HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PESERTA DIDIK SD
DALAM KONTEKS PENDIDIKAN KECAKAPAN ABAD
KE-21
 Indonesia Peringkat 4 Jumlah Penduduk
Dunia
 3,44% penduduk Indonesia dari populasi
dunia
 Populasi yang besar merupakan SDM
Tahun 2015-2030, Usia Pra-Produktif
tersebar secara mengerucut
 Tahun 2030, dimulainya Usia Pra-Produktif
menjadi Produktif
 Tahun 2045 merupakan waktu puncak
produktivitas
Generasi Emas sebagai Bonus
Demografi
Bonus Demografi merupakan Modal Atau
Beban Negara?
“ PENDIDIKAN”
Generasi Mendatang Merupakan Generasi
Abad 21
&
Generasi Emas
(Literat, Kompeten, dan Berkarakter)
 Pendidikan merupakan usaha sadar seluruh pihak
 Melalui pendidikan potensi dikembangkan berdasarkan
dasar dan keadaan (ajar)
 Siswa terlahir seperti kertas dengan tulisan samar,
tugas guru adalah mempertebalnya (Teori
Konvergensi)
 Setiap diri adalah guru bagi siswa
 Dimanapun merupakan tempatnya belajar,
 Kapanpun merupakan waktu yang tepat untuk belajar
 Apapun merupakan sumber belajar
 Pendidikan bukan sesuatu yang ditulis, dibaca, dihafal,
dan diuji karena ia adalah proses pembiasaan
 Peserta didik bukan objek pendidikan tetapi subjek
pendidikan
Hakikat Pendidikan
Hakikat Siswa SD
• Pada usia SD seluruh aspek
perkembangan kecerdasan (IQ, EQ, dan
SQ) tumbuh dan berkembang luar biasa;
• Usia SD masih berpikir secara menyeluruh
(holistik), tidak terpenggal-penggal;
• Usia SD masih berpikir secara konkret dan
kontekstual;
• Usia SD merupakan usia pada tabiat
global murni dan selektif
“ SD merupakan pendidikan umum”
 Pendidikan yang menumbuhkan
 Mendidik untuk menyejahterakan siswa lahir
dan batin
 Mendidik kecakapan-kecakapan yang
dibutuhkan siswa pada abad ke-21
 Mendidik supaya siswa hidup layak ditengah
masyarakat dunia
Pendidikan Abad ke-21
 Anak kita merupakan biji
 Sebuah biji belum terlihat batangnya, akarnya dan
daunnya
 Sebuah biji belum terlihat hebat
 Biji terlihat hebat oleh petani yang hebat, lahan yang
subur, dan iklim yang baik
 Dengannya,kelak biji akan tumbuh dan berkembang
 Kelak biji kita bisa dipetik hasilnya untuk semua
petani yang mengurusnya
 Biji tomat akan menghasilkan buah tomat, biji jagung
akan berbuah jagung
 Orang tua dan guru sering memandang biji ini
adalah tanaman yang lengkap
Pendidikan yang Menumbuhkan
 Pendidikan adalah tentang masa depan
 Pendidikan adalah tentang menyiapkan
generasi baru
 Pendidikan bukanlah membentuk
 Pendidikan adalah menumbuhkan
 Pendidikan membutuhkan lahan subur dan
iklim yang baik
 Lahan subur ada pada rumah (keluarga),
sekolah, dan lingkungan (masyarakat)
 Kemenangan dipersiapkan di ruang keluarga,
sekolah dan masyarakat
Pendidikan yang Menumbuhkan
 Keluarga merupakan berkumpulnya beberapa
orang terikat satu keturunan
 Ayah dan Ibu merupakan ketua kumpulan
tersebut
 Kedua ketua bersatu atas perintah yang Maha
Asih
 Keduanya bersatu menghambakan diri kepada
anak
 Bentuk penghambaan keduanya merupakan
cinta kasih yang semurni-murninya
 Dengannya, hilang rasa egois, materialisme
dan akibat rusaknya ketertiban dan kedamaian
Pentingnya Pendidikan Keluarga
 Inti pendidikan harus terletak pada pangkuan ibu-ayah
 Hati-hati dengan masa peka, karena ini merupakan dasar
jiwa yang tetap
 Pendidikan di sekolah pada umumnya didasarkan pada
aturan pengajaran
 Aturan pengajaran cenderung intelektualistis dan
materialistis
 Keluarga merupakan alam bekal dan tangga masuk alam
masyarakat
 Tanpa keluarga, anak memiliki alam sendiri, yakni alam
“intelektualisme”.
 Pendidikan keluarga adalah tentang pendidikan
kebatinan
 Pendidikan keluarga menghilangkan sifat individualistis,
sehingga kelak mereka tidak sepi di tengah keramaian
 Kembalikanlah anak ke alam keluarganya
Pentingnya Pendidikan Keluarga
 Dekatlah selalu bersamanya!
 Kenalilah potensinya!
 Amongilah dia!
 Mendidiklah dengan hati dan cinta!
Kelak ilmu berbuah cinta
Kelak cinta berbuah kasih
Kelak kasih berbuah sayang
Ilmu yang berbuah kasih sayang, itulah harapan semua
Hadir oleh sosok luar biasa “ Ibu dan Ayah”
 Dekatkan mereka dengan masyarakat, sehingga mengenali
bangsanya sendiri, karena kelak ia akan menjadi bagian dari
bangsanya!
 Mandirikanlah mereka, sehingga kelak tumbuh sebagai
peribadi yang merdeka!
 Jangan menghukum mereka melebihi perbuatannya, sehingga
kelak mereka tumbuh menjadi peribadi yang terjajah yang
cenderung menjajah
Stimulasi Belajar Siswa
tumbuh!
Lahan yang subur adalah keluarga,
sekolah, dan masyarakat
 Lahan yang subur bersifat mendidik bukan
mengajar!
 Lahan yang subur menumbuhkan mereka
bukan membentuk mereka
 Lahan yang subur memerdekakan bukan
menjajah
 Lahan yang subur membuat biji tumbuh
produktif
Stimulasi Belajar Siswa
 Literasi Dasar (Foundational
Literacies)
 Kompetensi (Competencies)
 Kualitas Karakter (Character Qualities)
Kategori Kecakapan Abad ke-21
 Literasi Bahasa dan Sastra
Siswa dapat berkomunikasi secara efektif menggunakan bahasa
global
 Literasi Numerik
Siswa dapat berkomunikasi dengan bahasa numerik pada era
digital
 Literasi Sains
Siswa memahami dan memaknai fenomena-fenomena alam
akibat perilaku manusia yang cenderung destruktif
 Literasi Finansial
Siswa memahami pentingnya alat pemenuh kebutuhan di
lingkungan dunia yang kompetitif
 Literasi TIK
Siswa dapat memahami dan menggunakan TIK secara progresif,
kontruktif dan produktif
 Literasi Budaya dan Kewarganegaraan
Siswa dapat menghargai budayanya sendiri dan budaya bangsa
lain, serta menjadi warga negara dan warga dunia yang baik
Kategori Literasi Dasar
 Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah
Mencari tahu melalui proses analisis berpikir sistem dan
metakognisi untuk membuat keputusan dalam rangka
penyelesaian masalah diri dan masyarakat dunia
 Berpikir Kreatif dan Inovasi
Kelancaran dan keluwesan dalam berpikir untuk
memodifikasi atau mencipta sesuatu yang bermanfaat
untuk masyarakat dunia
 Komunikasi
Kemampuan menyerap, menyampaikan, dan
menghubungkan informasi dalam berbagai moda bahasa
agar pesan penting dunia dipahami setiap warga dunia
 Kolaborasi
Kemampuan bekerja secara tim untuk menyelesaikan
masalah dan membangun dunia
Kategori Kompetensi Abad 21
 Rasa Ingin Tahu
Generasi kelak merupakan generasi ilmuwan yang peduli terhadap
masalah dunia dan berkontribusi untuk memecahkannya
 Inisiatif
Generasi kelak merupakan generasi ikhlas, altruis untuk berkorban dan
berkiprah untuk kesejahteraan umat manusia
 Pantang Menyerah
Generasi kelak merupakan generasi yang kuat dalam menghadapi
kenyataan hidup yang serba sulit
 Adaptasi
Generasi kelak merupakan generasi yang mampu menyesuaikan dengan
lingkungan apapun dan kondisi bagaimanapun
 Kepemimpinan
Generasi kelak merupakan generasi pemimpin yang menjadi teladan bagi
masyarakat dunia
 Sosial Budaya
Generasi kelak merupakan generasi yang memiliki rasa sosial yang tinggi
untuk dunia dan menempatkan budaya bangsanya menjadi bagian
budaya global
Kategori Kualitas Karakter
 Mengamati
 Membiasakan siswa untuk membaca
Memfasilitasi siswa untuk menemukan fokus
pengamatan, ide pokok, pesan, makna dari objek yang
diamati
Memfasilitasi siswa menemukan kekeliruan-kekeliruan
atau masalah pada objek pengamatan
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menceritakan kembali hasil pengamatan
Menstimulus siswa untuk berani bertanya dengan
sudut pandangnya terhadap objek yang diamati
Mengondisikan siswa untuk selalu merespon positif
sudut pandang siswa lain
 Memberikan pertanyaan-pertanyaan
penggiring/pengarah untuk mengarahkan siswa
Pembelajaran Kecakapan Abad 21
 Menanya
 Memfasilitasi siswa untuk bertanya sesuai dengan
cakupan materi dan fokus pengamatan
Membiasakan siswa untuk bertanya menggunakan
pertanyaan prosedural atau hipotetis
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menjawab pertanyaan sendiri dan/atau pertanyaan
siswa lain
Menstimulus siswa untuk mengajukan pertanyaan
yang berbeda
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengajukan pertanyaan variatif (faktual, konseptual,
prosedural, hipotetis)
Membiasakan siswa untuk bertanya secara lisan dan
tulisan dengan bahasa Indonesia yang baik, benar,
dan mudah dipahami
Pembelajaran Kecakapan Abad 21
 Mengumpulkan Informasi/ Mencoba
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih
informasi atau bukti penting
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih
beragam teknik pengumpulan informasi
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih
alat ukur yang sesuai
Membimbing siswa untuk menentukan apa yang akan
diukur pada saat mengukur
Memfasilitasi siswa untuk menggunakan beragam
teknik dan instrumen pengumpul data/informasi
Mengondisikan siswa untuk menggunakan beragam
cara pada saat mencoba atau melakukan percobaan
Pembelajaran Kecakapan Abad 21
 Mengumpulkan Informasi/ Mencoba
 Memfasilitasi siswa untuk membuat karya yang unik dan
berbeda
Memfasilitasi siswa untuk mengumpulkan bukti dalam
beragam konteks
Menstimulus siswa untuk menggunakan model atau
simulasi untuk menggali sistem atau masalah yang
kompleks
Mengondisikan siswa untuk selalu bekerjasama dalam
mengumpulkan informasi
Membiasakan siswa untuk membantu teman yang
mengali masalah pada saat mencoba atau
mengumpulkan informasi
Membiasakan siswa untuk mengerjakan tugas sesuai
tanggung jawabnya pada kelompok
Membiasakan siswa untuk menerima kontribusi siswa
lain dalam kelompok
Pembelajaran Kecakapan Abad 21
 Mengolah Informasi/ Menalar
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih
informasi yang penting dan dibutuhkan
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menemukan keterkaitan informasi
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menemukan pola dari keterkaitan informasi
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menarik
simpulan-simpulan
Memfasilitasi siswa untuk menggunakan beragam teknik
pengolahan data
Memfasilitasi siswa untuk menyajikan informasi atau
data dalam bentuk tabel atau diagram
Pembelajaran Kecakapan Abad 21
 Mengomunikasikan
 Memfasilitasi siswa untuk menyajikan laporan dalam
bentuk bagan, tabel, diagram, dan grafik
Membiasakan siswa untuk menyajikan laporan secara
tertulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Memfasilitasi siswa untuk memresentasikan proses dan
hasil pengumpulan, dan pengolahan informasi dengan
bahasa Indonesia yang baik dan benar
Membiasakan siswa untuk memresentasikan keunggulan
karya yang dibuatnya
Mengondisikan siswa untuk memajang hasil karya
dengan rapi dan mudah dijangkau
Memfasilitasi siswa untuk memeragakan suatu prosedur
tertentu dengan luwes dan terampil
Pembelajaran Kecakapan Abad 21
Kekhasan Bidang Studi
• Matematika
Bagaimana siswa berpikir, bernalar, dan berlogika
• Bahasa Indonesia
Bagaimana siswa berkomunikasi
• Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Bagaimana siswa mencari tahu tentang alam
• Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Bagaimana siswa bersosial
• Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Bagaimana siswa menjadi warga negara yang baik
• Seni, Budaya, dan Prakarya (SBdP)
Bagaimana siswa kreatif dan memiliki jiwa estetis
• Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Bagaimana siswa hidup sehat
• Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP)
Bagaimana siswa bersyukur dan memiliki akhlak mulia
Contoh Implementasi Kekhasan Bidang
Studi
Kompetensi Dasar: Menceritakan bencana Tsunami Aceh
• Kajian Matematika tentang bagaimana siswa bernalar
dan berlogika tentang isi cerita
• Kajian Bahasa Indonesia tentang kemampuan siswa
bercerita
• Kajian IPA tentang pemahaman fenomena alam
Tsunami
• Kajian PKn tentang karakter siswa dalam konteks
warga negara yang baik
• Kajian IPS tentang kondisi sosial masyarakat setelah
Tsunami
• Kajian PJOK tentang pola hidup sehat pasca Tsunami
• Kajian SBdP tentang karya kreatif dan estetis untuk
memecahkan masalah pasca Tsunami Aceh
• Kajian PABP tentang kesabaran dan ketawakalan atas
bencana
Kelas Literat (Histarto Dayanto)
Kelas Literat (Histarto Dayanto)

hakikat pendidikan dan peserta didik sd

  • 1.
    HAKIKAT PENDIDIKAN DANPESERTA DIDIK SD DALAM KONTEKS PENDIDIKAN KECAKAPAN ABAD KE-21
  • 2.
     Indonesia Peringkat4 Jumlah Penduduk Dunia  3,44% penduduk Indonesia dari populasi dunia  Populasi yang besar merupakan SDM Tahun 2015-2030, Usia Pra-Produktif tersebar secara mengerucut  Tahun 2030, dimulainya Usia Pra-Produktif menjadi Produktif  Tahun 2045 merupakan waktu puncak produktivitas Generasi Emas sebagai Bonus Demografi
  • 3.
    Bonus Demografi merupakanModal Atau Beban Negara? “ PENDIDIKAN” Generasi Mendatang Merupakan Generasi Abad 21 & Generasi Emas (Literat, Kompeten, dan Berkarakter)
  • 4.
     Pendidikan merupakanusaha sadar seluruh pihak  Melalui pendidikan potensi dikembangkan berdasarkan dasar dan keadaan (ajar)  Siswa terlahir seperti kertas dengan tulisan samar, tugas guru adalah mempertebalnya (Teori Konvergensi)  Setiap diri adalah guru bagi siswa  Dimanapun merupakan tempatnya belajar,  Kapanpun merupakan waktu yang tepat untuk belajar  Apapun merupakan sumber belajar  Pendidikan bukan sesuatu yang ditulis, dibaca, dihafal, dan diuji karena ia adalah proses pembiasaan  Peserta didik bukan objek pendidikan tetapi subjek pendidikan Hakikat Pendidikan
  • 5.
