DNA
MUHAMAD NUR KHOLIS
RANI WAHYUNINGSIH
Sebagai substansi hereditas, dikenal 2 asam
nukleat yaitu :
1. DNA (Deoxiribo Nucleic Acid).
2. RNA (Ribo Nucleic Acid).
PEWARISAN PADA TINGKAT SEL
DAN MOLEKUL
Asam Nukleat
 Merupakan rantai POLINUKLEOTIDA, yaitu : Makromolekul yang tersusun
oleh molekul yang lebih sederhana yang disebut Nukleotida
 Nukleotida merupakan molekul yang tersusun atas :
 satu gula,
 satu basa, dan
 satu fosfat.
 Nukleosida adalah kombinasi suatu gula pentosa yang dihubungkan dengan
basa purin atau pirimidin melalui ikatan C - N
DNA
Sejarah
 DNA diisolir oleh F. Miescher (1869) dari sel spermatozoa dan dari
nukleus sel-sel darah merah burung. menamakannya NUKLEIN.
 Dalam tahun 1880 Fischer dapat mengenal adanya zat-zat pirimidin dan
purin di dalam asam nukleat,
 Kossel menemukan 2 pirimidin yaitu Sitosin dan Timin, dan 2 purin
yaitu Adenin dan Guanin
 Levine (1910) ahli dari Rusia mengenal 5 karbon ribose dan
menemukan gula deoksiribose di dalam asam nukleat
 Chargraff (1947) membuktikan bahwa DNA terdiri dari basa purin dan
pirimidin dan bahwa Adenin dan Timin terdapat dalam proporsi yang
sama, begitu pula Sitosin dan Guanin.
 Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan DNA
(deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang
tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap
organisme.
 Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.
 DNA berperan sebagai materi genetik.
 DNA menyimpan kode genetik untuk aktivitas sel.
 DNA tergolong polinukleotida dengan monomer yang
disebut nukleotida.
 DNA terdiri dari tiga komponen utama, yaitu gugus fosfat,
gula deoksiribosa, dan basa nitrogen.
Stuktur DNA
DNA tersusun dari banyak sekali Nukleotida.
Satu nukleotida terdiri dari:
1. Satu molekul gula (dalam hal ini adalah "deoksiribosa" )
2. Satu molekul fosfat.
3. Satu molekul basa nitrogen
4. Satu molekul gula dan satu molekul basa disebut Nukleosida
 Rantai DNA memiliki lebar 20 Å
 Panjang satu unit nukleotida 3,4 Å.
 DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang terangkai seperti rantai.
 Struktur untai komplementer DNA menunjukkan pasangan basa
(adenin dengan timin dan guanin dengan sitosin) yang membentuk
DNA beruntai ganda.
 DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks
ganda.
 Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen
antara basa-basa yang terdapat pada kedua untai tersebut.
Basa Pirimidin
 Turunan senyawa heterosiklik pirimidin
 Basa pirimidin dalam DNA adalah timin dan sitosin
 Sedangkan dalam RNA adalah urasil dan sitosin
 Ketiga jenis basa ini berbeda dalam tipe dan posisi gugus kimia yang
terikat pada cincin:
• Timin adalah: 5 metil-2,4-dioksipirimidin
• Sitosin adalah: 2-oksi-4-aminopirimidin
• Urasil adalah: 2,4-dioksipirimidin
Struktur kimia dari ketiga jenis basa
Pirimidin
Basa purin
 Turunan senyawa cincin fusi purin
 Basa purin yang terdapat dalam DNA dan RNA adalahadenin
dan guanin
 Keduanya berbeda dalam tipe dan posisi gugus kimia yang
terikat pada cincin purin:
• Adenin adalah: 6-aminopurine
• Guanin adalah: 6-oksi-2-aminopurin
Struktur kimia dari kedua basa purin
Basa Nitrogen pada DNA
1. ADENIN
 Adenin adalah molekul organik yang ditemukan
dalam DNA, asam ribonukleat (dikenal sebagai
RNA) dan adenosine trifosfat
 Merupakan purin, cincin 6-anggota yang berikatan
dengan 5 anggota cincin pirimidin.
 Dalam DNA, ikatan ini dengan timin, membuat
struktur yang akrab disebut double-helix.
2. GUANIN
 Guanin adalah basa purin ditemukan di kedua DNAdan
RNA
 Berikatan eksklusif dengan sitosin membentuk
ribonukleosida
 Disebut guanosin atau deoksiribosa membentuk
deoxyguanosine.
 Senyawa ini dapat ditemukan sebagai bagian dari struktur
membran sitoplasma.
 Dapat ditemukan juga dalam guanosin trifosfat, GTP.
