LAPISAN AIR [
HIDROSFER ]
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN
[STPP] BOGOR
JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR
DISUSUN OLEH KELOMPOK
4
1. D. Fikri Andriani
2. Haifa Racmawati S
3. Iis Susi Lisnawati
4. Indra Ramadhan
5. Ujang Muhammad
6. Yusnila Sari
Hidrosfer dapat dibedakan menjadi 3,
yaitu
1. Siklus Hidrologi
2. Perairan di Datar
3. Perairan di Laut
Jumlah air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang,
namun wujud dan tempatnya sering mengalami perubahan.
Perubahan wujud air (padat, cair, dan gas) membentuk suatu
siklus atau daur yang disebut siklus/daur hidrologi.
Siklus hidrologi adalah proses perputaran air, dari air
menguap menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh
awan tersebut akan jatuh dalam bentuk air hujan begitu
seterusnya. Dalam siklus hidrologi air mengalami perubahan
bentuk.
Berdasarkan lama peredaran air, siklus hidrologi dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, sedang, dan
panjang.
1. Siklus Pendek
Siklus pendek merupakan suatu proses peredaran air
dengan jangka waktu yang relatif cepat. Proses ini biasanya
terjadi di laut. Air laut mengalami evaporasi (penguapan), karena
1. SIKLUS HIDROLOGI
2. Siklus Sedang
Air laut mengalami evaporasi menuju atmosfer, dalam
bentuk uap air karena panas sinar matahari. Angin yang
bertiup membawa uap air laut ke arah daratan. Pada
ketinggian tertentu, uap air yang berasal dari evaporasi air laut,
sungai, dan danau terkumpul makin banyak di udara. Suatu
saat uap air menjadi jenuh dan mengalami kondensasi,
kemudian menjadi hujan. Air hujan yang jatuh di daratan
selanjutnya mengalir ke parit, selokan, sungai, danau, dan
menuju ke laut lagi.
3. Siklus Panjang
Panas sinar matahari menyebabkan evaporasi air laut.
Angin membawa uap air laut ke arah daratan dan bergabung
bersama dengan uap air yang berasal dari danau, sungai, dan
tubuh perairan lainnya, serta hasil transpirasi dari tumbuhan.
Uap air ini berubah menjadi awan dan turun sebagai presipitasi
(hujan). Air hujan yang jatuh, sebagian meresap ke dalam
tanah (infiltrasi) menjadi air tanah. Adakalanya presipitasi tidak
berbentuk hujan, tetapi berbentuk salju atau es. Sebagian air
2. Perairan di
Darat
1. Air Tanah
Air tanah merupakan air yang berada di wilayah jenuh di
bawah permukaan tanah. Dari keseluruhan air tawar yang ada di
planet ini lebih dari 97% terdiri air tanah. Ia dapat ditemukan di
gurun yang sangat kering maupun di bawah tanah yang tertutup
lapisan salju.
Air tanah yang berasal dari curahan hujan disebut vadose
water. Selain dari curahan hujan, air tanah memang sudah ada
sejak lama dan tersimpan dalam batuan sedimen. Air tanah ini
disebut connate water (air tanah tubir). Ada lagi jenis air tanah
yang belum pernah berwujud air di atmosfer atau di permukaan.
Air ini berasal dari aktivitas magma. Air tanah ini disebut juvenile
water (air juvenil atau air magma).
2. Sungai
Air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian besar
akan menjadi aliran permukaan dan sebagian lagi meresap ke
3. Danau
Cekungan-cekungan yang ada di permukaan Bumi,
baik itu yang terjadi akibat proses tektonik, vulkanik, atau
proses lain lama-kelamaan akan terisi oleh air. Air tersebut
dapat berasal dari air hujan atau dari air sungai yang
bermuara di cekungan tersebut. Inilah yang disebut danau.
Berdasarkan proses terjadinya, danau dibagi menjadi
danau alami dan danau buatan. Danau alami dibedakan
menjadi danau tektonik, vulkanik, karst, erosi, tapal kuda,
dan danau bendungan alami.
