BAB VIII
DUNIA TUMBUHAN
KINGDOM PLANTAE (DUNIA TUMBUHAN)
Tumbuhan adalah organisme eukariotik, multisel,
berklorofil, memiliki dinding sel, autotrop
Dunia tumbuhan dikelompokan menjadi tumbuhan
tidak berpembuluh atau non- tracheophyta
(tumbuhan lumut), dan tumbuhan berpembuluh atau
tracheophyta (tumbuhan paku dan timbuhan berbiji)
yaitu xilem dan floem.
Xilem berfungsi mengangkut air dan garam-garam dari
akar ke daun
Floem berfungsi mengangkut hasil-hasil fotosintesis
Tumbuhan terbagi menjadi tiga (3) Divisi :
1. Bryophyta (tumbuhan lumut)
2. Pteridophyta (tumbuhan paku)
3. Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Tumbuhan lumut
merupakan sekumpulan tumbuhan kecil, yang hidup di darat dan
menyukai tempat lembab, tidak memiliki akar, batang dan daun
sejati, serta tidak memiliki pembuluh pengangkut (xilem dan
floem), merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan ber-
talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-kormus (kormofita) dan
mengalami pergiliran keturunan (metagenesis)
Talofita adalah tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara
akar, batang dan daun.
Kormofita adalah tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara
akar, batang dan daun
Disebut tumbuhan peralihan karena ada tumbuhan yang masih
berupa talus (lembaran, yaitu lumut hati), tetapi ada juga yang
sudah memiliki struktur tubuh mirip akar, batang dan daun sejati
(lumut daun)
Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor (vegetasi
perintis), yang tumbuh disuatu tempat sebelum
tumbuhan lain mampu tumbuh
Perhatikan gambar antara lumut hati dan lumut daun di
bawah ini
Ciri-ciri tubuh Tumbuhan Lumut :
- ukuran : makroskopis 1-2 cm,
dan ada yang mencapai 40 cm.
- Bentuk tubuh : memiliki dua
bentuk generasi, yaitu generasi
Gametofit dan generasi Sporofit
Gametofit adalah lumut yang
menghasilkan gamet (sel kelamin)
Sporofit adalah lumut yang
menghasilkan spora, letak
menumpang pada gametofit,
perhatikan gb di samping ini :
Struktur dan fungsi tubuh :
Generasi gametofit :
- Merupakan generasi penghasil gamet
- Terdiri dari sel dengan kromosom yang tidak berpasangan
(haploid/n)
- Memiliki alat perkembangbiakan yang disebut gametangium
- Gametangium terdiri dari gametangium jantan dan betina
- Gametangium jantan disebut anteridium menghasilkan
spermatozoid
- Gametangium betina disebut arkegonium menghasilkan sel
telur (ovum)
- Gamet dihasilkan dari pembelahan meiosis (reduksi), yaitu
pembelahan 2 kali pada satu inti gamet menjadi 4 inti gamet
haploid
- merupakan tumbuhan lumut yang tampak sehari-hari
- Berdasarkan letak anteridium dan arkegonium, lumut
terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Lumut berumah satu (monoceus), jika anteridium dan
arkegonium terdapat pada satu gametofit
2. Lumut berumah dua (dioceus) ; jika antridium dan
arkegonium, terpisah pada 2 gametofit.
Generasi Sporofit (sporogonium) :
- Terdiri dari sel-sel dengan kromosom yang berpasangan
(diploid)
- Merupakan generasi penghasil spora
- Spora dihasilkan di dalam kotak spora (sporangium)
- Letak sporofit menumpang pada gametofit
- Sporofit menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran
yang sama (homospora/isospora).
Aseksual : dilakukan dengan spora, prosesnya adalah
sporogonium (lumut sporofit) membentuk sporangium, di
dalam sporangium terjadi pembelahan membentuk spora
haploid, spora tumbuh jadi protonema, kemudian tumbuh
jadi gametif haploid (n).
Seksual : terjadi penyatuan gamet jantan (spermatozoid)
dengan gamet betina (ovum). prosesnya adalah , fertilisasi
antara sperma dan ovum menghasilkan zigot (2n). Zigot
membelah menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi
sporofit yang diploid (2n).
Reproduksi lumut menunjukan adanya metagenesis pada
lumut, yaitu pergiliran antara generasi gametofit (n) dengan
generasi sporofit (2n).
Dalam daur hidupnya generasi gametofit merupakan
generasi yang dominan dibandingkan generasi sporofit.
Perhatikan skema siklus hidup/ metagenesis/pergiliran
keturunan lumut di bawah ini : Spora- protonema-tumbuhan
lumut-zigot-sporofit
6. Klasifikasi :
Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan
talus, hidup ditempat lembab dan
autotrof.
Terbagi menjadi 3 kelas: Lumut hati,
lumut tanduk dan lumut daun.
1. Hepaticopsida (lumut hati)
tubuh berbentuk talus, berlobus seperti
hati manusia
- merupakan lumut berumah dua
(deoceus)
- Reproduksi aseksual dengan cara
fragmentasi, pembentukan
gemmacup(kuncup) dan spora haploid
(n) yang bersifat homospora
Contoh Marchantia polimorpha
Contoh Marchantia
polymorpha dan Lunularia sp.
2. Anthocerotopsida (lumut
tanduk)
- Anthoceropsida sering
disebut lumut tanduk.
- Gametofitnya mirip dengan
lumut hati, perbedaannya
terletak pada sporofitnya.
- Sporofit lumut
tanduk mempunyai kapsul
memanjang yang tumbuh
seperti tanduk dari gametofit.
- Contoh lumut tanduk adalah
Anthoceros laevis (lumut
tanduk).
3. Bryopsida (lumut daun)
- Merupakan lumut sejati
karena bentuk tubuhnya
mirip tumbuhan kecil
yang memiliki bagian akar
(rizoid), batang dan daun.
- hidup berkelompok
membentuk hamparan tebal
seperti beludru.
- Daun berfungsi untuk
fotosintesis. Sporofit tumbuh
pada gametofitnya atau pada
tumbuhan lumut itu sendiri,
serta bersifat parasit
terhadap gametofit.
Gametofit dapat dibedakan
antara gametofit jantan
(anteridia) dan gametofit
betina (arkegonia). Contoh
Sphagnum sp., Fissident sp.,
dan Polytrichum sp.
Polytrichum sp. merupakan
tumbuhan lumut berumah
satu. Sporofit Polytrichum
tumbuh menjulur dari
gametofit
Dalam kehidupan, tumbuhan lumut juga memiliki manfaat, di
antaranya adalah:
a. Dalam ekosistem yang masih alami, lumut merupakan tumbuhan
perintis karena dapat melapukkan batuan sehingga dapat
ditempati oleh tumbuhan yang lain.
b. Lumut dapat menyerap air yang berlebih, sehingga dapat mencegah
terjadinya banjir.
c. Lumut jenis Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat
radang hati.
d. Lumut Sphagnum dapat dijadikan sebagai bahan pengganti kapas
untuk industri tekstil.
Sphagnum sebagai media tanam benih tumbuhan, pengganti
kapas, dan sebagai bahan bakar.
e. Lumut gambut di daerah rawa dapat dijadikan sebagai pupuk
penyubur tanah
f. Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia
oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai
spons), dan sebagai penyerap polutan
Divisi Pterydophyta (Tumbuhan
Paku)
1. Tumbuhan Paku adalah :
tumbuhan yang sudah memiliki
akar, batang dan daun sejati,
berkembang biak dengan spora
(kormofita berspora), dan memiliki
pembuluh angkut xilem dan floem,
memiliki klorofil, berakar serabut
dan mengalami pergiliran
keturunan
2. Ciri Tubuh
- Ukuran : bervariasi , 2 cm (paku air),
5 m (paku tiang), 15m (paku purba)
Bentuk : lembaran, perdu
(pohon), seperti tanduk
rusa
- Struktur dan fungsi
: memiliki dua generasi
yaitu sporofit dan gametofit.
