Strategi Banyak Window
Interaksi Manusia dan Komputer
Sesi 11
IMK Sesi 11 2/25
Topik Bahasan
 Pengantar
 Perancangan window tunggal
 Perancangan banyak window
 Koordinasi dengan tightly-coupled windows
 Penjelajahan gambar dengan tightly-coupled
windows
 Window dan Web
IMK Sesi 11 3/25
Pengantar
• Persoalan yang dihadapi banyak pemakai
komputer:
– Perlu melihat lebih dari satu sumber dengan cepat
dengan cara yang tidak banyak mengganggu tugas.
– Pada tampilan besar, timbul masalah pergerakan mata
dan kepala serta visibility.
– Pada tampilan kecil, window terlalu kecil untuk dapat
efektif.
– Perlu memberikan informasi yang cukup dan keluwesan
untuk menyelesaikan tugas, sementara mengurangi aksi
window housekeeping, clutter yang mengalihkan
perhatian, pergerakan mata dan kepala.
IMK Sesi 11 4/25
Pengantar (Lanj.)
 Jika tugas pemakai dimengerti dengan baik
dan umum, sangat mungkin strategi
tampilan banyak window dapat
dikembangkan.
 Window housekeeping adalah aktivitas
mengurusi window yang berhubungan
dengan dunia komputer, tidak langsung
berhubungan dengan tugas pemakai.
IMK Sesi 11 5/25
Perancangan Window Tunggal
 Window adalah bidang yang berisi program
aplikasi atau file dokumen, yang dapat dibuka dan
ditutup, diubah ukurannya, dan dipindah-pindahkan.
 Objek-objek antarmuka window:
• Judul (title) untuk identifikasi window.
• Bingkai (borders or frames) untuk menandai batas-
batas window.
• Scroll bars untuk menggulung (menggerakkan isi di
bawah window).
IMK Sesi 11 6/25
Perancangan Window Tunggal (Lanj.)
Scroll
bar
Judul
Bingkai
IMK Sesi 11 7/25
Perancangan Window Tunggal (Lanj.)
 Aksi antarmuka window:
• Membuka (open action).
• Membuka, menempatkan dan menentukan ukuran
(open, place and size action).
• Menutup (close action).
• Mengubah ukuran (resize action).
• Memindahkan (move action).
• Membawa ke depan atau mengaktifkan (bring forward or
activation action).
IMK Sesi 11 8/25
Perancangan Window Tunggal (Lanj.)
IMK Sesi 11 9/25
Perancangan Banyak Window
• Multiple monitors: Beberapa monitor digunakan untuk
menampilkan informasi.
• Rapid display flipping: Perpindahan di antara tampilan
pada satu monitor secara automatis atau dikendalikan
pemakai.
• Split displays: Tampilan dibelah untuk menampilkan dua
bagian dokumen atau lebih, atau dua dokumen atau lebih.
• Space-filling tiling with fixed number, size, and place:
Pembelahan tampilan sederhana dengan jumlah, ukuran,
dan posisi tile selalu sama.
IMK Sesi 11 10/25
Perancangan Banyak Window (Lanj.)
• Space-filling tiling with variable size, place, and number:
window yang dibuka memotong window lain secara
horizontal atau vertikal untuk menyediakan ruang baginya.
• Non-space-filling tiling: membolehkan celah di antara tile
tetapi penumpukan tidak.
• Piles-of-tiles: membolehkan window ditumpuk penuh
seperti menumpuk ubin.
• Window zooming: Pemakai dapat memperluas ukuran
window hingga selayar penuh dan kemudian
memperkecilnya kembali ke ukuran semula.
IMK Sesi 11 11/25
Perancangan Banyak Window (Lanj.)
• Cascades: aplikasi
metafora “tumpukan
kartu” dengan
mengurutkan window
secara berundak.
IMK Sesi 11 12/25
Koordinasi dengan Tightly-Coupled Windows
 Koordinasi adalah konsep tugas yang
menggambarkan bagaimana objek informasi
berubah berdasarkan pada aksi pemakai.
 Tight coupling di antara window adalah
konsep antarmuka yang mendukung
koordinasi.
IMK Sesi 11 13/25
Koordinasi dengan Tightly-Coupled Windows
(Lanj.)
