KATA PENGANTARPertama-tama puji syukur kami haturkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat serta kemurahan-Nyalah, maka pembuatan makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Tutik selaku dosen yang cultural anthropology kami yang telah membimbing dan membantu kami dalam pembuatan makalah ini sehingga makalah ini dapat diselesaikan.Pembuatan makalah yang bertemakan kebudayaan ini  telah melalui serangkaian proses yang mampu mendukung keakuratan serta ketepatan materi yang dibahas dalam makalah ini seperti pencarian data-data sekunder melalui buku-buku dan browsing melalui internet. Pembuatan makalah ini sendiri tidaklah tanpa tujuan. Pembuatan makalah ini dilakukan dengan tujuan untuk menyadarkan dan mengajak semua orang terutama para pemuda dan pemudi Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa agar tetap terus menjaga serta melestarikan kebudayaan negara kita.Akhir kata, kami selaku penulis dari makalah ini ingin mengucapkan terima kasih pada semua orang yang telah membaca makalah kami. Semoga makalah yang jauh dari kata sempurna ini mampu memberikan manfaat bagi semua orang yang telah membacanya. Terima kasih.Jakarta, 17 November 2008Tim penulisBAB IPENDAHULUANLatar Belakang
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat, kebudayaan yang menjadi ciri khas suatu bangsa dan negara kini kian memudar. Padahal seharusnya hal ini janganlah terjadi karena kebudayaan merupakan suatu hal yang dapat memperkaya setiap negara yang ada di dunia dan kebudayaan juga lah yang mampu membedakan suatu negara dengan negara yang lainnya.
Sebagai negara yang kaya akan kebudayaan, Indonesia pun menjadi salah satu negara yang terancam punah budayanya. Saat ini para pemuda dan pemudi di Indonesia mulai terbawa pengaruh gaya hidup barat, mulai dari cara mandi, cara berpakaian, hingga gaya dalam berbicara. Hampir semua orang menganggap bahwa ini adalah modernisasi padahal yang sebenarnya terjadi adalah westernisasi. Westernisasi yang sekarang ini terjadi secara kolosal di negara Indonesia membuat kebudayaan di Indonesia mulai dilupakan dan menghilang sedikit demi sedikit. Hal ini tampak dari amnesia masyarakat Indonesia akan reog ponorogo sampai akhirnya kesenian indah ini hendak direbut oleh negara tetangga kita, yakni Malaysia. Ketika hal ini terjadi, barulah masyarakat Indonesia sadar akan kebudayaan mereka dan ingin mempertahankan kebudayaan yang telah menjadi milik mereka selama bertahun-tahun itu.
Seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia bisa mencegah punahnya kebudayaan ini dengan cara mematenkan kebudayaan kita agar tidak direbut bangsa lain dan melestarikannya dengan mengajarkan kebudayaan tersebut pada pemuda-pemudi bangsa yang akan menjadi generasi penerus kita. Negara Jepang dapat dijadikan sebuah contoh yang baik dalam mempertahankan dan melestarikan kebudayaan di era globalisasi seperti sekarang ini. Di tengah maraknya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat, negeri sakura ini tetap menjunjung tinggi adat istiadat dan kebudayaan mereka. Begitu pula dengan para remaja di Jepang, meskipun kehidupan mereka tidak pernah lepas dari telepon selular dan gadget lain yang menjadi pelengkap lifestyle mereka, namun mereka tetap merayakan festival-festival kebudayaan negara mereka sehingga kebudayaan Jepang minim atau bahkan tidak terancam kepunahan. Sebagai suatu negara yang sarat akan kebudayaan, Indonesia seharusnya mampu mencontoh negara maju seperti Jepang agar kebudayaan di Indonesia tidak menghilang dan punah.
Melihat kondisi kebudayaan Indonesia yang terancam punah inilah akhirnya mendorong kami selaku tim penulis untuk membuat suatu makalah yang bertemakan “Bangun Budaya yang Berwawasan Kebangsaan” sebagai pokok bahasan utamanya. Tema ini diangkat untuk mengedukasi semua masyarakat Indonesia terutama para pemuda dan pemudinya agar mereka mengetahui dan sadar akan pentingnya kebudayaan serta mampu melestarikan kebudayaan negara kita agar tidak memudar di tengah-tengah era globalisasi ini.