    Hakikat Siswa SD •Pada usia SD seluruh aspek perkembangan kecerdasan (IQ, EQ, dan SQ) tumbuh dan berkembang luar biasa; • Usia SD masih berpikir secara menyeluruh (holistik), tidak terpenggal-penggal; • Usia SD masih berpikir secara konkret dan kontekstual; • Usia SD merupakan usia pada tabiat global murni dan selektif “ SD merupakan pendidikan umum”
  • 6.
     Pendidikan yangmenumbuhkan  Mendidik untuk menyejahterakan siswa lahir dan batin  Mendidik kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan siswa pada abad ke-21  Mendidik supaya siswa hidup layak ditengah masyarakat dunia Pendidikan Abad ke-21
  • 7.
     Anak kitamerupakan biji  Sebuah biji belum terlihat batangnya, akarnya dan daunnya  Sebuah biji belum terlihat hebat  Biji terlihat hebat oleh petani yang hebat, lahan yang subur, dan iklim yang baik  Dengannya,kelak biji akan tumbuh dan berkembang  Kelak biji kita bisa dipetik hasilnya untuk semua petani yang mengurusnya  Biji tomat akan menghasilkan buah tomat, biji jagung akan berbuah jagung  Orang tua dan guru sering memandang biji ini adalah tanaman yang lengkap Pendidikan yang Menumbuhkan
  • 8.
     Pendidikan adalahtentang masa depan  Pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru  Pendidikan bukanlah membentuk  Pendidikan adalah menumbuhkan  Pendidikan membutuhkan lahan subur dan iklim yang baik  Lahan subur ada pada rumah (keluarga), sekolah, dan lingkungan (masyarakat)  Kemenangan dipersiapkan di ruang keluarga, sekolah dan masyarakat Pendidikan yang Menumbuhkan
  • 9.
     Keluarga merupakanberkumpulnya beberapa orang terikat satu keturunan  Ayah dan Ibu merupakan ketua kumpulan tersebut  Kedua ketua bersatu atas perintah yang Maha Asih  Keduanya bersatu menghambakan diri kepada anak  Bentuk penghambaan keduanya merupakan cinta kasih yang semurni-murninya  Dengannya, hilang rasa egois, materialisme dan akibat rusaknya ketertiban dan kedamaian Pentingnya Pendidikan Keluarga
  • 10.
     Inti pendidikanharus terletak pada pangkuan ibu-ayah  Hati-hati dengan masa peka, karena ini merupakan dasar jiwa yang tetap  Pendidikan di sekolah pada umumnya didasarkan pada aturan pengajaran  Aturan pengajaran cenderung intelektualistis dan materialistis  Keluarga merupakan alam bekal dan tangga masuk alam masyarakat  Tanpa keluarga, anak memiliki alam sendiri, yakni alam “intelektualisme”.  Pendidikan keluarga adalah tentang pendidikan kebatinan  Pendidikan keluarga menghilangkan sifat individualistis, sehingga kelak mereka tidak sepi di tengah keramaian  Kembalikanlah anak ke alam keluarganya Pentingnya Pendidikan Keluarga
  • 11.
     Dekatlah selalubersamanya!  Kenalilah potensinya!  Amongilah dia!  Mendidiklah dengan hati dan cinta! Kelak ilmu berbuah cinta Kelak cinta berbuah kasih Kelak kasih berbuah sayang Ilmu yang berbuah kasih sayang, itulah harapan semua Hadir oleh sosok luar biasa “ Ibu dan Ayah”  Dekatkan mereka dengan masyarakat, sehingga mengenali bangsanya sendiri, karena kelak ia akan menjadi bagian dari bangsanya!  Mandirikanlah mereka, sehingga kelak tumbuh sebagai peribadi yang merdeka!  Jangan menghukum mereka melebihi perbuatannya, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi peribadi yang terjajah yang cenderung menjajah Stimulasi Belajar Siswa
  • 12.
    tumbuh! Lahan yang suburadalah keluarga, sekolah, dan masyarakat  Lahan yang subur bersifat mendidik bukan mengajar!  Lahan yang subur menumbuhkan mereka bukan membentuk mereka  Lahan yang subur memerdekakan bukan menjajah  Lahan yang subur membuat biji tumbuh produktif Stimulasi Belajar Siswa
  • 13.