 Koordinasi generik yang dapat didukung oleh
pengembang antarmuka:
• Synchronized scrolling
• Hierarchical browsing
• Direct selection
• Two-dimensional browsing
• Dependent-windows opening
• Dependent-windows closing
• Save or open window state
IMK Sesi 11 14/25
Synchronized Scrolling
 Scroll bar dari window yang satu dapat
dikaitkan dengan scroll bar lainnya. Gerakan
dari scroll bar yang satu menyebabkan yang
lainnya ikut menggulung isi window.
 Contoh: UltraEdit.
IMK Sesi 11 15/25
Hierarchical Browsing
 Window yang satu berisi daftar isi atau daftar
pilihan yang jika dipilih akan menampilkan
isinya di window lainnya.
 Contoh: Windows Explorer.
IMK Sesi 11 16/25
Direct Selection
 Mengklik ikon, kata pada tulisan, atau nama
variabel pada program memunculkan window yang
memperinci penjelasannya.
 Contoh: Windows Help.
IMK Sesi 11 17/25
Two-Dimensional Browsing
 Menunjukkan
pandangan high-level
dari peta, grafik, foto,
atau gambar di sudut
yang satu, dan
rinciannya di window
yang lebih besar.
 Contoh: Peta dan
tampilan permainan
pada StarCraft.
IMK Sesi 11 18/25
Dependent-Windows Opening & Closing
 Dengan membuka window,
window-window lainnya
yang tergantung
dengannya (dependent
windows) terbuka juga
pada lokasi yang dekat
dan memudahkan.
 Contoh: Toolbars pada
Adobe Photoshop.
 Menutup window dapat
menutup semua
dependent windows.
IMK Sesi 11 19/25
Save or Open Window State
 Keadaan terakhir sistem meliputi window dan
isinya dapat disimpan.
 Contoh: Hibernation pada Windows 2000
dan XP.
IMK Sesi 11 20/25
Penjelajahan Gambar dengan Tightly-Coupled
Windows
 Perancangan image browsers harus dikendalikan oleh tugas
pemakai, yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
• Pembuatan gambar. Membangun gambar besar atau
diagram.
• Eksplorasi open-ended. Penjelajahan untuk
memperoleh pemahaman atas peta atau gambar.
• Diagnostik. Pemindaian untuk cacat pada diagram
rangkaian, citra medis atau tataletak suratkabar.
• Navigasi. Memiliki pengetahuan atas overview, tetapi
perlu mengejar rincian di sepanjang jalan tol.
• Monitor: Lihat overview, dan jika terjadi masalah, zoom
ke rincian.
IMK Sesi 11 21/25
Window dan Web
 Halaman Web dapat menampilkan informasi
dalam banyak window dengan cara:
• Menggunakan frames
• Menggunakan inline frame
• Membuka window baru.
• Menggunakan pop-up window
 Namun kenyataannya sering
disalahgunakan.
IMK Sesi 11 22/25
Window dan Web (Lanj.)
 Kelemahan frames (Jakob Nielsen 1996):
• Frame merusak model terpadu dari Web.
• Bookmark sulit.
• URL hanya menunjukkan alamat frameset sehingga
tidak berfungsi sebagai mekanisme pengalamatan lagi.
• Pencetakan sulit.
• Pembuatan sulit bagi pengembang Web.
• Search engine akan mengalami kesulitan.
• Situs Web jadi tidak dapat diterka: informasi muncul di
frame yang mana.
• Email dan transportasi sulit.
IMK Sesi 11 23/25
Window dan Web (Lanj.)
 Kebutuhan pemakai untuk membuat bagian
halaman yang tidak bergulung dapat
dilakukan dengan HTML division dan CSS.
 Inline frame (iframe) tidak berbahaya karena
merupakan “bawahan” dari halaman utama.
IMK Sesi 11 24/25
Window dan Web (Lanj.)
 Membuka window baru jika pemakai memilih
suatu link tidak disarankan (Nielsen 1999)
karena:
• Mengotori layar sementara OS mempunyai
manajemen window yang buruk.
• Tombol Back tidak bekerja.
IMK Sesi 11 25/25
Window dan Web (Lanj.)
 Pop-up window
• Baik digunakan untuk:
Context-sensitive help.
Picker window (tambahan pada formulir isian dengan
fungsi pencarian dan pemilihan yang tidak dapat
dilakukan dengan komponen formulir biasa).
• Tidak baik digunakan untuk iklan atau promosi karena
pemakai telah mengembangkan kebiasaan pop-up
purges, yaitu menutup pop-up window sebelum
selesai dirender (Nielsen 1999).
• Karena itu sebaiknya tidak digunakan untuk
menampilkan informasi esensial.

IMK - Strategi Banyak Window

  • 1.
    Strategi Banyak Window InteraksiManusia dan Komputer Sesi 11
  • 2.
    IMK Sesi 112/25 Topik Bahasan  Pengantar  Perancangan window tunggal  Perancangan banyak window  Koordinasi dengan tightly-coupled windows  Penjelajahan gambar dengan tightly-coupled windows  Window dan Web
  • 3.
    IMK Sesi 113/25 Pengantar • Persoalan yang dihadapi banyak pemakai komputer: – Perlu melihat lebih dari satu sumber dengan cepat dengan cara yang tidak banyak mengganggu tugas. – Pada tampilan besar, timbul masalah pergerakan mata dan kepala serta visibility. – Pada tampilan kecil, window terlalu kecil untuk dapat efektif. – Perlu memberikan informasi yang cukup dan keluwesan untuk menyelesaikan tugas, sementara mengurangi aksi window housekeeping, clutter yang mengalihkan perhatian, pergerakan mata dan kepala.
  • 4.
    IMK Sesi 114/25 Pengantar (Lanj.)  Jika tugas pemakai dimengerti dengan baik dan umum, sangat mungkin strategi tampilan banyak window dapat dikembangkan.  Window housekeeping adalah aktivitas mengurusi window yang berhubungan dengan dunia komputer, tidak langsung berhubungan dengan tugas pemakai.
  • 5.
    IMK Sesi 115/25 Perancangan Window Tunggal  Window adalah bidang yang berisi program aplikasi atau file dokumen, yang dapat dibuka dan ditutup, diubah ukurannya, dan dipindah-pindahkan.  Objek-objek antarmuka window: • Judul (title) untuk identifikasi window. • Bingkai (borders or frames) untuk menandai batas- batas window. • Scroll bars untuk menggulung (menggerakkan isi di bawah window).
  • 6.
    IMK Sesi 116/25 Perancangan Window Tunggal (Lanj.) Scroll bar Judul Bingkai
  • 7.
    IMK Sesi 117/25 Perancangan Window Tunggal (Lanj.)  Aksi antarmuka window: • Membuka (open action). • Membuka, menempatkan dan menentukan ukuran (open, place and size action). • Menutup (close action). • Mengubah ukuran (resize action). • Memindahkan (move action). • Membawa ke depan atau mengaktifkan (bring forward or activation action).
  • 8.
    IMK Sesi 118/25 Perancangan Window Tunggal (Lanj.)
  • 9.
    IMK Sesi 119/25 Perancangan Banyak Window • Multiple monitors: Beberapa monitor digunakan untuk menampilkan informasi. • Rapid display flipping: Perpindahan di antara tampilan pada satu monitor secara automatis atau dikendalikan pemakai. • Split displays: Tampilan dibelah untuk menampilkan dua bagian dokumen atau lebih, atau dua dokumen atau lebih. • Space-filling tiling with fixed number, size, and place: Pembelahan tampilan sederhana dengan jumlah, ukuran, dan posisi tile selalu sama.
  • 10.
    IMK Sesi 1110/25 Perancangan Banyak Window (Lanj.) • Space-filling tiling with variable size, place, and number: window yang dibuka memotong window lain secara horizontal atau vertikal untuk menyediakan ruang baginya. • Non-space-filling tiling: membolehkan celah di antara tile tetapi penumpukan tidak. • Piles-of-tiles: membolehkan window ditumpuk penuh seperti menumpuk ubin. • Window zooming: Pemakai dapat memperluas ukuran window hingga selayar penuh dan kemudian memperkecilnya kembali ke ukuran semula.
  • 11.
    IMK Sesi 1111/25 Perancangan Banyak Window (Lanj.) • Cascades: aplikasi metafora “tumpukan kartu” dengan mengurutkan window secara berundak.
  • 12.
    IMK Sesi 1112/25 Koordinasi dengan Tightly-Coupled Windows  Koordinasi adalah konsep tugas yang menggambarkan bagaimana objek informasi berubah berdasarkan pada aksi pemakai.  Tight coupling di antara window adalah konsep antarmuka yang mendukung koordinasi.
  • 13.
    IMK Sesi 1113/25 Koordinasi dengan Tightly-Coupled Windows (Lanj.)  Koordinasi generik yang dapat didukung oleh pengembang antarmuka: • Synchronized scrolling • Hierarchical browsing • Direct selection • Two-dimensional browsing • Dependent-windows opening • Dependent-windows closing • Save or open window state
  • 14.
