KELOMPOK VI
KONSTITUSI
PUTRA
ANDRI
SARI
A. Pengertian Konstitusi
Konstitusi berasal dari kata constitution (Bhs. Inggris) – constitutie (Bhs.
Belanda) – constituer (Bhs. Perancis), yang berarti membentuk, menyusun,
menyatakan. Dalam bahasa Indonesia, konstitusi diterjemahkan atau disamakan
artinya dengan UUD. Konstitusi menurut makna katanya berarti dasar susunan
suatu badan politik yang disebut negara. Konstitusi menggambarkan keseluruhan
sistem ketatanegaraan suatu negara, yaitu berupa kumpulan peraturan untuk
membentuk, mengatur, atau memerintah negara.
B. Istilah Konstitusi
Istilah konstitusi secara umum menggambarkan keseluruhan sistem
ketatanegaraan suatu negara, yaitu berupa kumpulan peraturan yang
membentuk mengatur atau memerintah negara, peraturan-peraturan
tersebut ada yang tertulis dan ada yang tidak tertulis.
Sehubungan dengan konstitusi ini para sarjana dan Ilmuan Hukum Tata
Negara terjadi perbedaan pendapat:
1. Kelompok yang menyamakan konstitusi dengan undang-undang;
2. Kelompok yang membedakan konstitusi dengan undang-undang.
C. Sifat dan Fungsi Konstitusi
Sifat pokok konstitusi
negara adalah fleksibel (luwes)
dan rigit (kaku). Konstitusi
negara memiliki sifat fleksibel /
luwes apabila konstitusi itu
memungkinkan adanya
perubahan sewaktu-waktu
sesuai perkembangan jaman
/dinamika masyarakatnya.
Sedangkan konstitusi negara
dikatakan rigit / kaku apabila
konstitusi itu sulit untuk
diubah kapanpun.
. Fungsi pokok konstitusi adalah
membatasi kekuasaan pemerintah
sedemikian rupa sehingga
penyelenggaraan kekuasaan tidak
bersifat sewenang-wenang.
Pemerintah sebagai suatu
kumpulan kegiatan yang
diselenggarakan oleh dan atas
nama rakyat, terkait oleh beberapa
pembatasan dalam konstitusi
negara sehigga menjamin bahwa
kekuasaan yang dipergunakan
untuk memerintah itu tidak
disalahgunakan.
D.TUJUAN KONSTITUSI E. PENTINGNYA KONSTITUSI
DALAM NEGARA
 Secara garis besar
konstitusi bertujuan
untuk membatasi
tindakan sewenang-
wenang pemerintah,
menjamin hak-hak
pihak yang diperintah
(rakyat) dan
menetapkan
pelaksanaan kekuasaan
yang berdaulat.
 Konsekuensi logis dari
kenyataan bahwa tanpa
konstitusi negara tidak
mungkin terbentuk,
maka konstitusi
menempati posisi yang
sangat krusial dalam
kehidupan
ketatanegaraan suatu
negara. Negara dan
konstitusi merupakan
lembaga yang tidak
dapat dipisahkan satu
dengan yang lain.
 Dalam UUD 1945 menyediakan satu pasal yang
berkenaan dengan caraperubahan UUD, yaitu pasal 37 yang
menyebutkan:
 1. Untuk mengubah UUD sekurang-kuranngnya 2/3
daripada anggota MPR harus hadir;
 2. Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-
kurangnya 2/3 jumlah angggota yang hadir.
Pasal 37 terrsebut mengandung tiga norma, yaitu:
1. Bahwa wewenang untuk mengubah UUD ada pada MPR
sebagai lembaga tertinggi negara;
2. Bahwa untuk mengubah UUD, kuorum yang dipenuhi
sekurang-kurangnya adalh 2/3 dari sejumlah anggota MPR;
3. Bahwa putusan tentang perubahan UUD adalah sah apabila
disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota MPR
yang hadir.
Dalam sejarahnya, Undang-Undang Dasar 1945
dirancang sejak 29 Mei 1945 sampai 16 Juni 1945 oleh
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai
dalam bahasa Jepang yang beranggotakan 21 orang,
diketuai Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai wakil
dengan 19 orang anggota yang terdiri dari 11 orang
wakil dari Jawa,3 orang dari Sumatra, dan masing-
masing 1 wakil dari Kalimantan, Maluku, dan Sunda
kecil. BPUPKI ditetapkan berdasarkan Maklumat
Gunseikan Nomor 23 bersamaan dengan ultah Tenno
Heika pada tanggal 29 April 1945
Konstitusi dapat di klasifikasikan sebagi
berikut :
A. Konstitusi tertulias dan tidak tertulis
B. Konstitusi Fleksibel dan Konstitusi Kaku
C. Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi
derajat tidak tinggi
D. Konstitusi serikat dan konstitusi
kesatuan
Kelompok 6 pkn 2

Kelompok 6 pkn 2

  • 1.
