Jaringan Tumbuhan (HISTOLOGI)
apt. Tika Afriani, M.Farm
Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
OUTLINE
• Pengertian Jaringan
• Jaringan Meristem
• Jaringan Dewasa
2
Pengertian
• Histologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jaringan.
• Jaringan merupakan sekumpulan sel yang memiliki
fungsi dan sifat yang sama.
3
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan
tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu:
 Jaringan Meristem (Jaringan Embrional)
 Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)
1.
JARINGAN MERISTEM
(Jaringan Embrional)
• Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya
bersifat embrional artinya mampu terus-menerus membelah
sehingga menghasilkan sel anakan yang banyak.
• Sebagian sel-sel anakan tersebut ada yang tetap
mempertahankan diri sebagai meristem sementara sel-sel
anakan yang lain akan mengalami diferensiasi (perubahan
bentuk dan fungsi).
6
• Sel-sel yang mengalami diferensiasi tersebut keluar dari
meristem dan akhirnya menjadi tergabung ke dalam
jaringan lain dan menjadi suatu bagian utama dari
tumbuhan.
• Kelompok jaringan ini akan menjadi jaringan permanen.
7
Ciri jaringan meristem
1. Sel-selnya selalu membelah
2. Bentuk dan ukuran sel sama
3. Kaya protoplasma
4. Dinding sel tipis
5. Isi sel tidak mengandung kristal dan cadangan makanan
6. Sel memiliki satu/dua inti sel yang besar
7. Vakuola/rongga sel belum ada/sangat kecil
8
Jaringan meristem berdasarkan asal pembentukannya: 9
• jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan
masih dalam tingkat embrio.
Promeristem
• jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan
dewasa yang selnya aktif membelah. Umumnya
terdapat pada ujung batang dan akar, menyebabkan
perpanjangan batang dan akar (pertumbuhan
vertikal).
Meristem
Primer
• jaringan meristem yang berasal dari jaringan yang
telah mengalami diferensiasi. Contoh: kambium
(keluar membentuk floem, ke dalam membentuk
xylem). Menyebabkan batang bertambah besar.
Meristem
Sekunder
• Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Haberlandt,
promeristem akan berkembang menjadi protoderm,
prokambium, dan meristem dasar.
• Selanjutnya protoderm akan berdiferensiasi menjadi
jaringan epidermis, prokambium akan berdiferensiasi
menjadi jaringan pengangkut, sedangkan meristem dasar
akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar).
10
Meristem primer pada akar
12
Meristem sekunder
Jaringan meristem berdasarkan letaknya
• Terdapat diujung batang (pucuk) utama, ujung batang latelar, dan ujung
akar. Meristem apikal menyebabkan pemanjangan batang dan akar yang
disebut pertumbuhan primer.
Meristem
apikal/ujung
• Terdapat diantara jaringan dewasa/jaringan yang sudah berdiferensiasi.
Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan golongan rumput –
rumputan. Meristem interkalar menyebabkan pemanjangan ruas batang
dan menyebabkan terbentuknya bunga. Jaringan yang terbentuk adalah
jaringan primer.
Meristem
interkalar/antara
• Terletak memanjang sejajar permukaan batang atau akar, contohnya
kambium pembuluh (kambium vaskuler) dan kambium gabus (felogen).
Meristem latelar menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada
batang maupun akar, sehingga akar dan batang tersebut akan membesar.
Meristem
lateral/samping
13
14
2.
JARINGAN DEWASA
• Jaringan permanen adalah jaringan yang berasal dari
pembelahan sel –sel meristem primer maupun sekunder
yang telah berdiferensiasi atau telah mengalami
perubahan bentuk sesuai dengan fungsinya.
• Cirinya: telah mengalami diferensiasi, tidak membelah
lagi, bentuk permanen, rongga sel besar, dan dinding sel
sudah mengalami penebalan.
16
Berdasarkan fungsinya jaringan dewasa terbagi menjadi:
▸ Jaringan pelindung (epidermis)
▸ Jaringan dasar (parenkim)
▸ Jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim)
▸ Jaringan pengangkut (xylem dan floem)
▸ Jaringan gabus
1. Jaringan Pelindung (Epidermis)
• Jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ
tumbuhan seperti: daun, bunga, buah, biji, batang, dan
akar.
• Fungsi: melindungi bagian dalam tumbuhan dari
pengaruh luar yang merugikan, misalnya perubahan suhu,
kerusakan mekanik, hilangnya air melalui penguapan, dan
hilangnya zat-zat makanan.
