Konstitusi Negara Indonesia

Aisyah N.H
•
•
•
•
•

Pengertian Dasar Negara

HUBUNGAN DASAR
NEGARA DENGAN
KONSTITUSI

Herman Heller
Oliver Cromwell
Lasalle
Bolingbroke
C.F. Strong

Pengertian Konstitusi

Sifat dan Fungsi Konstitusi
Substansi Konstitusi
Negara

Kedudukan Konstitusi
Cara Membentuk dan Meru-bah
Konstitusi
PENGERTIAN KONSTITUSI

Pengertian luas
”Konstitusi” berarti keseluruhan
dari ketentuan-ketentuan dasar
atau hukum dasar (droit
constitunelle). Konstitusi, ada yg
dalam bentuk dokumen tertulis
ada juga yang tidak tertulis
(pelopor Bolingbroke).

Pengertian sempit (terbatas)
”Konstitusi” berarti piagam dasar
atau undang-undang dasar
(loi constitunelle), yaitu suatu
dokumen lengkap mengenai
peraturan-peraturan dasar
negara, contoh UUD 1945
(pelopor Lord Bryce dan C.F.
Strong).
Konstitusi
Herman Heller
Pendapat

Oliver Cromwell
Lasalle
Struycken

Konstitusi ≠ UUD

Konstitusi = UUD

• Herman Heller, Konstitusi mempunyai arti yang lebih luas dari
pada Undang-Undang Dasar.

• Struycken, Konstitusi adalah Undang-Undang Dasar. Konstitusi
memuat garis-garis besar dan asas tentang organisasi dari pada
negara.
C. SUBSTANSI KONSTITUSI NEGARA

Sifat Konstitusi
Sifat Umum Konstitusi :
 Normatif, aturan yang harus ditaati oleh penyelenggara
negara dan warga negaranya.
 Nominal, pilihan pasal yg dilaksanakan oleh penguasa.
 Semantik, UUD hanya sebagai simbol sedangkan aturan
bernegara menurut kemauan politik penguasa.
Sifat pokok konstitusi negara :
 Flexible, agar mudah mengikuti perkembangan jaman (Inggris
dan Selandia Baru).

 Rigid, agar tidak mudah dirubah hukum dasarnya (Amerika,
Kanada, Jerman dan Indonesia)
K
O
N
S
T
I
T
U
S
I

Sifat Umum

Flexible/Luwes
Rigid / Kaku

Ditentukan
Dengan
Ukuran

Cara Merubah Konstitusi
Apakah Konstitusi itu mudah atau tidak
mengikuti perkembangan jaman
FUNGSI KONSTITUSI
Fungsi Pokok, Konstitusi
atau UUD adl untuk
membatasi kekuasaan
pemerintah agar tidak
sewenang-wenang,
sehingga hak-hak warga
negara dapat terlindung
(Konstitusionalisme).

Fungsi Umum :
 Kontrol Penyelenggaraan
negara,
 Indikator keberhasilan
pemerintahan,
 Kontrak sosial antara warga
negara dengan
penyelenggara negara.
Memuat tentang ;

Substansi
Konstitusi










Tujuan negara,
Lembaga negara,
Pembagian kekuasaan,
Hak asasi manusia,
Sistem pemerintahan,
Hubungan pusat dan daerah,
Prosedur penyelesaian pertikaian,
Pengawasan penjabat negara &
perubahan konstitusi.
CARA PEMBENTUKAN & MENGUBAH KONSTITUSI
1) Cara Pembentukan
No

Dengan Cara

Keterangan

1.

Pemberian

 Raja memberikan suatu UUD, dan kekuasaan akan
dijalankan oleh suatu badan tertentu.
 UUD itu timbul, karena takut akan timbul revolusi. Dng
UUD kekuasaan raja dibatasi.

2.

Sengaja
Dibentuknya

 Pembuatan suatu UUD dilakukan setelah negara itu
didirikan.

3.

Cara
Revolusi

 Pemerintahan baru hasil revolusi, dng perse-tujuan
rakyat/pemerintah mengambil suatu permusyawaratan
untuk menetapkan UUD.

4.

Cara Evolusi

 Melakukann perubahan secara berangsur-angsur
membentuk UUD baru.
2) CARA MENGUBAH
No

Dengan Cara

Keterangan

1.

Oleh Badan
Legislatif/
Perundangan
Biasa

Dilakukan oleh Badan Legislatif, hanya harus dengan
syarat yang lebih berat dari pada membuat undangundang biasa (bukan Undang-Undang Dasar).

2.

Referandum

Yaitu dengan jalan pemungutan suara diantara rakyat
yang mempunyai hak suara.

3

Oleh Badan
Khusus

Badan khusus yang bertugas hanya untuk mengubah
Undang-Undang Dasar saja.

4.

