IDENTITAS NASIONAL
KELOMPOK 9
EKA PRETI SINTA (GAC 118 135)
GEORGE EKA CANDRA (GAC 118 132)
YOHANES JEPRI EPRATA (GAC 118 131)
SANDRIYANA (GAC 118 133)
YESSICA CLAUDIA (GAC 118 136)
ZAINUL ARIFIN (GAC 118 134)
IDENTITAS NASIONAL
Identitas merupakan sifat khas yang menerangkan keadaan diri
sendiri, kelompok, komunitas ataupun negara. Artinya, identitas
bersifat tidak terbatas pada setiap individu/perorangan maupun
kelompok.
Istilah “Identitas nasional” adalah suatu ciri yang yang dimiliki
oleh suatu bangsa yang dapat membedakan bangsa tersebut dengan
bangsa lainnya. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan
bahwa setiap bangsa didunia memiliki identitas nya sendiri-sendiri baik
itu dalam segi keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dan bangsa
tersebut.
Selanjutnya, identitas nasional adalah konsep suatu bangsa
tentang deskripsi dirinya. Ciri khas suatu bangsa adalah penanda utama
identitas bangsa tersebut. Karena menyangkut konsep diri sendiri atau
ciri suatu bangsa, maka konfirmasi terhadap identitas suatu bangsa
selalu mengacu atau merujuk pada hakikat bangsa itu sendiri.
1. HAKIKAT BANGSA
A. Pengertian Hakikat Bangsa
• Berbagai teori atau kajian mengenai pengertian bangsa antara lain sebagai
berikut :
1. Lothrop Stoddard (Bangsa, nation, natie adalah suatu kepercayaan yang
dimiliki oleh sejumlah orang yang cukup banyak, bahwa mereka
merupakan suatu bangsa. Ia merupakan suatu perasaan memiliki secara
bersama sebagai suatu bangsa)
2. Otto Bauer mengungkapkan bahwa suatu bangsa terbentuk karena adanya
suatu persamaan, satu persatuan karakter, watak, di mana karakter atau
watak ini tumbuh dan lahir serta terjadi karena adanya persatuan
pengalaman.
3. Ernest Renan berpendapat bahwa kelompok yang membentuk suatu
bangsa itu memiliki kemauan untuk berada dalam satu himpunan (le
desir d’etre ensemble).
4. Ir. Soekarno berpendapat bahwa bangsa adalah segerombolan manusia
yang besar, keras ia mempunyai keinginan bersatu, persamaan watak,
tetapi yang hidup di atas satu wilayah yang nyata satu unit.
B. Dasar Pembentukan Bangsa
Sebuah bangsa akan terbentuk jika terdapat persamaan- persamaan yang
menyatukan sebuah kelompok masyarakat. Sebuah bangsa pada zaman modern selalu
mengacu pada empat persamaan sebagai berikut :
- Persamaan wilayah tempat tinggal.
- Persamaan bahasa atau alat komunikasi yang diterima semua anggota.
- Persamaan kondisi sosial ekonomi.
- Persamaan kondisi sosial psikologis yang terbentuk pada masa proses pembentukan
bangsa itu. Hal ini ditandai oleh represi atau tantangan bersama untuk bertahan
hidup.
Pada umumnya bangsa terbentuk karena adanya faktor-faktor objektif
tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain. Faktor- faktor tersebut adalah
sebagai berikut :
- Kesamaan keturunan
- Wilayah
- Bahasa
- Adat istiadat
- Kesamaan politik
- Perasaan
- Agama
C. Unsur-Unsur Terbentuknya Bangsa
Suatu negara hanya ada karena adanya kemauan bersama.
Kemauan bersama diperlukan supaya semua daerah dari satu negara
akan mempunyai pengaruh dalam komunitas dunia. Negara diartikan
sebagai asosiasi terpenting dalam masyarakat. Negara didirikan untuk
melindungi hak dan kewajiban manusia serta mengatur sistem hukum
dan politik. Ada empat unsur yang berpengaruh dalam terbentuknya
suatu negara. Keempat unsur tersebut sebagai berikut :
- Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional. Di dalamnya termuat
keseragaman sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan,
komunikasi, dan solidaritas.
- Keinginan untuk mencapai kemerdekaan nasional bebas dari
dominasi dan campur tangan bangsa asing.
- Keinginan akan kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian
atau kekhasan.
- Keinginan untuk menonjol di antara bangsa-bangsa dalam mengejar
kehormatan pengaruh.
Setiap negara memiliki unsur-unsur
pembentuknya. Unsur-unsur negara berarti bagian-bagian
terkecil yang membentuk negara. Unsur- unsur negara
tertuang dalam Konvensi Montevideo sebagai hasil
konferensi antarnegara-negara Amerika (Pan-Amerika) di
Montevideo (ibu kota Uruguay) pada tahun 1933. Pada
pasal 1 Konvensi Montevideo disebutkan bahwa negara
sebagai bagian dari dunia internasional harus memiliki
syarat-syarat sebagai berikut :
- Penduduk yang tetap.
- Wilayah tertentu.
- Pemerintahan.
- Kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain.
2. IDENTITAS NASIONAL
A. Pengertian Identitas Nasional
Identitas berasal dari kata “Identitu” yang artinya tanda-tanda,
ciri-ciri, jati diri yang ada pada seseorang atau kelompok yang
membedakannya dengan orang dan kelompok yang lain. Artinya
identitas tidak terbatas pada idividu dan juga kelompok. Sedangkan
“nasional” adalah suatu identitas yang melekat pada kelompok atau
organisasi yang lebih besar yang berkaitan oleh sesma-sesama fisik,
baik itu seperti budaya, suku,ras,agama, serta bahasa ataupun nonfisik
seperti contohnya cita-cita, keinginanan serta tujuan. Dalam konteks
Indonesia, identitas nasional mengacu pada pancasila sebagai hakikat
Indonesia atau jati diri bangsa.
Identitas nasional merupakan jati diri yang khas yang dimiliki
oleh suatu bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Dalam garis
besar tidak hanya mengacu pada individu saja, namun tetapi berlaku
juga pada suatu organisasi/kelompok (negara).
Berdasarkan hakikat pengertian “Identitas nasional” sebagai
mana dijelaskan diatas maka identitas nasional suatu negara tidak
dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih popular
disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.
B. Faktor-Faktor Identitas Nasional
Proses pembentukan bangsa – bangsa membutuhkan identitas
– identitas untuk menyatakan masyarakat bangsa yang bersangkutan.
Faktor – faktor yang di perkirakan menjadi identitas bersama suatu
bangsa, meliputi Primordial, sacral, tokoh, bhineka tunggal ika, sejarah,
perkembangan ekonomi dan kelembagaan.(Ramlan Surbakti, 1999).
a. Primordial
Faktor Primordial ini meliputi: ikatan kekerabatan (darah dan keluarga),
kesamaan suku bangsa, daerah asal (homeland), bahasadan adapt
istiadat. Faktor primordial merupakan identitas yang menyatukan
masyarakat sehingga mereka dapat membentuk bangsa – bangsa.
b. Sakral
Faktor sakral dapat berupa kesamaan agama yang di peluk
masyarakat atau ideology doktriner yang diakui oleh masyarakat yang
bersangkutan. Agama dan ideologi merupakan faktor sacral yang dapat
membentuk bangsa – bangsa. Faktor sacral ikut menyumbang
terbentuknya satu nasionalitas baru.
c.Tokoh
Kepemimpinan dari para tokoh yang disegani dan di hormati oleh
masyarakat dapat pula menjadikan factor yang menyatukan bangsa –
bangsa dan negara.
d.Bhineka Tunggal Ika
Prinsip bhineka tunggal ika pada dasarnya kesediaan warga bangsa
untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity), yang disebut
bersatu dalam perbedaan adalah kesediaan warga bangsa untuk setia
pada lembaga yang disebut Negara dan pemerintahannya tanpa
menghilangkan keterkaitannya pada suku bangsa, adapt, ras dan
agamanya.
e.Sejarah
Peresepsi yang sama diantara warga masyarakat tentang sejarah
mereka dapat menyatukan diri dalam satu bangsa, persepsi yang sama
tentang pengalaman masa lalu, seperti sama – sama menderita karena
penjajahan tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi melahirkan tekad
dan tujuan yang sama antara anggota masyarakat itu.
f.Perkembangan Ekonomi
g.Kelembagaan
Lembaga – lembaga itu seperti birokrasi, angkatan
bersenjata, pengadilan dan partai politik. Lembaga –
lembaga itu melayani dan mempertemukan warga tanpa
membeda – bedakan asal – usul dan golongannya dalam
masyarakat
C. Unsur Pembentuk Identitas Nasional
A. Agama
Menurut catatan sejarah sebelum menjadi sebuah Negara bangsa
Indonesia pernahmengalami masa kejayaan yang gemilang. Dua kerajaan
Nusantara yakni Majapahit dan Sriwijaya, keduanya di kenal sebagai pusat – pusat
kerajaan Nusantara yang pengaruhnya menembus batas – batas territorial dimana
dua kerajaan itu berdiri.
B. Kebudayaan
Aspek kebudayaan yang menjadi unsure pembentuk identitas nasional
meliputi 3 unsur yaitu: akal budi, peradaban dan pengetahuan.
C. Suku Bangsa
Kemajemukan merupakan identitas lain bangsa Indonesia. Tradisi bangsa
Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan merupakan unsure lain yang
harus terus si kembangkan san di budidayakan.
D. Bahasa
Bahasa Indonesia merupakan identitas nasional yang sangat penting
kedudukan bahasa Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bahasa
Indonesia (bahasa yang di gunakan bangsa melayu) sebagai bahasa penghubung
(Ingua Franea) di tambah lagi sumpah pemuda yang menyatakan bahasa
Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.
3. HAKIKAT NEGARA
A. Pengertian Hakikat Negara
Kata Negara yang dipakai di Indonesia berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu Negara atau nagari yang artinya
wilayah, kota, atau penguasa. Menurut George Jellinek,
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok
manusia yang mendiami wilayah tertentu. Menurut R.
Djokosoentono, Negara adalah organisasi manusia atau
kumpulan manusia yang berada di bawah suatu
pemerintahan yang sama.
B. Unsur-Unsur Terbentuknya Suatu
Negara
Unsur terbentuknya Negara dapat digolongkan menjadi
dua macam yaitu unsur konstitutif dan unsur deklaratif. :
1. Unsur kinstitutif adalah unsur yang mutlak harus ada di
saat Negara tersebut didirikan seperti rakyat, wilayah, dan
pemerintahan yang berdaulat.
2. Unsur deklaratif adalah unsur yang tidak harus ada di
saat Negara tersebut berdiri tetapi boleh dipenuhi setelah
Negara tersebut berdiri, misalnya pengakuan dari Negara
lain.
C. Sifat-Sifat Negara
1. Sifat Memaksa, artinya semua peraturan perundangan
yang berlaku harus ditaati sehingga keamanan dan negara
akan tercapai.
2. Sifat Monopoli, artinya negara berhak untuk menentukan
tujuan bersama masyarakat.
3. Sifat Mencakup Semua, artinya segala peraturan
perundangan yang berlaku adalah untuk semua orang,
semua warga negara, tanpa kecuali.
4. BANGSADAN NEGARAINDONESIA
A. Pengertian Bangsa dan Negara Indonesia
Bangsa merupakan kumpulan manusia yang biasanya terikat
karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. Bangsa
(nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme
atau paham kebangsaan. Semua istilah tersebut dalam kajian sejarah
terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga
para pakar bidan politik, sosiologi, antropologi, pun sering tidak
sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah
bangsa dalam bahasa Indonesia kita juga menggunakan istilah
nasional, nasionalisme yang diturunkan dari kata asing “nation” yang
bersinonim dengan kata bangsa. Tidak ada rumusan ilmiah yang bisa
dirancang untuk mendenifikan istilah bangsa secara objektif, tetapi
fenomena kebangsaan tetap actual sehingga saat ini.
Negara adalah organisasi kekuasaan atau organisasi
kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan atau unsur-unsur, yaitu
harus ada pemerintahan yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat
yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa.
B. Proses Terjadinya Negara Indonesia
Rangkaian tahap perkembangan proses terbentuknya negara Indonesia
digambarkan sesuai dengan keempat alinea dalam pembukaan UUD 1945.
Secara teoritis, perkembangan negara Indonesia terjadi sebagai berikut :
1. Terjadinya negara tidak sekedar dimulai dari proklamasi, tetapi adanya
pengakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. Bangsa
indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan
penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain (Alinea I Pembukaan UUD 1945 ).
2. Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Perjuangan
panjang bangsa Indonesia menghasilkan proklamasi. Proklamasi barulah
menghantarkan kepintu gerbang kemerdekaan. Negara yang kita cita-citakan
adalah negara yang menuju pada keadaan merdeka, bersatu, berdaulat, adil,
dan makmur (Alinea II Pembukaan UUD 1945).
