Domestikasi Domestikasi dan  introduksi spesies baru bertujuan untuk menambah jumlah jenis (diversifikasi) komoditas budidaya perairan. Spesies yang dipilih untuk domestikasi dan  introduksi tersebut memiliki potensi yang kuat sebagai kandidat komoditas budidaya perairan melalui pertimbangan biologi, ekonomi, dan pasar.
Domestikasi Spesies Domestikasi spesies adalah menjadikan spesies liar (wild species) menjadi spesies budidaya perairan. Terdapat tiga tahapan domestikasi spesies liar, yaitu 1) mempertahankan agar bisa tetap hidup (survive) dalam lingkungan budidaya perairan (wadah terbatas, lingkungan artificial dan terkontrol), 2) menjaga agar tetap bisa tumbuh, 3) mengupayakan agar bisa berkembang biak dalam lingkungan budidaya perairan
Introduksi Spesies Baru Introduksi spesies baru adalah mendatangkan spesies budidaya perairan dari kawasan lain untuk meningkatkan jumlah jenis komoditas dan perbaikan genetis. Tujuan introduksi spesies baru adalah untuk meningkatkan produksi budidaya perairan, mendatangkan biota ikan hias dan biota sebagai filter biologis.  Beberapa pertimbangan untuk introduksi spesies baru adalah
Lanjutan Spesies yang diintroduksikan hendaknya sesuai dengan kebutuhan. Tidak menyaingi spesies  native  yang bernilai ekonomis. Tidak terjadi kawin silang dengan spesies native sehingga menghasilkan hibrid yang tidak dikehendaki. Spesies yang diintroduksikan tidak ditunggangi oleh hama, perasit, atau penyakit yang mungkin dapat menyerang spesies native, dan  Spesies yang diintroduksikan dapat hidup dan berkembang biak dalam ­keseimbangan dengan lingkungan barunya.
SUMBER DAYA AIR   Sumber daya air yang memenuhi  persyaratan serta sistem budidaya perairan yang memenuhi merupakan dua faktor yang saling terkait dan sangat berperan dalam kesuksesan kegiatan budidaya perairan.  Ketersediaan air secara kuantitatif maupun kualitatif merupakan prasyarat untuk bisa berlangsungnya kegiatan budidaya perairan. Berdasarkan kadar garamnya (salinitas), perairan di permukaan bumi dibagi menjadi tiga golongan yaitu, air tawar, air payau. Air tawar memiliki salinitas 0-5 ppt ( part per thousand ), air payau 6-29 ppt, dan air laut 30-35 ppt.
Perairan Tawar Perairan tawar terdapat di daratan mulai dari pegunungan, perbukitan hingga dataran rendah di dekat pantai. Perairan tawar di  permukaan bumi bisa berupa waduk, danau, situ, sungai, saluran irigasi, mata air, sumur dan air hujan.  Bentuk perairan tawar tersebut dapat dikelompokkan menjadi 1) aliran yang terdiri dari sungai dan saluran irigasi, 2) genangan yang terdiri dari danau, waduk, dan situ, dan 3) curahan yang berupa mata air, air sumur (air tanah) dan air hujan.
a. Perairan berbentuk aliran: sungai dan saluran irigasi Sungai adalah aliran air di permukaan bumi yang terjadi secara alamiah, bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.  Berbeda dengan sungai, saluran irigasi merupakan aliran air di permukaan bumi yang terjadi bukan secara alamiah, melainkan sengaja dibuat manusia untuk keperluan tertentu. Aliran air diarahkan untuk berbagai keperluan, antara lain pertanian / perkebunan, perikanan, perkotaan dan sebagainya.
b. Genangan: danau, waduk dan situ Danau adalah genangan air di permukaan bumi yang terjadi secara alamiah. Cekungan yang terbentuk secara alamiah di permukaan bumi terisi oleh air yang berasal dari mata air, sungai, atau hujan. Danau terdapat di pegunungan, perbukitan, dataran rendah, dan dataran tinggi. Danau yang terdapat di pegunungan dan perbukitan umumnya memiliki air yang jernih dan msikin unsur hara sehingga memiliki kandungan fitoplankton yang sedikit.  Danau yang yang tidak subur ini disebut  oligotofik,  sedangkan danau yang subur disebut  eutrofik  dan yang sedang-sedang saja disebut  mesotrofik .
Lanjutan Waduk adalah danau buatan ( man made lake ) yang dibangun dengan cara membendung sungai dengan dam (bendungan). Dengan adanya dam yang menahan aliran air sungai tersebut terjadilah penggenangan ( inundasi ) sepadan sungai ( watershed ) dan daerah tangkapan hujan ( catchment area ) di sekitarnya sehingga sungai menjadi sangat melebar dan berubah jadi danau ( stagnant ).
