Jaringan kolenkim adalah jaringan penguat pada tumbuhan yang masih tumbuh dan berkembang. Terdiri dari sel-sel panjang dan lentur yang tersusun dari selulosa, pektin, dan air. Berfungsi sebagai penyangga pada organ tumbuhan muda.
JARINGAN KOLENKIM
Oleh Kelompok5:
1. Anggraeni Windi R 03
2. El Medina Aulia P 08
3. Puspita Ayu A P N 23
4. Yopy Novitasari 31
5. Zidane Afkarusyawwala P 32
2.
Apa itu KOLENKIM?
Kolenkimmerupakan jaringan mekanik
atau jaringan penguat yang berperan penting
sebagai jaringan penguat terutama pada organ-
organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan.
Asal Usul JaringanKolenkim
Kolenkim dibentuk oleh sejumlah sel
memanjang yang menyerupai sel prokambium
dan berkembang dalam stadium awal
promeristem.
Kolenkim yang menyatu dengan jaringan
vascular berasal dari prokambium dan yang
terpisah dari jaringan vaskular berasal dari
meristem dasar.
5.
Susunan Jaringan Kolenkim
Jaringankolenkim tersusun oleh sel-sel
yang hidup, bentuk selnya sedikit memanjang,
umumnya memiliki dinding dengan penebalan
yang tidak teratur dan hanya memiliki dinding
primer, lunak, lentur dan tidak berlignin.
Kolenkim mengandung selulosa,
hemiselulosa, pektin, manan dan air dengan
kadar air yang tinggi.
6.
Ciri Ciri JaringanKolenkim
• Tersusun atas sel-sel kolenkim (sel-sel hidup) yang bervariasi, tetapi umumnya berbentuk ramping
memanjang sepanjang 2 mm. Sel-sel kolenkim terpendek berbentuk prisma seperti sel-sel parenkim.
Serta hidup berkelompok dalam bentuk untaian.
• Memiliki dinding sel primer yang mengalami penebalan yang tidak merata. Penebalan tersebut
disebabkan oleh adanya penumpukan senyawa selulosa, pektat, hemiselulosa, dan air.
• Dinding sel-sel kolenkim tidak mengandung lignin (zat kayu) sehingga bersifat fleksibel, liat / plastis
(dapat meregang ireversibe / tidak kembali kekeadaan semula dengan pertumbuhan organ), dan
dapat meluas.
• Tidak memiliki dinding sel sekunder
• Mengandung protoplasma
• Parenkim itu berfungsi sebagai jaringan penyokog pada organ muda yang sedang tumbuh, misalnya
pada tumbuhan menerna ( herbaceus ) dan bahkan pada organ dewasa.
• Kolenkim seperti halnya parenkim, dapat berisi kloroplas. Kolenkim yang mirip dengan parenkim
berisi banyak kloroplas, sedangkan kolenkim khusus yang terdiri atas sel yang sempit memanjang,
hanya sedikit atau tidak mengandung kloroplas sama sekali.
7.
• Sel kolenkimdapat juga berisi tanin.
• Kolenkim terdapat di dalam batang, daun, bunga,
buah dan akar. Kolenkim berkembang terutama
jika mendapat sinar.
• Pada batang terdapat sebagai suatu silinder atau
berbentuk pita memanjang ( membujur )
• Pada daun kolenkim terdapat pada satu atau
kedua sisi tulang daun,dan sepanjang tepi daun.
• Dinding selkolenkim terdiri atas lapisan yang
berselang seling, kaya akan selulosa dengan
sedikit pectin dan lapisan lain dengan sedikit
selulosa dan kaya akan pectin pada bahan segar,
air dalam seluruh dinding sel kurang lebih 67%.
• Ukuran dan bentuk sel kolenkim beragam.
Ada berbentuk prisma pendek.
Mirip sel parenkim
Panjang seperti serabut dengan ujung meruncing.
10.
Letak Jaringan Kolenkim
Kolenkimdapat ditemukan pada batang, daun
serta pada bagian bunga, buah dan akar terutama
jika akar tersebut terkena cahaya. Ciri khas
kolenkim adalah terdapat di tepi batang dan
daun.
