YONA OKTA SARI
            1010413008
           BIOTEKNOLOGI

Dosen Pembimbing   : Prof.DR SUMARYATI SYUKUR
…Defenisi Kloning
• Cloning pengertian secara sederhana nya
  adalah cangkok; yaitu penggabungan unsur-
  unsur hayati dua atau lebih untuk
  memperoleh manfaat tertentu

• Klon berasal dari kata klόόn (yunani), yang
  artinya tunas.Kloning adalah tindakan
  menggandakan atau mendapatkan keturunan
  jasad hidup tanpa fertilisasi, berasal dari
  induk yang sama, mempunyai susunan (jumlah
  dan gen) yang sama dan kemungkinan besar
  mempunyai fenotib yang sama.
Tujuan
§ Menentukan urutan basa nukleotida penyusun gen tersebut

  Menganalisis atau mengidentifikasi urutan basa nukleotida
pengendali gen tersebut

   Mempelajari fungsi RNA / protein/enzim yang disandi gen
tersebut

   Mengidentifikasi mutasi yang terjadi pada kecacatan gen
yang mengakibatkan penyakit bawaan

  Merekayasa organisme untuk tujuan tertentu, misalnya
memproduksi insulin, ketahanan terhadap hama, dll.
Bagian terpenting yang selalu
  digunakan dalam rekayasa genetika
1. Enzym Selluler
Ada beberapa enzim yang dipakai dalam
memanipulasi DNA, diantaranya adalah :
- RNA polimerisasi yang berfungsi untuk
   ’membaca’ sekuen DNA dan
   mengsintesis molekul RNA komplementer.
- Enzim
  Endonuklease, yait
  u enzim yang
  mengenali batas-
  batas sekuen
  nukleotida spesifik
  dan berfungsi
  dalam proses
  restriction.
- DNA
  polimerisasi, y
  aitu enzim
  yang biasa
  dipakai untuk
  meng-copy
  DNA. Enzim ini
  mengsintesis
  DNA dari sel
  induknya dan
  membentuk
  DNA yang
  sama persis ke
  sel induk
  barunya.
-   Enzim DNA ligase merupakan suatu enzim yang
    berfungsi untuk menyambungkan suatu bahan
    genetik dengan bahan genetik yang lain.
    Contohnya saja, enzim DNA ligase ini dapat
    bergabung dengan DNA (atau RNA) dan
    membentuk ikatan phosphodiester baru antara
    DNA (atau RNA) yang satu dengan lainnya.
-    enzim reverse transcriptases yang berfungsi
    membentuk blue-print dari molekul RNA
    membentuk cDNA (DNA komplementer).
    Enzim ini dibuat dari virus RNA yang
    mengubah genom RNA menjadi DNA ketika
    menginfeksi inangnya
2. Natural Vector/ Vector Alami
 Sebagai salah satu cara untuk memanipulasi
 DNA di luar sel, para ilmuwan bioteknologi harus bisa
 membuat suatu tempat yang keadaannya stabil dan cocok
 dengan tempat DNA yang dimanipulasi. Vektor disini bisa
 diartikan sebagai alat yang membawa DNA ke dalam sel
 induk barunya serta dapat mengadakan replikasi untuk
 menghasilkan kopi dalam jumlah besar.
 Dua jenis molekul DNA alamiah yang memenuhi
 persyaratan tersebut adalah :
a. Plasmid
 Plasmid, merupakan
molekul DNA sirkuler yang
terdapat dalam bakteri
dan berbagai organisme
lain.
Plasmid dapat melakukan
replikasi dengan tidak
tergantung pada kromosom
sel tuan rumah.
“KROMOMOSOM”
b. Kromosom Virus
Kromosom virus, terutama
bakteriofage, yaitu virus
yang harus menginfeksi
bakteri pada waktu infeksi
molekul DNA bakteriofage
diinfeksikan ke dalam sel
tuan rumah, dankemudian
DNA ini mengalami
replikasi.
The Process Of Cloning