3. Cara Hidup : fotoautotrof, artinya mengolah makanan
sendiri dengan cara fotosintesis
4. Habitat : Terestrial (di darat), dan di air (contoh :
semanggi)
5. Reproduksi : terjadi secara aseksual dan seksual
Aseksual : diawali dari spora (n) yang tumbuh menjadi
protalus /protalium (generasi gametofit) yang
menghasilkan gamet jantan (sperma) dan gamet betina
Ovum), selanjutnya terjadi fertilisasi
Seksual : terjadi fertilisasi antara sperma dan ovum yang
menghasilkan zigot (2n), yang tumbuh menjadi embrio ,
selanjutnya berkembang menjadi tumbuhan paku (sporofit),
kemudian menghasilkan spora (n).
Mengalami metagenesis (pergiliran antara generasi sporofit
dan gametofit).
Generasi Sporofit
- Merupakan generasi penghasil spora
- Umumnya sporofit tumbuhan paku
memiliki akar, batang dan daun sejati
- Batang ada yang tumbuh tegak , ada
yang di bawah tanah, yang disebut
rizom
- Memiliki dua macam ukuran daun
mikrofil (daun kecil seperti sisik) dan
makrofil (daun besar)
- Memiliki dua jenis daun, yaitu :
daun steril (tropofil ) : daun yang tidak
menghasilkan spora
daun fertil (sporofil) : daun yang
menghasilkan spora
Pada daun fertil terdapat
kotak spora (sporangium)
- Sporangium berkelompok
membentuk sorus, yang
dilindungi selaput indusium
- Pada paku yang berdaun
kecil sporangium berupa
strobilus di ujung cabang
- Generasi sporofit
merupakan tumbuhan paku
itu sendiri yang memiliki
ukuran lebih besar
dan lebih dominan
dibandingkan generasi
gametofit
Memiliki dua jenis gametofit :
Gametofit biseksual : jika dalam satu gametofit terdapat dua
jenis gamet, merupakan paku homospora
Gametofit uniseksual : jika dalam satu gametofit hanya
terdapat satu jenis gamet saja, merupakan paku heterospora
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku
terbagi menjadi 3 :
Paku homospora (isospora) : paku yang hanya mengasilkan
satu jenis spora yang sama besar
Paku heterospora : paku yang menghasilkan dua jenis spora
yang berbeda ukurannya (makrospora/spora betina) dan
mikrospora/spora jantan
Paku peralihan : paku yang menghasilkan spora dengan
bentuk dan ukuran yang sama dan sudah diketahui gamet
jantan dan gamet betina . contoh paku ekor kuda
Perhatikan skema metagenesis tumbuhan paku di bawah
ini : spora- protalium- zigot-tumbuhan paku- sporangium
Bentuk tubuh tumbuhan paku
Berbentuk lembaran,
misalnya Marsilea
Berbentuk pohon,
misalnya Spaeropteris
Berbentuk seperti tanduk rusa,
misalnya Platycerium bifurcatum
TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA)
. Klasifikasi : Tumbuhan paku terbagi menjadi 4 kelas,
yaitu :
Paku purba (Psilopsida)
Paku kawat (Lycopsida)
Paku ekor kuda (Spenopsida)
Paku sejati (Pteriopsida)
Paku purba (Psilopsida)
- Spesiesnya hampir punah,
tersisa 10 - 13 spesies
- menghasilkan satu jenis spora
(homospora)
- gametofitnya tidak memiliki
klorofil, nutrisi diperoleh dari
simbiosis dengan jamur
- contoh : Rynia dan psilotum
Paku kawat (Lycopsida)
jumlah lebih kurang 1000
spesies
- menghasilkan dua jenis spora
(heterospora)
- Sporangium terdapat pada
strobilus yang berbentuk
kerucut
- Gametofit tidak berklorofil
- Gametofit ada yang uniseksual
dan biseksual
- contoh : Selaginela dan
Lycopodium
Paku ekor kuda (Spenopsida)
- jumlah lebih kurang 15
spesies
- habitat di tempat lembab
daerah subtropis
-disebut ekor kuda karena
bentuk batang seperti ekor
kuda
- sporangium berupa strobilus
- merupakan paku homospora
- gametofit memiliki klorofi
- Gametofit biseksual
- contoh : Equisetum
Paku sejati ( Pteriopsida) Jumlah paling banyak, kurang
lebih 12.000 spesies
- Memiliki akar, batang dan daun
sejati
- Daun muda tumbuh
menggulung (circinnatus)
- Contoh : semanggi (Marsilea
crenata) , suplir (Adiantum
cuneatum)
Manfaat Tumbuhan Paku
1.Untuk tanaman hias
2.Untuk sayur-sayuran
3.Sebagai pupuk hijau tanaman padi
4.Selaginella plana sebagai obat luka
-----------------------------------------------------
Contoh-contoh tumbuhan paku (klasifikasi)
Paku purba
Psilotum
Paku kawat
Lycopodium
Paku ekor kuda
Equisetum
Paku sejati
Adiantum Azolla
Dicksonia antartica
Asplenium nidus
Contoh tmbuhan Paku
Beberapa jenis tumbuhan paku bermanfaat bagi kehidupan
manusia.
Di bawah ini, contoh pemanfaatan tumbuhan paku oleh
manusia.
a. Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya Platycerium
bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium sp. (paku sarang
burung), Adiantum sp. (suplir), dan Selaginella sp. (paku rane).
.
Selaginella
Platycerium bifurcatum
Asplenium sp
Adiantum sp
b. Penghasil bahan obat-obatan, misalnya Aspidium sp.,
Dryopteris filixmas, dan Lycopodium clavatum.
c. Sebagai sayuran, misalnya Marsilea crenata (semanggi) dan
Pteridium aquilium.
d. Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata, paku ini
bersimbiosis dengan alga hijau-biru Anabaena azollae dalam
memfiksasi nitrogen bebas.
e. Sebagai salah satu bahan dalam membuat karangan bunga,
misalnya Lycopodium cernuum
Faktor Pembeda Tumbuhan Paku Tumbuhan Lumut
Morfologi
Sudah mempunyai akar, batang dan
daun yang sejati (tumbuhan
berkormus)
Belum mempunyai akar,
batang dan daun yang jelas
Jaringan
Pembuluh
Pengangkut
Sudah memiliki pembuluh pengangkut
sejati (xyliem dan floem)
Belum memiliki pembuluh
pengangku yang sejati
Generasi Dominan Sporofit Gametofit
Generasi
Gametofit
Protalus/Protalium Tumbuhan Lumut Dewasa
Generasi Sporofit Tumbuhan Paku Dewasa Sporogonium
Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Yunani, sperma=biji , phyton=tumbuhan
1. Tumbuhan berbiji adalah kelompok tumbuhan yang
hidup di darat, memiliki akar, batang dan daun
sejati, tracheophyta, autotrof, serta menghasilkan
biji.
2. Tumbuhan berbiji berukuran makroskopik dengan
ketinggian yang sangat bervariasi.