18
Ciri jaringan epidermis
Terdiri dari sel hidup
Berbentuk persegi panjang/balok
Sel-sel rapat dan tidak memiliki
ruang antar sel
Tidak berklorofil
Dinding sel terdiri dari lignin,
kutikula, dan pektin.
Mempunyai derivat/modifikasi
seperti stomata (mulut daun),
trikoma (rambut), spina(duri),
velamen, sel kipas, litokis, dan
sel kersik.
19
20
2. Jaringan Dasar (Parenkim)
• Disebut juga jaringan dasar karena merupakan jaringan
penyusun sebagian besar organ tumbuhan.
• Parenkim paling sedikit terspesialisasi secara struktural.
• Disebut jaringan pengisi, karena mengisi ruang antarjaringan.
• Fungsi: berperan penting dalam semua proses fisiologi
(metabolisme) pada tumbuhan, yaitu mensintesis dan
menyimpan berbagai produk organik.
21
Ciri jaringan parenkim
• Sel-selnya merupakan sel hidup yang berukuran besar dan
tipis, serta umumnya berbentuk segi enam.
• Terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil
daun, daging buah, dan endosperma biji.
• Memiliki vakuola sentral yang besar.
• Dinding primer relatif tipis dan fleksibel.
• Mampu bersifat merismatik karena dapat membelah diri.
• Memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak
rapat.
22
• Jaringan parenkim dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis
jaringan parenkim lain, misalnya pada buah dan umbi parenkim
berdiferensiasi menjadi parenkim cadangan makanan yang
berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan.
• Pada daun, jaringan parenkim berdiferensiasi menjadi jaringan
palisade dan jaringan bunga karang, yang berfungsi untuk proses
fotosintesis.
• Parenkim yang mengandung kloroplas: klorenkim.
23
Parenkim berdasarkan fungsi
1. Parenkim makanan/penimbun
Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur
batang, umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-
selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau
protein.
2. Parenkim air
Sebagai penimbun air untuk menghadapi masa kering. Sel-selnya
besar, dindingnya tipis, tidak mengandung kloroplas, plasma selnya sedikit,
vakuolanya besar, kadang-kadang berisi lendir misalnya pada tumbuhan Aloe
sp.
3. Parenkim udara
Parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang
antar sel yang besar. Terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit (enceng
gondok).
24
Parenkim berdasarkan fungsi
4. Parenkim asimilasi
Biasanya terletak di bagian tepi organ. Misalnya pada daun, batang
yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang
berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
5. Parenkim pengangkut
Sebagai alat pengangkut yang menghubungkan jaringan-jaringan
sebelah luar dan dalam yang disebut dengan parenkim jari-jari
empulur. Parenkim pengangkut merupakan salah satu jaringan yang menyusun
xilem dan floem.
25
26
27
3. Jaringan Penyokong
• Dikenal juga dengan nama jaringan mekanik, jaringan
penunjang, atau jaringan penguat.
• Jaringan inilah yang menunjang bentuk tumbuhan hingga
dapat berdiri dengan kokoh dan kuat.
• Ciri-cirinya: memiliki dinding sel yang tebal dan kuat, serta
sel-selnya telah mengalami spesialisasi.
• Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong terbagi
dua yaitu kolenkim dan sklerenkim.
28
Fungsi jaringan penyokong
1. Menguatkan/menegakkan batang dan daun
2. Melindungi tumbuhan dari gangguan mekanis
3. Melindungi biji atau embrio
4. Melindungi berkas pengangkut (vaskuler)
5. Memperkuat jaringan aerenkim (parenkim penyimpan
udara).
29
Jaringan Kolenkim
• Merupakan jaringan yang berfungsi untuk menyokong bagian
tumbuhan yang masih muda.
• Terdiri atas sel-sel hidup dan dinding sel mengalami penebalan
(terutama pada sudut-sudutnya), namun tidak merata.
• Dinding selulosa yang tebal menyebabkan jaringan ini bersifat
lentur dan tidak mudah patah.
• Selnya mengandung kloroplas.
• Bentuknya tidak beraturan, seperti prisma/segi enam.
30
Jaringan Kolenkim
• Kolenkim terdapat pada tumbuhan dikotil yaitu pada batang,
bunga, dan daun.
• Pada batang kolenkim dapat ditemukan dalam bentuk silinder
atau jalur – jalur yang membujur.
