OLEH
SUHARMIN
441413058
KIMIA B
Karli(2003:2) menyatakan konstruktivisme
adalah salah satu pandangan tentang proses
pembelajaran yang menyatakan bahwa
dalam proses belajar (perolehan
pengetahuan) diawali dengan terjadinya
konflik kognitif yang hanya dapat diatasi
melalui pengetahuan diri dan pada akhir
proses belajar pengetahuan akan dibangun
oleh anak melalui pengalamannya dari hasil
interkasi dengan lingkungannya.
PENGERTIAN KONSTRUKTIVISME
 Pengetahuan dibangun berdasarkan pengalaman atau
pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
 Belajar adalah merupakan penafsiran personal tentang dunia
 Belajar merupakan proses yang aktif dimana makna
dikembangkan berdasarkan pengalaman
 Pengetahuan tumbuh karena adanya perundingan (negosiasi)
makna melalui berbagai informasi atau menyepakati suatu
pandangan dalam berinteraksi atau bekerja sama dengan
orang lain
 Belajar harus disituasikan dalam latar (setting) yang realistik,
penilaian harus terintegrasi dengan tugas dan bukan
merupakan kegiatan yang terpisah. (Yuleilawati, 2004 :54).
CIRI-CIRI KONSTRUKTIVISME
 Siswa Sebagai Individu yang Unik
 Self Regulated Leaner(Pembelajar yang dapat
mengelola diri sendiri )
 Tanggung jawab Pembelajaran
 Motivasi Pembelajaran
 Peran Guru Sebagai Fasilitator
 Kolaborasi Antarpembelajar
 Proses Top-Down(Proses dari Atas ke Bawah)
KONSEP DASAR KONSTRUKTIVISME
1) Konstruktivisme Personal
KP kadang kala dikenal sebagai konstruktivisme
psikologis, yang memandang bahwa
pembentukan pengetahuan adalah sepenuhnya
persoalan individu. KP sangat menekankan
pentingnya peranan individu dalam proses
pembentukan ilmu pengetahuan (Suparno, 1997:
44).
MACAM-MACAM KONSTRUKTIVISME
2) Konstruktivisme Sosial
Konstruktivisme sosial menekankan bahwa pembentukan
ilmu pengetahuan merupakan hasil pembentukan individu
bersama-sama dengan masyarakat sekitarnya.
KS mengakui peranan komunitas ilmiah di mana
ilmu pengetahuan ”dibangun” dan dimonitori oleh
lembaga keilmuan.
Pada hakikatnya IPA dapat dipandang dari tiga dimensi
yaitu IPA sebagai proses, IPA sebagai produk dan
pengembangan sikap ilmiah. Ketiga dimensi tersebut saling
terkait, pembelajaran IPA diharapkan dapat
mengembangkan ketiga aspek IPA tersebut (Sri Sulistyorini,
2007).
dalam pembelajaran IPA perlu diterapkan kegiatan-
kegiatan agar siswa mampu menemukan pengetahuan atau
konsep sendiri melalui pengalamannya sendiri dengan cara
melakukan pengamatan, percobaan dan diskusi tentang
gejala alam. Alternatif yang dapat ditempuh adalah dalam
pembelajaran menerapkan pendekatan konstruktivisme.
Konstruktivisme mengajarkan tentang sifat dasar
bagaimana siswa belajar.
KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN IPA
Menurut konstruktivisme belajar adalah
Constructing understanding atau knowledge dengan
cara mencocokkan fenomena, ide atau aktivitas yang
baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki atau
dipelajari. Kata kunci konstruktivisme adalah to
construct. Dalam pembelajaran konstruktivisme peran
guru membantu siswa agar informasi yang dipelajari
menjadi bermakna bagi siswa yaitu dengan cara
memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan
sendiri atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan
mengajak siswa agar sadar menggunakan strategi
mereka sendiri untuk belajar.
Kapita selekta sains

Kapita selekta sains

  • 1.
  • 2.
    Karli(2003:2) menyatakan konstruktivisme adalahsalah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) diawali dengan terjadinya konflik kognitif yang hanya dapat diatasi melalui pengetahuan diri dan pada akhir proses belajar pengetahuan akan dibangun oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interkasi dengan lingkungannya. PENGERTIAN KONSTRUKTIVISME
  • 3.
     Pengetahuan dibangunberdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya.  Belajar adalah merupakan penafsiran personal tentang dunia  Belajar merupakan proses yang aktif dimana makna dikembangkan berdasarkan pengalaman  Pengetahuan tumbuh karena adanya perundingan (negosiasi) makna melalui berbagai informasi atau menyepakati suatu pandangan dalam berinteraksi atau bekerja sama dengan orang lain  Belajar harus disituasikan dalam latar (setting) yang realistik, penilaian harus terintegrasi dengan tugas dan bukan merupakan kegiatan yang terpisah. (Yuleilawati, 2004 :54). CIRI-CIRI KONSTRUKTIVISME
  • 4.
     Siswa SebagaiIndividu yang Unik  Self Regulated Leaner(Pembelajar yang dapat mengelola diri sendiri )  Tanggung jawab Pembelajaran  Motivasi Pembelajaran  Peran Guru Sebagai Fasilitator  Kolaborasi Antarpembelajar  Proses Top-Down(Proses dari Atas ke Bawah) KONSEP DASAR KONSTRUKTIVISME
  • 5.
    1) Konstruktivisme Personal KPkadang kala dikenal sebagai konstruktivisme psikologis, yang memandang bahwa pembentukan pengetahuan adalah sepenuhnya persoalan individu. KP sangat menekankan pentingnya peranan individu dalam proses pembentukan ilmu pengetahuan (Suparno, 1997: 44). MACAM-MACAM KONSTRUKTIVISME
  • 6.
    2) Konstruktivisme Sosial Konstruktivismesosial menekankan bahwa pembentukan ilmu pengetahuan merupakan hasil pembentukan individu bersama-sama dengan masyarakat sekitarnya. KS mengakui peranan komunitas ilmiah di mana ilmu pengetahuan ”dibangun” dan dimonitori oleh lembaga keilmuan.
  • 7.
    Pada hakikatnya IPAdapat dipandang dari tiga dimensi yaitu IPA sebagai proses, IPA sebagai produk dan pengembangan sikap ilmiah. Ketiga dimensi tersebut saling terkait, pembelajaran IPA diharapkan dapat mengembangkan ketiga aspek IPA tersebut (Sri Sulistyorini, 2007). dalam pembelajaran IPA perlu diterapkan kegiatan- kegiatan agar siswa mampu menemukan pengetahuan atau konsep sendiri melalui pengalamannya sendiri dengan cara melakukan pengamatan, percobaan dan diskusi tentang gejala alam. Alternatif yang dapat ditempuh adalah dalam pembelajaran menerapkan pendekatan konstruktivisme. Konstruktivisme mengajarkan tentang sifat dasar bagaimana siswa belajar. KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN IPA
  • 8.
    Menurut konstruktivisme belajaradalah Constructing understanding atau knowledge dengan cara mencocokkan fenomena, ide atau aktivitas yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki atau dipelajari. Kata kunci konstruktivisme adalah to construct. Dalam pembelajaran konstruktivisme peran guru membantu siswa agar informasi yang dipelajari menjadi bermakna bagi siswa yaitu dengan cara memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar.