Noviana Anjar Hastuti
12708251009
SUNGAI, GLETSER, DAN
AIR TANAH
Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
Hidrosfer meliputi semua air yang terdapat
maupun berada pada permukaan bumi. Bumi
merupakan satu-satunya planet dalam tata surya
yang sebagian besar wilayahnya tertutup oleh
wilayah perairan, baik dalam bentuk padat
(lembaran-lembaran salju dan es), cair, (sungai,
danau, rawa, laut, dan air tanah) maupun bentuk
gas (uap air).
Hidrosfer
Hidrosfer
Sungai
Definisi Sungai:
1. Sungai merupakan aliran air yang besar
dan memanjang yang mengalit secara
terus menerus dari hulu (sumber) menuju
hilir (muara);
2. Sungai adalah bagian permukaan bumi
yang letaknya lebih rendah dari tanah
sekitarnya dan menjadi tempat
mengalirnya air tawa menuju laut, danau,
rawa, atau ke sungai lainnya
3. Sungai adalah bagian muka bumi yang
lebih rendah berupa alur, terbentuk secara
alami sebagai tempat air mengalir;
Sungai
Hidrosfer
Definisi Sungai:
4. Sungai adalah air tawar dari sumber
alamiah yang mengalir dari tempat yang
lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah
dan menuju atau bermuara ke laut,
danau atau sungai yang lebih besar.
5. River is a large natural stream of water
following in a channel to the sea, a lake,
or another river. Sungai merupakan aliran
air yang terbentuk secara alami
mengikuti saluran yang menuju laut,
danau atau sungai yang lain.
Sungai
Hidrosfer
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
sungai merupakan aliran air dari berbagai
sumber air alamiah yang mengalir dari
sumber (hulu) menuju muara (hilir) yang
merupakan laut, danau, ataupun sungai
lainnya.
Arus air di bagian hulu sungai biasanya lebih
deras dibandingkan dengan arus sungai di
bagian hilir. Aliran sungai seringkali berliku-
liku karena terjadinya proses pengikisan dan
pengendapan di sepanjang sungai.
Sungai
Hidrosfer
Sungai terbentuk ketika air yang berada di permukaan
daratan, baik air hujan, mata air, maupun gletser akan
mengalir melalui sebuah saluran menuju tempat yang lebih
rendah. Misalnya di sebuah puncak bukit atau gunung yang
tinggi, dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu,
kemudian berkumpul di bagian yang cekung, lama kelamaan
dikarenakan sudah penuh, akhirnya air akan mengalir keluar
melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus
air. Mula-mula saluran ini relatif sempit dan pendek. Akan
tetapi secara alamiah aliran ini akan mengikis daerah-daerah
yang dilaluinya sehingga saluran ini semakun lebar dan
panjang dan pada akhirnya terbentuklah sungai.
Proses Terbentuknya Sungai
Hidrosfer
Perkembangan sungai akan menunjukkan umur dari sungai
tersebut, karena sungai yang ada saat ini merupakan proses
yang terus menerus berlangsung dan akan terus
berkembang. Sungai mengalami masa muda, dewasa, dan
tua. Menurut Davis Morris, seorang geologist berkebangsaan
Amerika, siklus kehidupan sungai dimulai ketika tanah baru
muncul di atas permukaan laut. Hujan kemudian mengikisnya
dan membuat parit, kemudian parit-parit itu bertemu
sesamanya dan membentuk sungai. Anak-anakk sungai
kemudian tumbuh dari sungai utamanya seperti cabang
tumbuh dari pohon. Semakin tua sungai, lembahnya semakin
dalam dan anak-anak sungainya semakin panjang.
Perkembangan Sungai
Hidrosfer
Perkembangan Sungai
Hidrosfer
Sungai muda memiliki ciri terjal karena
biasanya ditemukan di tempat yang tinggi
atau di daerah pegunungan, dengan gradient
besar dan berarus sangat cepat. Kegiatan
erosi yang sangat kuat karena arusnya yang
cepat, khususnya erosi ke bawah. Erosi
tersebut akan menghasilkan lembah
menyerupai huruf-V. Terdapat air terjun dan
longsoran banyak terjadi pada tebing-
tebingnya. Contohnya Sungai Fraser.