Lanjutan Situ adalah danau atau waduk yang berukuran relatif kecil, baik luasan, kedalaman, maupun volume airnya. Kata Situ diadopsi dari Bahasa Sunda yang arti sesungguhnya adalah danau.
c.  Curahan: mata air, air sumur, air hujan. Mata air adalah air tanah yang keluar dari perut bumi. Aliran air bawah tanah tersebut merupakan kumpulan dari rembesan air di dalam tanah dan muncul ke permukaan bumi sebagai mata air. Mata air umumnya jernih dan unsur hara yang dikandungnya tergantung pada jenis batuan yang terdapat di aliran air bawah tanah tersebut. Mata air yang keluar dari permukaan bumi kemudian mengalir membentuk aliran sungai kecil dan masuk ke aliran sungai besar bersama aliran sungai kecil lainnya dan bermuara ke hilir pantai.
Lanjutan Air sumur diperoleh dengan menggali tanah hingga kedalaman tertentu. Pada kedalaman tersebut, penggalian tanah bisa mencapa/mengenai aliran air/sungai bawah tanah. Akibat tekanan air dari sungai bawah tanah tersebut, massa air bisa bergerak ke atas mengisi rongga dasar sumur sehingga menjadi sediaan (tandon) air.
Lanjutan Air hujan berasal dari presivitasi uap air di udara. Uap air tersebut berasal dari evaporasi dan transpirasi permukaan bumi akibat adanya sinar matahari. Uap air yang melayang-layang tersebut selanjutnya bersatu dan berkumpul sehingga memiliki bobot yang cukup untuk jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Di permukaan bumi, curahan hujan tersebut sebagian meresap ke dalam tanah ( infiltrasi ) dan sebagian lagi mengalir ( perkolasi ) membentuk sungai dan menggenang membentuk danau.
Perairan Payau Perairan payau berlokasi di muara sungai  dan pantai tempat terjadinya transisi dari kodisi air tawar ke kondisi air asin. Selain muara sungai dan pantai, air payau juga bisa ditemukan di rawa dekat pantai dan memiliki akses ke laut dan paluh. Air payau memiliki salinitas dengan kisaran yang sangat lebar, yakni berkisar antara 6 – 29 ppt.
Perairan Laut Perairan laut adalah perairan yang berada di laut dan memiliki kadar garam berkisar antara 30 –35 ppt. Perairan laut dapat dikelompokan berdasarkan beberapa kriteria. Berdasarlan kedalaman, perairan dangkal ( shallow sea ) <30 m dan laut dalam ( deep sea ) >30 m. Berdasarkan keterlindungannya, perairan laut bisa dikelompokkan menjadi laut terbuka / laut lepas ( open sea/off shore ) dan laut terlindung berupa teluk, selat, dan shallow sea.

Domestikasi

  • 1.
    Domestikasi Domestikasi dan introduksi spesies baru bertujuan untuk menambah jumlah jenis (diversifikasi) komoditas budidaya perairan. Spesies yang dipilih untuk domestikasi dan introduksi tersebut memiliki potensi yang kuat sebagai kandidat komoditas budidaya perairan melalui pertimbangan biologi, ekonomi, dan pasar.
  • 2.
    Domestikasi Spesies Domestikasispesies adalah menjadikan spesies liar (wild species) menjadi spesies budidaya perairan. Terdapat tiga tahapan domestikasi spesies liar, yaitu 1) mempertahankan agar bisa tetap hidup (survive) dalam lingkungan budidaya perairan (wadah terbatas, lingkungan artificial dan terkontrol), 2) menjaga agar tetap bisa tumbuh, 3) mengupayakan agar bisa berkembang biak dalam lingkungan budidaya perairan
  • 3.
    Introduksi Spesies BaruIntroduksi spesies baru adalah mendatangkan spesies budidaya perairan dari kawasan lain untuk meningkatkan jumlah jenis komoditas dan perbaikan genetis. Tujuan introduksi spesies baru adalah untuk meningkatkan produksi budidaya perairan, mendatangkan biota ikan hias dan biota sebagai filter biologis. Beberapa pertimbangan untuk introduksi spesies baru adalah
  • 4.
    Lanjutan Spesies yangdiintroduksikan hendaknya sesuai dengan kebutuhan. Tidak menyaingi spesies native yang bernilai ekonomis. Tidak terjadi kawin silang dengan spesies native sehingga menghasilkan hibrid yang tidak dikehendaki. Spesies yang diintroduksikan tidak ditunggangi oleh hama, perasit, atau penyakit yang mungkin dapat menyerang spesies native, dan Spesies yang diintroduksikan dapat hidup dan berkembang biak dalam ­keseimbangan dengan lingkungan barunya.
  • 5.
    SUMBER DAYA AIR Sumber daya air yang memenuhi persyaratan serta sistem budidaya perairan yang memenuhi merupakan dua faktor yang saling terkait dan sangat berperan dalam kesuksesan kegiatan budidaya perairan. Ketersediaan air secara kuantitatif maupun kualitatif merupakan prasyarat untuk bisa berlangsungnya kegiatan budidaya perairan. Berdasarkan kadar garamnya (salinitas), perairan di permukaan bumi dibagi menjadi tiga golongan yaitu, air tawar, air payau. Air tawar memiliki salinitas 0-5 ppt ( part per thousand ), air payau 6-29 ppt, dan air laut 30-35 ppt.
  • 6.