3. Terjadinya negara Indonesia adalah kehendak bersama seluruh bangsa
Indonesia, sebagai suatu keinginan luhur bersama. Di samping itu adalah
kehendak atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Inilah yang membuktikan bangsa
Indonesia adalah bangsa yang religius dan mengakui adanya motivasi spiritual
(Alinea III Pembukaan UUD 1945).
4. Negara Indonesia perlu menyusun alat-alat kelengkapan
negara meliputi tujuan negara, bentuk negara, sistem
pemerintahan negara, UUD negara, dan dasar negara.
Dengan demikian, semakin sempurna proses terjadinya
negara Indonesia (Alinea IV Pembukaan UUD 1945).
5. Terjadinya negara Indonesia bukan melalui pendudukan,
pemisahan, penggabungan, pemecahan atau penyerahan.
Bukti menunjukan bahwa negara Indonesia terbentuk
melalui proses perjuangan, yaitu perjuangan melawan
penjajahan sehingga berhasil memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia. Usaha mendirikan negara melalui
perjuangan sangat membanggakan diri seluruh rakyat
Indonesia.
C. Cita-cita, Tujuan, dan Visi Negara
Indonesia
Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang
bersatu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945. Hal ini sesuai dengan amanat dalam alinea II
Pembukaan UUD 1945, yaitu negara Indonesia yang merdeka,
bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Tujuan negara Indonesia terjabar dalan Alinea IV
Pembukaan UUD 1945, secara rinci sebagai berikut:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia;
2. Memajukan kesejahteraaan umum;
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa;
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
5. IDENTITAS NASIONALINDONESIA
A. Pengertian Identitas Nasional Indonesia
Identitas nasional berasal dari kata “national identity” yang
diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai “kepribadian nasional” atau
“jati diri nasional”. Kepribadian atau jati diri nasional adalah jatidiri yang
dimiliki oleh suatu bangsa. Kepribadian atau jati diri bangsa Indonesia
akan berbeda dengan kepribadian atau jati diri bangsa Amerika, Inggris
dan lain-lain. Kepribadian atau jati diri nasional itu kita adopsi dari nilai-
nilai budaya dan nilai-nilai agama yang kita yakini kebenarannya. Jika
ada orang yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa
yang beradab, bangsa yang berbudaya, bangsa yang beretika, maka
itulah yang kita katakana kepribadian atau jati diri bangsa Indonesia itu
sendiri. Jika dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mengindahkan nilai-
nilai moral dan etika, maka kita tidak dapat dikatakan sebagai
seseorang yang memiliki kepribadian atau jati diri nasional. Sopan-
santun, ramah tamah adalah salah satu dari sekian banyak jati diri
nasional kita. Jatidiri semacam ini harus kita pupuk dan kita lestarikan,
sehingga kita tetap digolongkan oleh bangsa lain sebagai suku bangsa
yang beradab (Chamim,et,al.,2003:209).
B. Unsur Pembentuk Identitas
Nasional Indonesia
Proses pembentukan identitas nasional umumnya membutuhkan
waktu dan perjuangan bangsa di antara warga – warga yang bersangkutan.
Hal ini di sebabkan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat
bangsa itu.
1. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia berasal dari rumpun bahasa melayu yang
digunakan sebagai bahasa pergaulan yang sekarang diangkat sebagai
bahasa persatuan. Di resmikan pada tanggal 28 Oktober 1928. Bangsa
Indonesia sepakat bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional
sekaligus sebagai identitas nasional.
2. Bendera Negara yaitu Sang Merah Putih.
Warna merah berarti berani dan putih berarti suci. Lambang merah
putih berarti sudah di kenal pada masa kerajaan di bangsa Indonesia yang
kemudian diangkat sebagai bendera Negara dan di kibarkan pertama kali
pada tanggal 17 Agustus 1945.
3. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan pada tanggal 28 Oktober
1928 di nyanyikan pertama kali sebagai lagu kebangsaan Negara.
4. Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila
Garuda adalah burung khas Indonesia yang di
jadikan lambing Negara.
5. Semboyan Negara yaitu Bhineka Tunggal Ika
Menunjukkan bahwa bangsa kita heterogen, namun
tetap berkeinginan untuk menjadi satu bangsa yaitu
bangsa Indonesia.
