FIQIH(Pengertian, Hukum dan Adab)Hatta Syamsuddin, LcKAJIAN PENA IKADI SRAGENAhad, 17 APRIL 2011 /  13 JUMADIL AWAL 1432 H
Pengertian JihadRagam dan Tingkatan JihadHukum JihadAdab & Etika JihadReferensi :Fiqh Sunnah Sayid Sabiq
Fiqh Jihad Yusuf Qardhadwi
Meluruskan Pemahaman Jihad – Farid Nu’manBahasan Pagi Ini
Keutamaan JihadDari Abu Said Al Khudri, bahwa ada orang bertanya:يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤْمِنٌ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِنَفْسِهِ وَمَالِه“Wahai Rasulullah! Manusia bagaimanakah yang paling utama?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Seorang mu’min yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Secara bahasa (lughatan – etimologis)الجهاد اجهاد مأخوذ من الجهد وهو الطاقة والمشقة Al Jihad di ambil dari kata Al Juhduyaitu kuasa (Ath Thaqah) dan kesempitan/kepayahan (Al Masyaqqah)*FiqhusSunnah Sayyid Sabiq 2/618Pengertian Jihad : Bahasa
الْجِهَادُ فِي اللُّغَةِ بَذْلُ مَا فِي الْوُسْعِ مِنْ الْقَوْلِ ، وَالْفِعْلِ “Secara bahasa, jihad bermakna pengerahan segenap potensi dengan ucapan dan perbuatan.” *Imam Abdurrahman SyaikhiZaadah, Majma’ Al Anhar fi Syarh Multaqa Al Ab-harPengertian Jihad : Bahasa
بذل الوُسع والطاقة في القتال في سبيل الله بالنفس، أو معاونة بمال، أو رأي، أو لسان، أو تكثير سواد، أو غير ذلكAdalah upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain* Hasiyah Ibnu AbidinPengertian Jihad : Istilah
TIGA PEMAHAMAN SEPUTAR JIHADMUKADDIMAH FIQH JIHAD : DR. YUSUF QARDHAWY
PERTAMA : golongan yang ingin mengaburkan makna Jihad dengan mengutamakan nilai-nilai spiritualitas (ruhiyah) dan kemuliaan akhlak, dan menganggap dua hal tersebut sebagai jihad akbar yaitu meliputi jihad nafs dan jihad syaiton
( رجعنا من الجهاد الأصغر ، إلى الجهاد الأكبر ) ، قالوا : وهل هناك جهاد أعظم من جهاد الكفار ؟ قال : ( نعم . جهاد النفس ) ."Kita baru saja kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar. Para shahabat bertanya, "Apa jihad besar itu? Nabi saw menjawab, "jihaad al-qalbi (jihad hati). Di dalam riwayat lain disebutkan jihaad al-Nafs".178 (Kanzul-'Ummaal, juz 4/616; Hasyiyyah al-Baajuriy, juz 2/ 265)Ket : Hadits Dhoif dan bertentangan dengan banyak riwayat seputar jihadSebagian Hujjah Golongan Pertama
KEDUA : golongan yang  memahami jihad sebagai pengumuman perang kepada seluruh alam. Maka mereka menyamakan antara memerangi pihak yang menyerang kaum muslimin dan menghalangi dakwahnya, dengan mereka yang berdamai dan hidup bersama kaum muslimin.
فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ “ Dan apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. ..”(QS At-Taubah 5)Ket : Hujjah lemah dan banyak dibantah, karena bgmn satu ayat menghapus 140-an lebih ayat tentang toleransi dan kesabaranSebagian Hujjah Golongan Kedua
KETIGA :  Mereka yang memahami jihad secara lebih moderat. Tidak terjebak dalam pengkaburan makna jihad , tidak terperangkap dalam pemahaman yang terlampau sempit. Golongan ini setelah melihat ragam makna jihad yang tertuang dalam dalil-dali Quran dan Sunnah, lalu berupaya menyelaraskan dengan kondisi realitas terkini.
