, membangun rumah dll. • 4. Sistem bonus Sistem bonus adalah pembayaran tambahan diluar upah atau gaji yang ditujukan untuk merangsang (memberi insentif) agar pekerja dapat menjalankan tugasnya lebih baik dan penuh tanggungjawab, dengan harapan keuntungan lebih tinggi. Makin tinggi keuntungan yang diperoleh makin besar bonus yang diberikan pada pekerja. • 5. Sistem mitra usaha Dalam sistem ini pembayaran upah sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan, tetapi saham tersebut tidak diberikan kepada perorangan melainkan pada organisasi pekerja di perusahaan tersebut. Dengan demikian hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja dapat ditingkatkan menjadi hubungan antara perusahaan dan mitra kerja. HOME
  • 26.
    Upah Minimum Propinsi(UMP) & KebutuhanHidup Minimum(KHM) • Kebijakan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) Di Indonesia pemerintah menetapkan upah minimum yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Upah minimum tiap-tiap daerah berbeda-beda, karena memiliki keragaman sumberdaya, adat istiadat dan kebudayaan serta struktur ekonomi dan kinerjanya HOME
  • 27.
    Tabel Kenaikan UMR/ UMP Setiap Tahun Nya HOME