6. Dasar filsafat yaitu Pancasila.
7. Konstitusi (hukum dasar) Negara yaitu UUD 1945.
Merupakan hukum dasar tertulis yang menduduki
tingkatan tertinggi dalam tata urutan perundangan dan di
jadikan sebagai pedoman penyelenggaraan bernegara.
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) yang
berkedaulatan Rakyat
Bentuk Negara adalah kesatuan, dan bentuk pemerintahannya
adalah Republik. Sistem pemerintahannya adalah demokrasi ( kedaulatan
rakyat).
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
Sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah
dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan
nasional
Berbagai kebudayaan dari kelompok – kelompok di Indonesia yang
memiliki cita rasa tinggi, dapat dinikmati dan diterima masyarakat luas
merupakan kebudayaan nasional.
SESI TANYA JAWAB
SELESAI

Identitas Nasional

  • 1.
    IDENTITAS NASIONAL KELOMPOK 9 EKAPRETI SINTA (GAC 118 135) GEORGE EKA CANDRA (GAC 118 132) YOHANES JEPRI EPRATA (GAC 118 131) SANDRIYANA (GAC 118 133) YESSICA CLAUDIA (GAC 118 136) ZAINUL ARIFIN (GAC 118 134)
  • 2.
    IDENTITAS NASIONAL Identitas merupakansifat khas yang menerangkan keadaan diri sendiri, kelompok, komunitas ataupun negara. Artinya, identitas bersifat tidak terbatas pada setiap individu/perorangan maupun kelompok. Istilah “Identitas nasional” adalah suatu ciri yang yang dimiliki oleh suatu bangsa yang dapat membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lainnya. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa setiap bangsa didunia memiliki identitas nya sendiri-sendiri baik itu dalam segi keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dan bangsa tersebut. Selanjutnya, identitas nasional adalah konsep suatu bangsa tentang deskripsi dirinya. Ciri khas suatu bangsa adalah penanda utama identitas bangsa tersebut. Karena menyangkut konsep diri sendiri atau ciri suatu bangsa, maka konfirmasi terhadap identitas suatu bangsa selalu mengacu atau merujuk pada hakikat bangsa itu sendiri.
  • 3.
    1. HAKIKAT BANGSA A.Pengertian Hakikat Bangsa • Berbagai teori atau kajian mengenai pengertian bangsa antara lain sebagai berikut : 1. Lothrop Stoddard (Bangsa, nation, natie adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sejumlah orang yang cukup banyak, bahwa mereka merupakan suatu bangsa. Ia merupakan suatu perasaan memiliki secara bersama sebagai suatu bangsa) 2. Otto Bauer mengungkapkan bahwa suatu bangsa terbentuk karena adanya suatu persamaan, satu persatuan karakter, watak, di mana karakter atau watak ini tumbuh dan lahir serta terjadi karena adanya persatuan pengalaman. 3. Ernest Renan berpendapat bahwa kelompok yang membentuk suatu bangsa itu memiliki kemauan untuk berada dalam satu himpunan (le desir d’etre ensemble). 4. Ir. Soekarno berpendapat bahwa bangsa adalah segerombolan manusia yang besar, keras ia mempunyai keinginan bersatu, persamaan watak, tetapi yang hidup di atas satu wilayah yang nyata satu unit.
  • 4.
    B. Dasar PembentukanBangsa Sebuah bangsa akan terbentuk jika terdapat persamaan- persamaan yang menyatukan sebuah kelompok masyarakat. Sebuah bangsa pada zaman modern selalu mengacu pada empat persamaan sebagai berikut : - Persamaan wilayah tempat tinggal. - Persamaan bahasa atau alat komunikasi yang diterima semua anggota. - Persamaan kondisi sosial ekonomi. - Persamaan kondisi sosial psikologis yang terbentuk pada masa proses pembentukan bangsa itu. Hal ini ditandai oleh represi atau tantangan bersama untuk bertahan hidup. Pada umumnya bangsa terbentuk karena adanya faktor-faktor objektif tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain. Faktor- faktor tersebut adalah sebagai berikut : - Kesamaan keturunan - Wilayah - Bahasa - Adat istiadat - Kesamaan politik - Perasaan - Agama
  • 5.
