Disusun Oleh :
RAUDAH
NPM : 09.11.108.201103.002135
A. Pengertian Tajwid
Tajwid menurut lughot (etimologi) adalah mendatangkan atau membaca dengan baik.
Sedangkan menurut istilah (terminologi) adalah Ilmu yang dengannya kita dapat
mengetahui bagaimana cara mengucapkan huruf-huruf Al-qur’an, baik tebal tipisnya,
panjang pendeknya (mad-qosnya), sifat-sifatnya, serta cara membacanya dengan
baik.
B. Faedah (Kegunaan) Ilmu Tajwid
Faedah mempelajari Ilmu Tajwid adalah supaya lidah kita terjaga dari kesalahan
didalam membaca Kitabullah (Al-qur’an).
C. Hukum Mempelajari Tajwid
Hukum mempelajari Ilmu Tajwid adalah Fardlu Kifayah, sedang mengamalkannya
adalah Fardlu ‘Ain bagi tiap-tiap kaum muslimin dan muslimat yang sudah mukallaf.
Didalam kitab Jazariyah Ta’lif Abil Khoir Syamsuddin Muhammad Ibn Muhammad Al-
Jazari sebagai berikut :
‫ﻻﺰﻢ‬ ‫ﺤﺘﻢ‬ ‫ﺒﺎﻠﺘﺠﻮﻴﺪ‬ ‫ﻮﺍﻻﺨﺬ‬۞‫ﺃﺜﻢ‬ ‫ﺍﻠﻘﺮﺍﻦ‬ ‫ﻴﺠﻮﺪ‬ ‫ﻠﻡ‬ ‫ﻤﻦ‬
Artinya : Menggunakan atau mengamalkan ilmu tajwid adalah merupakan kewajiban
yang pasti (fardlu ‘ain), barang siapa yang tidak memperbaiki bacaan Al-qur’an maka
ia berdosa.
CONTOH HURUF HIJAIYAH
Bila nun sukun atau tanwin
bertemu
huruf berikut
Hukum bacaan Cara membaca nun sukun
atau tanwin
‫خ‬ ‫ح‬ ‫غ‬ ‫ع‬ ‫ا‬‫ھ‬
1. IZH-HAR Bunyi N nya tetap dibaca
jelas/terang
‫ي‬ ‫ن‬ ‫و‬ ‫م‬ 2. IDGHAM
BI-GHUNNAH
Bunyi N nya masuk
dengan dengung
mengikuti bunyi huruf
yang ditemui berikutnya
‫ر‬ ‫ل‬ 3. IDGHAM
BILA GHUNNAH
Bunyi N nya masuk
dengan tak dengung
mengikuti huruf yang
ditemui berikutnya
‫ب‬ 4. IQLAB Bunyi N nya berubah
menjadi M
‫ذ‬ ‫د‬ ‫ج‬ ‫ث‬ ‫ت‬
‫ض‬ ‫ص‬ ‫ش‬ ‫س‬ ‫ز‬
‫ك‬ ‫ق‬ ‫ف‬ ‫ظ‬ ‫ط‬
5. IKHFA Bnuyi N nya dibaca samar-
samar seakan menyatu
dengan huruf yang
ditemui berikutnya
BACAAN NUN SUKUN DAN TANWIN
Bila bertemu
huruf berikut
Hukum bacaan Cara membaca
mim sukun
‫ب‬
1. IKHFA SYAFAWI Dibaca dengung
‫م‬
2. IDGHAM MIMI/MITSLAIN Dibaca dengung
Selain ‫م‬dan ‫ب‬
3. IZH-HAR SYAFAWI Dibaca jelas/terang
BACAAN MIM SUKUN
METODE BELAJAR TAJWID DENGAN MENGGAMBAR
HURUF HIJAIYAH DAN MEWARNAI
METODE BELAJAR TAJWID DENGAN MENGGAMBAR
HURUF HIJAIYAH DAN MEWARNAI
METODE BELAJAR TAJWID DENGAN
MENGGAMBAR HURUF HIJAIYAH
E. Methode Membaca
Tata cara membaca Al-qur’an yang disahkan oleh Nabi Muhammad SAW dan
berlaku dikalangan Ulama Qorro’ dan Ahlu ‘Ada yaitu ada empat cara yang
berlaku, yaitu :
1. Tahqiq ( ‫ﺘﺤﻘﻴﻖ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan menempatkan hak-hak
huruf yang semestinya (makhrajul huruf, sifat-sifat huruf, mad-qosr, dll).
Methode ini baik sekali untuk kalangan mubtadi’in (bagi yang baru belajar
membaca Al-qur’an).
2. Tartil ( ‫ﺘﺮﺘﻴﻞ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan pelan-pelan (tidak tergesa-
gesa) sebagaimana bacaan Muhammad Al-Qushoiri. Bacaan tartil ini belum
tentu Tahqiq tetapi tahqiq sudah pasti tartil.
3. Tadwir ( ‫ﺘﺪﻮﻴﺮ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan sedang (antara cepat dan
pelan).
4. Hadr ( ‫ﺤﺪﺮ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan cepat, semua methode
bacaan tersebut diatas wajib menggunakan tajwid dengan menyesuaikan
bacaannya (tahqiq, tartil, tadwir, atau hadrnya), bagi kita yang paling adalah
Tarqiq.

Materi power point belajar tajwid

  • 1.