Tumbuhan biji tertinggi berupa pohon dengan
tinggi melebihi 100 m. misalnya pohon
konifer Sequoiadendron giganteum di taman
Nasional Yosemite California, dengan tinggi
sektar 115 m dan diameter 14 m.
3. Habitus atau perawakan tumbuhan berbiji sangat
bervariasi, yaitu :
- Pohon, misalnya : jati, duku, kelapa, beringin,
cemara.
- Perdu, misalnya : mawar, kembang merak, kembang
sepatu.
- Semak , misalnya : arbei.
- Herba, misalnya : sayur-sayuran, bunga lili, serta
bunga krokot.
4. Cara hidup : fotoautotrof, artinya mengolah makanan
sendiri dengan bantuan cahaya matahari
5. Habitat :
Tumbuhan berbiji kebanyakan hidup di darat.
Namun, tumbuhan berbiji ada yang hidup
mengapung di air,misalnya teratai.
6. Reproduksi :
1)Terjadi secara aseksual/ vegetatif danseksual/generati
Vegetatif : yaitu
terjadinya individu
baru tanpa
didahului peleburan
dua sel gamet.
Dibedakan menjadi 2 macam
yaitu vegetatif alami ( rhizoma/akar tingal,
stolon/geragih, umbi batang,umbi lapis,
umbi akar,tunas, tunas adventif),
dan vegetatif buatan ( mencangkok, stek,
okulasi, mengenten, merunduk).
TUMBUHAN BERBIJI (SPERMATOPHYTA)
Pohon
Perdu
Herba
ciri-ciri tumbuhan biji terbuka dan tumbuhan biji tertutup
A. Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae)
Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak
ditutup oleh bakal buah(daging buah). Berdasarkan fosil yang
ditemukan, tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu.
Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil.
Klasifikasi
Divisi tumbuhan berbiji dibedakan menjadi dua subdivisi , yaitu :
Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospernae)
Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospernae) adalah tumbuhan yang
bijinya tidak ditutup oleh bakal buah.
Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:
1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba 2.
2. Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar
3. Bentuk perakaran tunggang
4. Daun sempit, tebal dan kaku
5. Tulang daun tidak beraneka ragam
6. Tidak memiliki bunga sejati
7. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut
strobilus atau runjung.
8. Bakal biji tersusun dalam strobilus
9. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus
jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
10. bakal biji tidak dilindungi daun buah/berbiji terbuka
Paku terbagi menjadi 4 kelas, yaitu :
a. Cycadinae
Ciri khas adalah batang tidak bercabang, daunnya majemuk,
tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. Merupakan
tumbuhan berumah dua, artinya memiliki strobilus jantan
saja atau strobilus betina saja. Contoh: Zamia furfuracea,
Cycas revoluta dan Cycas rumphii (pakis haji)
b. Ginkgodinae
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina.
Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter, daun berbentuk
kipas dan mudah gugur. Serbuk sari dan bakal biji dihasilkan
oleh individu yang berlainan. Anggota kelompok ini hanya
ada satu species yaitu Ginkgo biloba.
c. Coniferinae
Coniferales berarti tumbuhan pembawa kerucut, karena alat
perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus
berbentuk kerucut. Tumbuhan yang termasuk kelompok ini
memiliki ciri selalu hijau sepanjang tahun (evergreen).
Contoh: Agathis alba (damar), Pinus
merkusii (pinus), Cupressus sp.,Araucaria sp., Sequoia
sp., Juniperus sp. dan Taxus sp.
d. Gnetinae
Anggota kelompok ini berupa perdu, liana (tumbuhan
pemanjat) dan pohon. Daun berbentuk oval/lonjong dan
duduk daun berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip.
Pada xilem terdapat trakea dan floem tidak memiliki sel
pengiring. Strobilus tidak berbentuk kerucut, tetapi sudah
dapat disebut “bunga”. Contoh yang terkenal dari kelompok
ini adalah Gnetum gnemon (melinjo).
Manfaat tumbuhan biji terbuka
Meskipun tumbuhan biji terbuka tak sebanyak tumbuhan biji
tertutup, namun banyak diantaranya yang telah
dimanfaatkan, sebegai berikut:
1. Sebagai hutan industri kertas dan korek api, seperti
dammar dan pinus
2. Sebagai bahan makanan, misalnya melinjo
3. Sebagai tanaman hias, misalnya pakis haji
4. Sebagai bahan obat-obatan, misalnya pinus junifer,
abies balsamea.
Pembuahan
Penyerbukan akan
menghasilkan individu baru
apabila diikuti oleh
pembuahan, yaitu peleburan
antara sel kelamin jantan
dengan sel kelamin betina.
Pada tumbuhan berbiji
dikenal ada dua macam
pembuahan, yaitu
pembuahan tunggal pada
Gymnospermae, dan
pembuahan ganda pada
Angiospermae.
a. Pembuahan tunggal
Contoh proses pembuahan tunggal
pada Pinus (Gymnospermae)
Sayap
Konus betina
Kulit biji melindungi
embrio
Biji bersayap
Embrio
Gametofit betina
Kulit biji
Embrio yang berkembang
Suspensor
Fertilisasasi
Zigot
Gametofit betina
Gametofit jantan
Arkegonium
yang tereduksi
Sel telur
Gametofit betina
Serbuk sari
Potongan
sisik
Meiosis
Sel-sel induk
mikrospora
Mikrospora
Sisik
Ovulum
Konus biji
10-100 m
Sporofit
Meiosis
Megasporangium Ruang
spora
Megaspora yang berfungsi
Mikrofil
Gametofit betina
Sisik konus betina
Biji
Sisik
Kunus serbuk sari
Siklus hidup Gymnospermae
Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus
(Gymnospermae)
Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan
berbiji terbuka.
Prosesnya adalah : Serbuk sari akan sampai pada tetes
penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes
penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan
diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil.Serbuk
sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif
atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir
menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh
membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke
ruang arkegonium. Karena pembentukan buluh serbuk sari
maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan
ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut.
Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah
menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel
dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid
Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel
permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel
vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke
dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga
spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang
arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap
sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga
pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan
zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi
embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi
pada pohon Pinus.
B.Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang bijinya
terdapat di dalam bakal buah. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:
Hidup sebagai pohon, perdu, semak, merambat atau
herba/terna
Daun pipih dan lebar dengan susunan tulang daun menyirip,
menjari, melengkung atau sejajar
Memiliki bunga sejati dengan perhiasan bunga berupa
kelopak dan mahkota bunga dan alat
perkembangbiakannya berupa putik dan benang sari
Tumbuhan biji dibagi menjadi dua kelas berdasarkan jumlah
keping bijinya, yaitu:
Tumbuhan berkeping biji satu (Monocotyledonae)
Tumbuhan berkeping biji dua (Dicotyledonae)
Tumbuhan Monokotil
Ciri-ciri adalah :
Memiliki satu daun lembaga (kotiledon)
Batang tidak bercabang atau bercabang sedikit, ruas-ruas
batang jelas
Daun biasanya berpelepah dan berupa daun tunggal
Memiliki tulang daun sejajar ataumelengkung
Tidak berkambium, jaringan xilem dan floem pada akar dan
batang tersusun tersebar
Memiliki sistem akar serabut
Bunga memiliki bagian-bagian dengan jumlah berkelipatan 3,
bentuk tidak beraturan, warna tidak mencolok
Contoh tumbuhan monokotil adalah sebagai berikut :
»Suku rumput-rumputan (Graminae),
misalnya: padi, jagung, bambu, rumput, tebu, gandum
»Suku pinang-pinangan (Palmae),
misalnya: kelapa, rotan, kelapa sawit, aren, salak
»Suku jahe-jahean (Zingiberaceae),
misalnya: kunyit, jahe, lengkuas
»Suku nanas-nanasan (Bromeliaceae),
misalnya: nanass
»Suku anggrek-anggrekan (Orcidaceae),
misalnya: anggrek bulan, anggrek macan, anggrek yang
tumbuh di hutan irian jaya
Contoh tumbuhan monokotil
Tumbuhan Dikotil
Ciri-cirinya adalah :
• Memiliki dua daun lembaga ( dikotiledon)
• Batang umumnya bercabang
• Tulang daun menjari atau menyirip
• Memiliki kambium sehingga akar dan batang bertambah
besar,
• Pembuluh xilem dan floem pada akar dan batang tersususn
dalam lingkaran
• Memiliki sistem akar tunggang
• Bunga memiliki bagian - bagian dengan kelipatan 2, 4 atau 5,
bentuk beraturan dengan bunga yang mencolok
Contoh tumbuhan dikotil adalah sebagai berikut :
Suku getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: singkong,
jarak, karet, puring
Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: putri malu,
petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai, kacang
tanah
Suku terung-terungan (Solanaceae), misalnya: kentang,
terong, tomat, cabai, kecubung
Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya: jeruk manis, jeruk
bali
Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya: kembang sepatu
kapas
Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya: cengkih, jambu
biji, jambu air, jambu monyet, jamblang
Suku komposit (Compositae), misalnya: bunga matahari,
bunga dahlia, bunga krisan
Contoh-contoh tumbuhan dikotil
Anemone Cleome Hibiscus rosa-sinensis
Lantana Catharanthus Ixora Allamanda
Sistem Organ Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Tumbuhan sama seperti makhluk hidup lainnya. Agar dapat berkembang dan tumbuh dengan baik,
mereka membutuhkan sistem organ yang baik. Sistem organ pada tumbuhan terdiri atas beberapa organ
yaitu akar, batang, daun dan bunga.
1. Akar
Akar pada tumbuhan berfungsi untuk menyerap zat hara dan air di dalam tanah. Akar berkembang dari
meristem apical ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk
melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah. Akar juga berfungsi sebagai alat untuk memperkokoh
tanaman sehingga tidak mudah roboh ketika angin atau badai datang. Selain itu, pada beberapa jenis
tanaman akar digunakan sebagai alat pernapasan dan tempat menyimpan cadangan makanan.
Struktur akar terdiri atas epidermis atau kulit luar, korteks, endodermis, dan stele yang terdapat xylem dan
floem sebagai alat angkut. Akar terdiri atas dua yaitu akar serabut pada monokotil dan akar tunggang
pada dikotil.
2. Batang
Batang merupakan organ berpembuluh yang
memiliki fungsi sebagai alat pengangkut. Di
batang juga memiliki xylem dan floem yang
fungsinya telah kita ketahui sebagai alat angkut.
Fungsi dari batang yaitu sebagai alat angkut zat
makanan dari akar ke daun dan dari daun ke
seluruh tubuh tumbuhan. Selain itu batang juga
berfungsi mengarahkan tumbuhan untuk
mendapatkan sinar matahari yang cukup yang
fungsinya untuk kelangsungan proses
fotosintesis. Batang juga memiliki fungsi yang
lain yaitu sebagai alat perkembangbiakan
vegetative, tempat penyimpanan makanan dan
sebagai tempat perlekatan cabang, daun dan
buah.
Batang terdiri dari beberapa tipe yaitu tipe
berkayu, tipe lembut dan lunak (herbaseus) dan
tipe rumput (kalmus). Struktur batang terdiri atas
Epidermis, korteks, dan stele.
3. Daun
Daun pada tumbuhan memiliki fungsi sebagai alat penguapan dan tempat berlangsungnya
proses fotosintesis. Selain itu daun juga berperan sebagai alat pernapasan dan penyerap
matahari. Daun terdiri atas Helai daun, Tangkai daun dan pelepah daun. Struktur daun
terdiri atas epidermis yang memiliki kutikula untuk mencegah penguapan yang terlalu
besar, Mesofil yang memiliki kloroplas yang banyak dan Hipodermis yang memiliki stomata.
4. Bunga
Umumnya orang melihat bunga sebagai objek yang memperindah tumbuhan karena
memiliki bentuk dan warna yang bervariasi. Nah, sebenarnya fungsinya lebih dari itu sobat.
Salah satu fungsi penting dari bungan yaitu sebagai sistem reproduksi pada tumbuhan.
Reproduksi ini membantu menjaga spesies tumbuhan tersebut tetap eksis.
Struktur bunga terdiri atas :
 Kelopak bunga yang umumnya berwarna hijau. Kelopak ini
berfungsi untuk melindungi dan membungkus bunga ketika masih
kuncup.
 Mahkota bunga, memiliki warna cerah dan menarik. Nah, mahkota
inilah yang menjadikan bunga menjadi cantik dan indah untuk
dipandang mata. Sebenarnya, mahkota yang berwana cerah ini
berfungsi untuk menarik pollinator yaitu serangga yang membantu
pada proses polinasi (penyerbukan) bunga. Contoh serangganya
yaitu Kupu-kupu dan Lebah.
 Benang Sari, berfungsi sebagai alat kelamin jantan pada tumbuhan.
Jika serbuk sari jatuh ke kepala putik maka terjadilah pembuahan.
 Dan yang terakhir putik. Putik adalah alat kelamin betina, disinilah
terjadinya pembuahan dan berkembangnya zigot pada bunga.
b. Pembuahan Ganda
Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan
berbiji tertutup.
1. Perkembangan serbuk sari
Serbuk sari yang jatuh di kepala putik terdiri atas satu sel
dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput
luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian
intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari.
Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal
biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah
menjadi 2, yang besar didepan adalah inti
vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di
belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi
menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti
generatif 1 dan inti generatif 2.
Inti buluh
Sperma
Buluh serbuk sari
HAPLOID (n)
8 nukleus haploid
Megagametofit (n)
Fertilisasi ganda
Megaspora (n)
Fertilisasi ganda
menghasilkan zigot 2n
dan endosperm 3n
Zigot (2n)
Zigot berkembang
menjadi sporofit
dewasa Nukleus
endosperm
(3n)
Meiosis
Megagametofit
berkembang dari
megaspora di dalam
ovulum Sel induk megaspora
(2n)
DIPLOID (2n)
Kepala putik
Tangkai putik
Ovarium
Ovulum
Kepala sari
Tangkai sari
Putik
Mikrogametofit
berkembang dari
mikrospora di dalam
kotak serbuk sari
Serbuk sari
Meiosis
Serbuk sari
(mikrogametofit (n)
Serbuk sari
berkecambah di
kepala putik. Buluh
serbuk sari tumbuh
sampai mencapai
megagametofit
Megagametofit
2. Pembentukan sel telur
Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh
serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora
(megasporosit/makrosporosit) membelah
secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan
yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti
kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini
selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8
inti. Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan
terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah.
Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering
disebut multigamet.
Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di
dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas
bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah dekat
mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan
Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya sebelah
kanan dan kiri adalah sinergid. Dua sel yang tersisa
bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur
membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga
menjadi sel yang diploid (2n).
Jika terjadi pembuahan, inti generatif 1 membuahi ovum
membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti
kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm
(3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang
dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif
akan mati setelah sampai di bakal biji.
inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)
inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n)
—–> endosperm (3n)
Ø Bunga Lengkap : Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx),
mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik
(gynaecium).