    Perairan Tawar Perairantawar terdapat di daratan mulai dari pegunungan, perbukitan hingga dataran rendah di dekat pantai. Perairan tawar di permukaan bumi bisa berupa waduk, danau, situ, sungai, saluran irigasi, mata air, sumur dan air hujan. Bentuk perairan tawar tersebut dapat dikelompokkan menjadi 1) aliran yang terdiri dari sungai dan saluran irigasi, 2) genangan yang terdiri dari danau, waduk, dan situ, dan 3) curahan yang berupa mata air, air sumur (air tanah) dan air hujan.
  • 7.
    a. Perairan berbentukaliran: sungai dan saluran irigasi Sungai adalah aliran air di permukaan bumi yang terjadi secara alamiah, bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Berbeda dengan sungai, saluran irigasi merupakan aliran air di permukaan bumi yang terjadi bukan secara alamiah, melainkan sengaja dibuat manusia untuk keperluan tertentu. Aliran air diarahkan untuk berbagai keperluan, antara lain pertanian / perkebunan, perikanan, perkotaan dan sebagainya.
  • 8.
    b. Genangan: danau,waduk dan situ Danau adalah genangan air di permukaan bumi yang terjadi secara alamiah. Cekungan yang terbentuk secara alamiah di permukaan bumi terisi oleh air yang berasal dari mata air, sungai, atau hujan. Danau terdapat di pegunungan, perbukitan, dataran rendah, dan dataran tinggi. Danau yang terdapat di pegunungan dan perbukitan umumnya memiliki air yang jernih dan msikin unsur hara sehingga memiliki kandungan fitoplankton yang sedikit. Danau yang yang tidak subur ini disebut oligotofik, sedangkan danau yang subur disebut eutrofik dan yang sedang-sedang saja disebut mesotrofik .
  • 9.
    Lanjutan Waduk adalahdanau buatan ( man made lake ) yang dibangun dengan cara membendung sungai dengan dam (bendungan). Dengan adanya dam yang menahan aliran air sungai tersebut terjadilah penggenangan ( inundasi ) sepadan sungai ( watershed ) dan daerah tangkapan hujan ( catchment area ) di sekitarnya sehingga sungai menjadi sangat melebar dan berubah jadi danau ( stagnant ).
  • 10.
    Lanjutan Situ adalahdanau atau waduk yang berukuran relatif kecil, baik luasan, kedalaman, maupun volume airnya. Kata Situ diadopsi dari Bahasa Sunda yang arti sesungguhnya adalah danau.
  • 11.
    c. Curahan:mata air, air sumur, air hujan. Mata air adalah air tanah yang keluar dari perut bumi. Aliran air bawah tanah tersebut merupakan kumpulan dari rembesan air di dalam tanah dan muncul ke permukaan bumi sebagai mata air. Mata air umumnya jernih dan unsur hara yang dikandungnya tergantung pada jenis batuan yang terdapat di aliran air bawah tanah tersebut. Mata air yang keluar dari permukaan bumi kemudian mengalir membentuk aliran sungai kecil dan masuk ke aliran sungai besar bersama aliran sungai kecil lainnya dan bermuara ke hilir pantai.
  • 12.
    Lanjutan Air sumurdiperoleh dengan menggali tanah hingga kedalaman tertentu. Pada kedalaman tersebut, penggalian tanah bisa mencapa/mengenai aliran air/sungai bawah tanah. Akibat tekanan air dari sungai bawah tanah tersebut, massa air bisa bergerak ke atas mengisi rongga dasar sumur sehingga menjadi sediaan (tandon) air.
  • 13.
    Lanjutan Air hujanberasal dari presivitasi uap air di udara. Uap air tersebut berasal dari evaporasi dan transpirasi permukaan bumi akibat adanya sinar matahari. Uap air yang melayang-layang tersebut selanjutnya bersatu dan berkumpul sehingga memiliki bobot yang cukup untuk jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Di permukaan bumi, curahan hujan tersebut sebagian meresap ke dalam tanah ( infiltrasi ) dan sebagian lagi mengalir ( perkolasi ) membentuk sungai dan menggenang membentuk danau.
  • 14.
    Perairan Payau Perairanpayau berlokasi di muara sungai dan pantai tempat terjadinya transisi dari kodisi air tawar ke kondisi air asin. Selain muara sungai dan pantai, air payau juga bisa ditemukan di rawa dekat pantai dan memiliki akses ke laut dan paluh. Air payau memiliki salinitas dengan kisaran yang sangat lebar, yakni berkisar antara 6 – 29 ppt.
  • 15.
    Perairan Laut Perairanlaut adalah perairan yang berada di laut dan memiliki kadar garam berkisar antara 30 –35 ppt. Perairan laut dapat dikelompokan berdasarkan beberapa kriteria. Berdasarlan kedalaman, perairan dangkal ( shallow sea ) <30 m dan laut dalam ( deep sea ) >30 m. Berdasarkan keterlindungannya, perairan laut bisa dikelompokkan menjadi laut terbuka / laut lepas ( open sea/off shore ) dan laut terlindung berupa teluk, selat, dan shallow sea.