MAKALAH 
“Kebijakan Pendidikan Sekolah dan Madrasah” 
(Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Fungsi Kebijakan Pendidikan 
Sekolah/Madrasah) 
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen 
Sekolah dan Madrasah 
Dosen pengampu : Dr. Subiyantoro, M. Ag 
Disusun oleh : 
Abdau Qur’ani Habib (12490128) 
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM 
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN 
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA 
YOGYAKARTA 
2014
KATA PENGANTAR 
Atas berkat rahmat Allah SWT, saya dari kelompok 7 mata kuliah 
Manajemen Sekolah dan Madrasah dapat menyusun dan menyelesaikan makalah 
mengenai materi “Kebijakan Pendidikan Sekolah dan Madrasah (Pengertian, 
Tujuan, Prinsip, dan Fungsi Kebijakan Pendidikan Sekolah/Madrasah)”. 
Maksud penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas perkuliahan 
mata kuliah Manajemen Sekolah dan Madrasah yang diselenggarakan di semester 
V ini. 
Hanya doa kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas anugerah yang 
saya terima. Dan penulis harap karya ini dapat membawa manfaat bagi kemajuan 
ilmu pengetahuan pada khususnya serta bagi masyarakat pada umumnya. 
Akhir kata tiada gading yang tak retak, tiada karya dan karsa yang 
sempurna sehingga saran dan kritik yang membangun, akan penulis terima demi 
kesempurnaan makalah ini. Dan semoga segala amal kita selalu dapat diterima 
dan diridhoi-Nya.
DAFTAR ISI 
Kata Pengantar .................................................................................................. 
Daftar Isi ........................................................................................................... 
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 
A. Latar Belakang Masalah........................................................................ 
B. Rumusan Masalah ................................................................................. 
C. Tujuan Penulisan ................................................................................... 
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 
A. Pengertian Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Sekolah ................... 
B. Tujuan dari Kebijakan Pendidikan ........................................................ 
C. Prinsip-Prinsip dalam Kebijakan Pendidikan ........................................ 
D. Fungsi-Fungsi Kebijakan dalam Pendidikan ......................................... 
BAB III PENUTUP .......................................................................................... 
A. Kesimpulan ............................................................................................ 
B. Daftar Pustaka.......................................................................................
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 
Sistem pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang 
Sisdiknas merupakan bahan atau pedoman dalam pelaksanaan proses 
pendidikan maupun mengadakan standarisasi pendidikan. Dan hal ini 
mencakup ke dalam komponen-komponen pendidikan baik dalam segi 
konsep, teknis, maupun aplikasi yang tentunya berperan penting dalam 
keberhasilan dan kesuksesan pencapaian tujuan pendidikan nasional. 
Selain itu, sistem pendidikan nasional juga menjadi acuan dalam 
pembuatan kebijakan pendidikan maupun manajemen pendidikan baik di 
tingkat nasional, daerah, maupun sekolah. Yang semuanya bertujuan untuk 
menyiapkan maupun memproses sumber daya manusia (SDM) yang 
memiliki kompetensi serta kualitas yang optimal dalam upaya 
pembangunan nasional serta meningkatkan kinerja yang mempunyai daya 
saing tinggi. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan mempunyai posisi 
yang sangat urgent serta sangat menentukan arah serta jalur dalam proses 
pendidikan itu sendiri. Karena sekali salah langkah dalam pengambilan 
keputusan untuk menentukan kebijakan pendidikan yang akan diambil, 
maka hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas mutu pendidikan dari 
tingkat satuan pendidikan sampai nasional. Agar dampak negatif dapat 
dikurangi bahkan dihindari, maka diperlukan suatu efektivitas dan 
efisiensi dalam proses kebijakan pendidikan dengan memahami secara 
mendalam hakikat kebijakan pendidikan itu sendiri.
B. Rumusan Masalah 
1) Apakah yang dimaksud dengan kebijakan pendidikan dan kebijakan 
sekolah? 
2) Apakah tujuan dari kebijakan pendidikan? 
3) Bagaimana prinsip-prinsip dalam kebijakan pendidikan? 
4) Bagaimana fungsi- fungsi dari kebijakan dalam pendidikan? 
C. Tujuan Penulisan 
1) Mahasiswa mampu memahami pengertian kebijakan pendidikan dan 
kebijakan sekolah. 
2) Mahasiswa dapat mengerti tujuan dari kebijakan pendidikan. 
3) Mahasiswa dapat mengetahui prinsip-prinsip dalam kebijakan 
pendidikan. 
4) Mahasiswa mampu memahami fungsi-fungsi dari kebijakan dalam 
pendidikan.
BAB II 
PEMBAHASAN 
A. Pengertian Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Sekolah 
Kebijakan Pendidikan terdiri dari dua kata yaitu kebijakan (policy) dan 
pendidikan (education). Kebijakan dapat diartikan sebagai: kepandaian; 
kemahiran; kebijaksanaan; atau rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis 
besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, 
dan cara bertindak; pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai 
garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran; garis haluan.1 
Sedangkan Pendidikan dapat diartikan sebagai hak asasi manusia, kunci 
pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian serta stabilitas dalam suatu 
negeri.2 
Kebijakan pendidikan merupakan rumusan dari berbagai cara untuk 
mewujudkan tujuan pendidikan nasional.3 Kebijakan pendidikan adalah 
keseluruhan proses dan hasil perumusan langkah-langkah strategis pendidikan 
yang dijabarkan dari visi, misi pendidikan, dalam rangka untuk mewujudkan 
tercapainya tujuan pendidikan dalam suatu masyarakat untuk suatu kurun 
waktu tertentu.4 Menurut Onisimus, kebijakan pendidikan apabila dikaitkan 
dengan kebijakan publik ialah proses, aktivitas, strategi, prosedur, dan 
alternatif langkah-langkah yang digunakan untuk memecahkan permasalahan 
pendidikan nasional yang ditetapkan secara komprehensif dalam suatu kurun 
waktu tertentu.5 
1 Onisimus Amtu, Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah Konsep, Strategi, dan 
Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 207 
2 Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan menuju 
Organisasi Sekolah Efektif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 58 
3 H. A. R. Tilaar, Kekuasaan dan Pendidikan Manajemen Pendidikan Nasional dalam Pusaran 
Kekuasaan (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 7 
4 H. A. R Tilaar, Kebijakan Pendidikan Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan 
Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 140 
5 Onisimus Amtu, Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah Konsep, Strategi, dan 
Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 213
Jadi, kebijakan pendidikan dapat disimpulkan sebagai suatu rangkaian 
kegiatan yang meliputi perumusan, analisis, implementasi, 
monitoring/pemantauan serta evaluasi seputar masalah pendidikan yang 
diterapkan dalam menjawab tantangan pendidikan dan diberlakukan dan 
diperbarui secara periodik. 
Adapun pengertian kebijakan sekolah menurut Duke dan Canady 
(1991: 2) adalah kerja sama dan keputusan oleh individu atau keinginan 
kelompok dengan kewenangan yang sah dari dewan sekolah, pengawas, 
administrator sekolah atau komite sekolah dan tanggung jawab bagi kontrak 
negosiasi.6 Dalam arti lain, kebijakan sekolah merupakan kebijakan pendidikan 
yang telah memasuki tingkat satuan pendidikan setempat yang dilakukan 
secara mutualistik serta mandiri dengan melibatkan sumber daya yang dimiliki 
sekolah maupun pihak-pihak yang terkait langsung dengan proses 
implementasi kebijakan di sekolah. 
B. Tujuan dari Kebijakan Pendidikan 
Dilihat dari pemahaman tentang pandangan-pandangan dasar tujuan 
kebijakan apabila dihubungkan dengan dunia pendidikan7 dapat 
dikelompokkan menjadi: 
1. Tujuan Kebijakan Dilihat dari Sisi Tingkatan Masyarakat 
Tujuan kebijakan disini dapat diamati dan ditelusuri dari hakikat 
tujuan pendidikan yang universal. Hal tersebut merupakan analisis pada 
fakta dan realita yang tersebar luas di masyarakat dan dikarenakan 
pendidikan dalam arti umum merupakan suatu proses yang mentransfer 
nilai-nilai yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa baik dari 
segi pengetahuan maupun karakter. 
6 Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan menuju 
Organisasi Sekolah Efektif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 118 
7 Yoyon Bahtiar Irianto, Kebijakan Pembaruan Pendidikan Konsep, Teori, dan Model (Jakarta: 
RajaGrafindo Persada, 2012), hlm. 56-64
2. Tujuan Kebijakan Dilihat dari Sisi Tingkatan Politisi 
Tujuan kebijakan ini dapat diamati dan ditelusuri dari sumbangan 
pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkatan sosial yang 
berbeda. Pendidikan yang telah menjadi suatu kebijakan publik diharapkan 
dapat memberikan kontribusi yang positif supaya tercipta generasi 
masyarakat dalam aspek keseimbangan antara hak dan kewajiban sehingga 
wawasan, sikap, dan perilakunya semakin demokratis. 
3. Tujuan Kebijakan Dilihat dari Sisi Tingkatan Ekonomi 
Tujuan kebijakan ini dapat dilihat dan ditelusuri dari kesadaran 
pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang, yang didasarkan 
pada beberapa alasan yaitu: 
a) Pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekadar 
pertumbuhan ekonomi. Dalam bidang ekonomi, pendidikan dapat 
berperan sebagai pasokan energi yang terus menjamin keberlangsungan 
serta pengembangan ekonomi karena pendidikan merupakan dasar yang 
perlu dikuasai untuk memacu produktivitas serta kinerja perekonomian 
secara nasional. Selain itu, pendidikan dapat menjadi benteng pertahanan 
yang kokoh untuk memajukan kesejahteraan dengan menciptakan 
berbagai usaha kreatif serta inovatif dalam rangka upaya pengurangan 
angka pengangguran yang terjadi terutama di negara tertinggal maupun 
berkembang bahkan di negara maju.
b) Investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih 
tinggi daripada investasi fisik di bidang lain. Pendidikan mempunyai 
kedudukan yang cukup signifikan terutama ketika seseorang telah 
mengenyam pendidikan dalam menggali dan mengaktualisasikan potensi 
diri dan mempunyai kompetensi yang cukup mumpuni sesuai dengan 
bidangnya masing-masing. Namun, di sini perlu digarisbawahi bahwa 
investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan 
pendidikan. Karena semakin tinggi tingkatan pendidikan, maka semakin 
kecil manfaat sosialnya. Hal ini disebabkan semakin tinggi jenjang 
pendidikan maka akan semakin mengerucutkan kajian ilmu pengetahuan 
yang akan dibahas dan dikuasai. 
Tentunya untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan perlu 
dilakukan suatu pembaruan dalam setiap kebijakan pendidikan mulai dari 
proses perumusan sampai pengimplementasian. Hal ini bertujuan untuk 
menggunakan suatu pijakan dalam melakukan analisis terhadap kebijakan yang 
telah diputuskan. Analisis kebijakan tersebut harus didasarkan pada nilai dan 
tujuan bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk 
mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan 
ekonomi. Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya 
manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, 
serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator 
hasil pendidikan yang baik.8 
8 Yoyon Bahtiar Irianto, Kebijakan Pembaruan Pendidikan Konsep, Teori, dan Model (Jakarta: 
RajaGrafindo Persada, 2012), hlm. 63-64
C. Prinsip-Prinsip dalam Kebijakan Pendidikan 
Dalam kaitan dengan pembahasan mengenai kebijakan pendidikan 
adalah sebagai kebijakan publik, maka berikut dikemukakan beberapa prinsip: 
1. Nilai-nilai pendidikan harus mewarnai setiap kebijakan negara dalam 
berbagai bidang (ekonomi, sosial, budaya, hukum, perdagangan, dan lain-lain) 
sehingga aspek-aspek kemanusiaan, keadilan sosial, keadilan ekonomi, 
pemerataan pembangunan, keadilan hukum, dan sebagainya mencerminkan 
kepribadian suatu bangsa yang bermoral dan bermartabat. Jadi, nilai-nilai 
pendidikan harus berperan secara proaktif untuk memasuki semua ranah 
bidang yang berkembang dalam masyarakat sejalan dengan era globalisasi 
yang semakin cepat serta memberikan pengaruh yang besar dalam 
kehidupan di masyarakat. 
2. Pendidikan harus terbebas dari intervensi kekuasaan dan konflik 
kepentingan. Namun, pada kenyataannya pendidikan tidak dapat dipisahkan 
sebagai alat untuk merayu masyarakat secara umum dalam perebutan 
kekuasaan terutama ketika pada masa kampanye pemilihan umum baik 
tingkat pusat maupun daerah. Hal tersebut mengakibatkan penentuan 
pembuat kebijakan pendidikan dalam hal ini pemerintah pusat akan 
dipengaruhi oleh nuansa politis dan sarat dengan kepentingan tertentu. 
3. Nilai-nilai pendidikan harus menjiwai sistem perpolitikan dan prinsip 
penyelenggaraan negara dan tata kelola pemerintahan. Pendidikan berperan 
memberikan masukan berupa penguasaan kompetensi serta aspek 
keprofesionalitas dan tidak kalah pentingnya juga harus mengubah moral 
dalam dunia perpolitikan maupun pengelolaan pemerintahan yang selama 
ini dicap negatif dan tidak mencerminkan sebagai individu yang memiliki 
moralitas yang terdidik.
4. Nilai-nilai pendidikan harus menjadi spirit yang menjiwai kepribadian dan 
budaya bangsa yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda 
tetapi tetap satu). Pendidikan mempunyai peran penting yang bertugas 
untuk menyatukan dan memberikan keseimbangan bahwa masing-masing 
individu meskipun memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda yang 
dilatarbelakangi oleh kebudayaan mereka tidak menyurutkan untuk 
senantiasa saling menghargai dan menghormati demi tercapainya 
pemerataan pendidikan secara nyata. 
5. Pendidikan harus menjadi garda terdepan dari suatu proses perubahan dan 
menjadi lokomotif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena 
pendidikan merupakan pusat atau inti dari perkembangan serta 
pengembangan peradaban berbagai macam bangsa dengan cara mengubah 
pola pikir atau mindset yang diaktualisasikan secara langsung dalam 
kehidupan serta mempunyai andil yang besar sebagai agen perubahan untuk 
memajukan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Namun, tetap 
mengedepankan kearifan lokal yang menjadi ciri dan kepribadian bangsa. 
D. Fungsi-Fungsi Kebijakan dalam Pendidikan 
Kebijakan dalam pendidikan ditetapkan oleh pemerintah yang mengatur 
pengelolaan sekolah yang tidak terbatas pada kurikulum, pedagogi, dan 
penilaiannya, tetapi juga kondisi guru dan pemeliharaan sarana fisik sekolah. 
Adapun menurut Nanang Fattah, fungsi kebijakan dalam pendidikan adalah: 
1. Menyediakan akuntabilitas norma budaya yang menurut pemerintah perlu 
ada dalam pendidikan. Hal ini berkaitan erat dengan karakter kepribadian 
yang sangat beragam dan berbeda-beda. Selain itu, perlu dimasukannya 
muatan pelajaran pendidikan karakter terhadap masing-masing sekolah di 
mana sekolah harus konsekuen dan bertanggung jawab untuk bertugas 
menjalankan maupun memasukan pendidikan karakter sebagai penyedia 
layanan pendidikan.
2. Melembagakan mekanisme akuntabilitas untuk mengukur kinerja siswa dan 
guru. Evaluasi maupun pengawasan pendidikan diperlukan untuk menjamin 
ataupun menilai kualitas pendidikan didasarkan pada subjek maupun objek 
pendidikan. Untuk itu, perlu diupayakan pendirian suatu lembaga 
independen dan mandiri yang bertugas khusus untuk melakukan kegiatan 
evaluasi dan pengawasan sehingga sekolah dalam menjalankan proses 
pendidikannya dapat terkontrol dengan baik.9 
Sedangkan menurut Pongtuluran, (1995: 7) fungsi kebijakan dalam 
pendidikan sebagai berikut: 
1. Pedoman untuk bertindak. Hal ini mengungkapkan bahwa kebijakan 
pendidikan mempunyai posisi yang sentral dalam menentukan suatu acuan 
dalam implementasi program pendidikan serta sebagai tuntunan ke mana 
arah sistem pendidikan akan tertuju dan berjalan. 
2. Pembatas perilaku. Apabila dikaitkan dengan pendidikan kebijakan 
pendidikan tidak dapat dilepaskan dari norma serta aturan dalam setiap 
tindakan yang diaktualisasikan berkaitan dengan aktivitas pendidikan. Ini 
diperlukan untuk membatasi sikap yang tidak sesuai atau sejalan bahkan 
bertentangan dengan tujuan pendidikan. 
3. Bantuan bagi pengambil keputusan. Kebijakan pendidikan di sini adalah 
sebagai ujung tombak dalam mengambil keputusan yang tepat dan benar 
setelah melalui serangkaian proses perumusan oleh para pembuat kebijakan 
pendidikan dan sesuai dengan tuntutan stakeholders yang berkepentingan di 
dunia pendidikan.10 
9 Nanang Fattah, Analisis Kebijakan Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 132- 
133 
10 Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan menuju 
Organisasi Sekolah Efektif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 77-78
BAB III 
PENUTUP 
 Kesimpulan 
 Kebijakan pendidikan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang meliputi 
perumusan, analisis, implementasi, monitoring/pemantauan serta evaluasi 
seputar masalah pendidikan yang diterapkan dalam menjawab tantangan 
pendidikan dan diberlakukan dan diperbarui secara periodik. 
 Tujuan dari kebijakan pendidikan diantaranya yaitu: apabila dikaitkan 
dengan tingkatan masyarakat tujuannya berkaitan dengan upaya 
menselaraskan dengan pendidikan secara universal; apabila dikaitkan 
dengan tingkatan politisi tujuannya pada sasaran objek pendidikan dalam 
rangka upaya menyeimbangkan porsi hak dan kewajiban untuk mewujudkan 
kehidupan yang demokratis; dan apabila dikaitkan dengan tingkatan 
ekonomi tujuannya sebagai investasi jangka panjang yang berhubungan 
dengan pengembangan perekonomian serta nilai balik pendidikan. 
 Prinsip-prinsip dalam kebijakan pendidikan diantaranya sebagai berikut: 
nilai-nilai pendidikan harus mewarnai setiap kebijakan negara dalam 
berbagai bidang (ekonomi, sosial, budaya, hukum, perdagangan, dan lain-lain); 
pendidikan harus terbebas dari intervensi kekuasaan dan konflik 
kepentingan; nilai-nilai pendidikan harus menjiwai sistem perpolitikan dan 
prinsip penyelenggaraan negara dan tata kelola pemerintahan; nilai-nilai 
pendidikan harus menjadi spirit yang menjiwai kepribadian dan budaya 
bangsa yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi 
tetap satu); pendidikan harus menjadi garda terdepan dari suatu proses 
perubahan dan menjadi lokomotif perkembangan ilmu pengetahuan dan 
teknologi. 
 Fungsi-fungsi kebijakan dalam pendidikan diantaranya ialah: menyediakan 
akuntabilitas norma budaya yang menurut pemerintah perlu ada dalam 
pendidikan; melembagakan mekanisme akuntabilitas untuk mengukur 
kinerja siswa dan guru.
DAFTAR PUSTAKA 
Amtu, Onisimus. 2013. Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah Konsep, 
Strategi, dan Implementasi. Bandung: Alfabeta. 
Fattah, Nanang. 2013. Analisis Kebijakan Pendidikan. Bandung: Remaja 
Rosdakarya. 
Irianto, Bahtiar, Yoyon. 2012. Kebijakan Pembaruan Pendidikan Konsep, Teori, 
dan Model. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 
Syafaruddin. 2008. Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan 
Aplikasi Kebijakan menuju Organisasi Sekolah Efektif. Jakarta: Rineka Cipta. 
Tilaar, H. A. R. 2009. Kebijakan Pendidikan Pengantar untuk Memahami 
Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik . 
Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 
Tilaar, H. A. R. 2009. Kekuasaan dan Pendidikan Manajemen Pendidikan 
Nasional dalam Pusaran Kekuasaan. Jakarta: Rineka Cipta.

Kebijakan Pendidikan

  • 1.
    MAKALAH “Kebijakan PendidikanSekolah dan Madrasah” (Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Fungsi Kebijakan Pendidikan Sekolah/Madrasah) Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sekolah dan Madrasah Dosen pengampu : Dr. Subiyantoro, M. Ag Disusun oleh : Abdau Qur’ani Habib (12490128) JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Atasberkat rahmat Allah SWT, saya dari kelompok 7 mata kuliah Manajemen Sekolah dan Madrasah dapat menyusun dan menyelesaikan makalah mengenai materi “Kebijakan Pendidikan Sekolah dan Madrasah (Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Fungsi Kebijakan Pendidikan Sekolah/Madrasah)”. Maksud penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas perkuliahan mata kuliah Manajemen Sekolah dan Madrasah yang diselenggarakan di semester V ini. Hanya doa kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas anugerah yang saya terima. Dan penulis harap karya ini dapat membawa manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan pada khususnya serta bagi masyarakat pada umumnya. Akhir kata tiada gading yang tak retak, tiada karya dan karsa yang sempurna sehingga saran dan kritik yang membangun, akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini. Dan semoga segala amal kita selalu dapat diterima dan diridhoi-Nya.
  • 3.
    DAFTAR ISI KataPengantar .................................................................................................. Daftar Isi ........................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. A. Latar Belakang Masalah........................................................................ B. Rumusan Masalah ................................................................................. C. Tujuan Penulisan ................................................................................... BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. A. Pengertian Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Sekolah ................... B. Tujuan dari Kebijakan Pendidikan ........................................................ C. Prinsip-Prinsip dalam Kebijakan Pendidikan ........................................ D. Fungsi-Fungsi Kebijakan dalam Pendidikan ......................................... BAB III PENUTUP .......................................................................................... A. Kesimpulan ............................................................................................ B. Daftar Pustaka.......................................................................................
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Sisdiknas merupakan bahan atau pedoman dalam pelaksanaan proses pendidikan maupun mengadakan standarisasi pendidikan. Dan hal ini mencakup ke dalam komponen-komponen pendidikan baik dalam segi konsep, teknis, maupun aplikasi yang tentunya berperan penting dalam keberhasilan dan kesuksesan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Selain itu, sistem pendidikan nasional juga menjadi acuan dalam pembuatan kebijakan pendidikan maupun manajemen pendidikan baik di tingkat nasional, daerah, maupun sekolah. Yang semuanya bertujuan untuk menyiapkan maupun memproses sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi serta kualitas yang optimal dalam upaya pembangunan nasional serta meningkatkan kinerja yang mempunyai daya saing tinggi. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan mempunyai posisi yang sangat urgent serta sangat menentukan arah serta jalur dalam proses pendidikan itu sendiri. Karena sekali salah langkah dalam pengambilan keputusan untuk menentukan kebijakan pendidikan yang akan diambil, maka hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas mutu pendidikan dari tingkat satuan pendidikan sampai nasional. Agar dampak negatif dapat dikurangi bahkan dihindari, maka diperlukan suatu efektivitas dan efisiensi dalam proses kebijakan pendidikan dengan memahami secara mendalam hakikat kebijakan pendidikan itu sendiri.
  • 5.
    B. Rumusan Masalah 1) Apakah yang dimaksud dengan kebijakan pendidikan dan kebijakan sekolah? 2) Apakah tujuan dari kebijakan pendidikan? 3) Bagaimana prinsip-prinsip dalam kebijakan pendidikan? 4) Bagaimana fungsi- fungsi dari kebijakan dalam pendidikan? C. Tujuan Penulisan 1) Mahasiswa mampu memahami pengertian kebijakan pendidikan dan kebijakan sekolah. 2) Mahasiswa dapat mengerti tujuan dari kebijakan pendidikan. 3) Mahasiswa dapat mengetahui prinsip-prinsip dalam kebijakan pendidikan. 4) Mahasiswa mampu memahami fungsi-fungsi dari kebijakan dalam pendidikan.