Ø Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu
bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak
memiliki kelopak.
Ø Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki
benang sari(androecium) dan putik (gynaecium).
Ø Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari
(androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium).
Ø Kelamin pada Bunga
Bunga banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga
terdapat benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga
sempurna.
Ø Bunga Berkelamin Tunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3
macam yaitu,
1. Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut
bunga jantan (flos masculus)
2. Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga
betina (flos femineus)
3. Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga
mandul
Ø Dasar Bunga (receptaculum)
•Fungsi utama dasar bunga adalah mendukung bagian-
bagian bunga
•Bentuk dari dasar bunga bermacam-macam ada yang
rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.
Manfaat tumbuhan berbiji bagi manusia
Jenis tumbuhan berbiji yang dimanafaatkan bagi kepentingan
manusia antara lain sebagai berikut:
1. Gandum, padi, jagung dan sagu merupakan makanan
utama sebagian besar penduduk di dunia.
2. Kacang, tomat, kol, kentang, dan wortel merupakan
makanan sayuran sebagai sumber serat, protein, dan
vitamin.
3. Kapas dan rami sebagai bahan sandang.
4. Kayu sebagai bahan papan dan perabotan.
5. Kumis kucing, jati, mahoni, dan pinus sebagai
peneduh,penyimpan air, penyerap karbon dioksida, dan
sumber oksigen.
6. Berbagai jenis bunga untuk dekorasi, upacara adat dan
agama, serta kosmetik

DUNIA TUMBUHAN (PLANTAE).pptx

  • 1.
  • 2.
    KINGDOM PLANTAE (DUNIATUMBUHAN) Tumbuhan adalah organisme eukariotik, multisel, berklorofil, memiliki dinding sel, autotrop Dunia tumbuhan dikelompokan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh atau non- tracheophyta (tumbuhan lumut), dan tumbuhan berpembuluh atau tracheophyta (tumbuhan paku dan timbuhan berbiji) yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan garam-garam dari akar ke daun Floem berfungsi mengangkut hasil-hasil fotosintesis Tumbuhan terbagi menjadi tiga (3) Divisi : 1. Bryophyta (tumbuhan lumut) 2. Pteridophyta (tumbuhan paku) 3. Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
  • 4.
    Tumbuhan lumut merupakan sekumpulantumbuhan kecil, yang hidup di darat dan menyukai tempat lembab, tidak memiliki akar, batang dan daun sejati, serta tidak memiliki pembuluh pengangkut (xilem dan floem), merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan ber- talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-kormus (kormofita) dan mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) Talofita adalah tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun. Kormofita adalah tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang dan daun Disebut tumbuhan peralihan karena ada tumbuhan yang masih berupa talus (lembaran, yaitu lumut hati), tetapi ada juga yang sudah memiliki struktur tubuh mirip akar, batang dan daun sejati (lumut daun)
  • 5.
    Tumbuhan lumut merupakantumbuhan pelopor (vegetasi perintis), yang tumbuh disuatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh Perhatikan gambar antara lumut hati dan lumut daun di bawah ini
  • 6.
    Ciri-ciri tubuh TumbuhanLumut : - ukuran : makroskopis 1-2 cm, dan ada yang mencapai 40 cm. - Bentuk tubuh : memiliki dua bentuk generasi, yaitu generasi Gametofit dan generasi Sporofit Gametofit adalah lumut yang menghasilkan gamet (sel kelamin) Sporofit adalah lumut yang menghasilkan spora, letak menumpang pada gametofit, perhatikan gb di samping ini :
  • 8.
    Struktur dan fungsitubuh : Generasi gametofit : - Merupakan generasi penghasil gamet - Terdiri dari sel dengan kromosom yang tidak berpasangan (haploid/n) - Memiliki alat perkembangbiakan yang disebut gametangium - Gametangium terdiri dari gametangium jantan dan betina - Gametangium jantan disebut anteridium menghasilkan spermatozoid - Gametangium betina disebut arkegonium menghasilkan sel telur (ovum) - Gamet dihasilkan dari pembelahan meiosis (reduksi), yaitu pembelahan 2 kali pada satu inti gamet menjadi 4 inti gamet haploid - merupakan tumbuhan lumut yang tampak sehari-hari
  • 9.
    - Berdasarkan letakanteridium dan arkegonium, lumut terbagi menjadi 2, yaitu : 1. Lumut berumah satu (monoceus), jika anteridium dan arkegonium terdapat pada satu gametofit 2. Lumut berumah dua (dioceus) ; jika antridium dan arkegonium, terpisah pada 2 gametofit. Generasi Sporofit (sporogonium) : - Terdiri dari sel-sel dengan kromosom yang berpasangan (diploid) - Merupakan generasi penghasil spora - Spora dihasilkan di dalam kotak spora (sporangium) - Letak sporofit menumpang pada gametofit - Sporofit menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama (homospora/isospora).
  • 10.
    Aseksual : dilakukandengan spora, prosesnya adalah sporogonium (lumut sporofit) membentuk sporangium, di dalam sporangium terjadi pembelahan membentuk spora haploid, spora tumbuh jadi protonema, kemudian tumbuh jadi gametif haploid (n). Seksual : terjadi penyatuan gamet jantan (spermatozoid) dengan gamet betina (ovum). prosesnya adalah , fertilisasi antara sperma dan ovum menghasilkan zigot (2n). Zigot membelah menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n). Reproduksi lumut menunjukan adanya metagenesis pada lumut, yaitu pergiliran antara generasi gametofit (n) dengan generasi sporofit (2n). Dalam daur hidupnya generasi gametofit merupakan generasi yang dominan dibandingkan generasi sporofit.
  • 11.
    Perhatikan skema siklushidup/ metagenesis/pergiliran keturunan lumut di bawah ini : Spora- protonema-tumbuhan lumut-zigot-sporofit
  • 12.
    6. Klasifikasi : Tumbuhanlumut merupakan tumbuhan talus, hidup ditempat lembab dan autotrof. Terbagi menjadi 3 kelas: Lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun. 1. Hepaticopsida (lumut hati) tubuh berbentuk talus, berlobus seperti hati manusia - merupakan lumut berumah dua (deoceus) - Reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi, pembentukan gemmacup(kuncup) dan spora haploid (n) yang bersifat homospora Contoh Marchantia polimorpha Contoh Marchantia polymorpha dan Lunularia sp.
  • 13.
    2. Anthocerotopsida (lumut tanduk) -Anthoceropsida sering disebut lumut tanduk. - Gametofitnya mirip dengan lumut hati, perbedaannya terletak pada sporofitnya. - Sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. - Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros laevis (lumut tanduk).
  • 14.
    3. Bryopsida (lumutdaun) - Merupakan lumut sejati karena bentuk tubuhnya mirip tumbuhan kecil yang memiliki bagian akar (rizoid), batang dan daun. - hidup berkelompok membentuk hamparan tebal seperti beludru. - Daun berfungsi untuk fotosintesis. Sporofit tumbuh pada gametofitnya atau pada tumbuhan lumut itu sendiri, serta bersifat parasit terhadap gametofit. Gametofit dapat dibedakan antara gametofit jantan (anteridia) dan gametofit betina (arkegonia). Contoh Sphagnum sp., Fissident sp., dan Polytrichum sp. Polytrichum sp. merupakan tumbuhan lumut berumah satu. Sporofit Polytrichum tumbuh menjulur dari gametofit
  • 15.
