Dimensi belajar Marzano (2006) on Dimensions of Learning Teacher’s Manual
Dimensi 1: Sikap dan Persepsi
Sikap dan persepsi mempengaruhi kemampuan siswa untuk belajar. Sebagai contoh, jika siswa
melihat kelas sebagai tempat yang tidak aman dan tidak teratur, mereka akan mungkin belajar
sedikit di sana. Demikian pula, jika siswa memiliki sikap negatif tentang tugas kelas, mereka
mungkin akan menempatkan sedikit usaha dalam tugas-tugas. Sebuah kunci unsur pengajaran
yang efektif, kemudian, adalah membantu siswa untuk membangun sikap positif dan persepsi
tentang kelas dan tentang belajar.
Dimensi 2: Memperoleh dan Mengintegrasikan Pengetahuan
Membantu siswa memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan baru adalah hal lain yang
penting aspek pembelajaran. Ketika siswa belajar informasi baru, mereka harus dibimbing dalam
berhubungan pengetahuan baru untuk apa yang mereka sudah tahu, mengorganisir informasi
tersebut, dan kemudian menjadikannya bagian dari jangka panjang mereka memori. Ketika siswa
memperoleh keterampilan dan proses baru, mereka harus belajar model (atau set langkah-
langkah), kemudian membentuk keterampilan atau proses untuk membuat efisien dan efektif
bagi mereka, dan, akhirnya, internalisasi atau praktek keterampilan atau proses sehingga mereka
dapat melakukan itu dengan mudah.
Dimensi 3: Perluas dan Perhalus Pengetahuan
Belajar tidak berhenti dengan memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan. Pembelajar
mengembangkan pemahaman mendalam melalui proses perpanjangan dan menyempurnakan
pengetahuan mereka (misalnya, dengan membuat perbedaan baru, membersihkan
kesalahpahaman, dan mencapai kesimpulan). Mereka secara ketat menganalisis apa mereka telah
belajar dengan menerapkan proses penalaran yang akan membantu mereka memperluas dan
memperbaiki informasi. Beberapa proses penalaran umum digunakan oleh peserta didik untuk
memperluas dan memperbaiki pengetahuan mereka adalah sebagai berikut:
• Comparing
• Classifying
• Abstracting
• Inductive reasoning
• Deductive reasoning
• Constructing support
• Analyzing errors
• Analyzing perspectives
Dimensi 4: Gunakan Pengetahuan secara bermakna
Pembelajaran yang paling efektif terjadi ketika kita menggunakan pengetahuan untuk melakukan
tugas bermakna. Sebagai contoh, kita mungkin awalnya belajar tentang raket tenis dengan
berbicara dengan teman atau membaca artikel majalah tentang mereka. Kami benar-benar belajar
tentang mereka, namun, ketika kita mencoba untuk memutuskan jenis tenis raket untuk membeli.
Memastikan bahwa siswa memiliki kesempatan untuk menggunakan pengetahuan bermakna
adalah salah satu bagian yang paling penting dari perencanaan a unit instruksi. Dalam Dimensi
model Learning, ada enam proses penalaran sekitar yang tugas dapat dibangun untuk mendorong
penggunaan bermakna pengetahuan:
• Decision making
• Problem solving
• Invention
• Experimental inquiry
• Investigation
• Systems analysis
Dimensi 5: Kebiasaan Berpikir
Para peserta didik yang paling efektif telah mengembangkan kebiasaan kuat pikiran yang
memungkinkan mereka untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, dan mengatur perilaku mereka.
Kebiasaan mental ini tercantum di bawah ini:

Dimensi belajar marzano

  • 1.
    Dimensi belajar Marzano(2006) on Dimensions of Learning Teacher’s Manual Dimensi 1: Sikap dan Persepsi Sikap dan persepsi mempengaruhi kemampuan siswa untuk belajar. Sebagai contoh, jika siswa melihat kelas sebagai tempat yang tidak aman dan tidak teratur, mereka akan mungkin belajar sedikit di sana. Demikian pula, jika siswa memiliki sikap negatif tentang tugas kelas, mereka mungkin akan menempatkan sedikit usaha dalam tugas-tugas. Sebuah kunci unsur pengajaran yang efektif, kemudian, adalah membantu siswa untuk membangun sikap positif dan persepsi tentang kelas dan tentang belajar. Dimensi 2: Memperoleh dan Mengintegrasikan Pengetahuan Membantu siswa memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan baru adalah hal lain yang penting aspek pembelajaran. Ketika siswa belajar informasi baru, mereka harus dibimbing dalam berhubungan pengetahuan baru untuk apa yang mereka sudah tahu, mengorganisir informasi tersebut, dan kemudian menjadikannya bagian dari jangka panjang mereka memori. Ketika siswa memperoleh keterampilan dan proses baru, mereka harus belajar model (atau set langkah- langkah), kemudian membentuk keterampilan atau proses untuk membuat efisien dan efektif bagi mereka, dan, akhirnya, internalisasi atau praktek keterampilan atau proses sehingga mereka dapat melakukan itu dengan mudah. Dimensi 3: Perluas dan Perhalus Pengetahuan Belajar tidak berhenti dengan memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan. Pembelajar mengembangkan pemahaman mendalam melalui proses perpanjangan dan menyempurnakan pengetahuan mereka (misalnya, dengan membuat perbedaan baru, membersihkan kesalahpahaman, dan mencapai kesimpulan). Mereka secara ketat menganalisis apa mereka telah belajar dengan menerapkan proses penalaran yang akan membantu mereka memperluas dan memperbaiki informasi. Beberapa proses penalaran umum digunakan oleh peserta didik untuk memperluas dan memperbaiki pengetahuan mereka adalah sebagai berikut: • Comparing • Classifying • Abstracting • Inductive reasoning
  • 2.
    • Deductive reasoning •Constructing support • Analyzing errors • Analyzing perspectives Dimensi 4: Gunakan Pengetahuan secara bermakna Pembelajaran yang paling efektif terjadi ketika kita menggunakan pengetahuan untuk melakukan tugas bermakna. Sebagai contoh, kita mungkin awalnya belajar tentang raket tenis dengan berbicara dengan teman atau membaca artikel majalah tentang mereka. Kami benar-benar belajar tentang mereka, namun, ketika kita mencoba untuk memutuskan jenis tenis raket untuk membeli. Memastikan bahwa siswa memiliki kesempatan untuk menggunakan pengetahuan bermakna adalah salah satu bagian yang paling penting dari perencanaan a unit instruksi. Dalam Dimensi model Learning, ada enam proses penalaran sekitar yang tugas dapat dibangun untuk mendorong penggunaan bermakna pengetahuan: • Decision making • Problem solving • Invention • Experimental inquiry • Investigation • Systems analysis Dimensi 5: Kebiasaan Berpikir Para peserta didik yang paling efektif telah mengembangkan kebiasaan kuat pikiran yang memungkinkan mereka untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, dan mengatur perilaku mereka. Kebiasaan mental ini tercantum di bawah ini: