Oleh : Dian Ida Lestari F. Yudha Christianti KESEIMBANGAN GENOMIK
Rumusan Masalah  Keseimbangan Genomik dan Differensial Ekspresi Gen Tingkat Embrio Keseimbangan Genomik  dan Diferensial Ekspresi Gen Tingkat Molekuler
Keseimbangan Genomik Pengertian : adalah suatu keadaan di mana semua sel somatik dalam tubuh berisi gen yang sama dan karenanya menciptakan makhluk seutuhnya.
Differensial Ekspresi Gen  Setiap sel tersusun dari set gen yang sama, namun tidak semua gen di dalam sel berekspresi, sesuai dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal sel. Hanya 3-5% saja yang di ekspresikan Misal: 1. Di dalam pankreas, gen mengekspresikan    hormon insulin   2. Pada sel darah merah, gen mengekspresikan    hemoglobin
Keseimbangan Genomik dan Diferensial Ekspresi Gen Tingkat Embrional Transdeterminasi  Metaplasia Kloning
Transdeterminasi Merupakan proses perubahan perkembangan sel-sel imaginal menjadi struktur organ  yang lainnya dari determinasi normalnya.  Contoh :  Imaginal discs pada  Drosophila melanogaster  normalnya terdeterminasi berkembang menjadi antena, akan tetapi kemudian dapat menghasilkan struktur acak pada kaki lalat/
Gambar Perkembangan Normal Imaginal Discs pada  Drosophila melanogaster
Gambar imaginal discs yang mengalami transdeterminasi
METAPLASIA  Merupakan penggantian reversible sel-sel yang terdiferensiasi dengan sel-sel terdiferensiasi dewasa lainnya. Perubahan dari satu jenis sel yang lain umumnya mungkin menjadi bagian dari proses pematangan normal atau disebabkan oleh beberapa jenis stimulus yang abnormal.
Contoh  Pembentukan lensa baru pada Salamander dibentuk dari sel-sel iris dorsal .
Metaplasia pada Salamander
A micrograph of  Barrett's esophagus . Sebuah kondisi di mana lapisan esofagus diubah oleh kontak yang terlalu lama asam lambung.
Kloning Dari Bahasa Yunani - klon, ranting Kumpulan turunan suatu individu yang dihasilkan tanpa melalui perkawinan; kumpulan replika sebagian atau seluruh makromolekul (contoh, DNA atau antibodi) Suatu individu yang tumbuh dari satu sel somatik induknya serta memiliki identitas genetik yang sama dengan induknya  Klon: Koleksi molekul atau sel yang semua identitasnya sama dengan molekul atau sel penurunnya
Contoh Kloning Kloning pada Amfibi Kloning pada domba Dolly Kloning pada  Tikus Kloning pada tumbuhan
Kloning pada Amfibi
Kloning pada Domba Dolly
Kloning pada Tikus
Kloning Tumbuhan
Genomic Equivalence and Differensial gene Expresion; Molecular Investigation
Gene cloning Transferring gene DNA and RNA blotting DNA Library  The polymerase chain reaction
1. Gene Cloning Metod e  untuk memurnikan atau mengidentifikasi dan memperbanyak suatu potongan DNA tertentu ( klon ) yang dikehendaki dari campuran potongan-potongan DNA yang kompleks.
Gene Cloning Ketika keseluruhan DNA dari suatu organisme diekstraksi, akan diperoleh seluruh gen yang dimiliki organisme tersebut Pada kloning gen, hanya gen (DNA) tertentu yang diisolasi, dimurnikan, dan diperbanyak (diklon)
Tujuan mengklon Gen Menentukan urutan basa nukleotida penyusun gen tersebut Menganalisis atau mengidentifikasi urutan basa nukleotida pengendali gen tersebut Mempelajari fungsi RNA / protein/enzim yang disandi gen tersebut Mengidentifikasi mutasi yang terjadi pada kecacatan gen yang mengakibatkan penyakit bawaan Merekayasa organisme untuk tujuan tertentu, misalnya memproduksi insulin, ketahanan terhadap hama, dll.