Perumusan Masalah
Makalah yang kami buat mengangkat suatu pokok bahasan yang menjadi fokus utama dalam isi makalah ini, yakni:
Apakah seluruh kebudayaan di dunia dapat digabungkan atau dipadukan menjadi sebuah kebudayaan yang homogen guna membangun “global village”?
Tujuan Penulisan MakalahPenulisan makalah yang mengangkat tema “Bangun Budaya yang Berwawasan Kebangsaan” ini bertujuan untuk:Mencoba membangun kembali kesadaran masyarakat Indonesia terutama para pemuda pemudinya akan pentingnya suatu kebudayaan bagi negara dan tetap melestarikan kekayaan budaya yang menjadi ciri khas Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni dan budaya daerah sehingga membuat bangsa Indonesia menjadi suatu masyarakat majemuk yang berpadu dalam satu budaya nasional yang lebih dikenal dengan sebutan budaya Indonesia.
Memberikan pengarahan kepada masyarakat Indonesia akan arti kebudayaan dan bagaimana cara melestarikannya.
Memberikan pendidikan kepada masyarakat Indonesia terutama para generasi muda yang menjadi tulang punggung bangsa dan negara Indonesia bahwa kebudayaan yang beraneka ragam dapat menjadi harta karun serta aset yang berharga bagi suatu negara di mata dunia apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.
Mengarahkan bangsa Indonesia agar memiliki rasa cinta dan bangga akan kekayaan kebudayaan yang dimiliki, karena kemakmuran suatu negara tidak hanya dinilai dari sektor ekonomi atau politiknya  saja, tetapi dari semua sektor termasuk sektor kebudayaan.BAB IIKERANGKA TERTULIS2.1. Definisi AntropologiDefinisi etimologis:Antropologi berasal dari bahasa Yunani, anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Antropologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia.Definisi konseptual:William A. Haviland
Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

Global Village

  • 1.
    KATA PENGANTARPertama-tama pujisyukur kami haturkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat serta kemurahan-Nyalah, maka pembuatan makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Tutik selaku dosen yang cultural anthropology kami yang telah membimbing dan membantu kami dalam pembuatan makalah ini sehingga makalah ini dapat diselesaikan.Pembuatan makalah yang bertemakan kebudayaan ini telah melalui serangkaian proses yang mampu mendukung keakuratan serta ketepatan materi yang dibahas dalam makalah ini seperti pencarian data-data sekunder melalui buku-buku dan browsing melalui internet. Pembuatan makalah ini sendiri tidaklah tanpa tujuan. Pembuatan makalah ini dilakukan dengan tujuan untuk menyadarkan dan mengajak semua orang terutama para pemuda dan pemudi Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa agar tetap terus menjaga serta melestarikan kebudayaan negara kita.Akhir kata, kami selaku penulis dari makalah ini ingin mengucapkan terima kasih pada semua orang yang telah membaca makalah kami. Semoga makalah yang jauh dari kata sempurna ini mampu memberikan manfaat bagi semua orang yang telah membacanya. Terima kasih.Jakarta, 17 November 2008Tim penulisBAB IPENDAHULUANLatar Belakang
  • 2.
    Seiring dengan perkembanganilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat, kebudayaan yang menjadi ciri khas suatu bangsa dan negara kini kian memudar. Padahal seharusnya hal ini janganlah terjadi karena kebudayaan merupakan suatu hal yang dapat memperkaya setiap negara yang ada di dunia dan kebudayaan juga lah yang mampu membedakan suatu negara dengan negara yang lainnya.
  • 3.
    Sebagai negara yangkaya akan kebudayaan, Indonesia pun menjadi salah satu negara yang terancam punah budayanya. Saat ini para pemuda dan pemudi di Indonesia mulai terbawa pengaruh gaya hidup barat, mulai dari cara mandi, cara berpakaian, hingga gaya dalam berbicara. Hampir semua orang menganggap bahwa ini adalah modernisasi padahal yang sebenarnya terjadi adalah westernisasi. Westernisasi yang sekarang ini terjadi secara kolosal di negara Indonesia membuat kebudayaan di Indonesia mulai dilupakan dan menghilang sedikit demi sedikit. Hal ini tampak dari amnesia masyarakat Indonesia akan reog ponorogo sampai akhirnya kesenian indah ini hendak direbut oleh negara tetangga kita, yakni Malaysia. Ketika hal ini terjadi, barulah masyarakat Indonesia sadar akan kebudayaan mereka dan ingin mempertahankan kebudayaan yang telah menjadi milik mereka selama bertahun-tahun itu.