    C. Unsur-Unsur TerbentuknyaBangsa Suatu negara hanya ada karena adanya kemauan bersama. Kemauan bersama diperlukan supaya semua daerah dari satu negara akan mempunyai pengaruh dalam komunitas dunia. Negara diartikan sebagai asosiasi terpenting dalam masyarakat. Negara didirikan untuk melindungi hak dan kewajiban manusia serta mengatur sistem hukum dan politik. Ada empat unsur yang berpengaruh dalam terbentuknya suatu negara. Keempat unsur tersebut sebagai berikut : - Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional. Di dalamnya termuat keseragaman sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas. - Keinginan untuk mencapai kemerdekaan nasional bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing. - Keinginan akan kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian atau kekhasan. - Keinginan untuk menonjol di antara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan pengaruh.
  • 6.
    Setiap negara memilikiunsur-unsur pembentuknya. Unsur-unsur negara berarti bagian-bagian terkecil yang membentuk negara. Unsur- unsur negara tertuang dalam Konvensi Montevideo sebagai hasil konferensi antarnegara-negara Amerika (Pan-Amerika) di Montevideo (ibu kota Uruguay) pada tahun 1933. Pada pasal 1 Konvensi Montevideo disebutkan bahwa negara sebagai bagian dari dunia internasional harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut : - Penduduk yang tetap. - Wilayah tertentu. - Pemerintahan. - Kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain.
  • 7.
    2. IDENTITAS NASIONAL A.Pengertian Identitas Nasional Identitas berasal dari kata “Identitu” yang artinya tanda-tanda, ciri-ciri, jati diri yang ada pada seseorang atau kelompok yang membedakannya dengan orang dan kelompok yang lain. Artinya identitas tidak terbatas pada idividu dan juga kelompok. Sedangkan “nasional” adalah suatu identitas yang melekat pada kelompok atau organisasi yang lebih besar yang berkaitan oleh sesma-sesama fisik, baik itu seperti budaya, suku,ras,agama, serta bahasa ataupun nonfisik seperti contohnya cita-cita, keinginanan serta tujuan. Dalam konteks Indonesia, identitas nasional mengacu pada pancasila sebagai hakikat Indonesia atau jati diri bangsa. Identitas nasional merupakan jati diri yang khas yang dimiliki oleh suatu bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Dalam garis besar tidak hanya mengacu pada individu saja, namun tetapi berlaku juga pada suatu organisasi/kelompok (negara). Berdasarkan hakikat pengertian “Identitas nasional” sebagai mana dijelaskan diatas maka identitas nasional suatu negara tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih popular disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.
  • 8.
    B. Faktor-Faktor IdentitasNasional Proses pembentukan bangsa – bangsa membutuhkan identitas – identitas untuk menyatakan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Faktor – faktor yang di perkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, meliputi Primordial, sacral, tokoh, bhineka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi dan kelembagaan.(Ramlan Surbakti, 1999). a. Primordial Faktor Primordial ini meliputi: ikatan kekerabatan (darah dan keluarga), kesamaan suku bangsa, daerah asal (homeland), bahasadan adapt istiadat. Faktor primordial merupakan identitas yang menyatukan masyarakat sehingga mereka dapat membentuk bangsa – bangsa. b. Sakral Faktor sakral dapat berupa kesamaan agama yang di peluk masyarakat atau ideology doktriner yang diakui oleh masyarakat yang bersangkutan. Agama dan ideologi merupakan faktor sacral yang dapat membentuk bangsa – bangsa. Faktor sacral ikut menyumbang terbentuknya satu nasionalitas baru.
  • 9.
    c.Tokoh Kepemimpinan dari paratokoh yang disegani dan di hormati oleh masyarakat dapat pula menjadikan factor yang menyatukan bangsa – bangsa dan negara. d.Bhineka Tunggal Ika Prinsip bhineka tunggal ika pada dasarnya kesediaan warga bangsa untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity), yang disebut bersatu dalam perbedaan adalah kesediaan warga bangsa untuk setia pada lembaga yang disebut Negara dan pemerintahannya tanpa menghilangkan keterkaitannya pada suku bangsa, adapt, ras dan agamanya. e.Sejarah Peresepsi yang sama diantara warga masyarakat tentang sejarah mereka dapat menyatukan diri dalam satu bangsa, persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu, seperti sama – sama menderita karena penjajahan tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi melahirkan tekad dan tujuan yang sama antara anggota masyarakat itu.
  • 10.
    f.Perkembangan Ekonomi g.Kelembagaan Lembaga –lembaga itu seperti birokrasi, angkatan bersenjata, pengadilan dan partai politik. Lembaga – lembaga itu melayani dan mempertemukan warga tanpa membeda – bedakan asal – usul dan golongannya dalam masyarakat
  • 11.