    Dalam kehidupan, tumbuhanlumut juga memiliki manfaat, di antaranya adalah: a. Dalam ekosistem yang masih alami, lumut merupakan tumbuhan perintis karena dapat melapukkan batuan sehingga dapat ditempati oleh tumbuhan yang lain. b. Lumut dapat menyerap air yang berlebih, sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. c. Lumut jenis Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat radang hati. d. Lumut Sphagnum dapat dijadikan sebagai bahan pengganti kapas untuk industri tekstil. Sphagnum sebagai media tanam benih tumbuhan, pengganti kapas, dan sebagai bahan bakar. e. Lumut gambut di daerah rawa dapat dijadikan sebagai pupuk penyubur tanah f. Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan
  • 16.
    Divisi Pterydophyta (Tumbuhan Paku) 1.Tumbuhan Paku adalah : tumbuhan yang sudah memiliki akar, batang dan daun sejati, berkembang biak dengan spora (kormofita berspora), dan memiliki pembuluh angkut xilem dan floem, memiliki klorofil, berakar serabut dan mengalami pergiliran keturunan 2. Ciri Tubuh - Ukuran : bervariasi , 2 cm (paku air), 5 m (paku tiang), 15m (paku purba) Bentuk : lembaran, perdu (pohon), seperti tanduk rusa - Struktur dan fungsi : memiliki dua generasi yaitu sporofit dan gametofit.
  • 17.
    3. Cara Hidup: fotoautotrof, artinya mengolah makanan sendiri dengan cara fotosintesis 4. Habitat : Terestrial (di darat), dan di air (contoh : semanggi) 5. Reproduksi : terjadi secara aseksual dan seksual Aseksual : diawali dari spora (n) yang tumbuh menjadi protalus /protalium (generasi gametofit) yang menghasilkan gamet jantan (sperma) dan gamet betina Ovum), selanjutnya terjadi fertilisasi Seksual : terjadi fertilisasi antara sperma dan ovum yang menghasilkan zigot (2n), yang tumbuh menjadi embrio , selanjutnya berkembang menjadi tumbuhan paku (sporofit), kemudian menghasilkan spora (n). Mengalami metagenesis (pergiliran antara generasi sporofit dan gametofit).
  • 18.
    Generasi Sporofit - Merupakangenerasi penghasil spora - Umumnya sporofit tumbuhan paku memiliki akar, batang dan daun sejati - Batang ada yang tumbuh tegak , ada yang di bawah tanah, yang disebut rizom - Memiliki dua macam ukuran daun mikrofil (daun kecil seperti sisik) dan makrofil (daun besar) - Memiliki dua jenis daun, yaitu : daun steril (tropofil ) : daun yang tidak menghasilkan spora daun fertil (sporofil) : daun yang menghasilkan spora
  • 19.
    Pada daun fertilterdapat kotak spora (sporangium) - Sporangium berkelompok membentuk sorus, yang dilindungi selaput indusium - Pada paku yang berdaun kecil sporangium berupa strobilus di ujung cabang - Generasi sporofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri yang memiliki ukuran lebih besar dan lebih dominan dibandingkan generasi gametofit
  • 23.
    Memiliki dua jenisgametofit : Gametofit biseksual : jika dalam satu gametofit terdapat dua jenis gamet, merupakan paku homospora Gametofit uniseksual : jika dalam satu gametofit hanya terdapat satu jenis gamet saja, merupakan paku heterospora Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku terbagi menjadi 3 : Paku homospora (isospora) : paku yang hanya mengasilkan satu jenis spora yang sama besar Paku heterospora : paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda ukurannya (makrospora/spora betina) dan mikrospora/spora jantan Paku peralihan : paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama dan sudah diketahui gamet jantan dan gamet betina . contoh paku ekor kuda
  • 24.
    Perhatikan skema metagenesistumbuhan paku di bawah ini : spora- protalium- zigot-tumbuhan paku- sporangium
  • 28.
    Bentuk tubuh tumbuhanpaku Berbentuk lembaran, misalnya Marsilea Berbentuk pohon, misalnya Spaeropteris Berbentuk seperti tanduk rusa, misalnya Platycerium bifurcatum TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA)
  • 29.
    . Klasifikasi :Tumbuhan paku terbagi menjadi 4 kelas, yaitu : Paku purba (Psilopsida) Paku kawat (Lycopsida) Paku ekor kuda (Spenopsida) Paku sejati (Pteriopsida) Paku purba (Psilopsida) - Spesiesnya hampir punah, tersisa 10 - 13 spesies - menghasilkan satu jenis spora (homospora) - gametofitnya tidak memiliki klorofil, nutrisi diperoleh dari simbiosis dengan jamur - contoh : Rynia dan psilotum
  • 30.
    Paku kawat (Lycopsida) jumlahlebih kurang 1000 spesies - menghasilkan dua jenis spora (heterospora) - Sporangium terdapat pada strobilus yang berbentuk kerucut - Gametofit tidak berklorofil - Gametofit ada yang uniseksual dan biseksual - contoh : Selaginela dan Lycopodium
  • 31.
    Paku ekor kuda(Spenopsida) - jumlah lebih kurang 15 spesies - habitat di tempat lembab daerah subtropis -disebut ekor kuda karena bentuk batang seperti ekor kuda - sporangium berupa strobilus - merupakan paku homospora - gametofit memiliki klorofi - Gametofit biseksual - contoh : Equisetum
  • 32.
    Paku sejati (Pteriopsida) Jumlah paling banyak, kurang lebih 12.000 spesies - Memiliki akar, batang dan daun sejati - Daun muda tumbuh menggulung (circinnatus) - Contoh : semanggi (Marsilea crenata) , suplir (Adiantum cuneatum) Manfaat Tumbuhan Paku 1.Untuk tanaman hias 2.Untuk sayur-sayuran 3.Sebagai pupuk hijau tanaman padi 4.Selaginella plana sebagai obat luka -----------------------------------------------------
  • 33.
    Contoh-contoh tumbuhan paku(klasifikasi) Paku purba Psilotum Paku kawat Lycopodium Paku ekor kuda Equisetum Paku sejati Adiantum Azolla Dicksonia antartica Asplenium nidus
  • 34.
  • 35.
    Beberapa jenis tumbuhanpaku bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di bawah ini, contoh pemanfaatan tumbuhan paku oleh manusia. a. Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium sp. (paku sarang burung), Adiantum sp. (suplir), dan Selaginella sp. (paku rane). . Selaginella Platycerium bifurcatum Asplenium sp Adiantum sp
  • 36.
    b. Penghasil bahanobat-obatan, misalnya Aspidium sp., Dryopteris filixmas, dan Lycopodium clavatum. c. Sebagai sayuran, misalnya Marsilea crenata (semanggi) dan Pteridium aquilium. d. Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata, paku ini bersimbiosis dengan alga hijau-biru Anabaena azollae dalam memfiksasi nitrogen bebas. e. Sebagai salah satu bahan dalam membuat karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum
  • 37.
    Faktor Pembeda TumbuhanPaku Tumbuhan Lumut Morfologi Sudah mempunyai akar, batang dan daun yang sejati (tumbuhan berkormus) Belum mempunyai akar, batang dan daun yang jelas Jaringan Pembuluh Pengangkut Sudah memiliki pembuluh pengangkut sejati (xyliem dan floem) Belum memiliki pembuluh pengangku yang sejati Generasi Dominan Sporofit Gametofit Generasi Gametofit Protalus/Protalium Tumbuhan Lumut Dewasa Generasi Sporofit Tumbuhan Paku Dewasa Sporogonium
  • 38.