Ragam banyak dalil baik dari Al-Quran dan Sunnah yang tidak semata-mata menunjukkan makna Jihad berarti perang saja, namun juga terkait beberapa amal lainnya .NEXT  RAGAM MACAM JIHADHujjah Golongan Ketiga
RAGAM & TINGKATAN
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (69)  “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Ankabut (29): 69)Ket : Ayat ini turun sebelum kewajiban berperang, dan penafsiran para salaf sholeh menunjukkan jihad dalam arti menolong agama Allah secara umumJihad : Menolong Agama Allah
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِرٍJihad paling utamaadalahmengutarakanperkataan yang adildidepanpenguasa yang zalimataupemimpin yang zalim.” (HR. Abu Daud)Jihad : Menasehati Penguasa Zalim
Dari AisyahRadhiallahu ‘Anha, katanya:يَا رَسُولَ اللَّهِ نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ أَفَلَا نُجَاهِدُ قَالَ لَا لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ“YaRasulullah, kamimelihatjihadadalahamal yang paling utama, apakahkamijugabolehberjihad?” Nabibersabda: “Tidak, tetapisebaik-baiknya jihad adalahhaji yang mabrur.” (HR. Bukhari)Jihad : Haji Mabrur bagi Wanita
Jihad : Menjaga Harta & Keluargaمَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌBarangsiapayang dibunuhkarenahartanyamakadiasyahid, barangsiapadibunuhkarenaagamanyamakadiasyahid, barangsiapa yang dibunuhkarenadarahnyamakadiasyahid, barangsiapa yang dibunuhkarenamembelakeluarganyamakadiasyahid.” (HR. At Tirmidzi
Jihad : Melawan Hawa NafsuDari Fadhalah bin ‘Ubaid, bahwaRasulullahShallallahu ‘AlaihiwaSallambersabda:المجاهد من جاهد نفسه“Mujahidadalahorang yang berjihadterhadaphawanafsunya.” (HR. At Tirmidzi)
Ungkapan Ulama ttg Ragam JihadImam Ibnu Hajar Al Asqalani : “Ada pun berjihad melawan hawa nafsu adalah dengan cara mempelajari perkara-perkara agama lalu mengamalkannya dan mengajarkannya. Sedangkan berjihad melawan syetan adalah dengan cara melawan syubhat-syubhat yang dilancarkannya dan melawan syahwat yang dihiasinya. Sedangkan jihad melawan orang kafir adalah dengan tangan, harta, lisan, dan hati sekaligus. Sedangkan berjihad melawan kefasikan adalah dengan tangan, kemudian lisan, kemudian hati. “ (Fathul Bari, 6/3. DarulFikr)
Ungkapan Ulama ttg Ragam JihadImam IbnulQayyim Al Jauziyahmembagi maratibuljihad (urutan jihad) bahwa jihad adaempaturutan : jihad  terhadaphawanafsu, jihad melawansyetan, jihad melawanorangkafirdanjihad melawanorangmunafik. (ZaadulMa’ad)
HUKUM DANKEWAJIBAN JIHAD (QITAL)KITAB FIQH JIHAD : DR. YUSUF QARDHAWY
WAJIB dalam Kondisi DEFENSIFتعرف جهاد الدفع : مقاومة العدو إذا دخل أرض الإسلام، واحتلَّ منها مساحة ولو قليلة، أو اعتدى على أنفس المسلمين أو أموالهم وممتلكاتهم أو حرماتهم، وإن لم يدخل أرضهم، ويحتلَّها بالفعل .. أو اضطهد المسلمين من أجل عقيدتهم، وفتنتهم في دينهم، يريد أن يسلبهم حقَّهم في اختيار دينهم، وأن يُكرههم على تركه بالأذى والعذاب Musuh telah memasuhi Negeri Islam, menguasai tanahnya meskipun sejengkal
Atau musuh menyakiti dan membahayakan jiwa kaum muslimin, harta dan kehormatan mereka
Atau memaksakan akidah mereka kepada kaum muslimin, memfitnah dan memaksa pindah agamaJIHAD TOLB (offensif) ?أنه ليس واجبا على المسلمين: أن يغزوا الكفار إذا كانوا آمنين على أنفسهم منهم، إنما يجب الجهاد في حالة الخوف من شرهم وعدوانهم على Bukanlah sebuah kewajiban untuk memerangi orang Kafir jika kaum muslimin dalam kondisi aman terhadap gangguan mereka, karena diwajibkannya Jihad dalam kondisi takut atas gangguan dan permusuhan dari mereka.(Ini pendapat : Ibnu Umar, Amru bin Dinar,juga fuqoha Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad, dan Imam Ibnu Taimiyah, Imam Hasan Al Banna dan Syaikh Al Qaradhawi)