    C. Unsur PembentukIdentitas Nasional A. Agama Menurut catatan sejarah sebelum menjadi sebuah Negara bangsa Indonesia pernahmengalami masa kejayaan yang gemilang. Dua kerajaan Nusantara yakni Majapahit dan Sriwijaya, keduanya di kenal sebagai pusat – pusat kerajaan Nusantara yang pengaruhnya menembus batas – batas territorial dimana dua kerajaan itu berdiri. B. Kebudayaan Aspek kebudayaan yang menjadi unsure pembentuk identitas nasional meliputi 3 unsur yaitu: akal budi, peradaban dan pengetahuan. C. Suku Bangsa Kemajemukan merupakan identitas lain bangsa Indonesia. Tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan merupakan unsure lain yang harus terus si kembangkan san di budidayakan. D. Bahasa Bahasa Indonesia merupakan identitas nasional yang sangat penting kedudukan bahasa Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bahasa Indonesia (bahasa yang di gunakan bangsa melayu) sebagai bahasa penghubung (Ingua Franea) di tambah lagi sumpah pemuda yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.
  • 12.
    3. HAKIKAT NEGARA A.Pengertian Hakikat Negara Kata Negara yang dipakai di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Negara atau nagari yang artinya wilayah, kota, atau penguasa. Menurut George Jellinek, Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu. Menurut R. Djokosoentono, Negara adalah organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
  • 13.
    B. Unsur-Unsur TerbentuknyaSuatu Negara Unsur terbentuknya Negara dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu unsur konstitutif dan unsur deklaratif. : 1. Unsur kinstitutif adalah unsur yang mutlak harus ada di saat Negara tersebut didirikan seperti rakyat, wilayah, dan pemerintahan yang berdaulat. 2. Unsur deklaratif adalah unsur yang tidak harus ada di saat Negara tersebut berdiri tetapi boleh dipenuhi setelah Negara tersebut berdiri, misalnya pengakuan dari Negara lain.
  • 14.
    C. Sifat-Sifat Negara 1.Sifat Memaksa, artinya semua peraturan perundangan yang berlaku harus ditaati sehingga keamanan dan negara akan tercapai. 2. Sifat Monopoli, artinya negara berhak untuk menentukan tujuan bersama masyarakat. 3. Sifat Mencakup Semua, artinya segala peraturan perundangan yang berlaku adalah untuk semua orang, semua warga negara, tanpa kecuali.
  • 15.
    4. BANGSADAN NEGARAINDONESIA A.Pengertian Bangsa dan Negara Indonesia Bangsa merupakan kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan. Semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga para pakar bidan politik, sosiologi, antropologi, pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah bangsa dalam bahasa Indonesia kita juga menggunakan istilah nasional, nasionalisme yang diturunkan dari kata asing “nation” yang bersinonim dengan kata bangsa. Tidak ada rumusan ilmiah yang bisa dirancang untuk mendenifikan istilah bangsa secara objektif, tetapi fenomena kebangsaan tetap actual sehingga saat ini. Negara adalah organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan atau unsur-unsur, yaitu harus ada pemerintahan yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa.
  • 16.
    B. Proses TerjadinyaNegara Indonesia Rangkaian tahap perkembangan proses terbentuknya negara Indonesia digambarkan sesuai dengan keempat alinea dalam pembukaan UUD 1945. Secara teoritis, perkembangan negara Indonesia terjadi sebagai berikut : 1. Terjadinya negara tidak sekedar dimulai dari proklamasi, tetapi adanya pengakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. Bangsa indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain (Alinea I Pembukaan UUD 1945 ). 2. Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Perjuangan panjang bangsa Indonesia menghasilkan proklamasi. Proklamasi barulah menghantarkan kepintu gerbang kemerdekaan. Negara yang kita cita-citakan adalah negara yang menuju pada keadaan merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur (Alinea II Pembukaan UUD 1945). 3. Terjadinya negara Indonesia adalah kehendak bersama seluruh bangsa Indonesia, sebagai suatu keinginan luhur bersama. Di samping itu adalah kehendak atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Inilah yang membuktikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dan mengakui adanya motivasi spiritual (Alinea III Pembukaan UUD 1945).
  • 17.