1.Isolasi DNA
• Isolasi DNA diawali dengan mempersiapkan dua
  jenis DNA yaitu plasmid bakteri yang akan
  digunakan sebagai vektor dan DNA yang
  mengandung gen yang diinginkan.
• Kemudian dilakukan perusakan dan atau
  pembuangan dinding sel, langkah selanjutnya
  adalah lisis sel Setelah sel mengalami
  lisis, remukan-remukan sel harus dibuang.
  Biasanya pembuangan remukan sel dilakukan
  dengan sentrifugasi.
2. Pemotongan Molekul DNA
  • Tahap kedua dalam kloning gen adalah pemotongan
    molekul DNA, baik genomik maupun plasmid.
    Perkembangan teknik pemotongan DNA berawal dari
    saat ditemukannya enzim restriksi dan modifikasi DNA
    pada bakteri E. coli, yang berkaitan dengan infeksi
    virus atau bakteriofag (faga temperat) yang akan
    menghasilkan fragmen-fragmen dengan ujung 5’ yang
    runcing karena masing-masing untai tunggalnya
    menjadi tidak sama panjang. Dua fragmen DNA dengan
    ujung yang runcing akan mudah disambungkan satu
    sama lain sehingga ujung runcing sering pula disebut
    sebagai ujung lengket (sticky end) atau ujung kohesif.
3.Ligasi molekul–molekul DNA
• Pemotongan DNA genomik dan DNA
  vektor menggunakan enzim restriksi
  harus menghasilkan ujung-ujung
  potongan yang kompatibel.
  Artinya, fragmen-fragmen DNA genomik
  nantinya harus dapat disambungkan
  (diligasi) dengan DNA vektor yang sudah
  berbentuk linier.
4.Transformasi Sel Inang
 Tahap berikutnya menggunakan teknik elektroforesis untuk
 menganalisis hasil pemotongan DNA genomik dan DNA vektor. Jika
 hasil elektroforesis menunjukkan bahwa fragmen-fragmen DNA
 genomik telah terligasi dengan baik pada DNA vektor sehingga
 terbentuk molekul DNA rekombinan, selain terdapat molekul DNA
 rekombinan, juga ada sejumlah fragmen DNA genomik dan DNA
 plasmid yang tidak terligasi satu sama lain. Tahap memasukkan
 campuran reaksi ligasi ke dalam sel inang ini dinamakan
 transformasi karena sel inang diharapkan akan mengalami
 perubahan sifat tertentu setelah dimasuki molekul DNA rekombinan.
5.Pengklonaan sel dan gen asing
• Bakteri hasil transformasi
  ditempatkan pada medium nutrient
  padat yang mengandung amphisilin dan
  gula yang disebut X-gal. Amphisilin
  dalam medium yang akan memastikan
  bahwa hanya bakteri yang mengandung
  plasmid yang dapat tumbuh. Sedangkan
  X-gal akan memudahkan identifikasi
  koloni bakteri yang mengandung gen
  asing yang disisipkan
6. Identifikasi klon sel yang membawa
gen yang diinginkan
• Setelah tumbuh membentuk koloni, bakteri
  yang mengandung DNA rekombinan
  diidentifikasi menggunakan metode hibridisasi
  asam nukleat. Untuk mengkarakterisasi atau
  mengidentifikasi DNA target, maka pada
  membran ditambahkan molekul DNA dan
  RNA untai tunggal yang disebut probe dan
  didalam larutan buffer. Setelah
  mengidentifikasi klon sel yang
  diinginkan, kemudian ditumbuhkan dalam kultur
  cair dalam tangki besar dan selanjutnya dengan
  mudah mengisolasi gen tersebut dalam jumlah
  besar.
Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan
        dalam pengklonaan sel, diantaranya:

1. PCR (Polymerase Chain Reaction)
  PCR adalah suatu metode untuk
  mengamplifikasi/disalin beberapa kali sekuens
  gen (urutan DNA) target secara eksponensial
  in vitro.
  “ Prinsip dasar dari teknik PCR tersebut
  merupakan adanya enzim DNA polimerase
  yang digunakan untuk membuat cetakan dari
  segmen DNA yang diinginkan “
Proses PCR terdiri dari 3
            tahapan, yaitu:
1. Denaturasi adalah
  proses penguraian
  materi genetik
  (DNA/RNA) dari
  bentuk heliksnya yang
  dipisahkan dengan
  suhu 90-96oC.
2. Annealing (pelekatan)
   atau hibridisasi adalah
   suatu proses penempelan
   primer ke DNA template
   yang sekarang hanya
   dalam satu untai.
3. Polimerisasi (sintesis)
   adalah suatu proses
   pemanjangan rantai DNA
   baru yang dimulai
   dari primer
2. Elekroforesis
   Elektroforesis adalah suatu teknik yang
   mengukur laju perpindahan atau pergerakan
   partikel-partikel bermuatan dalam suatu
   medan listrik. Elektroforesis adalah suatu
   teknik yang menggunakan medan listrik
   untuk memisahkan molekul berdasarkan
   ukuran. Elektroforesis digunakan untuk
   mengamati hasil amplifikasi dari DNA
3.     Sekuens DNA
Penentuan urutan (sekuensing) basa DNA
pada prinsipnya melibatkan produksi
seperangkat molekul/fragmen DNA yang
berbeda-beda ukurannya tetapi salah satu
ujungnya selalu sama. Selanjutnya, fragmen-
fragmen ini dimigrasikan/dipisahkan
menggunakan elektroforesis gel poliakrilamid
atau polyacrylamide gel electrophoresis
(PAGE) agar pembacaan sekuens dapat
dilakukan.
Isolation and cloning of IGF-1R
        gene in bovine
Abstract
We isolated and cloned the IGF-1 R gene from DNA by
subjecting DNA with one pair of restriction enzyme (EcoRI +
HindIII) and followed by ligation and transformation with the
suitable vector. The pair of restriction enzymes (EcoRI + HindIII)
which subjected to DNA template before the ligation process
was the only pair which had success to liberate IGF-1R
fragment from the transformed vector rather than other two pairs
of restriction enzymes (EcoRI + XhoI) or (HindIII + XhoI)
although this two pair of restriction enzymes have recognition
sites in the vector. Moreover we have studied the effect of DNA
template size on the action of the restriction enzymes. Where
less DNA size, more efficient of the restriction enzyme action.
This study is rapid and useful new technology for
isolation, cloning and sequencing the gene of interest to be
ready for further investigations as gene transfection and/ or
transfer.
Primer dari gen IGF-1R : Primer sequence (5' to 3')
  (Left: CCTGCGCAATGGAATAAAGT
and Right: ATTGGGTTGGAAGACTGCTG
(SEQUENCE SIZE: 556 bp DNA linear and accession
  number U33122).
Reagen :
Enzim yang digunakan :
Bakteri yang digunakan :
Plasmid                : PMD18T
Buffer yang digunakan :
1. Rapid Isolation mammalian DNA (20-50 kb)
                              Bovine Blood
                                       Ekstraksi DNA

                     300 µL aliquots of bovine blood
                                       + 900 µL of 20 mM tris
                                       HCl, mix.
                                       -Incubated at 250C for 10 min
                                       - Centrifuge 20 s
                               Supernatant
                                       + 3 µL protinase K
                                       + 3 µL of 4 mg/ml Dnase-free Rnase
                                       - Incubate for 1 hours at 370C
                                       + 200 µL CH3COOK solution mix for 20 s
                                       - Centrifuge for 3 min at 40C
                                       -Transfer to fresh tube
                                       + 600 µL of 70% ethanol
                                       - Mix well
                             DNA precipitate
                                       - Centrifuge at 100 rpm for 1 min at 250C

                   Pellet of DNA in 100µL of TE (pH 7.6)
                                                     - Stored at 200C
                                                     - Anallyzed
2. Salting Out Method (≥100 kb DNA)
                   DNA
                        + 10 mL pellet dissolved in EDTA
                        + cell lysis buffer TE centrifugation
                        at 10000 rpm for 15 min at 40C
                        + NaCl solution
                        - Incubating
                        - Centrifuge
               Supernatant
                        - Dissolved in ice cold
                        absolute ethanol
                        - Centrifuge
              DNA in 200 µL TE
                         - Stored at 200C
                         - Anallyzed
3. DNA digestion and PCR program
                       10 µL DNA
                              -Incubated with 0.75 µL EcoR
                              - Incubated 0.75 µL Hindlll, 2 µL , 2 µL
                              buffers of 2 enzyms
                              - 1.5 µL dd water at 320C for 3 h
                               - Anallyzed with PCR program
                     DNA sequencing
                              - Take 25 µL PCR product in an
                              eppendorf tube
                              + 25 ng of genomic DNA
                              - Denaturation with Parkin Elmer
                              9700 cetus thermal, carried out.
                              - cooled the sample 40C
                   Amplified DNA fragments