Sumber DNA untuk diklon DNA kromosom cDNA ( complementary  DNA) yang disintesis menggunakan mRNA sebagai cetakan ( template ) DNA yang dihasilkan dari perbanyakan menggunakan PCR
Bahan / Alat untuk Mengklon Enzim endonuklease restriksi  Enzim ligase Vektors  (biasanya plasmid atau bakteriofage) Inang ( Host ) Metoda untuk memasukkan DNA ke dalam sel inang
Cara Mengklon DNA (1) Isolasi vektor kloning ( plasmid bacterial )  & DNA sumber gen Pemotongan DNA sumber gen & vektor kloning menggunakan enzim restriksi yang sama Penyisipan potongan DNA sumber gen ke dalam vektor kloning yang telah dipotong menggunakan enzim restriksi yang sama; potongan disambung dengan bantuan enzim DNA ligase
Cara Mengklon DNA (2) Vektor kloning yang telah tersisipi potongan DNA dimasukkan ke dalam sel inang (transformasi sel inang) Menempatkan sel ke dalam medium dg ampisilin dan X-gal  Identifikasi sel pengklon pembawa gen yang dikehendaki
DNA Library Genom DNA dipotong-potong dengan menggunakan  endonuklease Semua fragmen yg dihasilkan diklon secara random ke dalam vektor plasmid Sebagian besar informasi genetik akan berada dalam  campuran kultur bakteri. Kultur bakteri, yang masing-masing hanya berisi satu fraksi dari genom yang membawa semua gene tersebut dikenal dengan istilah  library
Pembuatan DNA Library
DNA Blotting SOUTHERN BLOTTING Teknik ini dikembangkan oleh SOUTHERN (1975) Contoh penggunaan metode ini adalah : Untuk menentukan apakah  gen tertentu yang diisolasi dari suatu organisme ( misal: gen Penisilin asilase dari B. subtilis) terdapat dalam bentuk yang sama dengan yang  terdapat dalam organisme lain,  misal B. Megaterium Teknik lain, seperti : - NORTHERN BLOTTING -> RNA - WESTERN BLOTTING -> Protein
Tahap-tahapan dalam SOUTHERN BLOTTING Isolasi DNA kromosom (mis,  B. megaterium)  DNA dipotong -> fragmen-fragmen Fragmen dipisahkan dengan elektroforesis (gel agarosa) Fragmen DNA -> denaturasi (alkali) -> DNA s.s. Gel agarosa dijiplak pada kertas nitroselulosa Fragmen pada kertas difiksasi (pemanasan 80oC) Kertas direndam dlm larutan yg berisi  probe DNA ss*(diberi radioisotop) Jika komplemen -> DNA probe akan berhibridisasi dg  DNA s.s pd kertas nitroselulosa
SOUTHERN BLOTTING Con’t 8. Kertas diletakkan pd  plat autoradiografi -> untuk melihat posisi probe yang komplemen 9.  Dengan membandingkan hasil audiografi terhadap gel agarosa asli -> maka fragmen mana yg merupakan gen pembawa kode untuk enzim  penicillin asilase dapat diketahui dg tepat. 10. Selanjutnya fragmen dari gel tsb dapat diisolasi. *) misal digunakan DNA probe yang berasal dari gen murni pengkode enzim Penicillin asilase (B. subtillis)
 
PCR  (Polymerase Chain Reaction) Adalah suatu teknik / metode dimana setiap fragmen DNA dapat diamplifikasi atau diperbanyak berkali-kali,dengan cepat tanpa menggunakan sel. PCR dapat melipat gandakan DNA milyaran kali dalam beberapa jam. Peristiwa ini harus ada primer karena  DNA polimerase akan menambahkan nukleotida hanya pada rantai nukleotida yang sudah ada sebelumnya dengan bantuan primer.
Manfaat PCR Memperkuat gen spesifik sebelum diklon. Membuat fragmen Gen DNA secara berlimpah Kerjanya sangat spesifik dan ampuh. Dapat mendeteksi DNA gen virus yang sulit untuk dideteksi Dapat mendeteksi/ mendiagnosis  DNA sel embrionik yang mengalami kelainan sebelum dilahirkan. untuk melacak asal usul seseorang dengan membandingkan “ finger print”
PCR  (Polimerase Chain Reaction) Syarat dalam tabung reaksi terdapat : 1. Template (DNA yang telah diketahui urutannya) 2. Primer (oligonukleotida, 15-20 pb) Merupakan molekul DNA untai tunggal sintetik yang pendek yang komplemen thd ujung2 DNA target 3. Enzim polimerase -> termostabil 4. Prekursor nukleotida
Proses PCR Denaturasi DNA ds menjadi DNA ss (94oC, 60”) Annealing (55 oC) Sintesis (72 oC) Satu siklus : D imulai dari denaturasi, annealing sp sintesis-> 5 menit   P roses polimerisasi satu molekul DNA ds  menghasilkan 2 copy
Perbanyakan DNA dengan PCR (Polymerase Chain Reaction)
Transfering Gene  Konjugasi  Trasformasi Transduksi
Konjugasi Perpindahan molekul genetik dari satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya secara kontak antar sel. Sel donor akan memberikan informasi genetik kepada resipien. Plasmid akan mengontrol formasi filamen permukaan sel yang dibutuhkan untuk mengadakan kontak pada waktu terjadinya perkawinan.