DALIL TIDAK WAJIBNYA JIHAD OFFENSIFAllah Ta’alaberfirman:“Allah tidakmelarangkamuuntukberbuatbaikdanBerlakuadilterhadaporang-orang yang tiadamemerangimukarena agama dantidak (pula) mengusirkamudarinegerimu. Sesungguhnya Allah menyukaiorang-orang yang Berlakuadil.Sesungguhnya Allah hanyamelarangkamumenjadikansebagaikawanmuorang-orang yang memerangimukarena agama danmengusirkamudarinegerimu, danmembantu (orang lain) untukmengusirmu. danBarangsiapamenjadikanmerekasebagaikawan, MakamerekaItulahorang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah (60): 8-9)
Fardu Kifayah atau Ainيكون فرض عين ـ  في حالات معينة وهي:عند هجوم الأعداء على بلد مسلم .استنفار الإمام لفرد أو طائفة معينة.حاجة الجيش إلى خبرة فرد معين.Menjadi Fardhu Ain dalam Kondisi sebagai berikut :Musuh memasuki negeri muslim dan sudah ada didepan mataPerintah dan mobilisasi umum dari pemimpinPasukan yang ada masih membutuhkan bantuan tenaga spesialis
DUA HAL YANG DISEPAKATITENTANG JIHAD Wajib berjihad saat Musuh datang menyerangWajib mempersiapkan Kekuatan Militer sebaik mungkin{وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ} [الأنفال:60]dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya
ADAB & ETIKA
Mendahulukan Ijin Orang TuaDari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah menolak seseorang yang berhijrah dari Yaman dengan meninggalkan kedua orang tuanya. Beliau bertanya, “apakah kamu punya seseorang di Yaman.” Dia menjawab, “Kedua orang tuaku.” Beliau bertanya lagi, “Apakah kedua mengizinkanmu?” dia menjawab, “Tidak.”  Beliau bersabda, “Kembalilah kepada keduanya dan mintalah izin darinya. Jika keduanya mengizinkanmu, boleh kamu berjihad. Jika tidak, maka berbaktilah kepada keduanya.”(Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban )*dalam kondisi fardhu kifayah
Tidak Melampaui Batasاغْزُوا بِاسْمِ اللَّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَلَا تَغُلُّوا وَلَا تَغْدِرُوا وَلَا تَمْثُلُوا وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا“Berperanglah dengan nama Allah fi sabilillah, perangilah orang-orang yang kafir terhadap Allah, berperanglah dan jangan melampaui batas, jangan mencincang, dan jangan membunuh anak-anak.” (HR. Muslim& Abu Daud)Nabi SAW, bersabda: “Jika salah seorang kalian berperang, hindarilah memukul wajah.” (HR. Bukhari)
Tidak Membunuh SipilDari Rabbah bin Rabi' r.a, ia berkata, "Kami bersama Rasulullah saw. dalam sebuah peperangan. Beliau melihat orang-orang berkumpul mengelilingi sesuatu. Lalu beliau mengutus seseorang untuk melihatnya. Beliau berkata, 'Coba lihat mengapa mereka berkumpul?' Tak lama kemudian orang itu kembali dan berkata, 'Mereka berkumpul menyaksikan mayat seorang wanita yang terbunuh.' Beliau berkata, 'Bukan mereka yang harus dibunuh!' Ketika itu pasukan dipimpin oleh Khalid bin al-Walid. Lalu Rasulullah saw. mengutus seseorang dan bersabda, 'Katakanlah kepada Khalid, janganlah membunuh wanita dan jangan membunuh pegawai/buruh'," (Abu Daud, Ibnu Majah)
Lalu, Apa dan Bagaimana Bentuk Jihad kita Hari Ini ?

Fiqh jihad

  • 1.
    FIQIH(Pengertian, Hukum danAdab)Hatta Syamsuddin, LcKAJIAN PENA IKADI SRAGENAhad, 17 APRIL 2011 / 13 JUMADIL AWAL 1432 H
  • 2.