                              - Separated DNA +2% agarose gel
                              + ethidium bromida as stained
                      DNA patern

                              - Visualized on a UV transiluminator
4. Cloning of IGF-1R
                                  PCR product
                                          - 25 µL PCR product in mixture (+ use ice box, 1
                                          µL PMD18-T vector, + 1.5 µL DNA fragments, +
                                          3.5 µL dd water + 5 µL solution (ligation mixture)
                                          - Incubated at 160C least 1 h
                                          - Transformation for the ligated gene occurred by
                                          using LB medium for overnight followed by
                                          plasmid extraction
                              Transformation ligated gene
                                         - Define the main pair of restriction enzymes
                                          which can liberate our gene of interest
                                          - Divided the extract plasmid into three groups
                                          according type of restriction enzymes


            EcoRI + Hindlll         EcoRI + XhoI           Hindlll + XhoI


                                           - Carried out all tubes
5. Sequencing of both IGF-1R fragment
        and sequence analysis
        Isolate our gene of interest from the plasmid
                          - Choose the plasmid which have IGF-1R
                          gene
                          - Sent the sequencer
                          - Compare with the gene bank
RESULT




Showing the DNA after random
digestion with the restriction
enzymes (EcoRI and Hindlll) lanes 1
and 2 are small DNA (20-20 kb) and
lane 3 is large DNA (≥100kb) and M is
5000 bp marker
Pembahasan
Sistem Insulin-like growth factor (IGF), terdiri dari :
1. dua faktor pertumbuhan yaitu
    - IGF-I
    - IGF-II
2. dua IGF penerima IGF-1R dan manose IGF-2R/cation-
    independent 6-fosfat reseptor, M6P-R dan enam IGF
    mengikat protein (IGFBP1-6), telah ditandai sebagai sistem
    regulator penting untuk mengendalikan pertumbuhan
    jaringan dan pembangunan spesies vertebrata untuk
    merangsang produksi embrio IFN-invitro dan
    kemungkinan bahwa IGF-I dan II-memainkan peran
    penting dalam pengembangan
   embrio dan rahim selama awal kehamilan.
• Pengaruh ukuran DNA dan tindakan pada
  proses kloning. Ditemukan bahwa ukuran
  kecil DNA (20 - 50 kb) mudah
  dicerna, terisolasi dan kloning untuk
  member kita fragmen IGF-1 R murni dari
  ukuran besar ( ≥100 kb DNA) (Gambar 1, 2
  dan 3). Selain itu, kami mempelajari efek
  dari pembatasan jenis enzim dan perannya
  dalam kloning. Pasangan dari pembatasan
  enzim (EcoRI dan HindIII) yang digunakan
  untuk menggali-estion acak template DNA
  sebelum proses ligasi dan trans-formasi
  adalah sepasang satunya pembatasan
  enzim yang membebaskan fragmen IGF-1R
  setelah ligasi dan transformasi dengan
  vektor yang sesuai
• Identifikasi dilakukan dengan teknik kloning
  molekuler dan sequencing, sebagian dari gen
  IGF-I sapi Kon-ponding ke daerah pengkode
  dan seluruh sequencing. Hasilnya
  menunjukkan homologi yang tinggi (> 95%)
  dengan yang di bank gen (556 bp DNA linier
  dan nomor aksesi U33122).
Dampak Positif dan Negatif Kloning
Dampak Positif                    Dampak Negatif 
 • Jika tanaman induk              • Kloning pada tanaman akan
   mempunyai sifat-sifat             menghasilkan keturunan yang
   unggul, maka dapat dipastikan
   keturunannya akan                 sama dengan
   mempunyai sifat unggul dari       induknya, akibatnya akan
   induknya.                         menurunkan keanekaragaman
 • Konservasi tumbuhan langka        tanaman.
 • Meningkatkan agrobisnis         • Kloning pada hewan dan
 • Terapi kloning                    manusia masih banyak
   ex : untuk penderita gagal        dipertentangkan.
   ginjal                            ex : resiko kesehatan pada
 • Mempermudah penyediaan            hasil clone
   organ tubuh untuk di            • Bertentangan dengan nilai
   cangkokan.                        kemanusiaan.
What is the application of Genetic
             Engineering??
• Bidang Pertanian dan
  Peternakan                 • Bidang Farmasi dan
  dimanfaatkan terutama        Industri
  untuk memberikan             terbukti mampu
  karakter atau sifat baru     menghasilkan berbagai
  pada berbagai jenis          jenis obat dengan kualitas
  tanaman.                     yang lebih baik
• Bidang                     • Lingkungan
  Perkebunan, Kehutanan,     • Bidang Hukum dan
  dan Florikultur              Forensik
  merupakan ilmu yang
  mempelajari bagaimana
  cara budidaya bunga
Ona's Cloning presentation

