Disusun Oleh :
Afif Ma’rufi
Ananda Istiqomah
Dwi Vita Auliasari
Imam Hanafi
Lailatus Syarifah
Millatul Hanifiyah
Nur Rohman Fatihin
Tasya Ainun Jannah
Khoirunnisa
BIOLOGI
Gen adalah unit hereditas suatu organisme hidup. Gen ini
di kode dalam material genetik organisme, yang kita kenal
sebagai molekul DNA atau RNA pada beberapa virus, dan
ekspresinya dipengaruhi oleh lingkungn internal atau
eksternal seperti perkembangan fisik atau perilaku dari
organisme itu.
Gen tersusun atas daerah urutan basa nukleotida baik
yang mengkode suatu informasi genetik (coding-gene region
as exon) dan juga daerah yang tidak mengkode informasi
genetik (non-coding-gene region as intron), hal ini penting
untuk pembentukan suatu protein yang fungsinya diperlukan
ditingkat sel, jaringan, organ atau organisme secara
keseluruhan.
Molekul DNA membawa informasi hereditas dari sel dan
komponen protein (molekul-molekul histon) dari kromosom
mempunyai fungsi penting dalan pengemasan dan
pengontrolan molekul DNA yang sangat panjang sehingga
dapat muat di dalam nucleus dan mudah diakses ketika
dibutuhkan. Selama reproduksi, jumlah kromosom yang
haploid dan material genetik DNA hanya separuh dari
masing-masing parenal, dan disebut sebagai genom.
Tempat gen dalam kromosom adalah locus. Gen – gen
yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromosom
homolog adalah alel. Pasangan kromosom yang sama baik
bentuk, ukuran, jumlah, ataupun jenis gen yang
dikandungnya adalah kromosom homolog.
ASAM NUKLEAT
Polimer berbentuk rangkaian nukleotida, yang antara
jalurnya, dihubungkan oleh pasangan basa – basa nitrogen
melalui ikatan hidrogen yang sifatnya lemah (mudah lepas).
 Substansi : pembawa sifat
 Macam – macam :
a. DNA
b. RNA
 Penyusun
Polinukleotida
Pospat
Gula
Pentosa
Basa
Nitrogen
DNA adalah suatu polimer yang disusun oleh unit – unit nukleotida yang
tersusun berulang – ulang.
Ukuran DNA
• Panjang : beberapa milyun nm
• Diameter : 2 nm
• Bobot : 2x 10-9 sampai 10,36x 10-9 mg/nuleus/sel.
Suatu Nukleotida tersusun atas :
• Gula deoksiribosa (satu molekul gula)
• Basa nitrogen
 Basa purin : Adenin (A) dan Guanin (G)
 Basa primidin : Cytosin(C), Timin (T), dan Urasil (U)
 DNA mengandung A, G, C, dan T
 RNA mengandung A, G, C, dan U
• Asam fosfat
Dapat berjumlah satu (mono), dua (di), dan tiga (tri).
Struktur DNA
Satu molekul gula dan satu molekul basa disebut
“nukleosida”.
Ketentuan chargaff menyatakan bahwa perbandingan A/T
dan S/G selalu mendekati satu.
Watson dan crick berpendapat bahwa struktur DNA “double
helix” hasalnya dapat stabil, apabila basa adenin dari satu pita
berpasangan dengan basa timin dari pita pasangannya, dan
basa sitosin berpasangan dengan basa guanin. Pasangan
adenin dan timin dihubungkan oleh 2 atom H, sedangkan basa
sitosin dan guanin dihubungkan dengan 3 atom H.
Model DNA double helix berupa “pita spital yang saling
berpilin.”
Sebuah nukleotida selalu memiliki ujung 3’ – OH dan 5’P,
sehingga dalam “double helix” menurut model Watson-Crick
terdapat satu buah pita dengan arah 3’ – 5’, sedangkan pita
pasangannya 5’-3’.
Bentuk skematik double-helix DNA Rumus bangun kimia basa nitrogen
Struktur DNA
 Gugus gula posfat
Kerangka dari molekul dan terdapat pada bagian luar.
 Basa nitrogen
Untaian nukleotida berikatan pada basa nitrogen
untaian lain.
Ikatan antara basa nitrogen adalah “ikatan hidrogen”.
 Basa nitrogen purin akan berikatan dengan basa nitrogen
primidin.
 G (Guanin) akan selalu berikatan dengan C (Cytosin).
 A (Adenin) akan selalu berikatan dengan T (Timin).
Fungsi DNA
Mewarisi informasi genetika dari generasi ke generasi.
Sintesis protein.
Repliksi DNA
Prosesnya :
1. Ikatan hidrogen antara basa – basa terhidrolisis oleh
enzim helikase, lalu terjadi pemisahan pasangan dua
pita DNA.
2. Masing – masing pita DNA induk mempersiapkan diri
sebagai cetakan (template) dan menentukan urutan
nukleotida yang akan disusun sepanjang rantai.
Komponen yang dikatalisir oleh enzim DNA
polimerase.