    IMK Sesi 1114/25 Synchronized Scrolling  Scroll bar dari window yang satu dapat dikaitkan dengan scroll bar lainnya. Gerakan dari scroll bar yang satu menyebabkan yang lainnya ikut menggulung isi window.  Contoh: UltraEdit.
  • 15.
    IMK Sesi 1115/25 Hierarchical Browsing  Window yang satu berisi daftar isi atau daftar pilihan yang jika dipilih akan menampilkan isinya di window lainnya.  Contoh: Windows Explorer.
  • 16.
    IMK Sesi 1116/25 Direct Selection  Mengklik ikon, kata pada tulisan, atau nama variabel pada program memunculkan window yang memperinci penjelasannya.  Contoh: Windows Help.
  • 17.
    IMK Sesi 1117/25 Two-Dimensional Browsing  Menunjukkan pandangan high-level dari peta, grafik, foto, atau gambar di sudut yang satu, dan rinciannya di window yang lebih besar.  Contoh: Peta dan tampilan permainan pada StarCraft.
  • 18.
    IMK Sesi 1118/25 Dependent-Windows Opening & Closing  Dengan membuka window, window-window lainnya yang tergantung dengannya (dependent windows) terbuka juga pada lokasi yang dekat dan memudahkan.  Contoh: Toolbars pada Adobe Photoshop.  Menutup window dapat menutup semua dependent windows.
  • 19.
    IMK Sesi 1119/25 Save or Open Window State  Keadaan terakhir sistem meliputi window dan isinya dapat disimpan.  Contoh: Hibernation pada Windows 2000 dan XP.
  • 20.
    IMK Sesi 1120/25 Penjelajahan Gambar dengan Tightly-Coupled Windows  Perancangan image browsers harus dikendalikan oleh tugas pemakai, yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: • Pembuatan gambar. Membangun gambar besar atau diagram. • Eksplorasi open-ended. Penjelajahan untuk memperoleh pemahaman atas peta atau gambar. • Diagnostik. Pemindaian untuk cacat pada diagram rangkaian, citra medis atau tataletak suratkabar. • Navigasi. Memiliki pengetahuan atas overview, tetapi perlu mengejar rincian di sepanjang jalan tol. • Monitor: Lihat overview, dan jika terjadi masalah, zoom ke rincian.
  • 21.
    IMK Sesi 1121/25 Window dan Web  Halaman Web dapat menampilkan informasi dalam banyak window dengan cara: • Menggunakan frames • Menggunakan inline frame • Membuka window baru. • Menggunakan pop-up window  Namun kenyataannya sering disalahgunakan.
  • 22.
    IMK Sesi 1122/25 Window dan Web (Lanj.)  Kelemahan frames (Jakob Nielsen 1996): • Frame merusak model terpadu dari Web. • Bookmark sulit. • URL hanya menunjukkan alamat frameset sehingga tidak berfungsi sebagai mekanisme pengalamatan lagi. • Pencetakan sulit. • Pembuatan sulit bagi pengembang Web. • Search engine akan mengalami kesulitan. • Situs Web jadi tidak dapat diterka: informasi muncul di frame yang mana. • Email dan transportasi sulit.
  • 23.
    IMK Sesi 1123/25 Window dan Web (Lanj.)  Kebutuhan pemakai untuk membuat bagian halaman yang tidak bergulung dapat dilakukan dengan HTML division dan CSS.  Inline frame (iframe) tidak berbahaya karena merupakan “bawahan” dari halaman utama.
  • 24.
    IMK Sesi 1124/25 Window dan Web (Lanj.)  Membuka window baru jika pemakai memilih suatu link tidak disarankan (Nielsen 1999) karena: • Mengotori layar sementara OS mempunyai manajemen window yang buruk. • Tombol Back tidak bekerja.
  • 25.
    IMK Sesi 1125/25 Window dan Web (Lanj.)  Pop-up window • Baik digunakan untuk: Context-sensitive help. Picker window (tambahan pada formulir isian dengan fungsi pencarian dan pemilihan yang tidak dapat dilakukan dengan komponen formulir biasa). • Tidak baik digunakan untuk iklan atau promosi karena pemakai telah mengembangkan kebiasaan pop-up purges, yaitu menutup pop-up window sebelum selesai dirender (Nielsen 1999). • Karena itu sebaiknya tidak digunakan untuk menampilkan informasi esensial.