Ona's Cloning presentation

  • 1.
    YONA OKTA SARI 1010413008 BIOTEKNOLOGI Dosen Pembimbing : Prof.DR SUMARYATI SYUKUR
  • 3.
    …Defenisi Kloning • Cloningpengertian secara sederhana nya adalah cangkok; yaitu penggabungan unsur- unsur hayati dua atau lebih untuk memperoleh manfaat tertentu • Klon berasal dari kata klόόn (yunani), yang artinya tunas.Kloning adalah tindakan menggandakan atau mendapatkan keturunan jasad hidup tanpa fertilisasi, berasal dari induk yang sama, mempunyai susunan (jumlah dan gen) yang sama dan kemungkinan besar mempunyai fenotib yang sama.
  • 4.
    Tujuan § Menentukan urutanbasa nukleotida penyusun gen tersebut Menganalisis atau mengidentifikasi urutan basa nukleotida pengendali gen tersebut Mempelajari fungsi RNA / protein/enzim yang disandi gen tersebut Mengidentifikasi mutasi yang terjadi pada kecacatan gen yang mengakibatkan penyakit bawaan Merekayasa organisme untuk tujuan tertentu, misalnya memproduksi insulin, ketahanan terhadap hama, dll.
  • 5.
    Bagian terpenting yangselalu digunakan dalam rekayasa genetika 1. Enzym Selluler Ada beberapa enzim yang dipakai dalam memanipulasi DNA, diantaranya adalah : - RNA polimerisasi yang berfungsi untuk ’membaca’ sekuen DNA dan mengsintesis molekul RNA komplementer.
  • 6.
    - Enzim Endonuklease, yait u enzim yang mengenali batas- batas sekuen nukleotida spesifik dan berfungsi dalam proses restriction.
  • 7.
    - DNA polimerisasi, y aitu enzim yang biasa dipakai untuk meng-copy DNA. Enzim ini mengsintesis DNA dari sel induknya dan membentuk DNA yang sama persis ke sel induk barunya.
  • 8.
    - Enzim DNA ligase merupakan suatu enzim yang berfungsi untuk menyambungkan suatu bahan genetik dengan bahan genetik yang lain. Contohnya saja, enzim DNA ligase ini dapat bergabung dengan DNA (atau RNA) dan membentuk ikatan phosphodiester baru antara DNA (atau RNA) yang satu dengan lainnya.
  • 9.
    - enzim reverse transcriptases yang berfungsi membentuk blue-print dari molekul RNA membentuk cDNA (DNA komplementer). Enzim ini dibuat dari virus RNA yang mengubah genom RNA menjadi DNA ketika menginfeksi inangnya
  • 11.
    2. Natural Vector/Vector Alami Sebagai salah satu cara untuk memanipulasi DNA di luar sel, para ilmuwan bioteknologi harus bisa membuat suatu tempat yang keadaannya stabil dan cocok dengan tempat DNA yang dimanipulasi. Vektor disini bisa diartikan sebagai alat yang membawa DNA ke dalam sel induk barunya serta dapat mengadakan replikasi untuk menghasilkan kopi dalam jumlah besar. Dua jenis molekul DNA alamiah yang memenuhi persyaratan tersebut adalah :
  • 12.
    a. Plasmid Plasmid,merupakan molekul DNA sirkuler yang terdapat dalam bakteri dan berbagai organisme lain. Plasmid dapat melakukan replikasi dengan tidak tergantung pada kromosom sel tuan rumah.
  • 13.
  • 14.
    b. Kromosom Virus Kromosomvirus, terutama bakteriofage, yaitu virus yang harus menginfeksi bakteri pada waktu infeksi molekul DNA bakteriofage diinfeksikan ke dalam sel tuan rumah, dankemudian DNA ini mengalami replikasi.
  • 15.
  • 17.
    1.Isolasi DNA • IsolasiDNA diawali dengan mempersiapkan dua jenis DNA yaitu plasmid bakteri yang akan digunakan sebagai vektor dan DNA yang mengandung gen yang diinginkan. • Kemudian dilakukan perusakan dan atau pembuangan dinding sel, langkah selanjutnya adalah lisis sel Setelah sel mengalami lisis, remukan-remukan sel harus dibuang. Biasanya pembuangan remukan sel dilakukan dengan sentrifugasi.