    Disusun Oleh : RAUDAH NPM: 09.11.108.201103.002135
  • 2.
    A. Pengertian Tajwid Tajwidmenurut lughot (etimologi) adalah mendatangkan atau membaca dengan baik. Sedangkan menurut istilah (terminologi) adalah Ilmu yang dengannya kita dapat mengetahui bagaimana cara mengucapkan huruf-huruf Al-qur’an, baik tebal tipisnya, panjang pendeknya (mad-qosnya), sifat-sifatnya, serta cara membacanya dengan baik. B. Faedah (Kegunaan) Ilmu Tajwid Faedah mempelajari Ilmu Tajwid adalah supaya lidah kita terjaga dari kesalahan didalam membaca Kitabullah (Al-qur’an). C. Hukum Mempelajari Tajwid Hukum mempelajari Ilmu Tajwid adalah Fardlu Kifayah, sedang mengamalkannya adalah Fardlu ‘Ain bagi tiap-tiap kaum muslimin dan muslimat yang sudah mukallaf. Didalam kitab Jazariyah Ta’lif Abil Khoir Syamsuddin Muhammad Ibn Muhammad Al- Jazari sebagai berikut : ‫ﻻﺰﻢ‬ ‫ﺤﺘﻢ‬ ‫ﺒﺎﻠﺘﺠﻮﻴﺪ‬ ‫ﻮﺍﻻﺨﺬ‬۞‫ﺃﺜﻢ‬ ‫ﺍﻠﻘﺮﺍﻦ‬ ‫ﻴﺠﻮﺪ‬ ‫ﻠﻡ‬ ‫ﻤﻦ‬ Artinya : Menggunakan atau mengamalkan ilmu tajwid adalah merupakan kewajiban yang pasti (fardlu ‘ain), barang siapa yang tidak memperbaiki bacaan Al-qur’an maka ia berdosa.
  • 3.
  • 4.
    Bila nun sukunatau tanwin bertemu huruf berikut Hukum bacaan Cara membaca nun sukun atau tanwin ‫خ‬ ‫ح‬ ‫غ‬ ‫ع‬ ‫ا‬‫ھ‬ 1. IZH-HAR Bunyi N nya tetap dibaca jelas/terang ‫ي‬ ‫ن‬ ‫و‬ ‫م‬ 2. IDGHAM BI-GHUNNAH Bunyi N nya masuk dengan dengung mengikuti bunyi huruf yang ditemui berikutnya ‫ر‬ ‫ل‬ 3. IDGHAM BILA GHUNNAH Bunyi N nya masuk dengan tak dengung mengikuti huruf yang ditemui berikutnya ‫ب‬ 4. IQLAB Bunyi N nya berubah menjadi M ‫ذ‬ ‫د‬ ‫ج‬ ‫ث‬ ‫ت‬ ‫ض‬ ‫ص‬ ‫ش‬ ‫س‬ ‫ز‬ ‫ك‬ ‫ق‬ ‫ف‬ ‫ظ‬ ‫ط‬ 5. IKHFA Bnuyi N nya dibaca samar- samar seakan menyatu dengan huruf yang ditemui berikutnya BACAAN NUN SUKUN DAN TANWIN
  • 5.
    Bila bertemu huruf berikut Hukumbacaan Cara membaca mim sukun ‫ب‬ 1. IKHFA SYAFAWI Dibaca dengung ‫م‬ 2. IDGHAM MIMI/MITSLAIN Dibaca dengung Selain ‫م‬dan ‫ب‬ 3. IZH-HAR SYAFAWI Dibaca jelas/terang BACAAN MIM SUKUN
  • 6.
    METODE BELAJAR TAJWIDDENGAN MENGGAMBAR HURUF HIJAIYAH DAN MEWARNAI
  • 7.
    METODE BELAJAR TAJWIDDENGAN MENGGAMBAR HURUF HIJAIYAH DAN MEWARNAI
  • 8.
    METODE BELAJAR TAJWIDDENGAN MENGGAMBAR HURUF HIJAIYAH
  • 9.
    E. Methode Membaca Tatacara membaca Al-qur’an yang disahkan oleh Nabi Muhammad SAW dan berlaku dikalangan Ulama Qorro’ dan Ahlu ‘Ada yaitu ada empat cara yang berlaku, yaitu : 1. Tahqiq ( ‫ﺘﺤﻘﻴﻖ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan menempatkan hak-hak huruf yang semestinya (makhrajul huruf, sifat-sifat huruf, mad-qosr, dll). Methode ini baik sekali untuk kalangan mubtadi’in (bagi yang baru belajar membaca Al-qur’an). 2. Tartil ( ‫ﺘﺮﺘﻴﻞ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan pelan-pelan (tidak tergesa- gesa) sebagaimana bacaan Muhammad Al-Qushoiri. Bacaan tartil ini belum tentu Tahqiq tetapi tahqiq sudah pasti tartil. 3. Tadwir ( ‫ﺘﺪﻮﻴﺮ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan sedang (antara cepat dan pelan). 4. Hadr ( ‫ﺤﺪﺮ‬) yaitu membaca Al-qur’an dengan cepat, semua methode bacaan tersebut diatas wajib menggunakan tajwid dengan menyesuaikan bacaannya (tahqiq, tartil, tadwir, atau hadrnya), bagi kita yang paling adalah Tarqiq.