Sungai Muda
Hidrosfer
Sungai dewasa mengalami
pengurangan gradient,
sehingga kecepatan alirannya
berkurang. Daya angkut erosi
berkurang, terdapat variasi
antara erosi dan sedimentasi,
terus memperlebar lembahnya,
dan mengembangkan lantai
datar, terdapat dataran banjir
yang kemudian akan
membentuk meander.
Contohnya Sungai Nil
Hidrosfer
Sungai Dewasa
Sungai tua merupakan dataran
banjir, dibantaran yang lebar
sungai biasanya
mengembangkan pola berkelok
(meander), oxbow lakes, alur
teranyam, tanggul alam, dan
undak-undak sungai
menunjukkan kondisi ‘graded’.
Sungai tua sangatlah berlumpur,
konsekuensi dari banyaknya
material yang dibawa oleh
sungai dengan kecepatan yang
rendah. Contoh sungai tua
adalah Sungai Mississippi.
Hidrosfer
Sungai Dewasa
Hidrosfer
Klasifikasi Sungai
Sumber Air
Debit Air
Asal Kejadian (Genetik)
Struktur Geologi
Pola Aliran
Berdasarkan
Sungai Berdasarkan
Sumber Airnya
Hidrosfer
Sungai Mata Air
Sungai Hujan
Sungai Gletser
Sungai Campuran
Sungai Berdasarkan
Debit Airnya
Sungai Permanen
Sungai Periodik
Sungai Episodik
Sungai Ephemeral
Sungai Berdasarkan Asal
Kejadian
Hidrosfer
Sungai Konsekuen
Sungai Subsekuen
Sungai Obsekuen
Sungai Resekuen
Sungai Berdasarkan
Struktur Geologi
Sungai Anteseden
Sungai Superposed
Sungai Insekuen
Sungai Berdasarkan Asal Kejadian
Hidrosfer
Sungai Konsekuen
Sungai konsekuen
adalah sungai yang
airnya mengalir
mengikuti kemiringan
lapisan batuan yang
dilaluinya. Contoh
Sungai Cipanas.
Sungai Subsekuen
Sungai subsekuen
adalah sungai yang
aliran airnya mengikuti
srike batuan, mengalir
pada lapisan batuan
yang lunak, dan
biasanya merupakan
sungai yang tegak
lurus terhadap sungai
konsekuen.
Sungai Berdasarkan Asal Kejadian
Hidrosfer
Sungai obsekuen
adalah sungai yang
aliran airnya
berlawanan arah
dengan sungai
konsekuen atau
berlawanan arah
dengan kemiringan
lapisan batuan serta
bermuara di sungai
subsekuen
Sungai resekuen adalah
sungai yang airnya
mengalir mengikuti
arah kemiringan lapisan
batuan dan bermuara
di sungai subsekuen.
Sungai Obsekuen Sungai Resekuen
Sungai Berdasarkan Asal Kejadian
Hidrosfer
Sungai insekuen adalah
sungai yang mengalir
tanpa dikontrol oleh
litologi maupun struktur
geologi sehingga arah
alirannya tidak
menentu.
Sungai resekuen adalah
sungai yang airnya
mengalir mengikuti
arah kemiringan lapisan
batuan dan bermuara
di sungai subsekuen.
Sungai ResekuenSungai Insekuen
Sungai Berdasarkan Asal Kejadian
Hidrosfer
Sungai yang tetap
mempertahankan arah
aliran airnya walaupun
ada struktur geologi
(batuan) yang melintang.
Hal ini karena kekuatan
arusnya, sehingga
mampu menembus
batuan yang
merintanginya.
Sungai superposed
adalah sungai yang
melintang, struktur dan
prosesnya dibimbing
oleh lapisan batuan
yang menutupinya
Sungai Anteseden Sungai Superposed
Sungai Berdasarkan Pola Aliran
Hidrosfer
Radial Sentripetal
Radial Sentrifugal
Dendritik
Trellis
Rektangular
Anular
Pinate
Gletser
“Fundamentally, a glacier is a mass of ice, a land, that moves
under its own weight.” Pada dasarnya gletser merupakan
massa es, pada daratan, yang bergerak dengan beratnya
sendiri. Gletser terbentuk di lembah pegunungan dan
menuruni lembah pegunungan secara perlahan-lahan akibat
akumulasi dari es, salju, ataupun bebatuan karena adanya
perubahan suhu.