  • 18.
    2. Pemotongan MolekulDNA • Tahap kedua dalam kloning gen adalah pemotongan molekul DNA, baik genomik maupun plasmid. Perkembangan teknik pemotongan DNA berawal dari saat ditemukannya enzim restriksi dan modifikasi DNA pada bakteri E. coli, yang berkaitan dengan infeksi virus atau bakteriofag (faga temperat) yang akan menghasilkan fragmen-fragmen dengan ujung 5’ yang runcing karena masing-masing untai tunggalnya menjadi tidak sama panjang. Dua fragmen DNA dengan ujung yang runcing akan mudah disambungkan satu sama lain sehingga ujung runcing sering pula disebut sebagai ujung lengket (sticky end) atau ujung kohesif.
  • 19.
    3.Ligasi molekul–molekul DNA •Pemotongan DNA genomik dan DNA vektor menggunakan enzim restriksi harus menghasilkan ujung-ujung potongan yang kompatibel. Artinya, fragmen-fragmen DNA genomik nantinya harus dapat disambungkan (diligasi) dengan DNA vektor yang sudah berbentuk linier.
  • 20.
    4.Transformasi Sel Inang Tahap berikutnya menggunakan teknik elektroforesis untuk menganalisis hasil pemotongan DNA genomik dan DNA vektor. Jika hasil elektroforesis menunjukkan bahwa fragmen-fragmen DNA genomik telah terligasi dengan baik pada DNA vektor sehingga terbentuk molekul DNA rekombinan, selain terdapat molekul DNA rekombinan, juga ada sejumlah fragmen DNA genomik dan DNA plasmid yang tidak terligasi satu sama lain. Tahap memasukkan campuran reaksi ligasi ke dalam sel inang ini dinamakan transformasi karena sel inang diharapkan akan mengalami perubahan sifat tertentu setelah dimasuki molekul DNA rekombinan.
  • 21.
    5.Pengklonaan sel dangen asing • Bakteri hasil transformasi ditempatkan pada medium nutrient padat yang mengandung amphisilin dan gula yang disebut X-gal. Amphisilin dalam medium yang akan memastikan bahwa hanya bakteri yang mengandung plasmid yang dapat tumbuh. Sedangkan X-gal akan memudahkan identifikasi koloni bakteri yang mengandung gen asing yang disisipkan
  • 22.
    6. Identifikasi klonsel yang membawa gen yang diinginkan • Setelah tumbuh membentuk koloni, bakteri yang mengandung DNA rekombinan diidentifikasi menggunakan metode hibridisasi asam nukleat. Untuk mengkarakterisasi atau mengidentifikasi DNA target, maka pada membran ditambahkan molekul DNA dan RNA untai tunggal yang disebut probe dan didalam larutan buffer. Setelah mengidentifikasi klon sel yang diinginkan, kemudian ditumbuhkan dalam kultur cair dalam tangki besar dan selanjutnya dengan mudah mengisolasi gen tersebut dalam jumlah besar.
  • 23.
    Terdapat beberapa metodeyang dapat digunakan dalam pengklonaan sel, diantaranya: 1. PCR (Polymerase Chain Reaction) PCR adalah suatu metode untuk mengamplifikasi/disalin beberapa kali sekuens gen (urutan DNA) target secara eksponensial in vitro. “ Prinsip dasar dari teknik PCR tersebut merupakan adanya enzim DNA polimerase yang digunakan untuk membuat cetakan dari segmen DNA yang diinginkan “
  • 24.
    Proses PCR terdiridari 3 tahapan, yaitu: 1. Denaturasi adalah proses penguraian materi genetik (DNA/RNA) dari bentuk heliksnya yang dipisahkan dengan suhu 90-96oC.
  • 25.
    2. Annealing (pelekatan) atau hibridisasi adalah suatu proses penempelan primer ke DNA template yang sekarang hanya dalam satu untai. 3. Polimerisasi (sintesis) adalah suatu proses pemanjangan rantai DNA baru yang dimulai dari primer
  • 26.