• Pada daun, kolenkim dapat ditemukan disalah satu sisi atau
kedua sisi tulang daun dan disepanjang sisi helai daun.
• Berdasarkan letak penebalannya, kolenkim terbagi empat:
kolenkim angular (sudut), kolenkim lamellar, kolenkim lakunar,
dan kolenkim annular.
31
Lamelar : Sambucus Angular : Cucurbita
Lacunar : Lactuca Anular : Nerium oleander
Menurut penebalan dindingnya, dibedakan 4 jenis :
Duchaigne (1955)
Jaringan Sklerenkim
• Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penunjang pada
organ tumbuhan yang telah dewasa.
• Sel-sel dewasa jaringan sklerenkim telah mati dan memiliki
dinding sel yang tebal, biasanya berlignin (mempunyai zat
kayu).
• Fungsi: untuk menyokong tubuh tumbuhan yang sudah tua.
• Skelerenkim terdapat pada daerah-daerah yang telah berhenti
tumbuh memanjang.
• Berdasarkan bentuknya, sklerenkim terbagi dua: serabut/serat
dan sklereid.
33
Sklerenkim---Serat dan sklereid
• Jaringan serat terdiri atas sel-sel yang memanjang,
meruncing pada kedua ujungnya, dan tersusun membentuk
benang. Jaringan serat banyak ditemukan pada jaringan xilem.
Dapat ditemukan pada padi, rami, agave, dan Hibiscus
sabdariffa.
• Jaringan sklereid (sel batu) terdiri atas sel-sel yang pendek,
keras dan memiliki bentuk yang tidak teratur. Sklereid terlihat
sebagai idioblas, mudah dibedakan dari sel jaringan sekitar
karena bentuk, ukuran, dan ketebalan dindingnya. Jaringan
sklereid ini banyak ditemukan pada kulit kacang, buah pir,
buah jambu biji, dan tempurung kelapa.
34
Sklerenkim---Serat dan sklereid
• Tschirch (1889) membagi sklereid menjadi 4:
(1) Brakisklereid/sel batu
-bentuk isodiametrik
- pada floem, kulit kayu pohon, daging buah tertentu seperti pir.
(2) Makrosklereid
- sklereid bentuk tongkat
- membentuk lapisan kontinyu dlm testa biji Leguminosae
(3) Osteosklereid
- kumparan/tulang, ujung membesar, bercuping & kadang bercabang
- dlm kulit biji & daun dikotil tertentu
(4) Asterosklereid
- bentuk bintang & bercabang banyak, dalam organ daun
(5) Trikosklereid (Bloch, 1946) : bentuk memanjang, spt rambut
35
36
Makrosklereid Trikosklereid
Astrosklereid
Osteosklereid
Brakhisklereid
37
38
4. Jaringan Pengangkut/Vaskuler
• Merupakan jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi yang
berfungsi mengangkut air dan garam mineral, serta zat
makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh
tumbuhan.
• Jaringan pengangkut pada tumbuhan adalah Xilem dan
Floem.
39
Xilem
o Terdiri atas sel-sel mati
o Dinding sel tebal (mengandung
lignin)
o Dikenal sebagai pembuluh kayu yang
membentuk kayu pada batang
o Xylem tersusun atas parenkim dan
serabut, trakeid, dan trakea.
o Fungsinya: mengangkut air dan
garam mineral dari akar ke daun
40
Floem
 Terdiri dari sel hidup
 Dikenal sebagai pembuluh tapis, yang
membentuk kulit kayu pada batang
 Floem tersusun atas parenkim floem,
serabut floem, pembuluh tapis, dan sel
pengiring.
 Fungsinya: mengangkut dan
menyalurkan hasil fotosintesis dari
daun ke seluruh bagian tumbuhan
41
42
43
44
45
5. Jaringan Gabus
• Fungsi: menggantikan epidermis
ketika lapisan epidermis rusak karena
usia atau faktor lain sehingga
jaringan lain di bawahnya terlindung
dari kehilangan banyak air dan
gangguan mekanik.
• Feloderm: jaringan gabus yang
dibentuk kambium gabus ke arah
dalam dan sel-selnya hidup.
• Felem: jaringan gabus yang dibentuk
kambium gabus ke arah luar dan
selnya mati. Felem bersifat tidak
tembus air (impermeabel) karena
dinding selnya mengalami penebalan
oleh suberin.
46
REFERENSI
• Campbell, 2008. Jaringan Tumbuhan edisi ketiga jilid I.