    Pengertian JihadRagam danTingkatan JihadHukum JihadAdab & Etika JihadReferensi :Fiqh Sunnah Sayid Sabiq
  • 3.
  • 4.
    Meluruskan Pemahaman Jihad– Farid Nu’manBahasan Pagi Ini
  • 5.
    Keutamaan JihadDari AbuSaid Al Khudri, bahwa ada orang bertanya:يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤْمِنٌ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِنَفْسِهِ وَمَالِه“Wahai Rasulullah! Manusia bagaimanakah yang paling utama?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Seorang mu’min yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.” (HR. Bukhari, Muslim)
  • 6.
    Secara bahasa (lughatan– etimologis)الجهاد اجهاد مأخوذ من الجهد وهو الطاقة والمشقة Al Jihad di ambil dari kata Al Juhduyaitu kuasa (Ath Thaqah) dan kesempitan/kepayahan (Al Masyaqqah)*FiqhusSunnah Sayyid Sabiq 2/618Pengertian Jihad : Bahasa
  • 7.
    الْجِهَادُ فِي اللُّغَةِبَذْلُ مَا فِي الْوُسْعِ مِنْ الْقَوْلِ ، وَالْفِعْلِ “Secara bahasa, jihad bermakna pengerahan segenap potensi dengan ucapan dan perbuatan.” *Imam Abdurrahman SyaikhiZaadah, Majma’ Al Anhar fi Syarh Multaqa Al Ab-harPengertian Jihad : Bahasa
  • 8.
    بذل الوُسع والطاقةفي القتال في سبيل الله بالنفس، أو معاونة بمال، أو رأي، أو لسان، أو تكثير سواد، أو غير ذلكAdalah upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain* Hasiyah Ibnu AbidinPengertian Jihad : Istilah
  • 9.
    TIGA PEMAHAMAN SEPUTARJIHADMUKADDIMAH FIQH JIHAD : DR. YUSUF QARDHAWY
  • 10.
    PERTAMA : golonganyang ingin mengaburkan makna Jihad dengan mengutamakan nilai-nilai spiritualitas (ruhiyah) dan kemuliaan akhlak, dan menganggap dua hal tersebut sebagai jihad akbar yaitu meliputi jihad nafs dan jihad syaiton
  • 11.
    ( رجعنا منالجهاد الأصغر ، إلى الجهاد الأكبر ) ، قالوا : وهل هناك جهاد أعظم من جهاد الكفار ؟ قال : ( نعم . جهاد النفس ) ."Kita baru saja kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar. Para shahabat bertanya, "Apa jihad besar itu? Nabi saw menjawab, "jihaad al-qalbi (jihad hati). Di dalam riwayat lain disebutkan jihaad al-Nafs".178 (Kanzul-'Ummaal, juz 4/616; Hasyiyyah al-Baajuriy, juz 2/ 265)Ket : Hadits Dhoif dan bertentangan dengan banyak riwayat seputar jihadSebagian Hujjah Golongan Pertama
  • 12.
    KEDUA : golonganyang memahami jihad sebagai pengumuman perang kepada seluruh alam. Maka mereka menyamakan antara memerangi pihak yang menyerang kaum muslimin dan menghalangi dakwahnya, dengan mereka yang berdamai dan hidup bersama kaum muslimin.
  • 13.
    فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُالْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ “ Dan apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. ..”(QS At-Taubah 5)Ket : Hujjah lemah dan banyak dibantah, karena bgmn satu ayat menghapus 140-an lebih ayat tentang toleransi dan kesabaranSebagian Hujjah Golongan Kedua
  • 14.
    KETIGA : Mereka yang memahami jihad secara lebih moderat. Tidak terjebak dalam pengkaburan makna jihad , tidak terperangkap dalam pemahaman yang terlampau sempit. Golongan ini setelah melihat ragam makna jihad yang tertuang dalam dalil-dali Quran dan Sunnah, lalu berupaya menyelaraskan dengan kondisi realitas terkini.
  • 15.
    Ragam banyak dalilbaik dari Al-Quran dan Sunnah yang tidak semata-mata menunjukkan makna Jihad berarti perang saja, namun juga terkait beberapa amal lainnya .NEXT  RAGAM MACAM JIHADHujjah Golongan Ketiga
  • 16.