Khusus di Negara Perubahan UUD itu baru dapat terjadi jika mayoritas
Federasi
negara-negara bagian dari federasi itu tadi menyetujui
perubahan.
SEJARAH KONSTITUSI YANG ADA DI INDONESIA

• Periode berlakunya UUD 1945:

18 Agustus 1945 - 27 Desember 1949

• Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949:
27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950

• Periode UUDS ' 50:

17 agustus 1950 - 5 juli 1959

• Periode kembalinya ke UUD 1945:
5 juli 1959-1966

• Periode UUD 1945 masa orde baru:
11 maret 1966- 21 mei 1998

• Periode Transisi:

21 mei 1998 - 19 Oktober 1999

• Periode UUD 1945 Amandemen:
21 Oktober 1999 - Sekarang

Konstitusi negara indonesia

  • 1.
  • 2.
    • • • • • Pengertian Dasar Negara HUBUNGANDASAR NEGARA DENGAN KONSTITUSI Herman Heller Oliver Cromwell Lasalle Bolingbroke C.F. Strong Pengertian Konstitusi Sifat dan Fungsi Konstitusi Substansi Konstitusi Negara Kedudukan Konstitusi Cara Membentuk dan Meru-bah Konstitusi
  • 3.
    PENGERTIAN KONSTITUSI Pengertian luas ”Konstitusi”berarti keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau hukum dasar (droit constitunelle). Konstitusi, ada yg dalam bentuk dokumen tertulis ada juga yang tidak tertulis (pelopor Bolingbroke). Pengertian sempit (terbatas) ”Konstitusi” berarti piagam dasar atau undang-undang dasar (loi constitunelle), yaitu suatu dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan dasar negara, contoh UUD 1945 (pelopor Lord Bryce dan C.F. Strong).
  • 4.
    Konstitusi Herman Heller Pendapat Oliver Cromwell Lasalle Struycken Konstitusi≠ UUD Konstitusi = UUD • Herman Heller, Konstitusi mempunyai arti yang lebih luas dari pada Undang-Undang Dasar. • Struycken, Konstitusi adalah Undang-Undang Dasar. Konstitusi memuat garis-garis besar dan asas tentang organisasi dari pada negara.
  • 5.
    C. SUBSTANSI KONSTITUSINEGARA Sifat Konstitusi Sifat Umum Konstitusi :  Normatif, aturan yang harus ditaati oleh penyelenggara negara dan warga negaranya.  Nominal, pilihan pasal yg dilaksanakan oleh penguasa.  Semantik, UUD hanya sebagai simbol sedangkan aturan bernegara menurut kemauan politik penguasa.
  • 6.
    Sifat pokok konstitusinegara :  Flexible, agar mudah mengikuti perkembangan jaman (Inggris dan Selandia Baru).  Rigid, agar tidak mudah dirubah hukum dasarnya (Amerika, Kanada, Jerman dan Indonesia) K O N S T I T U S I Sifat Umum Flexible/Luwes Rigid / Kaku Ditentukan Dengan Ukuran Cara Merubah Konstitusi Apakah Konstitusi itu mudah atau tidak mengikuti perkembangan jaman
  • 7.
    FUNGSI KONSTITUSI Fungsi Pokok,Konstitusi atau UUD adl untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak sewenang-wenang, sehingga hak-hak warga negara dapat terlindung (Konstitusionalisme). Fungsi Umum :  Kontrol Penyelenggaraan negara,  Indikator keberhasilan pemerintahan,  Kontrak sosial antara warga negara dengan penyelenggara negara.
  • 8.
    Memuat tentang ; Substansi Konstitusi         Tujuannegara, Lembaga negara, Pembagian kekuasaan, Hak asasi manusia, Sistem pemerintahan, Hubungan pusat dan daerah, Prosedur penyelesaian pertikaian, Pengawasan penjabat negara & perubahan konstitusi.
  • 9.
    CARA PEMBENTUKAN &MENGUBAH KONSTITUSI 1) Cara Pembentukan No Dengan Cara Keterangan 1. Pemberian  Raja memberikan suatu UUD, dan kekuasaan akan dijalankan oleh suatu badan tertentu.  UUD itu timbul, karena takut akan timbul revolusi. Dng UUD kekuasaan raja dibatasi. 2. Sengaja Dibentuknya  Pembuatan suatu UUD dilakukan setelah negara itu didirikan. 3. Cara Revolusi  Pemerintahan baru hasil revolusi, dng perse-tujuan rakyat/pemerintah mengambil suatu permusyawaratan untuk menetapkan UUD. 4. Cara Evolusi  Melakukann perubahan secara berangsur-angsur membentuk UUD baru.
  • 10.
    2) CARA MENGUBAH No DenganCara Keterangan 1. Oleh Badan Legislatif/ Perundangan Biasa Dilakukan oleh Badan Legislatif, hanya harus dengan syarat yang lebih berat dari pada membuat undangundang biasa (bukan Undang-Undang Dasar). 2. Referandum Yaitu dengan jalan pemungutan suara diantara rakyat yang mempunyai hak suara. 3 Oleh Badan Khusus Badan khusus yang bertugas hanya untuk mengubah Undang-Undang Dasar saja. 4. Khusus di Negara Perubahan UUD itu baru dapat terjadi jika mayoritas Federasi negara-negara bagian dari federasi itu tadi menyetujui perubahan.
  • 11.
    SEJARAH KONSTITUSI YANGADA DI INDONESIA • Periode berlakunya UUD 1945: 18 Agustus 1945 - 27 Desember 1949 • Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949: 27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950 • Periode UUDS ' 50: 17 agustus 1950 - 5 juli 1959 • Periode kembalinya ke UUD 1945: 5 juli 1959-1966 • Periode UUD 1945 masa orde baru: 11 maret 1966- 21 mei 1998 • Periode Transisi: 21 mei 1998 - 19 Oktober 1999 • Periode UUD 1945 Amandemen: 21 Oktober 1999 - Sekarang