    Divisi Spermatophyta (TumbuhanBerbiji) Yunani, sperma=biji , phyton=tumbuhan 1. Tumbuhan berbiji adalah kelompok tumbuhan yang hidup di darat, memiliki akar, batang dan daun sejati, tracheophyta, autotrof, serta menghasilkan biji. 2. Tumbuhan berbiji berukuran makroskopik dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Tumbuhan biji tertinggi berupa pohon dengan tinggi melebihi 100 m. misalnya pohon konifer Sequoiadendron giganteum di taman Nasional Yosemite California, dengan tinggi sektar 115 m dan diameter 14 m.
  • 39.
    3. Habitus atauperawakan tumbuhan berbiji sangat bervariasi, yaitu : - Pohon, misalnya : jati, duku, kelapa, beringin, cemara. - Perdu, misalnya : mawar, kembang merak, kembang sepatu. - Semak , misalnya : arbei. - Herba, misalnya : sayur-sayuran, bunga lili, serta bunga krokot. 4. Cara hidup : fotoautotrof, artinya mengolah makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari 5. Habitat : Tumbuhan berbiji kebanyakan hidup di darat. Namun, tumbuhan berbiji ada yang hidup mengapung di air,misalnya teratai.
  • 40.
    6. Reproduksi : 1)Terjadisecara aseksual/ vegetatif danseksual/generati Vegetatif : yaitu terjadinya individu baru tanpa didahului peleburan dua sel gamet. Dibedakan menjadi 2 macam yaitu vegetatif alami ( rhizoma/akar tingal, stolon/geragih, umbi batang,umbi lapis, umbi akar,tunas, tunas adventif), dan vegetatif buatan ( mencangkok, stek, okulasi, mengenten, merunduk).
  • 41.
  • 42.
    ciri-ciri tumbuhan bijiterbuka dan tumbuhan biji tertutup A. Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae) Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah(daging buah). Berdasarkan fosil yang ditemukan, tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu. Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil. Klasifikasi Divisi tumbuhan berbiji dibedakan menjadi dua subdivisi , yaitu : Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospernae) Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
  • 43.
    Tumbuhan berbiji terbuka(gymnospernae) adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah. Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah: 1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba 2. 2. Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar 3. Bentuk perakaran tunggang 4. Daun sempit, tebal dan kaku 5. Tulang daun tidak beraneka ragam 6. Tidak memiliki bunga sejati 7. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung. 8. Bakal biji tersusun dalam strobilus 9. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina. 10. bakal biji tidak dilindungi daun buah/berbiji terbuka
  • 44.
    Paku terbagi menjadi4 kelas, yaitu : a. Cycadinae Ciri khas adalah batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. Merupakan tumbuhan berumah dua, artinya memiliki strobilus jantan saja atau strobilus betina saja. Contoh: Zamia furfuracea, Cycas revoluta dan Cycas rumphii (pakis haji)
  • 45.
    b. Ginkgodinae Tumbuhan inimerupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter, daun berbentuk kipas dan mudah gugur. Serbuk sari dan bakal biji dihasilkan oleh individu yang berlainan. Anggota kelompok ini hanya ada satu species yaitu Ginkgo biloba.
  • 46.
    c. Coniferinae Coniferales berartitumbuhan pembawa kerucut, karena alat perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus berbentuk kerucut. Tumbuhan yang termasuk kelompok ini memiliki ciri selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Contoh: Agathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Cupressus sp.,Araucaria sp., Sequoia sp., Juniperus sp. dan Taxus sp.
  • 47.
    d. Gnetinae Anggota kelompokini berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat) dan pohon. Daun berbentuk oval/lonjong dan duduk daun berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip. Pada xilem terdapat trakea dan floem tidak memiliki sel pengiring. Strobilus tidak berbentuk kerucut, tetapi sudah dapat disebut “bunga”. Contoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Gnetum gnemon (melinjo).
  • 48.
    Manfaat tumbuhan bijiterbuka Meskipun tumbuhan biji terbuka tak sebanyak tumbuhan biji tertutup, namun banyak diantaranya yang telah dimanfaatkan, sebegai berikut: 1. Sebagai hutan industri kertas dan korek api, seperti dammar dan pinus 2. Sebagai bahan makanan, misalnya melinjo 3. Sebagai tanaman hias, misalnya pakis haji 4. Sebagai bahan obat-obatan, misalnya pinus junifer, abies balsamea.
  • 49.
    Pembuahan Penyerbukan akan menghasilkan individubaru apabila diikuti oleh pembuahan, yaitu peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Pada tumbuhan berbiji dikenal ada dua macam pembuahan, yaitu pembuahan tunggal pada Gymnospermae, dan pembuahan ganda pada Angiospermae. a. Pembuahan tunggal Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus (Gymnospermae)
  • 50.
    Sayap Konus betina Kulit bijimelindungi embrio Biji bersayap Embrio Gametofit betina Kulit biji Embrio yang berkembang Suspensor Fertilisasasi Zigot Gametofit betina Gametofit jantan Arkegonium yang tereduksi Sel telur Gametofit betina Serbuk sari Potongan sisik Meiosis Sel-sel induk mikrospora Mikrospora Sisik Ovulum Konus biji 10-100 m Sporofit Meiosis Megasporangium Ruang spora Megaspora yang berfungsi Mikrofil Gametofit betina Sisik konus betina Biji Sisik Kunus serbuk sari Siklus hidup Gymnospermae
  • 51.
    Contoh proses pembuahantunggal pada Pinus (Gymnospermae) Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Prosesnya adalah : Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil.Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut.
  • 52.
    Sementara itu didalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.
  • 53.
    B.Tumbuhan berbiji tertutup(Angiospermae) Tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang bijinya terdapat di dalam bakal buah. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah: Hidup sebagai pohon, perdu, semak, merambat atau herba/terna Daun pipih dan lebar dengan susunan tulang daun menyirip, menjari, melengkung atau sejajar Memiliki bunga sejati dengan perhiasan bunga berupa kelopak dan mahkota bunga dan alat perkembangbiakannya berupa putik dan benang sari Tumbuhan biji dibagi menjadi dua kelas berdasarkan jumlah keping bijinya, yaitu: Tumbuhan berkeping biji satu (Monocotyledonae) Tumbuhan berkeping biji dua (Dicotyledonae)
  • 54.
    Tumbuhan Monokotil Ciri-ciri adalah: Memiliki satu daun lembaga (kotiledon) Batang tidak bercabang atau bercabang sedikit, ruas-ruas batang jelas Daun biasanya berpelepah dan berupa daun tunggal Memiliki tulang daun sejajar ataumelengkung Tidak berkambium, jaringan xilem dan floem pada akar dan batang tersusun tersebar Memiliki sistem akar serabut Bunga memiliki bagian-bagian dengan jumlah berkelipatan 3, bentuk tidak beraturan, warna tidak mencolok
  • 55.
    Contoh tumbuhan monokotiladalah sebagai berikut : »Suku rumput-rumputan (Graminae), misalnya: padi, jagung, bambu, rumput, tebu, gandum »Suku pinang-pinangan (Palmae), misalnya: kelapa, rotan, kelapa sawit, aren, salak »Suku jahe-jahean (Zingiberaceae), misalnya: kunyit, jahe, lengkuas »Suku nanas-nanasan (Bromeliaceae), misalnya: nanass »Suku anggrek-anggrekan (Orcidaceae), misalnya: anggrek bulan, anggrek macan, anggrek yang tumbuh di hutan irian jaya
  • 56.
  • 57.