Erlangga: Jakarta.
• Kimball, J.W, 1992. Biologi Dasar. Erlangga: Jakarta.
• Soeprapto, 1994. Biologi Jilid I . Universitas Diponegoro
press: Semarang.
• Taryono, 1995. Macam-macam Jaringan Tumbuhan. PT.
Tiga Serangkai.
47
48
Thanks!
any
questions
?
You can find me at tika.afriani91@gmail.com

Pertemuan 2-Jaringan tumbuhan.pdfMMMMMMMMM

  • 1.
    Jaringan Tumbuhan (HISTOLOGI) apt.Tika Afriani, M.Farm Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • 2.
    OUTLINE • Pengertian Jaringan •Jaringan Meristem • Jaringan Dewasa 2
  • 3.
    Pengertian • Histologi adalahilmu yang mempelajari tentang jaringan. • Jaringan merupakan sekumpulan sel yang memiliki fungsi dan sifat yang sama. 3
  • 4.
    Berdasarkan struktur danfungsinya jaringan tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu:  Jaringan Meristem (Jaringan Embrional)  Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)
  • 5.
  • 6.
    • Jaringan meristemadalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional artinya mampu terus-menerus membelah sehingga menghasilkan sel anakan yang banyak. • Sebagian sel-sel anakan tersebut ada yang tetap mempertahankan diri sebagai meristem sementara sel-sel anakan yang lain akan mengalami diferensiasi (perubahan bentuk dan fungsi). 6
  • 7.
    • Sel-sel yangmengalami diferensiasi tersebut keluar dari meristem dan akhirnya menjadi tergabung ke dalam jaringan lain dan menjadi suatu bagian utama dari tumbuhan. • Kelompok jaringan ini akan menjadi jaringan permanen. 7
  • 8.
    Ciri jaringan meristem 1.Sel-selnya selalu membelah 2. Bentuk dan ukuran sel sama 3. Kaya protoplasma 4. Dinding sel tipis 5. Isi sel tidak mengandung kristal dan cadangan makanan 6. Sel memiliki satu/dua inti sel yang besar 7. Vakuola/rongga sel belum ada/sangat kecil 8
  • 9.
    Jaringan meristem berdasarkanasal pembentukannya: 9 • jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Promeristem • jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa yang selnya aktif membelah. Umumnya terdapat pada ujung batang dan akar, menyebabkan perpanjangan batang dan akar (pertumbuhan vertikal). Meristem Primer • jaringan meristem yang berasal dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Contoh: kambium (keluar membentuk floem, ke dalam membentuk xylem). Menyebabkan batang bertambah besar. Meristem Sekunder
  • 10.
    • Berdasarkan teoriyang dikemukakan oleh Haberlandt, promeristem akan berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan meristem dasar. • Selanjutnya protoderm akan berdiferensiasi menjadi jaringan epidermis, prokambium akan berdiferensiasi menjadi jaringan pengangkut, sedangkan meristem dasar akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar). 10
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    Jaringan meristem berdasarkanletaknya • Terdapat diujung batang (pucuk) utama, ujung batang latelar, dan ujung akar. Meristem apikal menyebabkan pemanjangan batang dan akar yang disebut pertumbuhan primer. Meristem apikal/ujung • Terdapat diantara jaringan dewasa/jaringan yang sudah berdiferensiasi. Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan golongan rumput – rumputan. Meristem interkalar menyebabkan pemanjangan ruas batang dan menyebabkan terbentuknya bunga. Jaringan yang terbentuk adalah jaringan primer. Meristem interkalar/antara • Terletak memanjang sejajar permukaan batang atau akar, contohnya kambium pembuluh (kambium vaskuler) dan kambium gabus (felogen). Meristem latelar menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada batang maupun akar, sehingga akar dan batang tersebut akan membesar. Meristem lateral/samping 13
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    • Jaringan permanenadalah jaringan yang berasal dari pembelahan sel –sel meristem primer maupun sekunder yang telah berdiferensiasi atau telah mengalami perubahan bentuk sesuai dengan fungsinya. • Cirinya: telah mengalami diferensiasi, tidak membelah lagi, bentuk permanen, rongga sel besar, dan dinding sel sudah mengalami penebalan. 16
  • 17.
    Berdasarkan fungsinya jaringandewasa terbagi menjadi: ▸ Jaringan pelindung (epidermis) ▸ Jaringan dasar (parenkim) ▸ Jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim) ▸ Jaringan pengangkut (xylem dan floem) ▸ Jaringan gabus
  • 18.