3. Nukleotida – nukleotida akan dihubungkan satu sama
lain membentuk kerangka guka fosfat untuk pita DNA
yang baru. Setiap kembaran pita molekul DNA yang
baru akan terdiri atas satu pita induk dan satu pita
komplemen yang baru.
REPLIKASI DNA
DNA baru
DNA lama
DNA baru
DNA baru
DNA baru
DNA baru
DNA lama
DNA lama
DNA lama
DNA lama
Konservatif
Semi-konservatif
Dispersif
RNA adalah suatu polimer yang disusun oleh unit – unit
nukleotida yang tersusun berulang – ulang. Molekulnya dapat
berbentuk pita tunggal atau pita ganda yang lurus.
Suatu nukleotida tersusun atas :
 Gula ribosa
 Basa nitrogen
• Purin : Adenin (A), dan Guanin (G).
• Pirimidin : Urasin (U), dan Cytosin (C).
 Asam fosfat dapat berjumlah satu (mono), dua (di), dan tiga
(tri).
Struktur RNA
Macam – macam RNA
1. RNA genetik
Hanya dimiliki oleh organisme tertentu yang tidak dimiliki
DNA. Fungsi : sebagai pewaris sifat dan sintesis protein.
2. RNA non genetik
Terdapat pada organisme yang memiliki DNA sebagai pewaris
sifat. Ada 3 macam yaitu :
a. mRNA (messenger RNA)
Dibentuk oleh DNA di nukleus, berperan membawa kode
genetika dari DNA ke ribosom.
b. rRNA (ribosom RNA)
Dibentuk oleh DNA, merupakan komponen utama ribosom.
c. tRNA (transfer RNA)
Dibentuk oleh DNA, berada dalm sitoplasma, berperan
untuk mengikat asam amino dan membawanya ke ribosom.
PEMBEDA DNA RNA
Letak Plastida
Mitokondria
Inti
Ribosom
Inti
Sitoplasma
Rantai Panjang, double helix Pendek, single helix
Fungsi Perancang sintesis
protein
Pelaksana sintesis
protein
Kadar Tetap, tidak
dipengaruhi kecepatan
sintesis protein
Berubah, dipengaruhi
kecepatan sintesis
protein
Komponen
Phosphat
Gula pentosa
Basa nitrogen
PO4²̄
Deoksiribosa
Purin
Adenin (A)
Guanin (G)
Pirimidin
Cytosin (C)
Timin (T)
PO4²̄
Ribosa
Purin
Adenin (A)
Guanin (G)
Pirimidin
Cytosin (C)
Urasil
Pengertian gen, dna & rna
Pengertian gen, dna & rna

Pengertian gen, dna & rna

  • 1.
    Disusun Oleh : AfifMa’rufi Ananda Istiqomah Dwi Vita Auliasari Imam Hanafi Lailatus Syarifah Millatul Hanifiyah Nur Rohman Fatihin Tasya Ainun Jannah Khoirunnisa BIOLOGI
  • 2.
    Gen adalah unithereditas suatu organisme hidup. Gen ini di kode dalam material genetik organisme, yang kita kenal sebagai molekul DNA atau RNA pada beberapa virus, dan ekspresinya dipengaruhi oleh lingkungn internal atau eksternal seperti perkembangan fisik atau perilaku dari organisme itu. Gen tersusun atas daerah urutan basa nukleotida baik yang mengkode suatu informasi genetik (coding-gene region as exon) dan juga daerah yang tidak mengkode informasi genetik (non-coding-gene region as intron), hal ini penting untuk pembentukan suatu protein yang fungsinya diperlukan ditingkat sel, jaringan, organ atau organisme secara keseluruhan.
  • 3.
    Molekul DNA membawainformasi hereditas dari sel dan komponen protein (molekul-molekul histon) dari kromosom mempunyai fungsi penting dalan pengemasan dan pengontrolan molekul DNA yang sangat panjang sehingga dapat muat di dalam nucleus dan mudah diakses ketika dibutuhkan. Selama reproduksi, jumlah kromosom yang haploid dan material genetik DNA hanya separuh dari masing-masing parenal, dan disebut sebagai genom. Tempat gen dalam kromosom adalah locus. Gen – gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolog adalah alel. Pasangan kromosom yang sama baik bentuk, ukuran, jumlah, ataupun jenis gen yang dikandungnya adalah kromosom homolog.
  • 4.
    ASAM NUKLEAT Polimer berbentukrangkaian nukleotida, yang antara jalurnya, dihubungkan oleh pasangan basa – basa nitrogen melalui ikatan hidrogen yang sifatnya lemah (mudah lepas).  Substansi : pembawa sifat  Macam – macam : a. DNA b. RNA  Penyusun Polinukleotida Pospat Gula Pentosa Basa Nitrogen
  • 5.