Konjugasi Con’t Plasmid  memiliki sistim khusus untuk replikasi dan transfer DNA plasmid dan sistem pengontrolan  Plasmid memiliki faktor F yang merupakan faktor konjugatif ,
 
Transformasi Proses   perpindahan genetik dimana sel resipien membutuhkan molekul DNA bebas  ( DNA yang berada diluar sel atau yang telah dimurnikan ) Dalam laboratorium transformasi dapat dilakukan dengan mengisolasi DNA donor kemudian menambahkannya pada suspensi sel   resipien. Transformasi dapat terjadi secara alami.
Transformasi Con’t Pada prinsipnya transformasi akan terjadi bila sel resipien mampu menerima DNA yang telah diisolasi dari sel donor. Transformasi dapat terjadi pada bakteri Gram positif ataupun Gram negatif Transformasi dapat dipindahkan dari sel bakteri kepada sel tanaman.
 
Transduksi  Adalah transfer genetik dari sel ke sel oleh virus dari sel inang . Transduksi terbagi 2 Tranduksi Khusus : hanya terjadi pada beberapa virus tertentu ,  gen inang langsung diintegrasi kedalam genom   virus , lalu ditransfer ke resipien selama proses lisogenisasi (pembentukan lisogen ) Lisogen adalah bakteri yang mengandung faga lengkap
Transduksi Con’t Transduksi umum : gen gen inang yang berasal dari suatu genom akan menjadi bagian dari partikel DNA virus yang sudah matang dari   suatu tempat atau penambahan pada genom virus. Virus yang telah mengalami transduksi tidak mampu melisiskan inang. Hal ini disebabkan sel bakteri telah menggantikan tempat penting pada gen virus.
 

Genomic Equivalence

  • 1.
    Oleh : DianIda Lestari F. Yudha Christianti KESEIMBANGAN GENOMIK
  • 2.
    Rumusan Masalah Keseimbangan Genomik dan Differensial Ekspresi Gen Tingkat Embrio Keseimbangan Genomik dan Diferensial Ekspresi Gen Tingkat Molekuler
  • 3.
    Keseimbangan Genomik Pengertian: adalah suatu keadaan di mana semua sel somatik dalam tubuh berisi gen yang sama dan karenanya menciptakan makhluk seutuhnya.
  • 4.
    Differensial Ekspresi Gen Setiap sel tersusun dari set gen yang sama, namun tidak semua gen di dalam sel berekspresi, sesuai dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal sel. Hanya 3-5% saja yang di ekspresikan Misal: 1. Di dalam pankreas, gen mengekspresikan hormon insulin 2. Pada sel darah merah, gen mengekspresikan hemoglobin
  • 5.
    Keseimbangan Genomik danDiferensial Ekspresi Gen Tingkat Embrional Transdeterminasi Metaplasia Kloning
  • 6.
    Transdeterminasi Merupakan prosesperubahan perkembangan sel-sel imaginal menjadi struktur organ yang lainnya dari determinasi normalnya. Contoh : Imaginal discs pada Drosophila melanogaster normalnya terdeterminasi berkembang menjadi antena, akan tetapi kemudian dapat menghasilkan struktur acak pada kaki lalat/
  • 7.
    Gambar Perkembangan NormalImaginal Discs pada Drosophila melanogaster
  • 8.
    Gambar imaginal discsyang mengalami transdeterminasi
  • 9.
    METAPLASIA Merupakanpenggantian reversible sel-sel yang terdiferensiasi dengan sel-sel terdiferensiasi dewasa lainnya. Perubahan dari satu jenis sel yang lain umumnya mungkin menjadi bagian dari proses pematangan normal atau disebabkan oleh beberapa jenis stimulus yang abnormal.
  • 10.
    Contoh Pembentukanlensa baru pada Salamander dibentuk dari sel-sel iris dorsal .
  • 11.
  • 12.
    A micrograph of Barrett's esophagus . Sebuah kondisi di mana lapisan esofagus diubah oleh kontak yang terlalu lama asam lambung.
  • 13.