    1. Jaringan Pelindung(Epidermis) • Jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan seperti: daun, bunga, buah, biji, batang, dan akar. • Fungsi: melindungi bagian dalam tumbuhan dari pengaruh luar yang merugikan, misalnya perubahan suhu, kerusakan mekanik, hilangnya air melalui penguapan, dan hilangnya zat-zat makanan. 18
  • 19.
    Ciri jaringan epidermis Terdiridari sel hidup Berbentuk persegi panjang/balok Sel-sel rapat dan tidak memiliki ruang antar sel Tidak berklorofil Dinding sel terdiri dari lignin, kutikula, dan pektin. Mempunyai derivat/modifikasi seperti stomata (mulut daun), trikoma (rambut), spina(duri), velamen, sel kipas, litokis, dan sel kersik. 19
  • 20.
  • 21.
    2. Jaringan Dasar(Parenkim) • Disebut juga jaringan dasar karena merupakan jaringan penyusun sebagian besar organ tumbuhan. • Parenkim paling sedikit terspesialisasi secara struktural. • Disebut jaringan pengisi, karena mengisi ruang antarjaringan. • Fungsi: berperan penting dalam semua proses fisiologi (metabolisme) pada tumbuhan, yaitu mensintesis dan menyimpan berbagai produk organik. 21
  • 22.
    Ciri jaringan parenkim •Sel-selnya merupakan sel hidup yang berukuran besar dan tipis, serta umumnya berbentuk segi enam. • Terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil daun, daging buah, dan endosperma biji. • Memiliki vakuola sentral yang besar. • Dinding primer relatif tipis dan fleksibel. • Mampu bersifat merismatik karena dapat membelah diri. • Memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat. 22
  • 23.
    • Jaringan parenkimdapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis jaringan parenkim lain, misalnya pada buah dan umbi parenkim berdiferensiasi menjadi parenkim cadangan makanan yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan. • Pada daun, jaringan parenkim berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang, yang berfungsi untuk proses fotosintesis. • Parenkim yang mengandung kloroplas: klorenkim. 23
  • 24.
    Parenkim berdasarkan fungsi 1.Parenkim makanan/penimbun Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang, umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel- selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein. 2. Parenkim air Sebagai penimbun air untuk menghadapi masa kering. Sel-selnya besar, dindingnya tipis, tidak mengandung kloroplas, plasma selnya sedikit, vakuolanya besar, kadang-kadang berisi lendir misalnya pada tumbuhan Aloe sp. 3. Parenkim udara Parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit (enceng gondok). 24
  • 25.
    Parenkim berdasarkan fungsi 4.Parenkim asimilasi Biasanya terletak di bagian tepi organ. Misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. 5. Parenkim pengangkut Sebagai alat pengangkut yang menghubungkan jaringan-jaringan sebelah luar dan dalam yang disebut dengan parenkim jari-jari empulur. Parenkim pengangkut merupakan salah satu jaringan yang menyusun xilem dan floem. 25
  • 26.
  • 27.
  • 28.
    3. Jaringan Penyokong •Dikenal juga dengan nama jaringan mekanik, jaringan penunjang, atau jaringan penguat. • Jaringan inilah yang menunjang bentuk tumbuhan hingga dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. • Ciri-cirinya: memiliki dinding sel yang tebal dan kuat, serta sel-selnya telah mengalami spesialisasi. • Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong terbagi dua yaitu kolenkim dan sklerenkim. 28
  • 29.
    Fungsi jaringan penyokong 1.Menguatkan/menegakkan batang dan daun 2. Melindungi tumbuhan dari gangguan mekanis 3. Melindungi biji atau embrio 4. Melindungi berkas pengangkut (vaskuler) 5. Memperkuat jaringan aerenkim (parenkim penyimpan udara). 29
  • 30.
    Jaringan Kolenkim • Merupakanjaringan yang berfungsi untuk menyokong bagian tumbuhan yang masih muda. • Terdiri atas sel-sel hidup dan dinding sel mengalami penebalan (terutama pada sudut-sudutnya), namun tidak merata. • Dinding selulosa yang tebal menyebabkan jaringan ini bersifat lentur dan tidak mudah patah. • Selnya mengandung kloroplas. • Bentuknya tidak beraturan, seperti prisma/segi enam. 30
  • 31.