  • 17.
    وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَالَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (69)  “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Ankabut (29): 69)Ket : Ayat ini turun sebelum kewajiban berperang, dan penafsiran para salaf sholeh menunjukkan jihad dalam arti menolong agama Allah secara umumJihad : Menolong Agama Allah
  • 18.
    أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُعَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِرٍJihad paling utamaadalahmengutarakanperkataan yang adildidepanpenguasa yang zalimataupemimpin yang zalim.” (HR. Abu Daud)Jihad : Menasehati Penguasa Zalim
  • 19.
    Dari AisyahRadhiallahu ‘Anha,katanya:يَا رَسُولَ اللَّهِ نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ أَفَلَا نُجَاهِدُ قَالَ لَا لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ“YaRasulullah, kamimelihatjihadadalahamal yang paling utama, apakahkamijugabolehberjihad?” Nabibersabda: “Tidak, tetapisebaik-baiknya jihad adalahhaji yang mabrur.” (HR. Bukhari)Jihad : Haji Mabrur bagi Wanita
  • 20.
    Jihad : MenjagaHarta & Keluargaمَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌBarangsiapayang dibunuhkarenahartanyamakadiasyahid, barangsiapadibunuhkarenaagamanyamakadiasyahid, barangsiapa yang dibunuhkarenadarahnyamakadiasyahid, barangsiapa yang dibunuhkarenamembelakeluarganyamakadiasyahid.” (HR. At Tirmidzi
  • 21.
    Jihad : MelawanHawa NafsuDari Fadhalah bin ‘Ubaid, bahwaRasulullahShallallahu ‘AlaihiwaSallambersabda:المجاهد من جاهد نفسه“Mujahidadalahorang yang berjihadterhadaphawanafsunya.” (HR. At Tirmidzi)
  • 22.
    Ungkapan Ulama ttgRagam JihadImam Ibnu Hajar Al Asqalani : “Ada pun berjihad melawan hawa nafsu adalah dengan cara mempelajari perkara-perkara agama lalu mengamalkannya dan mengajarkannya. Sedangkan berjihad melawan syetan adalah dengan cara melawan syubhat-syubhat yang dilancarkannya dan melawan syahwat yang dihiasinya. Sedangkan jihad melawan orang kafir adalah dengan tangan, harta, lisan, dan hati sekaligus. Sedangkan berjihad melawan kefasikan adalah dengan tangan, kemudian lisan, kemudian hati. “ (Fathul Bari, 6/3. DarulFikr)
  • 23.
    Ungkapan Ulama ttgRagam JihadImam IbnulQayyim Al Jauziyahmembagi maratibuljihad (urutan jihad) bahwa jihad adaempaturutan : jihad terhadaphawanafsu, jihad melawansyetan, jihad melawanorangkafirdanjihad melawanorangmunafik. (ZaadulMa’ad)
  • 24.
    HUKUM DANKEWAJIBAN JIHAD(QITAL)KITAB FIQH JIHAD : DR. YUSUF QARDHAWY
  • 25.
    WAJIB dalam KondisiDEFENSIFتعرف جهاد الدفع : مقاومة العدو إذا دخل أرض الإسلام، واحتلَّ منها مساحة ولو قليلة، أو اعتدى على أنفس المسلمين أو أموالهم وممتلكاتهم أو حرماتهم، وإن لم يدخل أرضهم، ويحتلَّها بالفعل .. أو اضطهد المسلمين من أجل عقيدتهم، وفتنتهم في دينهم، يريد أن يسلبهم حقَّهم في اختيار دينهم، وأن يُكرههم على تركه بالأذى والعذاب Musuh telah memasuhi Negeri Islam, menguasai tanahnya meskipun sejengkal
  • 26.
    Atau musuh menyakitidan membahayakan jiwa kaum muslimin, harta dan kehormatan mereka
  • 27.