    DNA adalah suatupolimer yang disusun oleh unit – unit nukleotida yang tersusun berulang – ulang. Ukuran DNA • Panjang : beberapa milyun nm • Diameter : 2 nm • Bobot : 2x 10-9 sampai 10,36x 10-9 mg/nuleus/sel. Suatu Nukleotida tersusun atas : • Gula deoksiribosa (satu molekul gula) • Basa nitrogen  Basa purin : Adenin (A) dan Guanin (G)  Basa primidin : Cytosin(C), Timin (T), dan Urasil (U)  DNA mengandung A, G, C, dan T  RNA mengandung A, G, C, dan U • Asam fosfat Dapat berjumlah satu (mono), dua (di), dan tiga (tri).
  • 6.
  • 7.
    Satu molekul guladan satu molekul basa disebut “nukleosida”. Ketentuan chargaff menyatakan bahwa perbandingan A/T dan S/G selalu mendekati satu. Watson dan crick berpendapat bahwa struktur DNA “double helix” hasalnya dapat stabil, apabila basa adenin dari satu pita berpasangan dengan basa timin dari pita pasangannya, dan basa sitosin berpasangan dengan basa guanin. Pasangan adenin dan timin dihubungkan oleh 2 atom H, sedangkan basa sitosin dan guanin dihubungkan dengan 3 atom H. Model DNA double helix berupa “pita spital yang saling berpilin.” Sebuah nukleotida selalu memiliki ujung 3’ – OH dan 5’P, sehingga dalam “double helix” menurut model Watson-Crick terdapat satu buah pita dengan arah 3’ – 5’, sedangkan pita pasangannya 5’-3’.
  • 8.
    Bentuk skematik double-helixDNA Rumus bangun kimia basa nitrogen
  • 9.
    Struktur DNA  Gugusgula posfat Kerangka dari molekul dan terdapat pada bagian luar.  Basa nitrogen Untaian nukleotida berikatan pada basa nitrogen untaian lain. Ikatan antara basa nitrogen adalah “ikatan hidrogen”.  Basa nitrogen purin akan berikatan dengan basa nitrogen primidin.  G (Guanin) akan selalu berikatan dengan C (Cytosin).  A (Adenin) akan selalu berikatan dengan T (Timin). Fungsi DNA Mewarisi informasi genetika dari generasi ke generasi. Sintesis protein.
  • 10.
    Repliksi DNA Prosesnya : 1.Ikatan hidrogen antara basa – basa terhidrolisis oleh enzim helikase, lalu terjadi pemisahan pasangan dua pita DNA. 2. Masing – masing pita DNA induk mempersiapkan diri sebagai cetakan (template) dan menentukan urutan nukleotida yang akan disusun sepanjang rantai. Komponen yang dikatalisir oleh enzim DNA polimerase. 3. Nukleotida – nukleotida akan dihubungkan satu sama lain membentuk kerangka guka fosfat untuk pita DNA yang baru. Setiap kembaran pita molekul DNA yang baru akan terdiri atas satu pita induk dan satu pita komplemen yang baru.
  • 11.
    REPLIKASI DNA DNA baru DNAlama DNA baru DNA baru DNA baru DNA baru DNA lama DNA lama DNA lama DNA lama Konservatif Semi-konservatif Dispersif
  • 12.
    RNA adalah suatupolimer yang disusun oleh unit – unit nukleotida yang tersusun berulang – ulang. Molekulnya dapat berbentuk pita tunggal atau pita ganda yang lurus. Suatu nukleotida tersusun atas :  Gula ribosa  Basa nitrogen • Purin : Adenin (A), dan Guanin (G). • Pirimidin : Urasin (U), dan Cytosin (C).  Asam fosfat dapat berjumlah satu (mono), dua (di), dan tiga (tri).
  • 13.
  • 14.
    Macam – macamRNA 1. RNA genetik Hanya dimiliki oleh organisme tertentu yang tidak dimiliki DNA. Fungsi : sebagai pewaris sifat dan sintesis protein. 2. RNA non genetik Terdapat pada organisme yang memiliki DNA sebagai pewaris sifat. Ada 3 macam yaitu : a. mRNA (messenger RNA) Dibentuk oleh DNA di nukleus, berperan membawa kode genetika dari DNA ke ribosom. b. rRNA (ribosom RNA) Dibentuk oleh DNA, merupakan komponen utama ribosom. c. tRNA (transfer RNA) Dibentuk oleh DNA, berada dalm sitoplasma, berperan untuk mengikat asam amino dan membawanya ke ribosom.
  • 15.
    PEMBEDA DNA RNA LetakPlastida Mitokondria Inti Ribosom Inti Sitoplasma Rantai Panjang, double helix Pendek, single helix Fungsi Perancang sintesis protein Pelaksana sintesis protein Kadar Tetap, tidak dipengaruhi kecepatan sintesis protein Berubah, dipengaruhi kecepatan sintesis protein Komponen Phosphat Gula pentosa Basa nitrogen PO4²̄ Deoksiribosa Purin Adenin (A) Guanin (G) Pirimidin Cytosin (C) Timin (T) PO4²̄ Ribosa Purin Adenin (A) Guanin (G) Pirimidin Cytosin (C) Urasil