    Jaringan Kolenkim • Kolenkimterdapat pada tumbuhan dikotil yaitu pada batang, bunga, dan daun. • Pada batang kolenkim dapat ditemukan dalam bentuk silinder atau jalur – jalur yang membujur. • Pada daun, kolenkim dapat ditemukan disalah satu sisi atau kedua sisi tulang daun dan disepanjang sisi helai daun. • Berdasarkan letak penebalannya, kolenkim terbagi empat: kolenkim angular (sudut), kolenkim lamellar, kolenkim lakunar, dan kolenkim annular. 31
  • 32.
    Lamelar : SambucusAngular : Cucurbita Lacunar : Lactuca Anular : Nerium oleander Menurut penebalan dindingnya, dibedakan 4 jenis : Duchaigne (1955)
  • 33.
    Jaringan Sklerenkim • Jaringansklerenkim merupakan jaringan penunjang pada organ tumbuhan yang telah dewasa. • Sel-sel dewasa jaringan sklerenkim telah mati dan memiliki dinding sel yang tebal, biasanya berlignin (mempunyai zat kayu). • Fungsi: untuk menyokong tubuh tumbuhan yang sudah tua. • Skelerenkim terdapat pada daerah-daerah yang telah berhenti tumbuh memanjang. • Berdasarkan bentuknya, sklerenkim terbagi dua: serabut/serat dan sklereid. 33
  • 34.
    Sklerenkim---Serat dan sklereid •Jaringan serat terdiri atas sel-sel yang memanjang, meruncing pada kedua ujungnya, dan tersusun membentuk benang. Jaringan serat banyak ditemukan pada jaringan xilem. Dapat ditemukan pada padi, rami, agave, dan Hibiscus sabdariffa. • Jaringan sklereid (sel batu) terdiri atas sel-sel yang pendek, keras dan memiliki bentuk yang tidak teratur. Sklereid terlihat sebagai idioblas, mudah dibedakan dari sel jaringan sekitar karena bentuk, ukuran, dan ketebalan dindingnya. Jaringan sklereid ini banyak ditemukan pada kulit kacang, buah pir, buah jambu biji, dan tempurung kelapa. 34
  • 35.
    Sklerenkim---Serat dan sklereid •Tschirch (1889) membagi sklereid menjadi 4: (1) Brakisklereid/sel batu -bentuk isodiametrik - pada floem, kulit kayu pohon, daging buah tertentu seperti pir. (2) Makrosklereid - sklereid bentuk tongkat - membentuk lapisan kontinyu dlm testa biji Leguminosae (3) Osteosklereid - kumparan/tulang, ujung membesar, bercuping & kadang bercabang - dlm kulit biji & daun dikotil tertentu (4) Asterosklereid - bentuk bintang & bercabang banyak, dalam organ daun (5) Trikosklereid (Bloch, 1946) : bentuk memanjang, spt rambut 35
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
    4. Jaringan Pengangkut/Vaskuler •Merupakan jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral, serta zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. • Jaringan pengangkut pada tumbuhan adalah Xilem dan Floem. 39
  • 40.
    Xilem o Terdiri atassel-sel mati o Dinding sel tebal (mengandung lignin) o Dikenal sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang o Xylem tersusun atas parenkim dan serabut, trakeid, dan trakea. o Fungsinya: mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun 40
  • 41.
    Floem  Terdiri darisel hidup  Dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang  Floem tersusun atas parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, dan sel pengiring.  Fungsinya: mengangkut dan menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan 41
  • 42.
  • 43.
  • 44.
  • 45.
  • 46.
    5. Jaringan Gabus •Fungsi: menggantikan epidermis ketika lapisan epidermis rusak karena usia atau faktor lain sehingga jaringan lain di bawahnya terlindung dari kehilangan banyak air dan gangguan mekanik. • Feloderm: jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan sel-selnya hidup. • Felem: jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah luar dan selnya mati. Felem bersifat tidak tembus air (impermeabel) karena dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin. 46
  • 47.
    REFERENSI • Campbell, 2008.Jaringan Tumbuhan edisi ketiga jilid I. Erlangga: Jakarta. • Kimball, J.W, 1992. Biologi Dasar. Erlangga: Jakarta. • Soeprapto, 1994. Biologi Jilid I . Universitas Diponegoro press: Semarang. • Taryono, 1995. Macam-macam Jaringan Tumbuhan. PT. Tiga Serangkai. 47
  • 48.
    48 Thanks! any questions ? You can findme at tika.afriani91@gmail.com