     Literasi Dasar(Foundational Literacies)  Kompetensi (Competencies)  Kualitas Karakter (Character Qualities) Kategori Kecakapan Abad ke-21
  • 14.
     Literasi Bahasadan Sastra Siswa dapat berkomunikasi secara efektif menggunakan bahasa global  Literasi Numerik Siswa dapat berkomunikasi dengan bahasa numerik pada era digital  Literasi Sains Siswa memahami dan memaknai fenomena-fenomena alam akibat perilaku manusia yang cenderung destruktif  Literasi Finansial Siswa memahami pentingnya alat pemenuh kebutuhan di lingkungan dunia yang kompetitif  Literasi TIK Siswa dapat memahami dan menggunakan TIK secara progresif, kontruktif dan produktif  Literasi Budaya dan Kewarganegaraan Siswa dapat menghargai budayanya sendiri dan budaya bangsa lain, serta menjadi warga negara dan warga dunia yang baik Kategori Literasi Dasar
  • 15.
     Berpikir Kritisdan Pemecahan Masalah Mencari tahu melalui proses analisis berpikir sistem dan metakognisi untuk membuat keputusan dalam rangka penyelesaian masalah diri dan masyarakat dunia  Berpikir Kreatif dan Inovasi Kelancaran dan keluwesan dalam berpikir untuk memodifikasi atau mencipta sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dunia  Komunikasi Kemampuan menyerap, menyampaikan, dan menghubungkan informasi dalam berbagai moda bahasa agar pesan penting dunia dipahami setiap warga dunia  Kolaborasi Kemampuan bekerja secara tim untuk menyelesaikan masalah dan membangun dunia Kategori Kompetensi Abad 21
  • 16.
     Rasa InginTahu Generasi kelak merupakan generasi ilmuwan yang peduli terhadap masalah dunia dan berkontribusi untuk memecahkannya  Inisiatif Generasi kelak merupakan generasi ikhlas, altruis untuk berkorban dan berkiprah untuk kesejahteraan umat manusia  Pantang Menyerah Generasi kelak merupakan generasi yang kuat dalam menghadapi kenyataan hidup yang serba sulit  Adaptasi Generasi kelak merupakan generasi yang mampu menyesuaikan dengan lingkungan apapun dan kondisi bagaimanapun  Kepemimpinan Generasi kelak merupakan generasi pemimpin yang menjadi teladan bagi masyarakat dunia  Sosial Budaya Generasi kelak merupakan generasi yang memiliki rasa sosial yang tinggi untuk dunia dan menempatkan budaya bangsanya menjadi bagian budaya global Kategori Kualitas Karakter
  • 17.
     Mengamati  Membiasakansiswa untuk membaca Memfasilitasi siswa untuk menemukan fokus pengamatan, ide pokok, pesan, makna dari objek yang diamati Memfasilitasi siswa menemukan kekeliruan-kekeliruan atau masalah pada objek pengamatan Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan kembali hasil pengamatan Menstimulus siswa untuk berani bertanya dengan sudut pandangnya terhadap objek yang diamati Mengondisikan siswa untuk selalu merespon positif sudut pandang siswa lain  Memberikan pertanyaan-pertanyaan penggiring/pengarah untuk mengarahkan siswa Pembelajaran Kecakapan Abad 21
  • 18.
     Menanya  Memfasilitasisiswa untuk bertanya sesuai dengan cakupan materi dan fokus pengamatan Membiasakan siswa untuk bertanya menggunakan pertanyaan prosedural atau hipotetis Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan sendiri dan/atau pertanyaan siswa lain Menstimulus siswa untuk mengajukan pertanyaan yang berbeda Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan variatif (faktual, konseptual, prosedural, hipotetis) Membiasakan siswa untuk bertanya secara lisan dan tulisan dengan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan mudah dipahami Pembelajaran Kecakapan Abad 21
  • 19.