  • 2.
    A. Pengertian Konstitusi Konstitusiberasal dari kata constitution (Bhs. Inggris) – constitutie (Bhs. Belanda) – constituer (Bhs. Perancis), yang berarti membentuk, menyusun, menyatakan. Dalam bahasa Indonesia, konstitusi diterjemahkan atau disamakan artinya dengan UUD. Konstitusi menurut makna katanya berarti dasar susunan suatu badan politik yang disebut negara. Konstitusi menggambarkan keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu negara, yaitu berupa kumpulan peraturan untuk membentuk, mengatur, atau memerintah negara. B. Istilah Konstitusi Istilah konstitusi secara umum menggambarkan keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu negara, yaitu berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur atau memerintah negara, peraturan-peraturan tersebut ada yang tertulis dan ada yang tidak tertulis. Sehubungan dengan konstitusi ini para sarjana dan Ilmuan Hukum Tata Negara terjadi perbedaan pendapat: 1. Kelompok yang menyamakan konstitusi dengan undang-undang; 2. Kelompok yang membedakan konstitusi dengan undang-undang.
  • 3.
    C. Sifat danFungsi Konstitusi Sifat pokok konstitusi negara adalah fleksibel (luwes) dan rigit (kaku). Konstitusi negara memiliki sifat fleksibel / luwes apabila konstitusi itu memungkinkan adanya perubahan sewaktu-waktu sesuai perkembangan jaman /dinamika masyarakatnya. Sedangkan konstitusi negara dikatakan rigit / kaku apabila konstitusi itu sulit untuk diubah kapanpun. . Fungsi pokok konstitusi adalah membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. Pemerintah sebagai suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat, terkait oleh beberapa pembatasan dalam konstitusi negara sehigga menjamin bahwa kekuasaan yang dipergunakan untuk memerintah itu tidak disalahgunakan.
  • 4.
    D.TUJUAN KONSTITUSI E.PENTINGNYA KONSTITUSI DALAM NEGARA  Secara garis besar konstitusi bertujuan untuk membatasi tindakan sewenang- wenang pemerintah, menjamin hak-hak pihak yang diperintah (rakyat) dan menetapkan pelaksanaan kekuasaan yang berdaulat.  Konsekuensi logis dari kenyataan bahwa tanpa konstitusi negara tidak mungkin terbentuk, maka konstitusi menempati posisi yang sangat krusial dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara. Negara dan konstitusi merupakan lembaga yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.
  • 5.
     Dalam UUD1945 menyediakan satu pasal yang berkenaan dengan caraperubahan UUD, yaitu pasal 37 yang menyebutkan:  1. Untuk mengubah UUD sekurang-kuranngnya 2/3 daripada anggota MPR harus hadir;  2. Putusan diambil dengan persetujuan sekurang- kurangnya 2/3 jumlah angggota yang hadir. Pasal 37 terrsebut mengandung tiga norma, yaitu: 1. Bahwa wewenang untuk mengubah UUD ada pada MPR sebagai lembaga tertinggi negara; 2. Bahwa untuk mengubah UUD, kuorum yang dipenuhi sekurang-kurangnya adalh 2/3 dari sejumlah anggota MPR; 3. Bahwa putusan tentang perubahan UUD adalah sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota MPR yang hadir.
  • 6.
    Dalam sejarahnya, Undang-UndangDasar 1945 dirancang sejak 29 Mei 1945 sampai 16 Juni 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai dalam bahasa Jepang yang beranggotakan 21 orang, diketuai Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai wakil dengan 19 orang anggota yang terdiri dari 11 orang wakil dari Jawa,3 orang dari Sumatra, dan masing- masing 1 wakil dari Kalimantan, Maluku, dan Sunda kecil. BPUPKI ditetapkan berdasarkan Maklumat Gunseikan Nomor 23 bersamaan dengan ultah Tenno Heika pada tanggal 29 April 1945
  • 7.
    Konstitusi dapat diklasifikasikan sebagi berikut : A. Konstitusi tertulias dan tidak tertulis B. Konstitusi Fleksibel dan Konstitusi Kaku C. Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi derajat tidak tinggi D. Konstitusi serikat dan konstitusi kesatuan