    Atau memaksakan akidahmereka kepada kaum muslimin, memfitnah dan memaksa pindah agamaJIHAD TOLB (offensif) ?أنه ليس واجبا على المسلمين: أن يغزوا الكفار إذا كانوا آمنين على أنفسهم منهم، إنما يجب الجهاد في حالة الخوف من شرهم وعدوانهم على Bukanlah sebuah kewajiban untuk memerangi orang Kafir jika kaum muslimin dalam kondisi aman terhadap gangguan mereka, karena diwajibkannya Jihad dalam kondisi takut atas gangguan dan permusuhan dari mereka.(Ini pendapat : Ibnu Umar, Amru bin Dinar,juga fuqoha Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad, dan Imam Ibnu Taimiyah, Imam Hasan Al Banna dan Syaikh Al Qaradhawi)
  • 28.
    DALIL TIDAK WAJIBNYAJIHAD OFFENSIFAllah Ta’alaberfirman:“Allah tidakmelarangkamuuntukberbuatbaikdanBerlakuadilterhadaporang-orang yang tiadamemerangimukarena agama dantidak (pula) mengusirkamudarinegerimu. Sesungguhnya Allah menyukaiorang-orang yang Berlakuadil.Sesungguhnya Allah hanyamelarangkamumenjadikansebagaikawanmuorang-orang yang memerangimukarena agama danmengusirkamudarinegerimu, danmembantu (orang lain) untukmengusirmu. danBarangsiapamenjadikanmerekasebagaikawan, MakamerekaItulahorang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah (60): 8-9)
  • 29.
    Fardu Kifayah atauAinيكون فرض عين ـ  في حالات معينة وهي:عند هجوم الأعداء على بلد مسلم .استنفار الإمام لفرد أو طائفة معينة.حاجة الجيش إلى خبرة فرد معين.Menjadi Fardhu Ain dalam Kondisi sebagai berikut :Musuh memasuki negeri muslim dan sudah ada didepan mataPerintah dan mobilisasi umum dari pemimpinPasukan yang ada masih membutuhkan bantuan tenaga spesialis
  • 30.
    DUA HAL YANGDISEPAKATITENTANG JIHAD Wajib berjihad saat Musuh datang menyerangWajib mempersiapkan Kekuatan Militer sebaik mungkin{وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ} [الأنفال:60]dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya
  • 31.
  • 32.
    Mendahulukan Ijin OrangTuaDari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah menolak seseorang yang berhijrah dari Yaman dengan meninggalkan kedua orang tuanya. Beliau bertanya, “apakah kamu punya seseorang di Yaman.” Dia menjawab, “Kedua orang tuaku.” Beliau bertanya lagi, “Apakah kedua mengizinkanmu?” dia menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda, “Kembalilah kepada keduanya dan mintalah izin darinya. Jika keduanya mengizinkanmu, boleh kamu berjihad. Jika tidak, maka berbaktilah kepada keduanya.”(Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban )*dalam kondisi fardhu kifayah
  • 33.
    Tidak Melampaui Batasاغْزُوابِاسْمِ اللَّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَلَا تَغُلُّوا وَلَا تَغْدِرُوا وَلَا تَمْثُلُوا وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا“Berperanglah dengan nama Allah fi sabilillah, perangilah orang-orang yang kafir terhadap Allah, berperanglah dan jangan melampaui batas, jangan mencincang, dan jangan membunuh anak-anak.” (HR. Muslim& Abu Daud)Nabi SAW, bersabda: “Jika salah seorang kalian berperang, hindarilah memukul wajah.” (HR. Bukhari)
  • 34.
    Tidak Membunuh SipilDariRabbah bin Rabi' r.a, ia berkata, "Kami bersama Rasulullah saw. dalam sebuah peperangan. Beliau melihat orang-orang berkumpul mengelilingi sesuatu. Lalu beliau mengutus seseorang untuk melihatnya. Beliau berkata, 'Coba lihat mengapa mereka berkumpul?' Tak lama kemudian orang itu kembali dan berkata, 'Mereka berkumpul menyaksikan mayat seorang wanita yang terbunuh.' Beliau berkata, 'Bukan mereka yang harus dibunuh!' Ketika itu pasukan dipimpin oleh Khalid bin al-Walid. Lalu Rasulullah saw. mengutus seseorang dan bersabda, 'Katakanlah kepada Khalid, janganlah membunuh wanita dan jangan membunuh pegawai/buruh'," (Abu Daud, Ibnu Majah)
  • 35.
    Lalu, Apa danBagaimana Bentuk Jihad kita Hari Ini ?