Bagaimanapun suhu akan menurun seiring dengan naiknya
ketinggian, sehingga gletser dapat terbentuk pada daerah
pegunungan bahkan di daerah tropis ataupun daerah
subtropis. Sebagian besar gletser berada pada kutub utara
dan kutub selatan dimana sinar matahari sangat sedikit,
bahkkan pada musim panas, pada daerah kutub masih
cukup dingin, sehingga gletser tidak akan mencair.
Gletser
• Gletser terbentuk ketika salju turun,
setelah mengendap, udara yang
terperangkap di antara serpihan salju
terdorong keluar, shingga membentuk
keping salju padat yang disebut firn.
Saat salju semakin banyak turun, firn
akan terpadatkan menjadi gletser.
• Perubahan bentuk dari salju menjadi
gletser mungkin membutuhkan waktu
dari 5 hingga 3500 tahun tergantung
pada beberapa faktor, diantaranya
iklim, dan rata-rata salju yang
terakumulasi. Pada akhirnya, ketika
massa es menjadi lebih besar, gletser
pada bidang yang miring akan runtuh
atau mengalir.
Proses Terbentuknya Gletser
Gletser dibagi menjadi dua tipe berdasarkan ukuran dan
proses terbentuknya yaitu alpine glacier dan continental
glacier. Alpine gletser merupakan gletser yang berada di
daerah pegunungan, ataupun pada daerah yang tinggi.
Sekitar 70.000-200.000 gletser di bumi ini merupakan
alpine glacier. Sedangkan continental glacier merupakan
gletser yang menutupi sebagian besar wilayah greenland
dan antartika.
Diperkirakan gletser yang berada di greenland menutupi
wilayah seluas 1,7 juta km2 dengan ketebalan 3 km,
sedangkan gletser pada daerah antartika menutupi wilayah
seluas 12,5 juta km2 dengan ketebalan 5 km.
Tipe Gletser
Proses terbentuk ataupun mencairnya gletser sangat
dipengaruhi oleh faktor suhu. Ilmuwan mengklaim gletser
di seluruh dunia telah mencair 100 kali lebih cepat dalam
kurun waktu 350 tahun
Pencairan Gletser karena Perubahan Suhu
Pencairan Gletser karena Perubahan Suhu
Pencairan gletser di Kutub Utara, sehingga kapal dapat
berlayar tanpa hambatan
Pencairan Gletser karena Perubahan Suhu
Pencairan gletser di Kutub Utara, sehingga ditemukan
bongkahan es di Australia
Air Tanah
Air tanah adalah air yang bergerak dalam tanah yang terdapat
di dalam ruang-ruang antara butir-butir tanah dan di dalam
retak-retak dari batuan. Secara sederhana air tanah dapat
diartikan sebagai air yang terdapat di bawah permukaan bumi,
yaitu di dalam celah-celah batuan dan tanah. Air tanah berasal
dari salju, hujan atau bentuk curahan lain yang meresap ke
dalam tanah dan tersimpan dalam lapisan kedap air.
Air Tanah
Proses terbentuknya air tanah berhubungan dengan siklus
hidrologi. Seperti yang telah diketahui bahwa siklus hidrologi
merupakan sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari
atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui proses
kondensasi, prespitasi, evaporasi, dan transpirasi. Setelah air
jatuh ke tanah siklus hidrologi bergerak secara terus menerus
dalam tiga cara yang berbeda yaitu evaporasi, infiltrasi, dan air
permukaan. Air tanah terbentuk dari proses infiltrasi, yang
merupakan proses meresapnya air dari permukaan tanah
melalui pori-pori tanah. Air dapat masuk ke dalam tanah ketika
ada ruang yang terbuka dan juga ketika ruang tersebut tidak
terisi oleh air.