 Membantu dalam proses seluler seperti regulasi
pertumbuhan, transduksi sinyal, dan transportasi protein.
3. TIMIN
 Timin adalah basa pirimidin ditemukan dalam DNA.
 Berikatan dengan adenin.
 Ketika dikombinasikan dengan deoksiribosa, ia
menciptakan thymadine nukleosida
 Terlibat dalam transfer dan preservasi dan informasi
genetik.
 Timin juga terlibat dalam biosintesis.
 Timin juga dapat terikat dengan fosfat untuk membuat
monofosfat, difosfat atau trifosfat.
4. SITOSIN
 Sitosin adalah basa nitrogen berbentuk piramida
 Berikatan dengan guanin di RNA dan DNA
sebagai nukleotida
 Sebagai bagian dari kode genetik.
 Tidak stabil dan dapat berubah menjadi urasil.
 Hal ini juga dapat ditemukan dalam senyawa
fosfat.
 Sitosin Trifosfat dapat berfungsi sebagai co-
enzim.
 Sitosin dapat mengubah adenosin difosfat, atau
ADP, menjadi adenosin trifosfat, ATP dengan
mentransfer fosfat.
Ikatan Hidrogen pada Basa Nitrogen
 Pasangan basa adalah 2 nukleotida yang ada dalam DNA ataupun RNAsaling
komplementer.
 Pasangan basa dihubungkan oleh ikatan hidrogen (gaya tarik).
 Pada DNA, basa nitrogen adenin berpasangan dengan timin dan guanin berpasangan
dengan sitosin.
 Pada RNA, timin diganti dengan urasil.
 Atom nitrogen merupakan dasar bagi basa untuk berpasangan.
 Setiap nitrogen (N) mempunyai sepasang elektron dengan muatan negatif sehingga terjadi
tarik menarik ke atom hidrogen (H) dengan muatan positif.
Ditinjau dari struktur nya;
 Adenin berikatan dengan timin (A – T) berupa ikatan hidrogen rangkapdua,
karena terdapat 2 gugus N dan H pada adenin yang juga berdekatan
dengan gugus H dan O pada timin.
 Guanin berikatan dengan sitosin (G – S) dengan ikatan hidrogen rangkap
tiga karena terdapat gugus 2 N dan 1 O pada guanin yang berdekatan
dengan gugus H, N dan O pada sitosin, sehingga terjadi interaksi antar
gugus guanin dan sitosin yang lebih kuat dibandingkan dengan ikatanA – T
.
Struktur Gula Penyusun DNA
Gula pada DNA adalah gula
pentosa (berkarbon lima),
yaitu 2-deoksiribosa.
 Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yangberselang-
seling.
 Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara
atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula
lainnya.
Penamaan DNA
 Polinukleotida terbentuk akibat Ikatan yang terjadi antara gugus fosfat pada nukleotida
dengan atom karbon nomor 3 atau 5 pada gula deoksiribosa pada nukleotida lainnya
(ikatan fosfodiester).
 Polinukleotida yang terbentuk memiliki arah yang dikenal dengan polaritas, yaitu dari 5
ke 3 atau dari atas ke bawah.
 Angka 5 dan 3 tersebut merupakan angka pada penomoran atom karbon pada gula
deoksiribosa.
 Polimerase menambahkan nukleotida baru ke bagian bawah untai, yang kita sebut
ujung 3′ dan bagian atas untai disebut ujung 5′.
 Penamaan ujung 3’ dan ujung 5’ berasal dari gugus fosfat yang menempel padakarbon
ketiga atau kelima gula deoksiribosa
Penamaan DNA
Perbedaan Gen dengan DNA
 Gen adalah bagian tertentu dari DNA.
 Molekul DNA memiliki dua rantai panjang nukleotida, sementaragen
mewakili wilayah tertentu dari rantai nukleotida.
 Dalam sel, DNA diatur dalam struktur yang disebutkromosom.
 Genom manusia terdiri lebih dari 20.000 gen. Setiap sel manusia memiliki
46 DNA beruntai ganda. Oleh karena itu, jumlah gen lebih tinggi dari pada
DNA dalam satu sel.
 Gen menentukan satu atau beberapa ciri sementara DNAmenentukan
banyak sifat.
 Ketika DNA bereplikasi, gen juga meniru dengan itu.
Mengapa DNA disebut Asam?
 Gugus fosfat adalah penentu sifat asam pada asam nukleat
 Gugus fosfat pada struktur asam nukleat menyumbangkan sifat asam
yang pada keadaan netral akan mudah melepaskan proton H+ (pada
keadaan tertentu, fosfat akan bermuatan 4-).
 Pada keadaan netral, ia akan sangat mudah melepaskan protonnya.