  • 4.
    Seharusnya kita sebagaibangsa Indonesia bisa mencegah punahnya kebudayaan ini dengan cara mematenkan kebudayaan kita agar tidak direbut bangsa lain dan melestarikannya dengan mengajarkan kebudayaan tersebut pada pemuda-pemudi bangsa yang akan menjadi generasi penerus kita. Negara Jepang dapat dijadikan sebuah contoh yang baik dalam mempertahankan dan melestarikan kebudayaan di era globalisasi seperti sekarang ini. Di tengah maraknya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat, negeri sakura ini tetap menjunjung tinggi adat istiadat dan kebudayaan mereka. Begitu pula dengan para remaja di Jepang, meskipun kehidupan mereka tidak pernah lepas dari telepon selular dan gadget lain yang menjadi pelengkap lifestyle mereka, namun mereka tetap merayakan festival-festival kebudayaan negara mereka sehingga kebudayaan Jepang minim atau bahkan tidak terancam kepunahan. Sebagai suatu negara yang sarat akan kebudayaan, Indonesia seharusnya mampu mencontoh negara maju seperti Jepang agar kebudayaan di Indonesia tidak menghilang dan punah.
  • 5.
    Melihat kondisi kebudayaanIndonesia yang terancam punah inilah akhirnya mendorong kami selaku tim penulis untuk membuat suatu makalah yang bertemakan “Bangun Budaya yang Berwawasan Kebangsaan” sebagai pokok bahasan utamanya. Tema ini diangkat untuk mengedukasi semua masyarakat Indonesia terutama para pemuda dan pemudinya agar mereka mengetahui dan sadar akan pentingnya kebudayaan serta mampu melestarikan kebudayaan negara kita agar tidak memudar di tengah-tengah era globalisasi ini.
  • 6.
  • 7.
    Makalah yang kamibuat mengangkat suatu pokok bahasan yang menjadi fokus utama dalam isi makalah ini, yakni:
  • 8.
    Apakah seluruh kebudayaandi dunia dapat digabungkan atau dipadukan menjadi sebuah kebudayaan yang homogen guna membangun “global village”?
  • 9.
    Tujuan Penulisan MakalahPenulisanmakalah yang mengangkat tema “Bangun Budaya yang Berwawasan Kebangsaan” ini bertujuan untuk:Mencoba membangun kembali kesadaran masyarakat Indonesia terutama para pemuda pemudinya akan pentingnya suatu kebudayaan bagi negara dan tetap melestarikan kekayaan budaya yang menjadi ciri khas Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni dan budaya daerah sehingga membuat bangsa Indonesia menjadi suatu masyarakat majemuk yang berpadu dalam satu budaya nasional yang lebih dikenal dengan sebutan budaya Indonesia.
  • 10.
    Memberikan pengarahan kepadamasyarakat Indonesia akan arti kebudayaan dan bagaimana cara melestarikannya.
  • 11.
    Memberikan pendidikan kepadamasyarakat Indonesia terutama para generasi muda yang menjadi tulang punggung bangsa dan negara Indonesia bahwa kebudayaan yang beraneka ragam dapat menjadi harta karun serta aset yang berharga bagi suatu negara di mata dunia apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.
  • 12.
    Mengarahkan bangsa Indonesiaagar memiliki rasa cinta dan bangga akan kekayaan kebudayaan yang dimiliki, karena kemakmuran suatu negara tidak hanya dinilai dari sektor ekonomi atau politiknya saja, tetapi dari semua sektor termasuk sektor kebudayaan.BAB IIKERANGKA TERTULIS2.1. Definisi AntropologiDefinisi etimologis:Antropologi berasal dari bahasa Yunani, anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Antropologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia.Definisi konseptual:William A. Haviland
  • 13.
    Antropologi adalah studitentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.