Air Tanah
Proses Pergerakan Air Tanah
Tanah Hujan membasahi tanah Pori Tanah
Meresap ke bawah tanah
hingga lapisan impermeabel
Tidak dapat lagi meresap ke bawah
tanah hingga mengisi ruang tersebut
Hujan lagi
Menambah Volume
airAir Tanah
Jenis Air Tanah
Air Tanah
Dalam
Jenis Air Tanah
Air tanah freatis merupakan air
tanah dangkal yang terletak di
atas lapisan kedap air tidak jauh
dari permukaan tanah. Air tanah
dangkal banyak dimanfaatkan
untuk dibuat sumur. Banyaknya
sumber air tanah dangkal
dipengaruhi oleh resapan air di
sekelilingnya. Pada musim
kemarau jumlah air tanah
dangkal sangat terbatas,
sedangkan pada musim hujan
jumlah sumber air tanah
dangkal akan melimpah.
Air tanah artesis merupakan air
tanah dalam yang terletak jauh
di dalam tanah, di antara dua
lapisan kedap air atau yang
biasa disebut sebagai lapisan
akuifer.
Lapisan akuifer banyak
menampung air, jika lapisan
kedap air retak, secara alami
air akan keluar ke permukaan.
Air yang memancar ke
permukaan tersebut disebut
mata air artesis. Jika pada
musim kemarau, ketika
kesulitan mencari air tanah
dangkal, kebanyakan orang
melakukan pengeboran untuk
membuat sumur.
Air Tanah Dangkal
Air Tanah Dalam
Permasalahan Air Tanah
Beberapa permasalahan pada air
tanah diantaranya adalah air tanah
yang tercemar oleh berbagai mineral
seperti besi ataupun senyawa organik
lainnya. Jika air tanah telah tercemar
tentu saja air tersebut akan membawa
bibit-bibit penyakit yang akan
merugikan kelangsungan hidup
makhluk hidup.
Tingkat pencemaran terhadap air
tanah dangkal sangat tergantung dari
kedudukan akuifer, besaran dan jenis
zat pencemar, serta jenis
tanah/batuan di zona tak jenuh, serta
batuan penyusun akuifer itu sendiri.
1. Penurunan Muka Air Tanah
2. Intrusi Air Lau
3. Amblesan Tanah
Pencemaran Air Tanah
Pemanfaatan Air Tanah
secara berlebihan
Permasalahan Air Tanah
Konservasi Air Tanah
1. Hemat dalam menggunakan air, baik air mentah maupun
air minum. Dengan hanya menutup keran air berarti kita
telah melakukan penghematan air, karena air tidak akan
terbuang cuma-cuma.
2. Tanam tumbuhan di bidang yang bertanah di dekat rumah.
(Bilang ke ayah) jangan tutup lahan bertanah dengan aspal
ataupun semen. Hal itu dapat menyebabkan rumah kita
kekurangan resapan air hujan.
3. Menanam pohon yang dapat melindungi sumber air.
4. Buat resapan biopori agar air hujan bisa berguna sebagai
air tanah.
5. Minimalisir penggunaan cairan pembersih toilet karena
dapat menghambat proses pembusukan di septic tank.
Hidrosfer 2

Hidrosfer 2

  • 1.
    Noviana Anjar Hastuti 12708251009 SUNGAI,GLETSER, DAN AIR TANAH Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
  • 2.
    Hidrosfer meliputi semuaair yang terdapat maupun berada pada permukaan bumi. Bumi merupakan satu-satunya planet dalam tata surya yang sebagian besar wilayahnya tertutup oleh wilayah perairan, baik dalam bentuk padat (lembaran-lembaran salju dan es), cair, (sungai, danau, rawa, laut, dan air tanah) maupun bentuk gas (uap air). Hidrosfer
  • 3.
  • 4.
    Definisi Sungai: 1. Sungaimerupakan aliran air yang besar dan memanjang yang mengalit secara terus menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara); 2. Sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah sekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawa menuju laut, danau, rawa, atau ke sungai lainnya 3. Sungai adalah bagian muka bumi yang lebih rendah berupa alur, terbentuk secara alami sebagai tempat air mengalir; Sungai Hidrosfer
  • 5.