Semakin mudah melepaskan protonnya, sifatnya semakin asam sehingga
disebut juga sebagai anion asam kuat.

DNA

  • 1.
  • 2.
    Sebagai substansi hereditas,dikenal 2 asam nukleat yaitu : 1. DNA (Deoxiribo Nucleic Acid). 2. RNA (Ribo Nucleic Acid). PEWARISAN PADA TINGKAT SEL DAN MOLEKUL
  • 3.
    Asam Nukleat  Merupakanrantai POLINUKLEOTIDA, yaitu : Makromolekul yang tersusun oleh molekul yang lebih sederhana yang disebut Nukleotida  Nukleotida merupakan molekul yang tersusun atas :  satu gula,  satu basa, dan  satu fosfat.  Nukleosida adalah kombinasi suatu gula pentosa yang dihubungkan dengan basa purin atau pirimidin melalui ikatan C - N
  • 4.
    DNA Sejarah  DNA diisoliroleh F. Miescher (1869) dari sel spermatozoa dan dari nukleus sel-sel darah merah burung. menamakannya NUKLEIN.  Dalam tahun 1880 Fischer dapat mengenal adanya zat-zat pirimidin dan purin di dalam asam nukleat,  Kossel menemukan 2 pirimidin yaitu Sitosin dan Timin, dan 2 purin yaitu Adenin dan Guanin  Levine (1910) ahli dari Rusia mengenal 5 karbon ribose dan menemukan gula deoksiribose di dalam asam nukleat  Chargraff (1947) membuktikan bahwa DNA terdiri dari basa purin dan pirimidin dan bahwa Adenin dan Timin terdapat dalam proporsi yang sama, begitu pula Sitosin dan Guanin.
  • 5.
     Asam deoksiribonukleat,lebih dikenal dengan DNA (deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme.  Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.  DNA berperan sebagai materi genetik.  DNA menyimpan kode genetik untuk aktivitas sel.  DNA tergolong polinukleotida dengan monomer yang disebut nukleotida.  DNA terdiri dari tiga komponen utama, yaitu gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen.
  • 6.
    Stuktur DNA DNA tersusundari banyak sekali Nukleotida. Satu nukleotida terdiri dari: 1. Satu molekul gula (dalam hal ini adalah "deoksiribosa" ) 2. Satu molekul fosfat. 3. Satu molekul basa nitrogen 4. Satu molekul gula dan satu molekul basa disebut Nukleosida  Rantai DNA memiliki lebar 20 Å  Panjang satu unit nukleotida 3,4 Å.  DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang terangkai seperti rantai.  Struktur untai komplementer DNA menunjukkan pasangan basa (adenin dengan timin dan guanin dengan sitosin) yang membentuk DNA beruntai ganda.  DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda.  Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen antara basa-basa yang terdapat pada kedua untai tersebut.
  • 7.
    Basa Pirimidin  Turunansenyawa heterosiklik pirimidin  Basa pirimidin dalam DNA adalah timin dan sitosin  Sedangkan dalam RNA adalah urasil dan sitosin  Ketiga jenis basa ini berbeda dalam tipe dan posisi gugus kimia yang terikat pada cincin: • Timin adalah: 5 metil-2,4-dioksipirimidin • Sitosin adalah: 2-oksi-4-aminopirimidin • Urasil adalah: 2,4-dioksipirimidin
  • 8.
    Struktur kimia dariketiga jenis basa Pirimidin
  • 9.
    Basa purin  Turunansenyawa cincin fusi purin  Basa purin yang terdapat dalam DNA dan RNA adalahadenin dan guanin  Keduanya berbeda dalam tipe dan posisi gugus kimia yang terikat pada cincin purin: • Adenin adalah: 6-aminopurine • Guanin adalah: 6-oksi-2-aminopurin
  • 10.
    Struktur kimia darikedua basa purin
  • 11.
    Basa Nitrogen padaDNA 1. ADENIN  Adenin adalah molekul organik yang ditemukan dalam DNA, asam ribonukleat (dikenal sebagai RNA) dan adenosine trifosfat  Merupakan purin, cincin 6-anggota yang berikatan dengan 5 anggota cincin pirimidin.  Dalam DNA, ikatan ini dengan timin, membuat struktur yang akrab disebut double-helix.
  • 12.
    2. GUANIN  Guaninadalah basa purin ditemukan di kedua DNAdan RNA  Berikatan eksklusif dengan sitosin membentuk ribonukleosida  Disebut guanosin atau deoksiribosa membentuk deoxyguanosine.  Senyawa ini dapat ditemukan sebagai bagian dari struktur membran sitoplasma.  Dapat ditemukan juga dalam guanosin trifosfat, GTP.  Membantu dalam proses seluler seperti regulasi pertumbuhan, transduksi sinyal, dan transportasi protein.