    2. Elekroforesis Elektroforesis adalah suatu teknik yang mengukur laju perpindahan atau pergerakan partikel-partikel bermuatan dalam suatu medan listrik. Elektroforesis adalah suatu teknik yang menggunakan medan listrik untuk memisahkan molekul berdasarkan ukuran. Elektroforesis digunakan untuk mengamati hasil amplifikasi dari DNA
  • 27.
    3. Sekuens DNA Penentuan urutan (sekuensing) basa DNA pada prinsipnya melibatkan produksi seperangkat molekul/fragmen DNA yang berbeda-beda ukurannya tetapi salah satu ujungnya selalu sama. Selanjutnya, fragmen- fragmen ini dimigrasikan/dipisahkan menggunakan elektroforesis gel poliakrilamid atau polyacrylamide gel electrophoresis (PAGE) agar pembacaan sekuens dapat dilakukan.
  • 29.
    Isolation and cloningof IGF-1R gene in bovine
  • 30.
    Abstract We isolated andcloned the IGF-1 R gene from DNA by subjecting DNA with one pair of restriction enzyme (EcoRI + HindIII) and followed by ligation and transformation with the suitable vector. The pair of restriction enzymes (EcoRI + HindIII) which subjected to DNA template before the ligation process was the only pair which had success to liberate IGF-1R fragment from the transformed vector rather than other two pairs of restriction enzymes (EcoRI + XhoI) or (HindIII + XhoI) although this two pair of restriction enzymes have recognition sites in the vector. Moreover we have studied the effect of DNA template size on the action of the restriction enzymes. Where less DNA size, more efficient of the restriction enzyme action. This study is rapid and useful new technology for isolation, cloning and sequencing the gene of interest to be ready for further investigations as gene transfection and/ or transfer.
  • 31.
    Primer dari genIGF-1R : Primer sequence (5' to 3') (Left: CCTGCGCAATGGAATAAAGT and Right: ATTGGGTTGGAAGACTGCTG (SEQUENCE SIZE: 556 bp DNA linear and accession number U33122). Reagen : Enzim yang digunakan : Bakteri yang digunakan : Plasmid : PMD18T Buffer yang digunakan :
  • 32.
    1. Rapid Isolationmammalian DNA (20-50 kb) Bovine Blood Ekstraksi DNA 300 µL aliquots of bovine blood + 900 µL of 20 mM tris HCl, mix. -Incubated at 250C for 10 min - Centrifuge 20 s Supernatant + 3 µL protinase K + 3 µL of 4 mg/ml Dnase-free Rnase - Incubate for 1 hours at 370C + 200 µL CH3COOK solution mix for 20 s - Centrifuge for 3 min at 40C -Transfer to fresh tube + 600 µL of 70% ethanol - Mix well DNA precipitate - Centrifuge at 100 rpm for 1 min at 250C Pellet of DNA in 100µL of TE (pH 7.6) - Stored at 200C - Anallyzed
  • 33.
    2. Salting OutMethod (≥100 kb DNA) DNA + 10 mL pellet dissolved in EDTA + cell lysis buffer TE centrifugation at 10000 rpm for 15 min at 40C + NaCl solution - Incubating - Centrifuge Supernatant - Dissolved in ice cold absolute ethanol - Centrifuge DNA in 200 µL TE - Stored at 200C - Anallyzed
  • 34.
    3. DNA digestionand PCR program 10 µL DNA -Incubated with 0.75 µL EcoR - Incubated 0.75 µL Hindlll, 2 µL , 2 µL buffers of 2 enzyms - 1.5 µL dd water at 320C for 3 h - Anallyzed with PCR program DNA sequencing - Take 25 µL PCR product in an eppendorf tube + 25 ng of genomic DNA - Denaturation with Parkin Elmer 9700 cetus thermal, carried out. - cooled the sample 40C Amplified DNA fragments - Separated DNA +2% agarose gel + ethidium bromida as stained DNA patern - Visualized on a UV transiluminator
  • 35.