    Definisi Sungai: 4. Sungaiadalah air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. 5. River is a large natural stream of water following in a channel to the sea, a lake, or another river. Sungai merupakan aliran air yang terbentuk secara alami mengikuti saluran yang menuju laut, danau atau sungai yang lain. Sungai Hidrosfer
  • 6.
    Dengan demikian dapatdikatakan bahwa sungai merupakan aliran air dari berbagai sumber air alamiah yang mengalir dari sumber (hulu) menuju muara (hilir) yang merupakan laut, danau, ataupun sungai lainnya. Arus air di bagian hulu sungai biasanya lebih deras dibandingkan dengan arus sungai di bagian hilir. Aliran sungai seringkali berliku- liku karena terjadinya proses pengikisan dan pengendapan di sepanjang sungai. Sungai Hidrosfer
  • 7.
    Sungai terbentuk ketikaair yang berada di permukaan daratan, baik air hujan, mata air, maupun gletser akan mengalir melalui sebuah saluran menuju tempat yang lebih rendah. Misalnya di sebuah puncak bukit atau gunung yang tinggi, dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu, kemudian berkumpul di bagian yang cekung, lama kelamaan dikarenakan sudah penuh, akhirnya air akan mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air. Mula-mula saluran ini relatif sempit dan pendek. Akan tetapi secara alamiah aliran ini akan mengikis daerah-daerah yang dilaluinya sehingga saluran ini semakun lebar dan panjang dan pada akhirnya terbentuklah sungai. Proses Terbentuknya Sungai Hidrosfer
  • 8.
    Perkembangan sungai akanmenunjukkan umur dari sungai tersebut, karena sungai yang ada saat ini merupakan proses yang terus menerus berlangsung dan akan terus berkembang. Sungai mengalami masa muda, dewasa, dan tua. Menurut Davis Morris, seorang geologist berkebangsaan Amerika, siklus kehidupan sungai dimulai ketika tanah baru muncul di atas permukaan laut. Hujan kemudian mengikisnya dan membuat parit, kemudian parit-parit itu bertemu sesamanya dan membentuk sungai. Anak-anakk sungai kemudian tumbuh dari sungai utamanya seperti cabang tumbuh dari pohon. Semakin tua sungai, lembahnya semakin dalam dan anak-anak sungainya semakin panjang. Perkembangan Sungai Hidrosfer
  • 9.
  • 10.
    Sungai muda memilikiciri terjal karena biasanya ditemukan di tempat yang tinggi atau di daerah pegunungan, dengan gradient besar dan berarus sangat cepat. Kegiatan erosi yang sangat kuat karena arusnya yang cepat, khususnya erosi ke bawah. Erosi tersebut akan menghasilkan lembah menyerupai huruf-V. Terdapat air terjun dan longsoran banyak terjadi pada tebing- tebingnya. Contohnya Sungai Fraser. Sungai Muda Hidrosfer
  • 11.
    Sungai dewasa mengalami pengurangangradient, sehingga kecepatan alirannya berkurang. Daya angkut erosi berkurang, terdapat variasi antara erosi dan sedimentasi, terus memperlebar lembahnya, dan mengembangkan lantai datar, terdapat dataran banjir yang kemudian akan membentuk meander. Contohnya Sungai Nil Hidrosfer Sungai Dewasa
  • 12.
    Sungai tua merupakandataran banjir, dibantaran yang lebar sungai biasanya mengembangkan pola berkelok (meander), oxbow lakes, alur teranyam, tanggul alam, dan undak-undak sungai menunjukkan kondisi ‘graded’. Sungai tua sangatlah berlumpur, konsekuensi dari banyaknya material yang dibawa oleh sungai dengan kecepatan yang rendah. Contoh sungai tua adalah Sungai Mississippi. Hidrosfer Sungai Dewasa
  • 13.
    Hidrosfer Klasifikasi Sungai Sumber Air DebitAir Asal Kejadian (Genetik) Struktur Geologi Pola Aliran Berdasarkan
  • 14.
    Sungai Berdasarkan Sumber Airnya Hidrosfer SungaiMata Air Sungai Hujan Sungai Gletser Sungai Campuran Sungai Berdasarkan Debit Airnya Sungai Permanen Sungai Periodik Sungai Episodik Sungai Ephemeral
  • 15.