    Kloning Dari BahasaYunani - klon, ranting Kumpulan turunan suatu individu yang dihasilkan tanpa melalui perkawinan; kumpulan replika sebagian atau seluruh makromolekul (contoh, DNA atau antibodi) Suatu individu yang tumbuh dari satu sel somatik induknya serta memiliki identitas genetik yang sama dengan induknya Klon: Koleksi molekul atau sel yang semua identitasnya sama dengan molekul atau sel penurunnya
  • 14.
    Contoh Kloning Kloningpada Amfibi Kloning pada domba Dolly Kloning pada Tikus Kloning pada tumbuhan
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    Genomic Equivalence andDifferensial gene Expresion; Molecular Investigation
  • 20.
    Gene cloning Transferringgene DNA and RNA blotting DNA Library The polymerase chain reaction
  • 21.
    1. Gene CloningMetod e untuk memurnikan atau mengidentifikasi dan memperbanyak suatu potongan DNA tertentu ( klon ) yang dikehendaki dari campuran potongan-potongan DNA yang kompleks.
  • 22.
    Gene Cloning Ketikakeseluruhan DNA dari suatu organisme diekstraksi, akan diperoleh seluruh gen yang dimiliki organisme tersebut Pada kloning gen, hanya gen (DNA) tertentu yang diisolasi, dimurnikan, dan diperbanyak (diklon)
  • 23.
    Tujuan mengklon GenMenentukan urutan basa nukleotida penyusun gen tersebut Menganalisis atau mengidentifikasi urutan basa nukleotida pengendali gen tersebut Mempelajari fungsi RNA / protein/enzim yang disandi gen tersebut Mengidentifikasi mutasi yang terjadi pada kecacatan gen yang mengakibatkan penyakit bawaan Merekayasa organisme untuk tujuan tertentu, misalnya memproduksi insulin, ketahanan terhadap hama, dll.
  • 24.
    Sumber DNA untukdiklon DNA kromosom cDNA ( complementary DNA) yang disintesis menggunakan mRNA sebagai cetakan ( template ) DNA yang dihasilkan dari perbanyakan menggunakan PCR
  • 25.
    Bahan / Alatuntuk Mengklon Enzim endonuklease restriksi Enzim ligase Vektors (biasanya plasmid atau bakteriofage) Inang ( Host ) Metoda untuk memasukkan DNA ke dalam sel inang
  • 26.
    Cara Mengklon DNA(1) Isolasi vektor kloning ( plasmid bacterial ) & DNA sumber gen Pemotongan DNA sumber gen & vektor kloning menggunakan enzim restriksi yang sama Penyisipan potongan DNA sumber gen ke dalam vektor kloning yang telah dipotong menggunakan enzim restriksi yang sama; potongan disambung dengan bantuan enzim DNA ligase
  • 27.
    Cara Mengklon DNA(2) Vektor kloning yang telah tersisipi potongan DNA dimasukkan ke dalam sel inang (transformasi sel inang) Menempatkan sel ke dalam medium dg ampisilin dan X-gal Identifikasi sel pengklon pembawa gen yang dikehendaki
  • 28.
    DNA Library GenomDNA dipotong-potong dengan menggunakan endonuklease Semua fragmen yg dihasilkan diklon secara random ke dalam vektor plasmid Sebagian besar informasi genetik akan berada dalam campuran kultur bakteri. Kultur bakteri, yang masing-masing hanya berisi satu fraksi dari genom yang membawa semua gene tersebut dikenal dengan istilah library
  • 29.
  • 30.
    DNA Blotting SOUTHERNBLOTTING Teknik ini dikembangkan oleh SOUTHERN (1975) Contoh penggunaan metode ini adalah : Untuk menentukan apakah gen tertentu yang diisolasi dari suatu organisme ( misal: gen Penisilin asilase dari B. subtilis) terdapat dalam bentuk yang sama dengan yang terdapat dalam organisme lain, misal B. Megaterium Teknik lain, seperti : - NORTHERN BLOTTING -> RNA - WESTERN BLOTTING -> Protein
  • 31.
    Tahap-tahapan dalam SOUTHERNBLOTTING Isolasi DNA kromosom (mis, B. megaterium) DNA dipotong -> fragmen-fragmen Fragmen dipisahkan dengan elektroforesis (gel agarosa) Fragmen DNA -> denaturasi (alkali) -> DNA s.s. Gel agarosa dijiplak pada kertas nitroselulosa Fragmen pada kertas difiksasi (pemanasan 80oC) Kertas direndam dlm larutan yg berisi probe DNA ss*(diberi radioisotop) Jika komplemen -> DNA probe akan berhibridisasi dg DNA s.s pd kertas nitroselulosa
  • 32.