    4. Negara Indonesiaperlu menyusun alat-alat kelengkapan negara meliputi tujuan negara, bentuk negara, sistem pemerintahan negara, UUD negara, dan dasar negara. Dengan demikian, semakin sempurna proses terjadinya negara Indonesia (Alinea IV Pembukaan UUD 1945). 5. Terjadinya negara Indonesia bukan melalui pendudukan, pemisahan, penggabungan, pemecahan atau penyerahan. Bukti menunjukan bahwa negara Indonesia terbentuk melalui proses perjuangan, yaitu perjuangan melawan penjajahan sehingga berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Usaha mendirikan negara melalui perjuangan sangat membanggakan diri seluruh rakyat Indonesia.
  • 18.
    C. Cita-cita, Tujuan,dan Visi Negara Indonesia Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan amanat dalam alinea II Pembukaan UUD 1945, yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Tujuan negara Indonesia terjabar dalan Alinea IV Pembukaan UUD 1945, secara rinci sebagai berikut: 1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; 2. Memajukan kesejahteraaan umum; 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa; 4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • 19.
    5. IDENTITAS NASIONALINDONESIA A.Pengertian Identitas Nasional Indonesia Identitas nasional berasal dari kata “national identity” yang diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai “kepribadian nasional” atau “jati diri nasional”. Kepribadian atau jati diri nasional adalah jatidiri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Kepribadian atau jati diri bangsa Indonesia akan berbeda dengan kepribadian atau jati diri bangsa Amerika, Inggris dan lain-lain. Kepribadian atau jati diri nasional itu kita adopsi dari nilai- nilai budaya dan nilai-nilai agama yang kita yakini kebenarannya. Jika ada orang yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab, bangsa yang berbudaya, bangsa yang beretika, maka itulah yang kita katakana kepribadian atau jati diri bangsa Indonesia itu sendiri. Jika dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mengindahkan nilai- nilai moral dan etika, maka kita tidak dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki kepribadian atau jati diri nasional. Sopan- santun, ramah tamah adalah salah satu dari sekian banyak jati diri nasional kita. Jatidiri semacam ini harus kita pupuk dan kita lestarikan, sehingga kita tetap digolongkan oleh bangsa lain sebagai suku bangsa yang beradab (Chamim,et,al.,2003:209).
  • 20.
    B. Unsur PembentukIdentitas Nasional Indonesia Proses pembentukan identitas nasional umumnya membutuhkan waktu dan perjuangan bangsa di antara warga – warga yang bersangkutan. Hal ini di sebabkan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat bangsa itu. 1. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia berasal dari rumpun bahasa melayu yang digunakan sebagai bahasa pergaulan yang sekarang diangkat sebagai bahasa persatuan. Di resmikan pada tanggal 28 Oktober 1928. Bangsa Indonesia sepakat bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sekaligus sebagai identitas nasional. 2. Bendera Negara yaitu Sang Merah Putih. Warna merah berarti berani dan putih berarti suci. Lambang merah putih berarti sudah di kenal pada masa kerajaan di bangsa Indonesia yang kemudian diangkat sebagai bendera Negara dan di kibarkan pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1945. 3. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan pada tanggal 28 Oktober 1928 di nyanyikan pertama kali sebagai lagu kebangsaan Negara.
  • 21.
    4. Lambang Negarayaitu Garuda Pancasila Garuda adalah burung khas Indonesia yang di jadikan lambing Negara. 5. Semboyan Negara yaitu Bhineka Tunggal Ika Menunjukkan bahwa bangsa kita heterogen, namun tetap berkeinginan untuk menjadi satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. 6. Dasar filsafat yaitu Pancasila. 7. Konstitusi (hukum dasar) Negara yaitu UUD 1945. Merupakan hukum dasar tertulis yang menduduki tingkatan tertinggi dalam tata urutan perundangan dan di jadikan sebagai pedoman penyelenggaraan bernegara.
  • 22.
    8. Bentuk NegaraKesatuan Republik Indonesia ( NKRI) yang berkedaulatan Rakyat Bentuk Negara adalah kesatuan, dan bentuk pemerintahannya adalah Republik. Sistem pemerintahannya adalah demokrasi ( kedaulatan rakyat). 9. Konsepsi Wawasan Nusantara Sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. 10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional Berbagai kebudayaan dari kelompok – kelompok di Indonesia yang memiliki cita rasa tinggi, dapat dinikmati dan diterima masyarakat luas merupakan kebudayaan nasional.
  • 23.
  • 24.