  • 6.
    BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Sekolah Kebijakan Pendidikan terdiri dari dua kata yaitu kebijakan (policy) dan pendidikan (education). Kebijakan dapat diartikan sebagai: kepandaian; kemahiran; kebijaksanaan; atau rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak; pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran; garis haluan.1 Sedangkan Pendidikan dapat diartikan sebagai hak asasi manusia, kunci pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian serta stabilitas dalam suatu negeri.2 Kebijakan pendidikan merupakan rumusan dari berbagai cara untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.3 Kebijakan pendidikan adalah keseluruhan proses dan hasil perumusan langkah-langkah strategis pendidikan yang dijabarkan dari visi, misi pendidikan, dalam rangka untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan dalam suatu masyarakat untuk suatu kurun waktu tertentu.4 Menurut Onisimus, kebijakan pendidikan apabila dikaitkan dengan kebijakan publik ialah proses, aktivitas, strategi, prosedur, dan alternatif langkah-langkah yang digunakan untuk memecahkan permasalahan pendidikan nasional yang ditetapkan secara komprehensif dalam suatu kurun waktu tertentu.5 1 Onisimus Amtu, Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah Konsep, Strategi, dan Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 207 2 Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan menuju Organisasi Sekolah Efektif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 58 3 H. A. R. Tilaar, Kekuasaan dan Pendidikan Manajemen Pendidikan Nasional dalam Pusaran Kekuasaan (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 7 4 H. A. R Tilaar, Kebijakan Pendidikan Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 140 5 Onisimus Amtu, Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah Konsep, Strategi, dan Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 213
  • 7.
    Jadi, kebijakan pendidikandapat disimpulkan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang meliputi perumusan, analisis, implementasi, monitoring/pemantauan serta evaluasi seputar masalah pendidikan yang diterapkan dalam menjawab tantangan pendidikan dan diberlakukan dan diperbarui secara periodik. Adapun pengertian kebijakan sekolah menurut Duke dan Canady (1991: 2) adalah kerja sama dan keputusan oleh individu atau keinginan kelompok dengan kewenangan yang sah dari dewan sekolah, pengawas, administrator sekolah atau komite sekolah dan tanggung jawab bagi kontrak negosiasi.6 Dalam arti lain, kebijakan sekolah merupakan kebijakan pendidikan yang telah memasuki tingkat satuan pendidikan setempat yang dilakukan secara mutualistik serta mandiri dengan melibatkan sumber daya yang dimiliki sekolah maupun pihak-pihak yang terkait langsung dengan proses implementasi kebijakan di sekolah. B. Tujuan dari Kebijakan Pendidikan Dilihat dari pemahaman tentang pandangan-pandangan dasar tujuan kebijakan apabila dihubungkan dengan dunia pendidikan7 dapat dikelompokkan menjadi: 1. Tujuan Kebijakan Dilihat dari Sisi Tingkatan Masyarakat Tujuan kebijakan disini dapat diamati dan ditelusuri dari hakikat tujuan pendidikan yang universal. Hal tersebut merupakan analisis pada fakta dan realita yang tersebar luas di masyarakat dan dikarenakan pendidikan dalam arti umum merupakan suatu proses yang mentransfer nilai-nilai yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa baik dari segi pengetahuan maupun karakter. 6 Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan menuju Organisasi Sekolah Efektif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 118 7 Yoyon Bahtiar Irianto, Kebijakan Pembaruan Pendidikan Konsep, Teori, dan Model (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012), hlm. 56-64
  • 8.
    2. Tujuan KebijakanDilihat dari Sisi Tingkatan Politisi Tujuan kebijakan ini dapat diamati dan ditelusuri dari sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkatan sosial yang berbeda. Pendidikan yang telah menjadi suatu kebijakan publik diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif supaya tercipta generasi masyarakat dalam aspek keseimbangan antara hak dan kewajiban sehingga wawasan, sikap, dan perilakunya semakin demokratis. 3. Tujuan Kebijakan Dilihat dari Sisi Tingkatan Ekonomi Tujuan kebijakan ini dapat dilihat dan ditelusuri dari kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang, yang didasarkan pada beberapa alasan yaitu: a) Pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Dalam bidang ekonomi, pendidikan dapat berperan sebagai pasokan energi yang terus menjamin keberlangsungan serta pengembangan ekonomi karena pendidikan merupakan dasar yang perlu dikuasai untuk memacu produktivitas serta kinerja perekonomian secara nasional. Selain itu, pendidikan dapat menjadi benteng pertahanan yang kokoh untuk memajukan kesejahteraan dengan menciptakan berbagai usaha kreatif serta inovatif dalam rangka upaya pengurangan angka pengangguran yang terjadi terutama di negara tertinggal maupun berkembang bahkan di negara maju.