4. Rawa
Rawa adalah tanah basah yang sering digenangi air
karena letaknya yang relitf rendah. Rawa biasanya
ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang batangnya lunak
atau rumput-rumputan. Ada dua jenis rawa, yaitu rawa di
daerah pedalaman yang berisi air tawar dan rawa yang
Tidak hanya perairan darat saja, perairan laut juga termasuk
ke dalam pembahasan hidrosfer. Menurut proses terjadinya,
laut bisa di klasifikasi menjadi tiga yaitu:
1. Laut Regresi, yaitu laut yang menyempit pada waktu
zaman es, terjadi penurunan permukaan air laut.
Dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul pada zaman
glasial merupakan daratan. Dangkalan Sunda merupakan
bagian dari Benua Asia, sedangkan dangkalan Sahul
merupakan bagian dari Benua Australia. Pada waktu air
surut ada bagian dari laut yang masih merupakan laut
karena dalamnya, laut inilah yang dinamakan laut regresi.
Contohnya Laut Banda dan Selat Makassar.
2. Laut Transgresi adalah laut yang terjadi karena genangan
air laut terhadap daratan akibat kenaikan tinggi permukaan
air laut yang mencapai kurang lebih 70 m pada zaman es.
Inilah yang menyebabkan dataran rendah di Indonesia
Timur atau Barat tergenang air laut dan sekarang menjadi
laut dangkal. Contoh: Laut Jawa, Selat Sunda, Selat
2. Perairan di
Laut
Sedangkan menurut letaknya, laut di bedakan
menjadi tiga, yaitu:
1. Laut Tepi (sub/ocean), adalah laut yang
letaknya di tepi benua dan terpisah dengan
lautan oleh adanya deretan pulau.
Contohnya, Laut Jepang dan Laut Cina
Selatan.
2. Laut Pertengahan (middle sea) adalah laut
yang terletak di antara benua, contohnya
Laut Tengah.
Sekian Presentasi dari Kami,
Semoga bermanfaat bagi kita
semua
Wassalamu’alikum Wr. Wb
Presentasi by
D. Fikri Andriani
Haifa Racmawati S
Iis Susi Lisnawati
Indra Ramadhan
Ujang Muhammad
Yusnila Sari

Hidrosfer

  • 1.
    LAPISAN AIR [ HIDROSFER] SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN [STPP] BOGOR JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR
  • 2.
    DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 1.D. Fikri Andriani 2. Haifa Racmawati S 3. Iis Susi Lisnawati 4. Indra Ramadhan 5. Ujang Muhammad 6. Yusnila Sari
  • 4.
    Hidrosfer dapat dibedakanmenjadi 3, yaitu 1. Siklus Hidrologi 2. Perairan di Datar 3. Perairan di Laut
  • 5.
    Jumlah air dibumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat, cair, dan gas) membentuk suatu siklus atau daur yang disebut siklus/daur hidrologi. Siklus hidrologi adalah proses perputaran air, dari air menguap menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh awan tersebut akan jatuh dalam bentuk air hujan begitu seterusnya. Dalam siklus hidrologi air mengalami perubahan bentuk. Berdasarkan lama peredaran air, siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, sedang, dan panjang. 1. Siklus Pendek Siklus pendek merupakan suatu proses peredaran air dengan jangka waktu yang relatif cepat. Proses ini biasanya terjadi di laut. Air laut mengalami evaporasi (penguapan), karena 1. SIKLUS HIDROLOGI
  • 6.
    2. Siklus Sedang Airlaut mengalami evaporasi menuju atmosfer, dalam bentuk uap air karena panas sinar matahari. Angin yang bertiup membawa uap air laut ke arah daratan. Pada ketinggian tertentu, uap air yang berasal dari evaporasi air laut, sungai, dan danau terkumpul makin banyak di udara. Suatu saat uap air menjadi jenuh dan mengalami kondensasi, kemudian menjadi hujan. Air hujan yang jatuh di daratan selanjutnya mengalir ke parit, selokan, sungai, danau, dan menuju ke laut lagi. 3. Siklus Panjang Panas sinar matahari menyebabkan evaporasi air laut. Angin membawa uap air laut ke arah daratan dan bergabung bersama dengan uap air yang berasal dari danau, sungai, dan tubuh perairan lainnya, serta hasil transpirasi dari tumbuhan. Uap air ini berubah menjadi awan dan turun sebagai presipitasi (hujan). Air hujan yang jatuh, sebagian meresap ke dalam tanah (infiltrasi) menjadi air tanah. Adakalanya presipitasi tidak berbentuk hujan, tetapi berbentuk salju atau es. Sebagian air
  • 7.