     Mengumpulkan Informasi/Mencoba  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih informasi atau bukti penting Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih beragam teknik pengumpulan informasi Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih alat ukur yang sesuai Membimbing siswa untuk menentukan apa yang akan diukur pada saat mengukur Memfasilitasi siswa untuk menggunakan beragam teknik dan instrumen pengumpul data/informasi Mengondisikan siswa untuk menggunakan beragam cara pada saat mencoba atau melakukan percobaan Pembelajaran Kecakapan Abad 21
  • 20.
     Mengumpulkan Informasi/Mencoba  Memfasilitasi siswa untuk membuat karya yang unik dan berbeda Memfasilitasi siswa untuk mengumpulkan bukti dalam beragam konteks Menstimulus siswa untuk menggunakan model atau simulasi untuk menggali sistem atau masalah yang kompleks Mengondisikan siswa untuk selalu bekerjasama dalam mengumpulkan informasi Membiasakan siswa untuk membantu teman yang mengali masalah pada saat mencoba atau mengumpulkan informasi Membiasakan siswa untuk mengerjakan tugas sesuai tanggung jawabnya pada kelompok Membiasakan siswa untuk menerima kontribusi siswa lain dalam kelompok Pembelajaran Kecakapan Abad 21
  • 21.
     Mengolah Informasi/Menalar  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih informasi yang penting dan dibutuhkan Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan keterkaitan informasi Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan pola dari keterkaitan informasi Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menarik simpulan-simpulan Memfasilitasi siswa untuk menggunakan beragam teknik pengolahan data Memfasilitasi siswa untuk menyajikan informasi atau data dalam bentuk tabel atau diagram Pembelajaran Kecakapan Abad 21
  • 22.
     Mengomunikasikan  Memfasilitasisiswa untuk menyajikan laporan dalam bentuk bagan, tabel, diagram, dan grafik Membiasakan siswa untuk menyajikan laporan secara tertulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar Memfasilitasi siswa untuk memresentasikan proses dan hasil pengumpulan, dan pengolahan informasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar Membiasakan siswa untuk memresentasikan keunggulan karya yang dibuatnya Mengondisikan siswa untuk memajang hasil karya dengan rapi dan mudah dijangkau Memfasilitasi siswa untuk memeragakan suatu prosedur tertentu dengan luwes dan terampil Pembelajaran Kecakapan Abad 21
  • 23.
    Kekhasan Bidang Studi •Matematika Bagaimana siswa berpikir, bernalar, dan berlogika • Bahasa Indonesia Bagaimana siswa berkomunikasi • Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Bagaimana siswa mencari tahu tentang alam • Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Bagaimana siswa bersosial • Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Bagaimana siswa menjadi warga negara yang baik • Seni, Budaya, dan Prakarya (SBdP) Bagaimana siswa kreatif dan memiliki jiwa estetis • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Bagaimana siswa hidup sehat • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) Bagaimana siswa bersyukur dan memiliki akhlak mulia
  • 24.
    Contoh Implementasi KekhasanBidang Studi Kompetensi Dasar: Menceritakan bencana Tsunami Aceh • Kajian Matematika tentang bagaimana siswa bernalar dan berlogika tentang isi cerita • Kajian Bahasa Indonesia tentang kemampuan siswa bercerita • Kajian IPA tentang pemahaman fenomena alam Tsunami • Kajian PKn tentang karakter siswa dalam konteks warga negara yang baik • Kajian IPS tentang kondisi sosial masyarakat setelah Tsunami • Kajian PJOK tentang pola hidup sehat pasca Tsunami • Kajian SBdP tentang karya kreatif dan estetis untuk memecahkan masalah pasca Tsunami Aceh • Kajian PABP tentang kesabaran dan ketawakalan atas bencana
  • 25.
  • 26.