    4. Cloning ofIGF-1R PCR product - 25 µL PCR product in mixture (+ use ice box, 1 µL PMD18-T vector, + 1.5 µL DNA fragments, + 3.5 µL dd water + 5 µL solution (ligation mixture) - Incubated at 160C least 1 h - Transformation for the ligated gene occurred by using LB medium for overnight followed by plasmid extraction Transformation ligated gene - Define the main pair of restriction enzymes which can liberate our gene of interest - Divided the extract plasmid into three groups according type of restriction enzymes EcoRI + Hindlll EcoRI + XhoI Hindlll + XhoI - Carried out all tubes
  • 36.
    5. Sequencing ofboth IGF-1R fragment and sequence analysis Isolate our gene of interest from the plasmid - Choose the plasmid which have IGF-1R gene - Sent the sequencer - Compare with the gene bank
  • 37.
    RESULT Showing the DNAafter random digestion with the restriction enzymes (EcoRI and Hindlll) lanes 1 and 2 are small DNA (20-20 kb) and lane 3 is large DNA (≥100kb) and M is 5000 bp marker
  • 40.
    Pembahasan Sistem Insulin-like growthfactor (IGF), terdiri dari : 1. dua faktor pertumbuhan yaitu - IGF-I - IGF-II 2. dua IGF penerima IGF-1R dan manose IGF-2R/cation- independent 6-fosfat reseptor, M6P-R dan enam IGF mengikat protein (IGFBP1-6), telah ditandai sebagai sistem regulator penting untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan dan pembangunan spesies vertebrata untuk merangsang produksi embrio IFN-invitro dan kemungkinan bahwa IGF-I dan II-memainkan peran penting dalam pengembangan embrio dan rahim selama awal kehamilan.
  • 41.
    • Pengaruh ukuranDNA dan tindakan pada proses kloning. Ditemukan bahwa ukuran kecil DNA (20 - 50 kb) mudah dicerna, terisolasi dan kloning untuk member kita fragmen IGF-1 R murni dari ukuran besar ( ≥100 kb DNA) (Gambar 1, 2 dan 3). Selain itu, kami mempelajari efek dari pembatasan jenis enzim dan perannya dalam kloning. Pasangan dari pembatasan enzim (EcoRI dan HindIII) yang digunakan untuk menggali-estion acak template DNA sebelum proses ligasi dan trans-formasi adalah sepasang satunya pembatasan enzim yang membebaskan fragmen IGF-1R setelah ligasi dan transformasi dengan vektor yang sesuai
  • 42.
    • Identifikasi dilakukandengan teknik kloning molekuler dan sequencing, sebagian dari gen IGF-I sapi Kon-ponding ke daerah pengkode dan seluruh sequencing. Hasilnya menunjukkan homologi yang tinggi (> 95%) dengan yang di bank gen (556 bp DNA linier dan nomor aksesi U33122).
  • 43.
    Dampak Positif danNegatif Kloning Dampak Positif  Dampak Negatif  • Jika tanaman induk • Kloning pada tanaman akan mempunyai sifat-sifat menghasilkan keturunan yang unggul, maka dapat dipastikan keturunannya akan sama dengan mempunyai sifat unggul dari induknya, akibatnya akan induknya. menurunkan keanekaragaman • Konservasi tumbuhan langka tanaman. • Meningkatkan agrobisnis • Kloning pada hewan dan • Terapi kloning manusia masih banyak ex : untuk penderita gagal dipertentangkan. ginjal ex : resiko kesehatan pada • Mempermudah penyediaan hasil clone organ tubuh untuk di • Bertentangan dengan nilai cangkokan. kemanusiaan.
  • 44.
    What is theapplication of Genetic Engineering?? • Bidang Pertanian dan Peternakan • Bidang Farmasi dan dimanfaatkan terutama Industri untuk memberikan terbukti mampu karakter atau sifat baru menghasilkan berbagai pada berbagai jenis jenis obat dengan kualitas tanaman. yang lebih baik • Bidang • Lingkungan Perkebunan, Kehutanan, • Bidang Hukum dan dan Florikultur Forensik merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana cara budidaya bunga