  • 13.
    3. TIMIN  Timinadalah basa pirimidin ditemukan dalam DNA.  Berikatan dengan adenin.  Ketika dikombinasikan dengan deoksiribosa, ia menciptakan thymadine nukleosida  Terlibat dalam transfer dan preservasi dan informasi genetik.  Timin juga terlibat dalam biosintesis.  Timin juga dapat terikat dengan fosfat untuk membuat monofosfat, difosfat atau trifosfat.
  • 14.
    4. SITOSIN  Sitosinadalah basa nitrogen berbentuk piramida  Berikatan dengan guanin di RNA dan DNA sebagai nukleotida  Sebagai bagian dari kode genetik.  Tidak stabil dan dapat berubah menjadi urasil.  Hal ini juga dapat ditemukan dalam senyawa fosfat.  Sitosin Trifosfat dapat berfungsi sebagai co- enzim.  Sitosin dapat mengubah adenosin difosfat, atau ADP, menjadi adenosin trifosfat, ATP dengan mentransfer fosfat.
  • 15.
    Ikatan Hidrogen padaBasa Nitrogen  Pasangan basa adalah 2 nukleotida yang ada dalam DNA ataupun RNAsaling komplementer.  Pasangan basa dihubungkan oleh ikatan hidrogen (gaya tarik).  Pada DNA, basa nitrogen adenin berpasangan dengan timin dan guanin berpasangan dengan sitosin.  Pada RNA, timin diganti dengan urasil.  Atom nitrogen merupakan dasar bagi basa untuk berpasangan.  Setiap nitrogen (N) mempunyai sepasang elektron dengan muatan negatif sehingga terjadi tarik menarik ke atom hidrogen (H) dengan muatan positif.
  • 16.
    Ditinjau dari strukturnya;  Adenin berikatan dengan timin (A – T) berupa ikatan hidrogen rangkapdua, karena terdapat 2 gugus N dan H pada adenin yang juga berdekatan dengan gugus H dan O pada timin.  Guanin berikatan dengan sitosin (G – S) dengan ikatan hidrogen rangkap tiga karena terdapat gugus 2 N dan 1 O pada guanin yang berdekatan dengan gugus H, N dan O pada sitosin, sehingga terjadi interaksi antar gugus guanin dan sitosin yang lebih kuat dibandingkan dengan ikatanA – T .
  • 17.
    Struktur Gula PenyusunDNA Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa.
  • 18.
     Rangka utamauntai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yangberselang- seling.  Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya.
  • 19.
    Penamaan DNA  Polinukleotidaterbentuk akibat Ikatan yang terjadi antara gugus fosfat pada nukleotida dengan atom karbon nomor 3 atau 5 pada gula deoksiribosa pada nukleotida lainnya (ikatan fosfodiester).  Polinukleotida yang terbentuk memiliki arah yang dikenal dengan polaritas, yaitu dari 5 ke 3 atau dari atas ke bawah.  Angka 5 dan 3 tersebut merupakan angka pada penomoran atom karbon pada gula deoksiribosa.  Polimerase menambahkan nukleotida baru ke bagian bawah untai, yang kita sebut ujung 3′ dan bagian atas untai disebut ujung 5′.  Penamaan ujung 3’ dan ujung 5’ berasal dari gugus fosfat yang menempel padakarbon ketiga atau kelima gula deoksiribosa
  • 20.
  • 21.
    Perbedaan Gen denganDNA  Gen adalah bagian tertentu dari DNA.  Molekul DNA memiliki dua rantai panjang nukleotida, sementaragen mewakili wilayah tertentu dari rantai nukleotida.  Dalam sel, DNA diatur dalam struktur yang disebutkromosom.  Genom manusia terdiri lebih dari 20.000 gen. Setiap sel manusia memiliki 46 DNA beruntai ganda. Oleh karena itu, jumlah gen lebih tinggi dari pada DNA dalam satu sel.  Gen menentukan satu atau beberapa ciri sementara DNAmenentukan banyak sifat.  Ketika DNA bereplikasi, gen juga meniru dengan itu.
  • 22.
    Mengapa DNA disebutAsam?  Gugus fosfat adalah penentu sifat asam pada asam nukleat  Gugus fosfat pada struktur asam nukleat menyumbangkan sifat asam yang pada keadaan netral akan mudah melepaskan proton H+ (pada keadaan tertentu, fosfat akan bermuatan 4-).  Pada keadaan netral, ia akan sangat mudah melepaskan protonnya. Semakin mudah melepaskan protonnya, sifatnya semakin asam sehingga disebut juga sebagai anion asam kuat.