    2. Perairan di Darat 1.Air Tanah Air tanah merupakan air yang berada di wilayah jenuh di bawah permukaan tanah. Dari keseluruhan air tawar yang ada di planet ini lebih dari 97% terdiri air tanah. Ia dapat ditemukan di gurun yang sangat kering maupun di bawah tanah yang tertutup lapisan salju. Air tanah yang berasal dari curahan hujan disebut vadose water. Selain dari curahan hujan, air tanah memang sudah ada sejak lama dan tersimpan dalam batuan sedimen. Air tanah ini disebut connate water (air tanah tubir). Ada lagi jenis air tanah yang belum pernah berwujud air di atmosfer atau di permukaan. Air ini berasal dari aktivitas magma. Air tanah ini disebut juvenile water (air juvenil atau air magma). 2. Sungai Air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian besar akan menjadi aliran permukaan dan sebagian lagi meresap ke
  • 8.
    3. Danau Cekungan-cekungan yangada di permukaan Bumi, baik itu yang terjadi akibat proses tektonik, vulkanik, atau proses lain lama-kelamaan akan terisi oleh air. Air tersebut dapat berasal dari air hujan atau dari air sungai yang bermuara di cekungan tersebut. Inilah yang disebut danau. Berdasarkan proses terjadinya, danau dibagi menjadi danau alami dan danau buatan. Danau alami dibedakan menjadi danau tektonik, vulkanik, karst, erosi, tapal kuda, dan danau bendungan alami. 4. Rawa Rawa adalah tanah basah yang sering digenangi air karena letaknya yang relitf rendah. Rawa biasanya ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang batangnya lunak atau rumput-rumputan. Ada dua jenis rawa, yaitu rawa di daerah pedalaman yang berisi air tawar dan rawa yang
  • 9.
    Tidak hanya perairandarat saja, perairan laut juga termasuk ke dalam pembahasan hidrosfer. Menurut proses terjadinya, laut bisa di klasifikasi menjadi tiga yaitu: 1. Laut Regresi, yaitu laut yang menyempit pada waktu zaman es, terjadi penurunan permukaan air laut. Dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul pada zaman glasial merupakan daratan. Dangkalan Sunda merupakan bagian dari Benua Asia, sedangkan dangkalan Sahul merupakan bagian dari Benua Australia. Pada waktu air surut ada bagian dari laut yang masih merupakan laut karena dalamnya, laut inilah yang dinamakan laut regresi. Contohnya Laut Banda dan Selat Makassar. 2. Laut Transgresi adalah laut yang terjadi karena genangan air laut terhadap daratan akibat kenaikan tinggi permukaan air laut yang mencapai kurang lebih 70 m pada zaman es. Inilah yang menyebabkan dataran rendah di Indonesia Timur atau Barat tergenang air laut dan sekarang menjadi laut dangkal. Contoh: Laut Jawa, Selat Sunda, Selat 2. Perairan di Laut
  • 10.
    Sedangkan menurut letaknya,laut di bedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Laut Tepi (sub/ocean), adalah laut yang letaknya di tepi benua dan terpisah dengan lautan oleh adanya deretan pulau. Contohnya, Laut Jepang dan Laut Cina Selatan. 2. Laut Pertengahan (middle sea) adalah laut yang terletak di antara benua, contohnya Laut Tengah.
  • 11.
    Sekian Presentasi dariKami, Semoga bermanfaat bagi kita semua Wassalamu’alikum Wr. Wb Presentasi by D. Fikri Andriani Haifa Racmawati S Iis Susi Lisnawati Indra Ramadhan Ujang Muhammad Yusnila Sari