  • 9.
    b) Investasi pendidikanmemberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi daripada investasi fisik di bidang lain. Pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup signifikan terutama ketika seseorang telah mengenyam pendidikan dalam menggali dan mengaktualisasikan potensi diri dan mempunyai kompetensi yang cukup mumpuni sesuai dengan bidangnya masing-masing. Namun, di sini perlu digarisbawahi bahwa investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan pendidikan. Karena semakin tinggi tingkatan pendidikan, maka semakin kecil manfaat sosialnya. Hal ini disebabkan semakin tinggi jenjang pendidikan maka akan semakin mengerucutkan kajian ilmu pengetahuan yang akan dibahas dan dikuasai. Tentunya untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan perlu dilakukan suatu pembaruan dalam setiap kebijakan pendidikan mulai dari proses perumusan sampai pengimplementasian. Hal ini bertujuan untuk menggunakan suatu pijakan dalam melakukan analisis terhadap kebijakan yang telah diputuskan. Analisis kebijakan tersebut harus didasarkan pada nilai dan tujuan bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator hasil pendidikan yang baik.8 8 Yoyon Bahtiar Irianto, Kebijakan Pembaruan Pendidikan Konsep, Teori, dan Model (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012), hlm. 63-64
  • 10.
    C. Prinsip-Prinsip dalamKebijakan Pendidikan Dalam kaitan dengan pembahasan mengenai kebijakan pendidikan adalah sebagai kebijakan publik, maka berikut dikemukakan beberapa prinsip: 1. Nilai-nilai pendidikan harus mewarnai setiap kebijakan negara dalam berbagai bidang (ekonomi, sosial, budaya, hukum, perdagangan, dan lain-lain) sehingga aspek-aspek kemanusiaan, keadilan sosial, keadilan ekonomi, pemerataan pembangunan, keadilan hukum, dan sebagainya mencerminkan kepribadian suatu bangsa yang bermoral dan bermartabat. Jadi, nilai-nilai pendidikan harus berperan secara proaktif untuk memasuki semua ranah bidang yang berkembang dalam masyarakat sejalan dengan era globalisasi yang semakin cepat serta memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan di masyarakat. 2. Pendidikan harus terbebas dari intervensi kekuasaan dan konflik kepentingan. Namun, pada kenyataannya pendidikan tidak dapat dipisahkan sebagai alat untuk merayu masyarakat secara umum dalam perebutan kekuasaan terutama ketika pada masa kampanye pemilihan umum baik tingkat pusat maupun daerah. Hal tersebut mengakibatkan penentuan pembuat kebijakan pendidikan dalam hal ini pemerintah pusat akan dipengaruhi oleh nuansa politis dan sarat dengan kepentingan tertentu. 3. Nilai-nilai pendidikan harus menjiwai sistem perpolitikan dan prinsip penyelenggaraan negara dan tata kelola pemerintahan. Pendidikan berperan memberikan masukan berupa penguasaan kompetensi serta aspek keprofesionalitas dan tidak kalah pentingnya juga harus mengubah moral dalam dunia perpolitikan maupun pengelolaan pemerintahan yang selama ini dicap negatif dan tidak mencerminkan sebagai individu yang memiliki moralitas yang terdidik.
  • 11.
    4. Nilai-nilai pendidikanharus menjadi spirit yang menjiwai kepribadian dan budaya bangsa yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Pendidikan mempunyai peran penting yang bertugas untuk menyatukan dan memberikan keseimbangan bahwa masing-masing individu meskipun memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda yang dilatarbelakangi oleh kebudayaan mereka tidak menyurutkan untuk senantiasa saling menghargai dan menghormati demi tercapainya pemerataan pendidikan secara nyata. 5. Pendidikan harus menjadi garda terdepan dari suatu proses perubahan dan menjadi lokomotif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena pendidikan merupakan pusat atau inti dari perkembangan serta pengembangan peradaban berbagai macam bangsa dengan cara mengubah pola pikir atau mindset yang diaktualisasikan secara langsung dalam kehidupan serta mempunyai andil yang besar sebagai agen perubahan untuk memajukan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Namun, tetap mengedepankan kearifan lokal yang menjadi ciri dan kepribadian bangsa. D. Fungsi-Fungsi Kebijakan dalam Pendidikan Kebijakan dalam pendidikan ditetapkan oleh pemerintah yang mengatur pengelolaan sekolah yang tidak terbatas pada kurikulum, pedagogi, dan penilaiannya, tetapi juga kondisi guru dan pemeliharaan sarana fisik sekolah. Adapun menurut Nanang Fattah, fungsi kebijakan dalam pendidikan adalah: 1. Menyediakan akuntabilitas norma budaya yang menurut pemerintah perlu ada dalam pendidikan. Hal ini berkaitan erat dengan karakter kepribadian yang sangat beragam dan berbeda-beda. Selain itu, perlu dimasukannya muatan pelajaran pendidikan karakter terhadap masing-masing sekolah di mana sekolah harus konsekuen dan bertanggung jawab untuk bertugas menjalankan maupun memasukan pendidikan karakter sebagai penyedia layanan pendidikan.