    SOUTHERN BLOTTING Con’t8. Kertas diletakkan pd plat autoradiografi -> untuk melihat posisi probe yang komplemen 9. Dengan membandingkan hasil audiografi terhadap gel agarosa asli -> maka fragmen mana yg merupakan gen pembawa kode untuk enzim penicillin asilase dapat diketahui dg tepat. 10. Selanjutnya fragmen dari gel tsb dapat diisolasi. *) misal digunakan DNA probe yang berasal dari gen murni pengkode enzim Penicillin asilase (B. subtillis)
  • 33.
  • 34.
    PCR (PolymeraseChain Reaction) Adalah suatu teknik / metode dimana setiap fragmen DNA dapat diamplifikasi atau diperbanyak berkali-kali,dengan cepat tanpa menggunakan sel. PCR dapat melipat gandakan DNA milyaran kali dalam beberapa jam. Peristiwa ini harus ada primer karena DNA polimerase akan menambahkan nukleotida hanya pada rantai nukleotida yang sudah ada sebelumnya dengan bantuan primer.
  • 35.
    Manfaat PCR Memperkuatgen spesifik sebelum diklon. Membuat fragmen Gen DNA secara berlimpah Kerjanya sangat spesifik dan ampuh. Dapat mendeteksi DNA gen virus yang sulit untuk dideteksi Dapat mendeteksi/ mendiagnosis DNA sel embrionik yang mengalami kelainan sebelum dilahirkan. untuk melacak asal usul seseorang dengan membandingkan “ finger print”
  • 36.
    PCR (PolimeraseChain Reaction) Syarat dalam tabung reaksi terdapat : 1. Template (DNA yang telah diketahui urutannya) 2. Primer (oligonukleotida, 15-20 pb) Merupakan molekul DNA untai tunggal sintetik yang pendek yang komplemen thd ujung2 DNA target 3. Enzim polimerase -> termostabil 4. Prekursor nukleotida
  • 37.
    Proses PCR DenaturasiDNA ds menjadi DNA ss (94oC, 60”) Annealing (55 oC) Sintesis (72 oC) Satu siklus : D imulai dari denaturasi, annealing sp sintesis-> 5 menit P roses polimerisasi satu molekul DNA ds menghasilkan 2 copy
  • 38.
    Perbanyakan DNA denganPCR (Polymerase Chain Reaction)
  • 39.
    Transfering Gene Konjugasi Trasformasi Transduksi
  • 40.
    Konjugasi Perpindahan molekulgenetik dari satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya secara kontak antar sel. Sel donor akan memberikan informasi genetik kepada resipien. Plasmid akan mengontrol formasi filamen permukaan sel yang dibutuhkan untuk mengadakan kontak pada waktu terjadinya perkawinan.
  • 41.
    Konjugasi Con’t Plasmid memiliki sistim khusus untuk replikasi dan transfer DNA plasmid dan sistem pengontrolan Plasmid memiliki faktor F yang merupakan faktor konjugatif ,
  • 42.
  • 43.
    Transformasi Proses perpindahan genetik dimana sel resipien membutuhkan molekul DNA bebas ( DNA yang berada diluar sel atau yang telah dimurnikan ) Dalam laboratorium transformasi dapat dilakukan dengan mengisolasi DNA donor kemudian menambahkannya pada suspensi sel resipien. Transformasi dapat terjadi secara alami.
  • 44.
    Transformasi Con’t Padaprinsipnya transformasi akan terjadi bila sel resipien mampu menerima DNA yang telah diisolasi dari sel donor. Transformasi dapat terjadi pada bakteri Gram positif ataupun Gram negatif Transformasi dapat dipindahkan dari sel bakteri kepada sel tanaman.
  • 45.
  • 46.
    Transduksi Adalahtransfer genetik dari sel ke sel oleh virus dari sel inang . Transduksi terbagi 2 Tranduksi Khusus : hanya terjadi pada beberapa virus tertentu , gen inang langsung diintegrasi kedalam genom virus , lalu ditransfer ke resipien selama proses lisogenisasi (pembentukan lisogen ) Lisogen adalah bakteri yang mengandung faga lengkap
  • 47.
    Transduksi Con’t Transduksiumum : gen gen inang yang berasal dari suatu genom akan menjadi bagian dari partikel DNA virus yang sudah matang dari suatu tempat atau penambahan pada genom virus. Virus yang telah mengalami transduksi tidak mampu melisiskan inang. Hal ini disebabkan sel bakteri telah menggantikan tempat penting pada gen virus.
  • 48.