Kolenkim tidak terbentuk pada batang dan
daun monocotyledone yang sejak perkembangan
awalnya telah membentuk sklerenkim.
11.
Pada batang, kolenkimdapat membentuk silinder penuh
atau tersusun menjadi berkas yang memanjang sejajar
sumbu batang.
Pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun
utama atau pada satu sisi saja serta terdapat pula
disepanjang tepi daun.
Biasanya kolenkim terdapat langsung di bawah
epidermis sehingga dinding dalam sel epidermis atau
kadang-kadang seluruh dinding sel epidermis akan
menebal seperti pada dinding sel kolenkim.
Bentuk Kolenkim
Sel kolenkimdapat berupa prisma pendek atau
bisa pula panjang seperti serat dengan ujungya
yang meruncing.
Namun yang khas adalah sel kolenkim cukup
panjang dan mirip serabut yang ujungnya
meruncing.
17.
Dinding Kolenkim
Dinding kolenkimterutama terdiri atas selulosa
dan senyawa berpektin dan mengandung banyak air.
Bahan segar dinding kolenkim mengandung air
sekitar 67%.
Fahn (1982) menyebutkan menurut Roelofsen
dinding sel kolenkim mengandung pektin 45%,
hemiselulosa 35% dan selulosa sekitar 20%.
Tipe tipe JaringanKolenkim
Menurut Muller terdapat tiga bentuk utama akibat
penebalan dinding sel kolenkim:
a). Kolenkim sudut atau kolenkim anguler
b). Kolenkim lempeng (lamellar atau tangensial)
c). Kolenkim lakuner
Duchaigne (1955 dalam Fahn, 1982) memberikan
tambahan satu tipe kolenkim lagi yaitu kolenkim
cincin (annuler).
Penebalan dinding selkolenkim ini terjadi
pada sudut-sudut sel pada penampang
melintang nya, penebalan ini tampak terjadi
pada tempat bertemunya tiga sel atau lebih,
seperti terdapat pada tangkai RUMEX, vitis,
Begonia, koleus, cuurbita, Morus, beta dan
pada batang Solanum tuberosum dan Atropa
belladonna.
•Kolenkim sudut ( angular kolenkim )
23.
Penebalan dinding selini
terjadi pada dinding-
dinding yang berbatasan
dengan ruang
antarsel.kolenkim lakuna
terdapat pada tangkai
beberapa spesies
compositae, misalnya
Salvia, malva, Athea,dan
Asclepias.
Kolenkim lamella
(lamellar kolenkim )
Penebalan dinding sel
kolenkim ini terjadi pada
dinding tangansial sel.
Kolenkim lamella
terdapat pada korteks
batang Sambucus nigra,
Rhamnus, dan tangkai
Cochlearia armoracia.
•Kolenkim lakuna
( lacunar kolenkim )
24.
Istilah kolenkim cincindiberi oleh
Dughaigne ( 1955 ) untuk tipe kolenkim yang
lumen sel nya pada penampang melintang
tampak melingkar. Muller ( 1890 )
menyebutnya knorpel-collenchyma.
Pengamtan terhadap kolenkim cincin dewasa
tampak adanya penebalan dinding sel secara
terus-menerus sehingga lumen sel akan
kehilangan bentuk sudutnya.
•Kolenkim cincin ( angular lolenkim )
25.
Fungsi Kolenkim
Kolenkim berfungsisebagai jaringan penyokong pada bagian
tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan basah.
Dinding yang tebal dan tertata erat membuatnya menjadi jaringan
yang kuat.
Sel serabut yang tertarik akan kembali ke panjang aslinya sedangkan
kolenkim akan tetap panjangnya setelah memperoleh tarikan atau
dengan kata lain serabut bersifat elastis sedangkan kolenkim bersifat
plastis.
Keplastisan kolenkim berubah seiring dengan usia. Jaringan yang tua
lebih keras dan lebih rapuh dibanding yang muda. Pada beberapa
tumbuhan kolenkim pada akhirnya mengalami sklerefikasi.