    Sungai Berdasarkan Asal Kejadian Hidrosfer SungaiKonsekuen Sungai Subsekuen Sungai Obsekuen Sungai Resekuen Sungai Berdasarkan Struktur Geologi Sungai Anteseden Sungai Superposed Sungai Insekuen
  • 16.
    Sungai Berdasarkan AsalKejadian Hidrosfer Sungai Konsekuen Sungai konsekuen adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti kemiringan lapisan batuan yang dilaluinya. Contoh Sungai Cipanas. Sungai Subsekuen Sungai subsekuen adalah sungai yang aliran airnya mengikuti srike batuan, mengalir pada lapisan batuan yang lunak, dan biasanya merupakan sungai yang tegak lurus terhadap sungai konsekuen.
  • 17.
    Sungai Berdasarkan AsalKejadian Hidrosfer Sungai obsekuen adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen Sungai resekuen adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen. Sungai Obsekuen Sungai Resekuen
  • 18.
    Sungai Berdasarkan AsalKejadian Hidrosfer Sungai insekuen adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi maupun struktur geologi sehingga arah alirannya tidak menentu. Sungai resekuen adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen. Sungai ResekuenSungai Insekuen
  • 19.
    Sungai Berdasarkan AsalKejadian Hidrosfer Sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada struktur geologi (batuan) yang melintang. Hal ini karena kekuatan arusnya, sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya. Sungai superposed adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya Sungai Anteseden Sungai Superposed
  • 20.
    Sungai Berdasarkan PolaAliran Hidrosfer Radial Sentripetal Radial Sentrifugal Dendritik Trellis Rektangular Anular Pinate
  • 21.
  • 22.
    “Fundamentally, a glacieris a mass of ice, a land, that moves under its own weight.” Pada dasarnya gletser merupakan massa es, pada daratan, yang bergerak dengan beratnya sendiri. Gletser terbentuk di lembah pegunungan dan menuruni lembah pegunungan secara perlahan-lahan akibat akumulasi dari es, salju, ataupun bebatuan karena adanya perubahan suhu. Bagaimanapun suhu akan menurun seiring dengan naiknya ketinggian, sehingga gletser dapat terbentuk pada daerah pegunungan bahkan di daerah tropis ataupun daerah subtropis. Sebagian besar gletser berada pada kutub utara dan kutub selatan dimana sinar matahari sangat sedikit, bahkkan pada musim panas, pada daerah kutub masih cukup dingin, sehingga gletser tidak akan mencair. Gletser
  • 23.
    • Gletser terbentukketika salju turun, setelah mengendap, udara yang terperangkap di antara serpihan salju terdorong keluar, shingga membentuk keping salju padat yang disebut firn. Saat salju semakin banyak turun, firn akan terpadatkan menjadi gletser. • Perubahan bentuk dari salju menjadi gletser mungkin membutuhkan waktu dari 5 hingga 3500 tahun tergantung pada beberapa faktor, diantaranya iklim, dan rata-rata salju yang terakumulasi. Pada akhirnya, ketika massa es menjadi lebih besar, gletser pada bidang yang miring akan runtuh atau mengalir. Proses Terbentuknya Gletser
  • 24.
    Gletser dibagi menjadidua tipe berdasarkan ukuran dan proses terbentuknya yaitu alpine glacier dan continental glacier. Alpine gletser merupakan gletser yang berada di daerah pegunungan, ataupun pada daerah yang tinggi. Sekitar 70.000-200.000 gletser di bumi ini merupakan alpine glacier. Sedangkan continental glacier merupakan gletser yang menutupi sebagian besar wilayah greenland dan antartika. Diperkirakan gletser yang berada di greenland menutupi wilayah seluas 1,7 juta km2 dengan ketebalan 3 km, sedangkan gletser pada daerah antartika menutupi wilayah seluas 12,5 juta km2 dengan ketebalan 5 km. Tipe Gletser
  • 25.
    Proses terbentuk ataupunmencairnya gletser sangat dipengaruhi oleh faktor suhu. Ilmuwan mengklaim gletser di seluruh dunia telah mencair 100 kali lebih cepat dalam kurun waktu 350 tahun Pencairan Gletser karena Perubahan Suhu
  • 26.
    Pencairan Gletser karenaPerubahan Suhu Pencairan gletser di Kutub Utara, sehingga kapal dapat berlayar tanpa hambatan
  • 27.
    Pencairan Gletser karenaPerubahan Suhu Pencairan gletser di Kutub Utara, sehingga ditemukan bongkahan es di Australia
  • 28.
    Air Tanah Air tanahadalah air yang bergerak dalam tanah yang terdapat di dalam ruang-ruang antara butir-butir tanah dan di dalam retak-retak dari batuan. Secara sederhana air tanah dapat diartikan sebagai air yang terdapat di bawah permukaan bumi, yaitu di dalam celah-celah batuan dan tanah. Air tanah berasal dari salju, hujan atau bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah dan tersimpan dalam lapisan kedap air.
  • 29.
    Air Tanah Proses terbentuknyaair tanah berhubungan dengan siklus hidrologi. Seperti yang telah diketahui bahwa siklus hidrologi merupakan sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui proses kondensasi, prespitasi, evaporasi, dan transpirasi. Setelah air jatuh ke tanah siklus hidrologi bergerak secara terus menerus dalam tiga cara yang berbeda yaitu evaporasi, infiltrasi, dan air permukaan. Air tanah terbentuk dari proses infiltrasi, yang merupakan proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah. Air dapat masuk ke dalam tanah ketika ada ruang yang terbuka dan juga ketika ruang tersebut tidak terisi oleh air.
  • 30.
  • 31.
    Proses Pergerakan AirTanah Tanah Hujan membasahi tanah Pori Tanah Meresap ke bawah tanah hingga lapisan impermeabel Tidak dapat lagi meresap ke bawah tanah hingga mengisi ruang tersebut Hujan lagi Menambah Volume airAir Tanah
  • 32.
  • 33.
    Jenis Air Tanah Airtanah freatis merupakan air tanah dangkal yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari permukaan tanah. Air tanah dangkal banyak dimanfaatkan untuk dibuat sumur. Banyaknya sumber air tanah dangkal dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air tanah dangkal sangat terbatas, sedangkan pada musim hujan jumlah sumber air tanah dangkal akan melimpah. Air tanah artesis merupakan air tanah dalam yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air atau yang biasa disebut sebagai lapisan akuifer. Lapisan akuifer banyak menampung air, jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan tersebut disebut mata air artesis. Jika pada musim kemarau, ketika kesulitan mencari air tanah dangkal, kebanyakan orang melakukan pengeboran untuk membuat sumur. Air Tanah Dangkal Air Tanah Dalam
  • 34.
    Permasalahan Air Tanah Beberapapermasalahan pada air tanah diantaranya adalah air tanah yang tercemar oleh berbagai mineral seperti besi ataupun senyawa organik lainnya. Jika air tanah telah tercemar tentu saja air tersebut akan membawa bibit-bibit penyakit yang akan merugikan kelangsungan hidup makhluk hidup. Tingkat pencemaran terhadap air tanah dangkal sangat tergantung dari kedudukan akuifer, besaran dan jenis zat pencemar, serta jenis tanah/batuan di zona tak jenuh, serta batuan penyusun akuifer itu sendiri. 1. Penurunan Muka Air Tanah 2. Intrusi Air Lau 3. Amblesan Tanah Pencemaran Air Tanah Pemanfaatan Air Tanah secara berlebihan
  • 35.
  • 36.
    Konservasi Air Tanah 1.Hemat dalam menggunakan air, baik air mentah maupun air minum. Dengan hanya menutup keran air berarti kita telah melakukan penghematan air, karena air tidak akan terbuang cuma-cuma. 2. Tanam tumbuhan di bidang yang bertanah di dekat rumah. (Bilang ke ayah) jangan tutup lahan bertanah dengan aspal ataupun semen. Hal itu dapat menyebabkan rumah kita kekurangan resapan air hujan. 3. Menanam pohon yang dapat melindungi sumber air. 4. Buat resapan biopori agar air hujan bisa berguna sebagai air tanah. 5. Minimalisir penggunaan cairan pembersih toilet karena dapat menghambat proses pembusukan di septic tank.