    Tumbuhan Dikotil Ciri-cirinya adalah: • Memiliki dua daun lembaga ( dikotiledon) • Batang umumnya bercabang • Tulang daun menjari atau menyirip • Memiliki kambium sehingga akar dan batang bertambah besar, • Pembuluh xilem dan floem pada akar dan batang tersususn dalam lingkaran • Memiliki sistem akar tunggang • Bunga memiliki bagian - bagian dengan kelipatan 2, 4 atau 5, bentuk beraturan dengan bunga yang mencolok
  • 58.
    Contoh tumbuhan dikotiladalah sebagai berikut : Suku getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: singkong, jarak, karet, puring Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: putri malu, petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai, kacang tanah Suku terung-terungan (Solanaceae), misalnya: kentang, terong, tomat, cabai, kecubung Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya: jeruk manis, jeruk bali Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya: kembang sepatu kapas Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya: cengkih, jambu biji, jambu air, jambu monyet, jamblang Suku komposit (Compositae), misalnya: bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan
  • 59.
    Contoh-contoh tumbuhan dikotil AnemoneCleome Hibiscus rosa-sinensis Lantana Catharanthus Ixora Allamanda
  • 61.
    Sistem Organ KingdomPlantae (Tumbuhan) Tumbuhan sama seperti makhluk hidup lainnya. Agar dapat berkembang dan tumbuh dengan baik, mereka membutuhkan sistem organ yang baik. Sistem organ pada tumbuhan terdiri atas beberapa organ yaitu akar, batang, daun dan bunga. 1. Akar Akar pada tumbuhan berfungsi untuk menyerap zat hara dan air di dalam tanah. Akar berkembang dari meristem apical ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah. Akar juga berfungsi sebagai alat untuk memperkokoh tanaman sehingga tidak mudah roboh ketika angin atau badai datang. Selain itu, pada beberapa jenis tanaman akar digunakan sebagai alat pernapasan dan tempat menyimpan cadangan makanan. Struktur akar terdiri atas epidermis atau kulit luar, korteks, endodermis, dan stele yang terdapat xylem dan floem sebagai alat angkut. Akar terdiri atas dua yaitu akar serabut pada monokotil dan akar tunggang pada dikotil.
  • 64.
    2. Batang Batang merupakanorgan berpembuluh yang memiliki fungsi sebagai alat pengangkut. Di batang juga memiliki xylem dan floem yang fungsinya telah kita ketahui sebagai alat angkut. Fungsi dari batang yaitu sebagai alat angkut zat makanan dari akar ke daun dan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Selain itu batang juga berfungsi mengarahkan tumbuhan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup yang fungsinya untuk kelangsungan proses fotosintesis. Batang juga memiliki fungsi yang lain yaitu sebagai alat perkembangbiakan vegetative, tempat penyimpanan makanan dan sebagai tempat perlekatan cabang, daun dan buah. Batang terdiri dari beberapa tipe yaitu tipe berkayu, tipe lembut dan lunak (herbaseus) dan tipe rumput (kalmus). Struktur batang terdiri atas Epidermis, korteks, dan stele.
  • 66.
    3. Daun Daun padatumbuhan memiliki fungsi sebagai alat penguapan dan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Selain itu daun juga berperan sebagai alat pernapasan dan penyerap matahari. Daun terdiri atas Helai daun, Tangkai daun dan pelepah daun. Struktur daun terdiri atas epidermis yang memiliki kutikula untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, Mesofil yang memiliki kloroplas yang banyak dan Hipodermis yang memiliki stomata. 4. Bunga Umumnya orang melihat bunga sebagai objek yang memperindah tumbuhan karena memiliki bentuk dan warna yang bervariasi. Nah, sebenarnya fungsinya lebih dari itu sobat. Salah satu fungsi penting dari bungan yaitu sebagai sistem reproduksi pada tumbuhan. Reproduksi ini membantu menjaga spesies tumbuhan tersebut tetap eksis.
  • 68.
    Struktur bunga terdiriatas :  Kelopak bunga yang umumnya berwarna hijau. Kelopak ini berfungsi untuk melindungi dan membungkus bunga ketika masih kuncup.  Mahkota bunga, memiliki warna cerah dan menarik. Nah, mahkota inilah yang menjadikan bunga menjadi cantik dan indah untuk dipandang mata. Sebenarnya, mahkota yang berwana cerah ini berfungsi untuk menarik pollinator yaitu serangga yang membantu pada proses polinasi (penyerbukan) bunga. Contoh serangganya yaitu Kupu-kupu dan Lebah.  Benang Sari, berfungsi sebagai alat kelamin jantan pada tumbuhan. Jika serbuk sari jatuh ke kepala putik maka terjadilah pembuahan.  Dan yang terakhir putik. Putik adalah alat kelamin betina, disinilah terjadinya pembuahan dan berkembangnya zigot pada bunga.
  • 69.
    b. Pembuahan Ganda Terjadipada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup. 1. Perkembangan serbuk sari Serbuk sari yang jatuh di kepala putik terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.
  • 73.
    Inti buluh Sperma Buluh serbuksari HAPLOID (n) 8 nukleus haploid Megagametofit (n) Fertilisasi ganda Megaspora (n) Fertilisasi ganda menghasilkan zigot 2n dan endosperm 3n Zigot (2n) Zigot berkembang menjadi sporofit dewasa Nukleus endosperm (3n) Meiosis Megagametofit berkembang dari megaspora di dalam ovulum Sel induk megaspora (2n) DIPLOID (2n) Kepala putik Tangkai putik Ovarium Ovulum Kepala sari Tangkai sari Putik Mikrogametofit berkembang dari mikrospora di dalam kotak serbuk sari Serbuk sari Meiosis Serbuk sari (mikrogametofit (n) Serbuk sari berkecambah di kepala putik. Buluh serbuk sari tumbuh sampai mencapai megagametofit Megagametofit
  • 74.
    2. Pembentukan seltelur Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8 inti. Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah. Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet. Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan
  • 75.
    Yang tengah adalahovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri adalah sinergid. Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n). Jika terjadi pembuahan, inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji. inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n) inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)
  • 76.
    Ø Bunga Lengkap: Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx), mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium). Ø Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak memiliki kelopak. Ø Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki benang sari(androecium) dan putik (gynaecium). Ø Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari (androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium). Ø Kelamin pada Bunga Bunga banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga terdapat benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga sempurna.
  • 77.
    Ø Bunga BerkelaminTunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3 macam yaitu, 1. Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut bunga jantan (flos masculus) 2. Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga betina (flos femineus) 3. Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga mandul Ø Dasar Bunga (receptaculum) •Fungsi utama dasar bunga adalah mendukung bagian- bagian bunga •Bentuk dari dasar bunga bermacam-macam ada yang rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.
  • 80.
    Manfaat tumbuhan berbijibagi manusia Jenis tumbuhan berbiji yang dimanafaatkan bagi kepentingan manusia antara lain sebagai berikut: 1. Gandum, padi, jagung dan sagu merupakan makanan utama sebagian besar penduduk di dunia. 2. Kacang, tomat, kol, kentang, dan wortel merupakan makanan sayuran sebagai sumber serat, protein, dan vitamin. 3. Kapas dan rami sebagai bahan sandang. 4. Kayu sebagai bahan papan dan perabotan. 5. Kumis kucing, jati, mahoni, dan pinus sebagai peneduh,penyimpan air, penyerap karbon dioksida, dan sumber oksigen. 6. Berbagai jenis bunga untuk dekorasi, upacara adat dan agama, serta kosmetik