Baja Karbon
by Achmad Maulana Ibrahim
Baja
               Baja Karbon
              (Carbon Steel)

               Baja Paduan
       Baja
               (Alloy Steel)

                Baja Tahan
                   Karat
              (Stainless Steel)
Hubungan Kandungan Karbon dan Sifat
Mekanis
Standarisasi Baja Karbon
Standarisasi baja karbon digunakan untuk
  menggolongkan karbon,
• AISI (American Iron & Stell Institute)
• SAE (Society of Automotive Engineers)

Standar yang digunakan dalam baja karbon
• ASTM A 108-03 (Steel Bars, Carbon and
  Alloy, Cold-Finished)
• JIS G 4051:1979 (Carbon Steels for Machine
  Structural Use)
Contoh Perkodean Baja Karbon
• A266/A266M Specification for Carbon Steel Forgings for
  Pressure Vessel Components
• A370 Test Methods and Definitions for Mechanical Testing of
  Steel Products
• A675/A675M Specification for Steel Bars, Carbon, Hot-
  Wrought, Special Quality, Mechanical Properties
• A696 Specification for Steel Bars, Carbon, Hot-Wrought or
  Cold-Finished, Special Quality, for Pressure Piping
  Components
• A788/A788M Specification for Steel Forgings, General
  Requirements
• A961/A961M Specification for Common Requirements for
  Steel Flanges, Forged Fittings, Valves, and Parts for Piping
  Applications
Klasifikasi Baja Karbon
Low Carbon Steel

  Medium Carbon Steel

     High Carbon Steel

       Ultra High Carbon Steel
Low Carbon Steel
Kandungan karbon 0,15 – 0,29 %
Sifat-Sifat
• Relatif lunak dan lemah tetapi
  memiliki keuleten & ketangguhan yang luar
  biasa
• Bersifat machinable danweldable
• Memiliki kekuatan luluh dari
  275 MPa (40.000 psi), kekuatan tarik antara
  415 dan 550 MPa (60.000 dan
  80.000 psi), dan daktilitas EL 25%.
Aplikasi



Kaleng Timah (Lembaran Baja)          Komponen Tubuh Automobile




  i-beams               Structural Shape      Lembaran Baja pada Jembatan
Medium Carbon Steel

• kandungan karbonnya: 0,25 – 0,6%C
• dapat dinaikkan sifat mekaniknya melalui perlakuan
  panas austenitizing, quenching, dan tempering
• banyak dipakai dalam kondisi hasil tempering sehingga
  struktur mikronya martensit
• lebih kuat dari baja karbon rendah
• Memiliki penambahan kromium, nikel, dan molibdenum
  untuk meningkatkan kapasitas paduan dalam perlakuan
  panas, sehingga menimbulkan kombinasi berbagai
                      kekuatan-daktilitas
Aplikasi




  Crankshart (Poros   Roda Kereta   Rel Kereta
      Engkol)




                                        Gigi
        Mur Baut
High & Ultra High Carbon Steel
• kandungan karbonnya: 0,6 < % C ≤ 2,0 %
• Paling keras, paling kuat, paling getas di antara baja
  karbon lainnya
• Selalu digunakan dalam kondisi hardening dan
  tempering dengan demikian, secara khusus
  mengenakan tahan dan mampu membentuk tepi
  untuk pemotongan
• Banyak dipakai dalam kondisi hasil tempering
  sehingga struktur mikronya martensit
• tahan aus
• dimanfaatkan sebagai alat pemotong untuk
  membentuk material
Aplikasi High Carbon Steel




                  Springs
Aplikasi Ultra-High Carbon Steel




Pisau      Gergaji Besi




                          Pisau Cukur

Carbon steel

  • 1.
    Baja Karbon by AchmadMaulana Ibrahim
  • 2.
    Baja Baja Karbon (Carbon Steel) Baja Paduan Baja (Alloy Steel) Baja Tahan Karat (Stainless Steel)
  • 3.
    Hubungan Kandungan Karbondan Sifat Mekanis
  • 4.
    Standarisasi Baja Karbon Standarisasibaja karbon digunakan untuk menggolongkan karbon, • AISI (American Iron & Stell Institute) • SAE (Society of Automotive Engineers) Standar yang digunakan dalam baja karbon • ASTM A 108-03 (Steel Bars, Carbon and Alloy, Cold-Finished) • JIS G 4051:1979 (Carbon Steels for Machine Structural Use)
  • 5.
    Contoh Perkodean BajaKarbon • A266/A266M Specification for Carbon Steel Forgings for Pressure Vessel Components • A370 Test Methods and Definitions for Mechanical Testing of Steel Products • A675/A675M Specification for Steel Bars, Carbon, Hot- Wrought, Special Quality, Mechanical Properties • A696 Specification for Steel Bars, Carbon, Hot-Wrought or Cold-Finished, Special Quality, for Pressure Piping Components • A788/A788M Specification for Steel Forgings, General Requirements • A961/A961M Specification for Common Requirements for Steel Flanges, Forged Fittings, Valves, and Parts for Piping Applications
  • 6.
    Klasifikasi Baja Karbon LowCarbon Steel Medium Carbon Steel High Carbon Steel Ultra High Carbon Steel
  • 7.
    Low Carbon Steel Kandungankarbon 0,15 – 0,29 % Sifat-Sifat • Relatif lunak dan lemah tetapi memiliki keuleten & ketangguhan yang luar biasa • Bersifat machinable danweldable • Memiliki kekuatan luluh dari 275 MPa (40.000 psi), kekuatan tarik antara 415 dan 550 MPa (60.000 dan 80.000 psi), dan daktilitas EL 25%.
  • 8.
    Aplikasi Kaleng Timah (LembaranBaja) Komponen Tubuh Automobile i-beams Structural Shape Lembaran Baja pada Jembatan
  • 9.
    Medium Carbon Steel •kandungan karbonnya: 0,25 – 0,6%C • dapat dinaikkan sifat mekaniknya melalui perlakuan panas austenitizing, quenching, dan tempering • banyak dipakai dalam kondisi hasil tempering sehingga struktur mikronya martensit • lebih kuat dari baja karbon rendah • Memiliki penambahan kromium, nikel, dan molibdenum untuk meningkatkan kapasitas paduan dalam perlakuan panas, sehingga menimbulkan kombinasi berbagai kekuatan-daktilitas
  • 10.
    Aplikasi Crankshart(Poros Roda Kereta Rel Kereta Engkol) Gigi Mur Baut
  • 11.
    High & UltraHigh Carbon Steel • kandungan karbonnya: 0,6 < % C ≤ 2,0 % • Paling keras, paling kuat, paling getas di antara baja karbon lainnya • Selalu digunakan dalam kondisi hardening dan tempering dengan demikian, secara khusus mengenakan tahan dan mampu membentuk tepi untuk pemotongan • Banyak dipakai dalam kondisi hasil tempering sehingga struktur mikronya martensit • tahan aus • dimanfaatkan sebagai alat pemotong untuk membentuk material
  • 12.
    Aplikasi High CarbonSteel Springs
  • 13.
    Aplikasi Ultra-High CarbonSteel Pisau Gergaji Besi Pisau Cukur