Ringkasan dokumen tersebut adalah:
Ilmu harus diaplikasikan dalam beramal, sehingga ilmu menjadi ilmu amaliah dan amal menjadi amal ilmiah. Akhlak mulia yang patut ditiru antara lain jujur, amanah, visioner, dan tidak mengambil kesempatan.
A S SA L A M U A L A I K U M
W A R A H M A T U L L A H I
W A B A R A K A T U H
2.
KELOMPOK 5
Ilmu Amaliah,Amal Ilmiah, dan Akhlakul
Kharimah
Nabilah Afrini (13020100383)
St. Almadhina F (13020100384)
A. Nurul Afiah (13020100386)
Fitrah R (13020100387)
Hermianti M (13020100396)
3.
A. ILMU AMALIAH
Pengertian knowledge lebih cenderung pada makna Ilmu
Amaliah – Amal Ilmiah, karena pada keduanya terliput hal-hal
yang berhubungan dengan fakta, informasi, pemahaman
(understanding) dan keterampilan (skill) yang dimiliki seseorang
melalui pengalaman dan pendidikan. Keduanya bertanggung jawab
atas penyebaran atau sharing pada yang lain, serta mutu
kualitas input dan output yang terlibat dan sebagai
konsekwensi dari penerapannya.
4.
Ilmu merupakan pijakandalam beramal, sebagai landasan
berbuat dan mengarahkan perbuatan ke arah kebaikan. Dengan ilmu
kita mengetahui segalanya. Seorang bijak pernah berkata, "Ilmu tanpa
amal; cacat. Dan, amal tanpa ilmu; buta.“ Atau, ada istilah bangsa Arab,
"Al-'ilmu bilaa 'amalin, kasy-syajari bilaa tsamar". Artinya : "Ilmu yang
tidak diamalkan bagai pohon tak berbuah”.
Singkatnya, ilmu harus aplikatif. Pengetahuan yang kita
peroleh harus aplikatif. Ilmu harus amaliah. Sebaliknya, amal harus
ilmiah, beribu-ribu amal yang kita lakukan tidak akan berbuah apa-
apa melainkan kelelahan.
5.
B. AMAL ILMIAH
Amal merupakan konsekuensi dari ilmu. Untuk itu, setiap
ilmu harus aplikatif, dan setiap amal harus ilmiah. Ilmu harus
profesional, dan profesionalisme harus ilmiah. Sufyan Ats-Tsauri
berkata : "Ilmu itu dipelajari agar dengannya seseorang bisa bertakwa
kepada Allah" (Al-Hilyah : 6/362). Maka tujuan dari mempelajari ilmu
adalah untuk beramal dengannya dan bersungguh-sunggguh dalam
menerapkannya. Abu Darda radhiyallohu anhu juga berkata :
"Sesungguhnya hal pertama yang akan ditanyakan Robbku di hari kiamat
yang paling aku takuti adalah tatkala Dia berkata : „Engkau telah berilmu,
maka apa yang telah kamu amalkan dari ilmumu itu?".
6.
Amal adalah pendorong untuk tetap menjaga dan
memperkokoh ilmu dalam sanubari para penuntut ilmu, dan
ketiadaan amal merupakan pendorong hilangnya ilmu dan
mewariskan kelupaan.
Amal menjadi amal yang ilmiah, ilmu menjadi ilmu yang
amaliah. Disitulah bisa ditemui hikmah dan kebajikan yang banyak.
semakin banyak yang diketahui semakin sadar tentang kebodohan
karena ilmu tiadalah bertepi. Ilmu sumbernya dari akal, iman
sumbernya dari hati. Iman menunjukan tujuan, ilmu menuntun dan
mengukuhkan langkah, mempercepat langkah kita kepada tujuan.
7.
C. AKHLAKUL KHARIMAH
Secara terminologi, akhlak adalah pola perilaku yang
berdasarkan kepada dan memanifestasikan nilai-nilai Iman, Islam
dan Ihsan. Menurut Imam Ghazali, akhlak yaitu suatu keadaan yang
tertanam di dalam jiwa yang menampilkan perbuatan dengan senang tanpa
memerlukan penelitian dan pemikiran.
Sedangkan karimah berarti mulia, terpuji, baik. Apabila
perbuatan yang keluar atau yang dilakukan itu baik dan terpuji
menurut syariat dan akal maka perbuatan itu dinamakan akhlakul
karimah.
8.
Akhlakul karimahyang patut kita puji dan tiru :
1. Sifat yang wajib bagi rasul seperti siddiq, amanah, tabligh, dan
fahtanah: jujur, dapat dipercaya, menyampaikan apa adanya, dan
cerdas.
2. Integritas.
3. Kesamaan di depan hukum.
4. Penerapan pola hubungan egaliter dan akrab.
5. Kecakapan membaca kondisi dan merancang strategi.
6. Tidak mengambil kesempatan dari kedudukan.
7. Visioner futuristik.
8. Menjadi prototipe bagi seluruh prinsip dan ajarannya.