  • 12.
    2. Melembagakan mekanismeakuntabilitas untuk mengukur kinerja siswa dan guru. Evaluasi maupun pengawasan pendidikan diperlukan untuk menjamin ataupun menilai kualitas pendidikan didasarkan pada subjek maupun objek pendidikan. Untuk itu, perlu diupayakan pendirian suatu lembaga independen dan mandiri yang bertugas khusus untuk melakukan kegiatan evaluasi dan pengawasan sehingga sekolah dalam menjalankan proses pendidikannya dapat terkontrol dengan baik.9 Sedangkan menurut Pongtuluran, (1995: 7) fungsi kebijakan dalam pendidikan sebagai berikut: 1. Pedoman untuk bertindak. Hal ini mengungkapkan bahwa kebijakan pendidikan mempunyai posisi yang sentral dalam menentukan suatu acuan dalam implementasi program pendidikan serta sebagai tuntunan ke mana arah sistem pendidikan akan tertuju dan berjalan. 2. Pembatas perilaku. Apabila dikaitkan dengan pendidikan kebijakan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari norma serta aturan dalam setiap tindakan yang diaktualisasikan berkaitan dengan aktivitas pendidikan. Ini diperlukan untuk membatasi sikap yang tidak sesuai atau sejalan bahkan bertentangan dengan tujuan pendidikan. 3. Bantuan bagi pengambil keputusan. Kebijakan pendidikan di sini adalah sebagai ujung tombak dalam mengambil keputusan yang tepat dan benar setelah melalui serangkaian proses perumusan oleh para pembuat kebijakan pendidikan dan sesuai dengan tuntutan stakeholders yang berkepentingan di dunia pendidikan.10 9 Nanang Fattah, Analisis Kebijakan Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 132- 133 10 Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan menuju Organisasi Sekolah Efektif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 77-78
  • 13.
    BAB III PENUTUP  Kesimpulan  Kebijakan pendidikan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang meliputi perumusan, analisis, implementasi, monitoring/pemantauan serta evaluasi seputar masalah pendidikan yang diterapkan dalam menjawab tantangan pendidikan dan diberlakukan dan diperbarui secara periodik.  Tujuan dari kebijakan pendidikan diantaranya yaitu: apabila dikaitkan dengan tingkatan masyarakat tujuannya berkaitan dengan upaya menselaraskan dengan pendidikan secara universal; apabila dikaitkan dengan tingkatan politisi tujuannya pada sasaran objek pendidikan dalam rangka upaya menyeimbangkan porsi hak dan kewajiban untuk mewujudkan kehidupan yang demokratis; dan apabila dikaitkan dengan tingkatan ekonomi tujuannya sebagai investasi jangka panjang yang berhubungan dengan pengembangan perekonomian serta nilai balik pendidikan.  Prinsip-prinsip dalam kebijakan pendidikan diantaranya sebagai berikut: nilai-nilai pendidikan harus mewarnai setiap kebijakan negara dalam berbagai bidang (ekonomi, sosial, budaya, hukum, perdagangan, dan lain-lain); pendidikan harus terbebas dari intervensi kekuasaan dan konflik kepentingan; nilai-nilai pendidikan harus menjiwai sistem perpolitikan dan prinsip penyelenggaraan negara dan tata kelola pemerintahan; nilai-nilai pendidikan harus menjadi spirit yang menjiwai kepribadian dan budaya bangsa yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu); pendidikan harus menjadi garda terdepan dari suatu proses perubahan dan menjadi lokomotif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Fungsi-fungsi kebijakan dalam pendidikan diantaranya ialah: menyediakan akuntabilitas norma budaya yang menurut pemerintah perlu ada dalam pendidikan; melembagakan mekanisme akuntabilitas untuk mengukur kinerja siswa dan guru.
  • 14.
    DAFTAR PUSTAKA Amtu,Onisimus. 2013. Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: Alfabeta. Fattah, Nanang. 2013. Analisis Kebijakan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Irianto, Bahtiar, Yoyon. 2012. Kebijakan Pembaruan Pendidikan Konsep, Teori, dan Model. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Syafaruddin. 2008. Efektivitas Kebijakan Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan menuju Organisasi Sekolah Efektif. Jakarta: Rineka Cipta. Tilaar, H. A. R. 2009. Kebijakan Pendidikan Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tilaar, H. A. R. 2009. Kekuasaan dan Pendidikan Manajemen Pendidikan Nasional dalam Pusaran Kekuasaan. Jakarta: Rineka Cipta.