Hukum perdata di Indonesia mengatur hubungan antara individu dan mencakup hak dan kewajiban mereka, dengan sumber utama dari hukum Hindia Belanda. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) terdiri dari empat buku utama yang mencakup orang, benda, perikatan, dan bukti. Peraturan ini juga mengatur kepemilikan, hak kebendaan, serta mekanisme pendewasaan dan pengampuan bagi individu yang tidak cakap hukum.